PT. SUMBER SARANA UTAMA
PT. SUMBER SARANA UTAMA
Nomor : 166/S/SSU/IX/2019 Palembang,06 September 2019
Lamp : -
Perihal : Sanggahan Atas lelang Pekerjaan Pembangunan Jalan Pangkul ke Gedung Pemkot Prabumulih
(Bantuan Gubernur)
Kepada Yth:
Pokja Pemilihan X Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Prabumulih
di- Tempat
Sehubungan dengan Pengumuman Pemenang Lelang paket pekerjaan Pembangunan Jalan
Pangkul ke Gedung Pemkot Prabumulih (Bantuan Gubernur) pada Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2019. yang mana perusahaan kami sebagai salah satu peserta pada pelelangan tersebut diatas, dengan ini kami sampaikan sanggahan atas evaluasi dan pengumuman pemenang pada paket pekerjaan tersebut, sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pokja, penawaran kami gugur dengan alasan:
“Untuk Posisi/Jabatan Site Manager Tidak Melampirkan SKT Pelaksana Jalan”.
Dengan ini kami sampaikan bahwa ketentuan dalam Dokumen Pemilihan pada BAB. III Instruksi Kepada Peserta (IKP) poin 29.14 Evaluasi Teknis huruf d tentang Personel Manajerial yang ditawarkan sesuai dengan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan, dengan ketentuan :
(2) Untuk pekerjaan yang diperuntukkan bagi:
a) Usaha kecil tidak mensyaratkan Tenaga Ahli; Usaha Menengah dan Usaha Besar tidak mensyaratkan Tenaga Teknis atau Analis dan Operator.
Sesuai persyaratan didalam dokumen pemilihan bahwa paket pekerjaan lelang ini diperuntukkan bagi Kualifikasi Usaha Non Kecil. Oleh karena itu, pada pekerjaan ini seharusnya yang dibutuhkan adalah Tenaga Ahli yang dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Keahlian atau SKA.
Dengan demikian, telah terjadi kekeliruan yang dilakukan Pokja dalam menetapkan persyaratan untuk Posisi/Jabatan beserta Sertifikat Kompetensi Kerja dalam dokumen pemilihan ini.
2. Berdasarkan Dokumen Pemilihan BAB. III Instruksi Kepada Peserta (IKP) poin 8 tentang Sertifikat Kompetensi Kerja angka 8.2 menyatakan bahwa :”Sertifikat Kompetensi Kerja
Kompetensi Kerja untuk personel manajerial dibuktikan saat rapat persiapan penunjukan penyedia.”
Begitu juga didalam dokumen pemilihan pada tahap Pembukaan dan Evaluasi Penawaran dan Kualifikasi poin 29 tentang Evaluasi Dokumen Penawaran angka 29.14 Evaluasi Teknis huruf d poin (5) menyatakan bahwa : “Sertifikat Kompetensi Kerja tidak dievaluasi pada
saat pemilihan, dibuktikan saat rapat persiapan penunjukan penyedia”.
Dengan demikian, bahwa dalam tahap evaluasi melampirkan Sertifikat Kompetensi Kerja tidaklah diwajibkan. Karena sesuai didalam dokumen pemilihan huruf C. Penyiapan Dokuemen Penawaran dan Kualifikasi poin 17. Dokumen Penawaran, angka 17. 2 dalam dokumen penawaran teknis terdiri atas : Metode Pelaksanaan Pekerjaan; Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan; Daftar Isian Peralatan Utama, Daftar isian personel manajerial beserta daftar riwayat pengalaman kerja atau referensi kerja dari pemberi tugas dan
SURAT PERNYATAAN KEPEMILIKAN SERTIFIKAT KOMPETENSI KERJA;
Rencana Keselematan Kerja Konstruksi (RKK); Daftar isian bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan, dan/atau nominasi subpenyedia jasa spsesialis, dan/atau nominasi subpenyedia kecil provinsi setempat (apabila dipersyaratkan); dan dokumen lain yang disyaratkan (apabila ada);
Berdasarkan hal diatas, maka dalam tahap evaluasi pemiliham penyedia cukup melampirkan “Surat Pernyataan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja” bukan melampirkan SKT maupun SKA. Karena pembuktian kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pemilihan tersebut dibuktikan pada saat rapat persiapan penunjukan penyedia.
3. Berdasarkan penjelasan pada poin 1 dan 2 diatas maka alasan Pokja menggugurkan penawaran kami tidak sesuai standar dan pedoman yang telah ditetapkan didalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia, Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2019 Tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia, dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 09/PRT/M/2013 Tentang Persyaratan Kompetensi Untuk Subkualifikasi Tenaga Ahli Dan Tenaga Terampil Bidang Jasa Konstruksi Menteri Pekerjaan Umum.
Dengan demikian kami meminta kepada Pokja Pemilihan X dan KPA/PA untuk melakukan evaluasi ulang terhadap pengumuman pemenang pada lelang paket pekerjaan Pembangunan Jalan Pangkul
ke Gedung Pemkot Prabumulih (Bantuan Gubernur) tersebut.
Demikian sanggahan ini kami sampaikan, Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT. Sumber Sarana Utama
Hendra Muliawan, SE Direktur Utama Tembusan disampaikan kepada Yth :
1. Pejabat Pembuat Komitmen Pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2019 di Prabumulih
2. PA/KPA Pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2019 di Prabumulih
3. APIP Inspektorat Kota Prabumulih di Prabumulih 4. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta
5. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta 6. Arsip-
PT. SUMBER SARANA UTAMA
PT. SUMBER SARANA UTAMA
Nomor : /SB/SSU/IX/2019. Palembang,13 September 2019. Lamp : 4 (empat) Lembar.
Perihal : Sanggah Banding Atas lelang Pekerjaan Pembangunan Jalan Pangkul ke Gedung
Pemkot Prabumulih (Bantuan Gubernur)
Kepada Yth:
KPA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Prabumulih
di- Tempat
Sehubungan dengan surat dari Pokja Pemilihan X Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Prabumulih tanggal 09 September 2019 Pukul 12.18 di Aplikasi SPSE (copy surat terlampir) yang merupakan jawaban atas sanggahan kami nomor : 166/S/SSU/IX/2019 tanggal 06 September 2019 (copy surat terlampir) untuk pelelangan paket pekerjaan
Pembangunan Jalan Pangkul ke Gedung Pemkot Prabumulih (Bantuan Gubernur) pada
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2019, bersama ini perkenankan kami sampaikan Sanggah Banding atas jawaban sanggahan tersebut, sebagai berikut :
1. Dalam Jawaban Sanggahan ini Pokja menyebutkan bahwa,:
1. Sesuai dengan Dokumen Pemilihan Nomor : 027/02/PP.X-PBJ/T.14-02/VIII/2019 Tanggal 05 Agustus 2019, BAB I “Dalam hal terdapat pertentangan ketentuan yang tertulis pada Lembar Data Pemilihan dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP), maka yang digunakan adalah ketentuan pada Lembar Data Pemilihan”
Sesuai dengan Lembar Data Pemilihan (LDP) Huruf I Point 4 Memiliki Kemampuan Menyediakan Personel untuk melaksanakan Pekerjaan.
1. Untuk SKA Upload Ijazah, KTP dan NPWP. 2 Untuk SKT Upload Ijzah dan KTP.
Sedangkan pada Data Isian Kualifikasi yang saudara sampaikan melalui Aplikasi LPSE, untuk Jabatan: Site Manager dengan SKT Pelaksana Jalan tidak ada.
2. Hal-hal yang kurang jelas seharusnya ditanyakan/disampaikan pada waktu pemberian Penjelasan melalui Aplikasi SPSE pada tanggal 07 Agustus 2019.
Menanggapi hal tersebut diatas, bersama ini kami sampaikan bahwa ketentuan dalam Dokumen Pemilihan pada BAB. III Instruksi Kepada Peserta (IKP) poin 29.14 Evaluasi Teknis huruf d tentang Personel Manajerial yang ditawarkan harus sesuai dengan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan, dengan ketentuan :
“Untuk pekerjaan yang diperuntukkan bagi: a) Usaha kecil tidak mensyaratkan Tenaga Ahli; Usaha Menengah dan Usaha Besar tidak mensyaratkan Tenaga
Teknis atau Analis dan Operator.”
Sesuai persyaratan didalam dokumen pemilihan bahwa paket pekerjaan lelang ini diperuntukkan bagi Kualifikasi Usaha Non Kecil. Oleh karena itu, dalam Dokumen Penawaran kami untuk personel manajerial dengan posisi/jabatan Site Manager kami menyajikan/mengupload Sertifikat Kompetensi Kerja Keahlian atau SKA. (bukti upload SKA untuk jabatan Site Manager tersebut, terlampir).
Selain daripada itu, posisi/jabatan Site Manager ini merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan manajerial pekerjaan untuk mencapai mutu pekerjaan yang baik serta penyelesaian pekerjaan secara tepat waktu, sehingga selayaknya yang
dibutuhkan adalah personel yang memiliki kualifikasi Tenaga Ahli/SKA, kecuali
untuk jabatan Pelaksana/Tenaga Teknis/Tukang/Mandor yang cukup membutuhkan Tenaga Terampil/SKT saja.
Atas dasar penjelasan diatas, maka personil manajerial Site Manager yang memiliki
kualifikasi SKA (bukan kualifikasi SKT sebagaimana yang diminta dalam Dokumen
Pemilihan) tidaklah bertentangan dengan ketentuan yang berlaku serta tidak
dapat dijadikan alasan oleh Pokja untuk menggugurkan penawaran kami, karena
personel manajerial yang kami tawarkan secara keahlian/profesi lebih baik dari syarat yang diminta dalam dokumen pemilihan, dan telah sesuai/tidak ada penyimpangan dari jenis pekerjaan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan, serta kualifikasi SKA yang ditawarkan pun secara teknis tidak mempengaruhi ruang lingkup, kualitas dan hasil/kinerja suatu pekerjaan.
Berkaitan dengan hal ini kami sampaikan pula ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2019 Tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia pada lampiran II huruf D tentang Metode Tender, Pascakualifikasi, Satu File , Sistem Harga Terendah,Kontrak Harga Satuan sesuai dengan metode yang dipakai dalam Dokumen Pemilihan ini, pada Bab. IV Lembar Data Pemilihan (LDP) huruf M. Dokumen Penawaran, poin 4 mengenai Memiliki kemampuan menyediakan personel manajerial untuk pelaksanaan pekerjaan, yaitu: “ 1. Sertifikat Kompetensi
Kerja dibuktikan saat rapat persiapan penunjukan penyedia; 2. Pengalaman kerja
dihitung per tahun tanpa memperhatikan lamanya pelaksanaan konstruksi (dihitung berdasarkan Tahun Anggaran).”
dilampirkan/upload dalam dokumen penawaran, karena SKA/SKT tidak dievaluasi saat pemilihan namun dibuktikan saat Rapat Persiapan Penunjukan Penyedia..
2. Berdasarkan penjelasan diatas, patut diduga bahwa telah terjadi penyimpangan prosedur yang dilakukan Pokja dalam melakukan evaluasi sehingga dapat menimbulkan adanya persaingan usaha yang tidak sehat (indikasi persekongkolan antara Pokja, Peserta dan/atau pihak lainnya yang terlibat) dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta.
Untuk itu, perkenankan kami mengingatkan ketentuan – ketentuan yang berlaku sebagai berikut;
a. Dalam Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang
dan Jasa Pemerintah pada Pasal 44 angka 9 dinyatakan bahwa: “Pokja
Pemilihan dilarang menambah persyaratan kualifikasi yang
diskriminatif dan tidak objektif.”
b. Menurut Pasal 43 ayat 3 Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2019
Tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia menyebutkan bahwa : Pokja Pemilihan menyusun kriteria dan
tata cara evaluasi sesuai dengan metode evaluasi dan dicantumkan dalam Dokumen Pemilihan.
c. Menurut Pasal 73 ayat 1 Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2019
Tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia menyebutkan bahwa : Pokja Pemilihan dan/atau peserta
dilarang melakukan post bidding pada setiap tahapan dalam evaluasi penawaran.
d. Menurut Dokumen Pemilihan Bab. III Instruksi Kepada Peserta poin 29.
Evaluasi Dokumen Penawaran angka 29.12 tentang Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut, huruf e menyebutkan bahwa : Pokja Pemilihan dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: Peserta tidak
aktif/tidak membuka SPSE dan/atau tidak bertanya pada saat pemberian penjelasan; dan/atau kesalahan yang tidak substansial, adalah kesalahan-kesalahan yang tidak mempengaruhi hasil evaluasi.
3. Sesuai ketentuan yang berlaku, bersama ini kami melampirkan Jaminan Sanggah
Banding nomor : 002.861/JBR/III/GU/2019 tanggal 12 September 2019 yang
diterbitkan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (surat jaminan terlampir)
Dengan demikian kami meminta kepada KPA/PA untuk melakukan evaluasi ulang terhadap pengumuman pemenang pada lelang paket pekerjaan Pembangunan Jalan Pangkul ke Gedung Pemkot Prabumulih (Bantuan Gubernur) tersebut.
Demikian Sanggah Banding ini disampaikan, atas perhatian dan tindak lanjut dari pihak KPA/PA, kami ucapkan banyak terima kasih.
Hormat Kami,
PT. Sumber Sarana Utama
Hendra Muliawan, SE Direktur Utama Tembusan disampaikan kepada Yth :
1. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta
2. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta
3. Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta
4. APIP Inspektorat Kota Prabumulih di Prabumulih
5. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Prabumulih di Prabumulih
6. Pokja Pemilihan X Pemerintah Kota Prabumulih di Prabumulih
(Pembatalan Tender)
(Paket diatas adalah paket Tender Ulang selain tidak mencantumkan kata “TENDER ULANG” di LPSE, ada terdapat persyaratan yang bersifat diskriminatif dan tidak objektif pada paket lelang diatas)
“Berdasarkan bukti foto-foto diatas maka persyaratan kualifikasi yang ditetapkan oleh
Pokja dan PPK pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Prabumulih terbukti benar bersifat diskriminatif dan tidak objektif yang mengarah pada persekongkolan antara Pokja dan peserta dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta sehingga terjadi persaingan usaha yang tidak sehat dan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan terkait pengadaan barang/jasa pemerintah.”