• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIK"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIK

2016 -2021

(2)

KATA PENGANTAR

Menghadapi situasi nasional dan global yang dinamis dalam semangat otonomi daerah diperlukan perencanaan yang mantap disemua sektor pembangunan termasuk sektor kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yang mempunyai tugas pokok dan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk diantaranya mengembangkan pelayanan kesehatan umum dalam rangka memudahkan jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah ini. Wujud upaya yang dilaksanakan dalam mendukung visi pemerintah Daerah Kabupaten Bima “Terwujudnya Masyarakat dan Daerah Kabupaten Bima Yang Maju, Mandiri Dan Bermartabat Berdasarkan Nilai Maja Labo Dahu Yang Religius”, maka Rumah Sakit Umum Daerah Bima melakukan penajaman visi dan misi yang dituangkan dalam rencana strategis tahun 2016-2021 yang dimaksudkan sebagai acuan dalam memberi arah kemana organisasi akan dibawa dan bagaimana cara mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang terukur dan dijabarkan dalam kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam 6 (enam) tahun kedepan.

Tujuan penyusunan Renstra SKPD RSUD Bima tahun 2016 – 2021 adalah membuat suatu dokumen perencanaan yang digunakan sebagai acuan bagi pimpinan, staf dan karyawan RSUD Bima dalam melaksanakan seluruh program dan kegiatan untuk mewujudkan visi, misi, nilai dasar, tujuan dan memberikan arah/ strategi, sasaran strategis yang ingin dicapai selama lima tahun ke depan. Membangun kesepahaman, kesepakatan, dan komitmen pimpinan, staf, dan karyawan RSUD Bima dalam meningkatkan kinerja organisasi; meningkatkan komunikasi dan interaksi antara pimpinan, staf dan karyawan RSUD Bima; memperkuat komunikasi dan koordinasi antara RSUD Bima dengan SKPD lainnya; serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan demikian maka Renstra RSUD Bima menjadi pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT).

Demikian Rencana Strategis tahun 2016-2021 ini kami buat, mudah- mudahan dapat digunakan sebagai bahan atau acuan untuk perencanaan pembangunan pemerintah Kabupaten Bima, khususnya RSUD Bima diwaktu yang akan datang.

Bima, 13 Juli 2017

DIREKTUR RSUD BIMA

drg. H. IHSAN, MPH NIP. 19720518 200212 1 001

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... Daftar Isi ...

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang ...1

Maksud dan Tujuan ...2

Landasan Hukum ...3

Sistematika Penulisan ...3

BAB II GAMBARAN PELAYANAN Tugas,Fungsi dan Struktur Organisasi RSUD Bima ...5

Sumber Daya RSUD Bima ...7

Kinerja Pelayanan RSUD Bima ...9

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD...10

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan RSUD Bima...17

Telaah Visi,Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ...17

Telaah Renstra K/L dan Renstra ...18

Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ...20

Penentuan Isu Strategis ...20

BAB IV VISI,MISI,TUJUAN DAN SASARAN,STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi RSUD Bima ...21

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah ...21

Strategi dan Kebijakan RSUD Bima ...25

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA,KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VII PENUTUP

(4)

Rencana Strategis RSUD Bima 2016-2021 Page 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan melalui berbagai upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu yang didukung oleh suatu sistem kesehatan nasional.

Sejalan dengan amanat Pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah ditegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, kemudian dalam Pasal 34 ayat (3) dinyatakan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. Penyelenggaran pelayanan kesehatan di Rumah Sakit mempunyai karakteristik dan organisasi yang sangat kompleks. Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat keilmuannya masing-masing berinteraksi satu sama lain. Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat pesat yang harus diikuti oleh tenaga kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu, membuat semakin kompleksnya permasalahan dalam Rumah Sakit.

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima dengan kualifikasi rumah sakit kelas C terletak diatas tanah seluas 15.000 m2 dengan bangunan yang didirikan dan digunakan untuk operasional pelayanan sampai saat ini seluas 10.581,53 m2 / gedung tunggal, berada di jalan . Langsat No 1 Raba-Bima, Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba, Kota Raba-Bima, dan mempunyai 167 TT tempat tidur dengan tingkat hunian rata-rata 82,39 % per tahun. Wilayah dispersi atau jangkauan pelayanan Rumah Sakit meliputi Kota Bima dan kabupaten Bima hingga Kabupaten Dompu.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima 2016 – 2021 merupakan arah Pembangunan yang ingin dicapai Daerah dalam kurun waktu masa bakti Kepala Daerah yang disusun berdasarkan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah terpilih, dimana kegiatan

(5)

yang direncanakan sesuai dengan urusan Pemerintah dengan mempertimbangkan kemampuan Keuangan Daerah.

RPJMD Kabupaten Bima mengintegrasikan rancangan RPJMD dengan rancangan Renstra-SKPD,serta masukkan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan melalui konsultasi publik dan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Bima tahun 2016-2021 sebagai penjabaran Visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih, juga berpedoman pada RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta Kementerian / Lembaga yang terkait. Sedangkan tata cara penyusunan RPJMD Kabupaten Bima mengacu pada peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan , tatacara penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.

Sebagai salah satu SKPD Pemerintah Kabupaten Bima, RSUD Bima mempunyai kewajiban menyusun Renstra ( Rencana Strategis ) tahun 2016 – 2021 dan selanjutnya menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan RSUD Bima selama kurun waktu enam tahun kedepan.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud

Maksud dan tujuan disusunnya RENSTRA RSUD Bima ini diharapkan secara

keseluruhan dapat melaksanakan dan merencanakan “ Pelayanan Prima “ yaitu pelayanan yang

berkualitas yang secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu :

1. Sebagai arah dalam pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima menjadi rumah sakit rujukan terbaik dan terjangkau oleh masyarakat dalam kurun waktu 6 (enam) tahun kedepan.

2. Sebagai Indikator kunci keberhasilan bagi pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima dalam melaksanakan fungsinya.

3. Gambaran tentang hubungan serta keterkaitan Renstra RSUD Bima dengan RPJMD Kabupaten Bima

4. Gambaran RSUD Bima Kabupaten Bima yang meliputi tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi serta sumber daya yang dimiliki;

5. Keadaan kinerja pelayanan RSUD Bima berupa capaian kinerja pada Renstra tahun 2011-2015 serta menganalisis tantangan dan peluang SKPD untuk lima tahun ke depan;

6. Menyamakan persepsi Visi dan Misi Kabupaten Bandung, Renstra Kabupaten, Renstra Provinsi, Visi Misi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Millenium Developmantal Goals (MDGs) sehingga bisa merumuskan isu-isu strategis.

(6)

Rencana Strategis RSUD Bima 2016-2021 Page 3

7. Merumuskan Perencanaan Strategis RSUD Bima Kabupaten Bima yang berisikan Visi dan Misi, Prioritas Pembangunan yang terdiri dari Tujuan dan Sasaran Strategis, Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran serta Kebijakan Pemerintah Daerah;

8. Memaparkan program kerja dan kegiatan RSUD Bima serta pendanaannya untuk periode 2016-2021.

b. Tujuan

Rencana Strategik Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima bertujuan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan pada RSUD Bima Kabupaten Bima lima tahun kedepan sehingga pelaksanaannya terarah dan tepat sasaran.

1.3 LANDASAN HUKUM

Landasan Hukum untuk menyusun Rencana Strategik Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima tahun 2016 – 2021 yaitu sebagai berikut :

1. UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan; UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah,

2. UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah,

3. Inpres No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi,

4. Pemerintah dan Perda Kabupaten Bima No. 13 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 239/IX/6/8/2006 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Akuntabilitas Kinerja,

5. Instansi Pemerintah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,

6. Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit,

7. Peraturan Daerah Kabupaten Bima Nomor 7 Tahun 2010 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pembentukan, Susunan, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bima,

8. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum,

9. Peraturan Bupati Bima Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Rincian Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima,

10. Keputusan Bupati Bima Nomor 188.45/711/003/2011 tanggal 13 April 2011 tentang Izin Operasional Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima.

(7)

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

Adapun pembuatan Dokumen Rencana Strategis (Renstra) RSUD Bima Kabupaten Bima tahun 2016-2021 ini disusun ke dalam 7 (tujuh) bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN: Pada Bab Pendahuluan dipaparkan Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan dan diakhiri dengan Sistematika Penulisan Rencana Strategis.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BIMA KABUPATEN BIMA : Dalam Bab ini diuraikan mengenai Tugas,Fungsi dan struktur Organisasi, Sumber Daya yang dimiliki, serta Kinerja Pelayanan sasaran / target RSUD Bima periode sebelumnya.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI : Pada bab ini berisi uraian Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi, Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, Telaah Renstra K/L dan Renstra Propinsi, Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, dan diakhiri Perumusan Isu-Isu Strategis.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN : Dalam Bab ini dirumuskan Visi dan Misi Dinas, Tujuan dan sasaran Jangka Menengah, yang diakhiri perumusan Strategi dan Kebijakan Dinas.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF : Dalam Bab ini akan dikemukakan dijelaskan Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif.

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD : Pada Bab ini dikemukakan Indikator Kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

BAB VII PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN

(8)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN RSUD BIMA 2.1 TUGAS POKOK,FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

A. Tugas Pokok

RSUD Bima sebagai tempat pelayanan kesehatan mempunyai Tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 BAB III Pasal 4 tentang Rumah Sakit yaitu yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan.

B. Fungsi

1. Untuk menjalankan tugas tersebut sebagaimana pasal 4 Juncto pasal 5 Undang – undang Rumah Sakit tahun 2009 mempunyai fungsi :

a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis.

c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka penigkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan.

d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

C. STRUKTUR ORGANISASI

Rumah Sakit Umum Daerah Bima dipimpin oleh Direktur yang membawahi satu orang Kepala Bagian Tata Usaha,Tiga orang Kepala Bidang,tiga orang Kepala Sub.Bagian dan enam orang Kepala Seksi, seperti Bagan Struktur Organisasi dibawah ini :

(9)

Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Bima

Gambar 1.1.

Bagan Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Bima

DIREKTUR K KEELLOOMMPPOOKKJJAABBAATTAANN F FUUNNGGSSIIOONNAALL B BAAGGIIAANNTATATTAAUUSSAHAHAA S SUUBBBBAAGGIIAANN P PRROOGGRRAAMM && P PEELLAAPPOORRAANN S SUUBBBBAAGGIIAANN K KEEUUAANNGGAANN S SUUBBBBAAGGAAIIAANN U UMMUUMM&& K KEEPPEEGGAAWWAAIIAANN B BIIDDAANNGGPEPENNUUNNJJAANNGG & &PPEENNGGEEMMBBAANNGGAANN B BIIDDAANNGGPEPELLAAYYAANNAANN BIBIDDAANNGG K KEEPPEERRAAWWAATTAANN S SEEKKSSIIPEPENNGGEENNDDAALLIIAANN P PEELLAAYYAANNAANN S SEEKKSSIIPEPELLAAYYAANNAANNMMEEDDIISS SSEEKKSSIIBIBIMMBBIINNGGAANN A ASSUUHHAANNKEKEPPEERRAAWWAATTAANN S SEEKKSSIIETETIIKKAA&&MUMUTTUU K KEEPPEERRAAWWAATTAANN S SEEKKSSIIPEPENNUUNNJJAANNGG P PEELLAAYYAANNAANN S SEEKKSSIIPEPENNDDIIDDIIKKAANN&& P PEELLAATTIIHHAANN

(10)

SUMBER DAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BIMA A. Data Kepegawaian RSUD Bima

1. Kepegawaian

NO RUANGAN

JUMLAH PEGAWAI

PNS HONDA KONTRAK S.RELA JUMLAH

1 TU/ SEKRETARIAT UMUM / KEPEGAWAIAN 21 2 - 12 35 PROGRAM 2 - - 3 5 KEUANGAN 14 1 - 3 18 VERIFIKATOR 2 - - 3 5 2 PELAYANAN 3 - - 2 5 3 PENUNJANG/PENGEMBANGAN SDM 3 - - 2 5 4 KEPERAWATAN 12 - - 1 13 5 KEAMANAN / SATPAM 7 - - 23 30 6 DOKTER SPESIALIS 10 - - - 10 7 DOKTER UMUM 15 4 - 4 23 9 KESLING 16 3 27 8 54

10 INFORMASI RUMAH SAKIT - - - 8 8

11 IPRS 4 - - 6 10 12 ASKES CENTER 3 - - - 3 14 FISIOTERAPI 4 - - 1 5 15 GIZI 12 4 - 11 28 16 ICU 13 2 - 6 21 17 BEDAH CENTRAL ( OK ) 15 - - - 15 18 VIP. A 12 2 - 6 20 19 VIP. B 12 6 - 10 28 21 BERSALIN 14 - - 7 21 22 KEBIDANAN 9 1 - 11 21 23 ZAAL ANAK 18 2 1 12 33 24 ZAAL BEDAH 10 3 - 15 28 26 LABORATORIUM 11 1 - 20 32 27 REKAM MEDIK 8 2 - 8 18 28 POLIKLINIK 19 - - 3 22 29 IGD 17 2 - 8 27 30 ENDOSCOPY 2 - - - 2 31 ISOLASI 5 - - 7 12 32 COSTING 2 6 8 TOTAL 330 38 28 241 638 Tabel 2.1

Jumlah Pegawai RSUD Bima Tahun 2017 B. SARANA BANGUNAN Terdiri dari :

(11)

2. Gedung IGD

3. Gedung Sekretariatan

4. Gedung / Ruang Perawatan, terdiri dari 7 Ruangan 5. Gedung Laboratorium dan Tranfusi Darah

6. Gedung Bedah Sentral 7. Gedung Radiologi 8. Gedung Farmasi

9. Gedung Rehabilitasi Medik 10. Gedung Rekam Medik 11. Gedung Gizi

12. Gedung Penunjang Rumah Sakit 13. Gedung Kesehatan Lingkungan 14. Gedung Pelatihan

C. SARANA TEMPAT TIDUR

Rumah Sakit Umum Daerah Bima mempunyai kapasitas tempat tidur sebanyak 167 Tempat Tidur, dengan lokasi :

1. Ruang Vip A : 9 TT 2. Ruang Vip B : 19 TT 3. Ruang Nifas/KBR : 24 TT 4. Ruang Bedah : 30 TT 5. Ruang Isolasi : 10 TT 6. Ruang ICU : 7 TT 7. Ruang NICU : 17 TT 8. Ruang Anak : 16 TT 9. Ruang Penyakit Dalam : 35 TT D. Fasilitas Lain terdiri dari :

1. Listrik PLN 2. Generator

3. Sumber Bor Dalam 4. Telepon

5. Airphone

E. SARANA TRANSPORTASI 1. Kendaraan Roda 4 ( Empat ) ada

a. Kendaraan Operasional 13

b. 4 ( Empat ) Kendaraan Ambulance 2. Kendaraan Roda 2 ( Dua ) 7

(12)

RSUD Bima memberikan pelayanan kesehatan baik umum maupun spesialis dengan rincian :

1. Pelayanan Rawat Jalan

Setiap tahun kunjungan pasien pelayanan rawat jalan mengalami peningkatan sebesar 7,93% setiap tahunnya.

Adapun pelayanan rawat jalan RSUD Bima adalah sebagai berikut : a. Poli Penyakit Dalam

b. Poli Bedah c. Poli Anak

d. Poli Kebidanan dan Kandungan e. Poli Mata

f. Poli Gigi g. Poli Umum

h. Poli THT ( Setiap Jum’at-Sabtu ) 2. Pelayanan Rawat Inap

Peningkatan pelayanan rawat inap RSUD Bima adalah 7,98 % pertahun. Hal dikarenakan masih dipercayanya RSUD Bima sebagai rumah sakit rujukan terdepan di wilayah Bima dan sekitarnya.

3. Pelayanan Gawat Darurat 24 jam

Dalam melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat, pelayanan IGD menempati sebuah gedung yang terletak di sayap kanan bangunan utama rumah sakit, selain dilengkapi oleh peralatan yang cukup memenuhi standar juga didukung oleh SDM yang cukup terampil dibidangnya, dengan tingkat pelayanan sebesar 7,94 %.

4. Pelayanan Penunjang

Pelayanan penunjang di RSUD Bima menunjukkan kinerja yang cenderung meningkat. Jumlah pemeriksaan yang terbanyak dilakukan pemeriksaan fisioterapi dan bedah sentral.

Berikut ini adalah pelayanan penunjang yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah Bima :

a. Pelayanan Bedah Sentral

b. Pelayanan Radiologi ( termasuk USG ) dan Endoskopi c. Pelayanan Laboratorium

d. Pelayanan Farmasi e. Pelayanan Gizi

f. Pelayanan Rehabilitasi Medik g. Pelayanan ICU

5. Pelayanan Ambulance 6. Pelayanan lain terdiri dari :

(13)

b. Laundry c. PIRS

d. Gedung IPAL e. Transfusi Darah f. Masjid

2.3 KINERJA PELAYANAN RSUD BIMA

Untuk menilai tingkat keberhasilan atau memberikan gambaran tentang keadaan pelayanan di rumah sakit biasanya dapat dilihat dari berbagia segi, yaitu tingkat pemanfaatan sarana pelayanan,mutu pelayanan dan tingkat efisiensi pelayanan.

1. Data Keadaan BOR,LOS,TOI,GDR,NDR dan Jumlah Pasien Rawat Inap,Rawat Jalan RSUD Bima.

a. Bed Occupancy Rate ( BOR )

Adalah tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit. Pemanfaatan pemanfaatan tempat tidur tahun 2016 sebesar 95.33%. Angka BOR untuk tahun 2016 ini telah melampaui ambang batas standar yang ditetapkan oleh Kemenkes RI yaitu berkisar antara 60-85%.

b. Length of Stay ( LOS )

Adalah tingkat lamanya perawatan pasien. Rata-rata rawatan seorang pasien adalah 3.92 hari. Angka ini masih dibawah parameter ideal yaitu 6 sampai 9 hari, yang artinya lama pasien dirawat rata-rata kurang efisien, karena adanya faktor beberapa pasien yang masih mau dirawat walaupun diizinkan untuk pulang.

c. Bed Turn Over ( BTO )

Adalah frekuensi pemakaian tempat tidur rumah sakit. Rata-rata frekuensi pemakaian tempat tidur adalah 74,98 kali. Angka ini masih diatas angka ideal. Idealnya selama satu tahun 1 tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali, yang artinya frekuensi pemakaian tempat tidur rumah sakit untuk periode 2 tahun terakhir kurang efisien.

d. Turn Over Interval ( TOI )

Adalah tingkat hari tempat tidur tidak ditempati dari saat ke saat sampai terisi berikutnya. Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari hari terisi ke hari saat terisi berikutnya adalah 0,22 hari. Angka ini masih ideal karena idealnya tempat tidur kosong hanya dalam 1-3 hari, artinya rata-rata tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya cukup.

e. Net Death Rate ( NDR )

Adalah Rata-rata kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar adalah 16,36 %. Nilai NDR yang dianggap masih bisa ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar.

(14)

Adalah Rata-rata angka kematian umum untuk tiap 1000 penderita keluar adalah 37,42. Nilai GDR dianggap masih dapat ditolerir meskipun hampir mencapai nilai GDR yakni 45 per 1000 penderita keluar.

TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN RSUD BIMA

Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan PP No 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten / kota dan PP Nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah.

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 , PP Nomor 38 tahun 2007 dan PP Nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah secara umum merubah paradigma desentralisasi kesehatan nasional dengan adanya tuntutan pembaharuan. Tuntutan tersebut menyangkut pembaharuan sistem kesehatan didaerah dan dipusat, diantaranya dinas kesehatan semakin berkembang menjadi lembaga pemerintah disektor kesehatan yang mempunyai banyak fungsi yakni (1) sebagai pelaksana kegiatan , (2) semakin menjadi lembaga yang menyusun kebijakan dan peraturan didaerah berdasar standar nasional, memastikan aturan dijalankan , dan (3) membiayai pelayanan kesehatan. Rumah Sakit pemerintah semakin tegas didorong menjadi lembaga pelayanan non – birokratis. Rumah sakit pemerintah menjadi lembaga pelayanan yang bersifat tidak mencari untung, dalam sistem Badan Layanan Umum (BLU).

PP nomor 23 tahun 2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan PERMENDAGRI Nomor 61 tahun 2007 tentang pedoman tekhnis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, dimana PP tersebut memberikan keleluasaan terhadap badan Layanan Umum Daerah unutk mengelola keuangan secara mandiri dan fleksibel dengan menonjolkan produktifitas ,efisiensi dan efektifitas.

Secara umum PP dan PERMENDAGRI tersebut menimbulkan peluang sekaligus tentangan bagi Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Bima , karena untuk dapat mengelola keuangan sesuai PPK-BLUD, Rumah Sakit Umum Daerah Bima harus mampu meningkatkan kinerjanya baik dalam aspek pelayanan, administrasi, sumber daya keuangan maupun sarana dan prasarana.

A. ANALISA PELUANG DAN ANCAMAN DARI FAKTOR INTERNAL / EKSTERNAL

1. Aspek Pelayanan a. Pelayanan IGD 24 jam

b. Mendapat citra pelayanan prima

c. Tersedianya tenaga dokter spesialis sesuai dengan standar RS type C d. Sudah terakreditasi 5 pelayanan dasar

(15)

f. Tempat rujukan puskesmas dan rumah sakit dompu g. Tempat praktek klinik dan penelitian mahasiswa h. Tempat pelatihan Bidan (P2KP)

i. Belum menerapkan Billing Sistem yang terkomputerisasi.

j. Persepsi masyarakat bahwa mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit masih rendah k. Tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas

2. Aspek Keuangan

a. Pendapatan fungsional bisa langsung digunakan untuk operasional RS. b. Tarif sudah berdasarkan unit cost.

c. Adanya dukungan pemerintah daerah melalui Surat Keputusan Bupati Bima Nomor : 188.45/610/013/2013 tentang pola pengelolaan keuangan (PPK) BLUD RSUD Bima.

d. Masih mendapat subsidi dari pemerintah daerah. e. Regulasi terkait BLUD

f. Regulasi terkait jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat

g. Diberlakukannya BPJS sehingga masyarakat yang ditanggung asuransi bebas untuk memilih tempat pelayanan kesehatan baik yang swasta maupun pemerintah.

3. Aspek Organisasi dan Sumber Daya Manusia a. Jumlah Tenaga dokter yang terbatas b. Jumlah tenaga sukarela yang masih banyak

c. Jumlah tenaga perawat dan bidan kurang dari standar d. Lokasi strategis.

e. Belum ada dokter Spesialis Anastesi, dokter Spesialis Radiologi, dan dokter Patologi Klinik. 4. Aspek Sarana dan Prasarana

a. Tidak ada rumah sakit di wilayah Bima (Kota/Kabupaten) dan Dompu yang memberi pelayanan endoskopi

b. Satu-satunya pusat pelayanan kesehatan yang memiliki ruangan tim bedah dan pelatanan OK yang memadai

c. Kurangnya pemasaran dari rumah sakit Bima d. Kapasitas Tempat tidur dikelas I kurang

e. Sistem informasi manajemen (SIM)RS belum berjalan

f. Peralatan penunjang medis (endoskopi) baru sebatas diagnostik,belum dapat digunakan untuk terapi B. ANALISIS SWOT

Berikut ini adalah hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima :

N

o Uraian

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman 1 2 3 To t 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 To t ASPEK PELAYANAN 1 Pelayanan IGD 24 jam 3 2 Mendapat citra pelayanan prima 2 3 Sudah terakreditasi 5 2

(16)

24 jam 5 Tempat rujukan puskesmas dan rumah sakit dompu 3 6 Tempat praktek klinik dan penelitian mahasiswa 2 7 Tempat pelatihan Bidan(P2KP) 2 8 Persepsi masyarakat bahwa mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit masih rendah 3 9 Tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas 3 JUMLAH N o Uraian

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 To

t ASPEK KEUANGAN

1 Dukungan dari Pemda cukup baik

3 2 Regulasi terkait BLUD 2 3 Regulasi terkait jaminan kesehatan bagi masyarakat 2 4 Tarif pelayanan masih rendah dari unit cost

3

5 Belum ada system remunerasi bagi tenaga paramedis dan non media

2 6 Diberlakukannya BPJS sehingga masyarakat yang ditanggung asuransi bebas untuk memilih tempat pelayanan

kesehatan yang ada baik swasta maupun

(17)

pemerintah JUMLAH

No Uraian Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 Tot ASPEK ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA

1 Jumlah Tenaga dokter yang terbatas 3 2 Lokasi strategis. 3 3 Jumlah tenaga

perawat dan bidan kurang dari standar 2 4 Jumlah tenaga sukarela yang masih banyak 1

5 Belum ada dokter Spesialis Anastesi, dokter Spesialis Radiologi, dan dokter Patologi Klinik. 3 JUMLAH

No Uraian Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman 1 2 3 Tot 1 2 3 tot 1 2 3 tot 1 2 3 Tot ASPEK SARANA DAN PRASARANA

1 Tidak ada rumah sakit di wilayah Bima (Kota/Kabupaten) dan Dompu yang memberi pelayanan endoskopi 3 2 Peralatan penunjang medis (endoskopi) baru sebatas diagnostik,belum dapat digunakan untuk terapi

1

3 Satu-satunya pusat pelayanan kesehatan yang memiliki ruangan tim bedah dan pelatanan OK yang memadai 3 4 Sistem informasi manajemen (SIM)RS 1

(18)

dikelas I kurang 6 Kurangnya pemasaran

dari rumah sakit Bima

2 JUMLAH

Tabel 1.2

Analisis SWOT Kondisi RSUD Bima C. POSISI ORGANISASI

Dari Hasil Tabulasi Diatas dapat disimpulkan : 1. Skor Kekuatan : 19

2. Skor Kelemahan : -18

Selisih Skor Kekuatan dan Kelemahan : 1 1. Skor Peluang : 13

2. Skor Ancaman : -11

Selisih Skor Peluang dan Ancaman : 2

Peluang Kuadran III 4 3 Kuadran I Kelemahan 2 (1,2) 1 Kekuatan -5 -4 -3 -2 -1 -1 1 2 3 4 5 -2 Kuadran IV -3 Kuadran II -4 Tantangan/Ancaman Kuadran I

a. Merupakan posisi yang sangat menguntungkan

b. Organisasi mempunyai peluang dan kekuatan sehingga ia dapat memanfaatkan peluang yang ada yang secara maksimal.

c. Seyogyanya menerapkan strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

Kuadran II

a. Meskupin menghadapi berbagai ancaman, organisasi mempunyai keunggulan sumber daya

b. Organisasi-organisasi pada posisi seperti ini dapat menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan peluang jangka panjang.

c. Dilakukan melalui penggunaan strategi diverifikasi produk atau pasar. Kuadran III

a. Organisasi menghadapi peluang pasar yang besar tetapi sumber dayanya lemah. b. Karena itu tidak dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.

(19)

c. Fokus posisi organisasi pada posisi seperti inilah meminimalkan kendala-kendala internal organisasi.

Kuadran IV

a. Merupakan kondisi yang serba tidak menguntungkan.

b. Organisasi menghadapi berbagai ancaman eksternal sementara sumber sementara sumber daya yang dimiliki mempunyai banyak kelemahan.

c. Strategi yang diambil : defensive, penciutan atau likuidasi.

Berdasarkan hasil analisis swot Rumah sakit Bima berada pada posisi kuadran I yang berarti merupakan posisi yang sangat menguntungkan,rumah sakit mempunyai peluang dan kekuatan sehingga ia dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan maksimal akan tetapi seyogyanya dapat menerapkan strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Ini berarti Rumah Sakit Umum Daerah Bima memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Berdasarkan posisinya,strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Bima denan penyebaran pamflet,pemeriksaan dan pengobatan gratis. Hali ini untuk menambah jumlah pengunjung di kemudian hari.

(20)

BAB III

ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Permasalahan Pelayanan Kesehatan di RSUD Bima kalau dilihat dari BOR, LOS, TOI, NDR dan GDR semua masih dalam kategori Ideal,akan tetapi pada BTO megalami kenaikan dari angka ideal.Untuk kepuasan pelanggan menurut hasil survei Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan nilai melebihi angka 72, 65 yang berarti Mutu Pelayanan dalam kategori Baik, namun untuk lebih meningkatkan pelayanan dipandang perlu untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada antara lain :

a. Identifikasi Permasalahan dalam Pelayanan Kesehatan,yaitu : 1. Kurangnya tenaga dokter umum

2. Billing system yang belum berjalan

3. Sistem Informasi Manajemen yang belum berjalan

4. Peralatan Penunjang Medis (Endoskopi) baru sebatas diagnostik belum dapat digunakan untuk terapi

b. Identifikasi Permasalahan Kepuasan Pelanggan terhadap Pelayanan Kesehatan,yaitu : 1. Persepsi masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit masih rendah 2. Tuntutan masyarakat akan pelayanan berkualitas

3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih.

Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan RSUD Bima. Visi dan Misi Bupati Bima adalah “Terwujudnya Kabupaten Bima Yang Ramah “Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal ". Adapun Misi yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi tersebut adalah :

Visi pembangunan Kabupaten Bima Tahun 2016-2021 tersebut diwujudkan melalui 5 (lima) Misi pembangunan, yakni:

1. Membangun pemerintah dan masyarakat yang mengedepankan nilai religius;

2. Membangun keamanan dan ketertiban wilayah dan masyarakat, mengamankan proses dan hasil pembangunan serta penegakkan supremasi hukum;

3. Meningkatkan pendapatan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan sarana prasarana berbasis tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup, menciptakan lapangan kerja serta peningkatan ekonomi kreatif;

4. Mewujudkan reformasi birokrasi yg jujur, transparan, akuntabel dan bertanggung jawab dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN;

5. Membangun SDM yang handal dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan guna mewujudkan daerah yang maju dan berdaya saing.

(21)

Menelaah kelima Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih dihubungkan dengan pelayanan pada RSUD Bima, maka keterkaitan yang sangat erat ada pada Misi Kedua dan misi kelima, Mengenai Misi Kedua yakni Mewujudkan Masyarakat Yang Aman, Tertib, dan Nyaman Dengan Mengedepankan Penegakan Supremasi Hukumini terkait dengan terwujudnya daerah yang tangguh bencana dimana ada peran RSUD Bima dalam menyediakan fasilitas kesehatan apabila terjadi bencana yang tidak diinginkan sehingga dapat meminimalisir dampaknya bagi kesehatan masyarakat. Untuk misi kelima Membangun Masyarakat Yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing ini terkait dengan Terwujudnya akses dan kualitas kesehatan dengan Meningkatnya Kualitas dan kuantitas Layanan Kesehatan Masyarakat dengan tersedianya sarana prasarana kesehatan sesuai kebutuhan, tersedianya tenaga medis dan non medis yang terampil , tersedianya SOP yang dapat menunjang kinerja dari pelayanan kesehatan di RSUD Bima.

Adapun permasalahan / hambatan yang ada di RSUD Bima sehubungan dengan Misi Kepala Daerah yaitu :

1. Perlu peningkatan profesionalisme SDM yang ada;

2. Perlu penambahan jenis pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 3. Sarana dan Prasarana di Rumah Sakit masih kurang;

4. SIM RS yang masih belum berjalan dengan sempurna; 5. Sarana Perpakiran masih belum tertata dengan baik;

6. Keamanan lingkungan Rumah Sakit masih perlu ditingkatkan.

Sedangkan faktor pendorong untuk mengatasi permasalahan diatas, antara lain : a. Dukungan Stake Holder

b.Terelisasinya peningkatan kelas dari kelas C ke kelas B c. Diadakannya pelatihan,seminar tentang kesehatan

d. Penambahan jumlah dokter spesialistik 3.3 Telaah Renstra K / L dan Renstra Provinsi

Visi Misi Kementrian Kesehatan Indonesia Visi

“ Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkeperibadian Berlandaskan Gotong Royong

Misi

a. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan

b. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang bkemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritime, dan mencerminkan kepribadian Indonesiansebagai Negara kepulauan

(22)

d. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokrasi berlandaskan negara hulu e. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing

f. Mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritime yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional.

g. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera Visi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai berikut : “ Mewujudkan masyarakat NTB Beriman, Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera” Misi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu :

1. Mempercepat Perwujudan Masyarakat yang Berkarakter; 2. Mengembangkan Budaya dan Kearifan Lokal;

3. Mengembangkan Budaya dan Kearifan Lokal;

4. Melanjutkan ikhtiar reformasi birokrasi yang bersih dan melayani, penegakan hukum yang berkeadilan, dan memantapkan stabilitas keamanan;

5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat penurunan kemiskinan, dan mengembangkan keunggulan daerah;

6. Melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah berbasis tata ruang; 7. Memantapkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan;

8. Mempercepat Perwujudan Masyarakat yang Berkarakter;

9. Melanjutkan ikhtiar reformasi birokrasi yang bersih dan melayani, penegakan hukum yang berkeadilan, dan memantapkan stabilitas keamanan;

10. Meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang berdayasaing. Visi Rumah Sakit Umum Daerah Bima

“ Terwujudnya Pelayanan Prima pada Tahun 2021 “

Misi Rumah Sakit Umum Daerah Bima

a. Menyelenggarakan pelayanan prima yang bermutu

b. Menyelenggarakan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien c. Menyelenggarakan pelayanan yang terjangkau

d. Menyelenggarakan pelayanan yang bersahabat, berpedoman pada 4 S ( Salam, Sapa, Senyum dan Sabar ).

Adapun penjabaran dari Misi tersebut di atas dapat diuraikan seperti di bawah ini : a. Menyelenggarakan pelayanan prima yang bermutu

1. Melaksanakan Pelayanan sesuai dengan Standar Profesi dan Standar Operasional Prosedur ( SOP / Protap );

2. Melaksanakan tugas teknis / non teknis secara professional; 3. Koordinasi yang baik antara bagian di rumah sakit.

(23)

b. Menyelenggarakan pelayanan yang terjangkau

1. Tarif pelayanan berdasarkan Perda Nomor 05 Tahun 2011 yang sudah disusun sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat

c. Menyelenggarakan pelayanan yang bersahabat, berpedoman pasa 4 S ( Salam, Sapa, Senyum dan Sabar )

1. Memberikan pelayanan tanpa membedakan Ras, Agama, Suku, Golongan maupun Sosila Ekonomi;

2. Didalam memberikan pelayanan senantiasa bersikap ramah tamah dengan selalu memberikan : Salam, Sapa dan Senyum.

3.4 Telaah RTRW dan KLHS 2 (Tiga) Prinsip Dasar KLHS

a. Keterkaitan / holistic : Keterkaitan kebijakan pusat dan daerah, global dan local, keterkaitan sektor, keterkaitan kelembagaan, sebab-akibat dampak.

b. Keseimbangan : Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan konservasi, fungsi ekonomi dan fungsi social,kepentingan jangka pendek dan jangka panjang.

c. Keadilan : Distribusi askes dan kontrol terhadap sumber daya alam dan lingkungan yang lebih baik, distribusi kegiatan ekonomi yang lebih merata.

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis

Berdasarkan identifikasi permasalahan terhadap tugas pokok dan fungsi RSUD Bima Kabupaten Bima, telaah visi, misi dan program kerja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, Telaah Renstra K/L dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Telaah RTRW dan KLHS dapat ditentukan isu-isu strategis yang harus ditindaklanjuti oleh RSUD Bima Kabupaten Bima yaitu :

a. Tersedianya sarana dan prasaran RSUD Bima yang memadai terutama untuk pembangunan, rehabilitasi dan peralatan kesehatan.

b. Tersedianya sumber daya yang memadai, meliputi sumber daya manusia yang professional. c. Tersedianya anggaran RSUD Bima Yang memadai.

d. Dukungan Instansi terkait, DPRD, Depkes dan Lembaga Lainnya. e. Melakukan monitoring dan evaluasi seluruh kegiatan pelayanan.

f. Dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan meningkatkan mutu pelayanan yang sudah ada maupun menambah pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

g. Meningkatkan komunikasi dan informasi diseluruh jajaran Rumah Sakit. h. Diadakannya upaya pemeliharaan keamanan dilingkungan RSUD Bima.

(24)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 1.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Bima

Visi SKPD adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu lima tahun yang akan datang, sedangkan Misi SKPD adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi SKPD.

Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima Yaitu : VISI :

“ Terwujudnya pelayanan prima pada tahun 2021 “

MISI :

Dalam rangka mewujudkan Visi tersebut, maka Misi RSUD Bima adalah : a. Menyelenggarakan pelayanan prima yang bermutu

b. Menyelenggarakan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien c. Menyelenggarakan pelayanan yang terjangkau

d. Menyelenggarakan pelayanan yang bersahabat, berpedoman pada 4 S ( Salam, Sapa, Senyum dan Sabar ).

2.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD

Pencapaian visi dan misi ini perlu ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan pendidikan 6 tahun ke depan (2016-2021) sebagaimana terlihat pada tabel 4.1.

Tujuan :

“ Meningkatkan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Bima “. Indikator Kinerja Tujuan :

NO INDIKATOR TUJUAN

TARGET INDIKATOR

TUJUAN 1 Utilisasi IRJA, IGD, IRNA dan Instalasi Pelayanan

dan Penunjang Diagnostik

1. Kunjungan Instalasi Rawat Jalan 48.679 2. Kunjungan Instalasi Gawat Darurat 13.192 3. Kunjungan Instalasi Rawat Inap 13.430

4. BOR 88,67%

(25)

6. LOS 3,2%

7. BTO 90%

8. Kematian Umum :

a. NDR 25/1000

b. GDR 45/1000

9. Angka kematian Bayi 23/1000

10. Angka Kematian Ibu Melahirkan 102/100000 11. Peningkatan Pasien Instalasi Pelayanan dan

Penunjang Diagnostik :

a. Laboratorium 44.383

b. Radiologi 8.084

c. Fisioterapi 5.727

2 Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit 11 Paket 3 Ketersediaan Alat Kesehatan Rumah Sakit 3 Paket 4 Menurunnya Angka Keselamatan Pasien (Angka

Kejadian Yang Tidak Diharapkan)

1,5% 5 Persentase Peningkatan Kompetensi SDM 65% 6 Persentase Peningkatan Pendapatan 9,95% 7 Indeks Kepuasan Masyarakat 90%

(26)

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD

N

O. TUJUAN SASARAN

INDIKATOR

SASARAN TARGET KINERJA PADA TAHUN

2016 2017 2018 2019 2020 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1. Meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Bima Meningkatnya Utilisasi IRJA,IGD,IRNA , Instalasi Pelayanan dan Penunjang Diagnostik.

Utilisasi IRJA, IRNA, IGD dan Instalasi Pelayanan dan Penunjang Diagnostik Peningkatan Pasien Rawat Jalan 48.679 53.118 57.557 61.996 66.435 70.874 Peningkatan Pasien IGD 13.192 13.953 14.714 15.475 16.236 16.997 Peningkatan Pasien Rawat Inap 13.430 13.556 13.681 13.807 13.932 14.058 BOR 88,67% 82,78% 86,92% 85,18% 87,20% 86,71% TOI 0,3% 0,7% 0,45% 0,5% 0,3% 0,3% LOS 3,2% 3,1% 3,1% 3,2% 3,1% 3,1% BTO 90% 80% 85% 80% 85% 85% NDR 25/1000 25/1000 25/1000 25/1000 25/1000 25/1000 GDR 45/1000 45/1000 45/1000 45/1000 45/1000 45/1000 Penunjang Diagnostik Laboratorium 44.383 48.478 52.573 56.668 60.763 64.858 Radiologi 8.084 8.281 8.478 8.675 8.872 9.069 Fisioterapi 5.727 6.527 7.327 8.127 8.927 9.727 Angka kematian 23/1000 23/1000 23/1000 23/1000 23/1000 23/1000

(27)

N

O. TUJUAN SASARAN

INDIKATOR

SASARAN TARGET KINERJA PADA TAHUN

2016 2017 2018 2019 2020 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) bayi Angka kematian ibu melahirkan 102/10000 0 102/10000 0 102/10000 0 102/10000 0 102/10000 0 102/10000 0 Meningkatnya Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan Rumah Sakit

Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

9 Paket 14 Paket 10 Paket 4 Paket 4 Paket 6 Paket Ketersediaan Alat

Kesehatan Rumah Sakit

3 Paket 3 Paket 3 Paket 3 Paket 3 Paket 3 Paket

Terwujudnya Peningkatan Kompetensi SDM Jumlah SDM yang mengikuti pendidikan dan pelatihan 60% 65% 70% 75% 80% 85% Meningkatnya Keselamatan Pasien (Patient Safety) Menurunnya Angka Kejadian yang Tidak Diharapkan (KTD) 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 Terwujudnya Pertumbuhan Pendapatan Persentase peningkatan pendapatan 1,06 9,95 10,02 11,09 10,95 12 Meningkatnya kepuasan pasien Persentase kepuasan pasien 90% 90% 90% 90% 90% 90%

(28)

3.1 Strategi dan Kebijakan SKPD

Tabel 4.2

Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Penjabaran dari Misi dan Tujuan VISI : Terwujudnya Pelayanan Prima Pada Tahun 2021

MISI 1 : Menyelenggarakan Pelayanan Prima Yang Bermutu

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

- Meningkatkan kualitas

pelayanan RSUD Bima

- Meningkatnya Utilisasi IRJA,IGD,IRNA & Penunjang Medis

- Melaksanakan Pelayanan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO), standar kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

- Melaksanakan pendidikan berkelanjutan,

pelatihan, inhouse training bagi karwayan RSUD Bima

- - Meningkatnya Sarana,

Prasarana dan Alat Kesehatan Rumah Sakit

- Rumah sakit yang bisa memberikaan segala sesuatu yang dibutuhka oleh masyarakat sesuai dengan standar yang ada

- Melaksanakan pemeliharaan, pembangunan

dan pengadaan alat kesehatan

MISI 2 : Menyelenggarakan Pelayanan Prima Yang Berorientasi Pada Keselamatan Pasien

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

- Meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Bima

- Meningkatmya Keselamatan Pasien (Patient Safety)

- Rumah sakit yang membangun sebuah system yang menjamin asuhan pasien yang diberikan secara aman;

- Kurangnya angka Kejadian Yang Tidak

diinginkan

- Rumah sakit menjamin keselamatan pasien melalui

- Terciptanya budaya keselamatan pasien di

(29)

upaya asesmen risiko dan manajemen resiko secara berkesinambungan;

- Melakukan upaya perbaikan secara terus menerus (Continuous Improvemenr) dengan pendekatan PDSA (Plan-Do-Study-Act)

- Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit

thdp pasien dan masyarakat

MISI 3 : Menyelenggarakan Pelayanan Prima Yang Terjangkau

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

- Meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Bima

- Terwujudnya Pertumbuhan Pendapatan

- RSUD Bima merupakan BLUD dimana telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan

- Tarif pelayanan dihitung berdasarkan unit

cost;

- Rumah sakit berada di lokasi strategis yang mudah dicapai oleh masyarakat diseluruh Kota dan Kabupaten Bima

- Tarif pelayanan ditetapkan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat;

- Tarif pelayanan ditetapkan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat; MISI 4 : Menyelenggarakan pelayanan yang bersahabat, berpedoman pada 4 S ( Salam, Sapa, Senyum dan Sabar ).

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

- Meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Bima

- Meningkatnya kepuasan masyarakat

- Memberikan pelayanan tanpa membedakan Ras, Agama, Suku, Golongan maupun Sosila Ekonomi;

- Kurangnya Keluhan masyarakat terhadap

mutu pelayanan rumah sakit.

(30)

bersikap ramah tamah dengan selalu memberikan : Salam, Sapa dan Senyum.

(31)
(32)

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN,INDIKATOR KINERJA,KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Untuk mewujudkan Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan Kebijakan serta memperhatikan posisi organisasi hasil analisis lingkungan,maka strategi dikembangkan dengan 7 Program dan kegiatannya. Program-program tersebut dijabarkan lebih lanjut menjadi kegiatan yang akan dilaksanakan setiap tahunnya. Untuk mengukur tingkat keberhasilan program, maka diperlukan parameter / indikator kinerja setiap program, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.

Rincian Program dan Kegiatan dapat diuraikan dibawah ini : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

a. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

b. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas / Operasional c. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

d. Rapat Koordinasi dan Konsultasi Luar Daerah e. Pemeriksaan Air & Limbah Rumah Sakit f. Penanganan Bencana

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur a. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

b. Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan

c. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional

3. Program Pening. Pengem. Sistem Pelaporan Capaian Kinerja & Keuangan a. Penyusunan Lapor Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD b. Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran

c. Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran d. Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun 4. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

a. Survey Kepuasan Pasien, Studi Dokumentasi, Observasi SOP & Survey Pencapaian SPM

5. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin

a. Pelayanan Kesehatan Untuk Keluarga Tidak Mampu di RSUD Bima

6. Pengadaan, Peningkatan Sarana & Prasarana Rumah Sakit/ RS Jiwa, RS Paru-paru, RS Mata a. Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit ( APBD & APBN )

b. Kegiatan Pembangunan Rumah Sakit ( DAU & APBN ) c. Kegiatan Penyediaan Pelayanan Rujukan (DAK)

7. Program Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan a. Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedik b. Rujukan Kasus Kabupaten Luar Daerah

(33)

8. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan (BLUD) a. Pelayanan Kesehatan BLUD

Indikator Kinerja Utama RSUD Bima :

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA SUMBER DATA

1 2 3 4

1. Meningkatnya utilisasi IRJA,IGD IRNA dan Instalasi Pelayanan dan Penunjang Diagnostik

Peningkatan Pasien Instalasi Rawat

Jalan Rekam Medis RSUD Bima

Peningkatan Pasien IGD Rekam Medis RSUD Bima

Peningkatan Pasien Instalasi Rawat

Inap Rekam Medis RSUD Bima

BOR (%) Rekam Medis RSUD Bima

LOS (Hari) Rekam Medis RSUD Bima

TOI (Hari) Rekam Medis RSUD Bima

BTO (Kali) Rekam Medis RSUD Bima

Kematian Umum : Rekam Medis RSUD Bima

a. NDR (/1000 KH) Rekam Medis RSUD Bima

b. GDR (/1000 KH) Rekam Medis RSUD Bima

Angka kematian Bayi (/1000 KH) Rekam Medis RSUD Bima

Angka Kematian Ibu Melahirkan

(/100.000 KH) Rekam Medis RSUD Bima

Peningkatan Pasien Instalasi

Pelayanan dan Penunjang Diagnostik :

Rekam Medis RSUD Bima

a. Laboratorium Rekam Medis RSUD Bima

b. Radiologi Rekam Medis RSUD Bima

c. Fisioterapi Rekam Medis RSUD Bima 2 Meningkatnya Sarana,

Prasarana dan Alat Kesehatan Rumah Sakit

Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

Subbag Program dan Pelaporan RSUD Bima

Ketersediaan Alat Kesehatan Rumah Sakit

Subbag Program dan Pelaporan RSUD Bima 3 Terwujudnya

Peningkatan Kompetensi SDM

Jumlah SDM yang mengikuti

(34)

4 Meningkatnya Keselamatan Pasien (Patient Safety)

Menurunnya Angka Kejadian Tidak

Diharapkan (%) Tim Survey Mutu RSUD Bima

5 Terwujudnya Pertumbuhn Pendapatan

Persentase Peningkatan Pendapatan (%)

Sub Bagian Keuangan RSUD Bima

6 Meningkatnya

kepuasan masyarakat Persentase Kepuasan Masyarakat (%) Tim Survey Mutu RSUD Bima

Rencana program, kegiatan indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif dapat dilihat dalam Lampiran 5.1

Rencana strategis ini akan dilaksanakan secara bertahap setiap tahun dari tahun 2016 sampai dengan 2021 untuk mendapatkan kondisi yang diharapkan sesuai dengan yang tertuang dalam Visi Misi Rumah Sakit.

(35)

B BAABB VVII I INNDDIIKKAATTOORRKKIINNEERRJJAASKSKPPDDYYAANNGGMEMENNGGAACCUUKKEEPPAADDAATUTUJJUUAANN D DAANNSASASSAARRAANNRPRPJJMMDD I Innddiikkaattoorr kkiinneerrjjaa RRSSUUDD BBiimmaa yyaanngg mmeennggaaccuu ppaaddaa ttuujjuuaann ddaann ssaassaarraann RRPPJJMMDD aaddaallaahh i innddiiccaattoorr kkiinneerrjjaa yyaanngg sseeccaarraa llaannggssuunngg mmeennuunnjjuukkkkaann kkiinneerrjjaa yyaanngg aakkaann ddiiccaappaaii RRSSUUDD BBiimmaauunnttuukk e ennaammttaahhuunnmmeennddaattaannggsseebbaaggaaiikkoommiittmmeennuunnttuukkmmeenndduukkuunnggppeennccaappaaiiaannttuujjuuaannddaannssaassaarraannRRPPJJMMDD K KaabbuuppaatteennBBiimmaa.. P PeerruummuussaanniinnddiiccaattoorrkkiinneerrjjaaRRSSUUDDBBiimmaaddaallaamm RReennccaannaaSSttrraatteeggiissiinniimmeennggaaccuuppaaddaattuujjuuaannddaann s saassaarraann RRPPJJMMDD KKaabbuuppaatteenn BBiimmaa tteennttaanngg PPeenniinnggkkaattaann SSDDMM ddaann KKeeppeenndduudduukkaann ((PPeennddiiddiikkaann,, K Keesseehhaattaann ddaannKKeesseejjaahhtteerraaaannSSoossiiaall))ddeennggaannssaassaarraannmmeenniinnggkkaattnnyyaaaannggkkaakkuunnjjuunnggaannmmaassyyaarraakkaattkkee s saarraannaa ddaann pprraassaarraannaa ppeellaayyaannaann kkeesseehhaattaann,, mmeennuurruunnnnyyaa aannggkkaa kkeemmaattiiaann bbaayyii,, aannggkkaa kkeemmaattiiaann iibbuu m meellaahhiirrkkaann ddaann ggiizzii bbuurruukk,, iiddeeaallnnyyaa rraattiioo aannttaarraa tteennaaggaa kkeesseehhaattaann ddeennggaann jjuummllaahh ppeenndduudduukk,,ttiiddaakk a addaannyyaa ddaaeerraahh eennddeemmiiss ppeennyyaakkiitt ttiiddaakk mmeennuullaarr ddii KKaabbuuppaatteenn BBiimmaa,, mmeenniinnggkkaattnnyyaa aannggkkaa ccaakkuuppaann s saanniittaassii ddii mmaassyyaarraakkaatt,, iiddeeaallnnyyaa rraassiioo aannttaarraa ssaarraannaa ppeellaayyaannaann kkeesseehhaattaann ddeennggaann jjuummllaahh ppeenndduudduukk d daannmmeenniinnggkkaattnnyyaajjuummllaahhAAkksseeppttoorr KKBB..BBeerriikkuutt PPrrooyyeekkssii ccaappaaiiaann IInnddiikkaattoorr kkiinneerrjjaa RRPPJJMMDDRRSSUUDD B Biimmaasseettiiaappttaahhuunnnnyyaa:: Tabel 6.1

Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD RSUD Bima NO Indikator Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun

Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1

Utilisasi IRJA,IGD,IRNA & Penunjang Medis

- BOR (%) 87,46 88.67 82.78 86.92 85.18 87.20 86.71 86.71

- TOI (Hari) 0,55 0.3 0.7 0.45 0.5 0.3 0.3 0.3

- LOS (Hari) 3,69 3.2 3.1 3.1 3.2 3.1 3.1 3.1

(36)

NO Indikator Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun

Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) KH) - GDR (/1000KH) 29,56 45 45 45 45 45 45 45 Penunjang Medis : -Laboratorium 25.452 44,383 48,478 52,573 56,668 60,763 64,858 64,858 - Radiologi 10,420 8,084 8,281 8,478 8,675 8,872 9,069 9,069 - Fisioterapi 4.414 5,727 6,527 7,327 8,127 8,927 9,727 9,727 Peningkatan Pasien Rawat Jalan 103% 48,679 53,118 57,557 61,996 66,435 70,874 70,874 Peningkatanan Pasien IGD 130% 13,192 13,953 14,714 15,475 16,236 16,997 16,997 Kematian Bayi (/1000 KH) 33 23 23 23 23 23 23 23 Kematian Ibu Melahirkan (/100.000 KH) 1 102 102 102 102 102 102 102 Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit 3 Paket 9 Paket 14 Paket 10

Paket 4 Paket 4 Paket 6 Paket 6 Paket Ketersediaan

Alat Kesehatan

Paket 3

Paket 3 Paket 3 Paket 3 Paket 3 Paket 3 Paket 6 Paket Jumlah SDM yang mengikuti pendidikan dan pelatihan 60% 65% 70% 75% 80% 85% 60% Menurunnya Angka 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5

(37)

NO Indikator Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun

Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Kejadian yang Tidak Diharapkan (KTD) Persentase peningkatan pendapatan 1,06 9,95 10,02 11,09 10,95 12 1,06 Persentase kepuasan pasien 90% 90% 90% 90% 90% 90% 90%

(38)

B BAABBVIVIII P PEENNUUTTUUPP K KiinneerrjjaaRRuummaahh SSaakkiitt UUmmuumm DDaaeerraahhBBiimmaa sseeccaarraa uummuumm ccuukkuupp mmeemmbbaannggggaakkaann.. IInnii tteerrlleeppaass ddaarrii k koommiittmmeenn ddaann dduukkuunnggaann sseelluurruuhh kkaarryyaawwaann ddaallaamm ppeennccaappaaiiaann vviissii ddaann mmiissii rruummaahh ssaakkiitt..NNaammuunn j juuggaahhaarruussddiissaaddaarriibbaahhwwaammaassiihhaaddaakkeelleemmaahhaannddaannttaannttaannggaannyyaanngghhaarruussddiihhaaddaappii..OOlleehhsseebbaabbiittuu b biillaassttrraatteeggii ppeennggeemmbbaannggaann oorrggaanniissaassiikkeeddeeppaannnnyyaa bbeerrpprriinnssiipp ppaaddaa ppeemmppeerrttaahhaannkkaann kkeekkuuaattaann ddaann m meemmppeerrbbaaiikkiikkeelleemmaahhaann.. R Reennccaannaa SSttrraatteeggiiss RRuummaahh SSaakkiitt UUmmuumm DDaaeerraahh BBiimmaa iinnii ddiissuussuunn ddeennggaann bbeerruussaahhaa m meennggooppttiimmaallkkaann sseelluurruuhh ppootteennssii yyaanngg ddiimmiilliikkii rruummaahh ssaakkiitt..SSeelluurruuhh aassppeekk rruummaahh ssaakkiitt sseeddaappaatt m muunnggkkiinntteellaahhddiiccaannttuummkkaannddaallaammppeennyyuussuunnaannRReennccaannaaSSttrraatteeggiiss..NNaammuunnddeemmiikkiiaann,,sseebbaaiikkaappaappuunn s seebbuuaahh ppeerreennccaannaaaann aakkaann mmeennjjaaddii ssiiaa--ssiiaa bbiillaa ttiiddaakk mmeennddaappaatt dduukkuunnggaann ddaann kkoommiittmmeenn ddaarrii ppaarraa p peellaakkssaannaannyyaa..OOlleehhsseebbaabbiittuu,,ppaarrttiissiippaassiiddaarrii sseelluurruuhh kkoommppoonneennoorrggaanniissaassiimmuuttllaakkddiippeerrlluukkaannbbaaiikk d daallaammppeennyyuussuunnaannmmaauuppuunnssoossiiaalliissaassiiddookkuummeenniinnii..DDaannaakkhhiirrnnyyaa,,sseemmooggaaddookkuummeenniinniibbeerrmmaannffaaaatt d daallaammppeellaakkssaannaaaannooppeerraassiioonnaallddaannppeennccaappaaiiaannvviissiiddaannmmiissiiRRuummaahhSSaakkiittUUmmuummDDaaeerraahhBBiimmaa.. B Biimmaa,, 22001177 D DiirreekkttuurrRRSSUUDDBBiimmaa d drrgg..HH..IIhhssaann,,MMPPHH N NIIPP..119977220055112222000022112211000011

Referensi

Dokumen terkait

[r]

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 8 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2008 tentang Pengenaan Bea Keluar Terhadap Barang Ekspor, Menteri Keuangan

(3) Dalam hal telah dilakukan pencabutan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Penyelenggara Kawasan Berikat, Pengusaha Kawasan Berikat, dan/atau PDKB, dalam

Sanggahan sudah diterima selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender setelah pengumuman ini dengan tembusan kepada Kegiatan Penetaan Lingkungan Permukiman Penduduk

a) Dengan Sistem Web GIS penentuan rute terpendek menuju pusat kesehatan Kota Balikpapan menggunakan metode dijkstra ini dengan parameter Lokasi, data jalan dan rute,

Penggunaan Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao L) untuk Mengurangi Reaksi Pencoklatan dalam Proses Pembuatan Gula Kelapa Secara Vakum; Yatimatus Sholihah, 051810301020; 2011;

Berdasarkan gambar satelit cuaca pada tanggal 6 Juni 2015 hingga 7 Juni 2015 yang diambil mulai jam 01.00 sampai 12.00 UTC (08.00-07.00 WIB) memperlihatkan awan-awan konvektif

2) Apakah komite audit dan faktor auditor (kualitas audit, audit tenure , spesialisasi industri auditor) berpengaruh secara simultan terhadap audit delay pada