• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA BNIS SAHAM SYARIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA BNIS SAHAM SYARIAH"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

1

Tanggal Efektif : 04 Juli 2008 Tanggal Mulai Penawaran : 07 Juli 2008

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS

REKSA DANA BNIS SAHAM SYARIAH

REKSA DANA BNIS SAHAM SYARIAH (selanjutnya disebut “BNIS SAHAM SYARIAH”) adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaan dan seluruh perubahannya.

BNIS SAHAM SYARIAH bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang lebih baik dan

optimal dalam jangka panjang kepada para pemodal yang berpegang pada prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal dengan hasil investasi yang bersih dari unsur riba’, gharar dan maysir.

BNIS SAHAM SYARIAH melakukan investasi dengan komposisi minimum 80% (delapan puluh per seratus) dan maksimum 100% (seratus per seratus) pada Efek Syariah bersifat ekuitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; dan minimum 0% (nol per seratus) dan maksimum 20% (dua puluh per seratus) pada

instrumen syariah pasar uang dan/atau Efek Syariah bersifat utang sesuai dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal serta peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

PENAWARAN UMUM

PT BNI Securities sebagai Manajer Investasi melakukan Penawaran Umum atas Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH secara terus menerus hingga mencapai jumlah 2.000.000.000 (Dua Milyar) Unit Penyertaan.

Setiap Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH ditawarkan dengan harga sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal yaitu sebesar Rp. 1.000,- (seribu Rupiah) pada hari pertama penawaran. Selanjutnya harga pembelian setiap Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH yang ditetapkan pada akhir Hari Bursa yang bersangkutan.

Pemegang Unit Penyertaan dapat menjual kembali Unit Penyertaannya kepada Manajer Investasi. Pemegang Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH dikenakan biaya pembelian (subscription fee) sebesar maksimum 0,50% dan biaya penjualan kembali (redemption fee) sebesar maksimum 1%. Uraian lengkap mengenai biaya dapat dilihat pada Bab IX Prospektus BNIS SAHAM SYARIAH.

MANAJER INVESTASI BANK KUSTODIAN

Sudirman Plaza, Indofood Tower Lantai 16 Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean 12-14 A

Jakarta 12910 Jakarta 12790

Telp. (021) 2996 9646 Telp. (021) 7917 5000 Fax. (021) 2996 9647 Fax. (021) 7918 7100

BAPEPAM dan LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM

PENTING :

SEBELUM ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI UNIT PENYERTAAN REKSA DANA INI ANDA HARUS TERLEBIH DAHULU MEMPELAJARI ISI PROSPEKTUS INI KHUSUSNYA BAB III MENGENAI MANAJER INVESTASI, BAB V MENGENAI TUJUAN DAN KEBIJAKAN INVESTASI DAN BAB VIII MENGENAI MANFAAT INVESTASI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG UTAMA

Prospektus ini diperbaharui di Jakarta pada tanggal 05 April 2010

(2)

UNTUK DIPERHATIKAN :

BNIS SAHAM SYARIAH tidak termasuk produk investasi dengan penjaminan. Sebelum membeli Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH, calon Pemegang Unit Penyertaan harus terlebih dahulu membaca dan memahami Prospektus dan dokumen penawaran lainnya (bilamana ada). Isi dari Prospektus dan dokumen penawaran lainnya (bilamana ada) bukanlah suatu saran baik dari sisi bisnis, hukum, maupun perpajakan. Oleh karena itu, calon Pemegang Unit Penyertaan disarankan untuk meminta pertimbangan atau nasehat dari pihak-pihak yang kompeten sehubungan dengan investasi dalam BNIS SAHAM SYARIAH. Calon Pemegang Unit Penyertaan harus menyadari bahwa terdapat kemungkinan Pemegang Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH akan menanggung risiko sehubungan dengan Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH yang dimilikinya. Sehubungan dengan kemungkinan adanya risiko tersebut, apabila dianggap perlu calon Pemegang Unit Penyertaan dapat meminta pendapat dari pihak-pihak yang berkompeten atas aspek bisnis, hukum, keuangan, perpajakan, maupun aspek lain yang relevan.

(3)

3

DAFTAR ISI

BAB I

ISTILAH DAN DEFINISI

BAB II

KETERANGAN MENGENAI BNIS SAHAM SYARIAH

BAB III

MANAJER INVESTASI

BAB IV

BANK KUSTODIAN

BAB V

TUJUAN DAN KEBIJAKAN INVESTASI

BAB VI

METODE PENGHITUNGAN NILAI PASAR WAJAR DARI EFEK DALAM PORTOFOLIO BNIS

SAHAM SYARIAH

BAB VII

PERPAJAKAN

BAB VIII

MANFAAT INVESTASI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG UTAMA

BAB IX

ALOKASI BIAYA DAN IMBALAN JASA

BAB X

HAK-HAK PEMEGANG UNIT PENYERTAAN

BAB XI

PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI

BAB XII

PENDAPAT DARI SEGI HUKUM

BAB XIII

LAPORAN KEUANGAN DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

BAB XIV

PERSYARATAN DAN TATA CARA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN

BAB XV

PERSYARATAN DAN TATA CARA PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN

BAB XVI

PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGALIHAN UNIT PENYERTAAN

BAB XVII

SKEMA PEMBELIAN, PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) DAN PENGALIHAN BNIS SAHAM

SYARIAH

(4)

BAB I

ISTILAH DAN DEFINISI

1.1. REKSA DANA

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Sesuai Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, Reksa Dana dapat berbentuk Perseroan dan Kontrak Investasi Kolektif. Bentuk hukum Reksa Dana yang ditawarkan dalam Prospektus ini adalah Kontrak Investasi Kolektif.

1.2. KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

Kontrak Investasi Kolektif adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan, dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif.

1.3. MANAJER INVESTASI

Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabahnya atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.

1.4. BANK KUSTODIAN

Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah mendapat persetujuan BAPEPAM dan LK untuk menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian, yaitu memberikan jasa penitipan Efek (termasuk Penitipan Kolektif atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu Pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian) dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

1.5. EFEK

Efek adalah surat berharga.

Sesuai dengan Peraturan BAPEPAM dan LK No. IV.B.1 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK Nomor: KEP- 427/BL/2007 tanggal 19 Desember 2007 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif hanya dapat melakukan pembelian dan penjualan atas:

a. Efek yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan atau diperdagangkan di Bursa Efek baik di dalam maupun di luar negeri;

b. Efek bersifat utang seperti surat berharga komersial (commercial paper) dan Efek Beragun Aset yang sudah mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat Efek, Surat Utang Negara, dan atau Efek bersifat utang yang diterbitkan oleh lembaga internasional dimana Pemerintah Indonesia menjadi salah satu anggotanya; c. Instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun, meliputi Sertifikat

Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang, Surat Pengakuan Hutang, Sertifikat Deposito, baik dalam Rupiah maupun dalam mata uang asing;

d. Surat berharga komersial dalam negeri yang jatuh temponya di bawah 3 (tiga) tahun dan telah diperingkat oleh perusahaan pemeringkat Efek.

1.6. EFEK SYARIAH

Efek Syariah adalah Efek sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Pasar Modal yang akad maupun cara penerbitannya memenuhi Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal.

1.7. PORTOFOLIO EFEK

Portofolio Efek adalah kumpulan Efek yang merupakan kekayaan BNIS SAHAM SYARIAH 1.8. BUKTI KEPEMILIKAN

(5)

5

1.9. NILAI AKTIVA BERSIH (NAB)

NAB adalah nilai pasar yang wajar dari suatu Efek dan kekayaan lain dari Reksa Dana dikurangi seluruh kewajibannya.

Metode Penghitungan NAB Reksa Dana harus dilakukan sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. IV.C.2, yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-24/PM/2004 tanggal 19 Agustus 2004 tentang Nilai Pasar Wajar Dari Efek Dalam Portofolio Reksa Dana (“Peraturan BAPEPAM dan LK No. IV.C.2”), dimana perhitungan NAB menggunakan nilai pasar wajar yang ditentukan oleh Manajer Investasi.

NAB Reksa Dana dihitung dan diumumkan setiap Hari Bursa. 1.10. AFILIASI

Afiliasi adalah:

a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal;

b. hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur, atau Komisaris dari pihak tersebut;

c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama;

d. hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama; atau

f. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama. 1.11. BAPEPAM dan LK

BAPEPAMdan LK adalah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (dahulu “BAPEPAM” atau Badan Pengawas Pasar Modal).

1.12. EFEKTIF

Efektif adalah terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan Pendaftaran yang ditetapkan dalam Undang-undang Pasar Modal dan Peraturan BEPAPAMdan LK Nomor : IX.C.5 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK Nomor : KEP-430 tanggal 19 Desember 2007 tentang Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (“Peraturan BAPEPAMdan LK IX.C.5”). Surat pernyataan efektif Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif akan dikeluarkan oleh BAPEPAMdan LK.

1.13. FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN

Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan adalah formulir asli yang dipakai oleh calon Pemegang Unit Penyertaan untuk membeli Unit Penyertaan yang diisi, ditandatangani dan diajukan oleh calon pemegang Unit Penyertaan kepada Manajer Investasi.

1.14. FORMULIR PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan adalah formulir asli yang dipakai oleh Pemegang Unit Penyertaan untuk menjual kembali Unit Penyertaan yang dimilikinya yang diisi, ditandatangani dan diajukan oleh pemegang Unit Penyertaan kepada Manajer Investasi.

1.15. FORMULIR PEMBUKAAN REKENING

Formulir Pembukaan Rekening adalah formulir asli rangkap 4 (empat) yang berisi data mengenai kondisi pemodal sebagai persyaratan untuk menjadi Pemegang Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH, serta memuat Profil Pemodal yang wajib diisi oleh Pemodal sebagaimana disyaratkan oleh Peraturan Bapepam Nomor: IV.D.2 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-20/PM/2004 tanggal 29 April 2004 tentang Profil Pemodal Reksa Dana (“Peraturan BAPEPAM No. IV.D.2”), yang berisikan data dan informasi mengenai profil risiko pemodal BNIS SAHAM SYARIAH sebelum melakukan pembelian Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH yang pertama kali di Manajer Investasi atau Agen Penjual Efek Reksa Dana BNIS SAHAM SYARIAH.

1.16. FORMULIR PENGALIHAN UNIT PENYERTAAN

Formulir Pengalihan Unit Penyertaan adalah formulir asli yang dipakai oleh pemegang Unit Penyertaan untuk mengalihkan Unit Penyertaan yang diisi, ditandatangani dan diajukan oleh pemegang Unit Penyertaan kepada Manajer Investasi.

(6)

1.17 HARI BURSA

Hari Bursa adalah setiap hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.

1.18. HARI KERJA

Hari Kerja adalah hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

1.19. PENAWARAN UMUM

Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH yang dilakukan oleh Manajer Investasi untuk menjual Unit Penyertaan kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaan dan seluruh perubahannya dan Kontrak Investasi Kolektif. 1.20. PERNYATAAN PENDAFTARAN

Pernyataan Pendaftaran adalah dokumen yang wajib disampaikan oleh Manajer Investasi kepada BAPEPAMdan LK dalam rangka Penawaran Umum Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang ditetapkan dalam Undang-undang Pasar Modal dan Peraturan BAPEPAMdan LK Nomor : IX.C.5.

1.21. PROSPEKTUS

Prospektus adalah setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang digunakan untuk Penawaran Umum Reksa Dana dengan tujuan pemodal membeli Unit Penyertaan Reksa Dana, kecuali pernyataan atau informasi yang berdasarkan peraturan BAPEPAMdan LK yang dinyatakan bukan sebagai Prospektus.

1.22. SURAT KONFIRMASI TRANSAKSI UNIT PENYERTAAN

Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan adalah surat yang mengkonfirmasikan telah dilaksanakannya instruksi pembelian dan/atau penjualan kembali dan/atau pengalihan Unit Penyertaan oleh pemegang Unit Penyertaan dan/atau menunjukkan jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan dan berlaku sebagai bukti kepemilikan dalam BNIS SAHAM SYARIAH. Surat konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan akan disampaikan oleh Bank Kustodian paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah pembelian atau penjualan kembali atau pengalihan Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH.

1.23. PRINSIP-PRINSIP SYARIAH DI PASAR MODAL

Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal adalah Prinsip-prinsip hukum Islam dalam kegiatan di bidang Pasar Modal berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BAPEPAM No: IX.A.13 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep-130/BL/2006 tanggal 23 Nopember 2006 tentang Penerbitan Efek Syariah (selanjutnya disebut sebagai “Peraturan BAPEPAMdan LK No IX.A.13”).

1.24. UNDANG-UNDANG PASAR MODAL

Undang-undang Pasar Modal adalah Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaan dan seluruh perubahannya.

1.25. DSN-MUI

DSN-MUI adalah Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia. 1.26. DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) PT BNI SECURITIES

Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT BNI Securities adalah dewan pengawas yang bertugas mengawasi kegiatan Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan BNIS SAHAM SYARIAH agar tetap sesuai dengan Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal. Penempatan Dewan Pengawas Syariah PT BNI Securities adalah atas persetujuan DSN - MUI. 1.27. DAFTAR EFEK SYARIAH

Daftar Efek Syariah adalah Daftar Efek Syariah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. II.K.1 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep-314/BL/2007 tanggal 31 Agustus 2007 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah dan Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-386/BL/2007 tanggal 30 November 2007 tentang Daftar Efek Syariah.

(7)

7

1.28. REKENING SOSIAL

Rekening Sosial adalah rekening khusus untuk membukukan dan menyimpan dana hasil dari Pembersihan kekayaan BNIS SAHAM SYARIAH dari unsur-unsur yang bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal dan akan digunakan untuk keperluan sosial berdasarkan kebijakan Manajer Investasi dengan petunjuk dan persetujuan DPS. 1.29. SELISIH LEBIH /KURANG PENDAPATAN BAGI HASIL

Selisih Lebih/Kurang Pendapatan Bagi Hasil adalah kelebihan ataupun kekurangan yang disebabkan dari selisih lebih atau kurang atas bagi hasil yang sesungguhnya dengan perhitungan bagi hasil yang diakibatkan oleh penggunaan indikasi dalam penilaian portofolio Efek terhadap investasi BNIS SAHAM SYARIAH.

(8)

BAB II

KETERANGAN MENGENAI BNIS SAHAM SYARIAH

2.1. PEMBENTUKAN BNIS SAHAM SYARIAH

BNIS SAHAM SYARIAH adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif sebagaimana termaktub dalam Akta Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana BNIS SAHAM SYARIAH No. 12 tanggal 12 Mei 2008, dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH Notaris di Jakarta antara PT BNI Securities sebagai Manajer Investasi dan PT. Bank Mega Tbk sebagai Bank Kustodian.

2.2. PENAWARAN UMUM

PT BNI Securities sebagai Manajer Investasi melakukan Penawaran Umum atas Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH secara terus menerus hingga mencapai jumlah 2.000.000.000 (dua miliar) Unit Penyertaan.

Setelah itu Manajer Investasi dapat menambah jumlah Unit Penyertaan dengan melakukan perubahan Kontrak Investasi Kolektif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Setiap Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH ditawarkan dengan harga sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal yaitu sebesar Rp. 1.000,- (seribu Rupiah) pada hari pertama penawaran. Selanjutnya harga pembelian setiap Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH yang ditetapkan pada akhir Hari Bursa yang bersangkutan.

2.3. PENGELOLA BNIS SAHAM SYARIAH

PT BNI Securities sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi.

a. Komite Investasi

Komite Investasi terdiri dari Komisaris dan Direksi yang mengawasi kegiatan perusahaan serta mengawasi kegiatan Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan investasi. Anggota Komite Investasi terdiri dari:

Eddy Siswanto, Anggota Komite Investasi, memperoleh gelar Magister of Management dari Universitas Gajah Mada. Mengikuti pelatihan dan seminar dibidang perbankan,akutansi, perpajakan dan keuangan yang diselenggarakan oleh Euromoney Institutional Investor-Hongkong, Lembaga Manajemen Formasi, IMD International Lausanne-Swiszerland, serta lembaga lainnya.

Jabatan sekarang adalah sebagai Presiden Direktur PT BNI Securities, sejak Mei 2009. Memiliki izin Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAM dan LK berdasarkan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor KEP-57/PM/IP/WMI/2001 tanggal 20 Agustus 2001. Memperoleh sertifikasi Manajemen Risiko Tingkat I dari BSMR pada tanggal 10 Februari 2007.

Lama berkarir di lingkungan Kelompok PT Bank Negara Indonesia Tbk, Pemimpin Kelompok Pengendalian Keuangan & Pengawasan (1997-2001) PT Bank Negara Indonesia Tbk, Pemimpin Divisi Keuangan PT BNI Securities (2001-2004), Direktur Investasi Dana Pensiun (2004-2006) PT Bank Negara Indonesia, Tbk, Pemimpin Divisi Pengendalian Keuangan (2006-2009) PT Bank Negara Indonesia, Tbk.

Jimmy Nyo, Anggota Komite Investasi, memperoleh gelar Master of Science in Financial Management dari American University, HI, USA.

Mendalami bidang pasar modal melalui pelatihan, seminar dan studi lanjutan tentang Broker-Dealer, Back-Office Management, Option Trading dan Central Depository dari lembaga Yayasan Pasar Modal Indonesia, Euromoney Institute of Finance, The Tokyo Stock Exchange dan PT KSEI.

Menjabat Direktur PT BNI Securities sejak Juni 2006. Memiliki Ijin Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAM dan LK berdasarkan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor KEP-67/PM/IP/WMI/2000 tanggal 30 September 2000. Memperoleh sertifikasi Chartered Financial Consultant (ChFC) dari Singapore College of Insurance di bawah lisensi dari The American College, pada tanggal 30 Agustus 2003.

Berperan aktif mengembangkan pasar modal melalui organisasi Asosiasi Perusahan Efek Indonesia (APEI), Certified Wealth Manager’s Association (CWMA) dan sebagai Ketua Komite Risk Management PT Bursa Efek Surabaya, dan aktif sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara.

(9)

9

Bekerja sejak 1989 sebelum terjun di bisnis pasar modal pada tahun 1993 dengan menduduki posisi Operation Manager di PT Kharisma Mulatama (1993-1996), Direktur PT Sarijaya Permana Sekuritas, Direktur PT DBS Vickers Securities Indonesia (2005-2006) dan masih menjabat sebagai Komisaris PT Bursa Efek surabaya sejak tahun 2001. Idhamshah Runizam, Ketua Komite Investasi, memperoleh gelar Master of Business Administration dari University of St. Louis, USA. Mengikuti pelatihan dan studi lanjutan di bidang perbankan, pasar modal, financial dan investasi yang diselenggarakan oleh Standard Chartered Bank, Credit Suisse, Euromoney Training Program, BNI, BAPEPAM, Bank Indonesia, Global Strategic Consulting serta lembaga lainnya.

Jabatan sekarang adalah sebagai Direktur PT. BNI Securities, sejak Juni 2006. Memiliki izin Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAM dan LK berdasarkan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor KEP-118/PM/IP/WMI/1998 tanggal 2 Desember 1998.

Lama berkarir di lingkungan Kelompok PT. Bank Negara Indonesia, Tbk, sebagai Head of Financial Services Desk, Planning & Strategic Division (1995-1997), Head of Equity Division PT BNI Securities (1997-2002), dan Head of Fixed Income, Group Treasury Division PT Bank Negara Indonesia, Tbk (2002-2006).

b. Tim Pengelola Investasi

Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijaksanaan, strategi, dan eksekusi investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi. Anggota Tim Pengelola Investasi terdiri dari:

Isbono M.I. Putro, Ketua Tim Manajer Investasi, lulus sebagai Sarjana Akuntansi dan telah memperoleh gelar Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Prasetiya Mulya di Jakarta.

Mulai bergabung dengan PT BNI Securities pada tahun 1996, jabatan terakhir di PT BNI Securities adalah Vice President pada divisi Asset Management. Selain itu juga mewakili PT BNI Securities sebagai Anggota Tim Bancassurance PT Bank BNI dalam mewujudkan Bank BNI sebagai Universal Banking. Telah memiliki ijin Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAM dan LK berdasarkan Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK Nomor KEP- 149/PM/IP/WMI/2001 tanggal 27 Agustus 2001.

Mempunyai pengalaman kerja di Kantor Akuntan Publik, kemudian bekerja sebagai Akuntan di perusahaan kontraktor multinasional. Sebelum bergabung dengan PT BNI Securities, bekerja pada sebuah perusahaan sekuritas lokal yang berafiliasi dengan Union Bank of Switzerland.

Selain sebagai ketua Tim Manajer Investasi untuk BNIS Saham Syariah juga sebagai Ketua Tim Manajer Investasi BNI Dana Berkembang, BNI Dana Syariah, BNI DanaPlus Syariah, BNI Dana Merah Putih, Dana Berbunga Tiga, Dana Fleksibel Dua, Dana Lancar Dua, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi I, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi II , Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi V, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VI, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VIII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IX, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi X, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XI Dollar Amerika Serikat, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XVI, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XVII, BNIS Penyertaan Terbatas I, BNIS Penyertaan Terbatas Obligasi, BNIS Penyertaan Terbatas Optimum, BNIS Penyertaan Terbatas Garuda, BNIS Penyertaan Terbatas Global, BNIS Penyertaan Terbatas II, BNIS Penyertaan Terbatas Sriwijaya, BNIS Penyertaan Terbatas Victoria, BNIS Penyertaan Terbatas Nusantara dan BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah.

Harris Sorimuda Dalimunthe, anggota Tim Manajer Investasi, lulus sebagai Bachelor of Science dan Master of Science dari Fakultas Teknik Mesin, University of Kansas, Amerika Serikat pada tahun 1991 dan 1993.

Telah mengikuti dan lulus ujian Chartered Financial Analyst (CFA) Level 2, tahun 2003 dan memiliki izin Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAM berdasarkan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor KEP-107/PM/WMI/2003 tanggal 26 Agustus 2003.

Sebelum bergabung dengan PT. BNI Securities pernah bekerja dalam bidang Investment Banking dan memulai bergabung dengan PT. BNI securities pada tahun 2004 sebagai Research Analyst, kemudian bergabung pada divisi Asset Management sebagai Fund manager dengan jabatan terakhir Assistant Vice President.

Selain sebagai anggota Tim Manajer Investasi untuk BNIS Saham Syariah juga sebagai anggota Tim Manajer Investasi BNI Dana Berkembang, BNI Dana Syariah, BNI DanaPlus Syariah, BNI Dana Merah Putih, Dana Berbunga Tiga, Dana Fleksibel Dua, Dana Lancar Dua, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi I, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi II , Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi V, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VI, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VIII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IX, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi X, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XI Dollar Amerika Serikat, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XVI, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XVII, BNIS Penyertaan Terbatas I, BNIS Penyertaan

(10)

Terbatas Obligasi, BNIS Penyertaan Terbatas Optimum, BNIS Penyertaan Terbatas Garuda, BNIS Penyertaan Terbatas Global, BNIS Penyertaan Terbatas II, BNIS Penyertaan Terbatas Sriwijaya, BNIS Penyertaan Terbatas Victoria, BNIS Penyertaan Terbatas Nusantara dan BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah.

Joko M. Muktiwijaya, CFA, anggota Tim Manajer Investasi, lulus sebagai Bachelor of Science Jurusan Finance dan MIS dari Faculty Business & Management dari University of Minnesota, Amerika Serikat pada tahun 1995.

Telah mengikuti dan lulus ujian Chartered Financial Analyst (CFA) pada tahun 2000 dan memiliki izin Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAMdan LK berdasarkan Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor KEP-98/BL/WMI/2007.

Sebelum bergabung dengan PT. BNI Securities pernah bekerja dalam bidang Corporate Finance dan memulai bergabung dengan PT. BNI Securities pada tahun 2007 sebagai Portofolio Research pada divisi Asset Management sebagai Fund Manager dengan jabatan terakhir Assistant Vice President.

Selain sebagai anggota Tim Manajer Investasi untuk BNIS Saham Syariah juga sebagai anggota Tim Manajer Investasi BNI Dana Berkembang, BNI Dana Syariah, BNI DanaPlus Syariah, BNI Dana Merah Putih, Dana Berbunga Tiga, Dana Fleksibel Dua, Dana Lancar Dua, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi I, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi II , Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi V, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VI, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VIII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IX, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi X, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XI Dollar Amerika Serikat, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XVI, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XVII, BNIS Penyertaan Terbatas I, BNIS Penyertaan Terbatas Obligasi, BNIS Penyertaan Terbatas Optimum, BNIS Penyertaan Terbatas Garuda, BNIS Penyertaan Terbatas Global, BNIS Penyertaan Terbatas II, BNIS Penyertaan Terbatas Sriwijaya, BNIS Penyertaan Terbatas Victoria, BNIS Penyertaan Terbatas Nusantara dan BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah.

2.4 DEWAN PENGAWAS SYARIAH PT BNI SECURITIES

Dalam mengelola BNIS SAHAM SYARIAH, Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah PT BNI Securities. Dewan Pengawas Syariah PT BNI Securities bertugas untuk mengawasi BNIS SAHAM SYARIAH agar tetap berada dalam koridor kesesuaian dengan Prinsip-prinsip Syariah.

Dewan Pengawas Syariah PT BNI Securities terdiri dari 3 (tiga) orang ahli yang telah mendapat rekomendasi/persetujuan dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia dengan susunan sebagai berikut: Ketua : Prof. Dr. H Fathurrahman Djamil, MA

Anggota : Ir. H. Iwan P. Pontjowinoto, MM

2.5. BANK KUSTODIAN BNIS SAHAM SYARIAH

PT. Bank Mega Tbk sebagai Bank Kustodian BNIS SAHAM SYARIAH mempunyai penanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan Kustodian yang mengerti kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal.

2.6. MANAJER INVESTASI BNIS SAHAM SYARIAH

PT. BNI Securities sebagai Manajer Investasi BNIS SAHAM SYARIAH mempunyai penanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan investasi yang mengerti kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal.

(11)

11

BAB III

MANAJER INVESTASI

3.1. KETERANGAN SINGKAT TENTANG MANAJER INVESTASI

PT BNI Securities didirikan berdasarkan Akta Nomor 22, tanggal 12 April 1995 jo. Akta No. 39 tanggal 3 Mei 1995, keduanya dibuat dihadapan Koesbiono Sarmanhadi, SH., Magister Hukum, Notaris di Jakarta, telah mendapatkan pengesahan sesuai SK Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-6278.HT.01.01.TH’95, tanggal 19 Mei 1995, sebagaimana telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 55, Tambahan Berita Negara Nomor 5804, tanggal 11 Juli 1995.

Anggaran dasar mana telah beberapa kali diubah, berturut-turut dengan : (i) Akta No. 20 tertanggal 8 April 1996, telah mendapatkan persetujuan dengan SK Menteri Kehakiman dan HAM RI No. C2-7821 HT.01.04.th.96 tanggal 18 Juni 1996, sebagaimana telah diumumkan dalam Berita Negara No. 103, Tambahan Berita Negara No. 8607 tanggal 24 Desember 2001; (ii) Akta No. 23 tertanggal 14 Juni 2000, telah mendapatkan persetujuan dengan SK Menteri Kehakiman dan HAM RI No. C-19456 HT.01.04.TH.2001 tanggal 8 November 2001, sebagaimana telah diumumkan dalam Berita Negara No. 81, Tambahan Berita Negara No. 12368 tanggal 8 Oktober 2002 (iii) Akta No. 19 tertanggal 6 Mei 2002, telah mendapatkan persetujuan dengan SK Menteri Kehakiman dan HAM RI No. C-19644 HT.01.04.TH.2002 tanggal 11 Oktober 2002, sebagaimana telah diumumkan dalam Berita Negara No. 22, Tambahan Berita Negara No. 2128 tanggal 18 Maret 2003; (iv) Akta No. 98 tertanggal 16 Mei 2006, telah mendapatkan persetujuan dengan SK Menteri Hukum dan HAM RI No. W7-HT.01.04-1968 tanggal 19 Februari 2007, sebagaimana telah diumumkan dalam Berita Negara No. 36 Tambahan Berita Negara No. 491 tanggal 4 Mei 2007, dan terakhir (v) Akta No. 30 tertanggal 8 Agustus 2008, yang dibuat oleh Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dengan SK Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-62669.AH.01.02. Tahun 2008, tanggal 15 September 2008.

PT BNI Securities telah mendapatkan ijin usaha sebagai Manajer Investasi dari BAPEPAM dan LK berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor KEP-07/PM-MI/1995 tanggal 23 Oktober 1995.

Mayoritas Pemegang saham PT BNI Securities yaitu sebesar 99,85% adalah Perseroan Terbatas PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, salah satu Bank milik Pemerintah yang solid. PT BNI Securities memiliki modal disetor sebesar Rp.100.000.000.000,- (seratus milyar Rupiah) yang menjadikannya perusahaan efek dengan tingkat kemampuan finansial yang tinggi dan terpercaya dalam berbagai segi operasinya.

3.2. SUSUNAN DIREKSI DAN KOMISARIS

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT. BNI Securities pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut : a. Direksi

1. Eddy Siswanto : Presiden Direktur

2. Jimmy Nyo : Direktur

3. Idhamshah Runizam : Direktur

b. Komisaris

1. Hindarmojo Hinuri K. : Presiden Komisaris 2. Dwijanti Tjahjaningsih : Komisaris

3. Finaldi Sj. K. Haznam : Komisaris Independen 4. Sutirta Budiman : Komisaris Independen

(12)

3.3. PENGALAMAN MANAJER INVESTASI

Sebagai Manajer Investasi, PT BNI Securities telah mempunyai pengalaman dalam mengelola beberapa Reksa Dana semenjak tahun 1996, baik Reksa Dana yang berbasis saham, campuran, pendapatan tetap maupun terproteksi. Didukung oleh tenaga profesional yang berpengalaman dalam bidang pengelolaan dana. PT. BNI Securities telah mempunyai pengalaman dalam mengelola dana hingga pernah mencapai jumlah tertinggi Rp 8,515,042,481,892 pada akhir Februari 2005. Akhir tahun 2005 Reksa Dana PT. BNI Securities mengembangkan jasanya mengelola 9

(sembilan) reksa dana, pada awal Februari 2010 dengan mengelola 30 (tiga puluh) reksa dana mencapai jumlah Rp. 5,490,844,715,170.

Selain itu reksa dana yang pernah dikelola oleh PT BNI Securities antara lain adalah BNI Dana Berkembang, BNI Dana Berbunga, BNI Dana Lancar, BNI Dana Fleksibel, BNI Dana Berbunga Dua, BNI Dana Syariah, BNI DanaPlus Syariah, BNI Dana Plus, BNI Dana Merah Putih, Reksa Dana Solusi Dana Terproteksi, Dana Berbunga Tiga, Dana Fleksibel Dua, Dana Lancar Dua, BNIS Saham Syariah, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi I, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi II ,Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi III, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi V, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VI, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi VIII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi IX, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi X, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XI Dollar Amerika Serikat, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XII, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XV, Reksa Dana Terproteksi BNIS Proteksi XVI, BNIS Penyertaan Terbatas I, BNIS Penyertaan Terbatas Obligasi, BNIS Penyertaan Terbatas Optimum, BNIS Penyertaan Terbatas Garuda, BNIS Penyertaan Terbatas Global,BNIS Penyertaan Terbatas II, BNIS Penyertaan Terbatas Sriwijaya, BNIS Penyertaan Terbatas Victoria, BNIS Penyertaan Terbatas Nusantara dan BNIS Penyertaan Terbatas Anugrah. PT BNI Securities sebagai Manajer Investasi merupakan salah satu perusahaan sekuritas pertama yang memperkenalkan dan ikut mensosialisasikan Reksa Dana.

3.4. PIHAK YANG TERAFILIASI DENGAN MANAJER INVESTASI

Pihak/perusahaan di pasar modal atau yang bergerak di bidang jasa keuangan yang terafiliasi dengan Manajer Investasi adalah:

No Nama Perusahaan Terafiliasi Hubungan Dengan PT BNI Securities 1. PT Bank Negara Indonesia Pemegang Saham Mayoritas

(13)

13

BAB IV

BANK KUSTODIAN

4.1. KETERANGAN SINGKAT BANK KUSTODIAN

a. PT. Bank Mega Tbk. didirikan dengan nama PT. Bank Karman berdasarkan Akta Pendirian No. 32 tanggal 15 April 1969 yang kemudian diperbaiki dengan Akta Perubahan No. 47 tanggal 26 November 1969, kedua Akta tersebut dibuat dihadapan Mr. Oe Siang Djie, Notaris di Surabaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/8/1 tanggal 16 Januari 1970 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 13 Tambahan No. 55. Anggaran Dasar PT. Bank Mega Tbk. telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 03 tanggal 5 Juni 2008, dibuat di hadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-45346.AHA.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 Juli 2008. Susunan Direksi dan Komisaris terakhir dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. BANK MEGA Tbk No. 49 tanggal 17 Juni 2009, dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H. b. PT. Bank Mega Tbk. sejak berdiri telah beroperasi selama 40 tahun, dengan total asset per 30 September 2009 adalah

sebesar Rp. 34,95 triliun.

c. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, jaringan operasional PT. Bank Mega Tbk. terus meluas, sehingga pada per 30 September 2009 PT. Bank Mega Tbk. telah memiliki Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu sebanyak 220 Cabang.

4.2. PENGALAMAN BANK KUSTODIAN

Untuk bertindak sebagai Bank Kustodian di bidang pasar modal, PT. Bank Mega Tbk. (selanjutnya disebut “Bank Mega”) telah memperoleh persetujuan dari Bapepam berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-01/PM/Kstd/2001 tanggal 18 Januari 2001.

Dalam bertindak sebagai Bank Kustodian, Bank Mega telah mendapat kepercayaan untuk memberikan jasa pengadministrasian dan penyimpanan surat berharga kepada lebih dari 1000 nasabah dari berbagai macam institusi, baik lokal maupun asing, yang terdiri dari Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun, Yayasan, Manajer Investasi, Korporasi, Bank-Bank swasta lainnya maupun nasabah perorangan. Saat ini total aset yang dikelola/disimpan sebesar ± Rp 16,61 Triliun, terdiri dari berbagai jenis surat berharga (saham, obligasi korporasi, SUN) serta telah mengelola Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Bank Mega juga telah mendapat penunjukan oleh Bank Indonesia untuk bertindak sebagai Sub – Registry.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai Bank Kustodian, Bank Mega didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengalaman dan komitmen yang tinggi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para nasabahnya, termasuk untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Reksa Dana yang dikelola oleh PT. BNI Securities.

4.3. Pihak-pihak Yang Terafiliasi dengan Bank Kustodian

Pihak-pihak yang terafiliasi dengan Bank Kustodian di Pasar Modal atau yang bergerak di bidang jasa keuangan adalah : a. PT. Mega Capital Indonesia

b. PT. Asuransi Jiwa Mega Life c. PT. Asuransi Umum Mega d. PT. Para Multi Finance

e. PT. Bank Syariah Mega Indonesia f. PT. Mega Central Finance g. PT. Mega Auto Finance

(14)

BAB V

TUJUAN DAN KEBIJAKAN INVESTASI

5.1. TUJUAN INVESTASI

BNIS SAHAM SYARIAH bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang lebih baik dan optimal dalam jangka panjang kepada para pemodal yang berpegang pada prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal dengan hasil investasi yang bersih dari unsur riba’ , gharar dan maysir.

5.2. KEBIJAKAN INVESTASI

BNIS SAHAM SYARIAH melakukan investasi dengan komposisi minimum 80% (delapan puluh per seratus) dan maksimum 100% (seratus per seratus) pada Efek Syariah bersifat ekuitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; dan minimum 0% (nol per seratus) dan maksimum 20% (dua puluh per seratus) pada instrumen syariah pasar uang dan/atau Efek Syariah bersifat utang sesuai dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal serta peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kebijakan Investasi sebagaimana disebutkan di atas tidak akan bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal dan BNIS SAHAM SYARIAH hanya akan berinvestasi pada Efek yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK atau Pihak lain yang diakui oleh Bapepam dan LK.

Dalam hal portofolio BNIS SAHAM SYARIAH terdapat Efek selain Efek yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK atau Pihak lain yang diakui oleh Bapepam dan LK yang bukan disebabkan oleh tindakan Manajer Investasi dan Bank Kustodian, maka Manajer Investasi wajib menjual Efek dimaksud, paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah diketahuinya Efek tersebut tidak lagi tercantum dalam Daftar Efek Syariah. 5.3. PEMBATASAN INVESTASI

Pembatasan Investasi Sesuai Peraturan di Bidang Pasar Modal

Sesuai dengan Peraturan BAPEPAMdan LK Nomor IV.B.1. yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAMdan LK Nomor: KEP- 427/BL/2007 tanggal 19 Desember 2007 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, dalam melaksanakan pengelolaan BNIS SAHAM SYARIAH, Manajer Investasi dilarang melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

a. Membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya tidak dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia;

b. Membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia lebih dari 15% (lima belas per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH, kecuali Efek yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, Emiten dan atau Perusahaan Publik berdasarkan peraturan perundang-undangan Pasar Modal di Indonesia;

c. membeli Efek yang diterbitkan oleh satu perusahaan berbadan hukum Indonesia atau berbadan hukum asing yang diperdagangkan di i Bursa Efek luar negeri lebih dari 5% lima per seratus) dari modal disetor perusahaan dimaksud dan lebih dari 10% (sepuluh per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH pada setiap saat; d. membeli Efek bersifat Ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah mencatatkan Efeknya pada Bursa

Efek di Indonesia lebih dari 5% (lima per seratus) dari modal disetor perusahaan dimaksud;

e. membeli Efek yang diterbitkan oleh suatu Pihak lebih dari 10% (sepuluh per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH pada setiap saat. Pembatasan ini termasuk pemilikan surat berharga yang dikeluarkan oleh bank-bank tetapi tidak termasuk Sertifikat Bank Indonesia dan Efek yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan atau lembaga keuangan internasional dimana Pemerintah Republik Indonesia menjadi salah satu anggotanya;

f. Melakukan transaksi lindung nilai atas pembelian Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri lebih besar dari nilai Efek yang dibeli;

g. Membeli Efek Beragun Aset lebih dari 10% (sepuluh per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH, dengan ketentuan bahwa setiap jenis Efek Beragun Aset tidak lebih dari 5% (lima per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH;

h. Membeli Efek yang tidak melalui Penawaran Umum dan atau tidak dicatatkan pada Bursa Efek di Indonesia, kecuali Efek yang sudah mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat Efek, Efek Pasar Uang, Efek sebagaimana dimaksud dalam huruf b di atas dan Efek yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan atau lembaga keuangan internasional dimana Pemerintah Republik Indonesia menjadi salah satu anggotanya;

i. Membeli Efek yang diterbitkan oleh pihak yang terafiliasi dengan Manajer Investasi lebih dari 20% (dua puluh per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH, kecuali hubungan afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah;

(15)

15

j. membeli Efek yang diterbitkan oleh pemegang Unit Penyertaan dan atau Pihak terafiliasi dari pemegang Unit Penyertaan berdasarkan komitmen yang telah disepakati oleh Manajer Investasi dengan pemegang Unit Penyertaan dan atau pihak terafiliasi dari pemegang Unit Penyertaan;

k. Terlibat dalam kegiatan selain dari investasi, investasi kembali atau perdagangan Efek; l. Terlibat dalam penjualan Efek yang belum dimiliki (short sale);

m. Terlibat dalam pembelian Efek secara margin; n. Melakukan penerbitan obligasi atau sekuritas kredit;

o. Terlibat dalam berbagai bentuk pinjaman, kecuali pinjaman jangka pendek yang berkaitan dengan penyelesaian transaksi dan pinjaman tersebut tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus) dari nilai portofolio BNIS SAHAM SYARIAH pada saat pembelian;

p. Membeli Efek yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum dimana Perusahaan Efek yang berindak sebagai Manajer Investasi menjadi Penjamin Emisi Efek atau Afiliasi dari Manajer Investasi bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek dari Efek dimaksud kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah;

q. Terlibat dalam transaksi bersama atau kontrak bagi hasil dengan Manajer Investasi atau Afiliasinya;

r. Membeli Efek Beragun Aset yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum (a) dimana Manajer Investasinya sama dengan Manajer Investasi BNIS SAHAM SYARIAH, (b) oleh Afiliasi dari Manajer Investasi; dan atau (c) dimana Manajer Investasi BNIS SAHAM SYARIAH terafiliasi dengan Kreditur Awal Efek Beragun Aset tersebut; dan s. Membeli Efek Beragun Aset yang tidak ditawarkan melalui Penawaran Umum dan tidak diperingkat oleh

perusahaan Pemeringkat Efek.

t. Menginvestasikan dana kelolaan BNIS SAHAM SYARIAH pada Efek yang tidak tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK atau pihak lain yang diakui oleh Bapepam dan LK.

Pembatasan investasi tersebut diatas berdasarkan pada peraturan yang berlaku saat prospektus ini diterbitkan, yang mana dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah di bidang Pasar Modal termasuk Surat Persetujuan lain yang dikeluarkan oleh BAPEPAMdan LK berkaitan dengan pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Dalam hal Manajer Investasi bermaksud membeli Efek Syariah yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri, pelaksanaan pembelian Efek Syariah tersebut baru dapat dilaksanakan setelah tercapainya kesepakatan mengenai tata cara pembelian, penjualan, penyimpanan, pencatatan dan hal-hal lain sehubungan dengan pembelian Efek Syariah tersebut antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

5.4. MEKANISME PEMBERSIHAN KEKAYAAN REKSA DANA DARI UNSUR-UNSUR YANG BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH DI PASAR MODAL

Bilamana dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH terdapat Efek selain Efek yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang bukan disebabkan oleh tindakan Manajer Investasi dan Bank Kustodian maka Manajer Investasi wajib menjual Efek dimaksud, paling lambat akhir Hari Kerja kedua setelah diketahuinya Efek tersebut tidak lagi tercantum dalam daftar Efek Syariah, dengan ketentuan selisih lebih harga jual dari Nilai Pasar Wajar Efek pada saat Efek tersebut masih tercantum dalam daftar Efek Syariah, dipisahkan dari perhitungan Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH dan diperlakukan sebagai dana sosial.

Perhitungan besarnya selisih lebih harga jual Efek dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH yang tidak tercantum dalam Daftar Efek Syariah dilakukan oleh Bank Kustodian dan akan dilaporkan oleh Bank Kustodian kepada Manajer Investasi.

Atas instruksi Manajer Investasi selisih lebih harga jual Efek dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH yang tidak tercantum dalam Daftar Efek Syariah akan dipisahkan dari perhitungan Nilai Aktiva Bersih dan akan dibukukan ke dalam Rekening Sosial untuk selanjutnya akan digunakan untuk keperluan sosial, berdasarkan kebijakan Manajer Investasi, dengan petunjuk dan persetujuan Dewan Pengawas Syariah PT BNI Securities.

Selanjutnya Bank Kustodian akan menyampaikan kepada BAPEPAMdan LK serta pemegang Unit Penyertaan, informasi tentang perolehan selisih lebih penjualan Efek sebagaimana dimaksud dalam paragraf di atas dan informasi tentang penggunaannya sebagai dana sosial selambat-lambatnya pada hari kedua belas setiap bulannya (jika ada).

Dalam hal terdapat selisih kurang dari harga jual Efek dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH yang tidak tercantum dalam daftar Efek Syariah, maka selisih kurang tersebut akan diserap oleh BNIS SAHAM SYARIAH dan diperhitungkan dalam perhitungan Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH.

Dalam hal karena tindakan Manajer Investasi dan Bank Kustodian, mengakibatkan Portofolio BNIS SAHAM SYARIAH terdapat Efek selain Efek yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah maka sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan BAPEPAMdan LK No. IX.A.13, BAPEPAMdan LK dapat :

1. melarang Manajer Investasi dan Bank Kustodian untuk melakukan penjualan Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH baru;

(16)

2. melarang Manajer Investasi dan Bank Kustodian untuk mengalihkan kekayaan BNIS SAHAM SYARIAH selain dalam rangka pembersihan kekayaan BNIS SAHAM SYARIAH dari unsur-unsur yang bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal;

3. mewajibkan Manajer Investasi dan Bank Kustodian secara tanggung renteng untuk membeli portofolio yang bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal sesuai dengan harga perolehan dalam waktu yang ditetapkan oleh BAPEPAMdan LK; dan atau

4. mewajibkan Manajer Investasi untuk mengumumkan kepada publik larangan dan atau kewajiban yang ditetapkan BAPEPAM dan LK sebagaimana dimaksud pada butir 1, butir 2, dan butir 3 di atas, sesegera mungkin paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah diterimanya surat BAPEPAMdan LK, dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia dan berperedaran nasional atas biaya Manajer Investasi dan Bank Kustodian. 5.5. KEBIJAKAN PEMBAGIAN HASIL INVESTASI DAN KETENTUAN SELISIH LEBIH / KURANG PENDAPATAN BAGI HASIL

a. Kebijakan Pembagian Hasil Investasi

Setiap hasil investasi yang diperoleh BNIS SAHAM SYARIAH akan diinvestasikan kembali ke dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH yang bersangkutan, hal mana akan mengakibatkan NAB BNIS SAHAM SYARIAH akan bertambah nilainya.

b. Ketentuan Selisih Lebih / Kurang Pendapatan Bagi Hasil

Dalam hal terdapat kelebihan atau kekurangan yang disebabkan oleh selisih lebih atau selisih kurang atas pendapatan bagi hasil yang sesungguhnya dengan perhitungan bagi hasil yang menggunakan indikasi dalam penilaian portofolio efek BNIS SAHAM SYARIAH, maka selisih lebih maupun selisih kurang pendapatan bagi hasil tersebut akan dibukukan ke dalam BNIS SAHAM SYARIAH kecuali apabila ditentukan lain oleh Dewan Syariah Nasional.

(17)

17

BAB VI

METODE PENGHITUNGAN NILAI PASAR WAJAR DARI EFEK

DALAM PORTOFOLIO BNIS SAHAM SYARIAH

Metode Penghitungan Nilai Pasar Wajar Efek dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH yang digunakan oleh Manajer Investasi adalah sesuai dengan Peraturan BAPEPAMdan LK No.IV.C.2, Surat Edaran BAPEPAM nomor SE-02/PM/2005 tertanggal 9 Juni 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan Nilai Pasar Wajar Obligasi Perusahaan dan Surat Edaran BAPEPAM nomor SE-03/PM/2005 tertanggal 29 Juli 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan Nilai Pasar Wajar Surat Utang Negara.

Peraturan BAPEPAM dan LK No.IV.C.2 memuat antara lain ketentuan sebagai berikut

1. Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam portofolio Reksa Dana wajib ditentukan dan disampaikan oleh Manajer Investasi kepada Bank Kustodian selambat-lambatnya pada pukul 17.00 WIB setiap Hari Kerja, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek menggunakan informasi harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek;

b. Dalam hal harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek tidak mencerminkan Nilai Pasar Wajar pada saat itu, Manajer Investasi wajib menentukan Nilai Pasar Wajar dari Efek dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab berdasarkan metode yang ditetapkan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus dengan mempertimbangkan:

1) harga perdagangan sebelumnya; atau 2) harga perbandingan Efek sejenis;

c. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di luar Bursa Efek (over the counter) menggunakan harga referensi, sebagai berikut:

1) Surat Utang Negara menggunakan informasi harga yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Perdagangan Surat Utang Negara di luar Bursa Efek;

2) obligasi perusahaan menggunakan informasi harga yang tersedia dalam sistem yang ditetapkan oleh BAPEPAM dan LK sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BAPEPAM dan LK Nomor X.D.1 tentang Laporan Reksa Dana;

d. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri menggunakan informasi harga dari sumber yang dapat dipercaya dan dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia;

e. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek dari perusahaan yang dinyatakan pailit atau kemungkinan besar akan pailit, atau gagal membayar pokok utang atau bunga dari Efek tersebut, wajib berdasarkan itikad baik dan penuh tanggung jawab oleh Manajer Investasi dengan menggunakan asas konservatif dan diterapkan secara konsisten. Nilai yang diperkirakan tersebut wajib didasarkan perkiraan harga yang paling mungkin terjadi antara penjual dan pembeli yang memiliki Fakta Material mengenai Efek tersebut serta tidak melakukan transaksi secara terpaksa. Fakta yang wajib dipertimbangkan oleh Manajer Investasi dalam membuat evaluasi antara lain adalah:

1) harga terakhir Efek yang diperdagangkan, kecenderungan harga saham dan tingkat bunga umum sejak perdagangan terakhir;

2) informasi material yang diumumkan mengenai Efek tersebut sejak perdagangan terakhir;

3) dalam hal saham, perkiraan rasio pendapatan harga (price earning ratio), dibandingkan dengan rasio pendapatan harga untuk Efek sejenis;

4) dalam hal Efek Bersifat Utang, tingkat bunga pasar dari Efek sejenis pada saat tahun berjalan dengan peringkat kredit sejenis; dan

5) dalam hal waran, right, atau obligasi konversi, harga pasar terakhir dari Efek yang mendasari; dan

f. Efek yang diperdagangkan dalam denominasi mata uang yang berbeda dengan denominasi mata uang Reksa Dana wajib diperhitungkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku.

2. Perhitungan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana, wajib menggunakan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang ditentukan oleh Manajer Investasi.

3. Penentuan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Pasar Uang wajib menggunakan metode harga perolehan yang diamortisasi. Yang dimaksud dengan metode harga perolehan yang diamortisasi adalah penilaian harga Efek dalam portofolio Reksa Dana Pasar Uang berdasarkan harga perolehan yang disesuaikan dengan cara melakukan amortisasi atas premium atau accretion atas diskonto.

4. Nilai Aktiva Bersih per saham atau Unit Penyertaan dihitung berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada akhir hari yang bersangkutan, setelah penyelesaian pembukuan Reksa Dana dilaksanakan, tetapi tidak termasuk permohonan pembelian dan atau pelunasan yang diterima oleh Bank Kustodian pada hari yang sama.

(18)

Manajer Investasi dan Bank Kustodian akan memenuhi ketentuan dalam Peraturan BAPEPAM No. IV.C.2 tersebut diatas, Surat Edaran BAPEPAM nomor SE-02/PM/2005 tertanggal 9 Juni 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan Nilai Pasar Wajar Obligasi Perusahaan dan Surat Edaran BAPEPAM nomor SE-03/PM/2005 tertanggal 29 Juli 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan Nilai Pasar Wajar Surat Utang Negara dengan tetap memperhatikan peraturan, kebijakan dan persetujuan BAPEPAM dan LK yang mungkin dikeluarkan atau diperoleh kemudian setelah dibuatnya Prospektus ini.

(19)

19

BAB VII

PERPAJAKAN

Berdasarkan Peraturan Perpajakan yang berlaku, penerapan Pajak Penghasilan (PPh) atas pendapatan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif antara lain sebagai berikut:

No. Uraian Perlakuan PPh Dasar Hukum

a. Pembagian uang tunai (Dividen) b. Bunga dan Diskonto Obligasi

- tahun 2009 – tahun 2010 - tahun 2011 - tahun 2013 - tahun 2014 dan seterusnya c. Bunga Deposito dan Diskonto

Sertifikat Bank Indonesia

d. Capital Gain Saham di Bursa

e. Commercial Paper dan Surat Utang lainnya

PPh tarif umum 0% (nol persen) 5% (lima persen) 15% (lima belas persen) PPh Final (20%)

PPh Final (0,1%)

PPh tarif umum

Pasal 4(1) UU PPh Pasal 4 (2) dan Pasal 17 (7) UU PPh jo. Pasal 2 (1) dan Pasal 3 PP No. 16 tahun 2009

Pasal 2 PP No. 131 tahun 2000 jo. Pasal 3

Keputusan Menteri Keuangan R.I. No. 51/KMK.04/2001 PP No. 41 tahun 1994 jo. Pasal 1 PP No. 14 tahun 1997

Pasal 4(1) UU PPh

* Sesuai dengan Peraturan Pemerintah R.I. No. 16 Tahun 2009 (“PP No. 16 Tahun 2009”) besarnya Pajak Penghasilan (PPh) atas bunga dan/atau diskonto dari Obligasi yang diterima Wajib Pajak Reksa Dana yang terdaftar pada BAPEPAM & LK adalah sebagai berikut:

1) 0% untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010; 2) 5% untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013; dan 3) 15% untuk tahun 2014 dan seterusnya.

Informasi perpajakan tersebut di atas dibuat oleh Manajer Investasi berdasarkan pengetahuan dan pengertian dari Manajer Investasi atas peraturan perpajakan yang ada sampai dengan Prospektus ini dibuat. Apabila di kemudian hari terdapat perubahan atau perbedaan interpretasi atas peraturan perpajakan yang berlaku, maka Manajer Investasi akan menyesuaikan informasi perpajakan di atas.

Bagi Warga Negara Asing disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat perpajakan mengenai perlakuan pajak investasi sebelum membeli Unit Penyertaan BNIS Saham Syariah.

Dalam hal terdapat pajak yang harus dibayar oleh Pemegang Unit Penyertaan sesuai peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan yang berlaku, pemberitahuan kepada Pemegang Unit Penyertaan tentang pajak yang harus dibayar tersebut akan dilakukan dengan mengirimkan surat tercatat kepada calon Pemegang Unit Penyertaan segera setelah Manajer Investasi mengetahui adanya pajak tersebut yang harus dibayar oleh calon Pemegang Unit Penyertaan.

(20)

BAB VIII

MANFAAT INVESTASI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG UTAMA

Pemegang Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH dapat memperoleh manfaat investasi sebagai berikut: a. Diversifikasi Investasi Dengan biaya terjangkau

Kegiatan investasi yang beragam (diversifikasi investasi) akan menurunkan risiko investasi dan meningkatkan hasil investasi BNIS SAHAM SYARIAH yang pada akhirnya akan memberikan kesempatan kepada para investor untuk dapat melakukan diversifikasi investasi dengan harga yang terjangkau tanpa harus mengelola investasinya sendiri. Karakteristik investasi setiap pemodal di BNIS SAHAM SYARIAH identik dengan investasi Reksa Dana itu sendiri yang mungkin bernilai lebih besar.

b. Kemudahan Investasi

Reksa Dana BNIS SAHAM SYARIAH menawarkan kepada Pemegang Unit Penyertaan berbagai kemudahan seperti: • Pemegang Unit Penyertaan tidak perlu melakukan analisis atas investasinya. Manajer Investasi setiap hari

melakukan analisis investasi untuk kepentingan Reksa Dana BNIS SAHAM SYARIAH, termasuk menganalisa kinerja portofolio BNIS Saham Syariah serta mengambil keputusan investasi setiap hari.

• Pemegang Unit Penyertaan tidak perlu mengadministrasikan dan mengelola pencatatan keuangan portofolio investasinya. Bank Kustodian Reksa Dana BNIS SAHAM SYARIAH akan mengelola pencatatan administrasi Efek dan kemudian diaudit oleh Akuntan Publik setiap tahun.

• Pemegang Unit Penyertaan dapat mengetahui NAB dan saldo investasi di reksa dana hanya dengan mengirimkan SMS (Short Messages Services) ke Manajer Investasi

c. Dikelola Secara Profesional

Dalam melakukan pemilihan portofolio, BNIS SAHAM SYARIAH dikelola dan dimonitor dari waktu kewaktu oleh Komite Investasi, Tim Investasi dan Dewan Pengawas Syariah.

d. Informasi PORTOFOLIO Investasi

Manajer Investasi akan mengirimkan laporan kepada Pemegang Unit Penyertaan mengenai komposisi portofolio BNIS SAHAM SYARIAH sebulan sekali, atau apabila diperlukan Pemegang Unit Penyertaan dapat setiap saat mengakses melalui website www.bnireksadana.com.

e. Likuiditas

Setiap saat Pemegang Unit Penyertaan dapat menjual kembali Unit Penyertaannya sehingga memberikan keleluasaan untuk mengatur kebutuhan keuangannya, dilain pihak, Manajer Investasi sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK wajib membeli kembali setiap kali Pemegang Unit Penyertaan melakukan penjualan kembali (redemption). Tata Cara Penjualan Kembali Unit Penyertaan akan mengacu pada tata cara Penjualan Kembali Unit Penyertaan dalam prospektus ini.

f. Hasil Investasi Bebas Pajak

Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jendral Pajak, Nomor SE-18/PJ.42/1996, tanggal 30 April 1996, perihal Pajak Penghasilan atas Usaha Reksa Dana (seri PPh umum No. 30), butir No. 6 yang mengatur PPh atas reksa dana yang berbentuk KIK, disebutkan bahwa bagian Laba termasuk Penjualan Kembali Unit Penyertaan tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan.

g. Pengawasan Dewan Pengawas Syariah atas Pengelolaan Investasi

Untuk menjaga dilaksanakannya Prinsip-prinsip Syariah, dana pemegang Unit Penyertaan yang diinvestasikan akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah

Sedangkan Risiko investasi dalam BNIS SAHAM SYARIAH dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: a. RISIKO PERUBAHAN KONDISI EKONOMI, POLITIK HUKUM DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Perubahan kondisi perekonomian, politik, hukum dan peraturan perundang-undangan, termasuk perubahan atau perbedaan interpretasi peraturan perundang-undangan yang material terutama di bidang perpajakan, di dalam maupun di luar negeri atau peraturan khususnya di bidang Pasar Uang dan Pasar Modal dapat mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek serta perusahaan penerbit surat berharga di Pasar Uang dimana BNIS SAHAM SYARIAH melakukan investasi. Hal ini akan juga mempengaruhi kinerja portofolio investasi BNIS SAHAM SYARIAH.

(21)

21

b. RISIKO BERKURANGNYA NILAI UNIT PENYERTAAN

Nilai Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH dapat berfluktuasi akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana yang bersangkutan. Terjadinya penurunan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan dapat disebabkan antara lain oleh perubahan harga efek bersifat ekuitas dan efek lainnya dalam Portofolio BNIS SAHAM SYARIAH.

c. RISIKO LIKUIDITAS

Dalam hal terjadi tingkat penjualan kembali (redemption) oleh Pemegang Unit Penyertaan yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang pendek, pembayaran tunai oleh Manajer Investasi dengan cara mencairkan portofolio BNIS SAHAM SYARIAH dapat tertunda.

Hal tersebut dikarenakan Pembayaran atas penjualan kembali (redemption) Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan dipengaruhi oleh tingkat likuiditas efek-efek yang terdapat dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH. Kurang atau tidak likuidnya suatu efek dalam portofolio BNIS SAHAM SYARIAH yang harus dijual oleh Manajer Investasi, dapat mengakibatkan Manajer Investasi tidak dapat dengan segera menyediakan dana tunai untuk melunasi penjualan kembali Unit penyertaan tersebut.

Dalam kondisi luar biasa (force majeure) atau kejadian-kejadian (yang dapat maupun tidak dapat diperkirakan sebelumnya) di luar kekuasaan Manajer Investasi, penjualan kembali dapat pula dihentikan untuk sementara sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan BAPEPAMdan LK.

d. RISIKO WANPRESTASI

Manajer Investasi akan berusaha memberikan hasil investasi terbaik kepada Pemegang Unit Penyertaan. Namun dalam kondisi luar biasa, bank dan penerbit surat berharga dimana BNIS SAHAM SYARIAH berinvestasi atau pihak lainnya yang berhubungan dengan BNIS SAHAM SYARIAH dapat wanprestasi (default) dalam memenuhi kewajibannya. Hal ini akan mempengaruhi hasil investasi BNIS SAHAM SYARIAH.

Dalam hal terjadi faktor-faktor risiko seperti tersebut di atas, Manajer Investasi dapat melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar yang mungkin terjadi.

(22)

BAB IX

ALOKASI BIAYA DAN IMBALAN JASA

Dalam pengelolaan BNIS SAHAM SYARIAH terdapat biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh BNIS SAHAM SYARIAH, Manajer Investasi maupun Pemegang Unit Penyertaan. Perincian biaya-biaya dan alokasinya adalah sebagai berikut:

9.1. BIAYA YANG MENJADI BEBAN BNIS SAHAM SYARIAH

a. Imbalan jasa Manajer Investasi yang dihitung secara harian dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH berdasarkan 365 hari per tahun atau 366 hari per tahun kabisat dan dibayarkan setiap bulan.

b. Imbalan jasa Bank Kustodian yang dihitung secara harian dari Nilai Aktiva Bersih BNIS SAHAM SYARIAH berdasarkan 365 hari per tahun atau 366 hari per tahun kabisat dan dibayarkan setiap bulan.

c. Biaya transaksi Efek dan registrasi Efek.

d. Biaya pencetakan dan distribusi pembaharuan Prospektus, termasuk laporan keuangan tahunan kepada Pemegang Unit Penyertaan dan biaya pemberitahuan termasuk pemasangan berita di surat kabar mengenai perubahan Kontrak Investasi Kolektif dan atau prospektus (jika ada) setelah BNIS SAHAM SYARIAH dinyatakan efektif oleh BAPEPAMdan LK.

e. Biaya pencetakan dan distribusi Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang timbul setelah BNIS SAHAM SYARIAH dinyatakan efektif oleh BAPEPAMdan LK.

f. Biaya jasa auditor yang memeriksa laporan keuangan tahunan setelah BNIS SAHAM SYARIAH mendapat pernyataan efektif dari BAPEPAMdan LK.

g. Pengeluaran pajak yang berkenaan dengan pembayaran imbalan jasa dan biaya-biaya di atas. h. Biaya lain dalam hal terjadi keadaan mendesak untuk kepentingan BNIS SAHAM SYARIAH. 9.2. BIAYA YANG MENJADI BEBAN MANAJER INVESTASI

a. Biaya persiapan pembentukan BNIS SAHAM SYARIAH yaitu biaya pembuatan Kontrak Investasi Kolektif, Prospektus Awal dan pendistribusian Prospektus Awal serta penerbitan dokumen-dokumen yang diperlukan termasuk imbalan jasa Akuntan, Konsultan Hukum dan Notaris.

b. Biaya administrasi pengelolaan portofolio BNIS SAHAM SYARIAH yaitu biaya telepon, faksimili, fotokopi dan transportasi.

c. Biaya pemasaran termasuk biaya pencetakan brosur, biaya promosi dan iklan dari BNIS SAHAM SYARIAH. d. Biaya penerbitan dan distribusi Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan, Formulir Pembukaan

Rekening, Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan dan Formulir Pengalihan Unit Penyertaan.

e. Biaya pengumuman di 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional mengenai laporan penghimpunan dana kelolaan BNIS SAHAM SYARIAH paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kerja setelah Pernyataan Pendaftaran BNIS SAHAM SYARIAH menjadi efektif.

f. Imbalan jasa Dewan Pengawas Syariah (DPS).

g. Biaya pembubaran dan likuidasi BNIS SAHAM SYARIAH dalam hal BNIS SAHAM SYARIAH dibubarkan dan dilikuidasi.

9.3. BIAYA YANG MENJADI BEBAN PEMEGANG UNIT PENYERTAAN

a. Biaya pembelian Unit Penyertaan (subscription fee) yang dihitung berdasarkan nilai setiap transaksi yang dikenakan pada saat calon Pemegang Unit Penyertaan melakukan pembelian Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH.

b. Biaya penjualan kembali Unit Penyertaan (redemption fee) yang dihitung berdasarkan nilai setiap transaksi yang dikenakan pada saat pemegang Unit Penyertaan melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH yang dimilikinya.

c. Biaya transfer bank atau pemindahbukuan sehubungan dengan pembelian Unit Penyertaan oleh Pemegang Unit Penyertaan, pengembalian sisa uang pembelian Unit Penyertaan yang ditolak, hasil pencairan seluruh Unit Penyertaan dalam hal kepemilikan Unit Penyertaan di bawah saldo minimum, pembagian Hasil Investasi dan pembayaran hasil penjualan kembali Unit Penyertaan ke rekening Pemegang Unit Penyertaan (bila ada).

d. Pajak-pajak yang berkenaan dengan Pemegang Unit Penyertaan (bila ada).

9.4. Biaya Konsultan Hukum, biaya Notaris dan atau biaya Akuntan setelah BNIS SAHAM SYARIAH menjadi efektif menjadi beban Manager Investasi, Bank Kustodian dan atau BNIS SAHAM SYARIAH sesuai dengan pihak yang memperoleh manfaat atau yang melakukan kesalahan sehingga diperlukan jasa profesi dimaksud.

(23)

23

9.5 ALOKASI BIAYA

JENIS BNIS SAHAM SYARIAH

(%) KETERANGAN

Dibebankan Kepada Reksa Dana a. Imbalan Jasa Manajer Investasi b. Imbalan Jasa Bank Kustodian Maks. 1,8% 0,20%

Per tahun dari Nilai Aktiva bersih BNIS SAHAM SYARIAH yang dihitung secara harian berdasarkan 365 hari per tahun atau 366 hari per tahun kabisat dan dibayarkan setiap bulan.

Dibebankan kepada pemegang Unit Penyertaan

a. Biaya pembelian (subscription fee) b. Biaya penjualan kembali

(redemption fee)

Maks. 0,50% Maks. 1.00% Maks. 0.25%

0%

Dihitung berdasarkan nilai setiap transaksi

Investasi selama < dari 3 (tiga) bulan

Investasi selama 3 (tiga) bulan sampai dengan < dari 6 (enam) bulan

Investasi selama 6 (enam) bulan atau lebih

Biaya dihitung berdasarkan nilai setiap transaksi

(24)

BAB X

HAK-HAK PEMEGANG UNIT PENYERTAAN

Dengan tunduk pada syarat-syarat sesuai tertulis dalam Kontrak Investasi Kolektif, setiap Pemegang Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH mempunyai hak-hak sebagai berikut :

1. Memperoleh Bukti Kepemilikan BNIS SAHAM SYARIAH Yaitu Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan

Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang akan diterbitkan dan disampaikan dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah (i) Tanggal Emisi, dengan ketentuan aplikasi pembelian Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH dari Pemegang Unit Penyertaan telah lengkap dan diterima dengan baik (in complete application) oleh Manajer Investasi dan atau Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (jika ada) dan pembayaran pembelian Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH dari Pemegang Unit Penyertaan telah diterima dengan baik (in good fund) oleh Bank Kustodian dalam Masa Penawaran, (ii) Tanggal Pelunasan Parsial dan Tanggal Pelunasan Akhir atau tanggal dilakukannya Pelunasan Lebih Awal.

Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan akan menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dibeli, dimiliki atau dilunasi serta Nilai Aktiva Bersih setiap Unit Penyertaan pada saat Unit Penyertaan tersebut dibeli atau dilunasi. Selain itu Pemegang Unit Penyertaan juga akan menerima Laporan Bulanan Kepemilikan Unit Penyertaan yang menyatakan jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki serta Nilai Aktiva Bersih setiap Unit Penyertaan pada akhir bulan yang bersangkutan, yang akan dikirimkan oleh Bank Kustodian selambat-lambatnya dalam waktu 12 (dua belas) Hari Bursa setelah akhir bulan yang bersangkutan.

2. Memperoleh Pembagian Hasil Investasi Sesuai Kebijakan Pembagian Hasil Investasi

Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak untuk mendapatkan pembagian Hasil Investasi sesuai dengan kebijakan Pembagian Hasil Investasi.

3. Memperoleh Informasi Nilai Aktiva Bersih Per Unit Penyertaan Sekurang-kurangnya Satu Kali dalam Satu Bulan Pada Tanggal Pengumuman Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Pemegang Unit Penyertaan berhak mendapatkan informasi tentang Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan BNIS SAHAM SYARIAH melalui surat kabar yang berperedaran nasional pada Hari Bursa atau dengan menghubungi Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (jika ada).

4. Memperoleh Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

Pemegang Unit Penyertaan berhak memperoleh laporan bulanan (selanjutnya disebut ”Laporan Bulanan”), dimana: • apabila pada bulan sebelumnya terdapat mutasi (pembelian dan atau penjualan kembali) atas jumlah Unit

Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan, selambat-lambatnya pada hari ke-12 (kedua belas) bulan berikut yang memuat sekurang-kurangnya:

(1) nama, alamat, judul akun, dan nomor akun dari Pemegang Unit Penyertaan, (2) jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki pada awal periode,

(3) tanggal, Nilai Aktiva Bersih dan jumlah Unit Penyertaan yang dibeli atau dijual kembali (dilunasi) pada setiap transaksi selama periode,

(4) tanggal setiap pembagian uang tunai (jika ada), (5) portofolio yang dimiliki,

(6) status pajak dari penghasilan yang diperoleh Pemegang Unit Penyertaan selama periode tertentu dengan tetap memperhatikan kategori penghasilan dan beban,

sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BAPEPAM No. X.D.1 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor Kep-06/PM/2004 tanggal 9 Pebruari 2004 tentang Laporan Reksa Dana (“Peraturan BAPEPAM No. X.D.1”); atau

• apabila pada bulan sebelumnya tidak terdapat mutasi (pembelian dan atau penjualan kembali) atas jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan, selambat-lambatnya pada hari ke-12 (kedua belas) bulan berikut yang memuat sekurang-kurangnya:

(1) Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada akhir bulan,

(2) jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan, (3) total nilai Unit Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan, dan

(4) informasi bahwa tidak terdapat mutasi (pembelian dan/atau penjualan kembali) atas Unit Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan pada bulan sebelumnya.

Referensi

Dokumen terkait

3) Urutkan nilai jarak tersebut, dari yang nilainya terkecil hingga yang terbesar. 4) Tentukan jarak terdekat sebanyak nilai k yang telah ditentukan. 5) Hitunglah error rate

Bagi guru SMA Negeri 7 Surakarta dapat menjadikan sebagai bahan informasi tentang hubungan antara persepsi pola asuh demokratis orangtua dengan komunikasi

Pengertian kunci: Media sebagai alat berbagi pengalaman adalah media yang bisa mendorong semua peserta untuk berdiskusi dan bertukar pikiran/ informasi (dalam diskusi kelompok

Karakteristik histologi kelenjar aksesori mun- cak adalah ditemukannya kelenjar prostat yang berbentuk pars diseminata dengan kelenjar-kelenjar sekretori tersebar di sekeliling

Karya tulis ini sepenuhnya merupakan karya intelektual Saya dan seluruh sumber yang menjadi rujukan dalam karya tulis ini telah Saya sebutkan sesuai kaidah akademik yang

Berdasarkan latarbelakang yang telah dijelaskan diatas, peneliti akan melakukan penelitian tentang pengaruh lama duduk berkendara dengan keluhan low back pain

Sekiranya anda melihat atau mengesyaki kejadian sogokan atau rasuah (yang sebenar, disyaki atau berpotensi) di kalangan Kumpulan TCMH atau ada alasan untuk

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa sikap berpengaruh meningkatkan persepsi mahasiswa non muslim asrama unsyiah terhadap keberadaan bank syariah, kepribadian