• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah UNP Hakikat Manusia dan Hakikat Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah UNP Hakikat Manusia dan Hakikat Pendidikan"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

Landasan Ilmu Pendidikan

Landasan Ilmu Pendidikan

“Hakikat Manusia dan Hakikat Pendidikan” “Hakikat Manusia dan Hakikat Pendidikan”

Oleh: Oleh: FUJA NOVITRA FUJA NOVITRA 1517515 1517515 !"sen Pen#a$%u: !"sen Pen#a$%u: P&"'( !&( Festi)ed* M(+ P&"'( !&( Festi)ed* M(+

PRO,RAM +TU!I P-N!I!I.AN FI+I.A

PRO,RAM +TU!I P-N!I!I.AN FI+I.A

PRO,RAM PA+/A+ARJANA

(2)

UNIV-R+ITA+ N-,-RI PA!AN,

UNIV-R+ITA+ N-,-RI PA!AN,

01 01

(3)

.ATA P-N,ANTAR 

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa selalu melimpahkan berkat rahmat dan hidayahNya, hingga akhirnya penyusunan makalah yang  berudul !Hakikat Manusia dan Hakikat Pendidikan" ini dapat diselesaikan tepat pada

#aktunya$ Shala#at beriring salam tak lupa buat Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW, %ahmatan Lil&alamin$

'capan terimakasih penulis haturkan kepada semua pihak, terutama pada d(sen  pembimbing Pr()$ *r$ +estiyed, M$S yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada  penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini tanpa kendala yang cukup  berarti$ *an semua pihak yang telah membantu dan memberi d(r(ngan penulis dalam  penyusunan makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu$

Penulis menyadari bah#a penulisan makalah ini belum sempurna, karena keterbatasan  pada penulis$ 'ntuk itu, penulis dengan ikhlas menerima semua saran dan kritik yang bersi)at membangun demi kesempurnaan tulisan ini$ Mudahmudahan makalah ini dapat berman)aat  bagi berbagai pihak$

Padang , Agustus -./0 Penulis !AFTAR I+I Hal$ KATA P1N2ANTA%$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ i *A+TA% ISI$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ 3A3 I P1N*AH'L'AN$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ 3A3 II KA4IAN T15%I$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ 3A3 III P1M3AHASAN$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

ii / -6 3A3 I7 P1N'T'P$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ /8 /8

(4)

A$ Kesimpulan$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ 3$ Saran$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

/8 *A+TA% P'STAKA $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ /6

(5)

2A2 I

P-N!AHU3UAN A( 3ata& 2elakan#

Landasan ilmu pendidikan adalah salah satu mata kuliah #aib bagi mahasis#a  pr(gram pasca sarana uni9ersitas negeri padang$ Mata kuliah ini bertuuan agar mahasis#a dapat mengembangkan m(del pembelaaran yang tepat dengan memahami hakikat manusia dan hakikat pendidikan, memiliki keterampilan cakap, kritis, kreati), k(mpeten, k(mpetiti)  dan berkarakter yang k(ntekstual dengan pr()esi guru$ Mata kuliah ini terdiri dari /0 materi  p(k(k yang akan dibahas (leh masingmasing kel(mp(k dan secara indi9idu$ Makalah ini merupakan makalah indi9idu$ Pada makalah ini dipaparkan materi hakikat manusia dan hakikat pendidikan menurut pandangan barat, ind(nesia, dan pandangan agama islam$

Hakikat manusia dan hakikat pendidikan yang ibarat dua sisi mata uang, elaslah bah#a  pendidikan bertuuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, baik pendidikan yang  berlangsung secara alami (leh (rang tua atau masyarakat terlebih pendidikan tersistem yang diselenggarakan (leh sek(lah$ 4adi kesimpulannya adalah manusia memiliki beberapa p(tensi yang ada pada dirinya, yaitu p(tensi intelektual, rasa, karsa, karya dan religi yang bisa dan akan ditumbuh dan kembangkan melalui pr(ses pendidikan yang baik dan terarah$

*engan pemahaman yang baik dan benar mengenai halhal tersebut maka (rang(rang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan diharapkan mampu melaksanakan tugas dan ke#aibannya sebagai insan pendidikan dengan tidak mengabaikan atau meninggalkan tanggung a#abnya$

2( Ru$usan Masalah

/$ 3agaimana hakikat manusia menurut pandangan Ind(nesia, Sekuler, dan Islam: -$ 3agaimana hakikat pendidikan menurut pandangan Ind(nesia, Sekuler, dan Islam:

/( Tu4uan Penulisan

a$ Menganalisis hakikat manusia menurut pandangan Ind(nesia, Sekuler, dan Islam$  b$ Menganalisis hakikat pendidikan menurut pandangan Ind(nesia, Sekuler, dan Islam$

2A2 II .AJIAN T-ORI

(6)

A( Hakikat Manusia

1( Menu&ut %andan#an di Ind"nesia a( Manusia sea#ai $akhluk tuhan

Manusia berkedudukan sebagai makhluk tuhan ;M1 maka dalam pengalaman hidupnya terlihat bahkan dapat kita alami sebdiri adanya )en(mena kemakhlukan <M$I$ S(elaeman, /668=$ Manusia mengakui keterbatasan dan ketidakberdayaannya dibanding tuhannya ;ang Maha Kuasa dan Maha Perkasa$ Semua melahirkan rasa cemas dan takut pada diri manusia terhadap tuhannya$ Tetapi dibalik itu diiringi pula dengan rasa kagum, rasa h(rmat, dan rasa segan karena TuhanNya begitu luhur dan suci$ Semua itu menggugah kesedian manusia untuk bersuud dan berserah diri kepada PenciptaNya$ Selain itu, menyadari akan Maha Kasih SayangNya Sang Pencipta maka kepadaNyalah manusia  berharap dan berd(a$

( Manusia sea#ai $akhluk indi6idu

Manusia sebagai indi9idu atau pribadi merupakan kenyataan yang paling riil dalam kesadaran manusia$ Sebagai indi9idu, manusia adalah satu kesatuan yang tak dapat dibagi, memiliki perbedaan dengan manusia lainnya sehingga bersi)at unik, dan merupakan subek  yang (t(n(m$ Manusia sebagai makhluk s(sial$ Manusia adalah makhluk indi9idual, namun demikian ia tidak hidup sendirian, tak mungkin hidup sendirian, dan tidak pula hidup untuk  dirinya sendiri$ Manusia hidup dalam keterpautan dengan sesamanya$ *alam hidup bersama dalam sesamanya <bernasyarakat= setiap indi9idu menempati kedudukan <status= tertentu$

( Manusia sea#ai $akhluk e&uda)a

Manusia memiliki inisiati) dan kreati) dalam menciptakan kebudayaan, hidup  berbudaya, dan membudaya$ Kebudayaan bukan sesuatu yang ada diluar manusia, bahkan

hakikatnya meluputi perbuatan manusia itu sendiri$ Manusia tidak terlepas dari kebudayaan,  bahkan manusia itu baru menadi manusia karena dan bersama kebudayaannya <>$A$

7anpeursen,/6?@=$

d( Manusia sea#ai $akhluk susila

Sebagai makhluk yang (t(n(m atau memiliki kebebasan, manusia selalu dihadapkan  pada suatu alternati9e tindakan yang harus dipilihnya$ Adapun kebebasan berbuat ini uga selalu berhubungan dengan n(rman(rma m(ral dan nilainilai m(ral yang uga harus dipilihnya$ Karena manusia mempunyai kebebasan memilih dan menentukan perbuatannya secara (t(n(m maka selalu ada penilaian m(ral atau tuntunan pertanggung a#aban atas  perbuatannya$

e( Manusia sea#ai $akhluk e&a#a$a

Aspek keberagaman merupakan salah satu karakteristik esensial eksistensi manusia yang terungkap dalam bentuk pengakuan atau keyakinan akan kebenaran suatu agama yang di#uudkan dalam sikap dan perilaku$ Hal ini terdapat pada manusia manapun, baik dalam

(7)

rentan #aktu <dulusekarangakan datang= maupun dalam rintang ge(gra)is dimana manusia  berada$ Keberagaman menyiratkan adanya pengakuan dan pelaksanaan yang sungguh atas

suatu agama$

0( Menu&ut %andan#an +ekule& a( Manusia ada den#an sendi&in)a

Manusia adalah hasil puncak dari mata rantai e9(lusi yang teradi di alam semesta$ Manusia sebagaimana halnya alam semesta ada dengan sendirinya berkembang dari alam itu sendiri, tanpa Pencipta$ Penganut aliran ini antara lain  Herbert Spencer, Charles Darwin, dan Konosuke Matsushita$

( Manusia sea#ai .esatuan 2adan8Ruh

Menurut Plat(, esensi manusia bersi)at kei#aanspiritualr(haniah$ %ene *escartes mengemukakan  pandangan lain yang secara tegas bersi)at  dualistik. Menurut *escartes esensi manusia terdiri atas dua substansi, yaitu badan dan jiwa. Karena manusia terdiri atas dua substansi yang berbeda <badan dan i#a=, maka antara keduanya tidak terdapat hubungan saling mempengaruhi <S$1$ +r(st 4r$, /6?@=$

( Manusia $e&u%akan he9an )an# e&%iki&

*engan nalar intelektual itulah manusia dapat berpikir, menganalisis, memperkirakan, meyimpulkan, membandingkan, dan sebagainya$ Nalar intelektual ini pula yang membuat manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang elek, antara yang salah dan yang  benar$

d( Manusia adalah H"$" +a%iens, artinya makhluk yang mempunyai budi$

e( Manusia adalah H"$" 3auen, artinya makhluk yang pandai menciptakan bahasa dan menelmakan pikiran manusia dan perasaan dalam katakata yang tersusun$

'( Manusia adalah H"$" Fae&, artinya makhluk yang terampil$ *ia pandai membuat  perkakas atau disebut uga T((lmaking Animal yaitu binatang yang pandai membuat alat$ #( Manusia adalah ;""n P"liti"n, artinya makhluk yang pandai bekerasama, bergaul

dengan (rang lain dan meng(rganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya$

h( Manusia adalah H"$" -"n"$ius, artinya makhluk yang tunduk pada prinsipprinsip ek(n(mi dan bersi)at ek(n(mis$

<( Menu&ut %andan#an Isla$

a( Manusia adalah $akhluk i%taan Allah +=T

Hakekat pertama ini berlaku umum bagi seluruh agat raya dan isinya yang bersi)at  baru, sebagai ciptaan Allah SWT di luar alam yang disebut akhirat$ Alam ciptaan meupakan alam nyata yang k(nkrit, sedang alam akhirat merupakan ciptaan yang ghaib, kecuali Allah SWT yang bersi)at ghaib bukan ciptaan, yang ada karena adanya sendiri <Na#a#i$ /66BC D. D/=$

(8)

+irman Allah SWT mengenai penciptaan manusia dalam E$S$ AlHa ayat ?C

   

  !

34*2



"# $%&'   ()* +# ,  -. / '  0) 12 ) 

'. 5 1 )

6    #7,)

6 

892 7  &,'  : ;<

6= 



 >? @A  B=2

'. C

D   E F*G  +# 1



6'

H&' 

0J K L B 

H

 M,& 2  MJ*   NO,P  C ?'  0 

'O 2 4"# Q;8 



P R*G  S

T ;9

 8%J

%) : 6'

ArtinyaC “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur, maka (ketahuilah sesungguhn!a Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari  setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging !ang   sempurna kejadiann!a dan !ang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan  Kami tetapkan dalam rahim, apa !ang Kami kehendaki sampai waktu !ang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai ba!i, kemudian (dengan berangsur"angsur kamu  sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada !ang diwa#atkan dan (adapula di antara kamu !ang dipanjangkan umurn!a sampai pikun, supa!a dia tidak mengetahui lagi  sesuatupun !ang dahulun!a telah diketahuin!a. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasn!a, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh"tumbuhan !ang indah$.

( Manusia adalah $akhluk utuh

Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas asmani, akal, dan r(hani sebagai  p(tensi p(k(k, manusia yang mempunyai aspek asmani, disebutkan dalam surah al Eashash

ayat C @@ C

?%' 

U   -. R*G  + # 5 A ' 

 V &  W

'. U AF2 ?  AF2



8 1'   X& Y 

 Z  W

Q

![

 * 8'  U

 \ 

] ? 

ArtinyaC“Carilah kehidupan akhirat dengan apa !ang dikaruniakan %llah kepadamu tidak boleh melupakan urusan dunia “

(   Mukarram >)an# di$uliakan?

Manusia adalah makhluk yang dimuliakan dan diberikan keistime#aan, Allah SWT  ber)irman dalam ES Al [email protected]

: ;

# V ,J 

)8A ?'  ( 

1 ^) W

  ! ?  _ 

P   #   N & H ' 

P `L*  ^&'  H&'  +# P  ?F   E5] +J    8 ' 

ArtinyaC ! Dan sesungguhn!a telah Kami muliakan anak"anak %dam, Kami angkut  mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka re&eki dari !ang baik"baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan !ang sempurna atas keban!akan makhluk !ang telah  Kami ciptakan$.

Semua alam ini termasuk dengan isinya ini Allah peruntukkan untuk manusia$ d(   Mukallaf  >)an# $enda%atkan ean?

(9)

Ibadah Manusia secara umum diciptakan (leh Allah untuk beribadah sebagai k(nsekuensi dari kesempurnaan yang diper(lehnya$ Allah ber)irman dalam ES AdF *FaariyaatC?0C

-  8&% ' W. Z a

b'  M  !

ArtinyaC

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan

supaya mereka menyembahKu” .

e(   Mukhayyar  >)an# eas $a$ilih?

Manusia diberi kebebasan memilih untuk beriman atau ka)ir pada Allah$ ES Al kah)i C -6 Allah ber)irmanC

C ?J 7 



) 7_ 



,A) -.

0`5  c 0J d F2 * 

;



?' e '



8,  2



.

# C

ArtinyaC “Dan katakanlah' Kebenaran itu datangn!a dari )uhanmu* maka barangsiapa !ang ingin (beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa !ang ingin (ka#ir biarlah ia ka#ir. Sesungguhn!a Kami telah sediakan bagi orang orang &alim itu neraka,  !ang gejolakn!a mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, nisca!a mereka akan

diberi minum dengan air seperti besi !ang mendidih !ang menghanguskan muka. +tulah minuman !ang paling buruk dan tempat istirahat !ang paling jel ek$.

'(   Majziy >)an# $enda%at alasan?

Surga Manusia diminta pertanggunga#aban atas segala sesuatu yang dilakukannya, Allah menyediakan surga untuk mereka yang beriman dan beramal s(leh yaitu mereka yang menalankan perintah Allah dan menauhi larangannya$ Allah ber)irman dalam E$S As SadahC /6 dan -.C

)j' 

7 

9

f  # C 9 ?# 6J H*

 g 

1 ^'  B` 



;

 NC c 

D'   ZTJ h7=7' 

 i7D) B0?' 

2

]

N ^' 

Y' 

k?' 

W;O 

= 

?J 

-7 

?%) 



-7Jj H6  lJ ,  ij'  * '  j  7`  4 0' B `  0 # 8  2 0  7=  ) -2

5 *2 ? 

' 

ArtinyaC $%dapun orang"orang !ang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala te rhadap apa !ang mereka kerjakan$. (-. “Dan adapun orang"orang !ang #asik (ka#ir maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadan!a, mereka dikembalikan ke dalamn!a dan dikatakan kepada mereka' asakanlah siksa neraka !ang dahulu kamu mendustakann!a$. (/0.

(10)

 Neraka 3alasan di akhirat terhadap perbuatan manusia adalah bentuk keadilan yang Allah berikan di akhirat$ Mereka yang tidak menalankan perintah Allah mendapatkan hukuman yang setimpal yaitu dimasukkan ke dalam neraka$

2( Hakikat Pendidikan

1( Menu&ut %andan#an di Ind"nesia a( Menu&ut UU N"( 0 tahun 0<

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk me#uudkan suasana belaar dan  pr(ses pembelaaran agar peserta didik secara akti) mengembangkan p(tensi dirinya untuk 

memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak  mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara$

( .i Ha4a& !e9anta&a

Pendidikan umumnya untuk memaukan budi pekerti <kekuatan batin, pikiran <intellect= dan asmani anakanak, selaras dengan alam dan masyarakatnya$

( Menu&ut Raka J"ni

Hakikat pendidikan adalahC

/= Pendidikan merupakan interaksi manusia yang ditandai (leh keseimbangan antara kedaulan subek didik dengan ke#iba#aan pendidik$

-= Pendidikan merupakan usaha penyiapan subek didik menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubhn yang semakin pesat$

B= Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat$ D= Pendidikan berlangsung seumur hidup$

?= Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsipprinsip ilmu pengetahuan dan tekn(l(gi bagi pembentukan manusia seutuhnya$

d( Mud)aha&d4"

Hakikat p(k(k pendidikan adalahC

/= Pendidikan adalah aktual, artinya pendidikan bermula dari k(ndisik(ndisi aktual dari indi9idu yang belaar dab lingkungan belaarnya$

-= Pendidikan adalah n(rmati), artinya pendidikan tertuu pada mencapai halhal yan baik  atau n(rman(rma yang baik$

B= Pendidikan adalah suatu pr(ses pencapaian tuuan, artinya pendidikan berupa serangkaian kegiatan bermula dari k(ndisik(ndisi aktual dan indi9idu yang belaar, tertuu pada pencapaian indi9idu yang diharapkan$

e( !a&$anin#t)as

Pendidikan yaitu pendidikan sebagai usaha dasar dan sistematis untuk mencapai tara)  hidup dan kemauan yang lebih baik$

'( Menu&ut Ah$ad !( Ma&i$a

Pendidikan adalah bimbingan$ Pimpinan secara sadar (leh si pendidik terhadap  perkembangan asmani dan r(hani si terdidik menuu terbentuknya kepribadian yang utama$

0( Menu&ut %andan#an +ekule& a( Paula F&ei&e

(11)

Pendidikan adalah pr(ses pengaderan dengan hakikat tuuannya adalah  pembebasan$ Hakikat pendidikan adalah kemampuan untuk mendidik diri sendiri$

( 3an#e6eld

Pendidikan adalah membantu anak dalam mencapai kede#asaan dengan tuuan agar  anak cukup cakap dalam melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan (rang lain$

( R"sseau

Pendidikan adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anakanak, tapi dibutuhkan pada masa de#asa$

d( Paul" '&ei&e

Pendidikan merupakan alan menuu pembebasan yang permanen dan diri dari dua tahap$ Tahap pertama adalah masa di mana manusia menadi sadar akan pembebasan mereka yang melalui praksis mengubah keadaan itu$ Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama dan merupakan sebuah pr(ses tindakan kultural yang membebaskan$

e( Jh"n de9e)

Pendidikan adalah suatu pr(ses pembaharuan makna pengalaman hal ini mungkin teradi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan (rang de#asa dengan (rang muda, mungkin  pula teradi secara sengaa dan dikembangkan untuk menghasilkan kesinambungan s(sial$ Pr(ses ini melibatkan penga#asan dan perkembangan dari (rang yang belum de#asa dan mengel(mp(k di mana dia hidup

'( H( H"&ne

Pendidikan adalah pr(ses yang terus menerus <abadi= dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara )isik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termani)eskasi dalam alam sekitar intelektual, em(si(nal dari kemanusiaan dari manusia$

#( +i& ,"d'&e) Th"$s"n

Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas indi9idu untuk menghasilkan perubahan  perubahan yang permanen di dalam kebiasaankebiasaan, tingkah laku, pikiran dan si)atnya$

<( Menu&ut %andan#an Isla$ a( !R( @usu' a&adha9i

Pendidikan adalah pr(ses penyiapan manusia seutuhnyaG akal dan hatinya, r(hani dan  asmaninyaG akhlak dan keterampilannya$ Pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk 

hidup, baik dalam perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan keahatannya, manis dan pahitnya$

( !R( M"ha$$ad Natsi&

Maksud didikan& di sini ialah satu pimpinan asmani dan ruhani yang menuu kepada kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dengan sesungguhnya

(12)

Pendidikan sebagai pr(ses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilainilai Islam yang diselaraskan dengan )ungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat$ 5leh karenanya, pr(ses tersebut  berupa bimbingan <pimpinan, tuntunan, usulan= (leh subek didik terhadap perkembangan  i#a <pikiran, perasaan, kemauan, intuisi dan lain sebagainya= dan raga (bek didik dengan  bahanbahan materi tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya  pribadi tertentu disertai e9aluasi sesuai dengan aaran Islam$

(13)

2A2 III P-M2AHA+AN A( Hakikat Manusia

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$ 1( Manusia sea#ai $akhluk tuhan

Manusia berkedudukan sebagai makhluk tuhan ;M1 maka dalam  pengalaman hidupnya terlihat bahkan dapat kita alami sebdiri adanya )en(mena kemakhlukan <M$I$ S(elaeman, /668=$ Manusia mengakui keterbatasan dan ketidakberdayaannya dibanding tuhannya ;ang Maha Kuasa dan Maha Perkasa$ Semua melahirkan rasa cemas dan takut  pada diri manusia terhadap tuhannya$ Tetapi dibalik itu diiringi pula dengan rasa kagum, rasa h(rmat, dan rasa segan karena TuhanNya begitu luhur dan suci$ Semua itu menggugah kesedian manusia untuk   bersuud dan berserah diri kepada

PenciptaNya$ Selain itu, menyadari akan Maha Kasih SayangNya Sang Pencipta maka kepadaNyalah manusia berharap dan  berd(a$

0( Manusia sea#ai $akhluk indi6idu Manusia sebagai indi9idu atau

1( Manusia ada den#an sendi&in)a

Manusia adalah hasil puncak dari mata rantai e9(lusi yang teradi di alam semesta$ Manusia sebagaimana halnya alam semesta ada dengan sendirinya berkembang dari alam itu sendiri, tanpa Pencipta$ Penganut aliran ini antara lain  Herbert Spencer, Charles  Darwin, dan Konosuke Matsushita$ 0( Manusia sea#ai .esatuan 2adan8Ruh

Menurut Plat(, esensi manusia  bersi)at kei#aanspiritualr(haniah$ %ene *escartes mengemukakan  pandangan lain yang secara tegas bersi)at  dualistik. Menurut *escartes esensi manusia terdiri atas dua substansi, yaitu  badan dan jiwa. Karena manusia terdiri atas dua substansi yang berbeda <badan dan i#a=, maka antara keduanya tidak terdapat hubungan saling mempengaruhi <S$1$ +r(st 4r$, /6?@=$

<( Manusia $e&u%akan he9an )an#

1( Manusia adalah $akhluk i%taan Allah +=T

Hakekat pertama ini berlaku umum  bagi seluruh agat raya dan isinya yang  bersi)at baru, sebagai ciptaan Allah SWT di luar alam yang disebut akhirat$ Alam ciptaan meupakan alam nyata yang k(nkrit, sedang alam akhirat merupakan ciptaan yang ghaib, kecuali Allah SWT yang bersi)at ghaib bukan ciptaan, yang ada karena adanya sendiri <Na#a#i$ /66BC D.D/=$

+irman Allah SWT mengenai  penciptaan manusia dalam E$S$ AlHa

ayat ?C "# $   (    ! %&'  )* +  >? @ # ,  -. / '  0) 12 )  

A  B =2 '. C D   E F*G  +# 1 6' H&'

6  #7 ,) 6  S '. 5 1 892  7  &,'  : ;< 6=   T ; 9  8%J %) : 6' ?%'  34*2 ) 

M ,& 2  M J*   NO ,P  C ?'  0  'O 2 I 

9

4"# Q;8 P R*G 0J K L B H

(14)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$  pribadi merupakan kenyataan yang paling

riil dalam kesadaran manusia$ Sebagai indi9idu, manusia adalah satu kesatuan yang tak dapat dibagi, memiliki perbedaan dengan manusia lainnya sehingga bersi)at unik, dan merupakan subek yang (t(n(m$ Manusia sebagai makhluk s(sial$ Manusia adalah makhluk indi9idual, namun demikian ia tidak hidup sendirian, tak  mungkin hidup sendirian, dan tidak pula hidup untuk dirinya sendiri$ Manusia hidup dalam keterpautan dengan sesamanya$ *alam hidup bersama dalam sesamanya <bernasyarakat= setiap indi9idu menempati kedudukan <status= tertentu$

<( Manusia sea#ai $akhluk e&uda)a Manusia memiliki inisiati) dan kreati)  dalam menciptakan kebudayaan, hidup  berbudaya, dan membudaya$ Kebudayaan  bukan sesuatu yang ada diluar manusia,  bahkan hakikatnya meluputi perbuatan manusia itu sendiri$ Manusia tidak terlepas dari kebudayaan, bahkan manusia itu baru menadi manusia karena dan bersama kebudayaannya <>$A$ 7anpeursen,/6?@=$ B( Manusia sea#ai $akhluk susila

Sebagai makhluk yang (t(n(m atau

e&%iki&

*engan nalar intelektual itulah manusia dapat berpikir, menganalisis, memperkirakan, meyimpulkan, membandingkan, dan sebagainya$ Nalar  intelektual ini pula yang membuat manusia dapat membedakan antara yang  baik dan yang elek, antara yang salah dan

yang benar$

B( Manusia adalah H"$" +a%iens, artinya makhluk yang mempunyai budi$

5( Manusia adalah H"$" 3auen, artinya makhluk yang pandai menciptakan bahasa dan menelmakan pikiran manusia dan  perasaan dalam katakata yang tersusun$ ( Manusia adalah H"$" Fae&, artinya

makhluk yang terampil$ *ia pandai membuat perkakas atau disebut uga T((lmaking Animal yaitu binatang yang  pandai membuat alat$

7( Manusia adalah ;""n P"liti"n, artinya makhluk yang pandai bekerasama,  bergaul dengan (rang lain dan meng(rganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya$

C( Manusia adalah H"$" -"n"$ius, artinya makhluk yang tunduk pada

ArtinyaC “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur, maka (ketahuilah sesungguhn!a  Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari  segumpal darah, kemudian dari segumpal 

daging !ang sempurna kejadiann!a dan  !ang tidak sempurna, ag ar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa !ang Kami kehendaki sampai waktu !ang sudah ditentukan, kemudian  Kami keluarkan kamu sebagai ba!i, kemudian (dengan berangsur"angsur kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada !ang diwa#atkan dan (adapula di antara kamu !ang  dipanjangkan umurn!a sampai pikun,  supa!a dia tidak mengetahui lagi  sesuatupun !ang dahulun!a telah diketahuin!a. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasn!a, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh"tumbuhan !ang indah$. 0( Manusia adalah $akhluk utuh

Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas asmani, akal, dan r(hani

(15)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$ memiliki kebebasan, manusia selalu

dihadapkan pada suatu alternati9e tindakan yang harus dipilihnya$ Adapun kebebasan  berbuat ini uga selalu berhubungan dengan n(rman(rma m(ral dan nilainilai m(ral yang uga harus dipilihnya$ Karena manusia mempunyai kebebasan memilih dan menentukan perbuatannya secara (t(n(m maka selalu ada penilaian m(ral atau tuntunan pertanggung a#aban atas  perbuatannya$

5( Manusia sea#ai $akhluk e&a#a$a Aspek keberagaman merupakan salah satu karakteristik esensial eksistensi manusia yang terungkap dalam bentuk   pengakuan atau keyakinan akan kebenaran

suatu agama yang di#uudkan dalam sikap dan perilaku$ Hal ini terdapat pada manusia manapun, baik dalam rentan #aktu <dulu sekarangakan datang= maupun dalam rintang ge(gra)is dimana manusia berada$ Keberagaman menyiratkan adanya  pengakuan dan pelaksanaan yang sungguh

atas suatu agama$

 prinsipprinsip ek(n(mi dan bersi)at ek(n(mis$

sebagai p(tensi p(k(k, manusia yang mempunyai aspek asmani, disebutkan dalam surah al Eashash ayat C @@ C

Q 8 1'   X& Y  Z  W ![  * 8 '    -. R*G  U  \  ] ? # V ,J   + # 5 A '  V &  W X  '. U AF2 ?    )8A 

ArtinyaC“Carilah kehidupan akhirat  dengan apa !ang dikaruniakan %llah kepadamu tidak boleh melupakan urusan dunia “

d(   Mukarram >)an# di$uliakan?

Manusia adalah makhluk yang dimuliakan dan diberikan keistime#aan, Allah SWT ber)irman dalam ES Al [email protected]

AF2 ?'  ( 1 ^) W U

P `L*  ^&'  H&'  +# P  ?F   E5] +J  

: ; _ 

ArtinyaC ! Dan sesungguhn!a telah  Kami muliakan anak"anak %dam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan,  Kami beri mereka re&eki dari !ang baik" baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan !ang sempurna atas keban!akan makhluk !ang telah Kami ciptakan$.

Semua alam ini termasuk dengan isinya ini Allah peruntukkan untuk  manusia$

11

 8 ' 

(16)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$ #(   Mukallaf  >)an# $enda%atkan

ean?

Ibadah Manusia secara umum diciptakan (leh Allah untuk beribadah sebagai k(nsekuensi dari kesempurnaan yang diper(lehnya$ Allah ber)irman dalam ES AdF *FaariyaatC?0C

ArtinyaC ”Dan Aku tidak   menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” .

h(   Mukhayyar  >)an# eas $a$ilih? Manusia diberi kebebasan memilih untuk beriman atau ka)ir pada Allah$ ES Al kah)i C-6 Allah ber)irmanC

8&% ' W. Z a b'  M  !

. # C 9 f  # C9 ?# 6J H*  g 1 ^'  B` 

7  ) 7_ , A) -. 0`5  c 0J d F2 * ; ?' e '8,  2

;  NC c  D'   ZTJ h7=7'  i7D) B0?'   C ?J 

ArtinyaC “Dan katakanlah' Kebenaran itu datangn!a dari )uhanmu* maka barangsiapa !ang ingin (beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa  !ang ingin (ka#ir biarlah ia ka#ir. Sesungguhn!a Kami telah sediakan bagi orang orang &alim itu neraka, !ang 

(17)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$

 gejolakn!a mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, nisca!a mereka akan diberi minum dengan air seperti besi  !ang mendidih !ang menghanguskan muka. +tulah minuman !ang paling buruk  dan tempat istirahat !ang paling jelek$. i(   Majziy >)an# $enda%at alasan?

Surga Manusia diminta  pertanggunga#aban atas segala sesuatu yang dilakukannya, Allah menyediakan surga untuk mereka yang beriman dan  beramal s(leh yaitu mereka yang

menalankan perintah Allah dan menauhi larangannya$ Allah ber)irman dalam E$S As SadahC /6 dan -.C )j'  7  7  N  0  N  k?'  W;O  -7  *  -7Jj 6  2 ] ?  ^' Y'  #  =  ?J  7  ?%)  0  H 7=  ) -2 5 *2 ?   '  P k?# 7 A# )j'  2  lJ ,  ij'  * '  j  7`  4 0' B 

Artinya: $%dapun orang"orang   !ang beriman dan mengerjakan amal   saleh, maka bagi mereka jannah tempat  kediaman, sebagai pahala terhadap apa  !ang mereka kerjakan$. (-. “Dan adapun orang"orang !ang #asik (ka#ir maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar 

13

(18)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$

daripadan!a, mereka dikembalikan ke dalamn!a dan dikatakan kepada mereka' asakanlah siksa neraka !ang dahulu kamu mendustakann!a$. (/0.

 Neraka 3alasan di akhirat terhadap  perbuatan manusia adalah bentuk keadilan yang Allah berikan di akhirat$ Mereka yang tidak menalankan perintah Allah mendapatkan hukuman yang setimpal yaitu dimasukkan ke dalam neraka$

Analisis Penulis

Manusia merupakan makhluk yang sempurna$ Manusia memiliki akal untuk menghadapi kehidupannya di dunia ini$ Akal uga memerlukkan pendidikan sebagai (byek yang akan dipikirkan$ Maka dari itu, manusia pada hakikatnya adalah makhluk peadag(gis, makhluk s(cial, makhluk indi9idual, makhluk   beragama$

Setiap manusia mempunyai hakekat dan dimensi yang dimilikinya$ *an dalam diri manusia itu terdapat p(tensip(tensi terpendam yang dapat ditumbuhkembangkan menuu kepribadian yang mantap$

Analisis Penulis

Manusia adalah hasil puncak dari mata rantai e9(lusi yang teradi di alam semesta$ Manusia sebagaimana halnya alam semesta ada dengan sendirinya berkembang dari alam itu sendiri, tanpa Pencipta$ Hakikat manusia menurut sekuler cenderung materialistik serta mengabaikan peran tuhan dan memandang urusan manusia sematamata hanyalah masalah keduniaan, sematmata untuk kepentingan dunia, sekarang dan di sini$

Analisis Penulis

Hakekat manusia menurut Islam berlaku umum bagi seluruh agat raya dan isinya , yaitu sebagai ciptaan Allah SWT$ Alam ciptaan meupakan alam nyata yang Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas asmani, akal, dan r(hani sebagai p(tensi p(k(k, kemudia manusia diberikan keistime#aan (leh Allah dan dimuliakan sebagai khali)ah di muka bumi$ Semua alam ini termasuk dengan isinya ini Allah peruntukkan untuk manusia$ Manusia diberi kebebasan memilih untuk   beriman atau ka)ir, Allah menyediakan surga

untuk mereka yang beriman dan beramal s(leh yaitu mereka yang menalankan perintah Allah dan menauhi larangannya dan neraka untuk  mereka yang ka)ir$

(19)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$ Inte&%&etasi Penulis

Manusia pada hakikatnya adalah mahluk yang selalu belaar dan dipelaari$ Manusia merupakan makhluk yang sempurna$ Manusia memiliki akal untuk menghadapi kehidupannya di dunia ini dan memiliki iman untuk menghadapi akhirat$ Pandangan ind(nesia dan Islam mengenai hakikat manusia hampir sama, yaitu sebagai ciptaan tuhan, makhluk indi9idu, s(sial, budaya, dan beragama$ Namun pandangan sekuler tidak  dapat diterima karena cenderung materialistik serta mengabaikan peran tuhan dan memandang urusan manusia sematamata hanyalah masalah keduniaan, tanpa memikirkan masalah akhirat$

2( Hakikat Pendidikan

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$ Hakikat %endidikan $enu&ut %a&a %aka&

1( Menu&ut UU N"( 0 tahun 0<

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk me#uudkan suasana  belaar dan pr(ses pembelaaran agar   peserta didik secara akti) mengembangkan  p(tensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara$

0( .i Ha4a& !e9anta&a

Pendidikan umumnya untuk memaukan  budi pekerti <kekuatan batin, pikiran <intellect= dan asmani anakanak, selaras dengan alam dan masyarakatnya$

1( Paula F&ei&e

Pendidikan adalah pr(ses pengaderan dengan hakikat tuuannya adalah  pembebasan$ Hakikat pendidikan adalah

kemampuan untuk mendidik diri sendiri$ 0( 3an#e6eld

Pendidikan adalah membantu anak dalam mencapai kede#asaan dengan tuuan agar  anak cukup cakap dalam melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan  bantuan (rang lain$

<( R"ssea u

Pendidikan adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anakanak, tapi dibutuhkan pada masa de#asa$

1( !R( @usu' a&adha9i

Pendidikan adalah pr(ses penyiapan manusia seutuhnyaG akal dan hatinya, r(hani dan asmaninyaG akhlak dan keterampilannya$ Pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup, baik  dalam perang, dan menyiapkan untuk  menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan keahatannya, manis dan  pahitnya$

0( !R( M"ha$$ad Natsi&

Maksud didikan& di sini ialah satu pimpinan  asmani dan ruhani yang menuu kepada kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dengan sesungguhnya

(20)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$ <( Menu&ut Raka J"ni

Hakikat pendidikan adalahC

/= Pendidikan merupakan interaksi manusia yang ditandai (leh keseimbangan antara kedaulan subek  didik dengan ke#iba#aan pendidik$ -= Pendidikan merupakan usaha penyiapan

subek didik menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubhn yang semakin pesat$

B= Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat$ D= Pendidikan berlangsung seumur hidup$ ?= Pendidikan merupakan kiat dalam

menerapkan prinsipprinsip ilmu  pengetahuan dan tekn(l(gi bagi  pembentukan manusia seutuhnya$ B( Mud)aha&d4"

/= Hakikat p(k(k pendidikan adalahC Pendidikan adalah aktual, artinya  pendidikan bermula dari k(ndisi k(ndisi aktual dari indi9idu yang  belaar dab lingkungan belaarnya$ -= Pendidikan adalah n(rmati), artinya

 pendidikan tertuu pada mencapai hal hal yan baik atau n(rman(rma yang  baik$

B= Pendidikan adalah suatu pr(ses

B( Paul" '&ei&e

Pendidikan merupakan alan menuu  pembebasan yang permanen dan diri dari dua tahap$ Tahap pertama adalah masa di mana manusia menadi sadar akan  pembebasan mereka yang melalui praksis mengubah keadaan itu$ Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama dan merupakan sebuah pr(ses tindakan kultural yang membebaskan$

5( Jh"n de9e)

Pendidikan adalah suatu pr(ses  pembaharuan makna pengalaman hal ini mungkin teradi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan (rang de#asa dengan (rang muda, mungkin pula teradi secara sengaa dan dikembangkan untuk menghasilkan kesinambungan s(sial$ Pr(ses ini melibatkan penga#asan dan perkembangan dari (rang yang belum de#asa dan mengel(mp(k di mana dia hidup

( H( H"&ne

Pendidikan adalah pr(ses yang terus menerus <abadi= dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara )isik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti

<( P&"'( !R( Hasan 3an##ulun#

Pendidikan sebagai pr(ses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilainilai Islam yang diselaraskan dengan )ungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat$ 5leh karenanya, pr(ses tersebut berupa  bimbingan <pimpinan, tuntunan, usulan= (leh subek didik terhadap perkembangan  i#a <pikiran, perasaan, kemauan, intuisi dan lain sebagainya= dan raga (bek didik  dengan bahanbahan materi tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai e9aluasi sesuai dengan aaran Islam$

(21)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$  pencapaian tuuan, artinya pendidikan

 berupa serangkaian kegiatan bermula dari k(ndisik(ndisi aktual dan indi9idu yang belaar, tertuu pada pencapaian indi9idu yang diharapkan$

5( !a&$anin#t)as

Pendidikan yaitu pendidikan sebagai usaha dasar dan sistematis untuk mencapai tara)  hidup dan kemauan yang lebih baik$ ( Menu&ut Ah$ad !( Ma&i$a

Pendidikan adalah bimbingan$ Pimpinan secara sadar (leh si pendidik terhadap  perkembangan asmani dan r(hani si terdidik menuu terbentuknya kepribadian yang utama$

termani)eskasi dalam alam sekitar  intelektual, em(si(nal dari kemanusiaan dari manusia$

7( +i& ,"d'&e) Th"$s"n

Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas indi9idu untuk menghasilkan  perubahanperubahan yang permanen di dalam kebiasaankebiasaan, tingkah laku,  pikiran dan si)atnya$

Analisis Penulis

*ari pendapatpendapat para t(k(h di Ind(nesia, hakikat pendidikan pada dasarnya adalah upaya manusia untuk mempertahankan keberlanutan kehidupannya yang tidak hanya keberlanutan keberadaan )isik atau raganya akan tetapi uga keberlanutan kualitas i#a dan peradabannya dalam arti teradi  peningkatan kualitas budayanya, baik melalui  pendidikan yang dilaksanakan secara alami (leh (rang tua kepada anak atau masyarakat

Analisis Penulis

*ari pendapatpendapat para t(k(h sekuler, terlihat bah#a m(ti) dan (bek belaar mengaar sematamata masalah keduniaan, sematmata urusan manusia, belaar hanyalah untuk kepentingan dunia, sekarang dan di sini$ *i 3arat pada umumnya tidak mengaitkan  pendidikan dengan pahala dan d(sa$ Ilmu itu  bebas nilai <9alues )ree=$ Hidup seahtera di dunia secara maksimal baik sebagai #arga  Negara maupun sebagai #arga masyarakat$

Analisis Penulis

*ari pendapatpendapat para t(k(h Islam di atas terlihat perbedaan yang mendasar antara  pendidikan pada umumnya dengan pendidikan menurut Islam$ Perbedaan yang men(n(l adalah bah#a pendidikan menurut Islam,  bukan hanya mementingakan pembentukan  pribadi untuk kebahagiaan dunia, tetapi uga untuk kebahagiaan di akhirat$ Lebih dari itu,  pendidikan menurut Islam berusaha membentuk pribadi yang berna)askan aaran

(22)

Pandan#an di Ind"nesia Pandan#an +ekule& Pandan#an Isla$ kepada generasinya hingga pendidikan yang

yang diselenggarakan (leh (rganisasi (rganisasi pendidikan yang lebih mudah dikenal dengan istilah sek(lah, baik )(rmal maupun n(n )(rmal$

aaran Islam, sehingga pribadipribadi yang terbentuk itu tidak terlepas dari nilainilai agama$ Hal ini mend(r(ng perlunya mengetahui tuuantuuan pendidikan secara  elas$

Inte&%&etasi Penulis

Penelasan tentang hakikat pendidikan menurut pakar di ind(nesia, 3arat, dan Islam di atas memperlihatkan adanya kesenangan p(la  ber)ikir yang digunakan para ilmu#an Ind(nesia dan sekuler dengan islam, sehingga menghasilkan karakter yang berbeda$ 4ika sumber dan met(d(l(gi ilmu di 3arat bergantung sepenuhnya kepada kaedah empiris, rasi(nal dan cenderung materialistik serta mengabaikan dan memandang rendah cara memper(leh ilmu melalui #ahyu dan kitab suci, maka met(d(l(gi dalam ilmu pengetahuan Islam bersumber dari kitab suci alEur&an yang diper(leh dari #ahyu, Sunnah %asulullah sa#, serta itihad para ulama$

4ika Westernisasi ilmu hanya menghasilkan ilmuilmu sekular yang cenderung menauhkan manusia dengan agamanya sehingga teradi kekalutan di dalamnya, maka Islamisasi ilmu ustru mampu membangunkan pemikiran dan keseimbangan antara aspek r(hani dan asmani  pribadi muslim yang akan menambahkan lagi keimanannya kepada Allah SWT$ Islam mempunyai si)at eksklusi) sekaligus inklusi)$ Ketika  berhadapan dengan masalah te(l(gi, hakikat si)atsi)atNya, se(rang muslim tidak b(leh berk(mpr(mi dengan persepsi agama lain, kecuali yang  berhubungan dengan masalah rubbJbiyyah$ Sebaliknya ketika membicarakan masalah nilainilai m(ral dan etika, maka pintu k(munikasi, dial(g

dan kerasama dapat dibuka seluasluasnya$

Ilmu dalam perspekti) Islam bukan hanya mempelaari masalah keagamaan <akhirat= saa, tapi uga pengetahuan umum uga termasuk$ 5rang Islam dibekali untuk dunia akhirat, sehingga ada keseimbangan$ *an ilmu umum pun termasuk pada cabang <)uru&= ilmu agama$

(23)

2A2 IV P-NUTUP

A( .esi$%ulan

/$ Hakikat manusia diartikan sebagai ciriciri karateristik, yang secara prinsipiil <adi bukan hanya gradual= membedakan manusia dari he#an$ Adanya si)at hakikat tersebut memberikan tempat kedudukan pada manusia sedemikian rupa sehingga deraatnya lebih tinggi daripada he#an$

-$ Hakikat pendidikan secara umum dari sudut pandang searah peradaban manusia seak  a#al$ Lebih lanut, seiring dengan perkembangan peradaban manusia hingga pada masa manusia m(dern maka pendidikan menadi lebih ter(rganisir dari yang a#alnya sebatas indi9idual (rang tua mendidik anak ataupun masyarakat melestarikan budayanya$

B$ Hakikat manusia tidak bisa terlepas dari masalah pendidikan ataupun sebaliknya, bicara hakikat pendidikan seharusnya tidak terlepas dari pemahaman hakikat manusia$ Keduanya ibarat dua sisi mata uang, saling melengkapi menadi satu kesatuan yang utuh$ Manusia adalah sebagai subek sekaligus disaat yang sama uga bisa sebagai (bek dari  pendidikan$ Sebagai subyek pendidikan, se(rang manusia <secara )(rmalG guru, d(sen, instruktur= membantu manusia (byek pendidikan <peserta didik= mengembangkan  p(tensi dirinya$ Maka keduanya, baik guru, d(sen, instruktur ataupun peserta didik 

semestinya memahami hakikat manusia sebagai m(dal dasar menalani pr(ses  pendidikan yang ideal$

2( +a&an

Hendaknya sebagai se(rang pendidik khususnya mata pelaaran +isika, pendidik  tersebut hendaknya selalu mengaitkan materi pembelaaran yang disampaikan dengan Al ur&an, karena kita sebagai manusia pada hakikatnya tidak terlepas dari Alur&an tersebut sebagai ped(man hidup$

(24)

Abdullah, A$%$S$ </66/=$  1ducational )heor!, % 2uranic 3utlook <Alih bahasaC Mutammam=$ >7 *ip(neg(r( C 3andung$

1ndang$ -./?$  Hakikat 4endidikan. http'55www.kompasiana.com5endang.me5hakikat"pen didikan"pemikiran"ulang"landasan"#iloso#is677/b/#ba8ea9:;7-0;77/d/a 5nline=$ *iakses Pada Tanggal /B September -./0$

+r(st 4r$, S$1$ </6?@ . <asic )eaching o#.)he. =reat 4hilosophers, 3arnes  N(bles C Ne# ;(rk$

 Nana, Ade$ -./0$  >ilsa#at Hakikat Manusia. http'55adenana/des.blogspot .co.id5/0850/5   #ilsa#at"hakikat"manusia"dalam.html?   <5nline=$ *iakses Pada Tanggal /B September 

Referensi

Dokumen terkait