Proposal Djarum Foundation Goa Selarong

22 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PROPOSAL

PERMOHONAN KERJASAMA

PERMOHONAN KERJASAMA

PENGEMBANGAN OBYEK WISATA

PENGEMBANGAN OBYEK WISATA

KAWASAN GOA SELARONG

KAWASAN GOA SELARONG

KOMUNITAS PEMUDA SADAR WISATA KOMUNITAS PEMUDA SADAR WISATA

HIMPUNAN PEMUDA PEMUDI KEMBANG PUTIHAN HIMPUNAN PEMUDA PEMUDI KEMBANG PUTIHAN KEMBANG PUTIHAN GUWOSARI PAJANGAN

KEMBANG PUTIHAN GUWOSARI PAJANGAN BANTULBANTUL  YOGYAKARTA

 YOGYAKARTA 2018

(2)

KOMUNITAS PEMUDA SADAR WISATA KOMUNITAS PEMUDA SADAR WISATA

HIMPUNAN PEMUDA DAN PEMUDI KEMBANG PUTIHAN HIMPUNAN PEMUDA DAN PEMUDI KEMBANG PUTIHAN

Kembang Putihan, Guwosari, Pajangan, Bantul 55751 Kembang Putihan, Guwosari, Pajangan, Bantul 55751

 No

 No : 06/HIMAMIKE/II/: 06/HIMAMIKE/II/20182018 Lamp.

Lamp. : Proposal : Proposal KerjasamaKerjasama Hal :

Hal : Permohonan KerjasamaPermohonan Kerjasama Kepada Yth. Kepada Yth. PT Djarum PT Djarum Di-Tempat Tempat Assalamu’alaikum Wr. Wb Assalamu’alaikum Wr. Wb

Salam sejahtera kami sampaikan. Semoga apa yang kita kerjakan senantiasa Salam sejahtera kami sampaikan. Semoga apa yang kita kerjakan senantiasa  bermanfaat, membawa kemaslahatan dan mendapat ridho Allah SWT.

 bermanfaat, membawa kemaslahatan dan mendapat ridho Allah SWT. Aamiin! Aamiin!..

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya

Sehubungan dengan akan dilaksanakannyasalah satu program kerja HIMAMIKE yaitusalah satu program kerja HIMAMIKE yaitu  pengembangan

 pengembangan wisatawisata KawasanKawasan Goa Selarong.Goa Selarong. Maka dengan iniMaka dengan ini Kami selakuKami selaku komunitas pemuda dan pemudi sadar wisata, memohon kesediaan PT Djarum untuk komunitas pemuda dan pemudi sadar wisata, memohon kesediaan PT Djarum untuk dapat bekerjasama guna kelancaran program yang akan kami laksanakan.

dapat bekerjasama guna kelancaran program yang akan kami laksanakan.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. terima kasih. Wassalamu’alaikumWr. Wb. Wassalamu’alaikumWr. Wb. Pajangan, 14 Februari 2018 Pajangan, 14 Februari 2018

Himpunan Pemuda Pemudi Kembang Putihan Tahun 2018 Himpunan Pemuda Pemudi Kembang Putihan Tahun 2018

Ketua Himamike, Ketua Himamike, Galih Nurmawanto Galih Nurmawanto Ketua Komunitas Ketua Komunitas

Darmawan Wisnu Putra Darmawan Wisnu Putra

Mengetahui, Mengetahui, Kepala Dusun Kepala Dusun Kembang Putihan Kembang Putihan Sulisman Sulisman Ketua LPMD Ketua LPMD Kembang Putihan Kembang Putihan Mulyadi Mulyadi

(3)

I. Latar Belakang

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan dan keindahan alam yang sangat berpotensi untuk pariwisata. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor sumber pendapatan devisa Negara. Menurut data Kementrian Pariwisata (2016)  penerimaan devisa dari pariwisata diperkirakan mencapai USD 12,23 juta, berada

diperingkat empat setelah minyak dan gas bumi, minyak kelapa sawit, dan batubara. Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pada tahun 2015 mencapai 4,122 juta wisatawan atau naik 18,82% dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 3,346 juta wisatawan (Dinas Pariwisata DIY, 2016). Kabupaten Bantul sebagai daerah yang tidak dapat dipisahkan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata di Yogyakarta. Kabupaten Bantul memiliki beragam obyek wisata baik wisata alam, wisata sejarah, maupun wisata budaya yang potensial untuk dikembangkan, salah satunya adalah Goa Selarong.

Goa Selarong terletak di Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan merupakan lokasi markas perjuangan Pangeran Diponegoro dan pasukann ya. Goa Selarong terdiri dari dua goa utama, yaitu Goa Kakung dan Goa Putri. Goa Kakung merupakan kediaman Pangeran Diponegoro, sedangkan Goa Putri untuk tempat tinggal selir pangeran yang bernama Raden Ayu Ratnaningsih. Kawasan Goa Selarong merupakan salah satu obyek wisata yang unik di Kabupaten Bantul karena mengandung perpaduan antara obyek wisata sejarah dan wisata alam. Lokasi wisata yang berada di atas bukit menjadikan obyek ini memiliki pemandangan (view) yang sangat indah.

Sebagai suatu kawasan wisata yang memiliki keunggulan dibanding lainnya, seharusnya Selarong mampu menjadi tujuan utama wisata di Bantul. Namun, saat ini faktanya Selarong tertinggal jauh dari tempat wisata lain di Bantul. Berdasarkan data

(4)

Dinas Pariwisata DIY (2016) jumlah pengunjung Goa Selarong menduduki peringkat kelima setelah Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara dan Pantai Kuwaru. Terbatasnya dana yang dimiliki oleh pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Bantul diduga menjadi hambatan terbesar kurang berkembangnya Goa Selarong. Oleh karena itu, dibutuhkan investor swasta untuk menanamkan modal di Goa Selarong. Diharapkan dengan adanya investasi tersebut dapat memacu pengelola obyek wisata Goa Selarong khususnya pemuda-pemudi Dusun Kembang Putihan untuk  berinovasi memenuhi kebutuhan kekinian wisatawan sehingga dapat menarik minat

wisatawan untuk berkunjung.

II. Tujuan

1. Meningkatkan daya tarik obyek wisata Kawasan Goa Selarong.

2. Memberikan pengetahuan tentang perjuangan Pangeran Diponegoro di Goa Selarong.

(5)

III. Profil Goa Selarong

Goa Selarong terletak di Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan awalnya merupakan lokasi markas perjuangan Pangeran Diponegoro dan  pasukannya dalam perang gerilya melawan penjajah Belanda. Goa Selarong terdiri dari dua goa utama, yaitu Goa Kakung dan Goa Putri. Goa Kakung merupakan kediaman Pangeran Diponegoro, sedangkan Goa Putri untuk tempat tinggal selir  pangeran yang bernama Raden Ayu Ratnaningsih. Goa Selarong mulai dibuka untuk kegiatan wisata pada tahun 1972 yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar  bekerja sama dengan Pemerintah Desa Guwosari. Kemudian pada tahun 1986  pengelolaan obyek wisata Goa Selarong diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten

Bantul melalui Dinas Pariwisata hingga sekarang.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bantul Tahun 2010 –  2030, Goa Selarong telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya berupa kawasan wisata  berbasis potensi sejarah dan alam serta budaya masyarakat. Kawasan Goa Selarong memiliki luas lahan sebesar 5,6 hektar dengan jenis tanah litosol. Lokasi Goa Selarong  berada pada ketinggian 50 –  115 mdpl dengan topografi berupa perbukitan. Dari 5,6 hektar luas kawasannya tersebut dibagi menjadi beberapa area sebagaimana dapat dilihat pada gambar 1.

(6)

Berdasarkan gambar 1, kawasan obyek wisata Goa Selarong terdiri dari  beberapa area yaitu lahan parkir, pendopo, toilet, diorama, sendang,camping ground , area bermain anak-anak, air terjun, Goa Kakung dan Goa Putri. Setiap area tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing. Sebagai contoh area air terjun, Goa Kakun g dan Goa Putri memiliki fungsi dan peran sebagai area atraksi utama dengan daya tarik atraksi alam dan budaya yang memiliki nilai sejarah.

Sebagai destinasi wisata, kawasan Goa Selarong m emiliki daya tarik tersendiri  bagi para pengunjung. Selain dapat menikmati peninggalan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro, pengunjung juga dapat menikmati kesejukan udara pegunungan yang memiliki pemandangan yang indah serta cocok digunakan sebagai bumi  perkemahan (camping ground ). Disamping itu, pengunjung pun dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan dan hasil kerajinan tangan masyarakat sekitar yakni kerajinan kipas bambu dan kerajinan kayu yang menghasilkan patung, topeng, dan lain-lain.

IV. Potensi Wisata

Kawasan Goa Selarong memiliki beberapa potensi wisata, diantaranya: A. Wisata alam

Wisata alam adalah bentuk kegiatan rekreasi dan pariwisata dengan memanfaatkan potensi alam untuk menikmati keindahan alam baik dalam kondisi alami ataupun setelah dilakukan usaha pengolahan. Objek wisata alam yang terdapat di kawasan Goa Selarong adalah air terjun. Kawasan Goa Selarong memiliki dua air terjun yang mengapit goa, air terjun di sebelah kiri/barat Goa Kakung (gambar 2a) lebih  besar dibanding di sebelah kanan/timur Goa Putri (gambar 2b). Keberadaan air terjun ini memberikan kesejukan dan keindahan tersendiri terutama pada saat musim hujan karena pada musim kemarau air terjun ini kering. Selain dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata, air terjun juga dimanfaatkan airnya untuk irigasi.

(7)

Gambar 2. (a) Air terjun samping Goa Kakung dan (b) Air terjun samping Goa Putri

B. Wisata sejarah

Wisata sejarah adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata dengan memanfaatkan tempat atau kawasan yang memiliki nilai-nilai sejarah dan bukti-bukti sejarah. Objek wisata sejarah yang terdapat di Kawasan Goa Selarong diantaranya:

a. Goa Kakung dan Goa Putri

Goa Kakung dan Goa Putri merupakan dua goa utama yang terdapat di Goa Selarong. Goa Kakung (gambar 2a) merupakan kediaman Pangeran Diponegoro, sedangkan Goa Putri (gambar 2b) untuk tempat tinggal selir Pangeran Diponegoro yang paling setia yang bernama Raden Ayu Ratnaningsih. Kedua goa ini letaknya  berada diatas bukit, untuk mencapai kedua lokasi ini pengunjung harus menaiki anak tangga. Goa Kakung berukuran kecil, dengan tinggi, kedalaman dan lebar sekitar dua meter. Goa Putri berukuran sedikit lebih besar dengan panjang empat meter, kedalaman tiga meter dan tinggi dua meter.

(8)

Gambar 3. (a) Goa Kakung dan (b) Goa Putri  b. Sendang

Sendang adalah sumber air atau kolam di pegunungan dan sebagainya yang airnya berasal dari mata air yang ada di dalamnya, biasanya dipakai untuk mandi dan mencuci, airnya jernih karena mengalir terus (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2018). Di sekitar kawasan Goa Selarong sendiri terdapat lima buah sendang yaitu sendang Manik Moyo, sendang Umbul Moyo, sendang Pitu, sendang Minyak Melati serta sendang Komo Tetes. Lokasi sendang berada sekitar 100 meter dari pelataran bawah goa. Namun dari kelima sendang ini yang masih dapat diketahui keberadaannya hanya sendang Komo Tetes, sedangkan ke empat lainnya sudah tertimbun tanah ketika tebing di sisi barat sendang longsor. Saat ini sendang Komo Tetes dimanfaatkan airnya untuk memenuhi kebutuhan penduduk dan kebutuhan air di dalam kawasan Goa Selarong.

Gambar 4. Kondisi akses menuju sendang

(9)

C. Wisata budaya

Wisata budaya adalah salah satu jenis kegiatan  pariwisata dengan memanfaatkan kebudayaan dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat sebagai objeknya. Objek wisata budaya yang terdapat di kawasan Goa Selarong adalah:

1) Grebeg Selarong

Grebeg Selarong merupakan sebuah tradisi budaya yang digelar setiap tahun untuk mengenang atau memperingati hijrahnya Pangeran Diponegoro dari Tegalrejo Yogyakarta ke Goa Selarong pada bulan Juli 1825. Acara ini dikelola oleh pemerintah Desa Guwosari dan diikuti oleh 15 dusun yang ada di Desa Guwosari. Rangkaian acara Grebeg Selarong biasanya diisi dengan pengajian, senam masal, perlombaan, festival kesenian lokal dan lain sebagainya, menyesuaikan dengan kondisi dan perubahan di masyarakat. Puncak acara Grebeg Selarong ditutup dengan kirab budaya yang menampilkan kirab gunungan dari tiap dusun di Desa Guwosari. Gunungan tersebut diarak dari Balai Desa Guwosari menuju ke halaman parkir Goa Selarong (± 3 –  4 km). Setelah seluruh gunungan sampai, dilakukan prosesi umbul dungo dan selanjutnya gunungan yang berisi aneka makanan tersebut akan diperebutkan oleh masyarakat.

Gambar 5. Kirab budaya grebeg Selarong 2017 2) Haul Pangeran Diponegoro

Haul Pangeran Diponegoro merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar Goa Selarong dalam rangka mengenang hari wafatnya Pangeran

(10)

Diponegoro, sebagai pejuang yang pernah bermarkas di Goa Selarong dalam melawan  penjajah Belanda. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap tanggal 7 Januari di

Musholla Pangeran Diponegoro, yang diisi dengan Pengajian dan Mujahadah.

Gambar 6. Haul Pangeran Diponegoro 2018 V. Rencana Pengembangan Pariwisata

Menurut Isa Wahyudi (2017) pengembangan pariwisata adalah upaya atau usaha pembangunan dari yang sudah ada menjadi ada, dan yang sudah ada menjadi lebih baik yang dilakukan oleh daerah untuk meningkatkan peran serta kegiatan  pariwisata dengan maksud untuk mensejahterakan masyarakat. Berdasarkan potensi

yang ada di kawasan Goa Selarong dan guna memenuhi kebutuhan kekinian wisatawan, maka rencana pengembangan pariwisata yang dapat dilakukan adalah dengan wisata edukasi.

Wisata edukasi adalah suatu kegiatan atau perjalanan yang dilakukan untuk tujuan rekreasi dengan lebih menonjolkan unsur pendidikan dimana wisatawan dapat  belajar sesuatu yang ada ditempat tersebut (Zamrud, 2014). Tujuan utama dari wisata edukasi adalah memberikan wawasan ilmu pengetahuan yang berada di kawasan wisata tersebut, sehingga diharapkan dapat mengubah perilaku dan membentuk sikap seseorang untuk memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap  pelestarian lingkungan. Konsep wisata edukasi yang ditawarkan di kawasan Goa

(11)

Selarong adalah mengedepankan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro yang dikemas dalam kegiatanoutbound , kuliner dan photo hunting .

A. Wisata

outbound 

Wisataoutbound  akan dikemas dalam bentuk kegiatan napak tilas perjuangan Pangeran Diponegoro. Kegiatan tersebut akan diisi dengan  game  (permainan- permainan) dan diselingi dengan penjelasan sejarah tentang Pangeran Diponegoro

selama bermarkas di Goa Selarong. Melalui kegiatan outbound   tersebut diharapkan dapat melatih untuk bersosialisasi, bekerjasama dalam sebuah tim, melatih mental d an tentunya belajar untuk mendapatkan hal yang baru.

Kegiatan outbound lebih jelasnya akan dibuat dalam sebuah perjalanan  perjuangan dengan mengunjungi beberapa tempat di sekitar Goa Selarong yang pernah

digunakan oleh Pangeran Diponegoro. Beberapa tempat tersebut diantaranya adalah Lapangan Banjaran, Sendang, Goa Kakung dan Goa Putri. Rangkaian kegiatan

outbound  tersebut lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut: 1) Pengantar Sejarah

Kegiatan outbound  akan dimulai dengan penjelasan sejarah tentang Pangeran Diponegoro. Peserta akan diberikan penjelasan tentang jati diri Pangeran Diponegoro dan latar belakang Pangeran Diponegoro menjadikan Selarong sebagai markas  perjuangan dalam melawan penjajah Belanda. Pengantar sejarah akan disampaikan

dengan mengambil lokasi di Patung Pangeran Diponegoro. 2) Lapangan Banjaran

Kegiatan selanjutnya peserta diarahkan menuju Lapangan Banjaran, di tempat ini akan kembali diisi penjelasan sejarah dan dilanjutkan dengan game (permainan). Peserta akan dijelaskan sejarah tentang strategi perang Pangeran Diponegoro dan game

yang mengandung unsur perjuangan/kerjasama dalam tim. Hal ini dilakukan karena Lapangan Banjaran digunakan oleh Pangeran Diponegoro sebagai tempat untuk mengumpulkan para prajuritnya.

(12)

Kegiatan ketiga dari rangkaian outbound napak tilas perjuangan Pangeran Diponegoro adalah peserta diarahkan menuju sendang. Sendang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat Pangeran Diponegoro dan pasukannya berwudlu, bersuci dan mandi. Di tempat ini peserta akan diberikan penjelasan tentang sejarah, fungsi, mitos dan dikenalkan dengan benda-benda purbakala (ompak masjid, yoni) yang ada di sekitar sendang. Sebelum tiba di sendang, peserta terlebih dahulu akan diajak  berwisata susur sungai dan melewati kebun warga sekitar. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi bahwa selama perang melawan penjajah Belanda, pasukan Pangeran Diponegoro lebih banyak melalui jalur perairan dibandingkan jalur darat. Tujuan lainnya adalah untuk mengenalkan kepada peserta tentang pelestarian lingkungan, vegetasi dan aktifitas pertanian masyarakat sekitar.

4) Goa Kakung dan Goa Putri

Kegiatan selanjutnya peserta akan diarahkan menuju ke Goa Kakung dan Goa Putri. Dari sendang peserta akan diajak berwisata keliling hutan belantara di sekitar Goa Selarong dan menyeberangi air terjun. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan kepada peserta tentang tumbuhan-tumbuhan lokal yang dipercaya sudah berusia ratusan tahun dan dianggap keramat oleh masyarakat sekitar. Setelah itu peserta akan diberikan penjelasan tentang sejarah, fungsi, misteri dan kegiatan yang d ilakukan oleh Pangeran Diponegoro dan pengikutnya di air terjun, Goa Kakung dan Goa Putri. Selain itu peserta juga akan diuji pengetahuannya dengan game teka-teki.

5)  Flying fox

Kegiatan terakhir dari rangkaian outbound napak tilas perjuangan Pangeran Diponegoro adalah peserta akan diuji adrenalinnya dengan wahana flying fox. Lintasan

 Flying fox  akan mengambil start dari pendopo samping air terjun. Sementara akhir lintasan ada di pelataran bawah Goa Selarong tepatnya di pohon munggur.

B. Wisata kuliner

Wisata kuliner adalah suatu kegiatan rekreasi yang tujuan utamanya adalah untuk menikmati makanan dan minuman lokal dari suatu daerah serta untuk

(13)

mendapatkan pengalaman yang berbeda ketika mengonsumsi makanan dan minuman. Wisata kuliner akan dikemas secara tradisional dalam menu hidangan spesial Dahar Kembul, yaitu menikmati makanan secara bersama-sama. Selain itu pengunjung juga akan disuguhi menu lainnya berupa minuman tradisional setup jambu klutuk. Minuman ini dipercaya sebagai minuman tradisional khas Goa Selarong yang diracik sendiri oleh selir Pangeran Diponegoro. Guna mendukung konsep tradisional yang diusung, warung yang saat ini ada juga akan didesain ulang menyerupai cafe ndeso  dengan memanfaatkan lingkungan alam di sekitar.

C. Wisata photo hunting

Goa Selarong sebagai kawasan wisata sejarah dan didukung oleh pemandangan yang indah, sebenarnya memiliki potensi lebih untuk menjadi obyek wisata unggulan. Suasana lingkungan pegunungan yang masih hijau dan asri merupakan potensi untuk dijadikan daya tarik bagi pengunjung. Kawasan Goa Selarong sendiri memiliki  beberapa lokasi yang cocok digunakan untuk photo hunting, diantaranya patung Pangeran Diponegoro (gambar 2a), pelataran bawah Goa S elarong (gambar 2b) dan air terjun (gambar 2c). Berdasarkan potensi tersebut dan guna memenuhi tren kekinian wisatawan maka konsep photo hunting di kawasan Goa Selarong akan dikemas dengan memanfaatkan keindahan alam dan nostalgia zaman perjuangan. Melalui konsep ini  pengunjung akan dapat berfoto dengan latar belakang alam Selarong dan juga berfoto

dengan prajurit Pangeran Diponegoro maupun tentara kolonial Belanda.

Gambar 7. (a) Patung P. Diponegoro; (b) Pelataran bawah; (c) Air Terjun

(14)

VI. Anggaran Dana

Adapun kegiatan pengembangan wisata kawasan Goa Selarong ini membutuhkan biaya dengan rincian sebagai berikut.

A. Anggaran

F lying fox 

 No Nama Barang Unit Satuan Harga / @ Jumlah

1 Seling 15 mm 400 meter 30,000 12,000,000

2 Herness 7 buah 600,000 4,200,000

3 Tali Webing 5 roll 200,000 1,000,000

4 Carabiner 15 buah 250,000 3,750,000

5 Tandem Ganda 5 buah 750,000 3,750,000

6

Tali Rem Karmantel

Dinamis 3 buah 3,000,000 9,000,000

7 Helm 20 buah 300,000 6,000,000

8 Klem U 5 buah 100,000 500,000

9 Clam Selling 3 buah 200,000 600,000

10 Sarung Tangan 5 buah 75,000 375,000

TOTAL 41,175,000

B. Anggaran outbound

 No Nama Barang Unit Satuan Harga / @ Jumlah

1 Teklek 5 buah 100,000 500,000

2 Jaring 5 kg 50,000 250,000

3 Besi Stand 1 buah 300,000 300,000

4 Ember 5 buah 30,000 150,000

5 Pralon 2 dim 1 buah 70,000 70,000

6 Pralon 4 dim 1 buah 170,000 170,000

7 Bola Pingpong 2 pack 50,000 100,000

8 Tali 5 Gulung 25,000 125,000

9 Gelas Plastik 5 lusin 60,000 300,000

10 Piring Plastik 1 lusin 50,000 50,000

(15)

C. Anggaran kuliner

 No Nama Barang Unit Satuan Harga / @ Jumlah

1 Kompor 3  buah 300,000 900,000 2 Wajan 5  buah 40,000 200,000 3 Anglo 3  buah 70,000 210,000 4 Ceret 6  buah 60,000 360,000 5 Sothel 8  buah 20,000 160,000 6 Serok 8  buah 20,000 160,000 7 Cobek 8  buah 15,000 120,000 8 Kendi 5 lusin 180,000 900,000

9 Gelas Besi 10 lusin 84,000 840,000

10 Soblok 3  buah 400,000 1,200,000

11 Tabung Gas 12 Kg 3  buah 300,000 900,000

12 Tikar Anyaman 15  buah 100,000 1,500,000

13 Baskom 3 lusin 60,000 180,000 14 Serbet 30  buah 5,000 150,000 15 Pisau 15  buah 15,000 225,000 16 Tambir 15  buah 20,000 300,000 17 Bakul 3 lusin 84,000 252,000 18 Enthong 4 lusin 36,000 144,000 19 Sendok 5 lusin 15,000 75,000 20 Rak-Rakan 5  buah 130,000 650,000 TOTAL 9,426,000

D. Anggaran photo hunting

 No Nama Kegiatan Jumlah 1 Wisata Purbakala 2,000,000

2 Romantisme 3,500,000

3 Nostalgia Zaman Perang 6,000,000 4 Grafiti Slokan 4,000,000

TOTAL 15,500,000

VI. Program Yang Sudah Dilakukan

Sampai saat ini kegiatan pengembangan pariwisata di kawasan obyek wisata Goa Selarong yang sudah dilakukan baik oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat sekitar khususnya Himpunan Pemuda dan Pemudi Kembang Putihan, diantaranya:

(16)

a. Pembangunan pagar dan saluran drainase, pemasangan batu alam di pelataran goa, pembangunan gapura masuk/tempat pemungutan retribusi dan ikon Goa Selarong oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.

 b. Promosi obyek wisata Goa Selarong melalui media sosial Facebook dan Instagram.

c. Mengelola warung untuk berjualan makanan dan minuman serta souvenir  khas Goa Selarong.

VII. Kendala Dan Permasalahan

Berbekal potensi yang dimiliki dengan perpaduan wisata sejarah dan wisata alam maupun kegiatan yang bisa dikembangkan, kawasan Goa Selarong tentunya sangat layak dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Bantul.  Namun demikian ada beberapa permasalahan yang saat ini masih menjadi kendala dan

apabila permasalahan tersebut tidak segera diatasi dikhawatirkan akan semakin mengurangi tingkat kunjungan wisatawan di Goa Selarong. Beberapa permasalahan tersebut antara lain:

a. Belum adanya sarana pendukung untuk kegiatanoutbound , sehingga apabila ada wisatawan yang menginginkan outbound   pengelola masih menyewa di tempat lain. Selain itu jumlah tenaga profesional untuk kegiatanoutbound  juga masih terbatas.

 b. Masih kurangnya fasilitas akomodasi bagi wisatawan, baik untuk belanja makanan dan souvenir   khas Goa Selarong, maupun penginapan terutama apabila ada kegiatan khusus dengan peserta banyak.

c. Masih kurangnya pemandu wisata profesional bagi pengunjung untuk menjelaskan tentang sejarah Goa Selarong sebagai markas perjuangan Pangeran Diponegoro.

d. Belum tersedianya fasilitas informasi yang memadai sehingga para pengunjung sering kesulitan dalam memperoleh informasi tentang kawasan ini.

(17)

VIII. Pelaksana Kegiatan Pengembangan

Kegiatan pengembangan obyek wisata kawasan Goa Selarong akan dilaksanakan oleh Komunitas Pemuda Sadar Wisata yang bernaung di bawah Himpunan Pemuda dan Pemudi Kembang Putihan. Alamat sekretariat di Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta. Contact person 089690611105 (Galih Nurmawanto) dan 085729837723 (Darmawan Wisnu Putra).

IX. Penutup

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan proposal ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, hal ini karena kurangnya pengetahuan kami. Oleh karena itu kami memohon maaf yang setulus-tulusnya. Tiada lain tujuan kami adalah untuk meningkatkan daya tarik obyek wisata kawasan Goa Selarong sebagai markas  perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah dan juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Demikian proposal permohonan ini kami buat, besar harapan kami semoga permohanan kerjasama ini dapat dikabulkan. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.

(18)

LAMPIRAN

A. Kondisi Eksisting Kawasan Goa Selarong

Gambar 8. Gapura selamat datang/TPR Gambar 9. Patung Pangeran Diponegoro

(19)

Gambar 12. Kondisi warung Gambar 13. Kondisi salah satu pendopo

(20)

Gambar 16. Papan informasi sejarah Gambar 17. Yoni peninggalan sejarah

(21)
(22)

B. Struktur Organisasi

Pelindung : Kepala Dusun Kembang Putihan

Ketua LPMD Dusun Kembang Putihan

Ketua : Darmawan Wisnu Putra

Wakil Ketua : Nana Novita Sari

Sekretaris : Kharisma Ashabul Jannah

Bendahara : Fajar Zulianti

Divisi

Pengembangan :

a. Outbound : Budi Haryono

Jazid Afrodi  b. Kuliner : Istiyani Ifadatul Umah c. Photo Hunting : Tri Hartono

Anik Nur Ma’rifah

Divisi Pemasaran

dan Kemitraan :

Intan Arvina Minawati Machin Ardiansyah Divisi Kebersihan

dan Keamanan :

Miftakhul Huda Chamid Muhammad

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :