PENGARUH KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA TIMUR TERHADAP
TINGKAT PENERIMAAN LAYANAN PAJAK ONLINE e-SAMSAT
JATIM
Dimas Mahendra Kusuma
1), Wing Wahyu Winarno
2), Dani Adhipta
3)1), 2), 3)Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jl Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Email :[email protected]), [email protected]2),[email protected]3)
Abstrak
e-SAMSAT Jatim adalah layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) online, yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. Berbagai manfaat dan kemudahan yang dimiliki e-SAMSAT Jatim, akan tetapi masih minimnya penggunaan e-SAMSAT Jatim. Dengan menggunakan penggabungan metode TAM dan TPB, serta penambahan variabel Trust (kepercayaan) dan Computer Self-efficacy (kemampuan berkomputer) sebagai dasar teoritis. Penelitian akan dilakukan pada masyarakat Jatim yang pernah menggunakan layanan e-SAMSAT, untuk mengetahui apakah dengan faktor kepercayaan dapat mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan e-SAMSAT Jatim. Dengan memperhatikan faktor dorongan dari pemerintah daerah, dorongan pihak lain sesama pengguna, dan dukungan yang dapat dipengaruhi oleh faktor Trust. Ditemukan suatu model hipotesis yang secara umum dapat memberikan gambaran masyarakat Jatim yang menggunakan layanan e-SAMSAT Jatim. Kata kunci: e-SAMSAT Jatim, transaksi elektronik, TAM, TPB, Trust, Computer Self-Efficacy.
Pendahuluan
Transformasitraditional government menjadi electronic government (e-government) merupakan salah satu isu kebijakan publik yang hangat dibicarakan saat ini. Secara konseptual, konsep dasar dari e-government sebenarnya adalah bagaimana memberikan pelayanan melalui media elektronik (e-service), seperti melalui internet, jaringan telepon seluler dan komputer, serta multimedia [1]. E-Servicessendiri adalah suatu metode pemberian pelayanan yang diterapkan e-government dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dimana aparat pelayan publik tidak lagi bertemu langsungdengan warga masyarakat pengguna jasa layanan [1]. Penggunaan teknologi yang mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi dapat mengurangi korupsi dengan cara meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga publik.
e-SAMSAT Jatim (dapat diakses melalui website http://esamsatjatim.com) adalah salah satu e-service Pemerintah daerah Provinsi Jawa timur (Pemda Prov Jatim) yang memberikan layanan pengesahan Surat
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) tahunan dan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) Jasa Raharja bersifat Online untuk Provinsi Jawa Timur [2]. e-SAMSAT Jatim sendiri yaitu hasil kerjasama dengan pihak swasta yaitu Bank Mandiri, dengan menggunakan e-Channelyang dimiliki Bank Mandiri. Masyarakat sebagai wajib pajak PKB memiliki banyak pilihan dalam pembayaran pajak seperti melalui ATM, Teller, Mobile Banking dan Internet banking [3]. Pemanfaatan e-SAMSAT ini memberikan fleksibilitas ke masyarakat dalam melakukan pembayaran PKB tanpa harus datang ke kantor SAMSAT. Berikut adalah tampilan dari halamanwebsite e-SAMSAT Jatim, ditunjukkan pada Gambar 1:
Gambar 1. Tampilan Halaman awal e-SAMSAT Jatim [4]
Menurut DR. H. Rasiyo, Msi, Sekretaris Daerah Provinsi jawa Timur penggunaan sistem informasi berbasis teknologi atau sistem TI akan mempermudah masyarakat membayar pajak sehingga penerimaan PAD dapat meningkat [5]. Selain beberapa kemudahan yang ditawarkan PemdaProv Jatim melalui layanan e-SAMSAT Jatim tersebut, akan tetapi masih minimnya masyarakat yang menggunakan sistem pembayaran PKB e-SAMSAT. Hal tersebut dapat dibuktikan berdasarkan data obyek pajak Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur (Dispenda Prov Jatim) tahun 2014 (januari 2014 – Oktober 2014) dari jumlah total 14.231.389 transaksi PKB seJawa Timur, jumlah transaksi PKB yang
menggunakan e-SAMSAT Jatim hanya 6.814 atau kurang dari 0,05% [6].
Menurut Dra. Ec. Endang Rachmawati, MM, Kepala UPTD Surabaya Selatan, kurangnya kemampuan berkomputer, keraguan masyarakat terhadap transaksi elektronik, serta keraguan masyarakat untuk menggunakan layanan e-SAMSAT apakah dapat memudahkan pembayaran PKB beberapa faktor yang menyebabkan minimnya penggunaan e-SAMSAT Jatim [7]. Hal-hal tersebut mengakibatkan masyarakat lebih memilih melakukan transaksi manual dengan membayar langsung ke kantor SAMSAT dari pada menggunakan e-SAMSAT.
Beberapa permasalahan tersebut merupakan indikator yang dijadikan dasar penelitian mengenai pengadopsian sistem e-service, khususnya implementasi e-SAMSAT Jatim, untuk mengetahui pengaruh faktor kepercayaan terhadap tingkat penerimaan oleh pengguna. Penelitian-penelitian mengenai pemanfaatan sistem Teknologi Informasi (TI) telah mempelajari perilaku bagaimana dan mengapa individu ingin menggunakan sistem TI. Salah satu teori yang menjelaskan tentang penerimaan teknologi adalah model dari Davis yaitu Technology Acceptance Model (TAM) [8]. Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis hipotesis yang didasarkan pada TAM yang telah dikembangkan dengan menambahkan variabel Trust (kepercayaan), yang dikembangkan oleh Defen, at al, model ini sebelumnya telah digunakan dalam menganalisis pengukuran tingkat penerimaan pelanggan dalam berbelanja online [9], dan juga menambahkan variabel Computer Self-Efficacy (kemampuan berkomputer) termasuk kemampuan berinternet yang dikembangkan oleh Yi dan Hwang [10]. Model ini secara integratif menganalisis kemudahan penggunaan, kegunaan, kemampuan berkomputer, dan kepercayaan dalam menggunakan sistem pembayaran online. Pada bagian berikutnya akan dipaparkan model hasil dari penelitian terdahulu, yang pada akhirnya model dan hipotesis baru akan diusulkan berdasarkan model penelitian tersebut. Makalah ini bertujuan sebatas rekomendasi model penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor kepercayaan masyarakat terhadap tingkat penggunaan e-SAMSAT Jatim.
Pembahasan
Theory Acceptance Model atau TAM sendiri adalah model yang banyak digunakan pada penelitian Sistem Informasi (SI), untuk mengetahui reaksi pengguna terhadap SI. TAM yang dikembangkan oleh Davis dari teori Expectancy Value Theory [11] dan Theory of Planned Behavior (TPB) [12], kedua model tersebut banyak digunakan dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku manusia, sementara itu juga untuk mempertimbangkan peran individu anggota organisasi dan sistem sosial yang mempengaruhi dalam hal penerimaan suatu teknologi di organisasi.
Dalam perkembangannya teori TAM mengalami perubahan. Yi dan Hwang [10] mengembangkan teori
TAM dengan menambahkan sebuah variabel yaitu kemampuan berkomputer secara mandiri (Computer Self-Efficacy) termasuk penggunaan internet yang mempunyai pengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan dan kegunaan sistem secara nyata, sehingga pengembangan teori TAM menurut Yi dan Hwang dapat dijelaskan dalam Gambar 2
Gambar 2. pengembangan konstruk TAM menurut Yi dan Hwang[10]
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Wu dan Chen [13], menunjukkan bahwa teknologi berbasis kepercayaan adalah penting dalam meningkatkan niat perilaku warga untuk menggunakan layanan pajak online. Keyakinan TAM (persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan) dan Trust(kepercayaan) yang terbukti dua bagian yang mendasari dalam menentukan niat perilaku untuk menggunakan, masing-masing memberikan kontribusi pengaruh yang signifikan pada niat perilaku untuk menggunakan melalui sejumlah mediator seperti attitude (sikap), perceived behavior control (persepsi pengendalian perilaku), dan subjectif norm(norma subjektif). Dalam hal ini pengguna pemula cenderung lebih mengandalkan kepercayaan fitur non-technology dari pada Perceived Easy Of Use (persepsi kemudahan penggunaan) atau PEOU dan kegunaan fitur berbasis teknologi untuk mengembangkan sikap mereka terhadap perilaku. dalam Dengan kata lain, kepercayaan adalah lebih penting dalam menentukan sikap pengguna dari PEOU dan kegunaan pajak online itu sendiri [13]. Berikut adalah konstruk penelitian yang digunakan Wu dan Chen dalam Gambar 3:
Gambar 3. Konstruk PenelitianTrust,TAM, dan TPB oleh Wu dan Chen [13]
Berdasarkan dari beberapa penelitian di atas maka diusulkan untuk menggabungkan konstruk penelitian Wu dan Chen dengan menambahkan variabelComputer Self-Efficacy(CSE) yang dikembangkan oleh Yi dan Hwang.
Penambahan variabel CSE didasari hasil Wawancara dengan Kepala UPTD Surabaya Selatan, bahwa kurangnya kemampuan berkomputer (termasuk berinternet) menjadi salah satu latar belakang masyarakat Jatim enggan menggunakan e-SAMSAT Jatim, sehingga diusulkan perlunya penambahan variabel CSE untuk mengetahui kemampuan berkomputer (termasuk berinternet) pengguna e-SAMSAT Jatim [7]. Model ini secara integratif menganalisis kemudahan penggunaan, kegunaan, kemampuan berkomputer, dan kepercayaan dalam menggunakan sistem pembayaran Online. Hasil nantinya akan menunjukkan bahwa variabel ini baik untuk mengukur niat perilaku dari masyarakat untuk menggunakan sistem e-SAMSAT. Pengembangan teori TAM dalam penelitiaan Wu dan Chen dengan menambahkan variabel computer self-efficacydapat dijelaskan dalam Gambar 4:
Gambar 4. Pengembangan teori TAM dalam penelitian Wu dan Chen dengan penambahan variabelcomputer
self-efficacy[10][13]
Dimensi-dimensi pengukuran konstruk yang akan digunakan dalam pengukuran tingkat penerimaan masyarakat terhadap penggunaan e-SAMSAT Jatim sebagai berikut :
1) Perceived Of Usefulness(POU)
Beberapa indikator kemanfaatan penggunaan e-SAMSAT Jatim yang diukur adalah sebagai berikut [14][15]:
a) Mempermudah
b) Meningkatkan produktifitas c) Meningkaatkan Efektivitas d) Bermanfaat
2) Perceived Ease Of Use(PEOU)
Beberapa indikator kemudahan penggunaan e-SAMSAT Jatim yang diukur adalah sebagai berikut [14][15]:
a) Kejelasan dan kemudahan mudah dimengerti b) Kemudahan berinteraksi.
c) Kemudahan mengontrol. d) Kemudahan penggunaan. 3) Attitude
Beberapa indikator sikap terhadap penggunaan e-SAMSAT Jatim yang diukur adalah sebagai berikut [16]:
a) Cara pandang yang positif b) Cara pandang yang bijaksana c) Suka dengan ide penggunaan
d) Sebagai pengalaman
4) Perceived Behavior Control(PBC)
Beberapa indikator perceived beahvior control terhadap penggunaan e-SAMSAT Jatim yang diukur adalah sebagai berikut [16][17]:
a) Dapat menggunakan dengan baik b) Menguasai penggunaan
c) Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menggunakan
5) Subject Norm(SN)
Beberapa indikator subject norm (SN) terhadap penggunaan e-SAMSAT Jatim yang diukur adalah sebagai berikut [16][17]:
a) Adanya dorongan orang yang dianggap penting b) Adanya dorongan orang yang dianggap
berpengaruh
c) Adanya dorongan orang yang dihargai 6) Intention to Use(ITU)
Beberapa indikatorintention to Use(ITU) perilaku untuk tetap menggunakan e-SAMSAT Jatim yang diukur adalah sebagai berikut [14][15]:
a) Berniat untuk menggunakan b) Memprediksi akan menggunakan
c) Adanya keinginan untuk menggunakan sesering mungkin.
7) Computer Self-Efficacy (CSE)
Beberapa indikator pengkukur variabel Computer Self-Efficacy dapat diukur adalah sebagai berikut [10].
a) Kemampuan penggunaan dengan melihat petunjuk penggunaan.
b) Kemampuan penggunaan dengan melihat orang lain menggunakan.
c) Kemampuan penggunaan jika orang lain membantu.
8) Trust
Beberapa indikator pengkukur variabeltrust dapat diukur adalah sebagai berikut [9]:
a) Memprediksikan sebagai layanan yang baik b) Percaya akan menyediakan layanan yang baik c) Percaya akan membantu masyarakat.
Salah satu fungsi penting hipotesis dalam penelitian kuantitatif adalah sebagai dasar untuk membuat kesimpulan penelitian. Sehingga untuk mengetahui tingkat penerimaan pengguna terhadap e-SAMSAT Jatim, hipotesis pada penelitian ini mendasarkan pada metode pendekatan konstruk TAM oleh Wu dan Chen dan dikembangkan dengan menambahkan variabel Computer Self-Efficacy. Variabel yang diuji dalam penelitian ini menjadi empat yaitu Trust, Perceived of Usefulness, Computer Self-Efficacy dan hipotesis atas permasalahan user acceptance pada e-SAMSAT Jatim berdasarkan perumusan masalah dijelaskan dalam Gambar 5:
Gambar 5. Konstruksi Hipotesis [10][13] Hipotesis 1 (H1):Perceived of Usefulness (POU) mempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use (ITU).
Persepsi manfaat menggunakan e-SAMSAT Jatim akan meningkatkan minat untuk menggunakan e-SAMSAT Jatim tersebut. Pengguna e-SAMSAT Jatim akan menjatuhkan pilihannya untuk terus menggunakan e-SAMSAT Jatim apabila pengguna menganggap bahwa e-SAMSAT Jatim tersebut cukup bermanfaat sabagai media untuk proses transaksi pembayaran pajak dan akan menaruh minatnya untuk menggunakan e-SAMSAT Jatim ini.
Hipotesis 2 (H2): Attitudemempunyai pengaruh positif terhadapIntention to Use(ITU).
Persepsi sikap terhadap pengguna e-SAMSAT Jatim akan meningkatkan minat pengguna untuk menggunakan e-SAMSAT Jatim tersebut. Pengguna e-SAMSAT Jatim akan menjatuhkan pilihannya untuk terus menggunakan e-SAMSAT Jatim apabila pengguna tersebut telah memiliki pengalaman yang baik dalam menggunakan e-SAMSAT Jatim.
Hipotesis 3 (H3): Perceived Behavior Control (PBC) mempunyai pengaruh positif terhadap Intention to Use (ITU).
Persepsi pengendalian perilaku akan meningkatkan niat penggunaan, karena adanya kemampuan yang telah dimiliki dikarenakan sudah terbiasanya seseorang dalam menggunakan transaksi online. Sehingga akan memberikan pengaruh positif terhadap Intention (ITU) untuk ingin selalu menggunakan layanan e-SAMSAT Jatim.
Hipotesis 4 (H4): Subject Norm (SN) mempunyai pengaruh positif terhadapIntention to Use(ITU). Persepsi norma subyektif menunjukkan adanya tekanan sosial yang dirasakan untuk meningkatkan niat dalam menggunakan e-SAMSAT Jatim. e-SAMSAT sendiri adalah layanan e-service yang disediakan oleh pemerintah provinsi jawa timur sehingga akan adanya tekanan sosial dari pemerintah kepada masyarakat untuk menggunakan e-SAMSAT.
Hipotesis 5 (H5): Perceived of Usefulness (POU) mempunyai pengaruh positif terhadapAttitude.
Persepsi manfaat dari menggunakan e-SAMSAT Jatim akan meningkatkan sikap positif untuk menggunakan e-SAMSAT Jatim tersebut. Manfaat yang dirasakan oleh pengguna e-SAMSAT Jatim secara tidak langsung akan membawa dampak positif dan keuntungan bagi penggunanya dalam proses transaksi pembayaran pajak karena pengguna merasa e-SAMSAT Jatim telah memberikan manfaat dalam proses kepraktisan pembayaran pajak kendaraannya.
Hipotesis 6 (H6): Perceived Ease Of Use (PEOU) mempunyai pengaruh positif terhadapAttitude.
Persepsi Kemudahan dalam menggunakan e-SAMSAT akan meningkatkan sikap positif untuk menggunakan e-SAMSAT tersebut. Sehingga pengguna akan menjatuhkan pilihannya untuk terus menggunkan SAMSAT karena pengguna memandang bahwa e-SAMSAT tersebut bermanfaat sebagai media yang membantu proses pembayaran PKB tahunan dan pengguna juga mempunyai respon positif untuk terus menggunakan e-SAMSAT ini.
Hipotesis 7 (H7): Trust mempunyai pengaruh positif terhadapAttitude
Persepsi kepercayaan terhadap layanan e-SAMSAT Jatim adalah sebuah layanan yang diberikan PemdaProv Jatim kepada masyarakat yang dapat membantu dan memberikan kemudahan dalam hal pembayaran PKB. Adanya kepercayaan yang baik terhadap e-SAMSAT Jatim tersebut akan meningkatkan sikap untuk menggunakan e-SAMSAT Jatim.
Hipotesis 8 (H8): Trust mempunyai pengaruh positif terhadapPerceived Behavior Control(PBC).
Persepsi kepercayaan dapat meningkatkan persepsi pengendalian perilaku, kepercayaan yang dirasakan dapat meningkatkan kontrol perilaku atas transaksi elektronik di e-SAMSAT Jatim.
Hipotesis 9 (H9) : Trust mempunyai pengaruh positif terhadapSubject Norm(SN)
Persepsi kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap reputasi pemerintah melalui layanan e-SAMSAT dapat mempengaruhi norma subjektif atas transaksi elektronik.
Hipotesis 10 (H10): Perceived Ease Of Use (PEOU) mempunyai pengaruh positif terhadap Perceived of Usefulness(POU).
Persepsi kemudahan dalam menggunakan e-SAMSAT Jatim akan berpengaruh langsung terhadap kegunaan atau manfaat yang dirasakan penggunanya. Seorang pengguna e-SAMSAT Jatim akan menjatuhkan pilihannya untuk terus menggunakan e-SAMSAT apabila pengguna menganggap e-SAMSAT tersebut mudah untuk digunakan dan mempunyai manfaat yang cukup besar bagi penggunanya.
Hipotesis 11 (H11): Computer Self-Efficacy (CSE) mempunyai pengaaruh positif terhadap Perceived Easy of Use(PEOU)
Persepsi kemampuan menggunakan komputer dan internet akan meningkatkan kemudahan dalam menggunakan e-SAMSAT Jatim. Kemudahan yang dirasakan oleh pengguna e-SAMSAT-Jatim secara tidak langsung akan membawa dampak positif dan keuntungan bagi penggunanya dalam proses transaksi karena pengguna merasa mampu menggunakan komputer dan internet dengan baik.
Hipotesis 12 (H12): Trust mempunyai pengaruh positif terhadapPerceived of Usefulness(POU).
Persepsi kepercayaan adalah salah satu faktor penentu kemanfaatan, terutama di media online, karena dengan kepercayaan sebagai bagian yang menjamin bahwa konsumen akan merasakan kegunaan yang diharapkan dari layanan e-SAMSAT Jatim.Selain itu, kepercayaan diakui memiliki efek positif pada kemanfatan yang dengan kepercayaan memungkinkan konsumen mendapatkan manfaat interaksi serta layanan yang diharapkan oleh konsumen ataupun oleh Pemerintah Daerah sebagai pemberi layanan e-SAMSAT Jatim. Hipotesis 13 (H13): Perceived Ease Of Use (PEOU) mempunyai pengaruh positif terhadapTrust
Persepsi kemudahan dihipotesiskan memiliki pengaruh positif pada kepercayaan karena kemudahan dapat membantu memberikan kesan yang baik pelanggan pada pemerintah daerah saat penerapan awal layanan online dan selanjutnya, yang menyebabkan pelanggan bersedia melakukan transaksi dan komitmen dalam hubungan pemberi layanan SAMSAT dan pengguna layanan e-SAMSAT.
Kesimpulan
Variabel yang ditambahkan yaitu Trust (Kepercayaan) digunakan untuk memprediksi tingkat penerimaan seseorang dalam menggunakan sistem transaksi berbasis online. Dalam penelitian ini, digunakan untuk mengetahui pengaruhnya dalam penggunaan e-SAMSAT Jatim. Konsep ini dianggap penting karena maraknya metode e-service dalam tranformasi ke e-Government yang di terapkan pemerintah harus diimbangin dengan kepercayaan dan kemampuan pengguna, dalam hal ini adalah e-SAMSAT Jatim.
e-SAMSAT Jatim digunakan oleh masyarakat Jawa Timur untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Meskipun layanan yang e-SAMSAT Jatim telah sesuai, akan tetapi pemanfaatannya masih belum optimal. Sesuai dengan variabel kepercayaan, hal tersebut disebabkannya masih kurangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut dapat menjadi penilaian bahwa pentingnya faktor kepercayaan seseorang dalam mendorong sikap, perilaku, dan dorongan untuk ingin menggunakan e-SAMSAT.
Sosialisasi mengenai layanan e-SAMSAT menjadi peran terpenting yang harus dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. Memaksimalkan kembali sosialiasi di daerah-daerah yang tersebar di provinsi jawa timur, agar masyarakat mengetahui informasi dan tata cara menggunakan layanan tersebut. Dengan sosialisasi yang tepat nantinya akan menjadi faktor penting yang mempengaruhi munculnya rasa kepercayaan, dan keinginan masyarakat terhadap layanan e-SAMSAT. Berdasarkan model penelitian sebelumnya, melalui model hipotesis yang usulkan tersebut, diharapakan nantinya dapat digunakan sebagai acuan penelitian evaluasi terhadape-servicelainnya.
Penelitian mengenai penerimaan masyarakat terhadap e-SAMSAT Jatim saat ini masih pada tahap pengumpulan sampel, sehingga masih belum dapat memberikan kesimpulan yang konklusif.
Daftar Pustaka
[1] E. S. Holle, “Pelayanan Publik Melalui Electronic Government Upaya Meminimalisir Praktek Maladministrasi Dalam Meningkatan Public Service Oleh?: Erick S. Holle,” vol. 17, no. 3, pp. 21–30, 2011.
[2] "bankjatim.co.id" melalui website
“http://www.bankjatim.co.id/id/konvensional/produk-layanan/layanan/e-samsat-jatim” diakses pada tanggal 26 juni 2014
[3] “Mandiri Kanwil VIII Surabaya Pacu Layanan e-Samsat” from http://finansial.bisnis.com/read/20111018/90/50208/mandiri-kanwil-viii-surabaya-pacu-layanan-e-samsat diakses pada tanggal 26 juni 2014
[4] website e-SAMSAT Jatim from "http://www.esamsatjatim.com" [5] “Masyarakat Telah Sadar Membayar Pajak Kendaraan” Berita
Rapat Evaluasi dan Koordinasi Tim Pimbina Samsat Provinsi Jawa Timur Semester II Tahun Anggaran 2013 di Hotel Meritus
Surabaya, (11/11/2013) from
http://www.dipendajatim.go.id/post?id=451&uptd=dinas diakses pada tanggal 26 Juni 2014
[6] Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur, Data Obyek PKB Jawa Timur 2014 (Januari 2014 – Oktober 2014).
[7] Endang. R., 2014, Wawancara “e-Samsat Jatim” di kantor UPTD Surabaya Selatan.
[8] F. D. Davis, “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology,” Manag. Inf. Syst. Q., vol. 13, no. 3, pp. 319–340, 2008.
[9] Gefen, D., Karahanna, E., Straub, D., 2003a. Trust and TAM in online shopping: an integrated model. MIS Quarterly 27 (1), 51– 90.
[10]M. Y. Yi and Y. Hwang, “Predicting The Use of Web-based Information Systems: Self-efficacy, Enjoyment, Learning Goal Orientation, and The Technology Acceptance Model,” Int. J. Hum. Comput. Stud., vol. 59, no. 4, pp. 431–449, Oct. 2003.
[11]Fishbein, M., Ajzen, I., 1975. Belief, Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. Addison-Wesley, Reading, MA.
[12] Ajzen, I., 1991. The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Process 50, 179–211.
[13] Ing-long Wu, Jian-Liang Chen. An extension ofTrust and TAM model with TPB in the initial adoption ofon-line tax: An empirical study. March 22, 2005.
[14] Venkatesh, V., Davis, F.D., 1996. A model ofthe antecedents of perceived ease ofuse: development and test. Decision Sciences 27 (3), 451–481.
[15] Venkatesh, V., Davis, F.D., 2000. A theoretical extension ofthe technology acceptance model: four longitudinal field studies. Management Science 46 (2), 186–204.
[16]Bhattacherjee, A., 2000. Acceptance ofe-commerce services: the case of electronic brokerages. IEEE Transactions on System, Man, and Cybernetics—Part A: Systems and Humans 20 (4), 411–420. [17]Taylor, S., Todd, P.A., 1995. Understanding information
technology usage: a test of competing models. Information System Research 6 (2), 144–176.
Biodata Penulis
Dimas Mahendra Kusuma, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, lulus tahun 2011. Saat ini sedang menempuh pendidikan Pasca Sarjana Magister Teknik Informatika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Wing Wahyu Winarno, memperoleh gelar Sarjana Akutansi (Drs), Jurusan Akutansi Universitas Gadjah MadaS Yogyakarta, lulus tahun 1987. Memperoleh gelar Mastering Accountancy and Financial Information Systems (MAFIS) Program Pasca Sarjana Accountancy and Financial Information System Clevelan State University Amerika, lulus tahun 1994 . Memperoleh gelar Doktor (Dr), Program Pasca Sarjana Ilmu Akutansi Universitas Indonesia Jakarta, lulus tahun 2011. Saat ini menjadi Dosen di UGM, UII, STIE YKPN, dan STMIK AMIKOM Yogyakarta.
Dani Adhipta, S.Si., M. T., memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si.) Jurusan Fisika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, pada tahun 1994. Memperoleh gelar Magister Teknik (M.T.) dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, pada tahun 1998. Saat ini menjadi Dosen di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta