58
PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR MODEREN PADA PEMBUATAN BATAKO PC
YANG DIKERJAKAN SECARA MANUAL DI KOTA KENDARI
Muhammad Zakaria Umar¹
¹·² Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo
Kampus Bumi Tridharma Jalan H.E.A
Mokodompit-Andounouhou, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
[email protected]Abstrak
Prinsip-prinsip Arsitektur Moderen adalah fungsionalisme dan ekonomis. Ekonomis di sini berarti bentuk terjadi akibat pemakaian peralatan dan material bangunan secara ekonomis, serta metode kerja yang paling efektif dan efisien dalam menyelesaikan masalah arsitektur. Permintaan material bangunan terus meningkat dan batako merupakan alternatif material bangunan yang ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji peralatan kerja, bahan-bahan pembuatan, dan cara pembuatan batako pc oleh pengrajin batako yang dibuat secara manual di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian bahan dan peralatan kerja pada batako pc yang dibuat secara manual adalah ekonomis serta cara pembuatannya efektif dan efisien.
Kata kunci: alat, bahan, batako, cara pembuatan
1. PENDAHULUAN
Arsitektur Moderen adalah hasil dari pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang lebih
manusiawi, seperti moralis, nasionalis, materialis, standardisasi serta jujur, yang diterapkan dalam
bentuk fisik bangunan. Arsitektur Moderen mulai mencapai titik kejenuhan setelah berjalan lebih
kurang setengah abad, dengan konsep-konsep yang terlalu logis dan rasionalis, kurang
memperhatikan nilai-nilai sosial yang ada di dalam masyarakat, serta kurang memperhitungkan
lingkungan dan emosi dari manusia. Hasil akhir dari kongres CIAM tahun 1928 menyatakan
bahwa Arsitektur Moderen adalah pernyataan jiwa dari suatu massa, dapat menyesuaikan diri
dengan perubahan sosial dan ekonomi yang ditimbulkan zaman mesin pada waktu itu
(Suriadwijaja, dkk., 1983). Prinsip-prinsip Arsitektur Moderen adalah fungsionalisme,
rasionalisme, prefabrikasi, standardisasi, dan ekonomis (Mangunwijaya, 2009 & Alamsyah, dkk.,
1998). Ekonomis di sini berarti bahwa bentuk terjadi akibat pemakaian peralatan dan material
bangunan secara ekonomis, serta metode kerja yang paling efektif dan efisien dalam
menyelesaikan masalah arsitektur (Alamsyah, dkk., 1999). Pembangunan perumahan dan gedung
terus meningkat setiap tahunnya. Permintaan material bangunan juga terus meningkat dan batako
merupakan alternatif material bangunan yang ekonomis (Cahyono & Rohman, Tanpa Tahun).
Selain harganya lebih murah per meternya, pelaksanaan pekerjaannya pun menjadi lebih cepat
(Tanubrata, 2015). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji peralatan
kerja, bahan-bahan pembuatan, dan cara pembuatan batako pc oleh pengrajin batako yang dibuat
secara manual di Kota Kendari.
2. METODOLOGI
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Obyek arsitektural yang
diteliti adalah batako pc yang dibuat secara manual terhadap bahan-bahan pembuatan, peralatan
kerja, dan cara pembuatan. Data didapat dengan cara observasi di lapangan dan diskusi mendalam
terhadap tukang dan pemilik bangsal batako pc. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah teknik analisis deskriptif naratif terhadap bahan-bahan pembuatan, peralatan kerja, dan
cara pembuatan.
59
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Usaha bangsal percetakan batako pc ini milik Bapak “X” (nama samaran) di Kota Kendari
dengan luas lahan 1.200 m². Bapak “X” sebelum membuka usaha ini dulunya adalah seorang
pengusaha kayu, pencucian mobil, dan pasir. Bapak “X” membuka usaha percetakan batako ini
sejak bulan November tahun 2015 dan pada saat ini juga masih menjual pasir. Bapak “X” memulai
usaha ini dengan modal Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) dengan membeli mobil open cup
bekas pakai seharga Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) yang berfungsi untuk mengantar
pesanan batako ke rumah konsumen. Menurut Bapak “X” bahwa usaha batako ini memiliki masa
depan yang baik, karena selama orang masih membangun rumah tentu membutuhkan dinding. Ini
dibuktikan dengan banyak pembeli yang tidak bisa dipenuhi jumlah permintaan batakonya karena
produksi dari bangsal ini terbatas. Bapak “X” belajar sendiri membuat batako pc dengan cara uji
dan coba. Akhirnya beliau menemukan racikan adonan yang pas dari hasil uji dan coba tersebut.
Bangsal percetakan ini memproduksi dan menjual batako, cincin sumur, rooster, batu paving, dan
pasir. Jenis batako yang diproduksi di bangsal ini ada dua yaitu batako yang berlubang tiga dan
batako yang berlubang dua. Lubang-lubang di batako berfungsi sebagai insulasi panas dan insulasi
suara. Cara pemasangan dinding batako pc yaitu bagian yang berlubang di letakkan di bagian
bawah menghadap ke sloof (sistem terbalik), karena dengan cara terbalik seperti itu proses insulasi
panas dan insulasi suara pada batako bekerja dengan baik. Jenis batako tanpa lubang tidak
diproduksi di bangsal ini karena boros menggunakan bahan adonan. Konsumen lebih dominan
menggunakan batako pc ini sebagai dinding pagar, dinding dapur, dan dinding rumah. Ukuran
dimensi batako pc berlubang tiga yang diproduksi di bangsal ini adalah 39 cm x 18 cm x 9,5 cm
dengan kedalaman tiap lubang 15 cm. Sedangkan ukuran dimensi batako pc yang berlubang dua
adalah 39 cm x 18 cm x 9 cm dengan kedalaman tiap lubang 13 cm.
Jumlah tukang yang membuat batako pc di bangsal ini adalah dua orang. Sistem kerja dari
dua orang tukang tersebut adalah sistem target, artinya bahwa mereka harus membuat persediaan
batako pc sebanyak 5.000 biji. Mereka tidak ditentukan batas waktu penyelesaiannya, karena
berapa pun jumlah yang mereka buat sebelum mencapai jumlah target tersebut sudah ada yang
laku. Rata-rata dua orang tukang tersebut membuat sekitar 150 biji per hari batako pc. Sistem
penggajian tukang batako disesuaikan dengan kesepakatan bersama antara pemilik bangsal
dengan tukang. Sistem penggajian tukang yaitu ada yang dibayar setiap per 400 biji dan ada juga
yang dibayar per minggu. Harga batako pc adalah bervariasi yang berdasarkan jumlah lubang.
Harga batako pc yang memiliki tiga lubang yaitu Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) per biji. Sedangkan
harga batako pc yang memiliki dua lubang yaitu Rp. 4.000,- (empat ribu rupiah) per biji. Gaji
tukang dan transportasi untuk mengantar batako ke rumah konsumen sudah termasuk dihitung
pada masingmasing harga dari batako tersebut yaitu Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah) per biji. Usaha
percetakan batako ini menggunakan sistem manual atau tenaga tukang. Menurut Bapak “X”
keuntungan dari sistem manual yaitu tenaga yang mencetak batako lebih efektif dan jumlah batako
yang dihasilkan juga tetap banyak. Sedangkan batako pc yang dibuat secara sistem mekanis perlu
kerja tim untuk menjalankan mesin, apabila salah satu tukang dari tim tersebut tidak ada, maka
tidak bisa mencetak batako. Batako yang dibuat untuk sebuah proyek yang berskala besar lebih
bagus menggunakan sistem mekanis, karena lebih cepat proses pengerjaannya dan jumlah batako
yang dihasilkan juga lebih banyak. Proses persiapan alat-alat kerja, persiapan bahan, dan cara
pembuatan batako pc sebaiknya dilakukan di bangsal yang beratap agar para tukang tidak cepat
lelah karena sengatan matahari dan untuk memudahkan dalam proses pengerjaan.
3.1 Alat-alat Kerja Untuk Membuat Batako PC Secara Manual
Alat-alat kerja diambil dari gudang penyimpanan. Gudang peyimpanan terletak di samping
bangsal batako yaitu di dalam menara air yang terkunci dengan aman. Gambar (1) di bawah
menunjukkan bahwa alat-alat kerja untuk membuat batako pc, sebagai berikut: a) Gerobak
berfungsi untuk mengangkut dan memindahkan pasir garam dan pasir dari daerah Nambo dari
tempat penampungan ke tempat pengadukan adonan. Harga gerobak satu unit adalah Rp.
485.000,- (empat ratus delapan puluh lima ribu rupiah); b) Sekopang berfungsi untuk menyauk,
menyampur, dan memukul adonan secara berulang agar rekat dan padat. Harga sekopang per buah
60
adalah Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah); c) Pacul berfungsi untuk menggali,
menyampur, dan meratakan adonan agar rekat dan padat. Harga pacul per buah adalah Rp.
70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah); d) Ember cor berfungsi untuk menakar bahan-bahan adonan
seperti semen, air, dan bahan mengeraskan pengeras beton. Harga ember cor per buah adalah Rp.
15.000,- (lima belas ribu rupiah); e) Sepatu bot karet berfungsi untuk melindungi kaki selama
proses pembuatan batako, karena dikhawatirkan kaki akan terluka. Harga satu pasang sepatu bot
karet adalah Rp. 75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah); f) Timba ada dua yaitu timba untuk
mengambil semen dari kantong semen dan timba untuk mengambil air dari bak penampungan air.
Harga per buah timba adalah Rp.
10.000,- (sepuluh ribu rupiah); g) Sendok semen berfungsi untuk menyendok adonan yang akan
dimasukkan ke dalam cetakan dan meratakan adonan di atas permukaan cetakan. Harga sendok
semen per buah adalah Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah);
Gambar 1. Alat-alat kerja untuk membuat batako pc (Sumber: Hasil dokumentasi, 2016)
h) Cetakan batako berfungsi untuk membentuk adonan menjadi batako. Cetakan batako
yang dipakai untuk membuat batako pc adalah cetakan batako yang terbuat dari logam besi.
Ukuran cetakan batako pc tiga lubang adalah 42 cm x 21cm x 11 cm yang bercat warna merah.
Cetakan batako ini terbagi dua yaitu, sebagai berikut: a. Cetakan batako bagian dalam yang
berfungsi untuk memudahkan pelepasan adonan yang masih basah sehingga menjadi batako yang
utuh dan tidak hancur; dan b. Cetakan batako bagian luar yang berfungsi membentuk dan
melindungi adonan yang masih basah agar tidak hancur dan merupakan satu kesatuan dengan
cetakan bagian dalam. Harga satu unit cetakan yang terbuat dari logam besi adalah Rp. 900.000,-
(sembilan ratus ribu rupiah). Cetakan batako yang berlubang belum ada dijual di Kota Kendari,
apabila berkeinginan untuk membeli cetakan batako ini bisa dipesan dari Kota Surabaya. Tukang
las di Kota Kendari belum memiliki pengetahuan tentang cara membuat cetakan batako yang
berlubang. Apabila ingin membuat cetakan yang berlubang maka perlu membawa contoh cetakan
batako dari Surabaya dengan menggunakan ketebalan besi pelat 3-4 mm. Harga cetakan batako
yang dibuat di bengkel las adalah berkisar antara Rp. 880.000,- (delapan ratus delapan puluh ribu
rupiah) s/d Rp. 1.250.000,- (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) per unit;
i) Bangku-bangku berfungsi sebagai tempat duduk tukang pada waktu melakukan proses
pencetakan adonan. Bangku-bangku dibuat dengan cara sederhana yaitu berbentuk segi empat
dengan ukuran tinggi 19 cm dari bahan kayu; j) Alat untuk tempat menumbuk cetakan yaitu balok
yang terbuat dari bahan kayu dengan ukuran 8/12 dan panjang kira-kira 50 cm yang berfungsi
61
sebagai balok alas. Alat ini digunakan dengan cara yaitu cetakan ditumbukkan ke balok alas secara
berulang agar adonan turun dan padat ke dasar cetakan. Ukuran alat ini adalah 50 cm x 12 cm x 8
cm; k) Alat pemukul yang rata yaitu balok berbahan kayu yang permukaannya rata dan bentuknya
seperti raket. Alat ini berfungsi untuk memadatkan dan meratakan adonan di dalam cetakan
dengan cara adonan dipukul secara berulang agar adonan padat sampai ke dasar cetakan dan rata
di permukaan cetakan; l) Bak penampungan air berfungsi sebagai tempat penampungan air. Bak
penampungan air sebaiknya di dalam bangsal, dekat dengan tempat proses pengadukan adonan,
dekat dengan sumber air, dan dekat dengan gudang peralatan kerja agar memudahkan dalam
proses pembuatan batako. Bak penampungan air pada kasus ini terbuat dari kulkas yang sudah
tidak terpakai lagi; dan m) Kaos tangan berfungsi melindungi tangan agar tidak luka. Kaos tangan
sebaiknya menggunakan bahan kain yang tebal. Harga sepasang kaos tangan yaitu Rp. 5.000,-
(lima ribu rupiah). Alat-alat kerja yang bersih mempengaruhi kualitas batako. Setelah proses
pembuatan batako telah selesai, maka peralatan kerja sebaiknya dibersihkan. Cara
membersihkannya yaitu cukup disemprot dengan menggunakan selang air sampai bersih, apabila
sisa adonan masih ada dibantu dengan menggunakan sikat.
3.2 Bahan-bahan Untuk Membuat Batako PC Secara Manual
Gambar (2) di bawah menunjukkan bahwa bahan-bahan untuk membuat batako pc adalah,
sebagai berikut: a) Pasir garam. Pasir ini berasal dari daerah Sabulakoa, kira-kira berjarak 60 km
dari Kota Kendari dan paling baik sebagai bahan baku untuk membuat batako pc. Pasir garam
tidak perlu diayak untuk membuat adonan batako. Ciri-ciri pasir garam adalah berbutir-butir besar
seperti garam, bertekstur kasar, dan berwarna putih kehitam-hitaman. Pasir garam baik sebagai
adonan karena bentuknya yang berbutir-butir besar sangat baik untuk memadatkan dan
merekatkan adonan, sehingga cepat mengikat dengan semen karena dimensi yang besar dari pasir
tersebut. Apabila menggunakan pasir garam akan menghasilkan batako pc yang keras, kaku, dan
mempunyai daya tahan yang lama. Harga satu ret mobil truck pasir garam adalah Rp. 550.000,-
(lima ratus lima puluh ribu rupiah). Jumlah ret pasir garam yang digunakan per 10 hari adalah satu
ret. Adonan batako pc tidak baik menggunakan jenis pasir halus yang diayak, karena pasir halus
akan menghasilkan batako yang mudah rapuh, mudah retak, dan mudah pecah; b) Pasir dari daerah
Nambo. Pasir ini berasal dari daerah Nambo, kira-kira berjarak 20 km dari Kota Kendari. Ciri-ciri
pasir dari daerah Nambo adalah berbatu-batu kecil (berkerikil), tampak permukaan pasir berwarna
putih bersih, dan apabila gunungan pasir digali dengan menggunakan pacul maka pada bagian
dalam pasir tersebut akan berwarna merah. Pasir dari daerah Nambo dibutuhkan karena zat kapur
dan batu-batu kerikil pada pasir tersebut terhadap semen saling mengikat dengan cepat. Zat kapur
dan batu-batu kerikil di dalam adonan batako berfungsi sebagai kekuatan dan daya rekat yang
bersinergi dengan pasir garam sehingga menghasilkan batako pc yang kuat, kaku, dan keras.
Jumlah pasir dari daerah Nambo yang digunakan selama per 10 hari adalah satu ret. Harga satu
ret mobil truck pasir dari daerah Nambo adalah Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah);
62 4) Air
Gambar 2. Bahan-bahan untuk membuat batako pc (Sumber: Hasil dokumentasi, 2016)
c) Semen yang baik untuk membuat batako adalah semen yang berkualitas baik, cepat
kering, berwarna putih apabila sudah kering, tahan lama, dan tidak mudah keropos. Semen adalah
suatu bahan yang mempunyai sifat adhesi dan kohesi yang memungkinkan melekatnya
bahanbahan menjadi suatu masa yang padat dan mengisi rongga-rongga di antara butiran-butiran
agregat.
Harga satu sak semen adalah Rp. 65.000,- (enam puluh lima ribu rupiah). Jumlah semen yang
digunakan per 10 hari adalah kira-kira 20 sak; d). Air diperlukan untuk bereaksi dengan semen
serta sebagai bahan pelumas antara butir-butir agregat agar mudah dikerjakan dan mudah
dipadatkan. Sumber air berasal dari sumur bor. Sumur bor di bangsal ini adalah sebagai berikut:
dekat dengan bangsal, dekat dengan tempat pengadukan adonan, dekat dengan tempat
pengeringan, dan dekat dengan bak penampungan air. Sumur bor dilengkapi dengan besi menara
yang di bagian atasnya diletakkan bak penampungan air yang terbuat dari bahan plastik; e). Bahan
mempercepat pengeras beton berfungsi untuk mempercepat proses pengerasan batako, menambah
kekuatan batako, dan sangat mempengaruhi kualitas batako. Apabila tidak menggunakan bahan
mempercepat pengeras beton maka proses mengerasnya batako bisa sampai lima hari dan bila
menggunakannya maka proses mengerasnya batako akan lebih cepat menjadi dua hari. Harga
mempercepat pengerasan beton dengan takaran 900 ml per jirigen adalah Rp. 40.000,- (empat
puluh ribu rupiah) dan bisa didapatkan di toko bangunan terdekat.
3.3 Cara-cara Untuk Membuat Batako PC Secara Manual
3.3.1 Proses Pengadukan Adonan
Proses pengadukan adonan, sebagai berikut: a) Pasir garam diambil dari tempat
penampungan pasir sebanyak 2 gerobak. Satu gerobak pasir garam yaitu kurang lebih 25-30 sekop
sampai membumbung di dalam gerobak, lalu tuanglah ke tempat pengadukan. Pasir garam dituang
ke tempat pengadukan membentuk pola gunung, lalu dibongkar dan dihamparkan dengan
menggunakan sekop sehingga menjadi rata; b) Pasir dari daerah Nambo disekop sebanyak satu
gerobak. Satu gerobak pasir dari daerah Nambo adalah kurang lebih 20-25 sekop sampai
membumbung. Pasir dari daerah Nambo dituang di atas hamparan pasir garam dan diratakan
dengan menggunakan sekop sehingga menutupi permukaan pasir garam; c) Semen diambil
sebanyak 3-31/2 ember cor dalam keadaan rata dan tidak membumbung. Semen tersebut
ditaburkan secara merata di atas permukaan pasir dari daerah Nambo sehingga permukaan pasir
1)Pasir garam 5) Bahan mempercepat pengeras beton 2) Pasir dari daerah Nambo 3) Semen
63
tersebut tertutupi dan membentuk tiga lapisan. Lapisan pertama yaitu hamparan pasir garam,
lapisan kedua yaitu hamparan pasir dari daerah Nambo, dan lapisan ketiga yaitu hamparan taburan
dari semen; d) Adonan dari ketiga bahan tersebut diaduk dengan menggunakan sekop. Cara
mengaduknya yaitu adonan dikelilingi sambil disekop sehingga membentuk pola gunung, proses
ini berlangsung selama 5 menit; e) Setelah pola gunung terbentuk, maka lereng gunung pada
adonan disekop (dibongkar) lagi dengan cara membentuk kembali bentuk pola gunung ke samping
adonan sampai adonan yang berbentuk pola gunung pertama tadi terbongkar dan habis; f) Adonan
yang berbentuk pola gunung tadi dibongkar lagi dengan menggunakan pacul sambil diaduk secara
berulang sehingga adonan tercampur secara merata; g) Adonan dibentuk menjadi sebuah kolam
yaitu bagian tengah adonan lebih rendah dari pada bagian sisi-sisinya; h) Bahan mempercepat
pengeras beton dituang ke penutup air mineral galon sebanyak tiga tutup, kemudian dituang di
dalam ember cor (bukan ember cor) lalu diisi dengan air sampai penuh dan dituang ke dalam
adonan yang berbentuk kolam; i) Air diambil sebanyak empat setengah ember cor atau satu ember
penuh bukan ember cor kemudian dituang ke dalam adonan yang berbentuk kolam; j) Air di tengah
adonan tadi ditutupi dengan adonan, cara menutupinya adalah sisi-sisi adonan disekop dengan
cara mengelilingi adonan lalu dituang ke dalam lubang kolam sehingga air tertutupi oleh adonan
dan membentuk kembali adonan yang berbentuk pola gunung;
k) Adonan yang berbentuk pola gunung dibongkar sambil diaduk kembali dengan
menggunakan pacul. Cara membongkarnya yaitu adonan dipacul yang dimulai dari bagian dalam
menuju bagian sisi-sisi adonan, kemudian adonan diaduk secara berulang dengan menggunakan
sekop sehingga adonan tercampur secara merata dan rekat. Pola mengaduknya yaitu selalu
membentuk pola gunung. Ciri-ciri adonan yang sudah tercampur dengan merata yaitu
bahan-bahan adonannya sudah tercampur sehingga sudah menjadi satu warna dan lembab (rekat). Di
bangsal ini ada dua orang tukang yang membuat batako pc. Tukang yang pertama membuat batako
dengan bahan-bahan sebagai berikut; 2 gerobak pasir garam sampai membumbung : 1 gerobak
pasir dari daerah Nambo sampai membumbung : 3 ember cor semen tidak membumbung : 3 tutup
galon bahan mempercepat pengeras beton + air diisi sampai rata permukaan ember cor : 41/2
ember cor air = menghasilkan 38 buah batako pc. Lama proses pembuatan batako pc yang
berjumlah 38 biji adalah dua jam. Tukang yang kedua membuat batako dengan bahan-bahan
sebagai berikut; 2 gerobak pasir garam sampai membumbung: 2 gerobak pasir dar daerah Nambo
sampai membumbung : 5 ember cor semen sampai membumbung : 3 penutup galon bahan
mempercepat pengeras beton : 31/2 ember air bukan ember cor (bentuk ember lebih besar) =
menghasilkan 50 buah batako pc. Atau bisa juga dengan perbandingan sebagai berikut; 1 sak
semen : 5 gerobak pasir (21/2 pasir garam + 21/2 pasir Nambo) sampai membumbung : 1/5 bahan
mempercepat pengeras beton : 4 ember cor air = menghasilkan kurang lebih 65 biji batako pc.
Lama proses pembuatan batako pc yang berjumlah 50-65 biji adalah 3 jam.
64
3.3.2 Proses Pencetakan Adonan
Gambar 3. Proses pencetakan batako PC (Sumber: Hasil dokumentasi, 2016)
Adonan yang sudah rekat dimasukkan ke dalam cetakan. Proses pencetakan adonan ada
pada gambar (3) di atas, sebagai berikut: a) Isi cetakan sampai adonan membumbung sebanyak
6-7 sekop (sekop tidak penuh, tapi ½ sekop). Isi adonan dimulai dari sisi-sisi bagian sebelah kanan
sampai membumbung lalu isi lagi di sisi-sisi bagian kiri sampai membumbung. Di beberapa
bangsal batako di Kendari, sebelum cetakan diisi oleh adonan ada yang mengolesi cetakan bagian
dalam dengan oli. Fungsi oli yang diolesi di dalam cetakan yaitu adonan akan mudah terlepas dari
cetakan karena licin dan daya tahan cetakan akan lebih kuat. Di bangsal ini tidak menggunakan
pengolesan oli di dalam cetakan pada proses pengisian adonan; b) Cetakan batako ditumbukkan
secara berulang ke alat untuk tempat menumbukkan cetakan yaitu sebanyak 4-7 kali tumbukan
sampai adonan turun ke bawah permukaan cetakan sekitar 3-5 cm; c) Isi adonan lagi sebanyak 6
sendok semen sampai membumbung; d) Adonan yang membumbung tadi dipukul secara berulang
dengan alat pemukul sebanyak kurang lebih 30 kali pukulan. Cara memukul adonan yang
membumbung adalah adonan dipukul secara berulang sampai turun padat ke bawah dan rata di
permukaan cetakan, lalu diratakan dengan alat pemukul sambil dipukul secara berulang; e) Isi
cetakan lagi dengan adonan sebanyak 6 sendok semen sampai membumbung. Adonan yang diisi
di dalam cetakan tidak perlu ditambahkan dengan batu suplit, karena batu tersebut akan mudah
mengeroposkan batako selain itu tidak estetis. Menurut Bapak “X”, batako yang dijual dan
diproduksi di bangsal ini mengikuti selera konsumen; f) Adonan dipukul secara berulang kurang
lebih 22 kali pukulan sambil diratakan lagi sehingga adonan turun, padat, dan rata dipermukaan
cetakan. Alat pemukul pada waktu digunakan sebaiknya dipegang dengan menggunakan kedua
tangan; g) Angkat cetakan yang sudah terisi dengan adonan ke tempat penjemuran batako; dan h).
Cetakan bagian dalam sebaiknya sering dibersihkan dengan menggunakan kain lap. Setiap adonan
yang hendak dimasukkan ke dalam cetakan sebaiknya diaduk dulu dengan menggunakan pacul
atau sekop.
3.3.3 Proses Pelepasan Adonan dari Cetakan
Proses pelepasan batako yang masih basah dari cetakan pada gambar (4) di bawah, sebagai
berikut: a) Cetakan batako diletakkan secara horisontal lalu cetakan diberdirikan sehingga bagian
atas terletak pada bagian bawah (posisi terbalik); b) Angkat cetakan utama (pertama) dengan cara
menginjak sisi-sisi bawah pegangan cetakan pada bagian dalam; c) Cara membuka cetakan kedua
(cetakan bagian dalam) yaitu dengan cara memasukkan jari telunjuk tangan kanan dan tangan kiri
di lubang bagian sisi-sisi cetakan lalu ditarik ke arah horisontal bukan ditarik ke atas. Cara
Proses memukul- mukul adonan yang membumbung dengan menggunakan sekop65
membuka cetakan perlu hati-hati agar adonan tidak ambrol. Cetakan kedua yang baru terlepas dari
batako yang masih basah lalu ditumbukkan secara berulang di lantai agar sisa-sisa adonan jatuh
ke bawah (agar cetakan kedua selalu dalam keadaan bersih); d) Batako pc dalam keadaan basah
diletakkan secara berderet.
Gambar 4. Proses pelepasan adonan dari cetakan (Sumber: Hasil dokumentasi, 2016)
3.3.4 Proses Pengeringan Batako PC
Proses pengeringan batako pc sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari langsung, karena
batako akan lebih cepat kering. Proses pengeringan di bawah sinar matahari langsung mempunyai
kelemahan yaitu membutuhkan tenaga tukang untuk memindahkan dari tempat pengeringan di
luar bangsal ke ruang dalam bangsal yang beratap. Oleh karena itu lebih efektif apabila
pengeringan batako hanya diangin-anginkan saja di dalam ruang bangsal yang beratap. Cara
batako dianginanginkan yaitu batako diletakkan secara berderet di atas lantai yang rata dan bersih
selama 1-2 hari. Batako yang baik yaitu apabila dipegang keras, kaku, dan sudah satu warna
(berwarna seperti warna semen), ada di gambar (5). Batako yang sudah keras dan kaku di lantai
bangsal sebaiknya dipindahkan dari lantai. Susunlah batako pc secara vertikal dengan cara
susunan pertama arah vertikal dan susunan kedua arah horisontal (sistem selang-seling) dan
lubang pada batako mengarah ke atas bukan ke bawah, karena posisi mengangkat batako dipegang
dari atas. Batako yang disusun sebaiknya tidak terlalu tinggi yaitu 9-10 lapis batako. Batako pc
sebaiknya disimpan dan disusun di dalam bangsal yang beratap. Disimpan dan disusun di luar
bangsal juga tidak mempengaruhi kualitas dari batako pc. Apabila terkena tampias hujan
sebaiknya batako perlu ditutup dengan menggunakan atap seng atau kantong semen yang sudah
tidak terpakai sehingga tidak terkena hujan secara langsung. Lubang-lubang pada batako yang
tergenang oleh air hujan tidak mempengaruhi kualitas dari batako. Menurut Bapak “X”, kelebihan
dari batako pc adalah baik sebagai insulasi panas dan insulasi suara. Apabila batako digunakan
sebagai dinding bangunan, polusi suara dari luar dinding bangunan diredam dengan baik oleh
batako pc sehingga polusi suara tersebut tidak terdengar di dalam bangunan. Batako pc sebagai
insulasi suara yang baik karena di batako ada tiga lubang yang berfungsi sebagai insulasi suara.
Sedangkan kekurangan batako pc adalah daya tahan kekuatan batako berjangka waktu, karena
menggunakan bahan semen (belum diketahui sampai berapa tahun kekuatannya).
Proses pelepasan cetakan bagian dalam sehingga menghasilkan batako pc yang masih basah
66
Gambar 5. Proses pengeringan batako PC (Sumber: Hasil dokumentasi, 2016)
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Penelitian ini disimpulkan bahwa prinsip-prinsip arsitektur moderen ada pada batako pc
yang dibuat secara manual yaitu, pemakaian bahan dan peralatan kerja ekonomis serta cara
pembuatannya efektif dan efisien. Proses pembuatan batako pc yang dibuat secara manual
mempunyai kelemahan yaitu apabila ada permintaan batako dalam jumlah yang banyak dari
konsumen maka tidak bisa dipenuhi karena tenaga tukang terbatas.
4.2 Saran
Penelitian ini dapat dilanjutkan untuk meneliti peralatan kerja, bahan-bahan pembuatan,
serta cara pembuatan batako pc secara mekanis.
UCAPAN TERIMA KASIH
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak “X”, Bapak “Y”, Bapak “Z”, dan Ibu Mazhfia
Umar yang senantiasa membantu penulis selama penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, dkk., 1999. Pengantar Arsitektur. Penataran Dosen Perguruan Tinggi Swasta Bidang
Teknuik Arsitektur Angkatan II di Cisarua Bogor, Agustus 1998. Universitas
Tarumanegara: Jakarta.
Cahyono, S., D., dan Rohman R., K. Tanpa Tahun. Pemanfaatan Limbah Asbes untuk
Pembuatan Batako. Jurusan Teknik Sipil, Universitas Merdeka Madiun. ((Online),
(
http://scholar.google.co.id
, akses tanggal 05 Maret 2016).
Mangunwijaya, Y. B. 2009. Wastu Citra, Pengantar ke Ilmu Budaya Bentuk Arsitektur Sendi-
sendi Filsafatnya Beserta Contoh-contoh Praktis. PT. Gramedia Pustaka Utama:Jakarta.
Suriawidjaja, dkk. 1982. Persepsi Bentuk Dan Konsep Arsitektur. Laporan Seminar Tata
Lingkungan Tahun 1982 Fakultas Teknik Universitas Indonesia Jurusan Arsitektur.
Djambatan: Jakarta.
Tanubrata, M. 2015. Bahan-bahan Konstruksi dalam Konteks Teknik Sipil. Jurnal Teknik Sipil.
((Online), Volume 11 Nomor 2, Oktober: 76-168, (
http://scholar.google.co.id
, akses
tanggal 05 Maret 2016).
Proses pengeringan batako di lantai yang rata