• Tidak ada hasil yang ditemukan

thamrinnst.wordpress.com

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "thamrinnst.wordpress.com"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ST

ST

RU

RU

KT

KT

UR

UR

BA

BA

JA

JA

1

1

MODUL 4

MODUL 4

S

S

e

e

s

s

i

i

4

4

Ba

Bata

tang

ng Te

Teka

kan

n ((

Compression Member 

Compression Member 

))

Dosen Pengasuh :

Dosen Pengasuh :

Ir. Thamrin Nasution

Ir. Thamrin Nasution

Materi Pembelajaran :

Materi Pembelajaran :

9.

9. TekTekuk uk LeLentuntur r TorTorsi.si.

a)

a) TekuTekuk Lentk Lentur Torur Torsi Profsi Profil Siku Gail Siku Ganda dan Pnda dan Profil Trofil T..

 b)

 b) Tekuk Lentur Torsi Tekuk Lentur Torsi Profil Dengan Profil Dengan Dua Sumbu Dua Sumbu Simetri.Simetri.

c)

c) Bentuk PBentuk Penampang enampang yang myang mengalami engalami Torsi daTorsi dan Wan Warping.rping.

d)

d) Konstanta TKonstanta Torsi dan Worsi dan Warping Uarping Untuk Beberapa ntuk Beberapa Bentuk PBentuk Penampangenampang..

e)

e) CONCONTOH TOH SOASOAL : L : EVAEVALUALUASI.SI.

f)

f) CONCONTOH TOH SOASOAL L : P: PEREERENCANNCANAANAAN..

Tujuan Pembelajaran :

Tujuan Pembelajaran :

 Mahasiswa dapat mengMahasiswa dapat mengetahui dan memahaetahui dan memahami tekuk lentur tomi tekuk lentur torsi pada profil tersusunrsi pada profil tersusun

 siku

 siku ganda, ganda, profil profil T, T, profil profil dengan dengan sumbu sumbu simetri, simetri, konstanta konstanta torsi torsi dan dan konstantakonstanta

warping, evaluasi dan perencanaan batang tekan dengan profil tersusun siku ganda

warping, evaluasi dan perencanaan batang tekan dengan profil tersusun siku ganda

dan pelat koppel.

dan pelat koppel.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

a)

a)

  Agus Setiawan,”  Agus Setiawan,” Perencan Perencanaan aan Struktur Struktur Baja Baja Dengan Dengan Metode Metode LRFDLRFD  (Berdasarkan SNI 03-1729-  (Berdasarkan SNI

03-1729-2002)”, Penerbit AIRLANGGA, Jakarta, 2008.

2002)”, Penerbit AIRLANGGA, Jakarta, 2008.

 b)

 b)

Canadian Institute of SteeCanadian Institute of Steel Construction, 2002.l Construction, 2002.

c)

c)

Charles G. SalmCharles G. Salmon, Jhon E. Johnson,”on, Jhon E. Johnson,”STRUKTUR BAJA, Design dan PerilakuSTRUKTUR BAJA, Design dan Perilaku”, Jilid 1, Penerbit”, Jilid 1, Penerbit

AIRLAN

AIRLANGGA, JGGA, Jakarta, 1990.akarta, 1990.

d)

d)

““ PERATU PERATURAN RAN PERENCANPERENCANAAN AAN BANGUNBANGUNAN AN BAJABAJA (PPBBI)”, Yayasan Lembaga Penyelidikan (PPBBI)”, Yayasan Lembaga Penyelidikan

Masalah Bangunan, 1984.

Masalah Bangunan, 1984.

e)

e)

SNI 03 - 1729 – 2002. Tata Cara Perencanaan Struktur BaSNI 03 - 1729 – 2002. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung.ja Untuk Bangunan Gedung.

f)

(2)

thamrinnst.wordpress.com

pemilik hak cipta photo-photo, buku-buku rujukan dan artikel, yang terlampir dalam modul pembelajaran ini.

Semoga modul pembelajaran ini bermanfaat. Wassalam

Penulis Thamrin Nasution

thamrinnst.wordpress.com [email protected]

(3)

Modul kuliah  “STRUKTUR BAJA 1” , Modul 4 Sesi 4, 2011 Ir. Thamrin Nasution Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

1

B A T A N G T E K A N

(COMPRESSSION MEMBER)

9. Tekuk Lentur Torsi.

Apabila batang tekan yang memikul tekan aksial mulai tidak stabil pada seluruh  panjangnya, dan bukan tekuk lokal, maka batang akan tertekuk dengan tiga kemungkinan

seperti berikut : - Tekuk lentur.

Tekuk lentur adalah dimana batang tekan melentur pada arah jari-jari inertia minimum, ini berlaku untuk seluruh jenis penampang, lihat gambar (20). Kegagalan struktur dengan tekuk lentur seperti ini telah dibahas pada modul sebelumnya.

- Tekuk Torsi.

Kegagalan seperti ini terjadi dengan berputarnya penampang sepanjang sumbu longitudinal batang. Dapat terjadi pada penampang simetris melintang dengan element penampang yang langsing (pelat tipis), gambar (21).

- Tekuk Lentur Torsi.

Tekuk yang terjadi diakibatkan batang disamping melentur juga berputar secara  bersamaan, yaitu kombinasi antara lentur dan torsi. Kegagalan seperti ini dapat terjadi  pada penampang dengan satu sumbu simetris dan penampang yang tidak simetris, seperti profil kanal (C), T, profil siku ganda, batang tunggal profil siku sama kaki dan  profil siku tunggal tidak sama kaki.

Gambar 20 : Tekuk lentur pada arah sumbu lemah.

X X Y Y Y Y X X Y Y Y Y Y ’ Y ’ X ’ X ’ X X X Z Z Z Z ‘ Z X Y Y X X X = sumbu kuat Y = sumbu lemah Ix > Iy

(4)

Gambar 21 : Tekuk torsi.

Gambar 22 : Tekuk lentur - torsi. X X Y Y Y Y X X Y Y Y Y Y ’ Y ’ X ’ X ’ X X X X X X Y Y X X Y Y Y Y X X Y Y Y Y Y ’ Y ’ X ’ X ’ X X X X Z Z Z Z ‘ Z X X Y Y

(5)

Modul kuliah  “STRUKTUR BAJA 1” , Modul 4 Sesi 4, 2011 Ir. Thamrin Nasution Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

3

a). Tekuk Lentur Torsi Profil Siku Ganda dan Profil T.

SNI 03-1729-2002 pasal 9.2 menetapkan bahwa kuat tekan rencana akibat tekuk  lentur-torsi,  n . N nlt dari komponen struktur tekan yang terdiri dari profil siku-ganda (

 

) atau profil berbentuk T (



), dengan elemen-elemen penampangnya mempunyai rasio

lebar-tebal, λ r  lebih kecil daripada yang ditentukan dalam Tabel 7.5-1, harus memenuhi,  N u ≤  n . N nlt

Dimana,

 n = adalah faktor reduksi kekuatan = 0,85 (lihat SNI Tabel 6.4-2). Kekuatan nominal lentur torsi,

 N nlt = Ag . f  clt Tegangan kritis tekuk lentur torsi.



 

 



 

 

2 crz) cry ( . crz . cry 4 1 1 2 crz cry clt  f    f    H   f    f    H   f    f    f   Dimana, 2 o . g . crz r   A  J  G  f  

G = modulus geser, ) 3 , 0 1 ( . 2 MPa 000 . 200 ) 1 ( . 2

v  E  G = 76923 Mpa.  Ag = luas total penampang.

 E  = 200.000 Mpa (baja). v = angka poison = 0,30.

 J  = konstanta torsi/puntir, besarnya

3 . 3 1 t  b  J  o

r  = adalah jari-jari girasi polar terhadap pusat geser.

2 o 2 o 2 o y x  y  x  A  I   I  r 

 

 

 

 

2 o 2 o 2 o 1 r   y  x  H  o o, y

 x = koordinat pusat geser terhadap titik berat,  x = 0 untuk siku ganda dano  profil T (sumbu y - sumbu simetris).

 f  cry = dihitung sesuai dengan persamaan berikut, untuk tekuk lentur terhadap sumbu lemah y- y, dan dengan menggunakan harga λc ,yang dihitung

dihitung dengan persamaan (15), iy y cr     f    f  

 E   f   r   Lk  y . y y . 1 c    

...(29) ...(30) ...(31) ...(31.a) ...(31.b) ...(31.c) ...(31.d)

(6)

 b). Tekuk Lentur Torsi Profil Dengan Dua Sumbu Simetri.

Tegangan kritis tekuk lentur torsi untuk profil dengan dua sumbu simetri seperti profil WF, diberikan oleh persamaan berikut,

 p . k  w . .  p . clt 2 2  I   L C   E   I   J  G  f  

  Dimana,  Lk = panjang tekuk = k . L

 I  p = momen inertia polar = I x + I y. C w = konstanta torsi warping, besarnya,

9 . w 3 3 b C 

 J  = konstanta torsi/puntir, besarnya,

3 . 3 1 t  b  J 

Batas jari-jari ineria yang menyebabkan terjadinya tekuk torsi,  p k) ( . . 0,04 w 2 2 1  I   L  J  C  r 

Jika r 1

 r x atau r y (ix atau iy) maka keruntuhan profil akan ditentukan oleh tekuk lentur  torsi.

c). Bentuk Penampang yang mengalami Torsi dan Warping.

Gambar 23.(a) : Bentuk batang tekan yang Gambar 23.(b) : Bentuk batang tekan yang mengalami torsi. mengalami warping.

...(32)

...(33)

...(34)

(7)

Modul kuliah  “STRUKTUR BAJA 1” , Modul 4 Sesi 4, 2011 Ir. Thamrin Nasution Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

5

d). Konstanta Torsi dan Warping Untuk Beberapa Bentuk Penampang. (Canadian Institute of Steel Construction, 2002).

d1. T - Sections.

The warping constant of T-sections is small and often neglected.

The shear centre is located at the intersection of the flange and stem plate axes. Example calculation: WT180x67

d = 178 mm, b = 369 mm, t = 18.0 mm, w = 11.2 mm d’ = 169 mm

J = 796 x 103 mm4. Cw = 2.22 x 109mm6.

d2. Doubly-Symmetric Wide-Flange Shapes (W-Shapes and I-Beams)

Gambar 25. (a) (b) d ’ Gambar 24. ...(36a.) ...(36b.) ...(37a.) ...(36c.)

(8)

d‘ = d − t Example calculation: W610x125 d = 612 mm, b = 229 mm, t = 19.6 mm, w = 11.9 mm d‘ = 592 mm J = 1480 x 103mm4. Cw = 3440 x 109mm6. d3. Channels Gambar 26. d’ = d − t , b’ = b − w/2

Shear centre location:

Example calculation: C310x31

d = 305 mm, b = 74 mm, t = 12.7 mm, w = 7.2 mm

(Actual flange slope = 1/6; zero slope assumed here for simplicity) d‘ = 292 mm, b‘ = 70.4 mm

J = 132 x 103 mm4

α = 0.359, Cw = 29.0 x 109 mm6. x = 17.5 mm (formula not shown) xo = 39.2 mm. ...(37b.) ...(38a.) ...(38b.) ...(38c) ...(38e.) ...(37c.) ...(38d)

(9)

Modul kuliah  “STRUKTUR BAJA 1” , Modul 4 Sesi 4, 2011 Ir. Thamrin Nasution Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

7

d4. Angles.

Gambar 27. .

xo  = y – t/2 ; yo = y – t/2

The warping constant of angles is small and often neglected. For double angles, the values of   J  and Cw can be taken equal to twice the value for single angles.

The shear centre (xo, yo) is located at the intersection of the angle leg axes. Example calculation: L203x102x13 d = 203 mm, b = 102 mm, t = 12.7 mm d’ = 197 mm, b’ = 95.7 mm J = 200 x 103 mm4. Cw = 0.485 x 109mm6. yo xo ...(39a.) ...(39b.) ...(39c.) ...(39d.)

(10)

CONTOH SOAL : EVALUASI

Lakukanlah evaluasi terhadap batang tekan dari profil siku ganda 45.45.5 dengan  panjang batang L = 2,50 meter, ujung-ujungnya diikat dengan perletakan sendi-sendi, memakai pelat koppel dengan ukutan tebal tp = 5 mm, tinggi h = 60 mm. Tebal pelat buhul (jarak antara kedua sayap)

 

 = 7 mm. Mutu baja BJ-34.

Data-data :  I x = I y = 78300 mm4. ix = iy = rx = ry = 13,5 mm.  I 

 = 32500 mm4. i

 = 8,7 mm.  A  = 430 mm2.  Ag = 2 . 430 mm2 = 860 mm2. e = 12,8 mm. a = 2 e +

 = 2 . 12,8 + 7 = 32,6 mm. yo = e – t/2 = 12,8 – 5/2 = 10,3 mm. xo = 0  f  y = 210 Mpa. k = 1 (sendi-sendi)  Lk = k . L = 1 . 2500 mm = 2500 mm. Evaluasi :

a). Pemeriksaan tekuk lokal. - Sayap ( flens), 9 5 45

t  b 210 200 y 200

 f   = 13,8 y 200  f   t  b

(penampang kompak).

 b). Pemeriksaan Terhadap Kekuatan Nominal Terfaktor. - Terhadap sumbu X-X (sumbu bahan).

2 , 185 5 , 13 2500 kx

 x r   L  x   < 200 (memenuhi). 200000 210 . ) 2 , 185 ( . 14 , 3 1 y ) ( 1 cx

 E   f    x       = 1,91 Syarat, untuk  c

 

0,25 maka  

1 untuk 0 5 ,2

 c

 

1 ,2 maka c     67 , 0 6 , 1 43 , 1

untuk  c

 

1 ,2   maka  

 

1,25 2c Maka, Gambar 28.

Gambar

Gambar 20 : Tekuk lentur pada arah sumbu lemah.
Gambar 21 : Tekuk torsi.
Gambar 23.(a) : Bentuk batang tekan yang  Gambar 23.(b) : Bentuk batang tekan yang

Referensi

Dokumen terkait