• Tidak ada hasil yang ditemukan

126382360 Teori Pasar Modal Dan Pembentu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "126382360 Teori Pasar Modal Dan Pembentu"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PASAR MODAL DAN MANAJEMEN KEUANGAN

TEORI PASAR MODAL DAN PEMBENTUKAN PORTOFOLIO

FAMFILYA SAU A32113073

HARTINAH A32113073

GABRIELA SIOLA MARTHEN A32113074

SANDRA MELIZA A3211075

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2014

Defenisi Pasar Modal

(2)

Sedangkan fungsi pasar modal adalah meningkatkan aliran dana jangka panjang dengan “kriteria pasarnya” secara efisien akan menunjang pertumbuhan rill ekonomi secara keseluruhan.

Instrument pasar modal terbagi atas dua kelompok besar yaitu instrument pemilikan (equity) seperti saham dan instrument hutang (obligasi) seperti obligasi perusahaan, obligasi langganan, obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dan sebagainya. Dengan adanya pasar modal, maka perusahaan-perusahaan akan lebih mudah memperoleh dana sehingga Kegiatan ekonomi di berbagai sector dapat ditingkatkan. Terjadinya peningkatan kegiatan ekonomi akan menciptakan dan mengembangkan lapangan kerja yang luas yang dengan sendirinya dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, secara langsung.

Lembaga-lembaga keuangan menjembatani jurang pemisah antara pihak yang menggunakan dana dan pihak penyedia dana. Tanpa lembaga-lembaga perantara sesungguhnya pasar modal tidak akan dapat berfungsi secara baik dan akan merusak pembangunan ekonomi. Di pasar modal ada istilah pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa

paralel.

Pada dasarnya, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai

instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif, maupun instrumen laiinnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain ( misalnya pemerintah ) dan sarana bagi kegiatan berinvestasi.

Secara formal pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang

atau modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun

perusahaan swasta. Dengan demikian pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari

pasar keuangan(financial market ). Dalam financial market, diperdagangkan semua bentuk

hutang dan modal sendiri, baik dana jangka pendek maupun jangka panjang, baik negotiable

ataupun tidak.

Instrumen keuangan yang diperdagangkan dipasar modal merupakan instrumen jagka

panjang seperti saham (stock), obligasi (bond), waran (warrant), right, reksa dana (mutual

fund ), dan berbagai instrumen derivative seperti opsi (option ), kontrak berjangka (futures), dan lain-lain.

Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 memberikan pangertian yang lebih spesifik mengenai pasar modal, yaitu “ kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan public yang berkaitan dengan efek ynag diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.”

(3)

Instrumen investasi di pasar modal biasa disebut sebagai efek, yaitu surat-surat berharga umum diperjualbelikan melalui pasar modal. Menurut UU No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal, efek adalah setiap pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti hutang, setiap right, waran opsi, atau derivative dari efek, atau setiap instrumen yang ditetapkan sebagai efek.

Saham biasa ( common stock ) merupakan salah satu instrumen yang paling sering

diperjualbelikan di pasar modal. Secara sederhana saham (common stock) dapat didefenisikan

sebagai tanda penyertaan modal atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Wujud saham adalah selembar kertas yang memberikan beberapa hak kepada pemiliknya, antara lain : Hak control (untuk memilih pemimpin perusahaan ), hak menerima pembagian keuntungan

( dividen ), hak preemptive (hak untuk mendapatkan persentase kepemilikan yang sama jika

perusahaan mengeluarkan tambahan saham baru) dan hak klaim sisa.

Membeli saham seperti halnya dengan menabung, imbalan yang akan diperoleh dengan kepemilikan saham adalah kemampuannya memberikan keuntungan yang tidak terhingga, tidak terhingga ini bukan berarti keuntungan investasi saham sangat besar, tetapi tergantung pada perkembangan perusahaan penerbitnya. Bila perusahaan penerbit mampu menghasilkan laba yang besar maka ada kemugkinan para pemegang sahamnya akan menikmati keuntungan yang besar pula. Karena laba yang besar tersebut, menyediakan dana yang besar pula untuk didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen.

Setiap tahun perusahaan menerbitkan laporan keuangan. Dalam laporan keuangan tersebut dapat dilihat besarnya laba perusahaan pada tahun yang bersangkutan, laba yang diperoleh ini akan dialokasikan untuk dua kepentingan, yaitu dibagikan sebagai deviden dan laba ditahan yang digunakan untuk pengembangan usaha. Pemegang saham harus bersedia menahan atau memegang saham yang dibeli dalam waktu yang relative lama (setidaknya satu tahun) untuk mendapatkan dividen. Dalam kurun waktu tersebut emiten sudah wajib menerbitkan laporan keuangan untuk membagikan dividen. Meskipun demikian bisa juga tidak perlu terlalu lama menahan saham, ini dapat terjadi kalau kita melakukan pembelian- pembelian saham menjelang emiten membayar dividen.

Dengan kepemilikan saham, pemegang saham juga dapat memperoleh capital gain.

Capital gain akan diperoleh bila harga jual melebihi harga beli. Namun, disamping memberikan penghasilan yang tidak terhingga, risiko yang ditanggung pemilik saham juga relatif paling tinggi, karena pemodal memiliki hak klaim yang terakhir, bila emiten bangkrut. Secara normal, artinya diluar kebangkrutan, risiko potensial yang akan dihadapi pemodal hanya dua, yaitu tidak

menerima pembayaran dividen atau menderita capital loss.

A. Mekanisme Pasar Modal

(4)

sekaligus digerakan akan mengatur permintaan dan penawaran akan dana, dan pengeluaran dana akan tertuju kepada sektor-sektor produksi.

Hubungan antara pemilik dana (investor) dan pengelola dana (perusahaan) dalam pasar modal agak berbeda dibanding dengan dalam perbankan. Risiko pemilik dana dalam pasar modal relatif lebih besar, di samping itu jangkauan sepenanya lebih lus di banding dengan perbankan. Sehubungan dengan hal itu para investor dan juga pemerintah berkepentingan untuk menekan risiko tersebut sekecil mungkin, dengan tidak menghambat mekanisme pasar modal itu sendiri. Cara mengurangi risiko itu antara lain dengan menggunakan bantuan lembaga-lembaga perantara yang telah diberi izin oleh pemerintah untuk beroperasi. Dengan adanya lembaga-lembaga perantara tersebut maka jarak antara sumber dana (investor) dengan yang butch dana (perusahaan) menjadi semakin jauh, sehingga perlu adanya aturan main sebagai berikut :

1. Emiten

Emiten (calon emiten) yaitu badan usaha yang bermaksud mengeluarkan-menawarkan efek kepada masyarakat, pertama-tama harus mengubungi perantara emisi.

2. Perantara Emisi

Yang dimaksud dengan perantara emisi di sini adalah :

a. Penjamin emisi (Underwriter)

b. Akuntan Publik

c. Perusahaan Penilai (Appraisal Company)

3. Badan Pelaksana Pasar Modal

Setelah diadakan penilaian oleh perusahaan penilai dan pemeriksaan oleh Akuntan Publik, calon emiten mengajukan permohonan pendaftaran emisi kepada Bapepam melalui

Perusahaan Penjamin, dengan melampirkan pernyataan pendaftaran, prospektus dan

laporan keuangan (pasal 3 ayat (1) Surat Keputusan Menteri Keuangan No.. KEP

1672/MK/IV/12/1976). 4. Bursa Efek,

Untuk setiap permohonan yang mendapat persetujuan dari peinipinan Bapepam

diberikan Surat izin menawarkan efek di Bursa (pasal 10 ayat (1) Surat. Keputusan

Menteri Keuangan No KEP1672/MK/IV/12/1976). Setelah izin emisi diterima, penawaran pertama dilakukan dengan penjualan perdana di luar bursa dalam batas waktu yang telah ditentukan. Dalam penjualan perdana tersebut biasanya yang dilayani adalah pembeli-pembeli besar, seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, bank- tabungan, PT. Danareksa, yayasan-yayasan dan perusahaan penjamin.

(5)

melalui makelar dan komisioner di Bursa dan efek itu saat diperdagangkan secara perdagangan efek. Yang dimaksud dengan perantara perdagangan efek adalah makelar dan komisioner efek.

a. Makelar adalah makelar yang dimaksud dalam KUHP yang melakukan usaha di bidang pembelian clan atau penjualan efek untuk kepentingan orang lain dengan memperoleh imbalan.

b. Komisioner adalah komisioner sebagai dimaksud dalam KUHP yang melakukan usaha di bidang pembelian clan atau penjualan efek untuk diri sendiri clan atau untuk orang lain dengan memperoleh imbalan.

6. Investor/pemodal

Sebelum membeli atau menjual efek, investor perlu meng adakan pilihan yang tepat tentang :

Efek yang dibeli hendaknya terdaftar pads Daftar Kurs Resmi yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia. Makelar dan komisioner yang diminta untuk melaksanakan amanat/order supaya yang terdaftar sebagai anggota Kurs Efek Indonesia.

Setelah menentukan pilihan efek yang akan dibeli sampai kanlah aunanat/order anda secara tertulis ataupun secara lisan dengan perantaraar tilpon tetapi kemudian disusuli secara tertulis kepada makelarpicomisioner yang anda pilih dengan menyebutkan :

– Jumlah nominal atau lembar

– Nama efek dan emitennya

– Kurs (harga)

– Syarat-syarat lain (seperti batas waktu berlakunya aiiianat/6rder dan cars

penyelesaiannya.

Hanya dengan jalan demikian anda dapat membatasi atau mengurangi risiko dalam jual bell efek, sampai seminimum mungkin.

7. Risiko, Return, dan Diversifikasi 1 Risiko Investasi

Risiko dapat diartikan sebagai berikut:

(6)

b. Probabilitas timbulnya kerugian

c. Penyimpangan aktual dari yang diharapkan

d. Probabilitas suatu hasil akan berbeda dari yang diharapkan

Jadi jika kita mengatakan bahwa suatu investasi mempunyai risiko, berarti bahwa investasi tersebut tidak akan memberikan keuntungan yang pasti. Dengan kata lain, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan tingkat keuntungan yang diperoleh menyimpang dari tingkat keuntungan yang diharapkan. Memang tidak semua pihak sepakat merumuskan risiko dalam artian ini. Sebagai contoh, ada yang mengukur risiko sebagai probabilitas menderita kerugian. Tetapi dalam teori portofolio, risiko dinyatakan sebagai kemungkinan keuntungan menyimpang dari yang diharapkan. Karena itu risiko mempunyai dua dimensi, yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil yang diharapkan.

Dalam konteks portofolio pasar, risiko investasi (total risk) terdiri dari dua komponen,

yaitu:

a. Risiko sistematis ( systematic risk )

Merupakan risiko pasar yang bersifat umum karena risiko ini mempengaruhi pada tiap sekuritas atau portofolio di dalam pasar secara keseluruhan. Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan sehingga tidak dapat dihindari oleh para investor, misalnya : perubahan keadaan perekonomian secara keseluruhan, masa boom, masa resesi, terjadinya inflasi dan sebagainya.

b. Risiko tak sistematis ( unsystematic risk )

Merupakan risiko yang unik atau khusus untuk perusahaan-perusahaan tertentu dan terlepas dari faktor-faktor perekonomian, politik, atau faktor-faktor lainnya. Misalnya terjadi lonjakan teknologi, bertambahnya pesaing yang memproduksi produk serupa dan sebagainya. Risiko

semacam ini dapat dihindari ( avoidable ) atau diperkecil melalui diversifikasi ( diversible ).

Ada tiga kelompok investor yang berprilaku tidak sama dalam menghadapi risiko, antara lain:

1. Risk Averse, yaitu investor yang mengharapkan return atau tingkat pengembalian lebih tinggi bila risiko meningkat.

2. Risk indifferent, yaitu investor yang bersedia menerima return atau tingkat pengembalian yang tetap walaupun risiko meningkat.

3. Risk Seeking, yaitu investor yang bersedia menerima tingkat pengembalian/return yang menurun walaupun risiko meningkat.

2.Return Investasi

Pengembalian investasi atau biasa juga disebut sebagai tingkat keuntungan investasi atau

(7)

berupa aliran kas dan atau kenaikan dalam nilai investasi yang diperoleh investor dimasa mendatang. Seperti diketahui bahwa tidak semua jenis investasi memberikan tingkat

pengembalian (return) yang pasti seperti deposito dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia) . Ada

jenis investasi yang memberikan return yang bervariasi, sehingga cenderung menyebabkan

fluktuasi terhadap pendapatan yang diterima oleh investor, investasi semacam ini dikenal sebagai

investasi berisiko (risky investment) yaitu sarana investasi yang mungkin memberikan tingkat

pengembalian realisasi (realized return) yang menyimpang dari tingkat pengembalian yang

diharapkan (expected return).

Tingkat pengembalian realisasi merupakan hasil dari investasi diukur dari pengembalian yang diperoleh dalam periode waktu tertentu, umumnya satu tahun. Pengembalian realisasi sama dengan perubahan dalam nilai investasi dalam kurun waktu tertentu dibagi dengan nilai investasi,sedangkan tingkat pengembalian yang diharapkan adalah rata-rata distribusi probabilitas tingkat pengembalian yang mungkin diperoleh.

Dalam merancang suatu portofolio, para investor senantiasa berupaya memaksimumkan

expected return dari investasi mereka, dengan mempertimbangkan tingkat risiko tertentu yang

akan mereka terima. Investor biasanya melakukan perkiraan terhadap expected return portofolio

mereka, dan seberapa jauh kemungkinan hasil yang sebenarnya nanti akan menyimpang dari hasil yang diharapkan.

Jenis-jenis return menurut Jogiyanto ( 2000; 107) terbagi atas dua bagian yaitu:

1. Return realisasi ( realized return ) adalah merupakan return yang telah terjadi. Return

realisasi ini dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi sangat penting karena

digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan dan berguna sebagai dasar

penentuan return ekspektasi ( expected return ) dan risiko di masa yang akan datang.

2. Return ekspektasi ( expected return ) adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor

di masa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return

ekspektasi sifatnya belum terjadi.

3 Diversifikasi Portofolio

Pengertian diversifikasi portofolio

Secara umum portofolio dapat diartikan sebagai serangkaian kombinasi beberapa aktiva yang diinvestasikan dan dipegang oleh investor, baik perorangan maupun lembaga. Kombinasi aktiva tersebut bisa berupa aktiva riil, aktiva finansial, maupun keduanya. Pembentukan portofolio berangkat dari suatu diversifikasi investasi seorang investor dengan tujuan untuk

mengoptimalkan return sekaligus meminimumkan tingkat risiko yang akan dihadapi. Sesuai

(8)

Menurut Andrias Harefa (2004) dalam artikelnya mengatakan bahwa diversifikasi portofolio adalah sebuah strategi investasi dengan menempatkan dana dalam berbagai instumen investasi dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda, atau strategi ini biasa

disebut dengan alokasi asset ( asset allocation ).

Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa dengan diversifikasi akan mengurangi risiko yang akan ditanggung oleh investor. Jika suatu saham nilainya jatuh, sedang saham lainnya naik, maka kerugian dan keuntungan ini diharapkan akan saling mengkompensir sehingga fluktuasi pendapatan investor tidak akan begitu tajam. Berbeda dengan pengembalian yang diharapkan dari portofolio, yang merupakan rata-rata tertimbang dari pengembalian yang diharapkan oleh masing-masing sekuritas yang membentuk portofolio. Risiko portofolio bukan merupakan penimbangan sederhana rata-rata tertimbang sekuritas tunggal dalam portofolio. Risiko suatu portofolio tergantung pada:

1. Jumlah sekuritas dalam portofolio

2. Proporsi masing-masing sekuritas dalam portofolio

3. Risiko masing-masing sekuritas yang membentuk portofolio

4. Kovarian (koefisien korelasi ) antar tingkat keuntungan sekuritas dalam portofolio

Karena bukan merupakan rata-rata tertimbang dari risiko sekuritas tunggal dalam portofolio, maka tidak jarang kita temukan risiko dari pengembalian sekuritas-sekuritas individual jauh lebih besar dari risiko portofolio dan pengembalian rata-rata dari suatu sekuritas individual lebih rendah dari pengembalian portofolio. Frank J.Fobozzi(1999:261) mengatakan bahwa diversifikasi ditimbulkan oleh penggabungan sekuritas-sekuritas yang pengembaliannya tidak saling berkorelasi secara sempurna, sehingga menguranig risiko portofolio.

Pengembalian portofolio adalah rata-rata tertimbang dari pengembalian-pengembalian sekuritas-sekuritas individual, berapapun banyaknya sekuritas dalam portofolio tersebut. Secara teoritis, jika dapat mengumpulkan sekuritas-sekuritas dalam jumlah yang memadai dan memiliki tingkat pengembalian yang tidak berkorelasi (negatif sempurna) maka risiko portofolio dapat dihilangkan seluruhnya. Namun, situasi ini jarang ditemukan dalam keuangan riil, tempat dimana pengembalian-pengembalian tersebut cenderung bereaksi terhadap sejumlah faktor yang sama (misalnya siklus bisnis, dan suku bunga).

Jadi walaupun sebagian besar risiko total portofolio dapat dikurangi melalui diversifikasi, risiko tersebut tidak dapat dihilangkan seluruhnya. Untuk mengetahui seberapa besar dari risiko total portofolio, harus dibedakan antara risiko tidak sistematis yang bisa dihilangkan dengan melakukan diversifikasi dengan risiko sistematis yang tidak bisa dihilangkan melalui

diversifikasi. Penjumlahan kedua jenis risiko tersebut disebut sebagai risiko total, keadaan

(9)

Pengurangan risiko dengan diversifikasi Standard deviasi

Risiko tidak sistematis

( dapat terdiversifikasi )

Risiko Total

Risiko Sistematis

( tidak dapat terdiversifikasi )

Jumlah Sekuriti

Bentuk-bentuk diversifikasi portofolio

Telah diketahui bahwa risiko yang dapat didiversifikasi adalah risiko yang tidak sistematis (berdasarkan gambar 2.1). Menurut Jogiyanto (2000;162) mengatakan bahwa risiko yang dapat didiversifikasikan adalah risiko yang tidak sistematik atau risiko spesifik dan unik untuk perusahaan. Diversifikasi terhadap risiko ini sangat penting untuk investor, karena dapat

meminimumkan risiko tanpa harus mengurangi return yang diterima. Investor dapat melakukan

diversifikasi dengan beberapa cara:

a. Diversifikasi dengan banyak aktiva

(10)

besar. Asumsi yang digunakan disini adalah bahwa tingkat hasil untuk masing-masing sekuritas secara statistik adalah independent.

b. Diversifikasi secara Random

Diversifikasi secara random merupakan pembentukan portofolio dengan memilih sekuritas-sekuritas secara acak tanpa memperhatikan karakteristik dari investasi yang relevan seperti

misalnya return dari sekuritas itu sendiri. Investor hanya memilih sekuritas secara acak.

c. Diversifikasi secara Markowitz

Dengan menggunakan metode mean-variance dari Markowitz, sekuritas-sekuritas yang mempunyai korelasi lebih kecil dari + 1 akan menurunkan risiko portofolio. Semakin banyak sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, semakin kecil risiko portofolio. Dengan menggunakan metode Markowitz, maka diversifikasi ini dapat dibuktikan secara matematis.

1. Tingkat Pengembalian (return) Sekuritas Tunggal

Tingkat pengembalian (return) yang akan dilihat dalam penelitian ini terdiri dari :

a. Return terealisasi (realized return)

Return terealisasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang dikutip dari Jogiyanto (1998:86):

Rit =

Pit - Pit-1

Pit-1

Dengan notasi:

R it = Return saham i pada periode t

P it = Harga saham i pada periode t

P it-1 = Harga saham i pada periode yang lalu ( t-1)

b. Market return

Menurut Jogiyanto (1998:162), untuk menghitung tingkat pengembalian pasar akan dihitung dengan rumus:

Rm = IHSGt - IHSGt-1

IHSGt-1

Keterangan:

(11)

IHSG t = Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir periode t

IHSG t-1 = Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir periode sebelumnya (t-1)

c. Return Ekspektasi

Untuk menghitung return ekspektasi saham tungggal digunakan rumus yang dikutip dari

Jogiyanto (1998:164):

E(Ri) = аi + ß i E ( Rm)

E(Ri) = Tingkat Pengembalian yang diharapkan dari saham i

ai = Notasi titik potong (komponen dari Ri yang independent

terhadap Rm)

ß i = Beta sekuritas saham i (koefisien yang mengukur perubahan Ri

akibat dari perubahan Rm )

E ( Rm) = Return Ekspektasi indeks pasar (nilai rata-rata Rm ).

Menurut Frank J. Fobozzi (1999:266) nilai a dan ß dari suatu sekuritas atau portofolio hanya bisa diestimasikan dengan menggunakan analisis statistik yaitu analisis regresi.

2. Tingkat Pengembalian (return) Portofolio

Tingkat pengembalian (return) portofolio dihitung dengan rumus yang dikutip dari

Jogiyanto (1998:175) yaitu: n

E (R p ) =∑ { Wi E(Ri)}

i = 1

keterangan: E (R p ) =Return Ekspektasi dari Portofolio

Wi = Porsi saham i terhadap seluruh saham di portofolio

E(Ri) = Return Ekspektasi dari saham ke i

n = Jumlah dari sekuritas tunggal dalam portofolio

3. Resiko Total Sekuritas Tunggal

Menurut Jogiyanto (1998:167), resiko total sekuritas tunggal dihitung dengan rumus:

σi ² = ß i ² . σm ² + σei ²

(12)

σi ² = Resiko total ( varian ) saham i

ß i ² . σ m² = Resiko sistematis saham i

σei ² = Resiko tak sistematis saham i ( kesalahan residu saham i )

4. Resiko Total Portofolio

Resiko total portofolio merupakan penjumlahan dari resiko pasar (unsystematis risk) dan

resiko unik (unsystematic risk), diukur oleh varian portofolio, dikutip dari Jogiyanto

(1998:176):

n

σ p ² = ß p ² . σm ² + (∑ wi . σei ) ²

i=1

keterangan :σ p ² = Varian/resiko total portofolio

ß p ² . σm ² = Resiko Pasar portofolio

wi σei ² = Resiko unik Portofolio

Berdasarkan dari data harga saham bulanan tersebut, selanjutnya penulis menghitung tingkat pengembalian saham sekuritas tunggal yang terealisasi (Realized return) dengan menggunakan rumus Realized return, yaitu:

Rit =

Pit - Pit-1

Pit-1

1. Selanjutnya dihitung Return pasar untuk digunakan dalam menghitung return ekspektasi

saham sekuritas tunggal. Rumus yang digunakan dalam menghitung return ekspektasi

digunakan rumus:

E(Ri) = аi + ß i E ( Rm)

2. Setelah return saham sekuritas tunggal diperoleh, penulis selanjutnya menghitung besar

risiko dari saham sekuritas tunggal dengan menggunakan rumus:

σi ² = ß i ² . σm ² + σei ²

3. Setelah diperoleh risiko dan return saham sekuritas tunggal, dilakukan analisis terhadap

(13)

menunjukkan bahwa telah dilakukan diversifikasi. Untuk risiko dan return portofolio

4. Langkah selanjutnya dilakukan analisis perbandingan dengan menguji hipotesis-hipotesis antara :

a. Risiko sekuritas tunggal dengan risiko portofolio. b. Return saham sekuritas tunggal dengan

Alat analisis yang digunakan dalam menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, penulis

menggunakan Uji T berpasangan (paired sample T test) yang ada pada program SPSS versi

12.0.

1 Return Realisasi Saham Sekuritas Tunggal

Tingkat pengembalian (return) merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return

dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi, atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi

diharapkan akan terjadi di masa mendatang. Tabel 5.1 menyajikan hasil perhitungan return

(14)

Rn = Return periode ke n

n = Jumlah observasi

2 Return Ekspektasi Saham Sekuritas Tunggal

Untuk menghitung return saham yang diharapkan investor (expected return) digunakan

rumus berdasarkan model indeks tunggal yaitu dengan rumus:

E(Ri)= аi + ß i E ( Rm)

Keterangan: E(Ri) = Return Ekspektasi Saham i

аi = Notasi titik potong saham i

ß i = Beta sekuritas saham i

E ( Rm) = Return ekspektasi indeks pasar

Nilai Rm dapat dilihat pada lampiran 3. sedangkan untuk nilai nilai a dan ß suatu sekuritas ataupun portofolio diestimasikan dengan menggunakan analisis regresi dimana return pasar (IHSG) sebagai variabel independent (X) dan return saham sebagai variabel dependent (Y), Hal ini dilakukan untuk mencari nilai titik potong/konstanta (a) dan nilai koefisien regresi (b) yang digunakan sebagai variabel dalam perhitungan return ekspektasi saham. (Fobozzi: 1999)

Risiko Sekuritas Tunggal

Dalam berinvestasi selain menghitung return ekspektasi dari saham, juga harus menghitung seberapa besar risiko yang harus diperhitungkan, karena antara return dan risiko sangat erat kaitannya dan merupakan dua hal yang tidak terpisah dan sama pentingnya dipertimbangkan dalam hal keputusan berinvestasi.

Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur risiko sekuritas tunggal yaitu dengan menggunakan model indeks tunggal. Berdasarkan model ini risiko saham yang

dinotasikan dengan varian return (σ i ² ) terbagi atas dua bagian yaitu risiko yang berhubungan

dengan pasar (market related risk) yaitu ( ß il ² . σ l ² ) dan risiko unik masing-masing saham

(unique risk) yaitu σei ² . rumusnya:

σi ² = ß il ² . σl ² + σei ²

dengan notasi:

σi ² = Risiko total (varian) saham i

(15)

σei ² = risiko unik saham i (kesalahan residu saham i)

Perhitungan dari risiko total masing-masing sekuritas dimulai dengan menentukan

kesalahan residu untuk tiap periode dari masing-masing sekuritas (eit), yang dilanjutkan dengan

penentuan nilai ekspektasi dari kesalahan residu (E(ei)), dan diakhiri dengan perhitungan

standar deviasi kesalahan residu (σei) masing-masing saham (lampiran 4).

Analisis Return dan Risiko Portofolio

Setelah diperoleh nilai return dan risiko uantuk masing-masing sekuritas tunggal, selanjutnya kita akan mencari nilai dari return dan risiko portofolio untuk mengukur perubahan yang akan terjadi setelah dilakukan diversifikasi portofolio.

1 Return Portofolio

Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut. Secara matematis, return portofolio dihitung menggunakan:

n

R p =Wi .Ri

i =

Keterangan:

R p = Return realisasi portofolio

W i = Porsi saham i terhadap seluruh saham dalam portofolio

Ri = Return realisasi dari saham i

n = Jumlah dari sekuritas tunggal dalam portofolio.

Adapun return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masing sekuritas di dalam portofolio. Rumus yang digunakan:

n

E (R p ) =∑ { Wi E(Ri)}

i = 1

Keterangan:

E (R p ) = Return Ekspektasi dari Portofolio

(16)

E(Ri) = Return Ekspektasi dari saham ke i

n = Jumlah dari sekuritas tunggal dalam portofolio

Berdasarkan hasil perhitungan return realisasi dan ekspektasi saham sekuritas tunggal yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya, maka nilai return realisasi dan portofolio dapat dihitung. Dengan porsi yang sama untuk masing-masing sekuritas tunggal yaitu sebesar 1/36 = 0,0278 atau 2,78%, maka perhitungan portofolio yang terdiri dari 36 emiten saham perusahaan industri barang-barang konsumsi yang ada di BEJ,

Risiko Portofolio

Kita tahu bahwa return portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari seluruh return sekuritas tunggal yang masuk dalam portofolio. Namun tidak halnya dengan risiko portofolio, risiko portofolio mungkin dapat lebih kecil dari risiko rata-rata tertimbang masing-masing sekuritas tunggal. Sama halnya dengan metode yang digunakan dalam perhitungan risiko sekuritas tunggal, risiko total portofoliopun diukur dengan menggunakan model indeks tunggal

yang dinotasikan dengan varian portofolio (σ p ²). Di dalam varian portofolio juga terkandung

dua komponen risiko, yaitu risiko sistematis/pasar portofolio ( ß p ² . σm ²) dan risiko tidak

sistematis portofolio/unik portofolio. Rumus yang digunakan adalah sebagai:

Perdagangan efek di Bursa Reguler dan di Bursa Paralel diselenggarakan masing-masing oleh BAPEPAM dan Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE) yang dilaksanakan setiap hari kerja Senin sampai Jum'at. Waktu pelaksanaan di Bursa reguler dilaksanakan dalam 2 session yaitu : session pertama, jam 10.00- 12.00 WIB dan session ke dua, jam 13.00 - 14.00 WIB

Khusus untuk hari Jumat, session ke dua tidak diadakan.

(17)

1. Sistem Perdagangan Efek di Bursa Reguler

Sistem perdagangan di bursa reguler dilaksanakan dalam dua sistem, yaitu Sistem Kol dan Sistem Terus Menerus.

a. Sistem Kol

adalah sistem perdagangan yang dipimpin oleh petugas Bursa yang disebut pimpinan Kol. Efek yang diperdagangkan dengan sistem Kol adalah efek yang untuk pertama kalinya dicatatkan di Bursa dan dilakukan selama 2 (dua) hari secara berturut-turut, setelah itu efek baru diperdagangkan dengan Sistem Terus Menerus.

Pada sistem Kol ini ada 2 (dua ) macam sistem, yaitu Sistem Kol Terbuka dan Sistem Kol

Tertutup.

Pada sistem Kol Terbuka, pimpinan Kol akan menyebutkan nama dan catatan kurs terakhir suatu efek satu persatu secara berurutan sesuai dengan urutan yang tercantum dalam daftar kurs resmi (DKR), kemudian anggota bursa akan melakukan penawaran jual beli. Tawar menawar yang dilakukan oleh anggota bursa akan berlangsung sampai terjadi persesuaian harga. Penawaran anggota bursa dilakukan dengan angkat tangan dan berteriak Apabila suatu efek telah terjadi suatu kurs/kesepakatan harga, maka pimpinan kol akan beralih ke efek lainnya. Pada Sistem Kol Tertutup, pengajuan penawaran tidak dilakukan secara terbuka dengan mengangkat Langan dan berteriak menyebutkan jurnlah dan harganya, tetapi penawaran di lakukan dengan mengajukan penawaran dalam amplop tertutup.

b. Sistem Terus Menerus

Pada sistem ini perdagangan efek dilakukan oleh para anggota bursa secara langsung tanpa melalui Pimpinan Kol, akan tetapi ada pejabat bursa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan sistem ini. Pada sistem ini, para anggota Bursa secara serentak meninggalkan tempat duduk setelah bursa dibuka oleh pejabat bursa untuk menuliskan tawarannya di papan-papan tulis masing-masing efek yang tersedia.

(18)

2. Sistem Perdagangan Efek di Bursa Paralel

Sistem perdagangan di Bursa Paralel dilakukan dengan Sistem Terus-menerus.

Masing-masing membentuk pasar (market maker) mempunyai papan tulis untuk tawar manawar dengan

para pialang

dengan membentuk harga saham. Sistem perdagangannya terbagi dalam 5 (lima) periode, di mana setiap periode terdiri dari 15 menit. pelaksanaannya dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Pra Periode Perdagangan

Adalah masa penyesuaian harga penawaran dan harga pem belian bagi para pembentuk pasar. Periode ini dilaksanakan pukul 08.45 - 09.00 WIB.

b. Periode Satu

Periode satu ini dilaksanakan berdasarkan daftar harga pedoman pada point a di atas yag tereatat di lantai infonnasi dan dilakukan oleh para wakil pembentuk pasar beserta perantara perdagangan efek dan pedagangan efek. Periode satu ini dilaksanakan pada pukul 09.00--09.15 WIB.,

c. Periode Dua

Periode dua ini diawali dengan mencatatkan lagi harga pena waran dan harga pembelian baru (bila ada) pada papan daftar harga di lantai informasi. Periode ini dilaksanakan pukul 09.15- 9.30 WIB.

d. Periode Tiga

Periode tiga ini prosedumya perdagangannya sama dengan periode dua di atas dan dilaksanakan pukul 9.30-9.45 WIB.

e. Periode Empat

Periode empat ini, prosedur perdagangannya sama dengan periode dua dan tiga serta diakhiri dengan penutupan. Pelaksanaannya pukul 9.45-10.00 WIB.

f. Setiap kali menetapkan harga penawaran dan harga pembelian, pembentukan pasar wajib

menyerahkan slip harga tersebut kepada petugas lantai infonnasi yang membubuhi paraf dan cap dari pembentuk pasar.

B. Proses Pelaksanaan Perdagangan di Bursa

Pelaksanaan perdagangan Efek di Bursa dilakukan dengan menggunakan fasilitas JATS

(Jakarta Automatic Trading System). Perdagangan Efek di Bursa hanya dapat dilakukan oleh

Anggota Bursa (AB) yang juga menjadi Anggota Kliring KPEI (Kliring Penjamin Efek

(19)

 Kesalahan Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek dalam rangka Remote Trading kecuali kesalahan perangkat lunak JONEC yang disediakan oleh Bursa; dan atau

 Kelalaian atau kesalahan PJPP dalam melaksanakan penawaran jual dan atau permintaan

beli ke JATS; dan atau

 Kelalaian atau kesalahan IT Officer-RT dalam pengoperasian Peralatan Penunjang dan

atau aplikasi Anggota Bursa Efek; dan atau

 Adanya akses yang tidak sah yang dilakukan melalui Peralatan Penunjang dan atau

aplikasi Anggota Bursa Efek.

1. Segmen Pasar di Bursa

 Pasar Reguler;

 Pasar Tunai;

 Pasar Negosiasi.

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) hanya dapat diperdagangkan pada Pasar Tunai dan di Pasar Negosiasi pada sesi I.

Penyelesaian Transaksi

Jam Perdagangan

Perdagangan Efek di Pasar Reguler, Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi dilakukan selama jam perdagangan pada setiap Hari Bursa dengan berpedoman pada Waktu JATS.

(20)

Jam Perdagangan Pasar Tunai:

Pesanan Nasabah.

Pesanan yang dapat dilaksanakan di Bursa oleh Anggota Bursa adalah hanya pesanan terbatas (limit order), yaitu pesanan yang dilaksanakan oleh Anggota Bursa sampai dengan batas harga yang ditetapkan oleh nasabahnya.

Penawaran jual dan atau permintaan beli nasabah atas Efek selain HMETD hanya boleh ditransaksikan oleh Anggota Bursa di Pasar Reguler, kecuali nasabah menginstruksikan atau menyetujui secara tertulis bahwa penawaran jual atau permintaan belinya ditransaksikan di Pasar Tunai atau Pasar Negosiasi.

Satuan Perdagangan

Perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya, yaitu 500 (lima ratus) Efek. Perdagangan di Pasar Negosiasi tidak

menggunakan satuan perdagangan (tidak round lot).

Satuan perubahan harga (fraksi)

AutoRejection

Harga penawaran jual dan atau permintaan beli yang dimasukkan ke dalam JATS adalah harga penawaran yang masih berada di dalam rentang harga tertentu. Bila Anggota Bursa memasukkan harga diluar rentang harga tersebut maka secara otomatis akan ditolak oleh JATS (auto rejection).

(21)

Kelompok Harga Batasan Auto Rejection

Tawar menawar patokan harga Auto Rejection berpedoman pada:

 Harga Previous untuk saham yang sudah diperdagangkan di Bursa;

 Harga Pra-Pembukaan bila terbentuk harga pembukaan di Pra-Pembukaan.

 Harga Teoritis untuk saham yang sudah diperdagangkan di Bursa yang melakukan

tindakan korporasi (Corporate Action);

 Harga perdana untuk saham Emiten yang pertama kali diperdagangkan di Bursa;

 Harga wajar yang ditetapkan oleh pihak independen untuk saham yang berasal dari

Perusahaan Publik atau saham dari Bursa lain.

 Auto rejection saham yang baru tercatat di bursa (hari pertama) adalah 2x parameter di

atas.

Pra-pembukaan

Pelaksanaan perdagangan di Pasar Reguler dimulai dengan Pra-pembukaan. Anggota Bursa dapat memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli sesuai dengan ketentuan satuan perdagangan, satuan perubahan harga (fraksi) dan ketentuan Auto Rejection. Harga Pembukaan terbentuk berdasarkan akumulasi jumlah penawaran jual dan permintaan beli terbanyak yang dapat dialokasikan oleh JATS pada harga tertentu pada periode Pra-pembukaan. Seluruh penawaran jual dan atau permintaan beli yang tidak teralokasi di Pra-pembukaan, akan diproses secara langsung (tanpa memasukkan kembali penawaran jual dan atau permintaan beli) pada sesi I perdagangan, kecuali Harga penawaran jual dan atau permintaan beli tersebut melampaui batasan Auto Rejection.

Pasar Reguler

Penawaran jual atau permintaan beli telah dimasukkan ke dalam JATS diproses JATS memperhatikan:

1. Prioritas harga (price priority):

(22)

pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.

2. Prioritas-Waktu-(timePriority)

Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada pe rmintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu.

Pengurangan jumlah Efek pada JATS baik pada penawaran jual maupun pada permintaan beli untuk tingkat harga yang sama tidak mengakibatkan hilangnya prioritas waktu. Sedangkan penambahan jumlah Efek baik pada penawaran jual maupun permintaan beli untuk tingkat harga yang sama diperlakukan sama dengan penawaran jual maupun permintaan beli baru. Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai terjadi dan mengikat pada saat penawaran jual

dijumpakan (match) dengan permintaan beli oleh JATS.

Pasar-Negosiasi

Perdagangan Efek di Pasar Negosiasi dilakukan melalui proses tawar menawar secara individual (negosiasi secara langsung) antar:

 Anggota Bursa atau

 Nasabah melalui satu Anggota Bursa atau

 Nasabah dengan Anggota Bursa atau

 Anggota Bursa dengan KPEI

Selanjutnya hasil kesepakatan dari tawar menawar tersebut diproses melalui JATS. Anggota Bursa dapat menyampaikan penawaran jual dan atau permintaan beli melalui papan tampilan informasi (advertising) dan bisa di ubah atau dibatalkan sebelum kesepakatan dilaksanakan di JATS. Kesepakatan mulai mengikat pada saat terjadi penjumpaan antara penawaran jual dan permintaan beli di JATS.

Penyelesaian Transaksi BursaPasar Reguler dan Pasar Tunai

Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai antara Anggota Bursa jual dan Anggota Bursa beli dijamin oleh KPEI.

- Transaksi Bursa Pasar Reguler wajib diselesaikan pada Hari Bursa ke-3 (T+3). - Transaksi Bursa Pasar Tunai wajib diselesaikan pada Hari Bursa yang sama (T+0).

Penyelesaian Transaksi Bursa yang dilakukannya di Pasar Reguler dan Pasar Tunai akan ditentukan oleh KPEI melalui proses Netting dan dilakukan melalui pemindahbukuan Efek dan atau dana ke rekening Efek Anggota Bursa yang berhak yang berada pada KSEI. Dalam hal kewajiban Anggota Bursa untuk menyerahkan Efek tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, maka Anggota Bursa tersebut wajib untuk menyelesaikan kewajibannya dengan uang pengganti

(ACS= Alternate Cash Settlement) yang besarnya ditetapkan sebesar 125% (seratus dua puluh

(23)

Bursa tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar kepada KPEI sebagaimana tercantum dalam DHK Netting, maka kewajiban Anggota Bursa tersebut wajib diselesaikan sesuai dengan Peraturan KPEI. Anggota Bursa yang tidak memenuhi kewajibannya dalam penyelesaian Transaksi Bursa dilarang melakukan kegiatan perdagangan Efek di Bursa sampai dengan KPEI melaporkan ke Bursa bahwa semua kewajiban Anggota Bursa tersebut telah terpenuhi dan Anggota Bursa dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Bursa.

Penyelesaian-Transaksi-Bursa-Pasar-Negosiasi

Waktu penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasi ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara AB jual dan AB beli dan diselesaikan secara Per-transaksi (tidak netting). Bila tidak ditetapkan, maka penyelesaian Transaksi Bursa dilakukan selambat-lambatnya pada Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi (T+3) atau Hari Bursa yang sama dengan terjadinya transaksi (T+0) khusus untuk Hari Bursa terakhir perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasi dilakukan dengan pemindahbukuan secara langsung oleh Anggota Bursa jual dan Anggota Bursa beli dan tidak dijamin KPEI.

Biaya Transaksi

Anggota Bursa wajib membayar biaya transaksi kepada Bursa, KPEI dan KSEI yang dihitung berdasarkan nilai pertransaksi Anggota Bursa sebagai berikut:

* Dibayarkan ke Bursa sebagai Wajib Pungut, sesuai ketentuan yang berlaku.

Minimum biaya transaksi yang harus dibayar AB adalah Rp 2.000.000,- (dua juta Rupiah) per bulan termasuk untuk AB dalam keadaan suspensi atau SPABnya dibekukan; Pembayaran harus sudah efektif dalam rekening Bursa setiap bulan selambat-lambatnya pada hari kalender ke-12 bulan berikutnya. Dalam hal hari kalender ke-12 (dua belas) di atas jatuh pada hari Sabtu atau hari Minggu atau hari libur maka kewajiban dimaksud efektif pada hari kerja berikutnya. Keterlambatan pembayaran dikenakan denda sebesar 1% (satu per seratus) setiap hari kalender keterlambatan.

(24)

transaksi dan dendanya.Informasi detil mengenai tata cara perdagangan Efek bisa dilihat dalam Peraturan BEI Nomor II-A Tentang Perdagangan Efek.

Gambar

Gambar 1 : Mekanisme  Perdagangan  Di Bursa Efek

Referensi

Dokumen terkait

Sanggahan sudah diterima selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender setelah pengumuman ini dengan tembusan kepada PPK Kegiatan Pengembangan Pasar dan

Sanggahan atas pengumuman ini dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah diumumkan. UNIT LAYANAN PENGADAAN UNIT LAYANAN PENGADAAN UNIT LAYANAN PENGADAAN UNIT

Perusahaan Tercatat, maka Bursa akan memberitahukan kepada Perusahaan Tercatat tersebut selambat-lambatnya pada Hari Bursa berikutnya setelah diterimanya dokumen sebagaimana

Volume Transaksi (Milyar Saham) Nilai Perdagangan (Rp. Trilyun) Frekuensi Transaksi (ribu kali) Jumlah Hari Bursa.. Rata-rata

3) selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tengah tahunan, jika disertai laporan Akuntan yang memberikan pendapat tentang kewajaran

Volume Transaksi (Milyar Saham) Nilai Perdagangan (Rp. Trilyun) Frekuensi Transaksi (ribu kali) Jumlah Hari Bursa.. Rata-rata

Volume Transaksi (Milyar Saham) Nilai Perdagangan (Rp.Triliun) Frekuensi Transaksi (ribu kali) Jumlah Hari Bursa.. Rata-rata

Volume Transaksi (Milyar Saham) Nilai Perdagangan (Rp. Trilyun) Frekuensi Transaksi (ribu kali) Jumlah Hari Bursa.. Rata-rata