Company
REGULASI NASIONAL
REGULASI RS (DOKUMEN)
TELUSUR IMPLEMENTASI REGULASI
WAWANCARA
OBSERVASI
DOKUMEN PELAKSANAAN
PIMPINAN RS
Menjamin kepatuhan staf terhadap regulasi yg ditetapkan oleh pimpinan Patuh terhadap peraturan & perundangan RS Sistem monev terhadap regulasi yg ditetapkan pimp Menetapkan regulasi di RSKEGIATAN SASARAN MATERI
Wawancara Direksi RS Tata Kelola
Pemilik RS Tata Kelola
Para Pimpinan RS Komite Medik Ka bagian/Bidang/ Manajer Kepemimpinan Ka Unit/Instalasi/ Departemen Pengaturan
Sub Komite Etik Komite Etik RS PJ Masalah Etik
Etika organisasi
Observasi
Dokumen HBL, SOTK RS
SK Komite Medik, Komite Etik, Panduan Penilaian Kinerja , Panduan Etik
Hari Pertama
Waktu Surveior Manajemen - MJ Surveior Medis - MD Surveior Keperawatan - PW
08.00 – 8.30 Pembukaan pertemuan
Perkenalan & Penjelasan jadwal acara survei (Ketua Tim Surveior)
08.30 – 9.30 Petemuan Peningkatan Mutu dan keselamatan Pasien & MDGs
(Presentasi Direktur Utama / Direktur RS tentang Program PMKP & MDGs) Semua surveior
09.30 - 9.45 REHAT KOPI
Surveior meminta
1. Daftar pasien pulang dua bulan terakhir dan memilihnya, disiapkan utk telaah RM Tertutup
2. Daftar pasien rawat inap hari ini dan memilihnya, disiapkan utk Telusur pasien 09.45 -12.00 Telaah dokumen
MPO, PMKP, MFK, TKP, KPS, MKI*
Telaah dokumen APK, AP, PP, PAB, MKI,
KPS*
Telaah dokumen
SKP, HPK, PPI, PPK, MDGs, KPS*, MKI*.
12.00 -12.30 Telaah Rekam Medis Tertutup (Staf terkait , Panitia Rekam Medis, DPJP, Keperawatan) Perencanaan Telusur Pasien
12.30 -13.30 ISHOMA
13.30 -15.30 Telusur Sistem Manajemen Data Telusur Individu Telusur MDGs
JADWAL ACARA SURVEI AKREDITASI,
RS < 300 tempat tidur – 3 hari
Hari Kedua
08.00-08.45 Klarifikasi dan masukan
(Pertemuan surveior dengan para pimpinan RS untuk klarifikasi)
08.45- 09.00 REHAT KOPI
09.00- 12.00 Telusur MFK Telusur Individu APK, AP, PP, PAB
Telusur HPK, PPK, SKP, PPI
12.00- 13.00 ISHOMA
13.00- 14.30 Telusur MFK
Telusur APK, AP, PP, PAB
Telusur
HPK, PPK, SKP, PPI 14.30 -15.30 Rumah Sakit mempresentasikan tentang :
FMEA, Panduan Praktik Klinis, Alur Klinis/Clinical Pathway, Manajemen Risiko, Insiden Keselamatan Pasien, dll
Dihadiri oleh seluruh Surveior
15.30 Surveior meminta daftar pegawai, dan mengambil secara sampling masing2 sejumlah 5 (total 20 file) utk Telusur KPS
Hari Ketiga
08.00- 09.00 Klarifikasi dan masukan
(Pertemuan surveior dengan para pimpinan RS untuk klarifikasi) 09.00- 10.00 Wawancara Pimpinan (TKP) 10.00–11.15 Telusur Lanjutan MKI 11.15- 11.30 REHAT KOPI 11.30–13.00 Telusur KPS
MJ : KPS teknisian medis & non klinis MD : KPS Medis PW : KPS Keperawatan 13.00–14.00 ISHOMA 14.00–15.00 Penyusunan Laporan 15.00–16.00 Exit Conference Penutupan
METODE TELUSUR
METODE TELUSUR
•
Wawancara pimpinan
Tim surveior bertemu dengan
pimpinan RS untuk melakukan wawancara
•
Pertanyaan berkaitan degan masalah kepemimpinan
dan keputusan yang telah diambil menyangkut
masalah yang diketemukan dalam survei. Setiap
peserta pertemuan harus berpartisipasi aktif untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan. Ini dimaksudkan
agar pertemuan menjadi sesi interakitf.
•
Surveior akan menilai kepatuhan melaksanakan standar
tertentu berkaitan dengan Tata Kelola, Kepemimpinan
dan Pengarahan (TKP) disamping tentang standar
lainnya. Dalam wawancara ini, surveior juga akan
melakukan identifikasi masalah yang akan dibahas lagi
di kegiatan survei lain yang akan datang.
Tata kelola
(TKP 1; 1.1; 1.2; 1.3; 1.4; 1.5)
Kepemimpinan RS
(TKP 2; 3; 3.1; 3.2;
3.2.1; 3.3; 3.3.1; 3.3.2; 3.4; 3.5; 4)
Pengarahan
arah kebijakan
(TKP 5;
5.1; 5.1.1; 5.2; 5.3; 5.4; 5.5)
Pengertian :
•
Governance: Pimpinan tertinggi yg
•
bertanggung jawab di
•
group/pemilik
•
Leadership : Direktur RS
•
Pengarahan : departemen/unit/instalasi
Keputusan penting sehubungan dng governance :
•
Tugas & tanggung jawab governance
•
Dokumen tertulis struktur organisasi RS dan
tanggung jawab.
Standar TKP. 1
• Tanggung jawab dan akuntabilitas (badan-) pengelola
digambarkan di dalam peraturan internal (bylaws), kebijakan dan prosedur, atau dokumen serupa yang menjadi pedoman
bagaimana tanggung jawab dan akuntabilitas dilaksanakan
Elemen Penilaian TKP. 1
1. Struktur organisasi pengelola dan tata kelola (SOTK) diuraikan dalam dokumen tertulis, dan mereka yg bertanggung jawab utk memimpin/mengendalikan & mengelola diidentifikasi dng
jabatan atau nama Dokumen SOTK RS, SK Pengangkatan
pejabat.
2. Tanggung jawab dan akuntabilitas (badan-) pengelola dimuat dalam dokumen tersebut uraian tugas
3. Dokumen tsb menjelaskan bgmn kinerja badan pengelola dan para manajer dievaluasi dengan kriteria yang terkait.
Ketentuan Penilaian kinerja Dir RS & para manajer
ORGANISASI RS (UU 44 TAHUN 2009 TTG RS)
ORGANISASI RS (UU 44 TAHUN 2009 TTG RS)
Pasal 33
(1) Setiap RS harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. (2) Organisasi RS paling sedikit terdiri atas Kepala RS atau Direktur RS, unsur
pelayanan medis, unsur keperawatan, unsur penunjang medis, komite medis, satuan pemeriksaan internal, serta administrasi umum dan
keuangan.
Pasal 34
(1) Kepala RS harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan.
(2) Tenaga struktural yang menduduki jabatan sebagai pimpinan harus berkewarganegaraan Indonesia.
(3) Pemilik Rumah Sakit tidak boleh merangkap menjadi kepala RS.
Pasal 35
Standar TKP 1.1.
•
Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
memberikan persetujuan atas misi rumah sakit dan
mengumumkannya kepada masyarakat
Elemen Penilaian TKP 1.1.
1. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
memberikan
persetujuan atas misi RS
HBL
2. Mereka yg bertanggung jawab atas tata kelola,
menjamin adanya review berkala thd misi RS
HBL
3. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
Standar TKP 1.2.
Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, memberikan persetujuan atas kebijakan dan rencana untuk menjalankan rumah sakit
Elemen Penilaian TKP 1.2.
1. Mereka yg bertanggung jawab atas tata kelola, memberikan persetujuan atas rencana stratejik dan rencana manajemen RS, maupun kebijakan & prosedur operasional HBL
2. Bila kewenangan untuk memberikan persetujuan
didelegasikan, maka hal ini dijabarkan dalam kebijakan dan prosedur tentang tata kelola kebijakan pendelegasikan
wewenang
3. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, memberikan persetujuan atas strategi rumah sakit dan program yang terkait dengan pendidikan para profesional kesehatan serta
penelitian, kemudian memberikan pengawasan terhadap mutu program. HBL
Standar TKP 1.3
.
•
Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
memberikan persetujuan atas anggaran belanja
dan alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk
mencapai misi rumah sakit
Elemen Penilaian TKP 1.3.
1. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
memberikan
persetujuan atas modal
(capital)
dan
anggaran operasional rumah sakit
HBL
2. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan
untuk mencapai misi rumah sakit
HBL
Standar TKP 1.4.
•
Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
menetapkan para manajer senior atau direktur
rumah sakit
Elemen Penilaian TKP 1.4.
1. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
menetapkan manajer senior RS
HBL
2. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
melakukan
evaluasi kinerja
dari manajer senior
rumah sakit
Regulasi evaluasi kinerja (TKP1,KPS)
3. Evaluasi terhadap manajer senior dilaksanakan
paling sedikit
setahun sekali
Hasil evaluasi kinerja
Standar TKP 1.5.
• Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
memberikan persetujuan atas rencana rumah sakit dalam mutu dan keselamatan pasien serta secara teratur menerima dan menindaklanjuti laporan tentang program mutu dan
keselamatan pasien.
Elemen Penilaian TKP 1.5.
1. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,
memberikan persetujuan atas rencana rumah sakit untuk mutu dan keselamatan pasien. (lihat juga PMKP.1, Maksud dan Tujuan) HBL
2. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, secara teratur menerima dan menindaklanjuti laporan tentang
program mutu dan keselamatan pasien. (lihat juga PMKP.1.4, EP 2) HBL
Kesimpulan
Kesimpulan
• Struktur organisasi RS
• Penilaian kinerja Pimpinan
• Laporan kinerja RS
• HBL
Kewenangan Pemilik & Direktur RS
TKP 1.1 sd 1.5
HBL (corporate bylaws
agar ditambah satu pasal yang isinya
kewenangan pemilik dan kewenangan
direktur RS yang diambil dari standar TKP 1.1
sd TKP 1.5
Keputusan penting terkait dng kepemimpinan :
•
Identifikasi pimpinan di dalam struktur organisasi
•
Tugas & tanggung jawab
•
Perencanaan dng tokoh masyarakat
•
Penentuan pelayanan, alkes habis pakai, &
equipment untuk disampaikan ke pelayanan
•
Management kontrak
–
Termasuk kontrak klinis dan manajerial
Standar TKP.2
• Seorang manajer senior atau direktur bertanggung jawab utk menjlnkan RS & mematuhi UU & peraturan yang berlaku.
Elemen Penilaian TKP.2
1. Pendidikan dan pengalaman manajer senior sesuai dengan
persyaratan di dalam uraian jabatan. lihat UU 44 tahun 2009
Ten medis S2 RS, uraian jabatan
2. Manajer senior atau direktur mengelola operasional RS sehari-hari, termasuk tanggung jawab yang digambarkan dalam uraian
jabatan. uraian tugas Dir RS
3. Manajer senior atau direktur merekomendasikan
kebijakan-kebijakan kepada badan pengelola usulan kebijakan ke pemilik
4. Manajer senior atau direktur menjamin kepatuhan terhadap kebijakan yang telah disetujui
5. Manajer senior atau Direktur menjamin kepatuhan terhadap UU dan peraturan yang berlaku (lihat juga APK.6, EP 1 dan 2)
6. Manajer senior atau Direktur menanggapi/merespon setiap laporan
Na ma sTD P.P yg berla ku (Y/T) Jika Ya Nama P.P Ringkasan P.P Bagaimana kaitannya dengan standar Apakah isi P.P Lebih ketat dari Standar ( ya/tidak ) Apakah ada badan Regulator yang melakukan inspeksi on-site untuk menilai kepatuhan melaksana kan P.P
AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN (APK)
APK.3.5.
APK.5
Nama Instansi Pemerintah, Badan Regulator, atau Evaluator yang melakukan Inspeksi/aud it setempat (on-site) tgl Au dit Set em-Pat Apaka h ada Reko mend asi Ya/Tid ak Jika ya, Departemen mana yang teridentifikasi dalam laporan (Contoh, Dapur, Farmasi, Kamar , Operasi, Laboratorium) Berapa lama dibutuhkan mencapai standar (contoh, 9 hari, 6 bulan) standar dicapai ? Apakah auditor harus kembali untuk validasi data Ya/Tidak LEMBAR REKOMENDASI BADAN AUDIT EKSTERNAL
Standar TKP.3
• Para pimpinan rumah sakit ditetapkan dan secara kolektif bertanggung jawab untuk menentukan misi rumah sakit dan membuat rencana dan kebijakan yang dibutuhkan untuk memenuhi misi tersebut.
Elemen Penilaian TKP.3
1. Para pimpinan RS diperkenalkan secara formal atau informal (informal diakui krn kesenioran, reputasi, kontribusi ke RS)
pejabat struktural/formal & informal
2. Para pimpinan secara kolektif bertanggung jawab untuk menentukan misi rumah sakit uraian tugas para pimp RS
3. Para pimp secara kolektif bertanggung jawab utk menyusun & menetapkan berbagai kebijakan & prosedur yg diperlukan untuk menjalankan misi uraian tugas para pimp RS
4. Para pimpinan bekerja sama menjalankan misi rumah sakit dan menjamin kebijakan dan prosedur dipatuhi. uraian tugas
Standar TKP. 3.1.
• Para pemimpin rumah sakit bersama dengan pemuka masyarakat dan pimpinan organisasi lain merencanakan pelayanan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Elemen Penilaian TKP. 3.1.
1. Pimpinan RS bertemu dengan tokoh masy. Utk mengembangkan & memperbaiki rencana stratejik & operasional guna menampung kebutuhan masyarakat D : renstra
2. Pimpinan RS bersama dng pimpinan organisasi yankes lain
menyusun rencana bagi masyarakat (lihat juga PPK.3, EP 2 dan 3) 3. Pimpinan RS meminta masukan dari individu atau kelompok
pemangku kepentingan dlam masyarakat sebagai bagian dari rencana stratejik dan operasional
4. RS berpartisipasi dalam pendidikan masyarakat tentang promosi kesehatan dan pencegahan penyakit Program promkes
Standar TKP.3.2.
• Pimpinan melakukan identifikasi dan merencanakan jenis
pelayanan klinis yang perlu untuk memenuhi kebutuhan pasien yang dilayani rumah sakit.
Elemen Penilaian TKP.3.2.
1. Perencanaan rumah sakit menjabarkan asuhan dan pelayanan yang harus disediakan renstra
2. Asuhan dan pelayanan yang ditawarkan harus konsisten dengan misi rumah sakit (lihat juga APK.1, EP.2) renstra
3. Pimpinan menentukan jenis asuhan dan pelayanan yang harus disediakan oleh rumah sakit renstra
4. Pimpinan menggunakan proses untuk melakukan kajian dan menyetujui, sebelum digunakan dalam asuhan pasien,
prosedur, teknologi, peralatan (sediaan) farmasi yang dianggap masih dalam tahap uji coba. SPO
Standar TKP. 3.2.1.
• Peralatan, perbekalan (supplies), dan obat digunakan sesuai dengan rekomendasi organisasi profesi atau oleh sumber lain yang berwenang.
Elemen Penilaian TKP.3.2.1.
1. RS menggunakan rekomendasi dari berbagai organisasi
profesi & sumber lain yang berwewenang untuk menentukan, peralatan & perbekalan yg dibutuhkan dalam pelayanan yang terencana (lihat juga MPO.2.2, EP 1) SPO seleksi obat
& Alkes habis pakai
2. Diperoleh peralatan, perbekalan dan obat (lihat juga MPO.2.2, EP 2) Dokumen pengadaan
3. Digunakan peralatan, perbekalan dan obat (lihat juga PAB.3, Maksud dan Tujuan dan PAB.3, EP 1) Mutasi barang farmasi
Standar TKP.3.3.
Pimpinan bertanggung jawab thd kontrak kerja yan klinis
& manj
Elemen Penilaian TKP.3.3.
1. Ada proses utk pertanggungawaban kepemimpinan
atas kontrak (lihat juga AP.5.8, EP 6; AP.6.7, EP 6;
AP.6.9; &PAB.2, EP 5)
SPO
2. RS mempunyai gambaran tertulis dari sifat dan
cakupan pelayanan yang diberikan melalui perjanjian
kontrak
dok kontrak
3. Pelayanan diberikan berdasar kontrak dan perjanjian
lainnya sesuai kebutuhan pasien.(lihat juga AP.5.8, EP
6, dan AP.6.7, EP 6)
lihat utilisasi
Standar TKP.3.3.
Pimpinan bertanggung jawab thd kontrak kerja yan
klinis & manj
Elemen Penilaian TKP.3.3.
4. dr kontrak klinis & bertang -gungjawab atas kontrak
klinis. (lht jg AP.5.8, EP 5, & AP.6.7, EP 5)
SPO
5. Pimp. Manj. berpartisipasi dalam seleksi dari
manajemen kontrak dan bertanggung jawab atas
kontrak manajemen
6. Bila kontrak dinegosiasi kembali atau diakhiri,
Standar TKP.3.3.1.
Kontrak dan perjanjian lainnya dimasukkan sebagai
bagian dari program PMKP RS.
Elemen Penilaian TKP.3.3.1.
1. Kontrak dan perjanjian lainnya dievaluasi, terkait
sifat kontrak, sebagai bagian dari program PMKP RS.
(lihat juga AP.5.8, EP 6)
program PMKP
2. Pimpinan klinis dan manajerial terkait berpartisipasi
dalam program peningkatan mutu dalam analisis
informasi mutu dan keselamatan yang berasal dari
kontrak dengan pihak luar. (lihat juga AP.5.8, EP 5)
hasil analisis
Standar TKP 3.3.2.
• Para praktisi independen yg bukan pegawai RS hrs memiliki kredensial yg benar utk yan yg diberikan kpd pasien RS
Elemen Penilaian 3.3.2.
1. Pimpinan RS menetapkan pelayanan yang akan diberikan oleh praktisi independen diluar rumah sakit SK Dir layanan
rujukan ke dr praktik mandiri
2. Seluruh yan diagnostik, konsultasi & pengobatan yg diberikan oleh praktisi independen diluar RS, termasuk telemedicine,
teleradiologi & interpretasi dari diagnostik lain, spt EKG, EEG, EMG & sejenis, diberi kewenangan oleh RS utk memberikan
pelayanan tersebut. (lihat juga KPS.9 dan KPS.10) kredensial
3. Praktisi independen yg memberikan yan pasien di dlm RS ttp mrk bukan pegawai atau anggota staf klinis yg dikredensial & diberi kan kewenangan yang dipersyaratkan di KPS.9 sampai KPS.10
kredensial
4. Mutu pelayanan oleh praktisi independen di luar RS dimonitor sebagai komponen dari program peningkatan mutu RS.
Standar TKP.3.4.
• Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan lainnya sudah mendapat pendidikan dalam konsep peningkatan mutu
Elemen Penilaian TKP.3.4.
1. Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan lainnya sudah mendapat pendidikan atau sudah terbiasa dengan konsep dan metode peningkatan mutu program diklat mutu utk
pimp,sertifikat-2
2. Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan lainnya
berpartisipasi dalam proses yang terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien (lihat juga PMKP.1.1, EP 1 dan PMKP.4, EP 4) program mutu unit
3. Kinerja para profesional diukur sebagai bagian dari peningkatan kinerja klinis. (lihat juga KPS.11, KPS.14, dan KPS.17)
Standar TKP.3.5.
•
Pimpinan RS menjamin tersedianya program yg
sera-gam utk melaksanakan rekruitmen, retensi, pengem
bangan & pendidikan berkelanjutan bagi semua staf
Elemen Penilaian TKP.3.5.
1. Ada proses terencana untuk melakukan
rekruitmen
staf (lihat juga KPS.2, EP 1);
2. Ada proses terencana untuk
retensi staf;
3. Ada proses terencana untuk pengembangan
diri
dan pendidikan berkelanjutan bagi staf (lihat juga
KPS.8);
4. Perencanaan dilakukan dengan bekerja sama dan
melibatkan semua departemen dan pelayanan di RS
Standar TKP.4
• Pimpinan medis, keperawatan & pimp. pelayanan klinis lainnya merencanakan dan melaksanakan struktur organisasi yang efektif untuk mendukung tanggung jawab dan kewenangan mereka.
Elemen Penilaian TKP.4.
1. Ada struktur organisasi yg efektif yg digunakan oleh pimp. medis, keperawatan & pimp. lainnya untuk melaksanakan tanggung
jawab dan kewenangan mereka struktur org
2. Struktur sesuai dengan besaran dan kompleksitas RS 3. SOTK mendukung adanya komunikasi antar profesi
4. SOTK mendukung perenc. klinik & pengembangan kebijakan 5. SOTK mendukung pengawasan atas berbagai isu etika profesi 6. SOTK mendukung pengawasan atas mutu pelayanan klinik
DEPARTEMEN/UNIT/INSTALASI
DEPARTEMEN/UNIT/INSTALASI
Setiap departemen/unit kerja/ instalasi agar
menyusun dokumen sbb :
1. Pedoman pengorganisasian
2. Pedoman pelayanan
PEDOMAN
PENGORGANISASIAN
PEDOMAN
PENGORGANISASIAN
I. Pendahuluan
II. Gambaran umum RS
III. Visi, Misi, Falsafah, Nilai & Tujuan RS
IV. Struktur organisasi RS
V. Struktur organisasi unit kerja
VI. Uraian jabatan
VII. Tata hubungan kerja
VIII.Pola ketenagaan dan kualifikasi personil
IX. Kegiatan orientasi
X. Pertemuan/rapat
XI. Pelaporan
PEDOMAN PELAYANAN UNIT KERJA
PEDOMAN PELAYANAN UNIT KERJA
I. Pendahuluan
1. Latar belakang 2. Tujuan Pedoman
3. Ruang Lingkup Pelayanan 4. Batasan Operasional
5. Landasan hukum II. Standar Ketenagaan
1. Kualifikasi SDM
2. Distribusi Letenagaan 3. Pengaturan jaga
III. Standar fasilitas 1. Denah ruangan 2. Standar fasilitas
PEDOMAN PELAYANAN UNIT KERJA
PEDOMAN PELAYANAN UNIT KERJA
IV.Tata laksana pelayanan
V. Logistik
VI.Keselamatan Pasien
VII.Keselamatan Kerja
VIII.Pengendalian Mutu
IX.Penutup
PANDUAN PELAYANAN
PANDUAN PELAYANAN
• I. DEFINISI
• II. RUANG LINGKUP
• III. TATA LAKSANA
• IV DOKUMENTASI
Standar TKP.5.
•
Satu atau lebih individu yang kompeten mengatur tiap
departemen / unit atau pelayanan di RS
Elemen Penilaian TKP.5.
1. Setiap departemen/unit atau pelayanan di rumah
sakit dipimpin oleh seorang dengan pelatihan,
pendidikan, dan pengalaman yang setara dengan
pelayanan yang diberikan. (lihat juga AP.5.8, EP1;
AP.6.7, EP 1; dan MPO.1.1, EP 1)
kualifikasi Ka unit
2. Bila lebih dari satu orang memberikan
arahan/petunjuk, maka tanggung jawab
masing-masing dijabarkan secara tertulis
uraian tugas
Standar TKP.5.1.
• Pimpinan dari setiap departemen klinis melakukan identifikasi secara tertulis ttg yan yang diberikan oleh departemennya.
Elemen Penilaian TKP.5.1.
1. Pimpinan departemen atau pelayanan memilih dan
menggunakan format dan isi yang seragam untuk dokumen perencanaan
2. Dokumen departemen atau pelayanan menguraikan tentang pelayanan saat ini dan yang direncanakan yang diberikan oleh setiap departemen atau pelayanan
3. Kebijakan dan prosedur dari setiap departemen atau yan mengarahkan pemberian pelayanan yang ditetapkan 4. Kebijakan dan prosedur dari setiap departemen atau
pelayanan mengatur pengetahuan dan keterampilan staf yang diperlukan untuk melakukan asesmen dan memenuhi
Standar TKP.5.1.1.
•
Pelayanan dikoordinasikan dan diintegrasikan di
dalam departemen atau pelayanan, maupun
dengan departemen dan pelayanan lain.
Elemen Penilaian TKP.5.1.1.
1. Ada koordinasi dan integrasi pelayanan di setiap
departemen atau pelayanan
2. Ada koordinasi dan integrasi pelayanan dengan
departemen dan pelayanan lain.
Standar TKP.5.2.
• Pimpinan merekomendasikan ruangan, peralatan, staf, dan sumber daya lain yang dibutuhkan oleh departemen atau pelayanan
Elemen Penilaian TKP.5.2.
1. Pimpinan merekomendasikan ruangan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan
2. Pimpinan merekomendasikan kebutuhan peralatan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan
3. Pimpinan merekomendasikan jumlah dan kualifikasi staf yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan (lihat juga AP.6.3, EP 5)
4. Pimpinan merekomendasikan sumber daya khusus lainnya yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan
5. Pimpinan memiliki sebuah proses untuk menjawab kekurangan sumber daya.
Standar TKP.5.3.
•
Pimpinan merekomendasikan kriteria untuk
menseleksi staf profesional di departemen atau
pelayanan dan memilih atau merekomendasikan
orang-orang yang memenuhi kriteria tersebut.
Elemen Penilaian TKP.5.3.
1. Pimpinan mengembangkan kriteria yang terkait
dengan pendidikan, keterampilan, pengetahuan
dan pengalaman yang dibutuhkan staf profesional
di departemen
pola ketenagaan
2. Pimpinan menggunakan kriteria tersebut pada
waktu melakukan seleksi staf atau
Standar TKP.5.4
•
Pimpinan memberikan orientasi dan pelatihan
bagi semua staf yang bertugas dan bertanggung
jawab di departemen atau di pelayanan dimana
mereka ditugaskan.
Elemen Penilaian TKP.5.4.
1. Pimpinan menetapkan
program orientasi
bagi staf
di departemen yang didokumentasikan. (lihat juga
KPS.7; AP.5.1, EP 5, dan AP.6.2, EP 6)
2. Semua staf di departemen telah selesai menjalani
program tersebut. (lihat juga KPS.7; AP.5.1, EP 5;
Standar TKP.5.5.
Pimpinan melakukan evaluasi kinerja departemen atau pelayanan dan kinerja stafnya.
Elemen Penilaian TKP.5.5.
1. Pimp. melaksanakan pengukuran mutu (quality measures) yg mengatur pelayanan yg diberikan dalam departemen atau pelayanan termasuk kriteria a) sampai d) di Maksud dan
Tujuan yang sesuai dengan departemen pelayanan tersebut
Program mutu Instalasi lihat PMKP 1.2
2. Pimp. melaksanakan pengukuran mutu terkait dng kinerja staf dlm menjalankan tanggung jawab mereka di dep /yan
3. Pimpinan melaksanakan program pengendalian mutu apabila dibutuhkan
4. Pimp. Dep. atau yan diberikan data & informasi yg dibutuhkan utk mengelola dan meningkatkan asuhan dan pelayanan
5. Kegiatan pengukuran dan peningkatan mutu di departemen dan di pelayanan dilaporkan secara berkala dalam
Seleksi tingkat pengukuran di departemen
atau pelayanan dipengaruhi oleh :
Seleksi tingkat pengukuran di departemen
atau pelayanan dipengaruhi oleh :
a. prioritas rumah sakit dalam hal pengukuran dan
peningkatan terkait dengan departemen atau
pelayanan;
b. evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan
melalui berbagai sumber termasuk survei dan
keluhan pasien;
c. kebutuhan untuk memahami efisiensi dan
efektivitas biaya
(cost effectiveness)
dari
pelayanan yang diberikan;
d. evaluasi atas pelayanan yang diberikan menurut
penetapan kontrak. (lihat juga TKP.3.3)
Standar TKP.6.
• Rumah sakit menetapkan kerangka kerja untuk manajemen etis yang menjamin bahwa asuhan pasien diberikan didalam
norma-norma bisnis, finansial, etis, dan hukum yang melindungi pasien dan hak mereka.
Elemen Penilaian TKP. 6.
1. Pimpinan rumah sakit menetapkaan norma-norma etis dan hukum yang melindungi pasien dan hak mereka. (lihat juga HPK.1, EP 1 dan 2) lihat UU 44taun 2009
2. Pimpinan menyusun kerangka kerja untuk mengelola etika rumah sakit
3. Pimpinan mempertimbangkan norma etis nasional dan
international dalam mengembangkan kerangka kerja kode etik rumah sakit PERSI
Standar TKP.6.1.
Kerangka kerja RS utk manj etis tsb meliputi pemasaran, admisi /penerimaan pasien RI (admission), pemindahan pasien
(transfer), pemulangan pasien (discharge) dan pemberitahuan
(disclosure) tentang kepemilikan serta konflik bisnis maupun
profesional yang bukan kepentingan pasien.
Elemen Penilaian TKP. 6.1.
1. RS memberitahukan kepemilikan dr RS. (lihat juga AP.5.1, EP 5, dan AP.6.1. EP 2) Papan nama RS
2. RS menjelaskan secara jujur pelayanan bagi pasien IC
3. RS menetapkan kebijakan tentang penerimaan, transfer dan pemulangan pasien (lihat juga APK.1.1, EP 2; APK.3, EP 1, dan APK.4, EP 1-4) Kebijakan/SPO
4. RS secara teliti membuat penagihan atas pelayanannya SPO
5. RS memberitahukan, mengevaluasi dan menyelesaikan konflik apabila insentif finansial dan pembayaran merugikan asuhan pasien SPO manj komplain