• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEEFEKTIFAN PROSEDUR MEMBACA TERBIMBING (GUIDED READING PROCEDURE) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GOMBONG SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEEFEKTIFAN PROSEDUR MEMBACA TERBIMBING (GUIDED READING PROCEDURE) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GOMBONG SKRIPSI"

Copied!
196
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2  :  Klasifikasi  Sub  Keterampilan  Komprehensi  Membaca  Taksonomi Ruddell ..................................................................
Gambar 2  :  Bagan Paradigma Kelompok Kontrol .....................................  29  Gambar 3  :  Histogram  Distribusi  Frekuensi  Skor  Pretest  Kemampuan
Tabel  2:  Klasifikasi  Subketerampilan  Komprehensi  Membaca  Taksonomi  Ruddell
Tabel 3: Desain Penelitian Pretest Posttest Control Group Design
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pemahaman narasi sugestif siswa kelas VII antara siswa

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pemahaman teks ulasan antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan strategi

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pemahaman cerpen antara siswa yang mendapat

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan keterampilan membaca pemahaman teks argumentasi yang signifikan antara siswa yang mendapat pembelajaran

Berdasarkan simpulan penelitian terhadap kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa kelas VII SMP Babussalam Pekanbaru bahwa secara keseluruhan kemampuan sampel

Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VII SMP Islam YLPI Kota Pekanbaru pada aspek simpulan bacaan dalam wacana deskriptif mendapat nilai rata- rata

Berdasarkan strategi-strategi pembelajaran membaca pemahaman yang telah dikemukakan di atas, maka dalam penelitian ini menggunakan strategi Explicit Teaching of

(WFR) dengan siswa yang mendapat pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan teknik Warming Up For Reading (WFR) pada siswa kelas VII SMP N 3