Efektivitas E-Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh Pada
Masa Covid 19 Terhadap Minat Belajar
Siswa Kelas IV MIN 2 Palembang
Fitria M.PdMIN 2 Palembang, Kementerian Agama, Palembang [email protected]
Diterima: 5 Maret | Disetujui: 15 April | Dipublikasikan: 23 April Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran jarak jauh dalam menggunakan aplikasi E-Learning madrasah terhadap minat belajar siswa kelas IV MIN 2 Palembang. Responden yang diambil adalah siswa kelas IV, guru kelas dan guru bidang studi, dan orang tua siswa di lingkungan MIN 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini bersifat deskriptif menggunakan analisis kualitatif sehingga menjadi paparan informasi yang mudah di mengerti. Pembelajaran pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidayah (MI) dalam penelitian ini menggunakan pembelajaran formidable atau biasa disebut dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan bimbingan orang tua dari rumah dan guru di sekolah. Siswa melakukan pembelajaran online dan berinteraksi dengan guru menggunakan aplikasi, salah satu aplikasi yang di pakai seperti e-Learning, zoom, whatsapp group dan
telegram. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembelajaran formidable secara online pada masa
Covid-19 sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa, yaitu siswa merasa jenuh dan bosan karena tidak bertemu dengan teman dan gurunya secara langsung.
Kata Kunci : E-Learning , minat belajar siswa.
Abstract
[E-Learning Sebagai Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Covid 19 Terhadap
Minat Belajar Siswa Kelas IV MIN 2 Palembang].This study aims to determine how distance
learning using the madrasah E-learning application gave impacts on the interest of grade IV students of MIN 2 Palembang in learning. The respondents were fourth grade students, class teachers and subject teachers, and the parents of students in the MIN 2 Palembang. This research used qualitative research using qualitative analysis of information so that it becomes easy-to-understand infprmation exposure. The students in elementary school (SD) or madrasah ibtidayah (MI) used formidable learning or commonly referred to as distance learning (PJJ) with parental guidance from home supervisions of teachers via online applications, somw of them were e-learning, zoom, institution whatsapp and telegram. The results of this study indicate that formidable learning during the Covid 19 perioad felt bored because they did not meet their friends and teachers directly while learning.
Keyword : E-Learning, learning interests.
PENDAHULUAN
Virus Corona atau yang biasa disebut Severe Acute Respiratory Sundrome Corona Virus 2 (SARS-CoV2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan dan bisa mengakibatkan yang sangat fatal. Covid 19 adalah nama penyakit yang terinfeksi virus corona. Mar 12, 202. Virus korona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Corona Virus adalah jenis baru dari virus korona yang menular ke manusia. Orang dewasa, anak-anak, bayi, lansia (golongan usia lanjut) termasuk juga ibu hamil dan ibu menyusui sangat mudah terserang virus ini. Paper tape gejala awal dari infeksi virus korona atau COVID-19 bisa seperti menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Kemudian, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Setelah itu penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas dan nyeri dada. Pada akhir Desember 2019 di Kota Wuhan, China adalah tempat dimana pertama kali infeksi virus korona atau disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) ditemukan. Hanya dalam waktu beberapa bulan virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara dan negara Indonesia adalah salah satunya. Beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown, hal tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus korona. Pemerintah memberlakukan kebijakan
pembatasan sosial berskala besar (PSSB) untuk menekan penyebaran virus ini yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Kota pertama di Indonesia yang menerapkan kebijakan ini adalah kota Jakarta. Walaupun banyak pro dan kontra terhadap kebijakan ini, pemerintah setempat bersikeras menerapkannya. Kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan disebut juga corona virus . Infeksi pernapasan ringan, seperti flu pada banyak kasus yang terjadi di sebabkan virus corona. Selain itu juga, infeksi pernapasan berat, infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang bisa juga disebabkan oleh virus corona ini. Melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan virus ini bisa menular, misalnya ketika berada di ruang yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik dan ruangannya pun tertutup atau kontak langsung dengan droplet.
Berbagai resiko yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, tidak hanya berpengaruh pada aspek kesehatan, tetapi juga berpengaruh pada berbagai lini kehidupan. Aug 13, 2020 · McKibbin & Fernando (2020) menyatakan bahwa perkembangan virus korona dan berdampak pada perekonomian yang sangat mempersulit pihak berwenang karena sulit diprediksi untuk menyusun
kebijakan ekonomi dalam
menghadapi dampak virus yang banyak mematikan ini. Layanan transportasi juga terganggu akibat Covid-19 dan dapat berpengaruh pada rantai pasokan produk pertanian. Oct 03, 2020. Selain sektor
ekonomi, transportasi dan pertanian, Pandemi Covid-19 juga membawa pengaruh yang sangat besar bagi dunia pendidikan. Menteri pendidikan membuat keputusan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran baik di sekolah
maupun perguruan tinggi
dilaksanakan di rumah masing-masing melalui aplikasi yang telah disiapkan. menteri pendidikan mengeluarkan Surat Edaran Nomor tiga Tahun 2O2O Tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-l9) Pada Satuan Pendidikan yang menyatakan dampak penyebaran Covid-19 kini juga mulai memasuki dunia pendidikan. Institusi-institusi pendidikan
diharapkan untuk tidak
melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, hal ini diharapkan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Tahun 2020 virus Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa hampir pada semua bidang, dan salah satunya pada bidang pendidikan. Dengan adanya virus Covid ini membuat segala aktivitas di madrasah menjadi berubah dari yang tatap muka (luring) menjadi pembelajaran jarak jauh (daring), tetapi dalam keadaan seperti ini guru
masih harus melaksanakan
kewajibannya sebagai pendidik, di mana guru harus memastikan siswa dapat memperoleh informasi atau ilmu pengetahuan untuk diberikan kepada siswa (Aulia,2020) Jurnal Basicedu Volume 2 Nomor 2. Pembelajaran jarak jauh atau daring ini mulai di berlakukan di Indonesia pada tanggal 16 maret 2020, di mana anak mulai belajar dari rumahnya masing-masing tanpa perlu pergi kesekolah, sebab demi menghentikan penyebaran virus
korona ini. Semua ini dilakukan baik siswa dan gurunya belajar dari rumah, yang mendadak dilakukan tanpa persiapan sama sekali. 2020/09/08· Ketidak siapan semua unsur dalam pendidikan menjadi kendala yang besar juga, dengan adanya perubahan cara belajar mengajar dari tatap muka atau luring (luar jaringan) menjadi daring (dalam jaringan) benar- benar membutuhkan kesiapan yang matang dari semua unsur, dimulai dari pemerintah, sekolah, guru, siswa dan orang tua. Pemerintah memang mengakui melonggarkan sistem penilaian pendidikan disesuaikan dengan keadaan darurat asalkan aktivitas pendidikan dapat terus berlangsung dan berjalan dengan baik tanpa harus di bebani dengan pencapaian kompetensi- kompetensi. Dalam hal ini pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir, dan bertindak diartikan sebagai
kompetensi. Kemampuan
melaksanakan tugas yang diperoleh melalui pendidikan atau latihan dapat
pula dimaksudkan sebagai
kompetensi (Herry, 1998). Sehingga banyak para guru menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang ada. Baik guru maupun siswa dihadapi lagi dengan masalah penggunaan teknologi informasi dalam melakukan proses pendidikan. Selanjutnya diperlukan pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi seorang guru agar pengelolaan pendidikan jarak jauh tetap berjalan dengan efektif disaat pandemi seperti ini.
Kelangsungan pendidikan selama pandemi di pengaruhi beberapa faktor utama yang menjadi
kendala proses pembelajaran, seperti penguasaan teknologi, keterbatasan sarana dan prasarana, jaringan internet, serta biaya kuota yang harus dikeluarkan. Pada awal minggu pertama di bulan Maret, saat pertama diberlakukannya pembelajaran online terdapat penguasaan teknologi baik dari pihak sekolah, guru, siswa dan orang tua yang menjadi permasalahan yang sangat umum ditemukan. Alat komunikasi android atau telepon pintar yang sudah umum digunakan sebagai media komunikasi dan hiburan, kini juga menjadi sebagai media belajar saat di lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti saat pandemi ini kemampuan penguasaan teknologi itulah yang terpenting, apa dan bagaimana memanfaatkan berbagai kemudahan yang di miliki oleh android tersebut, sehingga semuanya mendadak serempak dan kompak sibuk belajar, mencari bagaimana aplikasi tersebut digunakan, atau aplikasi apa saja yang bisa digunakan dan diterapkan, sehingga dapat mempermudah pertemuan lewat alat teknologi tersebut dalam pelaksanaan belajar, dan pemantauan siswa. Sedangkan program untuk memantau siswa dirancang untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.
Guru dan pembimbing
mengidentifikasi siswa yang mana terkendala mengalami masalah akademik dengan melihat hasil raport mereka dan mengumpulkan informasi tentang perilaku mereka selama dikelas. Dalam hal ini tampaknya sulit dilakukan karena terkendala belajar daring. Timbul kesulitan sarana prasarana setelah PJJ diberlakukan, pembelajaran daring harus memiliki
sarana yang memadai, banyak yang memiliki telepon tetapi jaringan internet tidak mendukung atau aplikasi-aplikasi yang diperlukan sehingga baik sekolah, guru dan siswa memerlukan sarana dan prasarana yang benar-benar mendukung. Sedangkan kenyataannya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya saja sangat sulit dipenuhi dalam situasi seperti saat ini.
Penutupan sekolah membuat semua siswa belajar dari rumah. Kebutuhan jaringan net, banyak sekolah , guru dan siswa yang sulit mendapatkan jaringan net yang stabil bahkan ada yang masih belum terjangkau oleh jaringan tersebut, letak geografis tempat tinggal guru dan siswa berada pada posisi yang sudah mendapatkan jaringan net walaupun ada, sering tidak stabil, sehingga menjadi kendala yang tidak bisa dipisahkan dari pembelajaran daring yang kini banyak di pilih oleh sekolah sekolah.
Ketidak siapan semua unsur dalam pendidikan menjadi kendala yang besar juga, beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan proses pembelajaran adalah pembiayaan, tentu saja sangat melekat pada ke semua rangkaian kendala tersebut sebab dalam pengadaan sarana prasarana, pembiayaan menjadi peran yang sangat penting. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kuota internet yang juga sangat berperan penting dalam pembelajaran jarak jauh ini, pembelian kuota internet ini sangat membebani guru dan orang tua siswa, karena hal tersebut merupakan pengeluaran tambahan yang harus di penuhi demi terlaksananya
pembelajaran daring . Apabila android atau smartphone tidak ada kuota, maka proses pembelajaran tidak bisa terlaksana. Pembelajaran daring bukanlah hal baru sebenarnya, sejak sebelumnya guru sudah banyak juga yang menggunkan salah satu metode daring ini tetapi masalahnya bukan itu,
masalahnya terletak pada
penambahan biaya yang mendadak dan kondisi tidak ada usaha. Hal ini benar-benar memberikan pengaruh yang sangat tidak baik terhadap dunia disebebakan virus korona ini, orangtua siswa yang banyak di berhentikan dari pekerjaannya akibat covid ini dan menambah deretan hambatan sehingga korona ini benar-benar memberikan pengaruh yang sangat negatif terhadap dunia pendidikan. Pembelajaran dengan menggunakan teknologi di zaman sekarang memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, kemajuan teknologi memang memiliki pengaruh negatif dan pengaruh positif, seperti pada saat pandemi korona ini, teknologi sangat diperlukan, literasi teknologi menjadi penting dikuasai oleh semua unsur. Hal yang utama dalam pemanfaatan teknologi menjadi yang terpenting sebab disana banyak sekali sumber belajar yang bisa dimanfaatkan oleh si pembelajar sehingga berbagai macam kendala belajar dan cara pemecahannya sudah tersedia di dalam teknologi tersebut.
Di minggu ke empat dan kelima ini penulis mengenalkan aplikasi belajar dan dalam pelaksanaan menerapkan kegiatannya berlangsung lancar. Peserta didik adalah sasaran utamanya yang mana mereka sangat antusias dalam
mengikuti kegiatan yang dilakukan dalam hal ini proses belajar daring.
Salah satu sistem proses pendidikan yang dilakukan melalui komputer atau laptop, dan smartphone yang langsung terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru juga dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti media Whatsapp (WA) , Telegram(TG), aplikasi Zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Sehingga dapat dipastikan bahwa guru bisa memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan walaupun di tempat yang berbeda.
Model pembelajaran secara daring yang digunakan memberikan efektivitas bagi proses pembelajaran. Usaha pembelajaran yang berkriteria daya tarik atau daya guna, artinya dengan pemanfaatan seperangkat karakteristik tersembunyi pendidik menolong peserta didik mencapai tujuan pembelajaran adalah efektivitas pembelajaran yang di maksud. Efisiensi dan Produktivitas adalah termasuk indikator lainnya. Sehingga dengan kata lain efektivitas adalah salah satu indikator dari proses pembelajaran yang baik. Efisiensi dan Produktivitas merupakan dua istilah yang berhubungan dengan efektivitas yang telah disebutkan di atas. Hal ini dikatakan menurut Yusufhadi Miarso 2004, Produktivitas pembelajaran adalah hasil yaitu lulusan, karya tulis, penelitian dan sebagainya bertambah, dengan pengurangan masukan atau tanpa pertambahan masukan sedikit tetapi pertambahan hasilnya lebih besar atau
pertambahan masukan yang banyak dengan hasil yang jauh bertambah. Sedangkan kesepadanan antara waktu, biaya dan tenaga yang digunakan dengan hasil yang diperoleh disebut efisiensi pembelajaran. Dengan adanya organisasi yang rapi, misalnya lingkungan atau latar yang teratur, pembagian tugas seimbang, dan pelaksanaan yang tertib, dan usaha yang tidak berlebihan merupakan salah satu cirinya. Menurut Astim Riyanto (2003:6) Efektivitas pembelajaran di artikan berhasil guna atau tepat guna atau mencapai tujuan atau pencapaian tujuan pembelajaran . Dalam hal ini efektivitas pembelajaran atau pembelajaran yang efektif adalah usaha yang membuahkan hasil atau menghasilkan belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi siswa, melalui pemakaian prosedur yang sesuai.
Gaining kowledge of
merupakan pengertian dari kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, WAN) yang mana digunakan sebagai cara menyampaikan pembelajaran, interaksi dan berbagai fasilitas serta didukung oleh bermacam bentuk layanan belajar lainnya (Brown dalam Waryanto). Pembelajaran online berguna terhadap kegiatan pembelajaran di kelas (lecture room
instruction), yaitu sebagai: (1)
Suplemen. Dalam hal ini tidak ada kewajiban bagi siswa untuk mengakses materi pembelajaran online karena siswa mempunyai kebebasan memilih apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran online atau tidak jika siswa bertindak
sebagai suplemen. (2) Complemen yang dapat diartikan sebagai pelengkap. Jika materi pembelajaran online diprogramkan untuk menjadi materi pengayaan atau remedial bagi siswa di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. (3) Subtitusi. Dikatakan demikian jika materi pembelajaran online diprogramkan untuk menggantikan materi pembelajaran yang diterima siswa di kelas (Soekartawi dalam Waryanto, 2006: 12-13). Menurut Hanum (2013: 92) pembelajaran online atau e-mastering adalah salah satu bentuk version pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk dunia maya (Hanum, 2013: 92). Istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi pembelajaran yang ada di sekolah atau perguruan tinggi ke dalam bentuk virtual yang dijembatani teknologi internet . Sedangkan (Seok dalam Hanum, 2013: 93) menyatakan bahwa e-learning are-gaining knowledge of educational designer, facilitator of interaction, and difficulty depend experts”. E-gaining knowledge of diartikan sebagai bentuk pengajaran baru bagi pembelajaran di abad 21. Guru elektronik merupakan desainer pembelajaran instruksional, fasilitator interaksi dan ahli materi ajar. E-gaining knowledge of mempunyai ciri-ciri, antara lain: 1) memiliki konten yang relevan dengan tujuan pembelajaran; 2) menggunakan metode instruksional. E-learning merupakan sistem pembelajaran yang
open source, sistem pembelajaran yang menggunakan aplikasi net yang dapat dijalankan dan diakses dengan net browser (Wulandari & Rahayu, 2010: 71). E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media jaringan komputer(Wulandari & Rahayu, 2010: 72).
Minat belajar adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan belajar yang dimiliki siswa, minat muncul dari dalam diri siswa itu sendiri. Faktor dari luar minat belajar yaitu bagaimana cara guru tersebut mengajar. Disini peran guru sangat penting , guru dapat memberikan dorongan untuk menumbuhkan minat belajar siswa dengan cara mengajar yang inovatif bahwa minat belajar merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan siswa serta membangun motivasi -motivasi peserta didik yang membangun (Riamin, 2016). Hal serupa dikatakan minat belajar adalah suatu rasa untuk menyukai atau juga tertarik pada suatu hal dan aktivitas belajar tanpa ada yang menyuruh untuk belajar (Ricardo & Meilani, 2017).
Sehingga minat belajar juga merupakan faktor pendorong untuk siswa dalam belajar yang didasari atas ketertarikan atau juga rasa senang keinginan siswa itu untuk belajar, sehingga siswa mempunyai sikap ketaatan dalam kegiatan proses belajar, baik yang dalam kegiatan proses belajar, baik yang menyangkut perencanaan jadwal belajar yang dimilikinya maupun inisiatif dirinya sendiri melakukan usaha tersebut dengan bersungguh-sungguh dalam
belajar. Minat belajar juga mempunyai indikator-indikator di dalamnya yaitu adanya perasaan tertarik dan juga senang untuk belajar, adanya perasaan tertarik dan juga senang untuk belajar, adanya partisipasi yang aktif, adanya kecenderungan untuk memperhatikan dan daya konsentrasi yang besar, memiliki perasaan positif dan kemauan belajar yang terus meningkat, adanya kenyamanan pada saat belajar, dan dimilikinya kapasitas dalam membuat keputusan berkaitan dengan proses belajar yang dijalaninya. Setelah melakukan kajian literasi jurnal-jurnal, sehingga bisa diadakannya penelitian mengenai bagaimana Efektivitas
E
-Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Covid 19 Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas IV MIN 2 Palembang.Sehingga untuk menjawab
bagaimana efektivitas e-learning dalam pembelajaran jarak jauh terhadap minat siswa tersebut dari sudut pandang guru, siswa kelas IV dan orang tua siswa yang ada di lingkungan MIN 2 Palembang. Karena dengan keadaan yang seperti sekarang ini, pelaksanaan pembelajaran tidak akan sama dengan pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah.
Warkintin dan Mulyadi (2019), menjelaskan bahwa “Pendidikan merupakan suatu sistem yang mengembangkan misi cukup luas berhubungan dengan perkembangan fisik, keterampilan, pikiran, perasaan, kemampuan, sosial sampai kepada masalah kepercayaan atau keimanan”. Maka apapun hambatan ataupun rintangan pendidikan harus tetap berjalan dengan baik. Yang dimaksud hambatan dalam hal ini adalah
hambatan yang dialami guru ditengah kondisi Covid-19 ini pembelajaran dilaksanakan secara daring dan tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka di kelas. Kondisi tersebut menuntut guru untuk melakukan inovasi-inovasi dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran melalui daring (dalam jaringan). Sehingga solusi yang dilakukan selama masa pandemi adalah mencari solusi dengan menggunakan pembelajaran berbasis dalam jaringan. Guru dituntut untuk inovatif dalam menggunakan pembelajaran dengan model daring. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Tjandra, D. S. (2020), bahwa “Guru hanya memfasilitasi dengan perpustakaan kelas, modul, buku teks, serta buku-buku pendukung, dan yang terpenting akses internet, serta menyediakan beberapa komputer untuk para siswa yang tidak membawa laptop”. Bentuk e-learning (pembelajaran berbasis elektronik) akan tetap ada dan terus berkembang. Seiring dengan kepemilikan komputer yang tumbuh pesat di dunia, e-learning terus bertambah dan semakin berkembang dan mudah diakses. Kecepatan koneksi internet semakin meningkat, dan dengan itu, peluang metode pelatihan multimedia yang lebih banyak bermunculan. Sehingga harapan dalam pembelajaran dengan model daring adalah menjadi sebuah solusi yang dapat membantu pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 .
Penelitian ini fokus pada efektifitas e-learning dalam pembelajaran jarak jauh pada masa Covid 19 terhadap minat belajar siswa kelas IV yang dilakukan oleh pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah menggunakan e-learning sangat efektif sebagai proses pembelajaran terhadap minat belajar siswa pada masa Covid-19 saat ini terjadi.
METODE PENELITIAN
Seperti yang kita ketahui saat ini, kondisi pandemi menuntut pendidik dalam hal ini adalah guru untuk terus berupaya meningkatkan inovasi pembelajaran dan menggubah pola pembelajaran tatap muka menjadi pola pembelajaran tanpa tatap muka. Zhafira, Ertika, dan Chairiyaton (2020), menjelaskan bahwa “Terdapat model pembelajaran lain yang bisa digunakan oleh tenaga pendidik (guru) sebagai media penyampaian ilmu pengetahuan, yaitu
pembelajaran daring dan
pembelajaran campuran (kombinasi dari dua metode pembelajaran yaitu tatap muka dan pembelajaran daring)”. Metode pembelajaran daring tidak menuntut siswa untuk hadir di kelas. Siswa dapat mengakses pembelajaran melalui media internet yang mana disana terdapat berbagai aplikasi-aplikasi yang telah sepakat digunakan oleh pihak sekolah.
Oleh karena itu bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Penelitan kualitatif sendiri merupakan penelitian bersifat
deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis. Karakteristik penelitian kualitatif yaitu melakuakan penelitian dalam kondisi yang alami, langsung ke sumber data, peneliti menjadi instrumen kunci, menyajikan data-data dalam bentuk kata-kata atau gambar dan tidak menekan
angka-angka, dan melakukan analisis data. Kemudian metode penelitian kualitatif ini tidak dimanipulasi oleh peneliti, analisis data berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan (Sugiyono, 2015). Metode penelitian kualitatif sering juga disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (nantural setting); disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif .Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument (alat) dan dengan teknik pengumpulan data participant observation (observasi berperan serta) dan in depth interview (wawancara mendalam), sehingga peneliti harus berinteraksi langsung dengan sumber data.
Sumber data yang diambil oleh peneliti yaitu hasil wawancara dengan siswa kelas IV, orangtua siswa dan guru yang ada di lingkungan MIN 2 Palembang. Dan data yang diperoleh dari orangtua siswa ini berupa opini secara individual yang berdasarkan jawaban dari hasil wawancara dengan peneliti. Kemudian data akan dikumpulkan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh peneliti. Selain itu sumber data hasil wawancara dari orangtua siswa dan guru yang di sekitar rumah peneliti, bisa juga hasil dokumentasi berbagai literatur yaitu berupa buku, jurnal, artikel atau pun yang berkaitan dengan penelitian.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MIN 2 Palembang yang mengikuti pembelajaran jarak jauh
selama masa pandemi Covid-19 ini, guru kelas, guru bidang studi dan orangtua siswa. Mendapatkan total 12 responden, 2 orang guru kelas, 2 guru bidang studi yang ada di lingkungan MIN 2 Palembang, 2 orangtua siswa kelas IV yang besekolah di MIN 2 Palembang, tidak semua orangtua yang mau diwawancarai jadi hanya 2 orang saja yang bisa di wawancarai, 6 orang siswa kelas IV. Pengumpulan data yang dilakukan melalui Google Form. Untuk memeriksa keabsahan dalam penelitian, peneliti menggunakan teknik referensi yang diperoleh selama penelitian, jawaban responden. Untuk menguji dan mengoreksi hasil penelitian yang sudah dilakukan.
TEMUAN DAN PEMBAHASAN 1. Temuan
Hasil penelitian menemukan bahwa siswa kelas IV merasa bosan dan jenuh karna tidak bisa bertatap muka langsung terhadap guru dan teman-temannya. Tidak seperti pembelajaran yang dilakukan offline, mereka hanya bisa bertemu secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom yang hanya dilakukan 1 minggu sekali karena keterbatasan biaya kuota yang dikeluhkan. Siswa terlihat kurang semangat dari setiap pembelajaran online berlangsung, hal ini diketahui ketika guru memberikan pertanyaan-pertanyaan langsung pada saat zoom.
Siswa hanya menyimak tanpa
diketahui oleh guru apakah siswa itu paham atau tidak dengan materi pelajaran yang telah di sampaikan. Selanjutnya, hal yang sama terjadi ketika guru memberikan video
pembelajaran yang bisa langsung diakses lewat youtube, dari hasil viewer tampak sedikit sekali yang menonton video pembelajaran tersebut, sehingga seringkali siswa langsung menanyakan tugas dari setiap materi yang di berikan secara langsung tanpa menyimak vidio pembelajaran tersebut.
Dan pada akhirnya
pembelajaran secara online membuat kebanyakan siswa menjadi malas karena setiap tugas yang diberikan kebanyakan orangtua siswa yang mengerjakan karena kurangnya kesabaran para orangtua dalam membimbing anak-anaknya dalam belajar sehingga secara tidak langsung berakibat kepada anak dan akhirnya tugas-tugas pun dikerjakan oleh orangtua siswa.
2. Pembahasan
Covid-19 adalah jenis virus yang tingkat penyebarannya sangat tinggi dan cepat. Virus ini menyerang sistem imun (kekebalan tubuh) dan pernapasan manusia (Rothan & Byrareddy,2020). Pencegahan virus ini dilakukan dengan menghindari interkasi langsung orang yang terinfeksi dengan orang-orang yang beresiko terpapar virus korona ini (Caley, Philp, & McCracken, 2008). Dengan mengatur jarak dan kontak fisik yang berpeluang menyebarkan virus disebut social distancing (Bell et al, 2006). Berbagai upaya untuk menekan mata rantai penyebaran Covid-19. Di lingkungan MIN 2
Palembang menerapkan dan
memberlakukan aturan pembelajaran daring. Pembelajaran dilakukan menggunakan internet sehingga
memudahkan guru dan siswa berinterkasi secara online. Guru dapat membuat bahan ajar yang dapat diakses oleh siswa dimana saja dan kapan saja. Menurut Bell et al, (2017) pembelajaran daring memungkinkan adanya interaksi melalui web walaupun mereka berada ditempat yang jauh dan berbeda (Arzayeva, et al., 2015). Keberadaan guru dan siswa yang berada ditempat yang berbeda selama pembelajaran menghilangkan kontak fisik dan mampu mendorong muculnya perilaku social distancing. Menurut Stein (2020) melakukan social distancing sebagai solusi yang terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Pelaksanaan pembelajaran daring ini memungkinkan siswa dan guru melaksanakan pembelajaran dari rumah masing-masing. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran dan mengirim tugas yang diberikan guru tanpa harus bertemu secara fisik di sekolah. Tindakan ini bisa mengurangi timbulnya kerumunan massa di sekolah seperti yang terjadi pada pembelajaran tatap muka. WHO (2020) merekomendasikan bahwa menjaga jarak dapat mencegah penularan Covid-19.
Sehingga pada
pelaksanaannya baik belajar secara jarak jauh secara online maupun belajar tatap muka langsung (offline) tetap harus memperhatikan tercapainya tujuan pembelajaran walaupun pemerintah sendiri memberi keringanan terhadap pencapaian kompentensi siswa.Merujuk pada pendapat Robert F. Mager (dalam Uno, 2008) tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada
kondisi dan tingkat kompetensi tertentu.Kemp dan Kapel (dalam Uno, 2008) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Henry Ellington dalam Hamzah B. Uno (2008)
menyatakan bahwa tujuan
pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. Sementara itu, Hamalik (2005)
menyebutkan bahwa tujuan
pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran.
Para ahli memberikan rumusan tujuan pembelajaran yang beragam, tetapi semuanya menunjuk pada esensi yang sama, bahwa: (1) tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi ada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran; (2) tujuan dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik. Berdasarkan pendapat ahli mengenai definisi dan tujuan pembelajaran maka bisa
disimpulkan bahwa tujuan
pembelajaran merupakan hasil dari seluruh rangkaian pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan.
Pembelajaran daring yang dilaksanakan di MIN 2 Palembang dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran yang dapat diakses internet. Siswa mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran yang fleksibel. Dengan pembelajaran daring, siswa tidak terkendala waktu dan tempat dimana
mereka dapat mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing maupun dari tempat dimana saja. Dengan pembelajaran daring, guru memberikan pembelajaran melalui kelas-kelas virtual yang dapat diakses dimana pun dan kapan pun tidak terikat ruang dan waktu. Penelitian Sun et al., (2008) menginformasikan bahwa fleksibilitas waktu, metode pembelajaran, dan tempat dalam pembelajaran daring berpengaruh terhadap kepuasan siswa terhadap pembelajaran.
Oleh karena itu guru memiliki kewajiban untuk melakukan pembelajaran dengan apapun alasannya. Adapun model daring yang digunakan guru adalah menggunakan salah satu aplikasi yaitu e-learning madrasah, Youtube, WhatsApp dan Telegram, bahkan ada yang seminggu sekali kali melakukan tatap muka dengan aplikasi Zoom Meeting. Model pembelajaran daring yang menjadi pilihan pertama, yaitu sebanyak 100% guru-guru menggunakan fasilitas e-learning madrasah karena pihak
madrasah mengarahkan
menggunakan aplikasi e-learning maka guru pun harus di tuntut menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran jarak jauh, dan juga menggunakan WhatsApp, dan Telegram dimana guru membuat WhatsApp group dan Telegram group sehingga semua siswa dapat terlibat dalam grup. Tugas-tugas diberikan melalui e-learning madrasah . Bahkan ketika ada siswa yang masih belum memahami maka guru juga akan menambahkan penjelasan materi pembelajaran dengan mengirimkan video pembelajaran yang bisa diakses
lewat youtube atau pun melakukan Vidio Call dengan siswa.
Penggumpulan tugas pun lebih memudahkan siswa dengan mengunduh tugas di e-learning. Tugas siswa terletak di KI3 (Kompetensi Inti Pengetahuan) e-learning yang berisi tugas-tugas pengetahuan, perintah dan informasi tugas sudah tertera di KI3, untuk meng-upload hasil tugas siswa pun sedah tersedia di KI3. Sedangkan KI4 (Kompetensi Inti Keterampilan) berisi tugas-tugas keterampilan siswa, sama seperti halnya dengan KI3, semua perintah tugas dan informasi serta tempat upload tugas pun telah tersedia. Tugas-tugas anak langsung bisa di koreksi dan di nilai oleh guru sehingga siswa bisa mengetahui hasil yang dicapainya. Tugas dapat juga dikirim lewat Telegram dan biasanya siswa memfoto tugas tersebut dan mengirimkan pada guru. Hal ini terjadi apabila aplikasi e-learning overload. Bahkan video tutorial yang dibuat oleh guru banyak juga yang di dikirim lewat Telegram dan di sisipkan pada aplikasi e-learning madrasah. Selanjutnya siswa mengunduh materi dan mempelajari materi dari guru yang ada di bahan ajar. Hasil wawancara lebih lanjut dijelaskan bahwa model pembelajaran yang dilakukan guru adalah dengan
mengirimkan video dengan
menggunakan WhatsApp dan
Telegram group. Bentuk video
pembelajaran yang umum dikirim lewat Telegram grup kelas berisi sapaan kepada siswa dan dilanjutkan dengan menjelaskan materi pelajaran dan tugas yang akan dikerjakan pada hari itu. Selanjutnya tugas yang diberikan dapat dikirimkan dalam
bentuk video, dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Cara siswa mengerjakan tugas adalah dengan mengerjakan tugas secara manual dengan cara menulis di buku kemudian foto hasil tugas dikirim lewat e-Learning ataupun Telegram. Ada juga mengerjakan
tugas dengan menggunakan
Worksheet aplikasi yang langsung ada hasil penilaian yang di capai siswa. Dan bukti hasil nilai yang di peroleh siswa di foto atau screenshoot lalu di upload pada KI3 atau KI4. Dan dalam upaya memantapkan penilaian maka guru juga menambahkan tugas dalam bentuk CBT (Computer Base Test) yang ada pada aplikasi e-learning. Hal ini bertujuan untuk memperoleh nilai hasil pencapaian siswa selama
pembelajaran berlangsung.
Pemanfaatan Telegram group kelas juga digunakan guru sebagai sarana komunikasi untuk menginformasikan
kepada siswa yang belum
mengumpulkan tugas. Alasan guru juga memilih menggunakan Telegram lebih praktis, lebih mudah dipahami anak,lebih efektif kerena tidak membutuhkan banyak quota dalam proses pembelajaran dan juga data tersimpan bukan di memori telpon atau eksternal tapi tersimpan di cloud yang tidak banyak menyita memori pemakaian android. Alasan lain adalah lebih mudah dan semua orang tua wali murid dapat menggunakannya dan bukan hal yang asing. Kelebihan dalam penggunaan e-learning adalah
lebih mudah dalam
mengoperasikannya dan lebih mudah dalam pengiriman soal dan materi. Jikapun ingin melakukan pertemuan secara virtual maka guru dapat langsung menggunakan fitur Video Call. E-learning bersifat sederhana,
efektif dan juga efisien dalam penggunaannya.
Selain itu juga pembelajaran daring memiliki tantangan khusus, lokasi siswa dan guru yang terpisah saat melaksanakan menyebabkan guru tidak dapat mengawasi secara langsung kegiatan siswa selama proses pembelajaran. Maka dari itu tidak ada jaminan bahwa siswa
sungguh-sungguh dalam
mendengarkan ulasan dari guru. Szpunar, Moulton, & Schacter, (2013) melaporkan dalam penelitiannya bahwa siswa menghayal lebih sering
pada pembelajaran daring
dibandingkan ketika pembelajaran tatap muka berlangsung. Oleh sebab itu disarankan pembelajaran daring sebaiknya diselenggarakan dalam waktu tidak lama mengingat siswa sulit mempertahankan konsentrasinya apabila pembelajaran daring dilaksanakan lebih dari satu jam (Khan.,2012).
“Hasil penelitian juga melaporkan bahwa tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan secara daring. Bahan ajar biasa disampaikan dalam bentuk bacaan yang tidak mudah dipahami secara menyeluruh oleh siswa” (Sadikin, A., & Hakim, N., 2019). Mereka berpendapat bahwa materi dan tugas tidak cukup hanya di berikan dalam bentuk video karena perlu penjelasan secara langsung oleh guru. Garrison & Cleveland-Innes (2005) dan Swan (2002) melaporkan bahwa kelas yang gurunya sering masuk dan memberikan penjelasan memberikan pembelajaran lebih baik dibandingkan kelas yang gurunya jarang masuk kelas dan memberikan
penjelasan. Hal tersebut yang mempengaruhi minat belajar siswa. Sehingga minat belajar adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan belajar yang dimiliki siswa, minat itu sendiri muncul dalam diri siswa itu sendiri. Dan faktor dari luar minat belajar yaitu bagaimana cara guru tersebut mengajar memberikan materi pelajaran. “Peran guru sangat penting untuk menumbuhkan minat belajar siswa salah satunya dengan cara mengajar yang menyenangkan, memberikan
motivasi yang membangun”
(Riamin,2016).
Minat belajar juga mempunyai indikator-indikator di dalamnya yaitu adanya perasaan tertarik terhadap suatu pelajaran dan juga senang untuk belajar, adanya partisipasi yang aktif , adanya kecenderungan untuk memperhatikan ketika guru menjelaskan materi pelajaran dan daya konsentrasi yang besar proses pembelajaran itu berlangsung, memiliki perasaan positif dan kemauan belajar yang terus meningkat, adanya kenyamanan pada saat belajar dan dimilikinya kapasitas dalam membuat keputusan berkaitan dengan proses belajar yang dijalaninya. Adapun salah satu cara menumbuhkan minat belajar siswa yaitu memberikan video animasi pembelajaran yang menarik agar siswa itu tertarik pada pembelajaran yang sedang berlangsung. sehingga dalam pembelajaran daring juga menyampaikan motivasi belajar dan semangat untuk belajar meskipun menyapa secara virtual. Sebaiknya guru selalu memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran daring berlangsung agar siswa itu
tidak jenuh,bosan, tidak lemas atau tidak bersemangat dan minat belajar siswa tetap ada. Guru juga memperhatikan siswanya jika ada salah satu siswa yang tidak mengetahui atau memahami tentang materi tersebut, sebagai guru membantu siswa dalam mengalami kesulitan sehingga siswa paham dengan materi yang telah diberikan oleh guru.
Dengan adanya pandemi ini mau tidak mau menuntut para guru untuk bisa memanfaatkan teknologi secara apik. Apabila guru tidak cakap dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh maka akan mengakibatkan penurunan keaktifan siswa. Dikhawatirkan, penurunan keaktifan siswa tersebut bisa menjadi salah satu indikator minat belajar siswa menurun. Oleh karena itu, guru harus bisa mengembangkan cara meningkatkan minat belajar pada siswa. Dan adapun cara meningkatkan minat belajar pada siswa sebagai berikut, minat belajar siswa dapat
ditingkatkan dengan lima
langkah.(Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), Kemendikbud Provinsi Lampung. Yang pertama dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik khususnya guru. Guru menjadi pioner dalam proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, sebagai seorang guru harus secara sadar diri terus melakukan peningkatan kualitasnya dalam menyampaikan materi pelajaran. Selain itu tidak hanya berbicara soal kualitas mengajar pada mata pelajaran yang diampu, lebih dari itu, guru juga dituntut berkualitas dalam aspek psikologis anak. Hal ini merupakan yang sangat penting, demi
terwujudnya minat belajar siswa yang tinggi. Seharusnya para guru bisa melakukan peningkatan kualitas dengan cara mengikuti berbagai macam seminar dan pelatihan. Yang kedua memaksimalkan fasilitas pembelajaran. Untuk membangun minat belajar siswa, guru harus bisa memaksimalkan fasilitas belajar yang tersedia. Di saat masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) seperti ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan bantuan kuota internet,kuota internet didapat beberapa bulan setelah melakukan pembelajaran jarak jauh. Selain itu, Guru juga sangat dianjurkan menggunakan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar yang bisa memotivasi siswa. Guru bisa menggunakan layanan LMS (Learning Management System) yang bisa
melayani guru Live
Teaching (mengajar secara virtual). Yang ketiga memilih metode pembelajaran yang tepat dan menarik. Sebagai seorang guru, memang harus pandai dalam memilih metode belajar yang tepat. Sehingga pemilihan metode belajar ini bisa menjadi tolak ukur apakah siswa merasa jenuh dan bosan dalam kegiatan belajarnya atau bahkan merasa antusias dengan metode yang guru terapkan. Kemudian guru juga bisa menerapkan metode belajar diskusi secara langsung melalui aplikasi belajar atau membagi siswa dalam beberapa kelompok guna memudahkan siswa dalam memahami materi. Hal ini bertujuan untuk membangun minat siswa mengemukakan gagasannya apabila diskusi sedang berlangsung. Yang keempat memanfaatkan media
belajar. Membuat media belajar yang menarik dan kreatif bisa menjadi daya tarik siswa untuk belajar. Dengan menggunakan media belajar yang demikian itu, fokus siswa dalam belajar bisa ditingkatkan. Ada pun media belajar yang bisa menjadi alternatif untuk menunjang kegiatan belajar siswa bisa berupa video pembelajaran beranimasi. Jika guru menggunakan platform LMS untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, pastikan platform tersebut menyediakan layanan video belajar dengan animasi untuk membantu penjelasan yang guru sampaikan. Yang kelima lakukan evaluasi pembelajaran. Guru bisa mengetahui apakah evaluasi pada setiap kegiatan pembelajaran mutlak sangat perlu untuk dilakukan. Hal ini bertujuan melihat efektivitas kegiatan belajar tersebut sudah efektif atau belum. Evaluasi ini bisa dilakukan dengan menganalisis nilai yang diperoleh siswa dari soal atau tugas yang guru berikan.
Siswa yang mempunyai minat belajar terhadap suatu pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh karena adanya daya tarik baginya, sehingga dapat di definisikan bahwa minat belajar merupakan
keadaan yang menunjukkan
kecenderungan perhatian atau tertarik terhadap suatu pelajaran tertentu. Sehingga pembelajaran jarak jauh ini berpengaruh terhadap minat belajar siswa dikarenakan pembelajaran yang berbeda dari pembelajaran kelas. Minat belajar siswa bisa turun karena video atau materi pelajaran yang diberikan kurang menarik. Jika pembelajaran di kelas kalau siswa minat belajarnya sudah turun dan
tidak semangat lagi, biasanya guru memberikan permainan atau bernyanyi bersama (ice breaking). Hal tersebut biasanya dilakukan agar siswa tidak mudah bosan pada proses pembelajaran daring berlangsung. Selain itu guru juga mempunyai perbedaan dalam meningkatkan minat belajar siswa, bisa juga dengan selalu memotivasi siswanya agar tidak putus asa, tidak mudah bosan pada saat pembelajaran berlangsung.
Masih menurut salah satu responden, kelebihan dalam pembelajaran jarak jauh ini masih bisa belajar meskipun belajar di rumah. Namun juga memiliki banyak kekurangan seperti tidak bisa memantau siswa secara langsung, tidak bisa bertatap muka secara langsung, dan tidak bisa mengetahui karakter yang dimiliki oleh siswa, ada juga pemberian materi yang kurang efektif serta keterbatasan waktu pemberian materi. Pembelajaran daring ini pada pelaksanaannya siswa hendaknya di dampingi orang tua agar siswa hendaknya tidak kebingungan pada saat diberikan materi oleh guru. Jika ada kesulitan orang tua bisa langsung membantu anaknya. Akan tetapi ada beberapa siswa sendiri merasa kurang bersemangat dalam melakukan pembelajaran daring ini sehingga terkadang tugas atau latihan yang di berikan kepada siswa malah dikerjakan oleh orangtua siswa itu sendiri, hal ini sering terjadi ketika tugas di foto dan dikirimkan keguru, tulisan pada tugas tersebut adalah tulisan orangtua siswa bukan tulisan anaknya. Bagi orangtua yang tidak bisa mendampingi anaknya belajar daring karena ada sebagian orangtua
yang bekerja. Orangtua yang bekerja tidak mengalami kesulitan pada saat
anaknya melakukan proses
pembelajaran daring karena tidak mendampingi anaknya dan juga
memaklumi dengan adanya
pembelajaran daring.
Dari kondisi tersebut, masih menurut salah satu orang tua siswa, hal ini akan mempengaruhi minat belajar siswa karena proses belajar yang berbeda. Sehingga ada kemungkinan besar siswa menjadi malas atau tidak bersemangat mengikuti pembelajaran daring yang sudah dijadwalkan oleh pihak sekolah, karena keinginan bermain, ketika android atau smartphone diberikan kepada anak dengan tujuan anak mengikuti pembelajaran daring dan tanpa di dampingi orang tua, hal yang terjadi adalah anak malah main game di smartphone nya. Ada pula yang orang tuanya tidak memaksakan anaknya mengikuti pembelajaran daring dari awal hingga akhir. Sehingga membuat anak merasa bahwa belajar itu tidak terlalu penting. Anak juga mengalami kebosanan dikarenakan hanya bertemu dengan teman-teman dan gurunya melalui media virtual atau biasanya menggunakan Zoom atau Google Meet tidak bertemu secara langsung. Pemberian tugas kepada siswa secara daring juga di anggap menjadi beban bagi sebagian siswa dan orang tua siswa. Bagi siswa dan orang tua yang belum pernah mengenal gadget akan kebingungan dan akhirnya tidak menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru. Dan apabila materi pelajaran dirasa kurang bisa dipahami sehingga membuat siswa dan orang tua kebingungan dalam menjawab
dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, dan terkadang jalan yang diambil siswa dan orang tua adalah tidak mengerjakan tugas tersebut karena tidak semua orang tua berasal dari latar pendidikan yang sama.
Dan hal yang seharusnya orang tua siswa lakukan adalah menumbuhkan minat belajar anaknya dengan selalu memberikan semangat dan mendampingi pada saat proses pembelajaran daring berlangsung, memberikan proses belajar dengan orang tua yang menyenangkan dengan melihat situasi dan kondisi. Seharusnya orang tua juga selalu memberikan motivasi kepada anaknya agar tetap belajar dan mengikuti proses pembelajaran meskipun dari rumah. Dan selalu memotivasi anak agar mau mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh gurunya pada waktu pembelajaran daring sedang berlangsung dengan memberikan hadiah kepada anak, bisa juga dengan pemberian semangat belajar secara lisan dengan perkataan yang positif dan membangun minat belajar anak itu sendiri. Selalu memberikan motivasi kepada anak bagaimana pentingnya belajar itu sendiri sehingga proses pembelajaran daring berlangsung menyenangkan dan membuat anak merasa senang belajar daring.
PENUTUP 1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan keseluruhan pembahasan yang telah dilakukan , kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa efektifitas e-learning dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ)pada masa covid 19 terhadap minat belajar siswa kelas IV MIN 2 Palembang sangat berpengaruh. Dikarenakan siswa menjadi jenuh dan bosan ketika pembelajaran daring berlangsung. Pembelajaran daring dirasa kurang menarik tidak seperti pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, guru harus menciptakan pembelajaran
daring yang menarik dan
meningkatkan minat belajar siswa. Cara untuk menumbuhkan minat belajar siswa dengan memberikan motivasi-motivasi belajar, kepada siswa dengan perkataan yang positif dan membangun siswa dalam kondisi belajar. Hal yang lain adalah dengan memperhatikan siswa pada saat pembelajaran daring berlangsung. 2.
Rekomendasi
Saran dari peneliti bagi guru, guru juga dituntut harus mampu mendesain kegiatan belajar dari rumah secara lebih ringan, kreatif namun efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media yang tepat sesuai dengan materi yang hendak disampaikan. Jenis tugas yang diberikan pun harus dirancang sedemikian rupa sehingga siswa tetap semangat dalam belajar secara daring dan tidak menjadi beban psikis. Walaupun kegiatan belajar dari rumah dengan sistem daring akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang
akan diajarkan, namun guru harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan. Guru juga perlu lebih memberi pemahaman kepada siswa bahwa tugas yang diberikan itu bukanlah sebuah beban yang menjadi kewajiban untuk diselesaikan, tetapi adalah sebuah proses yang harus dilalui untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajaran.
Diharapkan kedepannya ada model pembelajaran daring yang lebih baik lagi untuk menunjang pembelajaran agar lebih efektif dan efisien yang mampu diterima oleh siswa secara baik, sehingga pembelajaran daring bisa dijadikan solusi yang baik untuk menunjang kemajuan belajar di rumah dalam kondisi pandemi seperti ini. Peran orang tua di rumah diharapkan dapat semaksimal mungkin mendampingi putra putrinya belajar dirumah. Meskipun daring tetapi harapannya pembelajaran tetap bisa tercapai
tujuan pembelajaran yang
DAFTAR PUSTAKA
Andriani, R., & Rasto, R. (2019).Motivasi belajar sebagai determinan hasil belajar siswa.Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 4(1), 80. Diambil kembali dari,
https://doi.org/10.17509/jpm.v4i1.14958
Ashari, M. (2020).Proses Pembejalaran Daring di Tengah Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Dinilai Belum Maksimal.20 Maret. Diambil kembali dari,
https://www.pikiranrakyat.com/pendidikan/pr-01353818/proses-pembejalaran-daring-di-tengah-antisipasi-penyebaran-virus-corona-dinilai-belum-maksimal Aulia,S. (2020).Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi.20 Juli. Diambil kembali dari,
https://www.suara.com/yoursay/2020/07/20/175556/pembelajaran-daring-pada-masa-pandemi
Contesa, D. (2020). Hubungan Orang Tua dengan Minat Belajar Siswa pada Masa Covid-19 Diambil kembali dari, https://mahasiswaindonesia.id/hubungan-orang-tua-dengan-minat-belajar-siswa-pada-masa-covid-19/
Dewi, W. A. F. (2020). Dampak COVID-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di
Sekolah Dasar.Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55–61. Diambil kembali dari,
https://doi.org/10.31004/edukatif.v2i1.89
Hanum, N.S. (2013). Keefektifan e-learning sebagai media pembelajaran (studi evaluasi
model pembelajaran e-learning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto.
Yogyakarta:Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal pendidikan vokasi, vol.3, no.1 (2013) Diambil kembali dari, https//journal.uny.ac.id/index.php/jpu/article/view/1584/1314 Harnani, S. (2020).EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19. 7 Juli.
Diambil kembali dari,
https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/efektivitas-pembelajaran-daring-di-masa-pandemi-covid-19
Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Choi, C. H., & Putri, R. S. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran
Online di Sekolah Dasar.
Riamin.(2016). Menumbuhkan Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran. 14 April. Diambil kembali dari,
https://www.kompasiana.com/riamin/570ec6323697738d1a3e38b6/menumbuhkan-minat-belajar-siswa-dalam-pembelajaran
Ricardo, R., & Meilani, R. I. (2017).Impak Minat dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar
Siswa.Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 2(2), 79. Diambil kembali dari,
https://doi.org/10.17509/jpm.v2i2.8108
Sugiyono, P. D. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, KualitatifF, Dan R
Syah, R. H. (2020). Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan
Proses Pembelajaran. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(5).
Diambil kembali dari, https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i5.15314
Syarifudin, A. S. (2020). Impelementasi Pembelajaran Daring Untuk Meningkatkan Mutu
Pendidikan Sebagai Dampak Diterapkannya Social Distancing.Jurnal Pendidikan
Bahasa Dan Sastra Indonesia Metalingua, 5(1), 31–34. Diambil kembali dari, https://doi.org/10.21107/metalingua.v5i1.7072
Warkintin, W., & Mulyadi, Y. B. (2019).Pengembangan Bahan Ajar Berbasis CD Interaktif
Power Point Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(1), 82-92.
Wulandari, M.S. & Rahayu, N. (2010).Pemanfaatan media pembelajaran secara online
(e-learning) bagi wanita karir dalam upaya meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas
Diambil kembali dari,
https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-01738545/update-virus-corona-di-dunia-13-september-2020-kasus-positif-covid-19-dekati-angka-29-juta-orang Yanti, M. T., Kuntarto, E., & Kurniawan, A. R. (2020).Pemanfaatan Portal Rumah Belajar
Kemendikbud Sebagai Model Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar.Adi WidyaJurnal
Pendidikan Dasar, 10(1), 61–68. Diambil kembali dari, https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Yunita, N. W. (2020). Penyebab, Asal Mula, dan Pencegahan Virus Corona di Indonesia. 28 Maret. Diambil kembali dari,
https://m.detik.com/news/berita/d-4956764/penyebab-asal-mula-dan-pencegahan-virus-corona-di-indonesia