KATA PENGANTAR
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010 sebagai penjabaran arah pembangunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010‐2014 telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2009. RKP memuat prioritas pembangunan, rancangan ek/Lembaga(K/L).
Dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan, RKP Tahun 2010 diprioritaskan pada 5 (lima) hal, yaitu: 1. Pemeliharan Kesejahteraan Rakyat, serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial; 2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia; 3. Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Hukum, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Nasional 4. Pemulihan Ekonomi yang Didukung oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi; 5. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Kapasitas Penanganan Perubahan Iklim. Sebagaimana diamantakan dalam UU 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dan Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja pembangunan. Dalam konteks itu, Monitoring Tengah Tahun RKP Tahun 2010 dilakukan untuk memberi gambaran pencapaian, termasuk penyerapan anggarannya, menurut Prioritas Nasional dalam Buku I RKP 2010. Hasil monitoring RKP secara khusus akan berguna sebagai bahan masukan penyusunan RKP tahun selanjutnya, dan secara umum akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RPJMN 2015‐2019.
KATA PENGANTAR
SAMBUTAN
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010 sebagai penjabaran arah pembangunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010‐2014 telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2009. RKP memuat prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi makro serta program‐program kementerian/lembaga.
Dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan, RKP Tahun 2010 diprioritaskan pada 5 (lima) hal, yaitu: 1. Pemeliharan Kesejahteraan Rakyat, serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial; 2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia; 3. Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Hukum, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Nasional 4. Pemulihan Ekonomi yang Didukung oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi; 5. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Kapasitas Penanganan Perubahan Iklim. Sebagaimana diamantakan dalam UU 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dan Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja pembangunan. Dalam konteks itu, Monitoring Tengah Tahun RKP Tahun 2010 dilakukan untuk memberi gambaran pencapaian, termasuk penyerapan anggarannya, menurut Prioritas Nasional dalam Buku I RKP 2010. Hasil monitoring RKP secara khusus akan berguna sebagai bahan masukan penyusunan RKP tahun selanjutnya, dan secara umum akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RPJMN 2015‐2019.
Secara um menggamba Prioritas 3 d pada akhir T dan Prioritas Akhirnya ke Tengah Tahu meningkatka perubahan y um Prioritas rkan hasil yan dan Prioritas Tahun Anggar s 5 masih mem
rja keras dan un RKP 2010 an kinerja yang lebih baik Ke s Pembangu ng cukup baik 4 kemungkin ran 2010, sem mbutuhkan up n upaya bersa harus dilihat pelaksanaan k bagi kita sem Menteri Pere epala Badan P A unan dalam k karena 3 Prio an sasaranny mentara 2 lai paya keras da ama dalam pe t sebagai lan rencana pe mua. Jakarta, Ja encanaan Pem Perencanaan P Armida S. Alis Buku I R oritas, yaitu P ya akan dapat
nnya, yaitu P ri K/L yang te elaksanaan M gkah kemaju embangunan nuari 2011 mbangunan N Pembangunan sjahbana KP 2010 Prioritas 2, t tercapai Prioritas 1 rkait. Monitoring an dalam menuju asional/ n Nasional
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... i Daftar Isi ... iii Daftar Tabel ... v Daftar Gambar ... vii Daftar Lampiran ... ix BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Pengantar ... 1 1.2 Latar Belakang ... 1 1.3 Kaitan RKP 2010 dengan RPJMN 2010‐2014 ... 2 1.4 Konsep Analisis atas Hasil MTT RKP 2010 ... 3 BAB II METODE ANALISIS ... 9 2.1 Pengantar ... 9 2.2 Sumber Data ... 9 2.3 Metode Analisis ... 10 2.4 Interpretasi Hasil Analisis ... 17 2.5 Permasalahan dalam Analisis ... 19 BAB III PRIORITAS 1: PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, SERTA PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PELAKSANAAN SISTEM PERLINDUNGAN SOSIAL ... 21 3.1 Pengantar ... 21 3.2 Hasil Analisis ... 22 3.3 Permasalahan Pencapaian Prioritas ... 32 3.4 Kesimpulan Prioritas 1 ... 32 BAB IV PRIORITAS 2: PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA ... 35 4.1 Pengantar ... 35 4.2 Hasil Analisis ... 38 4.3 Permasalahan Pencapaian Prioritas ... 49 4.4 Kesimpulan Prioritas 2 ... 54BAB V PRIORITAS 3: PEMANTAPAN REFORMASI BIROKRASI DAN HUKUM, SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI DAN KEAMANAN NASIONAL ... 55 5.1 Pengantar ... 55 5.2 Hasil Analisis ... 57 5.3 Permasalahan Pencapaian Prioritas ... 68 5.4 Kesimpulan Prioritas 3 ... 70 BAB VI PRIORITAS 4: PEMULIHAN EKONOMI YANG DIDUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN, INFRASTRUKTUR, DAN ENERGI ... 73 6.1 Pengantar ... 73 6.2 Hasil Analisis ... 75 6.3 Permasalahan Pencapaian Prioritas ... 88 6.4 Kesimpulan Prioritas 4 ... 90 BAB VII PRIORITAS 5: PENINGKATAN KUALITAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN KAPASITAS PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM ... 91 7.1 Pengantar ... 91 7.2 Hasil Analisis ... 92 7.3 Permasalahan Pencapaian Prioritas ... 102 7.4 Kesimpulan Prioritas 5 ... 104 BAB VIII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 107 8.1 Kesimpulan ... 107 8.2 Rekomendasi ... 109 LAMPIRAN ... 111
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1.: Persandingan Struktur Buku I RPJMN 2010‐2014 dengan RKP 2010 ... 3 Tabel 2.1.: Kriteria Penentuan Skor Capaian KP ... 11 Tabel 2.2.: Kriteria Penentuan Skor Penyerapan Anggaran KP ... 11 Tabel 2.3.: Kriteria Penentuan Kondisi Kinerja KP ... 12 Tabel 2.4.: Kriteria Penentuan Kondisi Kinerja FP ... 13 Tabel 2.5.: Kriteria Pengelompokan FP Berdasarkan Persentase Capaian FP ... 13 Tabel 2.6.: Kriteria Pengelompokan FP Berdasarkan Persentase Penyerapan Anggaran FP ... 14 Tabel 2.7.: Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Capaian Program ... 15 Tabel 2.8.: Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Penyerapan Anggaran Program ... 15 Tabel 2.9.: Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Capaian K/L ... 16 Tabel 2.10.:Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Penyerapan Anggaran K/L ... 17 Tabel 3.1.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 1 dalam Pencapaian Kegiatan 23 Tabel 3.2.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 1 dalam Penyerapan Anggaran 24 Tabel 3.3.: Daftar Urutan FP Pada Prioritas 1 ... 27 Tabel 3.4.: Daftar Urutan Program pada Prioritas 1 ... 29 Tabel 3.5.: Daftar Urutan K/L pada Prioritas 1 ... 31 Tabel 4.1.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 2 dalam Pencapaian Kegiatan 39 Tabel 4.2.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 2 dalam Penyerapan Anggaran 40 Tabel 4.3.: Daftar Urutan FP Pada Prioritas 2 ... 44 Tabel 4.4.: Daftar Urutan Program pada Prioritas 2 ... 47 Tabel 4.5.: Daftar Urutan K/L pada Prioritas 2 ... 49 Tabel 5.1.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 3 dalam Pencapaian Kegiatan 58 Tabel 5.2.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 3 dalam Penyerapan Anggaran 59 Tabel 5.3.: Daftar Urutan FP Pada Prioritas 3 ... 62 Tabel 5.4.: Daftar Urutan Program pada Prioritas 3 ... 64 Tabel 5.5.: Daftar Urutan K/L pada Prioritas 3 ... 67 Tabel 6.1.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 4 dalam Pencapaian Kegiatan 76 Tabel 6.2.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 4 dalam Penyerapan Anggaran 77Tabel 6.3.: Daftar Urutan FP Pada Prioritas 4 ... 80 Tabel 6.4.: Daftar Urutan Program pada Prioritas 4 ... 88 Tabel 6.5.: Daftar Urutan K/L pada Prioritas 4 ... 88 Tabel 7.1.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 5 dalam Pencapaian Kegiatan 93 Tabel 7.2.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 5 dalam Penyerapan Anggaran 94 Tabel 7.3.: Daftar Urutan FP Pada Prioritas 5 ... 97 Tabel 7.4.: Daftar Urutan Program pada Prioritas 5 ... 99 Tabel 7.5.: Daftar Urutan K/L pada Prioritas 5 ... 102
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1.: Jumlah dan Persentase KP Prioritas 1 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 25 Gambar 3.2.: Grafik Sebaran KP Prioritas 1 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 25 Gambar 3.3.: Jumlah dan Persentase FP Prioritas 1 Berdasarkan Skor Capaian FP ... 26 Gambar 3.4.: Jumlah dan Persentase Program Prioritas 1 Berdasarkan Skor Capaian Program ... 28 Gambar 3.5.: Jumlah dan Persentase K/L Prioritas 1 Berdasarkan Skor Capaian K/L ... 31 Gambar 4.1.: Jumlah dan Persentase KP Prioritas 2 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 41 Gambar 4.2.: Grafik Sebaran KP Prioritas 2 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 42 Gambar 4.3.: Jumlah dan Persentase FP Prioritas 2 Berdasarkan Skor Capaian FP ... 43 Gambar 4.4.: Jumlah dan Persentase Program Prioritas 2 Berdasarkan Skor Capaian Program ... 46 Gambar 4.5.: Jumlah dan Persentase K/L Prioritas 2 Berdasarkan Skor Capaian K/L ... 48 Gambar 5.1.: Jumlah dan Persentase KP Prioritas 3 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 60 Gambar 5.2.: Grafik Sebaran KP Prioritas 3 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 60 Gambar 5.3.: Jumlah dan Persentase FP Prioritas 3 Berdasarkan Skor Capaian FP ... 61 Gambar 5.4.: Jumlah dan Persentase Program Prioritas 3 Berdasarkan Skor Capaian Program ... 63 Gambar 5.5.: Jumlah dan Persentase K/L Prioritas 3 Berdasarkan Skor Capaian K/L ... 67 Gambar 6.1.: Jumlah dan Persentase KP Prioritas 4 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 78 Gambar 6.2.: Grafik Sebaran KP Prioritas 4 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 78Gambar 6.3.: Jumlah dan Persentase FP Prioritas 4 Berdasarkan Skor Capaian FP ... 79 Gambar 6.4.: Jumlah dan Persentase Program Prioritas 4 Berdasarkan Skor Capaian Program ... 81 Gambar 6.5.: Jumlah dan Persentase K/L Prioritas 4 Berdasarkan Skor Capaian K/L ... 87 Gambar 7.1.: Jumlah dan Persentase KP Prioritas 5 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 95 Gambar 7.2.: Grafik Sebaran KP Prioritas 5 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP ... 96 Gambar 7.3.: Jumlah dan Persentase FP Prioritas 5 Berdasarkan Skor Capaian FP ... 97 Gambar 7.4.: Jumlah dan Persentase Prioritas 5 Program Berdasarkan Skor Capaian Program ... 98 Gambar 7.5.: Jumlah dan Persentase Prioritas 5 K/L Berdasarkan Skor Capaian K/L ... 101
DAFTAR LAMPIRAN
Tabel 1.a.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 1 (Capaian Rendah, Penyerapan Rendah) ... 113 Tabel 1.b.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 2 (Capaian Rendah, Penyerapan Tinggi) ... 114 Tabel 1.c.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 3 (Capaian Tinggi, Penyerapan Rendah) ... 114 Tabel 1.d.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 4 (Capaian Tinggi, Penyerapan Tinggi) ... 115 Tabel 2.a.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 1 (Capaian Rendah, Penyerapan Rendah) ... 116 Tabel 2.b.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 2 (Capaian Rendah, Penyerapan Tinggi) ... 117 Tabel 2.c.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 3 (Capaian Tinggi, Penyerapan Rendah) ... 118 Tabel 2.d.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 4 (Capaian Tinggi, Penyerapan Tinggi) ... 119 Tabel 3.a.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 1 (Capaian Rendah, Penyerapan Rendah) ... 120 Tabel 3.b.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 2 (Capaian Rendah, Penyerapan Tinggi) ... 121 Tabel 3.c.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 3 (Capaian Tinggi, Penyerapan Rendah) ... 121 Tabel 3.d.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 4 (Capaian Tinggi, Penyerapan Tinggi) ... 122 Tabel 4.a.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 1 (Capaian Rendah, Penyerapan Rendah) ... 123 Tabel 4.b.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 2 (Capaian Rendah, Penyerapan Tinggi) ... 125 Tabel 4.c.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 3 (Capaian Tinggi, Penyerapan Rendah) ... 126 Tabel 4.d.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 4 (Capaian Tinggi, Penyerapan Tinggi) ... 128 Tabel 5.a.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 1 (Capaian Rendah, Penyerapan Rendah) ... 130Tabel 5.b.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 2 (Capaian Rendah, Penyerapan Tinggi) ... 131 Tabel 5.c.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 3 (Capaian Tinggi, Penyerapan Rendah) ... 131 Tabel 5.d.: Daftar KP Prioritas 1 dengan Kondisi 4 (Capaian Tinggi, Penyerapan Tinggi) ... 131
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Pengantar
Organisasi baru Bappenas pada November 2006 telah memperhatikan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari proses perencanaan, dengan pembentukan Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan (EKP). Dalam kaitan itu, dengan memperhatikan PP 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Pasal 12‐ 15, sejak tahun 2007 Deputi EKP selalu diminta untuk memberikan masukan bagi Deputi Pendanaan Pembangunan sebagai bahan pertimbangan dalam alokasi pendanaan pembangunan (Pagu Indikatif). Pada awalnya, masukan tersebut sangat sederhana, terbatas pada persandingan capaian sasaran RPJMN saja. Namun dengan berjalannya waktu, dan dengan memperhatikan PP 39 Tahun 2006, akan lebih tepat bila masukan tersebut didasarkan kepada evaluasi RKP. Oleh karena itu, dengan kerjasama internal Bappenas yang kondusif, upaya exercise evaluasi tengah tahun Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) mulai digulirkan pada TA 2010 ini.
1.2 Latar Belakang
Pada awalnya, ide pelaksanaan Monitoring Tengah Tahun (MTT) RKP 2010 berkembang dalam Rapat Kerja antara Menteri PPN/Kepala Bappenas dengan Komisi XI DPR‐RI tanggal 2 September 2010. Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi XI DPR‐RI menggarisbawahi perlunya Bappenas melakukan monitoring terhadap Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang sedang berjalan, yakni RKP Tahun 2010.
Dengan atau tanpa adanya dorongan politis dari DPR‐RI, MTT terhadap pelaksanaan RKP 2010 sesungguhnya memang perlu dilakukan antara lain dalam rangka: Pertama, menemukenali kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan; Kedua, menemukenali prospek pencapaian prioritas nasional di dalam RKP 2010; Ketiga, memperoleh gambaran mengenai capaian pelaksanaan RKP 2010 s/d Juni 2010; Keempat, mendapatkan
bahan perkiraan capaian pelaksanaan pembangunan di akhir tahun 2010; dan Kelima, memperoleh bahan masukan untuk alokasi RAPBN 2012; serta Keenam, mendapatkan bahan masukan persiapan dan penyusunan RPJMN 2015‐2019. 1.3 Kaitan RKP 2010 dengan RPJMN 2010‐2014
Dalam Perpres RI No. 5 /2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010‐2014 Pasal 2 Ayat (3) huruf c, dinyatakan bahwa RPJMN berfungsi sebagai “pedoman Pemerintah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP)”.
Sesuai dengan ketentuan, RPJMN yang berjangka waktu lima tahun dijabarkan ke dalam lima RKP yang masing‐masing berjangka waktu satu tahun. Demikian pula halnya dengan RPJMN 2010‐2014. RPJMN ini dijabarkan kedalam lima RKP, yakni RKP 2010, RKP 2011, RKP 2012, RKP 2013, dan RKP 2014. RKP memungkinkan adanya pemutakhiran program prioritas Presiden serta penetapan kebijakan baru. RKP yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden selanjutnya menjadi pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).
RKP Tahun 2010 adalah RKP pertama dari rangkaian lima RKP yang menjadi penjabaran RPJMN 2010‐2014. Berbeda dengan RKP‐RKP yang disusun kemudian (RKP 2011 s.d. RKP 2014), RKP 2010 memiliki karakteristik yang unik. Salah satunya, ibarat anak yang lahir lebih dulu daripada induknya, RKP 2010 disusun mendahului RPJM 2010‐2014. RKP 2010 lahir 31 Mei 2009 melalui Perpres Nomor 21 Tahun 2009, sedangkan RPJMN 2010‐2014 baru menyusul kemudian tanggal 20 Januari 2010 melalui Perpres Nomor 5 Tahun 2010.
Implikasinya, penyusunan RKP 2010 tidak mengacu pada RPJMN 2010‐ 2014. Di beberapa Kementerian/Lembaga, acuan dalam penyusunan RKP 2010 adalah Renstra masing‐masing yang kurun waktunya juga berbeda dengan RPJMN 2010‐2014. Secara singkat esensinya adalah sebagai berikut:
1. Terdapat perbedaan dalam hal penamaan fokus prioritas, program, dan kegiatan dengan RPJMN‐nya. Disamping itu juga terdapat perbedaan dalam penentuan besaran target yang ditetapkan;
2. Meski RKP 2010 sudah berupa tiga buku: yakni Buku I berisi prioritas nasional, Buku II berisi prioritas bidang, dan Buku III berisi arah kebijakan pembangunan kewilayahan (sama dengan jumlah buku RPJMN 2010‐2014), namun secara struktur, masih terdapat perbedaan anatomi dengan RPJMN 2010‐2014. Sebagai ilustrasi, persandingan struktur Buku I RPJMN 2010‐2014 dengan RKP 2010 adalah sebagaimana Tabel 1.1 di bawah ini. Tabel 1.1.: Persandingan Struktur Buku I RPJMN 2010‐2014 dengan RKP 2010 RPJMN 2010‐2014 RKP 2010 Level 1. Prioritas 2. Substansi Inti 3. Kegiatan Prioritas 1. Prioritas 2. Fokus Prioritas 3. Kegiatan Prioritas Sasaran (level kegiatan) Ada Ada (namun berupa keluaran)
Indikator Ada Tidak Ada
Target Ada Tidak Ada
1.4 Konsep Analisis atas Hasil MTT RKP 2010
Analisis atas hasil MTT RKP 2010 sebagai langkah untuk menganalisis sejauhmana pencapaian prioritas nasional merupakan proses yang membutuhkan pemahaman atas struktur dan karakteristik dokumen RKP 2010 berikut dengan berbagai permasalahan dan tantangan yang mungkin mewarnainya.
RKP 2010 sebagai rencana pembangunan nasional jangka pendek memuat sejumlah prioritas pembangunan baik prioritas pembangunan nasional maupun prioritas pembangunan bidang, rancangan kerangka ekonomi makro serta program‐program kementerian/lembaga, lintas kementerian/lembaga, dan lintas wilayah dalam bentuk: (1) kerangka regulasi, serta (2) kerangka investasi pemerintah dan layanan umum. RKP 2010 disusun berdasarkan struktur yang berjenjang yang diwujudkan dalam berbagai tingkatan, yaitu Prioritas (P), Fokus Prioritas (FP) dan Kegiatan Prioritas (KP). Sementara wadah dari semua KP dan FP tersebut adalah program‐program pembangunan yang dilaksanakan oleh kementerian/lembaga. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai masing‐masing tingkatan dalam RKP 2010.
Tema pembangunan pada tahun 2010 adalah: “Pemulihan Perekonomian Nasional Dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat”. Guna mewujudkan hal tersebut dan dengan mengacu kepada permasalahan dan tantangan yang dihadapi, pelaksanaan pembangunan nasional tahun 2010 diprioritaskan pada: (1) Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat, serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial; (2) Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia; (3) Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Hukum, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Nasional; (4) Pemulihan Ekonomi yang Didukung oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi; dan (5) Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Kapasitas Penanganan Perubahan Iklim.
Prioritas pembangunan nasional lebih lanjut dijabarkan kedalam arah kebijakan pembangunan nasional yang dipergunakan dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan. Adapun arah arah kebijakan masing‐ masing prioritas sebagai berikut:
1. Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat, serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial. Arah kebijakan ditekankan pada: (a) Perluasan akses pelayanan dasar masyarakat miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS); (b) Peningkatan keberdayaan dan kemandirian masyarakat; (c) Peningkatan efektivitas pelaksanaan dan koordinasi penanggulangan kemiskinan; (d) Penanganan dampak krisis (ekonomi) terhadap kemiskinan; (e) Penataan dan pelaksanaan kelembagaan dalam pelaksanaan jaminan sosial; dan (f) Peningkatan kapasitas usaha skala mikro dan kecil melalui penguatan kelembagaan.
2. Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Indonesia, Kegiatan pembangunan diarahkan pada: (a) Peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang merata; (b) Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan menengah dan tinggi; (c) Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan non‐formal; (d) Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pendidik; (e) Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan; (f) Percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat dan pengendalian penyakit; (g) Peningkatan ketersediaan dan mutu obat dan tenaga kesehatan; (h) Peningkatan jaminan pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal,
terpencil, perbatasan, dan kepulauan; (i) Pemantapan revitalisasi program KB; (j) Peningkatan kerukunan hidup umat beragama; dan (k) Pembangunan jati diri dan karakter bangsa yang berbasiskan pada keragaman budaya; serta (l) Peningkatan peran pemuda dan prestasi olahraga.
3. Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Hukum, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Nasional, kegiatan diarahkan pada: (a) Peningkatan kualitas pelayanan publik; (b) Peningkatan kinerja dan kesejahteraan PNS; (c) Penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, serta sistem pengawasan dan akuntabilitas; (d) Penguatan kapasitas pemerintah daerah; (e) Pemantapan harmonisasi peraturan perundang‐undangan; (f) Pemantapan pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas penanganan perkara korupsi; (g) Pemantapan desentralisasi, peningkatan kualitas hubungan pusat daerah, dan antardaerah; (h) Peningkatan efektifitas pelaksanaan organisasi masyarakat sipil, dan partai politik; (i) Pelaksanaan keterbukaan informasi publik; (j) Penguatan wilayah perbatasan; (k) Peningkatan kemampuan pertahanan dan industri strategis pertahanan; (l) Peningkatan rasa aman dan ketertiban masyarakat; dan (m) Peningkatan penggalangan keamanan nasional.
4. Pemulihan Ekonomi yang Didukung oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi, kegiatan pembangunan diarahkan pada: (a) Peningkatan daya tarik investasi; (b) Penguatan daya saing ekspor; (c) Revitalisasi industri manufaktur; (d) Revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan; (e) Peningkatan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja; (f) Peningkatan produktivitas dan akses UKM kepada sumberdaya produktif; (g) Peningkatan ketahanan pangan; (h) Peningkatan stabilitas harga dan pengamanan pasokan bahan pokok; (i) Pengelolaan APBN yang berkelanjutan; (j) Peningkatan ketahanan dan daya saing sektor keuangan; (k) Dukungan infrastruktur bagi peningkatan daya saing sektor riil; (l) Peningkatan investasi infrastruktur melalui kerjasama pemerintah dan swasta; (m) Peningkatan pelayanan infrastruktur sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM); (n) Peningkatan dukungan iptek bagi daya saing nasional; dan (o) Peningkatan ketahanan energi.
5. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Kapasitas Penanganan Perubahan Iklim, kegiatan diarahkan pada: (a)
Peningkatan Kapasitas Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim dan Bencana Alam Lainnya; (b) Peningkatan Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Kualitas Daya Dukung Lingkungan; (c) Peningkatan Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu; (d) Peningkatan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan; dan (e) Peningkatan Kualitas Tata Ruang dan Pengelolaan Pertanahan.
Setiap prioritas nasional memiliki sasaran yang diharapkan dapat tercapai pada akhir TA 2010. Namun perlu diperhatikan bahwa sasaran setiap Prioritas dalam RKP 2010 memiliki karakteristik yang beragam. Terdapat prioritas yang hanya mempunyai satu sasaran saja, seperti pada Prioritas 1. Namun terdapat juga prioritas yang sasarannya terdiri atas beberapa bagian sesuai dengan sektor yang terkait di dalamnya, misalnya pada Prioritas 2. Format lainnya adalah prioritas terdiri atas beberapa sasaran namun berlaku untuk semua sektor yang terkait di dalamnya, yaitu seperti pada Prioritas 3, Prioritas 4 dan Prioritas 5.
Pada tingkatan berikutnya dalam struktur RKP 2010 adalah Fokus Prioritas yang dilaksanakan oleh sejumlah Kegiatan Prioritas. Pada Buku I RKP 2010 di bawah 5 Prioritas pembangunan nasional terdapat 50 FP dan 564 KP. Adapun penjelasan rinci mengenai hirarki setiap Prioritas berikut dengan FP dan KP‐nya diuraikan dalam subbab Hirarki Prioritas pada Bab III ‐ Bab VII.
Perlu dipahami bahwa dalam RKP 2010 tidak terdapat penjelasan tentang indikator yang berfungsi sebagai alat pengukur yang memberikan indikasi tercapai atau tidaknya sasaran pembangunan yang ditetapkan. Informasi yang tersedia dalam Matriks Buku I RKP 2010 adalah mengenai keluaran KP dengan model dan karakteristik yang juga sangat beragam. Cukup banyak keluaran KP yang tidak dapat diperlakukan sebagai indikator karena satu keluaran KP ternyata harus diturunkan menjadi beberapa indikator. Selain itu, level keluaran juga tidak selalu setara satu dengan lainnya, misalnya yang umum dijumpai, berada pada level impact ataupun
outcomes, padahal keluaran KP merupakan level output (Mohon dilihat
juga Buku Pedoman Evaluasi Kinerja Pembangunan Sektoral, 2009). Sebagai contoh, ada keluaran yang berada pada level impact, seperti salah satu keluaran dari KP Peningkatan Cakupan Imunisasi, yaitu persentase desa yg mencapai UCI sebesar 100% pada 467 kab/kota, dan KP Peningkatan Pembiayaan Jaminan Kesehatan dengan keluaran perhitungan NHA (National Health Account). Namun, banyak yang sudah
sesuai karena keluarannya berada pada level output, misalnya pada KP Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Rawa dengan keluaran terpeliharanya jaringan rawa seluas 1.200.000 ha.
Oleh karena itu, konsep analisis MTT RKP 2010, difokuskan berada pada analisis Prioritas Pembangunan Nasional saja. Dengan demikian peran KP dan FP akan dianalisis secara terbatas terhadap pencapaian Prioritas. Begitu pula dengan peran Program dan K/L terkait, akan juga dianalisis dalam batasan pencapaian Prioritas.
Laporan ini menyajikan analisis lengkap atas 5 Prioritas Pembangunan Nasional yang tercantum dalam RKP 2010. Secara umum, Buku Laporan Lengkap ini terbagi atas 8 Bab. Bab pertama menguraikan latar belakang, kaitan RKP 2010 dengan RPJMN 2010‐2014, dan konsep analisis MTT RKP 2010. Dalam Bab kedua diuraikan cara analisis pada berbagai tingkatan dalam hirarki RKP 2010. Bab ketiga hingga ketujuh menguraikan struktur Prioritas dan hasil analisis untuk setiap tingkat dalam masing‐masing hirarki Prioritas RKP 2010. Bab kedelapan merupakan kesimpulan umum dan rekomendasi.
Data, penilaian, dan analisis baku disajikan pada Buku Matriks Analisis Kinerja MTT RKP 2010 yang terbagi atas 5 bab sesuai jumlah Prioritas Pembangunan Nasional. Masing‐masing bab terdiri dari 3 matriks, yaitu Matriks Kinerja Prioritas, Matriks Analisis Kinerja Program, dan Matriks Analisis Kinerja K/L.
8 Laporan Lengkap Monitoring Tengah Tahun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010
BAB II
METODE ANALISIS
2.1 Pengantar
Laporan Monitoring Tengah Tahun (MTT) RKP 2010 merupakan hasil analisis atas kinerja Kegiatan Prioritas dan Fokus Prioritas dalam mencapai Prioritas Pembangunan Nasional sesuai dokumen RKP 2010, khususnya yang tertera dalam Matriks. Analisis juga dilakukan atas Program dan Kementerian/Lembaga (K/L) pelaksana kegiatan prioritas dalam mencapai Prioritas Nasional dalam RKP 2010. Dengan demikian unit analisis adalah seluruh Kegiatan Prioritas (KP), Fokus Prioritas (FP), dan Prioritas (P) yang bersifat nasional serta Program dan K/L yang kesemuanya terekam di dalam Matriks Buku I RKP 2010.
2.2 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam MTT RKP 2010 diperoleh dari Kementerian/Lembaga (K/L) melalui mitra kerja Direktorat sektoral di Bappenas dengan referensi bulan Juni 2010 dan terbatas pada data yang diterima Kedeputian EKP sebelum tanggal 26 Oktober 2010 jam 15.00 WIB. Dua variabel terpentingnya adalah: (1) Capaian kegiatan, dan (2) Realisasi anggaran, masing‐masing K/L sampai dengan bulan Juni 2010.
Data keluaran KP yang sulit dikuantifisir atau sulit diperoleh, diatasi melalui kesepakatan antara Direktorat sektor di Bappenas dengan mitra K/L masing‐masing. Dalam hal ini sumber data bisa berdasarkan pencatatan K/L ataupun hasil survey BPS dan/atau penelitian lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk realisasi anggaran, bila sulit diperoleh, berdasarkan kesepakatan bersama, dipergunakan data K/L yang dilaporkan sebagai pemenuhan amanat PP 39 Tahun 2006 atau data dari Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester Pertama TA 2010 dalam website Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan (http://www.anggaran.depkeu.go.id/web‐ content‐list.asp?ContentId=800).
Sesuai dengan yang disampaikan pada Bab I Subbab Konsep Analisis atas Hasil MTT RKP 2010, data isian dari sektor dan penilaian kinerjanya disajikan terpisah dari laporan ini, yaitu pada Buku Matriks Analisis Kinerja MTT RKP 2010, yang menyajikan 3 matriks, yaitu Matriks Kinerja Prioritas, Matriks Analisis Kinerja Program, dan Matriks Analisis Kinerja K/L untuk setiap Prioritas Pembangunan Nasional.
2.3 Metode Analisis
Analisis dilakukan secara berjenjang dari level kebijakan terendah hingga tertinggi, mengikuti hirarki yang ada dalam Buku I RKP 2010, yakni berturut‐turut dari analisis atas KP, FP, dan Prioritas dengan asumsi, KP dan FP yg ada di Matriks Buku I RKP 2010 sudah dipastikan (Ketika Matriks Buku I RKP 2010 disusun) mendukung pencapaian sasaran Prioritas. Demikian pula Program dan K/L yang dinyatakan dalam Matriks tersebut, mendukung pencapaian sasaran Prioritas terkait.
Laporan MTT RKP 2010 ini mencoba memotret pelaksanaan RKP 2010 secara apa adanya, seobjektif mungkin, dengan memaparkan hasil analisis atas data yang berhasil diperoleh. Artinya, dengan basis capaian Prioritas, dikenali KP atau FP mana saja yang mendukung pencapaian suatu Prioritas. Demikian pula, untuk mencapai Prioritas tertentu, dikenali Program mana saja dan K/L mana saja yang berperan/mendukungnya.
Dengan demikian, hasil analisis dalam laporan ini bukan ditujukan untuk memberi label kinerja Program atau K/L masuk dalam kategori baik atau
buruk, ataupun suatu K/L mempunyai kinerja lebih baik dari K/L yang lain.
Singkatnya, hasil analisis lebih ditujukan untuk menunjukkan peran sejajar Program atau peran sejajar K/L dalam mencapai Prioritas. Kinerja itu dikategorikan ke dalam dua kelompok berbeda: (1) Program atau K/L mungkin mencapai target KP pada akhir TA 2010, atau (2) Program atau K/L perlu kerja keras untuk mencapai target KP pada akhir TA 2010.
2.3.1 Analisis Kegiatan Prioritas (KP)
Matriks KP (Matriks Buku I RKP 2010) yang telah dilengkapi dengan data capaian dan realisasi anggaran oleh Direktorat terkait direkam dalam Lembar Kerja/worksheet.
Analisis Kegiatan Prioritas dilakukan dalam 5 (lima) langkah sebagai berikut:
1. Menghitung persentase capaian kegiatan s.d. Juni 2010 dengan rumus:
Persentase Capaian Kegiatan =[ (Capaian Kegiatan/Target Kegiatan) x 100%] 2. Menentukan skor capaian kegiatan berdasarkan persentase capaian
kegiatan yang diperoleh pada langkah pertama dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 2.1.: Kriteria Penentuan Skor Capaian KP Persentase Capaian KP Skor Capaian KP ≥ 30% 1 < 30% 0 3. Menghitung persentase penyerapan anggaran s.d. Juni 2010 dengan rumus: Persentase Penyerapan Anggaran = [(Realisasi Anggaran/Pagu Definitif) x 100%]
4. Menentukan skor penyerapan anggaran berdasarkan persentase penyerapan anggaran yang diperoleh pada langkah ketiga dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 2.2.: Kriteria Penentuan Skor Penyerapan Anggaran KP Persentase Penyerapan Anggaran KP Skor Penyerapan Anggaran KP ≥ 30% 1 < 30% 0 5. Menentukan Kondisi Kinerja KP dan uraian analisis kegiatan prioritas berdasarkan kombinasi skor capaian dan skor realisasi anggaran, dengan acuan sebagai berikut
Tabel 2.3.: Kriteria Penentuan Kondisi Kinerja KP No Persentase Capaian KP sd. Juni 2010 Persentase Penyerapan Anggaran KP sd. Juni 2010 Skor Capaian KP Skor Penyerapan Anggaran KP Keterangan Capaian KP Keterangan Penyerapan Anggaran KP Kondisi Kinerja KP Analisis KP (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 <30% <30% 0 0 Cenderung rendah Cenderung rendah 1 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah. 2 <30% ≥30% 0 1 Cenderung rendah Cenderung tinggi 2 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah tetapi dengan penyerapan anggaran yang besar maka kegiatan prioritas cenderung menyerap anggaran besar pada periode awal. 3 ≥30% <30% 1 0 Cenderung tinggi Cenderung rendah 3 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien. 4 ≥30% ≥30% 1 1 Cenderung tinggi Cenderung tinggi 4 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik. 2.3.2 Analisis Fokus Prioritas (FP) Idealnya, suatu FP bisa dianalisis jika data capaian dan realisasi anggaran seluruh KP di dalam FP tersebut telah lengkap terisi. Berikut ini adalah 3 (tiga) langkah analisis FP:
1. Menghitung persentase capaian KP dalam FP yang memiliki skor 1, dengan rumus:
Persentase Capaian KP dalam FP dengan Skor 1 = [(Jumlah KP dengan Skor Capaian 1/Jumlah Total KP)] x 100%.
2. Menghitung persentase penyerapan anggaran KP dalam FP dengan skor 1, dengan rumus:
Persentase Penyerapan Anggaran KP dalam FP dengan Skor 1 = [(Jumlah KP dengan Skor Penyerapan Anggaran 1/Jumlah Total KP) x 100%]. 3. Menentukan rumusan kalimat analisis FP berdasarkan presentase
capaian dan penyerapan anggaran KP dalam FP, dengan acuan sebagai berikut: Tabel 2.4.: Kriteria Penentuan Skor Analisis FP Persentase Capaian/ Penyerapan Anggaran KP dalam FP dengan Skor 1 Keterangan Analisis FP ≥ 50% Capaian/Penyerapan Anggaran
FP cenderung tinggi Capaian FP cenderung tinggi, sehingga diperkirakan Fokus mungkin tercapai < 50% Capaian/Penyerapan Anggaran FP cenderung rendah Capaian FP cenderung rendah, sehingga diperkirakan perlu upaya keras untuk mencapai target KP 2.3.3 Analisis Prioritas
Analisis terhadap Prioritas dilakukan dalam 6 (enam) langkah sebagai berikut:
1. Menghitung persentase capaian FP dalam prioritas yang memiliki skor 1, dengan rumus:
Persentase Capaian FP = [(Jumlah FP dengan Skor Capaian 1/Jumlah Total FP) x 100%.]
2. Mengelompokkan FP dalam prioritas ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok skor 1 (cenderung tinggi) dan kelompok skor 0 (cenderung rendah), berdasarkan persentase capaian FP, dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 2.5.: Kriteria Pengelompokan FP Berdasarkan Persentase Capaian FP Persentase Capaian FP Kelompok ≥ 50% Skor 1 (cenderung tinggi) < 50% Skor 0 (cenderung rendah)
3. Membuat persentase penyerapan anggaran FP dalam prioritas dengan skor 1, dengan rumus
Persentase Penyerapan Anggaran FP = [(Jumlah FP yang Skor Penyerapan Anggarannya 1/Jumlah Total FP) x 100%]
4. Mengelompokkan FP dalam prioritas ke dalam dua kelompok yaitu kelompok skor 1 (cenderung tinggi) dan kelompok skor 0 (cenderung rendah), berdasarkan persentase penyerapan anggaran FP, dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 2.6.: Kriteria Pengelompokan FP Berdasarkan Persentase Penyerapan Anggaran FP Persentase Penyerapan Anggaran FP Kelompok ≥ 50% Skor 1 (cenderung tinggi) < 50% Skor 0 (cenderung rendah)
5. Membuat rumusan kalimat analisis Prioritas, sebagaimana contoh berikut:
Dalam pencapaian Prioritas X, terdapat 2 FP (yakni FP 2 & FP 5) yang memiliki 50% atau lebih kegiatan yang pencapaiannya di atas 30% (kelompok skor 1), dan terdapat 1 FP (yakni FP 1) yang memiliki kurang dari 50% kegiatan yang pencapaiannya diatas 30% (kelompok skor 0) Dari sisi penyerapan anggaran, terdapat 2 FP (yakni FP 2 & 5) yang 50%
atau lebih kegiatannya menyerap anggaran di atas 30% (kelompok skor 1), dan 1 FP (yakni FP 1) yang kurang dari 50% kegiatannya menyerap anggaran di atas 30% (kelompok skor 0).
6. Menambahkan perkiraan mengenai kemungkinan ketercapaian Prioritas pada akhir periode RKP 2010 (bulan Desember 2010), sebagai contoh, misalnya dengan rumusan:
“Berdasarkan analisis fokus terhadap pencapaian prioritas, maka Prioritas X kemungkinan tercapai pada akhir periode RKP 2010 (Desember 2010)”.
2.3.4 Analisis Kinerja Program
Dalam melakukan analisis terhadap Kinerja Program dilakukan 7 (tujuh) langkah sebagai berikut:
1. Mengurutkan matriks yang telah lengkap terisi data capaian dan realisasi anggaran berdasarkan nama Program.
2. Menghitung persentase capaian program berdasarkan jumlah KP dalam Program dengan Skor capaian 1, menggunakan rumus:
Persentase Capaian Program = [(Jumlah KP dalam Program dengan Skor Capaian 1/Total Jumlah KP dalam Program) x 100%]
3. Menghitung persentase penyerapan anggaran program berdasarkan jumlah KP dalam program dengan skor penyerapan anggaran 1, dengan rumus:
Persentase Penyerapan Anggaran Program = [(Jumlah KP dalam Program dengan Skor Penyerapan Anggaran 1/Total Jumlah KP dalam Program ) x
100%]
4. Mengelompokkan program ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok skor 1 (cenderung tinggi) dan kelompok skor 0 (cenderung rendah), berdasarkan persentase capaian program, dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 2.7.: Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Capaian Program Persentase Capaian Program Kelompok ≥ 50% Skor 1 (cenderung tinggi) < 50% Skor 0 (cenderung rendah) 5. Mengelompokkan program ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok skor 1 (cenderung tinggi) dan kelompok skor 0 (cenderung rendah), berdasarkan persentase penyerapan anggaran program, dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 2.8.: Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Penyerapan Anggaran Program Persentase Penyerapan Anggaran Program Kelompok ≥ 50% Skor 1 (cenderung tinggi) < 50% Skor 0 (cenderung rendah)
6. Menentukan urutan Program berdasarkan capaian dan penyerapan anggaran
7. Membuat rumusan analisis kinerja Program terhadap pencapaian Prioritas
2.3.5 Analisis Kinerja Kementerian/Lembaga
Analisis terhadap Kinerja Program dilakukan melalui 7 (tujuh) langkah sebagai berikut:
1. Mengurutkan matriks yang telah lengkap terisi data capaian dan realisasi anggaran berdasarkan nama Instansi Pelaksana. 2. Menghitung persentase capaian K/L berdasarkan jumlah KP dalam K/L dengan Skor capaian 1, menggunakan rumus: Persentase Capaian K/L = [(Jumlah KP dalam K/L dengan Skor Capaian 1/Total Jumlah KP dalam K/L) x 100%] 3. Menghitung persentase penyerapan anggaran K/L berdasarkan jumlah KP dalam K/L dengan skor penyerapan anggaran 1, dengan rumus: Persentase Penyerapan Anggaran K/L = [(Jumlah KP dalam K/L dengan Skor Penyerapan Anggaran 1/Total Jumlah KP dalam K/L ) x 100%] 4. Mengelompokkan K/L ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok skor 1
(cenderung tinggi) dan kelompok skor 0 (cenderung rendah), berdasarkan persentase capaian K/L, dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 2.9.: Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Capaian K/L Persentase Capaian K/L Kelompok ≥ 50% Skor 1 (cenderung tinggi) < 50% Skor 0 (cenderung rendah)
5. Mengelompokkan K/L ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok skor 1 (cenderung tinggi) dan kelompok skor 0 (cenderung rendah), berdasarkan persentase penyerapan anggaran K/L, dengan ketentuan sebagai berikut:
Tabel 2.10.: Kriteria Pengelompokan Program Berdasarkan Persentase Penyerapan Anggaran K/L Persentase Penyerapan Anggaran K/L Kelompok ≥ 50% Skor 1 (cenderung tinggi) < 50% Skor 0 (cenderung rendah)
6. Menentukan urutan K/L berdasarkan capaian dan penyerapan anggaran
7. Membuat rumusan analisis kinerja K/L terhadap pencapaian Prioritas
2.4 Interpretasi Hasil Analisis
Interpretasi dan penyajian hasil analisis MTT RKP 2010 untuk setiap Prioritas Pembangunan Nasional terbagi menjadi 5 bagian sesuai dengan cara analisis yang dilaksanakan, yaitu analisis KP, analisis FP, analisis Prioritas, analisis kinerja Program dan analisis kinerja K/L. Penjelasan untuk masing‐masing interpretasi hasil analisis adalah sebagai berikut: 1. Analisis Kegiatan Prioritas (KP)
Hasil analisis KP disajikan dengan memberikan urutan posisi KP dalam pencapaian kegiatan dan penyerapan anggaran. Urutan posisi KP disajikan untuk 20 posisi teratas KP berdasarkan persentase pencapaian kegiatan dan persentase penyerapan anggaran. Selain itu penilaian kinerja KP juga dilakukan berdasarkan kombinasi skor capaian kegiatan dan skor penyerapan anggaran, sehingga akan dihasilkan suatu kondisi kinerja KP. Penyajian analisisnya dilakukan dengan memberikan grafik histogram dan pie chart untuk menggambarkan jumlah dan persentase KP dalam suatu Prioritas berdasarkan penilaian Kondisi Kinerja KPnya, apakah termasuk dalam Kondisi 1 (capaian rendah, penyerapan anggaran rendah), Kondisi 2 (capaian rendah, penyerapan anggaran tinggi), Kondisi 3 (capaian tinggi, penyerapan tinggi) atau kondisi 4 (capaian tinggi, penyerapan tinggi). Peta penyebaran setiap KP ke dalam 4 kuadran berdasarkan kondisi kinerja KPnya juga disajikan dalam bentuk scatter plot, sehingga dapat dilihat kecenderungan pengumpulan KP berada pada kuadran Kondisi yang mana. Apabila ingin melihat nama KP yang
termasuk dalam setiap Kondisi, disajikan pula secara khusus daftar KP berdasarkan penilaian Kondisi.
2. Analisis Fokus Prioritas (FP)
Hasil analisis KP disajikan dalam bentuk grafik histogram dan pie chart untuk menggambarkan jumlah dan persentase FP dalam suatu Prioritas berdasarkan penilaian skor capaian FP. Seluruh FP akan dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu FP yang mungkin tercapai pada akhir TA 2010 (skor 1) dan FP yang perlu upaya keras untuk dapat mencapai target KP pada akhir TA 2010 (Skor 0). Daftar urutan FP pada suatu Prioritas disajikan pada tabel khusus yang mengurutkan posisi FP berdasarkan persentase capaian KP dalam FP yang memiliki skor 1.
3. Analisis Prioritas
Hasil analisis Prioritas didasarkan atas pencapaian FP termasuk pencapaian KP di dalamnya. Dari penilaian atas kinerja KP dan FP tersebut maka akan dapat dikatakan kemungkinan ketercapaian Prioritas pada akhir TA 2010, baik dari sisi pencapaian maupun penyerapan anggaran.
4. Analisis Kinerja Program
Hasil analisis kinerja Program disajikan dalam bentuk grafik histogram dan pie chart untuk menggambarkan jumlah dan persentase Program dalam suatu Prioritas berdasarkan penilaian skor capaian Program. Seluruh Program akan dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu Program yang mungkin tercapai pada akhir TA 2010 (skor 1) dan Program yang perlu upaya keras untuk dapat mencapai target pada akhir TA 2010. Daftar urutan Program pada suatu Prioritas disajikan pada tabel khusus yang mengurutkan posisi Program berdasarkan persentase capaian KP dalam Program yang memiliki skor 1.
5. Analisis K/L
Hasil analisis kinerja K/L disajikan dalam bentuk grafik histogram dan
pie chart untuk menggambarkan jumlah dan persentase K/L dalam
suatu Prioritas berdasarkan penilaian skor capaian K/L. Seluruh K/L akan dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu K/L yang mungkin tercapai pada akhir TA 2010 (skor 1) dan K/L yang perlu upaya keras untuk dapat mencapai target pada akhir TA 2010. Daftar urutan K/L
pada suatu Prioritas disajikan pada tabel khusus yang mengurutkan posisi K/L berdasarkan persentase capaian KP dalam K/L yang memiliki skor 1.
2.5 Permasalahan Dalam Analisis
Monitoring Tengah Tahun RKP 2010 merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan. Implikasinya, Bappenas belum memiliki model yang ideal untuk setiap tahap yang harus dijalankan, mulai dari proses pengumpulan data, menentukan variabel apa saja yang diperlukan, bagaimana cara menganalisis, hingga akan seperti apa dokumen laporannya. Dalam kerangka itu, ditemukan berbagai hambatan dan keterbatasan.
Kendala paling utama adalah sempitnya waktu yang tersedia untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan. Di samping itu, dalam proses pengumpulan data oleh Direktorat sektoral di Bappenas yang sumber utamanya berasal dari Kementerian/Lembaga terkait, dijumpai berbagai permasalahan antara lain sebagai berikut:
1. KP yang dilaporkan belum lengkap atau belum sesuai dengan RKP 2010. Misalnya, FP 1 terdiri dari 9 KP tetapi yang dilaporkan hanya 5 KP.
2. KP lengkap dilaporkan, namun informasi capaian masih kosong. Hal serupa juga terjadi pada informasi penyerapan anggaran.
3. Data capaian telah terisi, namun: (i) terkadang informasinya sulit diukur, (ii) berupa uraian yang bersifat sangat kualitatif sehingga tidak bisa dikuantifikasi, (iii) berisi hal lain yang berbeda dengan target keluaran yang telah dirumuskan sebelumnya dlm RKP.
Selanjutnya, dalam proses analisis data, permasalahan dan keterbatasan umum yang dijumpai antara lain adalah:
1. Tidak selalu mudah untuk membuat kuantifikasi atau persentase terhadap capaian keluaran. Untuk mengatasi masalah ini, kuantifikasi dan persentase dibuat berdasarkan common sense yang konsekuensinya bisa sangat subjektif.
2. Asumsi ideal untuk capaian keluaran dan realiasi anggaran dalam jangka tengah tahun (hingga bulan Juni) adalah 50%, namun pada praktiknya tidak ada satupun kegiatan yg bisa mencapai angka
tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, dibuat angka cut‐off masing‐ masing 30% untuk capaian dan realisasi anggaran. Angka ini diperoleh dengan melihat rata‐rata capaian dan realisasi anggaran sebagaimana tergambar dalam Laporan Triwulan II Tahun 2010, PP 39/2006. 3. Banyak keluaran yang pemenuhan datanya hanya dapat diperoleh
dari hasil survei tahunan/periodik sehingga sulit menggambarkan capaian yang bersifat tengah tahun. 4. Banyak KP yang bahkan hingga waktu yang disepakati bersama masih tetap belum dapat diperoleh datanya. Hal ini nampaknya, antara lain karena K/L juga belum siap dengan sistem pencatatan (Recording and Reporting) yang baik. Karenanya, kegiatan‐kegiatan tersebut terpaksa tidak diikutsertakan dalam proses analisis yang diuraikan di atas.
BAB III
PRIORITAS 1:
PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, SERTA
PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PELAKSANAAN SISTEM
PERLINDUNGAN SOSIAL
3.1 PengantarPrioritas 1 Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan sosial diselenggarakan melalui 5 (lima) FP, dan 55 (Lima puluh lima) KP yang kesemuanya tercakup dalam 26 (dua puluh enam) Program yang secara terpisah maupun bersama–sama (Lintas K/L) dilaksanakan oleh 16 (enam belas) K/L.
3.1.1 Hirarki Prioritas
Prioritas 1 mencakup dua kelompok besar Pengurangan Kemiskinan dan Sistem Perlindungan Sosial, sebagai berikut:
Pengurangan Kemiskinan
Fokus 1. Perluasan akses pelayanan dasar masyarakat miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) (18 KP); Fokus 2. Peningkatan keberdayaan dan kemandirian masyarakat (15 KP); Fokus 3. Peningkatan efektivitas pelaksanaan dan koordinasi
penanggulangan kemiskinan (7 KP);
Fokus 4. Peningkatan kapasitas usaha skala mikro dan kecil melalui penguatan kelembagaan (12 KP);
Sistem Perlindungan Sosial
Fokus 5. Penataan kelembagaan pelaksanaan sistem jaminan sosial (3 KP).
3.1.2 Sasaran Prioritas
Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat, serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial pada tahun 2010 adalah Tingkat kemiskinan dapat diturunkan menjadi 12 – 13,5 persen.
3.2 Hasil Analisis
Hasil analisis MTT RKP Prioritas 1 meliputi Analisis Capaian Kegiatan Prioritas (KP), Analisis Capaian Fokus Prioritas (FP), Analisis Capaian Prioritas, Analisis Kinerja Program dan Analisis Kinerja K/L. 3.2.1 Analisis Capaian Kegiatan Prioritas (KP) Analisis terhadap KP dilakukan antara lain dengan cara berikut: Membuat urutan KP berdasarkan persentase pencapaian kegiatan dan persentase penyerapan anggaran; dan
Menentukan Kondisi Kinerja KP (Kondisi 1, Kondisi 2, Kondisi 3 dan Kondisi 4) berdasarkan kombinasi antara skor capaian kegiatan dan skor penyerapan anggaran kegiatan.
Berdasarkan cara analisis yang telah diuraikan pada Bab II, maka pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2 disajikan 20 urutan posisi KP dalam pencapaian target keluaran KP dan 20 urutan posisi KP dalam penyerapan anggaran. (Tampilan target keluaran KP dapat dilihat di Matriks MTT RKP 2010) Setelah seluruh KP dianalisis berdasarkan persentase pencapaian kegiatan dan persentase penyerapan anggaran, maka analisis dilanjutkan dengan mengkombinasikan kedua hal tersebut. KP dikelompokkan ke dalam empat Kondisi Kinerja, yaitu: Kondisi 1: capaian kegiatan cenderung rendah (<30%) dan penyerapan anggaran cenderung rendah (<30%), Kondisi 2: capaian kegiatan cenderung rendah (<30%) dan penyerapan anggaran cenderung tinggi (≥30%), Kondisi 3: capaian kegiatan cenderung tinggi (≥30%) dan penyerapan anggaran cenderung rendah (<30%), dan Kondisi 4: capaian kegiatan cenderung tinggi (≥30%) dan penyerapan anggaran cenderung tinggi (<30%).
Berdasarkan penentuan Kondisi Kinerja, didapatkan sebanyak 23 KP (41,82%) dengan Kondisi 1, sebanyak 3 KP dengan Kondisi 2 (5,45%), sebanyak 15 KP (27,27%) dengan Kondisi 3, dan sebanyak 14 KP (25,45%) dengan Kondisi 4. Daftar KP berdasarkan Kondisi Kinerja dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 3.1.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 1 dalam Pencapaian Kegiatan
No. Fokus Kegiatan Prioritas
Persentase Capaian Kegiatan (1) (2) (3) (4) 1 1 a) Penyelenggaraan program keluarga harapan (PKH) melalui pemberian bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin yang memenuhi persyaratan 100.00 2 1 b) Pengurangan pekerja anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) 100.00 3 1 r) Penyediaan Subsidi Beras untuk Masyarakat Miskin (RASKIN) 100.00 4 2 a) Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PNPM‐ PISEW) 100.00 5 2 b) Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PNPM Perkotaan) 100.00 6 2 c) Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan PNPM Perdesaan dengan Kecamatan (PNPM Perdesaan) 96.67 7 2 g) Peningkatan Infrastruktur Perdesaan Skala Komunitas (PPIP/RIS‐PNPM) 94.29 8 1 g) Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SD 91.00 9 1 q) Jaminan Pelayanan KB Berkualitas Bagi Rakyat Miskin 85.24 10 3 e) Fasilitasi Penguatan Kelembagaan dan Pemantauan Unit Pengaduan Masyarakat 77.00 11 1 p) Pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di Puskesmas dan jaringannya 75.00 12 1 o) Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III Rumah Sakit 72.00 13 1 l) Beasiswa untuk Siswa Miskin MA (termasuk beasiswa khusus untuk siswa daerah terpencil/tertinggal) 69.00 14 4 c) Pembinaan, Pengawasan, dan Penilaian Perkoperasian 60.00 15 1 h) Beasiswa untuk Siswa Miskin MI 45.00 16 2 e) Peningkatan Kapasitas SDM Pemda dan Masyarakat Transmigrasi 44.22 17 2 f) Peningkatan kapasitas SDM Pemda dan Masyarakat Transmigrasi 43.73 18 4 i) Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Transmigrasi 42.16 19 1 i) Beasiswa untuk Siswa Miskin MTs 40.00 20 3 d) Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pembangunan Perdesaan 40.00 Sumber: Hasil Pengolahan Berdasarkan Isian Matriks MTT RKP 2010
Tabel 3.2.: 20 Urutan Posisi KP Prioritas 1 dalam Penyerapan Anggaran
No. Fokus Kegiatan Prioritas
Persentase Penyerapan Anggaran (1) (2) (3) (4) 1 1 g) Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SD 99.00 2 1 b) Pengurangan pekerja anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) 83.98 3 2 b) Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PNPM Perkotaan) 74.10 4 1 q) Jaminan Pelayanan KB Berkualitas Bagi Rakyat Miskin 62.69 5 2 d) Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemda dan Masyarakat dalam Pembangunan Kawasan Perdesaan 47.00 6 2 k) Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) 46.00 7 2 e) Peningkatan Kapasitas SDM Pemda dan Masyarakat Transmigrasi 44.00 8 2 f) Peningkatan kapasitas SDM Pemda dan Masyarakat Transmigrasi 43.70 9 4 i) Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Transmigrasi 42.20 10 4 f) Koordinasi Pengembangan Usaha Ekonomi Lokal dan Fasilitasi Pengembangan Pasar Lokal 38.17 11 1 l) Beasiswa untuk Siswa Miskin MA (termasuk beasiswa khusus untuk siswa daerah terpencil/tertinggal) 37.67 12 5 b) Pembentukan BPJS untuk menyelenggarakan: (1) Jaminan kesehatan, (2) Jaminan kecelakaan kerja, (3) Jaminan hari tua, (4) Jaminan pensiun, (5) Jaminan Kematian, bagi berbagai kelompok masyarakat 36.00 13 1 p) Pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di Puskesmas dan jaringannya 33.88 14 2 c) Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan PNPM Perdesaan dengan Kecamatan (PNPM Perdesaan) 33.51 15 4 j) Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Transmigrasi 32.56 16 1 r) Penyediaan Subsidi Beras untuk Masyarakat Miskin (RASKIN) 31.14 17 1 j) Beasiswa untuk siswa miskin SMA 30.46 18 1 k) Beasiswa untuk siswa miskin SMK 30.46 19 1 o) Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III Rumah Sakit 29.50 20 1 i) Beasiswa untuk Siswa Miskin MTs 23.40 Sumber: Hasil Pengolahan Berdasarkan Isian Matriks MTT RKP 2010
Perbandingan persentase KP antara yang capaiannya cenderung rendah dengan yang cenderung tinggi tidak berbeda jauh, namun dari sisi penyerapan anggaran sebagian besar masih cenderung rendah. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan pelaksanaan pembangunan Prioritas 1 dengan juga meningkatkan penyerapan anggaran sehingga pada akhir TA 2010 seluruh target KP dapat terpenuhi. Grafik jumlah dan persentase KP Prioritas 1 berdasarkan skor analisis dapat dilihat pada Gambar 3.1.
‐15 0 15 30 45 60 75 90 ‐15 0 15 30 45 60 75 90 105 120 Pe rse nt ase P en ye ra pa n An gg ar an K eg iat an Persentase Capaian Kegiatan KONDISI 4 KONDISI 1 KONDISI 2 41,82 5,45% 25,45 27,27 KONDISI 3 Gambar 3.1.: Jumlah dan Persentase KP Prioritas 1 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP Sumber: Hasil Pengolahan Berdasarkan Isian Matriks MTT RKP 2010
Berdasarkan grafik penyebaran (scatter plot), KP pada Prioritas 1 terlihat cukup menyebar pada empat kuadran, walaupun secara relatif KP cukup banyak yang terkumpul pada area kuadran Kondisi 1, yaitu pada bagian kiri bawah (lihat Gambar 3.2). Gambar 3.2.: Grafik Sebaran KP Prioritas 1 Berdasarkan Kondisi Kinerja KP Sumber: Hasil Pengolahan Berdasarkan Isian Matriks MTT RKP 2010 23 3 15 14 1 Capaian Rendah, Penyerapan Rendah 2 Capaian Rendah, Penyerapan Tinggi 3 Capaian Tinggi, Penyerapan Rendah 4 Capaian Tinggi, Penyerapan Tinggi 41.82% 5.45% 27.27% 25.45%
Sebaran KP pada Gambar 3.2 memperjelas gambaran bahwa KP yang
mendukung Prioritas 1 hampir separuhnya masuk dalam kategori capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang rendah pula. Seperempat KP yang mendukung Prioritas 1 berada dalam kategori yang diharapkan yaitu capaian kegiatan cenderung tinggi sejalan dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi.
Pembelajaran yang dapat dipetik dari keadaan di atas adalah kinerja yang kurang pas dijumpai dan ditunjukkan oleh kenyataan bahwa lebih separuh KP yang mendukung Prioritas 1 capaiannya rendah dengan penyerapan yang rendah pula. Hal ini menggambarkan bahwa penyerapan rendah pada tengah tahun anggaran ternyata sudah menjadi keadaan umum, sesuai dengan kenyataan penyerapan yang dilaporkan oleh K/L berdasarkan amanat PP 39 Tahun 2006. Padahal, seyogyanya kurva pelaksanaan kegiatan dan penyerapan pada umumnya merupakan bentuk huruf S, namun kenyataan yang ada lebih merupakan gambaran huruf J.
3.2.1 Analisis Capaian Fokus Prioritas
Dua FP pada Prioritas 1 kemungkinan akan tercapai pada akhir TA 2010, sedangkan 3 FP perlu upaya keras untuk mencapai target KP pada akhir TA 2010 seperti yang terlihat pada Gambar 3.3. Gambar 3.3.: Jumlah dan Persentase FP Prioritas 1 Berdasarkan Skor Capaian FP Sumber: Hasil Pengolahan Berdasarkan Isian Matriks Monitoring Tengah Tahun RKP 2010
Pembagian FP ke dalam dua kelompok ini ditentukan berdasarkan skor analisisnya, yaitu Skor 0: apabila FP memiliki <50% KP yang pencapaiannya 3 2 0 Fokus Perlu Upaya Keras 1 Fokus Mungkin Tercapai 60% 40%
cenderung tinggi (≥30%) dan Skor 1: apabila FP memiliki ≥50% KP yang pencapaiannya cenderung tinggi (≥30%).
Pada Tabel 3.3 disajikan urutan FP berdasarkan persentase capaian KP dalam FP dengan skor 1. Adapun FP yang mungkin tercapai pada akhir TA 2010 (Skor 1) adalah: (1) Fokus 5. Penataan dan Pelaksanaan Kelembagaan dalam Pelaksanaan Jaminan Sosial; dan (2) Fokus 1. Peningkatan Akses Pelayanan Dasar Masyarakat Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Sementara itu FP yang masih membutuhkan upaya keras (Skor 0) adalah: (1) Fokus 2. Peningkatan Keberdayaan dan Kemandirian Masyarakat; (2) Fokus 3. Peningkatan Efektivitas Pelaksanaan dan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan; dan (3) Fokus 4. Peningkatan Kapasitas Usaha Skala Mikro dan Kecil melalui Penguatan Kelembagaan. Tabel 3.3.: Daftar Urutan FP pada Prioritas 1 No Fokus Persentase Capaian Kegiatan dalam Fokus dengan Skor 1 Skor Capaian Fokus Jumlah Fokus (1) (2) (3) (4) (5) 1 Fokus 5 : Penataan dan Pelaksanaan Kelembagaan dalam Pelaksanaan Jaminan Sosial 100 1 2 2 Fokus 1 : Peningkatan Akses Pelayanan Dasar Masyarakat Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) 72.22 1 3 Fokus 2 : Peningkatan Keberdayaan dan Kemandirian Masyarakat 46.67 0 3 4 Fokus 3 :Peningkatan Efektivitas Pelaksanaan dan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan 42.86 0 5 Fokus 4 : Peningkatan Kapasitas Usaha Skala Mikro dan Kecil melalui Penguatan Kelembagaan 35.71 0 Sumber: Hasil Pengolahan Berdasarkan Isian Matriks MTT RKP 2010 3.2.2 Analisis Capaian Prioritas Pencapaian Prioritas 1 didasarkan atas pencapaian FP berikut pencapaian KP di dalamnya. Persentase capaian FP dalam Prioritas 1 yang memiliki skor 1 adalah sebesar 40%. Berdasarkan nilai persentase tersebut maka skor capaian Prioritas 1 termasuk skor 0, artinya sebagian besar FP dalam Prioritas 1 memiliki pencapaian yang cenderung rendah (FP memiliki <50% KP yang pencapaiannya cenderung tinggi (≥30%)) dapat dikatakan Prioritas 1 perlu upaya keras untuk pencapaian pada akhir TA 2010. Berdasarkan penyerapan anggaran, tidak ada FP yang memiliki skor 1 sehingga