• Tidak ada hasil yang ditemukan

K a b a r I t a h. Keberhasilan Awal di Kalimantan Timur. Editorial. Edisi 31 : Januari - Maret 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "K a b a r I t a h. Keberhasilan Awal di Kalimantan Timur. Editorial. Edisi 31 : Januari - Maret 2012"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Edisi 31 : Januari - Maret 2012

K a b a r I t a h

Editorial

Membangun kerjasama dengan organisasi lain adalah hal yang baik untuk merangsang pemikiran. Di Toronto awal Maret ini, YTS menghadiri presentasi selama dua hari tentang Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan dalam gathering tahunan Prospectors and Developers Association di Kanada.

Baru-baru ini di London, kami ambil bagian dalam diskusi bersama tentang perusahaan ekstraktif dan konservasi kera. Pada dasarnya, topik diskusi dalam kedua acara ini sama, yaitu tentang bertanggung jawab terhadap masyarakat di mana pembangunan mineral kemungkinan berdampak be-sar, agar bisa mempertajam manfaat dan mengurangi dampak negatifnya. Secara global, perusahaan yang bergerak dalam bidang mineral saat ini sedang menghadapi tantangan yang sama dalam menjalin hubungan dengan masyarakat dan pemerintah setempat. Kedua acara ini membuka kesempatan untuk mendengar pen-galaman dari berbagai belahan dunia tentang cara yang diterapkan dalam menghadapi tantangan tersebut. Tahun ini YTS mulai berfokus pada dua hal: mengurangi dampak sensitif dari keanekaragaman hayati; dan me-mastikan bahwa masyarakat sepenuh-nya sadar dan setuju dengan kegiatan eksplorasi yang akan dilaksanakan di daerah mereka.

Kami akan memulai studi awal keanekaragaman hayati agar bisa memahami keadaan di wilayah eksplorasi. Kami juga mulai memberi tahu masyarakat tentang rencana eksplorasi untuk memahami

kekhawatiran mereka tentang lokasi eksplorasi tersebut.

Kami berharap langkah yang kami ambil akan membuat kami waspada akan berbagai kekhawatiran dalam dua hal tersebut.

Keberhasilan Awal di Kalimantan Timur

Kegiatan di Jelai, Kalimantan Timur saat ini terlaksana dengan baik. Tim kami yang baru, Annaliza dan Willem Molle, telah bekerja keras sejak pertengahan Januari lalu untuk menjalin kembali

hubungan dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

Tim kami berhasil memulai kembali kegiatan di tiga desa – Terindak, Bunau dan Tenggiling; dan mendampingi ketiganya dalam proses perencanaan tahunan (Musrenbang) yang dimulai di tingkat desa akhir Januari lalu. kegiatan Musrenbang berlanjut ke tingkat kecamatan pada bulan Februari.

Proses Musrenbang menjadi jalan bagi Anna dan Willem untuk bekerja sama dengan staf dinas

ngetahui bahwa YTS kembali lagi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. Terutama, mereka senang dengan semangat ker-jasama yang dibawa oleh YTS. Beberapa dinas teknis sudah diajak berdiskusi tentang bagaimana menghubungkan masyarakat de-ngan layanan program yang ada. Selama ini pula, Anna dan Willem membantu menggali masalah mata pencaharian yang mereka harap dibantu pada tahun 2012 – terutama dalam budidaya karet dan ikan. Anna dan Willem membantu mengidentifikasi tenaga ahli untuk kedua bidang ini dan program dukungan teknis untuk keduanya akan akan dimulai bulan April. Secara keseluruhan, ini adalah awal yang bagus untuk kegiatan di

Anna (kiri), Koordinator Program untuk YTS di Jelai mengunjungi Yuspin (kanan), salah satu anggota Kelompok Peminat Program Budidaya Ikan, berdikskusi tentang pengalaman dan masalah yang dihadapi dalam budidaya ikan

(2)

Tahun ini, staf pemerintah terlibat lebih aktif dalam perencanaan tahunan Musrenbang di Kecamatan Damang Batu yang menjadi lokasi Kahayan Project

Musrenbang Kecamatan di Desa-desa Kahayan

pembangunan tahunan. Pagu indikatif dengan jelas memuat anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk pembangunan di tingkat desa. Berkat pagu indikatif, masyarakat sekarang lebih mudah menyesuaikan proposal yang mereka ajukan dan memperbaiki proses penyusunan prioritas pembangunan selama ini. Sebelum ada kebijakan pagu indikatif, masyarakat selalu mengajukan proposal dengan daftar yang panjang tetapi jarang disetujui, karena proposalnya tidak sesuai dengan alokasi anggaran. Kebijakan pagu indikatif menghindari kebingungan dan mengoptimalkan kemungkinan masyarakat untuk mendapat dukungan pembangunan. Dengan strategi ini, pemerintah juga berharap bisa mengharmonisasi program pembangunan dan kegiatan di tingkat desa. Sejauh ini, kebijakan pagu indikatif sudah diterapkan dengan baik di dua kecamatan dampingan, Damang Batu dan Kahayan Hulu Utara, dan sudah membuahkan hasil yaitu masyarakat dan pemerintah menyepakati prioritas pembangunan yang diajukan. Diharapkan, kebijakan ini juga bisa diterapkan di kecamatan dampingan Miri Manasa sebelum akhir 2013.

Secara keseluruhan, YTS melihat perkembangan besar dalam proses Musrenbang tahun ini, terutama dalam hal peningkatan partisipasi pemerintah dalam proses perencanaan dan meningkatnya komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Namun demikian, tahap berikutnya yang terus dikerjakan YTS adalah memasti-kan bahwa meningkatnya partisipasi pemerintah dalam proses Musrenbang tidak serta merta menggantikan po-tensi masyarakat dalam mengambil keputusan secara internal untuk pembangunan mereka di kemudian hari. Perkembangan proses Musrenbang Kecamatan di Kahayan

tahun 2012 ini sangat menggembirakan, yang menjadi bukti keberhasilan pendekatan YTS di Kalimantan Tengah. Program Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang baru dimulai Januari ini telah memberi pengaruh besar pada Musrenbang dan membawa peningkatan yang signifikan dalam program pemberdayaan ini secara keseluruhan. Meningkatnya partisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat YTS telah menarik minat dan rasa ingin tahu masyarakat terhadap proses Musrenbang, yang juga menambah jumlah peserta yang terlibat. Dampak positif ini merupakan gambaran bahwa mempersempit jurang komunikasi antar pemerintah dan masyarakat bisa membawa manfaat bagi pembangunan.

Langkah pemerintah yang paling menarik masyarakat tahun ini adalah kebijakan Pagu Indikatif: kebijakan ini menjadi terobosan baru dalam pembangunan Gunung Mas untuk meningkatkan proses dan dampak dari

Tahun ini musrenbang jauh lebih baik dan lebih menarik.

Dari sisi persiapan prosesnya dilakukan secara matang

dan bagi saya cukup bersejarah karena untuk pertama

kalinya RW I dan RW II menghadiri kegiatan ini dengan

jumlah peserta sama banyak. Sebelumnya RW II yang

merupakan warga asli Mangkuhung tidak mau datang dan

berbaur dengan warga RW satu yang banyak pendatang.

Hal ini berkat pendekatan fasilitator dari YTS. Dari sisi

pelaksanaan, prosesnya berjalan tertib dan lancar sampai

dengan pengambilan keputusan.

Surya Bestary, Ketua KKD, Mangkuhung-Miri Manasa

(3)

Tahun 2009, YTS membuat film berjudul “Mercury: The Burning Issue” yang menunjukkan cara mencegah po-lusi udara akibat pembakaran amalgam emas dengan peralatan sederhana. Film ini bisa diunduh gratis dari situs YouTube. Kami berharap segera membuat lanju-tan film ini, tenlanju-tang mencegah pencemaran raksa pada tanah dan air dari kegiatan tambang tradisional.

Agak sulit membayangkan kehidupan para penam-bang – pekerjaan mereka keras dan cukup berbahaya, termasuk terhadap racun bahan kimia. YTS sedang

menguji coba alternatif pengolahan emas yang bebas raksa bersama para penambang, termasuk penggu-naan teknologi tinggi seperti meja goyang dan alat sen-trifugal. Kami berharap para penambang bisa kembali menggunakan air dan gravitasi untuk mengolah emas, agar lingkungan mereka dan kita lebih aman.

Mengkomunikasikan kegiatan pengolahan emas ini ke-pada dunia akan lebih mudah jika divisualisasikan den-gan jelas. Karena itu, kami sangat senang ketika UNEP akan memuat fitur kegiatan lapangan YTS dalam film dokumenter pendek, berisi dokumentasi upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan air raksa. Advokasi UNEP dalam kebijakan penggunaan raksa secara global tidak memperbolehkan perdagangan raksa di banyak negara di dunia. Ini menguntungkan karena harga raksa akan naik sehingga membatasi penggunaan dan polusi yang berlebihan. Maka, seka-rang adalah saat yang tepat untuk menguji coba teknik pengolahan ini kepada penambang, karena mereka juga sedang berusaha berhenti menggunakan raksa. Kami menyambut baik jika ada kesempatan menyoroti kegiatan kami di Kalimantan Tengah, sebab penting untuk mengkomunikasikan kegiatan ini. Kami harapkan, film dan media yang kami produksi bisa menjadi bahan edukasi untuk menghindari penggunaan raksa di masa yang akan datang.

Indonesia mempresentasikan dengan rinci tentang dampak air raksa; dan Kartie Vitamerry menjelaskan bagaimana menyebarkan media dan pesan kesehatan ini kepada masyarakat. Dengan peserta yang sebagian besar dari sektor kesehatan dan pendidikan, kami ber-harap pesan kesehatan ini diteruskan melalui sekolah-sekolah dan klinik, dan juga dinas pemerintah lainnya. ‘Tumbuh Sehat bebas Air Raksa’ adalah slogan

kampanye media kami yang terbaru, yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya air raksa. Tahun ini, kami menyusun materi yang dirancang secara khusus untuk menginformasikan kepada kaum perempuan dan anak-anak tentang bahaya air raksa, karena mereka adalah kelompok masyarakat yang paling rentan terkena dampak kesehatan akibat air raksa

dibandingkan dengan kaum pria. Saat ini kami sedang memulai

kampanye media di seluruh Kalimantan Tengah, yang ditujukan utamanya kepada para pengguna air raksa, selain juga kepada masyarakat luas. Bahkan, materi media kami juga disusun agar bisa digunakan di wilayah lain di Indonesia, dan sudah digunakan dengan baik di Sulawesi, Jawa dan Lombok. Dalam seminar kesehatan yang kami selenggarakan baru-baru di UN REDD+ Palangka Raya, kami mengundang praktisi dari kalangan pemerintah dan masyarakat – berbagi pengetahuan baru untuk diteruskan kepada masyarakat, dan menyebarkan media informasi. Tiga presentasi disajikan dalam acara ini: Sumali Agrawal menjelaskan pendeka-tan lapangan YTS, pembicara tamu, Dr Rachmadhi Purwana dari Universitas

Raksa dan Pencegahannya: Cara Terbaik untuk Hidup Sehat

Para praktisi kesehatan dari berbagai dinas pemerintah berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang Raksa dalam Seminar Kesadaran Lingkungan di Palangka Raya

Kegiatan Lapangan dalam Media

(4)

Tahun ini, YTS menarik perhatian para petani di Bukit Batu dengan metode baru, yaitu cara membuat dan memakai Biochar dan Bokashi. Kegiatan dimulai dengan memperkenalkan praktek pertanian organik dalam pelatihan pen-dahuluan selama sehari di demplot percobaan milik YUM di Banturung.

Kemudian, kami mendatangi lokasi pertanian milik anggota KPP, dan membagikan satu cerobong asap kepada setiap kelompok. Semua KPP saat ini sudah menyelesaikan pelatihan pertama tentang membuat Biochar menggunakan metode cerobong asap. Dalam pelatihan, peserta membakar tiga karung ser-buk gergaji dibakar, yang menghasilkan satu karung Biochar untuk dijual atau digunakan sendiri. Para petani sangat senang mencoba cara ini, karena bisa membuat produk baru yang bermanfaat dengan mudah dan hanya memakai bahan sisa bangunan.

Semua jenis biomassa bisa dibakar, menggu-nakan drum minyak atau cerobong sederhana, atau bahkan hanya dengan menggali lubang di tanah. Kunci pembuatan Biochar terletak pada proses pem-bakaran yang perlahan. Cara ini membuat gas yang di dalam kayu keluar sehingga terbakar, bukan membakar kayu itu sendiri. Proses ini dikenal sebagai prolisis, yang menghasilkan arang berkualitas tinggi dan menahan hingga 70% karbon setelah proses pembakaran. Dengan bercampur tanah atau ditaburkan di bagian atas tanah, Biochar membantu pertumbuhan mikro-organisme, meningkatkan kapasitas pertukaran kation

dalam tanah dan kemampuan tanaman menyerap nutrisi. Biochar juga meningkatkan penyimpanan air dan membantu menetralkan pH tanah yang penting untuk memperbaiki kondisi tumbuh di daerah pasir dan gambut. Kita semua ingin melakukan apa saja untuk menghindari konsekuensi pemanasan iklim global yang merusak. Biochar membuka peluang perubahan besar dengan mengembalikan karbon, yang berguna bagi tanah dan atmosfir. Penggunaan Biochar memungkinkan penyerap-an karbon jpenyerap-angka ppenyerap-anjpenyerap-ang dengpenyerap-an cara ypenyerap-ang murah dpenyerap-an mudah, sangat bermanfaat bagi para petani.

Di Banturung, kaum ibu anggota Kelompok Peminat Program Biochar belajar proses pembuatan biochar untuk meningkatkan kualitas tanah pertanian

Biochar di Bukit Batu

Pelaksana Program di YTS memegang peran yang penting: kualitas pendampingan dan dukungan mereka terhadap masyarakat lokal adalah jaminan bagi dam-pak positif dari program YTS. Peningkatan kapasitas mereka untuk mengelola dan melaksanakan program pembangunan merupakan bagian dari komitment YTS kepada masyarakat. Untuk itu, YTS mengadakan Loka-karya Penguatan Kapasitas Pelaksana Program pada 7 Mei 2012 di Palangka Raya, dengan metode partisipatif yang memungkinkan semua staf berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain untuk mengembangkan ket-erampilan manajemen mereka. Tujuan

utama lokakarya ini adalah meningkat-kan pengetahuan staf tentang sejarah, filosofi dan etika YTS. YTS mengha-ruskan staf melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui manajemen terbuka, serta keterampilan mendengar dan berkomunikasi dan menghargai nilai dan tradisi masyarakat.

Semua Pelaksana Program YTS terlibat dalam lokakarya ini, di mana dilakukan simulasi keadaan yang umumnya dihadapi di lapangan. Peserta dibagi dalam kelompok yang bermain peran, kemudian membahas tantangan yang dihadapi dan jalan keluar yang bisa diambil dalam contoh simulasi kasus.

Para peserta belajar menerapkan metode praktek terbaik di dalam kerangka etika YTS. Pelaksana program yang terdahulu dan yang baru saling berbagi dalam suasana yang ramah dan dinamis, dan semua peserta didorong untuk memberikan komentar serta perspektif mereka terhadap hasil role play. Semua peserta menyatakan puas dengan pelatihan ini, karena dirasa menyenangkan dan memperkaya pengetahuan. YTS berharap kinerja pelaksana program semakin baik di lapangan dan di kantor, dengan menerapkan pembelajaran yang didapat dari lokakarya ini.

Penguatan Kapasitas Staf YTS

Pelaksana Program YTS yang baru, Ersland (kiri) dan Hendra (kedua dari kiri) berbagi bersama staf lainnya, Lia (kedua dari kanan) dan Horma (kanan) dalam sesi lokakarya Penguatan Kapasitas di Palangka Raya

(5)

Masyarakat dampingan kami sepertinya akan melihat lebih banyak realisasi pembangunan tahun depan, berkat kebijakan pagu indikatif yang baru. Diluncurkannya kebijakan ini memberikan perubahan yang mendasar pada program

penguatan tata pemerintahan yang baru berjalan, karena masyarakat lebih mudah menyesuaikan proposal mereka dengan anggaran yang tersedia di pemerintah. Artinya, proposal yang diajukan memiliki kemungkinan realisasi yang lebih besar daripada sebelumnya.

Ide dan inisiatif untuk menginformasikan pagu indikatif kepada masyarakat ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Tetapi, belum ada tindakan yang diambil hingga awal tahun ini.

Bulan Januari, Bappeda Gunung Mas meluncurkan pagu indikatif sebelum pelaksanaan Musrenbang di semua tingkat pemerintahan. Kepala Bappeda, Yansiterson, menyatakan ingin merealisasikan hal ini setelah lokakarya dengan YTS tahun lalu. Beliau yakin kebijakan ini akan membawa perubahan sig-nifikan dalam tatanan pemerintahan Gunung Mas. Bagaimanapun, kebijakan ini tidak diluncurkan tanpa konsekuensi. Pemerintah desa harus memi-liki kapasitas untuk memfasilitasi dan memproses kegiatan perencanaan dan penganggaran desanya. Jika tidak, kebijakan ini tidak akan membawa man-faat maksimal bagi masyarakat. Kualitas perenca-naan dan penganggaran mereka akan menentukan bagaimana desa mengakses dana pembangunan dari satuan kerja pemerintahan daerah yang ada. Dua dari tiga kecamatan dampingan YTS sudah menggunakan pagu indikatif ini sebagai referensi perencanaan desa, sehingga menghasilkan propos-al yang efisien. Namun, pekerjaan rumah bagi pro-gram adalah mempromosikan dan memastikan keberlan-jutan inisiatif ini, dan pada saat yang sama memperkuat kapasitas dan kemampuan masyarakat untuk menyerap dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

Dalam rangka ini, YTS telah menyusun serangkaian pelatihan dan lokakarya untuk untuk membangun kapasitas masyarakat dan pemerintah selama triwulan

(a & b) Penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah desa membuat mereka lebih percaya diri dalam berurusan dengan program pembangunan dan dengan staf pemerintah di tingkat kabupaten, yang semakin kuat lagi dengan dukungan kebijakan pagu indikatif yang baru

Pagu Indikatif didistribusikan di Gunung Mas

…Dukungan YTS terhadap upaya meningkatkan kualitas

dan perencanaan dan penganggaran kabupaten kita sangat

penting dan bermanfaat. Saat ini kita akan berkonsentrasi

pada penyempurnaan kebijakan pagu indikatif kecamatan

dengan belajar dari kabupaten Kebumen. Meskipun ada

banyak tantangan untuk memastikan kebijakan ini berhasil

dengan baik, saya tidak akan mundur! Kebijakan pagu indikatif

kecamatan akan terus kita gulirkan…

Yansiterson, Kepala Bappeda, dalam Forum SKPD, 14 Maret 2012 di

kedua program ini. Kami juga sedang mempersiapkan tim kunci untuk kunjungan kerja dan studi banding di kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dan Tuban, Jawa Timur. Kami harap tim yang berangkat akan belajar keberhasilan dari dua kabupaten ini, dan menerapkan intervensi yang sama di desa dan kecamatan mereka. Dengan demikian, kebijakan baru ini tidak hanya menjadi keputusan internal, tetapi akan bermanfaat bagi perencanaan pembangunan di Gunung Mas di masa yang akan datang.

b a

(6)

Desa Banturung terletak sekitar 32 kilometer ke utara dari ibu kota propinsi, Palangka Raya, dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan Bukit Batu. Meskipun baru diresmikan tahun 1964 desa ini sudah ada jauh sebelumnya. Banturung awalnya dimulai dari pemukiman yang dibuka oleh seorang petani dari Tangkiling, yang pindah bersama keluarganya.

Perubahan penduduk baru dimulai tahun 1961, ketika sejumlah besar pendatang dari Jawa masuk untuk bekerja di pembangunan jalan di Palangka. Sejak itu, populasinya semakin bertambah. Sekarang, dengan luas

wilayah total 72 km2, Banturung dihuni oleh 889 kepala

keluarga yang kebanyakan pendatang dari Jawa, Bali dan Banjar, bersama masyarakat asli Dayak lainnya.

Profil Desa: Banturung

REDD+ di Kalimantan

Bulan Februari dan Maret, YTS berpartisipasi dalam beberapa pertemuan dalam tema REDD+. Pertengahan Februari, diadakan lokakarya bertema ‘Green Economy’, yang menampilkan Pavan Sukhdev, mantan Ketua UNEP untuk Green Economy Initiative. Pada bulan Maret, YTS berbagi informasi tentang kegiatan dalam lokakarya koordinasi yang diselenggarakan oleh UNORCID.

Asosiasi Prospektor dan Developer Kanada

Di awal Maret, YTS mengambil bagian dalam presentasi dan diskusi selama dua hari di Toronto tentang tanggung jawab sosial perusahaan eksplorasi dan pertambangan. Banyak topik pembahasan yang relevan dengan kegiatan yang dilakukan YTS untuk PT Kalimantan Surya Kencana yang disoroti dalam acara ini.

Industri Ekstraktif dan Perlindungan Kera Besar

Di London, akhir Maret, pimpinan YTS menghadiri diskusi bersama tentang industri ekstraktif dan perlindungan kera besar, membahas tentang bagaimana industri seperti tambang bisa membangu meningkatkan konservasi spesies seperti orangutan dan siamang.

Kilas Berita

Agenda

Diterbitkan oleh:

Yayasan Tambuhak Sinta Jl. Badak VII No. 2 Bukit Tunggal Palangka Raya 73112 Kalimantan Tengah-Indonesia Telp. +62 (0536) 3237184 Fax. +62 (0536) 3229187 Email:[email protected] Website: www.tambuhaksinta.com Rekening Bank:

Yayasan Tambuhak Sinta BNI 1946

Cabang Palangka Raya Kalimantan Tengah INDONESIA Nomor 0114981608 Swift: BNINIDJA

Kabar Itah

Kabar Itah adalah media informasi yang diterbitkan setiap triwulan oleh Yayasan Tam-buhak Sinta (YTS), afiliasi PT. Kalimantan Surya Kencana (KSK), sebuah perusahaan eksplorasi mineral.

April

Kunjungan kerja ke Tuban & Kebumen Kunjungan awal pelatihan oleh tenaga ahli karet

Mei

CLAP di Tumbang Hamputung

ToT : UNEP - Blacksmith Mercury Program Training dari SDM

Juni

Monitoring kegiatan KPP

Pertemuan rutin: YTS & KKD dan pemerintah desa Desa ini terletak di tengah Kecamatan Bukit Batu, dan memiliki segala manfaat sebagai ibukota kecamatan. Desa ini diresmikan sebagai kelurahan pada tahun 1961, dan sejak itu, pembangunan dimulai, dari pemasangan air, listrik dan pembangunan sarana kesehatan, hingga pembangunan lembaga-lembaga seperti klinik posyandu dan PKK.

Kelurahan ini memiliki akses yang baik menuju pasar dan layanan pemerintah lainnya; kantor kecamatan juga ada di desa ini. Di Banturung juga terdapat lokasi wisata dan rekreasi yang cukup dekat dengan Palangka Raya, salah satu yang juga menarik banyak orang untuk menghabiskan akhir pekan atau liburan di kelurahan ini.

Selain itu, masyarakat di sekitar Banturung juga

memanfaatkan sekolah yang ada di kelurahan tersebut, mengingat fasilitas pendidikannya terbilang bagus. Lokasi kelurahan yang relatif dekat dengan Palangka Raya juga memberi manfaat dalam hal pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

Kelurahan Banturung dihuni oleh penduduk dengan beragam mata pencaharian. Beberapa keluarga hidup dari bekerja sebagai buruh batu, membuat batu-bata, mengumpulkan hasil hutan, mencari ikan, bertani dan sebagian besar dari mereka berkebun sayur. ragam mata pencaharian ini sedikit banyaknya diakibatkan oleh beragam suku yang menghuninya. Banturung, dalam hal ini, bisa menjadi contoh di bagaimana masyarakat dari berbagai suku bisa hidup berdampingan satu sama lain.

Referensi

Dokumen terkait