[MANAJEMEN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
DISUSUN OLEH : Sri Wahyuni (13422091)
DOSEN PENGAMPUH : Nirmala, Dra.
IAIN RADEN FATAH PALEMBANG
FAKULTAS ADAB JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada dalam suatu perguruan tinggi dan merupakan salah satu unit organisasi yang menunjang perguruan tinggi dalam mencapai tujuannya. Yang termasuk ke dalam pengertian perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang tergabung dalam lingkungan lembaga pendidikan tinggi baik perpustakaan universitas, fakultas, jurusan, dan lembaga. Perpustakaan perguruan tinggi mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, memelihara, melestarikan dan mendayagunakan informasi dalam bentuk bahan pustaka, baik yang dihasilkan lembaga yang bersangkutan (local content) maupun dari pihak luar.
Manajemen Strategik dimaksudkan untuk meluruskan kapasitas internal organisasi dengan permintaan lingkungan eksternal yang diperlukan untuk mengalokasikan sumber daya manusia dan sumber daya agar menjadi bermakna. Proses manajemen strategik pada dasarnya mengimplementasikan strategi untuk mencapai tujuan organisasi (Rowe dkk, 1990:2 dan Wheelen & Hunger, 1987:4).
Pengimplementasian strategi adalah kegiatan dalam mengelola kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk keberlangsungan kegiatan operasional yang memerlukan ketrampilan pemimpin untuk memberi motivasi serta mensyaratkan koordinasi diantara banyak orang dan merupakan aktivitas yang bersifat administratif (Thompson & Strickland, 1987:19).
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
A. Pengertian Manajemen
Manajemen bersal dari bahasa Inggris yaitu management. Dalam bahasa Indonesia manajemen mempunyai beberapapengertian, antara lain : a) pemimpin, b) pengurus, c) ketatalaksanaan, d) pengelolaan, e) pengendalian, dan f) pembinaan. Secara umum pengertian manajemen adalah pengendalian dan pemanfatan semua faktor dan sumber daya, yang menurut suatu perencanaan (planning) diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan kerja yang tertentu (Prajudi, 1982). Dan menurut KBBI terdapat dua pengertian tentang manajemen.
Pertama, manajemen adalah suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Maksudnya adalah bahwa di dalam organisasi, baik sebagai wadah yang sifatnya statis, maupun sebagai kegiatan yang sifatnya dinamis. Di dalamnya terdapat suatu proses penggunaan dan pemanfaatan semua sumber daya yang dilakukan oleh manejer (pemimpin) yang diarahkan untuk mencapai target atau sasaran yang telah ditentukan.
Kedua, manajemen adalah pejabat atau pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan. Jadi di sini manajemen diartikan sebagai kewenangan, kemampuan dan kesanggupan seseorang pemegang kekuasaan yang sah dan legal, untuk menjalankan dan mengoperasikan organisasi. Orang-orang tersebut memiliki tanggung jawab sepenuhnya, baik secara formal maupun moral, sekaligus menjadi titik sentral perhatian dan komando bagi semua staf dan bawahan. Semua tergantung kepada pihak manajemen (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988). Berdasarkan pengertian di atas, dalam manajemen terdapat :
a. Kegiatan pengendalian dan pemanfaatan, yang dilakukan oleh orang atau orang-orang yang berkedudukan sebagai pemimpin.
c. Sumber daya, bisa orang (SDM), barang, material, uang, sarana dan prasarana, waktu, dan lain sebagainya, yang harus diberdayakan dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan organisasi.
d. Perencanaan, yakni sesuatu yang berdemensi waktu kedepan tentang segala sesuatu yang dibutuhkan, seperti alternatif tenaga kerja dan lain sebagainya.
e. Tujuan tertentu, arah, target, sasaran yang akan diwujudkan pada jangka waktu tertentu. Definisi Manajemen menurut para pakar yang lain, diantaranya :
1. Frederik Winslow Taylor,
Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan dan organisasi lain.
2. Goerge Terry,
Proses pelaksanaan pencapaian tujuan tertentu dengan mempergunakan bantuan orang lain.
3. L.A. Appley,
Keahlian untuk menggerakkan orang melakukan suatu pekerjaan. 4. M.P. Follet,
Seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. 5. James Stonner
Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya lain yang ada dalam organisasi guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan
6. Encyclopedia of Social Sciences,
B. Pembentukan, Pembinaan, dan Pengembangan Perpustakaan
a. Pembentukan Perpustakaan
Perpustakaan perguruan tinggi dibentuk oleh instansi atau lembaga tertentu, yang menjadi atasan atau induk organisasi perpustakaan dalam rangka menunjang pencapaian visi dan misi lembaga tersebut. Istilah perguruan tinggi, bukan berarti bahwa perpustakaan tersebut harus selalu milik perguruan tinggi negeri. Tetapi bisa saja bersifat swasta, seperti perguruan tinggi swasta atau yayasan. Pembentukan perpustakaan itu mesti sejalan dengan keberadaan lembaga induknya. Apalagi perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga swasta yang bersifat business oriented sehingga perhitungan untung-rugi menjadi pertimbangan utama.
Meskipun perpustakaan bersifat fasilitatif sosial umum namun visi dan misinya tetap mendukung lembaga induknya, dan perlu diingat bahwa perpustakaan tidak berdiri sendiri. Pembentukan perpustakaan harus berdasarkan pertimbangan dan alasan tertentu yang kuat.
Ada beberapa alasan atau pertimbangan dalam pembentuka sebuah perpustakaan, yaitu :
1. Telah direncanakan dan diputuskan dalam bentuk surat keputusan. 2. Merupakan satu keharusan, atau kelengkapan yang tak terpisahkan. 3. Telah tersedia sumber dana untuk penyelenggaraannya
4. Telah menjadi kebutuhan yang mendesak
5. Telah memiliki koleksi yang cukup banyak namun belum ada perpustakaannya. 6. Atas permintaan unit atau bidang atau divisi tertentu.
Ada 7 (tujuh) Unsur-unsur pokok yang diperlukan dalam pelaksanaan pembentukan sebuah perpustakaan, yakni :
2. Pembangunan gedung atau pengadaan ruangan, 3. Pembentukan koleksi bahan pustaka dasar/ pertama, 4. Pengadaan perlengkapan dan perabot,
5. Pengadaan metode/ teknik, 6. Pengadaan mata anggaran,
7. Pengangkatan kepala perpustakaan,
8. Pengisian pegawai atau staf yang diperlukan,
b. Pembinaan Perpustakaan
Pembinaan adalah usaha atau tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Pembinaan perpustakaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus agar segala sesuatunya berjalan pada jalur dan rel yang benar sehingga dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di sekitarnya. Ada 10 macam pembinaan yang harus dilakukan pada sebuah perpustakaan khususnya perpustakaan perguruan tinggi, yaitu :
1. Status dan organisasi 2. Ketenagaan
3. Gedung, sarana dan prasarana 4. Koleksi
5. Layanan 6. Anggaran
c. Pengembangan Perpustakaan
Sektor-sektor atau bidang-bidang yang perlu dikembangkan dalam sebuah perpustakaan antara lain, adalah :
1. Pengembangan koleksi
2. Pengembangan sumber daya manusia 3. Pengembangan masyarakat pemakai 4. Pengembangan sistem layanan
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pengertian perpustakaan mengalami perkembangan. Perpustakaan diidentikkan dengan ruangan, koleksi, penyimpanan dan pemanfaatan. Lasa Hs (1998) menyatakan bahwa perpustakaan merupakan system informasi yang di dalamnya terdapat aktivitas pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian, dan penyajian serta penyebaran informasi. Informasi meliputi produk intelektual dan artistic manusia. Dalam melaksanakan aktivitas tersebut diperlukan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal atau nonformal di bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi.
Perpustakaan dititikberatkan pada sistem, sumber daya manusia, koleksi, tempat, dan seperangkat system yang mengaturnya. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa perpustakaan sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang ilmu pengetahuan dan informasi yang selalu berkembang seirama dengan perkembangan pemikiran dan kultur masyarakatnya.
d. Peran Perpustakaan
menyebabkan kebutuhan yang lebih besar terhadap pelayanan perpustakaan. Untuk menyelenggarakan fungsi tersebut, perpustakaan harus mampu menerjemahkan kebutuhan perubahan tersebut ke dalam kenyataaan operasional.
Perpustakaan harus mampu menambahkan beberapa dimensi lebih lanjut dalam upaya menyediakan fasilitas untuk pembelajaran dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa. Untuk itu, perpustakaan harus diperkuat sehingga memiliki kapasitas yang memadai untuk mampu memberdayakan sivitas akademika melalui pelayanan yang disediakannya. Berbagai aspek penyelenggaraan perpustakaan perlu mendapat perhatian untuk melihat sejauhmana perpustakaan telah dijalankan secara proporsional sebagai bagian dari peyelenggaraan keseluruhan fungsi perguruan tinggi.
e. Organisasi dan Manajemen
Perpustakaan di dalam perguruan tinggi pada umumnya merupakan satu sistem terintegrasi. Selain perpustakaan induk bisa terdapat perpustakaan tingkat fakultas atau bahkan pada tingkat departemen atau unit kerja lainnya. Tetapi dengan alas an efisiensi semuanya berada dalam satu organisasi. Perpustakaan fakultas atau departemen biasanya menjadi cabang dari perpustakaan induk. Dengan dukungan infrastruktur jaringan kampus dan perangkat lunak aplikasi perpustakaan terintegrasi, manajemen dan operacional perpustakaan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.
kebutuhan. Jika organisasi perpustakaan digabungkan dengan pelayanan sistem informasi, seperti yang dilakukan pada beberapa PT belakangan ini, maka pelayanan sistem informasi menjadi satu bidang tersendiri selain perpustakaan.
Dalam organisasi yang sering disebut information services biasanya terdapat dua wakil kepala yang bertangung-jawab untuk masing-masing bidang. Penyatuan kedua organisasi yang sebelumnya terpisah ini dilakukan dengan alasan efisiensi dan kemudahan koordinasi. Perkembangan pesat sumberdaya elektronik dan ketergantungan perpustakaan yang semakin tinggi terhadap sistem jaringan merupakan salah satu alasan penyatuannya.
C. Prinsip-Prinsip Organisasi Perpustakaan
Prinsip dari organisasi adalah suatu pangkal tolak atas terjadinya atau terciptanya suatu tata hubungan. Prinsip itu mempunyai dua segi, yaitu 1) prinsip merupakan pangkal tolak pikiran untuk memahami suatu tata hubungan, dan 2) prinsip merupakan suatu jalan atau sarana untuk menciptakan sesuatu tata hubungan atau kondisi yang kita kehendaki. Prinsip organisasi merupakan pegangan dan pedoman bagi para pemimpin organisasi agar dapat bergerak sebagai suatu kesatuan (Prajudi, 1982).
Ada beberapa prinsip organisasi perpustakaan, diantaranya : 1. Organisasi perpustakaan harus mempunyai tujuan
2. Harus ada pembagian kerja dan penugasan yang homogeny.
3. Setiap pelimpahan kekuasaan/ tanggung jawab dan tugas harus dilakukan dengan tepat dan jelas.
4. Harus memiliki prinsip kesatuan komando. 5. Prinsip komunikasi
7. Prinsip kontuinitas.
8. Memiliki prinsip saling asuh, asah dan asih antara unit lini dan staf. 9. Prinsip koordinasi
D. Fungsi Manajemen Perpustakaan
Fungsi adalah apa atau sesuatu yang harus dijalankan guna memenuhi maksud atau mencapai tujuan. Fungsi-fungsi manajemen untuk diterapkan di perpustakaan menyesuaikannya dengan tingkat atau level manajemen, yang dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu :
1) manajemen tingkat puncak (top),
2) manajemen tingkat koordinator (eksekutif manager), dan 3) manajemen tingkat operasional.
Untuk tingkat manejer puncak maka fungsi-fungsi manajemen meliputi : 1. Peramalan/ perkiraan (forcasting)
2. Perumusan dan penentuan tujuan (main setting objectives)
3. Perencanaan strategi dan kebijakan (strategy and policy planning) 4. Penentuan dan pengaturan staf (staffing)
5. Penganggaran (budgeting) 6. Penghitungan (renumeration) 7. Audit (auditing)
8. Pelaporan (reporting)
Sementara, untuk tingkat koordinator eksekutif (eksekutif manager) terdapat fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. Pengarahan (directing)
4. Koordinasi (koordinating) 5. Pendisiplinan (disciplining)
Sedangkan, fungsi-fungsi untuk tingkat operasional seorang manajer langsung memimpin dan bertanggung jawab atas sesuatu operasional yang dijalankan oleh suatu unit organisasi operasional. Menurut George R. Terry, fungsi-fungsi manajemen untuk tingkat operatif manajemen dapat dibatasi dan dirumuskan sebagai berikut :
1. Perencanaan (planning) 2. Pengorganisasian (organising) 3. Penggerakan (actuating), dan 4. Pengawasan (controlling)
Komponen manajemen perpustakaan
a. Pengorganisasian Perpustakaan
Pengorganisasian perpustakaan dijalankan dalam tiga tahap, yakni :
1. Penstrukturan atau penentuan struktur kerja sama sebagai hasil analisis pembagian kerja 2. Pemilihan dan penetapan staf, yakni orang-orang yang tepat pada tempat yang ditentukan 3. Fungsionalisasi, yakni penentuan tugas dan fungsi untuk
b. Keuangan
Perpustakaan biasanya tidak diperkenankan mengenakan tarif langsung kecuali untuk pelayanan ekstra seperti penggunaan printer atau fotokopi.
Alokasi anggaran perpustakaan dapat menggunakan pola 50:25:25 persen masing-masing untuk koleksi, staf, dan peralatan/operasional. Setiap rupiah yang dibelanjakan oleh perpustakaan harus disertai dengan pertanggung-jawaban yang tinggi. Isu akuntabilitas semakin penting karena bagian terbesar dari belanja perpustakaan adalah bersumber dari masyarakat. Alokasi anggaran belanja sebaiknya didasarkan pada kepentingan kelompok pengguna yaitu jurusan atau program studi atau mata kuliah. Dengan demikian diharapkan jurusan akan lebih aktif dalam memberikan masukan untuk pengadaan bahan pustaka sehingga hasilnya benar-benar berpengaruh besar terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing jurusan.
Anggaran belanja yang dihabiskan perpustakaan untuk pengadaan buku dibagi dengan jumlah buku yang dipinjam dalam satu tahun, akan menunjukkan biaya
peminjaman satu buah buku. Demikian juga halnya dengan penggunaan jurnal elektronik. Biaya berlangganan setahun dibagikan dengan jumlah artikel yang didownload (hardcopy atau softcopy), akan diperoleh harga satuan artikel. Suatu perhitungan sederhana menunjukkan bahwa fee yang dibayarkan oleh mahasiswa pemanfaatannya lebih efisien dibandingkan dengan jika dibelanjakan sendiri oleh mahasiswa.
c. Pengembangan Koleksi
antara kedua belah pihak dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dalam praktek pengadaan, seleksi buku asing lebih ketat dibandingkan seleksi buku dalam negeri.
Pengadaan buku impor karena harganya yang tergolong mahal untuk ukuran Indonesia, sebaiknya dilakukan setelah diperoleh rekomendasi dari dosen atau program studi. Untuk penambahan eksemplar dan pemutakhiran edisi serta bahan referens kiranya rekomendasi pustakawan sudah cukup. Untuk buku dalam negeri karena jumlah judul yang terbatas, yang diperkirakan tidak lebih dari 1.000 judul setiap tahun untuk tingkat PT, seleksi cukup dilakukan oleh pustakawan. Bahkan perpustakaan dapat langsung membeli semua judul tersebut tanpa melakukan seleksi normal yang membutuhkan banyak waktu dan energi.
Untuk langganan paket jurnal elektronik, jenis database yang akan dilanggan dapat didiskusikan bersama jurusan atau fakultas. Dalam berlangganan jurnal ini, salah satu hal penting yang harus diperhitungkan adalah kapasitas bandwidth internet dan access point yang harus disediakan. Langganan jurnal online yang tidak didukung dengan kapasitas bandwidth dan access point yang memadai bisa menimbulkan ketidak-efisienan penggunaan anggaran perpustakaan. Berdasarkan pengalaman biaya yang diperlukan untuk melanggan jurnal dan biaya berlangganan bandwidth sama besarnya setiap tahun.
d. Organisasi Koleksi
lain, termasuk pengubahan kode lokasi pada cantuman database katalog ketika terjadi pemindahan.
Penataan perpustakaan dewasa ini menyatukan rak buku, terminal komputer dan meja baca, sehingga semua jenis sumberdaya informasi dapat diperoleh dalam radius yang tidak terlalu berjauhan. Dukungan penyediaan jaringan tanpa kabel (WiFi) untuk penggunaan komputer bergerak pribadi juga seharusnya dapat menjangkau seluruh sisi ruang gedung perpustakaan. Penyediaan outlet listrik yang dapat dijangkau dari semua meja baca juga sangat mendukung proses pembelajaran di perpustakaan.
Selain itu, karya sivitas akademika seharusnya dipublikasikan kepada masyarakat luas melalui situs web dan sebaliknya akademisi memperoleh umpan balik untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan secara terus menerus bidang yang mereka tekuni. Tugas seperti itu, dengan dukungan teknologi saat ini dapat dengan lebih mudah dilakukan. Publikasi elektronik terbukti lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan publikasi cetak.
e. Akomodasi
Tata ruang yang ditata dengan baik akan memberikan kemudahan kepada pengguna dan staf perpustakaan. Hal ini juga akan memudahkan pengawasan terhadap koleksi perpustakaan. Tanda-tanda penunjuk (sign systems) mulai dari petunjuk utama hingga petunjuk rinci suatu rak buku, turut memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna. Penyediaan sejumlah ruang diskusi untuk mendukung proses pembelajaran juga perlu dilakukan.
kelompok kecil yang tidak memerlukan bahan pustaka cetak, cukup dengan kursi, meja dan fasilitas WiFi.
f. Ketenagaan
Transfer informasi yang efektif sangat tergantung pada kualitas staf perpustakaan. Karena kompleksnya perpustakaan perguruan tinggi diperlukan untuk menunjuk staf profesional dengan kualifikasi tertentu yang akan bertanggung jawab atas berbagai jenis pelayanan perpustakaan. Peningkatan karir dan kesejahteraan staf yang sepadan dengan produktivitas kerja yang mereka hasilkan perlu diupayakan secara seimbang. Suatu lingkungan kerja yang nyaman bagi staf juga perlu dikembangkan untuk meningkatkan rasa bangga dan percaya diri mereka dalam melayani pengguna perpustakaan.
g. Pelayanan Teknis
Berfungsinya pelayanan teknis, sebagai dapur perpustakaan, dengan baik pada akhirnya akan menyajikan pelayanan pengguna yang berkualitas baik. Kelancaran sirkulasi bahan pustaka dan kemudahan mendapatkan informasi yang diinginkan banyak tergantung pada kegiatan pengadaan bahan pustaka, pengatalogan dan pemeliharaan yang dilakukan di bidang pelayanan teknis.
h. Pelayanan Pengguna
Salah satu hal yang terpenting dalam pelayanan perpustakaan adalah menekan sekecil mungkin ketidak-nyamanan pengguna dalam menggunakan koleksi perpustakaan. Peningkatan mutu pelayanan menjadi upaya yang seharusnya dilakukan secara berkelanjutan. Pelayanan pengguna yang menerapkan filosofi “mahasiswa yang utama” atau student first dapat mengubah sikap staf terhadap pengguna dan sebaliknya citra (image) terhadap staf akan semakin baik. Mahasiswa dalam hidupnya seharusnya merasakan bahwa banyak orang di sekitarnya yang peduli terhadap keberhasilan mereka. Perpustakaan dapat memainkan peran yang besar dalam hal ini, dan menjadikannya sebagai suatu tantangan terhadap citra tradisional perpustakaan akademik. Mahasiswa adalah donor potensial terbesar dalam sejarah perguruan tinggi kita.
Semua pendanaan yang diperoleh didasarkan kepada jumlah dan kebutuhan mereka, bahkan di perguruan tinggi swasta mungkin seratus persen anggaran belanjanya berasal dari mahasiswa. Di beberapa perguruan tinggi, hampir seluruh anggaran belanja operasional perpustakaan diperoleh langsung dari kontribusi mahasiswa. Kita juga tahu bahwa mahasiswa program pascasarjana, ekstensi, dan diploma menanggung seluruh biaya operasional pendidikan mereka dan bahkan memberikan subsidi silang pada program lain. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita lebih peduli terhadap mahasiswa yang juga adalah sebagai pelanggan utama (primary customer) perpustakaan. Berfokus pada mahasiswa berarti melayani mahasiswa dengan respek dan bermartabat.
E. Unsur-Unsur Manajemen Perpustakaan
Unsur manajemen itu terdiri dari enam hal yang biasa disebut enam , yaitu : 1. Manusia (man)
3. Mesin penunjang (mechines)
4. Barang inventaris atau material (materials) 5. Sistem prosedur, dan mekanisme kerja (methods)
6. Tempat berlangsungnya transaksi informasi masyarakat pemakai atau pelanggan yang disebut pasar (market)
F. Kegiatan yang Dilakukan Perpustakaan
Kegiatan yang selalu dilakukan oleh sebuah perpustakaan sangat bervariasi. Variasi kegiatan yang dilakukan tersebut tergantung kepada jenis perpustakaan dan ruang lingkup organisasinya. Sebuah perpustakaan yang besar dapat membagi tugas dan pekerjaan kepada berbagai bidang, bagian, subbagian, devisi, urusan, seksi, sub seksi dan lain sebagainya. Sementara perpustakaan yang relatif cukup kecil dapat menyederhanakan pembagian ke dalam orang dan jabatan yang terbatas pula.
Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perpustakaan, yaitu : 1. Pengadaan koleksi bahan pustaka
2. Pengolahan dan perawatan bahan pustaka 3. Layanan perpustakaan
4. Administrasi perpustakaan
5. Sosialisasi, promosi perpustakaan 6. Pelaporan perpustakaan.
PENUTUP
Perpustakaan perguruan tinggi harus mengorganisasikan sumberdaya dan merancang pelayanan dan ruang yang mampu memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan baru masyarakat akademik dalam hal pembelajaran. Sejumlah besar peran dapat dilakukan oleh perpustakaan sebagai perluasan peran yang telah dilakukan selama ini. Usaha kita, pilihan kita, dan visi kita sangat menentukan bagi keberhasilan pembelajaran yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Bafadal, Ibrahim. 2001. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara.
Indonesia Depdiknas. 2005. Perpustakaan Perguruan Tinggi ; Buku Pedoman Ed. 3. Jakarta : Depdiknas.
Indonesia, PPBI. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Prajudi, Atmosudirdjo. 1982. Administrasi dan Manajemen Umum. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Sutarno. 2006. Manajemen Perpustakaan : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Sagung Seto.
Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Soeatminah. 1992. Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta : Kanisius.
Saleh, Abdul Rahman. 1995. Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta : UT Press.