• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULIAH KERJA PROFESI (KKP) SEBAGAI CREATOR CONTENT DI FESTIVAL FILM PELAJAR JOGJA (FFPJ)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KULIAH KERJA PROFESI (KKP) SEBAGAI CREATOR CONTENT DI FESTIVAL FILM PELAJAR JOGJA (FFPJ)"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan

Laporan ini disusun guna memenuhi syarat menempuh Kuliah Kerja Profesi (KKP) Program Studi Film dan Televisi

Jurusan Seni Media Rekam

Oleh:

SAILA NUR NATHISA NIM. 17148146

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA

(2)

LEMBAR PENGESAHAN KULIAH KERJA PROFESI (KKP)

SEBAGAI CREATOR CONTENT

DI FESTIVAL FILM PELAJAR JOGJA (FFPJ)

Telah disetujui sebagai Laporan Kuliah Kerja Profesi pada hari Selasa, 29 Desember 2020. Menyetujui, Dosen Pembimbing Nerfita Primadewi S, Sn. M, Sn. NIP. 197402252003122001 Pembimbing Lapangan,

Founder Festival Pelajar Jogja

Tomy Widiyatno Taslim

Mengetahui,

Ketua Jurusan Seni Media Rekam

Sri Wastiwi Setiawati, S.Sn., M.Sn.

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mencurahkan semua kebaikan sehingga penulis dapat melaksanakan program Kuliah Kerja Profesi (KKP) dan menyelesaikan Laporan KKP. Seperti yang diketahui, dibuatnya laporan KPP ini adalah sebagai salah satu rangkaian akhir pelaporan kegiatan program Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang telah penulis laksanakan. Pada kesempatan kali ini, penulis diberi kesempatan untuk melaksanakan KKP di Festival Film Pelajar Jogjakarta dan berkontribusi sebagai content creator.

Dalam penulisan laporan ini penulis menerima banyak dukungan baik dari semua pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Bu Nerfita Primadewi selaku Dosen Pembimbing KKP yang telah membimbing penulis selama proses pelaksanaan KKP hingga menyelesaikan laporan akhir KKP.

2. Bapak Titus Soepono Adji, S.Sn., MA. selaku Ketua Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Surakarta dan juga telah menyediakan Program Magang bersama Mentor Profesional di tengah pandemic Covid-19.

3. Ibu Sri Wastiwi Setiawati, S.Sn., M.Sn. selaku Ketua Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Surakarta.

4. Mas Tomy Widiyatno Taslim selaku mentor KKP dan peendiri Festival Film Pelajar Jogjakartakarta yang telah sabar membimbing penulis dengan baik selama studi KKP.

5. Orang tua serta saudara-saudari yang terus memberi dukungan dan doa.

6. Teman-teman divisi publikasi yang luar biasa dan saling membantu dalam pelaksanaan tugas KKP.

7. Anita dan Camelia yang memberi semangat serta motivasi dalam pengerjaan laporan ini.

(4)

8. Seluruh teman-teman Program Studi Film dan Televisi angkatan 2017 seperjuangan perjuangan yang sama.

Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna, oleh karenanya penulis mengharapkan adanya masukan dan kritikan dari berbagai pihak. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, penulis, dan mampu memberikan inspirasi penulis lainnya untuk menghasilkan karya tulis yang lebih baik.

Surakarta Penyusun

(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v BAB I PENDAHULUAN ... 7 A. Latar Belakang ... 7 B. Tujuan ... 8 C. Manfaat ... 8 D. Waktu ... 9 E. Lokasi ... 9

BAB II MATERI DAN METODE KULIAH KERJA PROFESI ... 10

A. Materi Kuliah Kerja Profesi ... 10

1. Materi Umum ... 10

2. Materi Khusus ... 10

B. Metode Kerja Profesi ... 13

1. Pengumpulan Data Primer ... 13

2. Pengumpulan Data Sekunder ... 15

BAB III PELAKSANAAN KERJA PROFESI ... 16

A. Tinjauan Umum Perusahaan ... 16

1. Sejarah Umum Perusahaan ... 16

2. Visi dan Misi ... 17

3. Logo FFPJ ... 18 4. Program FFPJ ... 19 B. Pelaksanaan Kegiatan ... 19 1. Rencana Pelaksanaan KKP ... 19 2. Realisasi Kegiatan ... 20 3. Kegiatan Harian ... 22

(6)

4. Capaian Kegiatan ... 23 5. Deskripsi Karya ... 24 BAB IV PENUTUP ... 26 A. Kesimpulan ... 26 B. Saran ... 26 DAFTAR PUSTAKA ... 27 LAMPIRAN ... 28

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada semester tujuh, program Studi (Prodi) Film dan Televisi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta memberikan program mata kuliah Kuliah Kerja Profesi (KKP). Mata kuliah ini bertujuan memberikan pendidikan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus. Selain itu KKP bertujuan untuk menambah wawasan dan profesionalitas mahasiswa terhadap dunia kerja di bidang film, televisi, maupun bidang terkait lain sebagai bekal ilmu setelah lulus menyelesaikan pendidikannya. Prodi Film dan Televisi memberikan keleluasaan mahasiswanya dalam memilih tempat untuk melakukan studi KPP, baik rumah produksi film, televisi, festival perfilman, bahkan , lembaga atau instansi perfilman lainnya. Festival Film Pelajar Jogjakarta (FFPJ) adalah festival film yang dapat dijadikan tempat studi KKP mahasiswa. FFPJ merupakan salah satu festival film pelajar nasional bergengsi. Tahun 2020, menjadi tahun ke sebelas diadakannya festival ini. Diadakan di setiap tahun dengan tema berbeda dari tahun ke tahun, Srikandi Bumi

Pertiwi menjadi tema Festival Film Pelajar (FFPJ) tahun ini.

Pada tahun ini FFPJ membuka lowongan magang bagian festival program. Program magang ini dilakukan secara online, mengingat pandemi covid-19 yang belum juga berakhir. Pada KKP yang diadakan selama 38 hari ini, penulis berkesempatan mendalami divisi content creator. Content creator bukanlah sebutan yang biasa disematkan bagi seseorang yang bertugas merancang dan menciptakan berbagai materi konten, oleh karenanya content creator dituntun untuk memiliki ide-ide kreatif dan orisinil. Content creator biasanya memang banyak dibutuhkan di industri kreatif. Di FFPJ sendiri, sebagai content creator bertugas membuat video dokumenter pendek sebagai materi publikasi untuk dimuat di platfrom digital milik FFPJ. Penulis tertarik melaksanakan KKP di FFPJ

(8)

karena ingin menjadikan tema festival FFPJ 2020 sebagai tugas akhir yang akan diteliti oleh penulis.

B. Tujuan

Pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi di Festival Film Pelajar Jogjakarta (FFPJ) bertujuan untuk:

1. Mengenal dan mengalami suasana kerja secara langsung di Festival Film Pelajar Jogjakarta

2. Mengukur kemampuan pranalar dalam membaca dan menyelesaikan pokok permasalahan yang ada.

3. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan skill dalam ranah festival film. 4. Mengetahui sistem manajemen dan sistem kerja bidang festival program.

C. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi terkait untuk mahasiswa, lembaga pendidikan, maupun dunia industri diantaranya adalah:

1. Mahasiswa

a. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan mata kuliah KKP dan menamatkan jenjang strata 1 di Institut Seni Indonesia Surakarta.

b. Mengasah dan mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang studi terkait.

c. Meningkatkan pengetahuan mengenai struktur kerja bidang terkait. d. Pembekalan terhadap mahasiswa untuk menambah ilmu pengetahuan,

potensi, profesionalitas saat terjun dalam dunia kerja. e. Menjalin relasi antara mahasiswa dengan pihak FFPJ. 2. Lembaga pendidikan

a. Menjadi jembatan kerja antara Institut Seni Indonesia Surakarta dengan FFPJ.

(9)

b. Memperoleh informasi dari industri terkait tentang kompetensi dan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan.

3. Dunia Industri

a. Memperoleh calon tenaga terdidik yang diperlukan di bidangnya. b. Mendapatkan tenaga berkompetensi pada bidangnya untuk turut

memajukan lembaga dan industri pertelevisian.

c. Menebar kebaikan dan pahala dengan menyalurkan ilmu kepada tenaga terdidik.

D. Waktu

Menurut kebijakan kampus Institut Seni Indonesia Surakarta, lamanya waktu pelaksanaan program magang atau KKP adalah 5 minggu. Sedangkan penulis melaksanakan KKP di FFPJ selama 38 hari (5 minggu lebih 3 hari) yang dimulai pada tanggal 24 September 2020 dan berakhir pada 31 Oktober 2020. E. Lokasi

KKP dilaksanakan secara online mengingat belum berakhirnya klister covid-19, hal tersebut menjadikan penulis dapat melakukan KKP di rumah yang beralamatkan di Jepara, Jawa tengah dan berhubungan secara daring dengan mentor yang berada di Daerah Istimewa Jogjakartakarta. Sedangkan lokas instansi yang dijadikan KKP sebagai berikut:

Nama Instansi : Festival Film Pelajar Jogjakarta (FFPJ) Unit bagian : Content creator

Bagian : Publikasi dan promosi

Website : filmpelajar.com

(10)

BAB II

MATERI DAN METODE KULIAH KERJA PROFESI A. Materi Kuliah Kerja Profesi

1. Materi Umum

Mata kuliah Kerja Kuliah Profesi (KKP) merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Melalui mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkannya dari bangku kuliah, serta dapat terjun langsung dan mengetahui industri bidang Film dan Televisi yang sebenarnya. Selain dapat melakukan KKP di stasiun televisi, rumah produksi film, bahkan di lembaga atau instansi terkait lainnya, festival film merupakan salah satu tempat dimana mahasiswa dapat mengiimplementasikan soft skill dan hard skill yang telah di dapatkannya. Oleh karena itu, Festival Film Pelajar Jogjakarta menjadi tempat pilihan penulis untuk melaksanakan program KKP.

Festival Film Pelajar Jogjakarta atau sering disingkat FFPJ didirikan oleh Tomy Widiyatno Taslim pada tahun 2010. 38 hari menjadi salah satu bagian dari FFPJ, penulis berkesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri di divisi publikasi dengan jobdesk sebagai Content Creator. Menurut State of Digital Publishing,, content

creator adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk setiap informasi yang ada di

media, terutama media digital.

2. Materi Khusus

Selama melaksanakan program KKP, penulis berkesempatan bergabung pada divisi publikasi publikasi dengan jobdesk sebagai Content Creator. Dalam penugasannya, divisi publikasi merupakan sebuah divisi yang bertanggug jawab membantu menyebarkan informasi dan materi sebagai rangkaian acara atau kegiatan, Di dalam divisi publikasi, ada sebuah jobdesk yang bertugas membuat materi yang akan dipublikasikan. Jobdesk ini biasa disebut sebagai Content Creator. Penjelasan mengenai Content Creator secara sederhana, dalam KBBI, definisi kreator (creator) sendri dapat diartikan sebagai pencipta atau pencetus gagasan. Sehingga dapat disimpulkan , content creator merupakan pencipta, pencetus, ataupun produser yang

(11)

mampu menghasilkan sebuah karya melalui publikasi konten orisinil di media sosial tertetu. Di FFPJ sendiri, dalam program KKP sebagai creator content, penulis diberi tugas dan tanggung jawab membuat tiga buah dokumenter pendek berdurasi 2-3 menit dengan tema Srikandi Bumi Pertiwi. Tema ini memberi batasan terhadap konten video dokumenter yang dibuat. Mengambil subjek yang merupakan perempuan di usia minimal SMA/SMK sederajat, dan 20 tahun sebagai usia maksimal dan menceritakan mengenai perjuangannya terhadap diri sendiri, keluarga, ataupun negara di masa pandemic covid-19. Berikut alur kerja yang dilakukan penulis:

Gambar … Flowchart proses kerja content creator video di Festival Film

Pelajar Jogjakarta (Pengolah: Saila Nur Nathisa. 2020)

a. Tahap pencarian subjek

Riset biasa menjadi tahapan awal dari rangkaian proses panjang pembuatan film. Riset merupakan proses pengumpulan data. Riset sangat penting adanya untuk menunjang ketajaman film yang dibuat. Oleh karenanya data yang didapatkan dari proses ini haruslah spesifik. Mengawali tugas, penugas di minggu pertama diawali dengan riset mengambil beberapa sampel subjek melalui wawancara (minimal 3) calon subjek yang berkaitan dengan tema Srikandi Bumi Riset Pencarian Subjek Pembuatan Desain

Produksi

Produksi

(12)

Pertiwi. Disini, penulis mendapatkan 5 calon subjek dengan latar belakang dan

permasalahan yang beragam.

Data yang didapat dari proses pencarian hingga wawancara diolah menjadi data kualitatif, dituliskan secara diskriptif mengenai latar belakang calon subjek, kisah hidupnya yang menarik, hingga motivasi yang dimiliki. Data yang sudah lengkap, dikirimkan kepada mentor. Dalam pengoreksiannya, apabila mentor kurang setuju dengan beberapa calon yang diajukan, maka kami (mahasiswa program KKP, jobdesk content creator) harus melakukan riset kembali hingga menemukan sampel calon subjek yang sesuai dengan mentor. Apabila tidak ada revisi dalam pengoreksiannya, maka dari sampel yang ada, mentor akan memilih 3 dari calon subjek yang diajukan.

b. Tahap pembuatan desain rancangan produksi

Sebelum produksi/ pengambilan gambar dilakukan, penulis diberi tugas untuk membuat desain rancangan produksi. Desain rancangan produksi ini berfungsi sebagai himbauan atau penjelasan terhadap gambaran bagaimana produksi akan dilakukan, bagaimana gambar akan diambil. Desain produksi yang telah dibuat, segera dikirim kepada mentor. Apabila desain rancangan telah disetujui mentor dan tidak ada revisi, maka penulis dapat melanjutkan pada tahap selanjutnya.

c. Tahap produksi/ pengambilan gambar

Setelah serangkaian riset dan pembuatan desain rancangan produksi, maka pada minggu ketiga inilah kesempatan untuk melakukan produksi/ pengambilan gambar dari subjek yang sudah disetujui. Sebelum melakukan syuting/ pengambilan gambar, penulis melakukan diskusi secara chat dengan para subjek untuk menentukan kapan waktu syuting, karena pengambilan gambar sendiri perlu menyesuaikan jadwal atau waktu luang yang dimiliki para subjek. Terlebih saat pengambilan gambar akan dilakukan, beberapa subjek sedang melakukan mid tes secara daring, ditakutkan penulis akan menganggu kegiatan subjek. Setelah diskusi dilakukan dan dapat dilakukan penetapan jadwal, maka penulis dapat segera melakukan pengambilan gambar.

(13)

Tahap pengambilan gambar satu subjek dapat berlangsung selama satu hingga dua hari dan dalam penggarapannya, penulis bekerja secara individu merangkai semua jobdesk yang ada, baik penulis naskah, sutradara, hingga kameramen. Setelah pengambilan gambar dirasa cukup, penulis akan segera melakukan back up data dan melakukan priview gambar secara pribadi. Apabila ada gambar yang kurang memuaskan, maka penulis perlu membuat catatan untuk pengambilan gambar selanjutnya.

d. Tahap Pasca Produksi

Pasca produksi dimulai. Sebagai tahap awal, penulis melakukan pengeditan offline atau rough cut. Setelahnya, dilakukan online editing. Pada tahap ini penulis mulai menambahkan backsound, tittle, hingga melakukan color

grading serta motion apabila diperlukan. Program KKP dilakukan secara daring,

maka video yang telah selesai dibuat, segera diupload pada gdrive untuk dapat dinilai dan direvisi oleh mentor. Content Creator melakukan perbaikan video apabila diperlukan.

Setelah berbagai rangkaian dari pra produksi-produksi-pasca produksi selesai dilakukan tanpa ada revisi lanjutan. Maka hasil dari garapan video dokumenter ini akan di publikasikan pada platform online milik FFPJ dan diharapkan kisah perempuan hebat yang dikemas dalam video dokumenter pendek tersebut dapat menginspirasi para muda-mudi, khususnya para perempuan agar terus berkarya dan tidak lagi menjadikan pandemic sebagai alasan.

B. Metode Kerja Profesi

Selama pelaksanaan KKP menjadi content creator, penulis menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan data dan materi. Metode yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Berikut adalah pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder yang digunakan oleh penulis:

1. Pengumpulan Data Primer

Definisi data primer adalah data utama yang penulis dapatkan secara orisinil, asli, atau langsung dari sumbernya. Dalam perolehan yang

(14)

dilakukan secara langsung oleh penulis, maka dalam pengumpulan dataya dibutuhkan waktu, sumber daya, dan biaya yang dapat dikatakan tidak sedikit. Namun, data primer mempunyai kredibilitas tinggi. Data primer ini diperoleh penulis saat pelaksanaan KKP berlangsung. Adapun metode yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data primer yaitu melalui survey, observasi, dan wawancara.

a. Survey

Survet merupakan sebuah metode penelitian dengan cara mengambil beberapa sampel sebagai pengumpulan data yang ada. Survey iasa dilakukan dengan wawancara atau dengan mengisi kuisioner. Dalam hal ini penulis melakukan survey dengan cara mendata seluruh subjek perempuan yang berusia SMA/ sederajat yang masih aktif berkegiatan di tengah pandemic ini.

b. Observasi

Observasi merupakan kegiatan pengamatan yang dilakukan secara langsung/ turun ke lapagan dan mencatat hal-hal penting dan dianggap perlu yang dilakukan oleh objek pengamatan tersebut. Oleh karenanya, setelah melakukan survey, penulis melakukan kegiatan observasi dengan cara mendatangi kediaman subjek secara langsung dan mengamati kesehariannya, lalu mencatat kegiatan dan rutinitas subjek sebagai bahan untuk dijadikan poin adegan nantinya.

c. Wawancara

Menurut Sugiyono (2017,194) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti, dan apabila peneliti juga ingi mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah dari responden tersebut sedikit. Dalam hal ini penulis lebih banyak melakukan wawancara secara informal atau santai denan subjek. Namun, walau begitu, penulis tetap mencatat poin-poin penting agar tidak terlewat saat produksi. Melalui wawancara ini penulis dapat mendapatkan berbagai informasi,

(15)

termasuk informasi dari kegiatan subjek selama pandemic dan hal-hal menarik lain yang berkaitan dengan tema sehingga memungkinkan untuk dapat menambah informasi guna memperdalam film yang akan diproduksi.

2. Pengumpulan Data Sekunder

Sesuai dengan arti kata sekunder (secondary) yang berasal dari bahasa inggris, kata ini memiliki arti kedua, maka data sekunder dapat didefinisikan sebagai data yang dikumpulkan dari sumber atau pihak lain, bukan oleh periset sendiri. Artinya, periset disini sebagai tangan kedua yang sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut. Keberadaan data sekunder ini berfungsi sebagai pelengkap dari data primer yang ada. Data sekunder yang dikumpulkan penulis berupa berita-berita dari internet mengenai pandemic Covid-19. Hal itu bertujuan untuk mengetahui hingga sejauh mana perkembangan tentang pandemic. Selain penulis juga berkesempatan untuk mengakses film-film dokumenter pendek bertema pandemic guna menambah informasi dan referensi.

(16)

BAB III

PELAKSANAAN KERJA PROFESI A. Tinjauan Umum Perusahaan 1. Sejarah Umum Perusahaan

Festival Film Pelajar Jogjakarta atau sering disingkat FFPJ didirikan oleh Tomy Widiyatno Taslim pada tahun 2010. Pendirian festival ini merupakan bentuk peneguhan diri dalam berproses di dunia seni film, khususnya ranah pendidikan dan kebudayaan. Festival diniatkan sebagai ruang silaturahmi dan belajar bersama secara kritis pelajar Indonesia, khususnya yang berusia remaja atau sedang belajar di sekolah menengah.

Sebelum mendirikan FFPJ, sejak 1993 Tomy telah beraktivitas di beberapa komunitas seni, khususnya di Yogyakarta. Selain itu, sejak 2001 juga sering mengajar dan memfasilitasi workshop film di berbagai komunitas, instansi pemerintah, sekolah menengah, dan perguruan tinggi. Pada tahun 2006-2007, terlibat dalam program pengembangan guru produksi dan penyiaran televisi yang akan diterjunkan di sekolah-sekolah menengah di Indonesia. Pada tahun 2009, Tomy berkesempatan memfasilitasi pendirian Forum Film Pelajar Indonesia di Yogyakarta. Beberapa kegiatan ini mendorong Tomy untuk meneguhkan diri berkiprah dalam dunia seni film untuk kalangan pelajar/pendidikan, yang diwujudkan melalui pendirian dan pengalolaan Festival Film Pelajar Jogjakarta pada tahun 2010.

Proses yang berjalan sejak 2010 sampai saat ini tentu tidak dilakukan sendiri. Dukungan dan bantuan banyak pihak menjadi penyokong FFPJ terus hidup. Almamater Tomy, yaitu Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan keluarga besarnya sejak pertama menjadi pihak yang selalu mendukung. Kemudian juga para guru seni dan film seperti Ki Hartanto (Institut Kesenian Jakarta - Padepokan Film Grabag, almarhum), Gotot Prakosa (Institut Kesenian Jakarta, almarhum), Subagjo Budisantoso (Institut Kesenian Jakarta), Alexandri Luthfi (Institut Seni Indonesia Yogyakarta), dan para guru lainnya yang tak pernah lelah berpartisipasi dalam festival dengan caranya masing-masing. Tanpa para guru yang luar biasa, yang juga memiliki murid-murid istimewa dan menyukai film, FFPJ tidak akan pernah bertahan hidup.

Yayasan Festival Film Pelajar Jogjakarta (Yayasan FFPJ – FFPJ Foundation) kemudian didirikan sebagai organisasi nirlaba untuk menaungi kegiatan Festival Film Pelajar Jogjakarta. Yayasan FFPJ didaftarkan kepada Notaris Oman Abdurahman, SH., Nomor 07, Tanggal 28 Oktober 2014, di Yogyakarta. Kemudian pada Tanggal 04 November 2014 Yayasan FFPJ mendapatkan pengesahan secara resmi dari

(17)

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor AHU0008366.50.80.2014.

Sebelum berbentuk badan hukum, FFPJ telah dijalankan sejak 2010 dalam semangat paguyuban dan komunitas yang cair. Lembaga dan seluruh program yang digarap secara mandiri maupun kolaborasi didedikasikan sebagai ruang silaturahmi, belajar bersama, dan berbagi. Komunitas pelajar, khususnya yang memiliki perhatian dan minat terhadap dunia film, seni dan media secara luas, menjadi pemangku kepentingan utama. Dinamika yang terjadi diyakini oleh lembaga sebagai bagian dari kerja pendidikan, seni, sosial, dan budaya, yang semuanya mengedepankan proses memanusiakan manusia serta lingkungannya.

Yayasan FFPJ secara formal memiliki struktur organisasi. Hal ini kemudian tidak menjadi penghalang bagi perjalanan proses festival yang cenderung lentur dan cair. Pendiri, pembina, pengawas dan pengurus mengedepankan asas musyawarah dan mufakat di dalam proses-proses pengambilan keputusan. Tomy Widiyatno Taslim pendiri sekaligus ketua dewan pengurus.

Seluruh aktivitas lembaga diikhtiarkan dengan berpegang pada nilai-nilai yang telah ditetapkan pendiri. Nilai-nilai ini akan terus ditanam dan dirawat bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan FFPJ. Sebuah tatanan ideal diharapkan terwujud di masa mendatang, yaitu tumbuhkembangnya komunitas pelajar yang memiliki pemikiran dan sikap kritis dalam forum silaturahmi yang penuh kedamaian. Tatanan ini akan diperjuangkan dengan segenap daya bersama-sama dan kolaborasi dengan seluruh jaringan kerja, baik yang sudah ada maupun baru.

Nilai-nilai yang coba diikhtiarkan dan dirawat bersama adalah sebagai berikut: a. Kemandirian b. Gotong royong c. Toleransi d. Persahabatan e. Perdamaian

2. Visi dan Misi

Visi:

Mengembangkan komunitas pelajar yang memiliki perhatian terhadap dunia film, seni dan media secara luas sebagai sarana penguat jati diri kebudayaan, pendidikan kritis dan kemajuan dirikolektif untuk kehidupan yang lebih baik.

(18)

a. Menumbuhkembangkan komunitas pelajar di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki kesadaran kritis atas persoalan sosial, budaya, politik dan lainnya

b. Mengembangkan kegiatan kreatif berbasis film, seni dan media secara luas sebagai sarana ekspresi, komunikasi, pendidikan dan budaya c. Mengembangkan kemitraan produktif dengan berbagai pihak yang

memiliki visi sebangun

3. Logo FFPJ

Logo FFPJ dirancang khusus untuk kebutuhan lembaga. Selain fungsi administratif dan keperluan desain secara keseluruhan, logo juga disusun berdasarkan referensi-sumber yang harapannya sesuai visi lembaga. Motif batik Wahyu Tumurun dipilih sebagai inspirasi utama. Warna merah dipilih sebagai warna utama logo untuk mengafirmasi diri agar lembaga terus berani menjalani lakunya sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya, dalam beragam kondisi.

Wahyu Tumurun artinya turunnya wahyu. Motif utamanya adalah mahkota terbang sebagai symbol kemuliaan. Ini merupakan ajakan kepada para apresian-pemakainya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapatkan petunjuk, berkah, rahmat dan anugerah yang berlimpah. Pengharapan yang bersifat keduniawian juga ikhtiarkan, seperti kedudukan yang baik serta mampu meraih cita-cita yang diinginkan. Desain-motif ini juga menyiratkan berkah kehidupan lahir bathin, keharmonisan dan kebahagiaan yang langgeng dalam kehidupan.

Batik wahyu tumurun telah dikenal sejak tahun 1480 (abad ke-14) di wilayah Yogjakarta. Kemudian menyebar ke berbagai daerah. Ketika di Yogyakarta, motif bercorak burung merak. Motif ini juga berkembang di wilayah lain dengan modifikasi sesuai konteksnya masing-masing. Hal ini tidak mengurangi filosofi utama batik Wahyu Tumurun sebagai simbol kemuliaan.

Gambar 1.Batik Tumurun

(19)

Gambar2.Logo FFPJ

(Sumber: Dokumen FFPJ, 2020)

4. Program FFPJ

a. Apresiasi seni dan media b. Literasi seni dan media

c. Pengembangan komunitas dan jaringan d. Riset dan media

e. Kewirausahaan

B. Pelaksanaan Kegiatan

1. Rencana Pelaksanaan KKP

Mengetahui production house Visinema Pictures membuka lowongan magang, maka penulis dengan segera melengkapi berkas untuk melamar sebagai production assistant, akan tetapi, karena alasan

pandemic dan PSBB di Jakarta, maka program magang ditiadakan

sementara. Kemudian penulis berencana mengikuti program KKP yang diadakan oleh kampus, program ini dilaksanakan dengan beberapa mentor pilihan kampus. Penulis memilih untuk mengikuti KKP bersama mentor Tomy Taslimdari Festival Film Pelajar Jogjakarta. Submisi pelaksanaan program Kuliah Kerja Profesi (KKP) ini diawali dengan pengajuan proposal ke pihak program studi Film dan Televisi, Institut Seni Idonesia (ISI) Surakarta. Pengajuan proposal Setelah proposal dan berbagai serangkaian berkas diselesaikan serta segera penulis ajukan kepada kampus. Tepat pada tanggal 19 September 2020, penulis dihubungi oleh Mas Tomy Taslim untuk melakukan interview melalui WA. Dua hari kemudian, pada tanggal 21 September 2020 penulis mendapat kabar bahwa pihak FFPJ mengonfirmasi pengajuan magang dan penulis dapat memulai magang.

(20)

2. Realisasi Kegiatan

a. Adaptasi Lingkungan Kerja

Hari pertama pelaksanaan KKP online bersama mentor Tomy Taslim, FFPJ dimulai pada tanggal 24 September 2020. Dimulai dengan pembuatan grub whatssap anggota magang berszma mentor dan ketua program studi Film dan Televisi. Penulis dan rekan-rekan magang yang tidak lain adalah teman mahasiswa dari program studi dan kampus yang sama dengan penulis saling memperkenalkan diri di grub.

b. Penugasan yang Diberikan oleh Mentor/ Pembimbing Lapangan

Di hari yang sama, setelah perkenalan dilakukan, maka mas Tomy Taslim selaku mentor KKP memberikan penjabaran rancangan tugas yang dapat dikerjakan di lingkungan rumah/ wilayah maisng-masing. Harapannya proses dan outputnya bermanfaat dan maksimal baik untuk kami, para anggota magang dan pihak FFPJ. Berikut detail tugas yang diberikan:

a) Tahap pencarian subjek

Mengawali tugas, penugas di minggu pertama diawali dengan riset mengambil beberapa sampel subjek melalui wawancara (minimal 3) calon subjek yang berkaitan dengan tema Srikandi Bumi Pertiwi. Disini, penulis mendapatkan 5 calon subjek dengan latar belakang dan permasalahan yang beragam. Data yang didapat dari proses pencarian hingga wawancara diolah menjadi data kualitatif, dituliskan secara diskriptif mengenai latar belakang calon subjek, kisah hidupnya yang menarik, hingga motivasi yang dimiliki. Data yang sudah lengkap, dikirimkan kepada mentor.

Gambar 4.Laporan Hasil Riset Data Calon Subjek Saila

(21)

b) Tahap pembuatan desain rancangan produksi

Sebelum produksi/ pengambilan gambar dilakukan, penulis diberi tugas untuk membuat desain rancangan produksi. Desain rancangan produksi ini berfungsi sebagai himbauan atau penjelasan terhadap gambaran bagaimana produksi akan dilakukan, bagaimana gambar akan diambil. Desain produksi yang telah dibuat, segera dikirim kepada mentor. Apabila desain rancangan telah disetujui mentor dan tidak ada revisi, maka kami dapat melanjutkan pada tahap selanjutnya.

Gambar 5. Desain Rancangan Produksi Saila

(Sumber: Dokumen Saila Nur Nathisa, 2020)

c) Tahap produksi/ pengambilan gambar

Setelah serangkaian riset dan pembuatan desain rancangan produksi di setujui oleh mentor, maka pada minggu ketiga inilah kesempatan untuk melakukan produksi/ pengambilan gambar dari 3 subjek yang sudah disetujui. Tahap pengambilan gambar satu subjek dapat berlangsung selama satu hingga dua hari dan dalam penggarapannya, penulis bekerja secara individu merangkai semua jobdesk yang ada, baik penulis naskah, sutradara, hingga kameramen. Setelah pengambilan gambar dirasa cukup, penulis akan segera melakukan back up data dan melakukan priview gambar secara pribadi. Apabila ada gambar yang kurang memuaskan, maka penulis perlu membuat catatan untuk pengambilan gambar selanjutnya.

(22)

Gambar 6. Saila melakukan pengambilan gambar

(Foto: Rania Adiba, 2020)

d) Tahap Pasca Produksi

Pasca produksi dimulai. Sebagai Langkah awal dari tahap pasca produksi, penulis melakukan pengeditan offlline atau

rough cut. Setelahnya, dilakukan online editing. Pada tahap ini

penulis mulai menambahkan backsound, tittle, hingga melakukan color grading serta motion apabila diperlukan. Karena pelaksanaan program KKP dilakukan secara daring, maka video yang telah selesai dibuat, segera diupload pada gdrive untuk dapat dinilai dan direvisi oleh mentor. Penulis mendapat sedikit revisi dari mentor, yakni dalam video diminta untuk menambahkan credit title.

Gambar 7. Capture salah satu timeline pengeditan subjek

(Sumber: Dokumen Saila Nur Nathisa, 2020)

3. Kegiatan Harian

Hari/Tanggal Deskripsi Kegiatan

Kamis, 24 September 2020

-Briefing rancangan tugas dari mentor magang Sabtu, 26 September

2020

(23)

Minggu, 27 September 2020

-Pencarian calon subjek Srikandi Bumi Pertiwi Senin, 28 September

2020

-Pencarian calon subjek Srikandi Bumi Pertiwi Selasa, 29 September

2020

-Pencarian calon subjek Srikandi Bumi Pertiwi Rabu, 30 September

2020

-Pencarian calon subjek Srikandi Bumi Pertiwi -Membuat laporan data hasil riset subjek Kamis, 1 Oktober

2020

-Pengumpulan laporan data hasil riset subjek -Konsultasi laporan bersama mentor

Senin, 5 Oktober 2020

-Pembuatan Desain rancangan produksi Rabu, 7 Oktober 2020 -Pengumpulan Desain rancangan produksi

-Menghubungi subjek untuk mengonfirmasi akan melakukan pengambilan gambar lanjutan.

Kamis, 15 Oktober 2020

-Produksi/pengambilan gambar Marshanda (Subjek 1)

Selasa, 20 Oktober 2020

-Produksi/ pengambilan gambar Sinta (Subjek 2)

Jum’at, 23 Oktober 2020

-Produksi/ pengambilan gambar Sukma (Subjek 3)

Senin, 26 Oktober 2020

.-Produksi/ pengambilan gambar Sukma (Subjek 3)

Selasa, 27 Oktober 2020

-Pasca produksi/ pengeditan. Rabu, 28 Oktober

2020

-Pengambilan gambar ulang wawancara Marshanda (Subjek 1)

Kamis, 29 Oktober 2020

-Pasca produksi/ pengeditan Jum’at, 30 Oktober

2020

-Pasca produksi/ pengeditan Sabtu, 31Oktober

2020

-Pengumpulan draft 1 editing. -Revisi draft 1.

- Pengumpulan film hasil jadi.

4. Capaian Kegiatan

Selama melakukan program kegiatan KKP bersama mentor Tomy Taslim dari Festival Film Pelajar Jogjakarta (FFPJ) bidang content

creative, penulis telah mempelajari banyak hal. Dimulai dari riset,

observasi, produksi, hingga pasca produksi film dokumenter pendek yang dilakukan secara individu. Pengalaman tersebut dapat menjadi tolak ukur sejauh mana kemampuan penulis dalam melakukan pra produksi-produksi-pasca produksi. Selain itu, penulis mendapat pengalaman baru

(24)

dan bertemu orang-orang baru serta cerita menarik tentang kehidupan mereka. Selain itu, capaian selanjutnya, penulis ingin meneliti pembacaan feminisme dari tema FFPJ Srikandi Bumi Pertiwi sebagai tugas akhir skripsi.

C. Deskripsi Karya

Selama mengikuti program Kuliah Kerja Profesi bersama mentor Tomy Taslim di Festival Film Pelajar Jogjakarta, sesuai penugasan membuat 3 film video dokumenter pendek, maka penulis menghasilkan 3 buah film dokumenter pendek dengan tema Srikandi Bumi Pertiwi bersama 3 subjek/narasumber sebagai berikut:

1. Marshanda Aqila Divansa (Kiki)

Biasanya pada kelas 2, para siswa SMK akan menjalani PKL (Praktik Kerja Lapangan). Sayangnya, karena adanya pandemi korona, siswa pun tidak dapat melaksanakan PKL di luar kota, begitu pula yang dialami Kiki. Tidak dapat melaksanakan PKL, lantas tidak membuatnya patah semangat, guna mengimplementasikan ilmu pemasaran yang Ia pelajari di bangku sekolah, Kiki pun membuka sebuah warung Tela-tela kecil di depan rumahnya. Hitung-hitung tambahan uang saku, Aku Kiki yang selama pandemi ini tidak lagi mendapatkan uang saku dari sang mama. Penulis ingin menggambarkan bagaimana Kiki dapat tetap kreatif dan inovatif selama pandemi dan memungkinkan untuk memotivasi rekan-rekan yang ada.

2. Sinta Dewi Astuti

Film dokumenter pendek ini bercerita tentang kehidupan Sinta, salah satu pelajar kelas 1 di SMK Negeri 2 Jepara. Sudah 3 bulan ini sang ibu membuka warung makan kecil di samping rumah. Sebagai anak semata wayang, Sinta memiliki kewajiban membantu sang ibu mengurus keperluan warung, seperti berbelanja dan membuatkan minum pembeli. Kegiatan Sinta dimulai pada pukul setengah 5 pagi, yang mana biasanya Ia bersama sang ibu belanja ke pasar. Hingga siang hari pun Sinta masih harus siap sedia apa bila sang ibu meminta pertolongan untuk keperluan warung. Dikarenakan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk tetap berbakti dan membantu Ibu, Ia juga merasa kadang kala waktu beajar yang Ia dapatkan terbatas bahkan kurang, tidak jarang Ia harus ijin kepada sang guru dan meminta keringanan untuk belajar di malam hari. Sinta merupakan salah satu gambaran perempuan hebat dan dapat memotivasi perempuan lain yang mana selama pandemi ini tidak ada alasan untuk tetap berbakti kepada orang tua dan menuntut ilmu.

3. Sukma

Sukma seorang pelajar SMA Negeri 1 Jepara, serta santriwati pondok pesantren. Selama pandemi ini tidak ada perubahan signifikan dari agenda rutinan mengaji pondok. Sukma menceritakan kegiatan

(25)

sehari-harinya selama pandemi. Dimulai dari bangun jam 4 dini hari dan melakukan sholat tahajud serta subuhan, lalu dilanjutkan mengaji kitab hingga pukul enam pagi. Usai mengaji, dirinya mandi dan bersiap untuk kelas daring hingga pukul 1 siang. Menjelang malam, sehabis sholat maghrib, Ia dan santri pondok lain akan mengaji hingga pukul 9 malam, setelahhnya barulah Sukma dapat belajar mengulang pelajaran kembali. Karena pandemi, pembelajaran dilakukan secara online. Sukma bercerita, sebagai siswa baru, ada kalanya Sukma sedih. Pandemi membuatnya tak dapat leluasa keluar dan tidak dapat mengenal baik teman satu angkatannya. Dari penjabaran deskripsi diatas, film ini menceritakan tentang bagaimana Sukma seorang santriwati dapat berjuang mengatur waktunya akan jadwal pondok dan banyaknya tugas sekolah.

(26)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang akan dilaksanakan merupakan salah satu program yang harus ditempuh mahasiswa Program Studi Film dan Televisi Insititut Seni Indonesia Surakarta pada semester VII (Tujuh). Program ini tidak hanya bertujuan untuk mempraktikkan teori-teori yang telah dipelajari selama perkuliahan. Namun, diharapkan juga dapat memberikan kontribusi untuk mahasiswa mendapatkan pengalaman dan wawasan baru di dalam dunia kerja.

Kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) dilaksanakan selama 38 hari bersama mentor Tomy Taslim dari Festival Film Pelajar Jogjakarta memberikan banyak ilmu dan pengetahuan baru bagi penulis, terlebih dalam menjadi content

creative. Hard skill dan soft skill penulis lebih terasa selama menjalai kegiatan

KKP yang dimulai dari pra produksi-produksi-pasca produksi, semua kegiatan tersebut memaksa penulis untuk bekerja sendiri dan dari sana penulis dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan penulis. Namun, penulis patut bersyukur karena mampu menyelesaikan kegiatan KKP ini dengan baik.

Demikian laporan kegiatan program KKP yang penulis jalani. Penulis berterimakasih kepada segala pihak yang telah membantu, terlebih Festival Film Pelajar Jogjakarta yang telah memberikan ruang kepada penulis untuk berkembang. Semoga ilmu dan pengalaman yang diberikan dapat berguna bagi penulis dan orang sekitar kedepanya.

B. Saran 1. Untuk Peserta Kuliah Kerja Profesi

a. Sebelum melaksanakan KKP, mahasiswa disarankan untuk memilih tempat KKP yang tepat dan sesuai dengan yang diinginkan dengan harapan agar mendapatkan kenyamanan saat melaksanakan KKP.

b. Pada saat berlangsungnya kegiatan KKP, mahasiswa diharapkan tetap sopan, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan mampu menjaga almameter ISI Surakarta.

2. Untuk Program Studi Film dan Televisi

Program studi Film dan Televisi diharapkan memberikan sosialisasi, pengarahan, dan pembekalan yang lebih awal dan terperinci mengenai jadwal, alur pelaksanaan, penyusunan laporan KKP.

(27)

DAFTAR PUSTAKA Buku

M.M, Istijanto. 2005. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Nugroho, Dicky. 2019. Spiritual Skill, Best Partice, Generasi Digital, dan

Perpuastakaan Ramah Anak. Magelang: Pustaka Rumah Cinta.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D Bandung: Alfabeta.

Dokumen

Festival Film Pelajar Jogja (2020). Sebagian Foto FFPJ a Festival Film Pelajar Jogja (2020). Sebagian Foto FFPJ b

Festival Film Pelajar Jogja (2020). Profil Yayasan FFPJ 18112020 Festival Film Pelajar Jogja (2020). Filosofi Logo FFPJ.

Internet

Profesi atau Karir Konten Kreator. (https://campus.quipper.com/careers/content-creator) diakses pada Senin, 16 November 2020, pukul 23:25

Ingin Jadi Content Creator? Kenali Dulu Definisi dan Kunci Suksesnya. 2020. (https://glints.com/id/lowongan/apa-itu-content-creator/#.X8Ekls0zbDc).

Diakses pada 27 November 2020. Pukul 23:10.

(https://id.linkedin.com/in/tomy-widiyatno-taslim-8560a860).diakses pada 13 September 2020, pukul 21:00 WIB.

(https://web.facebook.com/festivalfilmpelajarjogja/). Diakses pada 13 September 2020, pukul 21:44 WIB.

(28)

Lampiran

Foto Dokumentasi

Gambar 8 Wawancara Subjek, Sinta,

(Foto: Saila Nur Nathisa 2020)

Gambar 9. Wawancara Subjek, Sukma.

(Foto: Saila Nur Nathisa 2020)

Gambar10. Obserbasi Subjek, Sinta.

(Foto: Saila Nur Nathisa 2020)

Gambar11. Wawancara Subjek, Sukma.

(29)

Gambar 12. Observasi Subjek, Kiki.

(Foto: Saila Nur Nathisa 2020)

Gambar 13. Pengambilan Gambar.

(Foto: Rania Adiba. 2020)

Gambar 14. Penyerahan Tanda Terimakasih.

(Foto: Rania Adiba. 2020)

Gambar15. Proses Editing oleh Saila.

(30)

FORM PELAKSANAAN

KULIAH KERJA PROFESI

Nama Mahasiswa Saila Nur Nathisa

NIM 171481146

Jurusan / Prodi Seni Media Rekam / Televisi dan Film Instansi KP Festival Film Pelajar Jogja

Divisi Kerja Divisi Publikasi

Nama Instruktur Tomy Widiyatno Taslim

No Hari/Tanggal Deskripsi Kegiatan Paraf Instruktur

1 Kamis, 24

September 2020

-Briefing rancangan tugas dari mentor magang

2 Sabtu, 26

September 2020

-Pencarian calon subjek

Srikandi Bumi Pertiwi

3 Minggu, 27

September 2020

-Pencarian calon subjek

Srikandi Bumi Pertiwi

4 Senin, 28

September 2020

-Pencarian calon subjek

Srikandi Bumi Pertiwi

5 Selasa, 29

September 2020

-Pencarian calon subjek

(31)

6 Rabu, 30 September 2020

-Pencarian calon subjek

Srikandi Bumi Pertiwi

-Membuat laporan data hasil riset subjek

7 Kamis, 1 Oktober 2020

-Pengumpulan laporan data hasil riset subjek

-Konsultasi laporan bersama mentor

8 Senin, 5 Oktober 2020

-Pembuatan Desain rancangan produksi

9 Rabu, 7 Oktober 2020

-Pengumpulan Desain

rancangan produksi

-Menghubungi subjek untuk

mengonfirmasi akan melakukan pengambilan gambar lanjutan. 10 Kamis, 15 Oktober 2020 -Produksi/pengambilan gambar Marshanda (Subjek 1) 11 Selasa, 20 Oktober 2020 -Produksi/ pengambilan gambar Sinta (Subjek 2)

12 Jum’at, 23 Oktober 2020

-Produksi/ pengambilan gambar Sukma (Subjek 3)

13 Senin, 26 Oktober 2020

.-Produksi/ pengambilan gambar Sukma (Subjek 3)

14 Selasa, 27 Oktober 2020

(32)

15 Rabu, 28 Oktober 2020

-Pengambilan gambar ulang wawancara Marshanda (Subjek 1)

16 Kamis, 29 Oktober 2020

-Pasca produksi/ pengeditan

17 Jum’at, 30 Oktober 2020

-Pasca produksi/ pengeditan

18 Sabtu, 31Oktober 2020

Pengumpulan film hasil jadi.

Jogjakarta, 24 Desember 2020 Instruktur

______________________ Tomy Widiyatno Taslim

(33)

FORM PENILAIAN

KULIAH KERJA PROFESI

Nama Mahasiswa Saila Nur Nathisa

NIM 17148146

Jurusan / Prodi Seni Media Rekam / Televisi dan Film Instansi KP Festival Film Pelajar Jogja

Divisi Kerja Divisi Publikasi

Nama Instruktur Tomy Widiyatno Taslim

No Aspek Penilaian

Nilai

E D C B A

Kurang

sekali Kurang Cukup Baik

Baik sekali 1. Penguasaan Materi V 2. Kedisiplinan V 3. Tanggung jawab V 4. Kerja sama V 5. Kreatifitas V 6 Kinerja V

Catatan & Saran :

KKP secara daring punya tantangan tersendiri. Hal ini belum sepenuhnya bisa diatasi, baik peserta KKP maupun pembimbing KKP. Sebagian proses akan lebih baik jika dilakukan dengan tatap muka/fisik langsung. Misalnya saat diskusi gagasan. Bahasa lisan, ditambah dengan gestur, dan mimik muka, sulit digantikan dengan pertemuan daring. Juga pembangunan kesepahaman teknis yang berkaitan dengan karya film/video. Ke depan, jika pola daring tetap akan dipertahankan, perlu disiapkan strategi yang lebih baik lagi agar proses bisa lebih maksimal.

Jogjakarta, 24 Desember 2020 Mengetahui,

Instruktur,

Founder Festival Film Jogja

_____________________ Tomy Widiyatno Taslim

(34)

BERITA ACARA

KONSULTASI KULIAH KERJA PROFESI

Nama Mahasiswa Saila Nur Nathisa

NIM 17148146

Jurusan / Prodi Seni Media Rekam / Film dan Televisi Instansi KP Festival Film Pelajar Jogja

Bidang Kerja Divisi Publikasi

Dosen Pembimbing KP Nerfita Primadewi S, Sn. M, Sn

No Tanggal Materi Konsultasi

Tanda Tangan Dosen Pembimbing KP

1 17 Desember 2020 Konsultasi Laporan KKP

Surakarta, 28 Desember 2020 Dosen Pembimbing,

Nerfita Primadewi S, Sn. M, Sn.

(35)

DATA MAHASISWA

Nama Mahasiswa : Saila Nur Nathisa

NIM : 17148146

Prodi : Film dan Televisi

Dosen Pembimbing : Nerfita Primadewi S, Sn. M, Sn Lokasi Kerja Profesi : Festival Film Pelajar Jogja

Tanggal Pelaksanaan KKP : 24 September 2020-31 Oktober 2020 Tanggal Persetujuan KKP : 19 September 2020

No. Aspek Penilaian Skor Bobot Nilai

1 2 3 4

1. Nilai Penyusunan Laporan KKP √ 0,5 2

2. Nilai Pembimbing Lapangan √ 0,5 2

TOTAL 4 1.76 --- 2,25 : C 2,26 --- 2, 75 : C+ 2,76 --- 3,25 : B 3,26 --- 3,75 : B+ 3,76 --- 4 : A

NILAI AKHIR KERJA PROFESI : 4 ( A )

Surakarta, 28 Desember 2020 Dosen Pembimbing,

Nerfita Primadewi S, Sn. M, Sn.

NIP. 197402252003122001

Jalan Ringroad Km 5,5 Mojosongo, Jebres, Surakarta 57127 Telepon 0271 7889050 Faksimile 0271 7889051

Gambar

Gambar 1.Batik Tumurun  (Sumber: Dokumen FFPJ, 2020)
Gambar 4.Laporan Hasil Riset Data Calon Subjek Saila  (Sumber: Dokumen Saila Nur Nathisa, 2020)
Gambar 5. Desain Rancangan Produksi Saila  (Sumber: Dokumen Saila Nur Nathisa, 2020)  c)  Tahap produksi/ pengambilan gambar
Gambar 6. Saila melakukan pengambilan gambar  (Foto: Rania Adiba, 2020)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh antara Orientasi Etis Idealisme, Orientasi Etis Relativisme, Love of Money, dan Pengetahuan terhadap

PT.. Model pembelajaran ini diharapkan memberikan keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari, membuat pembelajaran menjadi menarik serta menumbuhkan siswa

Sikap warga masyarakat desa Temboro ada yang pro dan kontra tersebut wajar terjadi pada dua atau tiga dekade yang lalu, sekarang saja berdasarkan harghozari 145 di

Menurut para informan pengelolaan daya tarik wisata di Gorontlao masih kurang dan kerjasama secra pentahelix juga perlu dilakukan untuk membangun pariwisata Gorontalo,

Perencanaan sistem drainase kali Randu Garut Kec.Tugu Kota Semarang 38 lebih dari 2 (dua) cabang, maka sungai yang paling penting, yakni sungai yang daerah pengalirannya,

Uraian mengenai pembagian peran dalam merawat ternak pada masyarakat peternak kambing perah yang ada di Desa Cilengkrang Kecamatan Cimalaka secara jelas memperlihatkan

Bantuan akan dikelola oleh timlpanitia yang ditunjuk oleh pimpinan pontren. Timlkepanitiaan akan bekerja memanfaatkan dan rnempertanggungiawabkan bantuan pogram

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh keberhasilan migran tehadap remiten dan (2) pengaruh remiten terhadap pendapatan usaha produktif Diharapkan