II.. PPEENNDDAAHHUULLUUAANN
Prosedur penentuan tebal perkerasan kaku yang akan diuraikan disini berdasarkan buku Prosedur penentuan tebal perkerasan kaku yang akan diuraikan disini berdasarkan buku PETU
PETUNJUK NJUK PEREPERENCANNCANAAN AAN PERKPERKERASERASAN AN KAKU KAKU (RIG(RIGID ID PPAAVEMEVEMENT) NT) – – ST
STANDAR ANDAR KONSKONSTRUKSTRUKSI I BANGBANGUNAN UNAN INDOINDONESINESIA A (SKB(SKBI. I. 2.3.22.3.28.198.1988)88) yang yang juga
juga didasarkan didasarkan atas atas pedoman pedoman yang yang dikembangkan dikembangkan oleh oleh NASRA NASRA (Interm (Interm Guide Guide toto Pav
Pavemeement nt ThThickicknesness s esesign ign !"#!"#"$ "$ dendengan gan bebbeberaerapa pa penpenyesyesuaiuaian an yanyang g dipdipandandangang memenuhi kondisi di Indonesia%
memenuhi kondisi di Indonesia% II.
II. DASADASAR-DAR-DASAR SAR PEREPERENCANANCANAANAN
alam perencanaan perkerasan kaku& tebal pelat beton dihitung agar mampu memikul alam perencanaan perkerasan kaku& tebal pelat beton dihitung agar mampu memikul tegangan yang ditimbulkan oleh'
tegangan yang ditimbulkan oleh'
eban roda kendaraaneban roda kendaraan
Perubahan suhu dan kadar airPerubahan suhu dan kadar air
Perubahan volume pada lapisan ba)ahnyaPerubahan volume pada lapisan ba)ahnya
al
alam am perperencencanaanaan an tebtebal al pelpelat at betbeton on ditditeraerapkapkan n priprinsinsip p kelkelelahelahan an (*at(*atiguigue$& e$& dimdimanaana dianggap bah)a apabila perbandingan tegangan yang terjadi pada beton akibat beban roda dianggap bah)a apabila perbandingan tegangan yang terjadi pada beton akibat beban roda ter
terhadhadap ap kuakuat t lenlentur tur betbeton on (mo(moduldulus us o* o* ruprupturture& e& +R$+R$menmenuruurun& n& makmaka a jumjumlah lah reprepetisetisii pembebanan
pembebanan sampai sampai runtuh runtuh (*ailure$ (*ailure$ akan akan meningkat% meningkat% Apabila Apabila perbandingan perbandingan tegangantegangan tersebut sangat rendah& maka beton akan mampu memikul repetisi tegangan yang tidak tersebut sangat rendah& maka beton akan mampu memikul repetisi tegangan yang tidak terbatas tanpa kehilangan kekuatannya% Sebaliknya& apabila perbandingan tegangan yang terbatas tanpa kehilangan kekuatannya% Sebaliknya& apabila perbandingan tegangan yang terjad
terjadi i tinggtinggi& i& beton hanya akan beton hanya akan mampu memikumampu memikul l repetirepetisi si tegangtegangan an yang sangat terbatasyang sangat terbatas sebelum beton tersebut runtuh% eban lalu lintas yang akan dipikul oleh pelat beton sebelum beton tersebut runtuh% eban lalu lintas yang akan dipikul oleh pelat beton dinyatakan dalam kon*igurasi dan besarnya
dinyatakan dalam kon*igurasi dan besarnya beban sumbu%beban sumbu% ,ntuk menghitung tebal pelat beton dipakai - parameter ' ,ntuk menghitung tebal pelat beton dipakai - parameter '
.ekuatan tanah dasar yang dinyatakan dalam modulus reaksi tanah dasar (k$ yang.ekuatan tanah dasar yang dinyatakan dalam modulus reaksi tanah dasar (k$ yang
diperoleh melalui pengujian /Plate earing0% diperoleh melalui pengujian /Plate earing0%
TTebal dan jenis ebal dan jenis pondasi ba)ah (bila ada$%pondasi ba)ah (bila ada$%
.ekuatan beton yang dinyatakan dalam kuat tarik lentur (+odulus o* Rupture&.ekuatan beton yang dinyatakan dalam kuat tarik lentur (+odulus o* Rupture&
+R$& yang diperoleh dari pengujian kuat
+R$& yang diperoleh dari pengujian kuat lentur Third1Point 2oading%lentur Third1Point 2oading% III.AKTOR-AKTOR !ANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN III.AKTOR-AKTOR !ANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN
1)
1) Peranan dan tingkat pelayanan%Peranan dan tingkat pelayanan% +akin penti
+akin penting peranan jalan& dan ng peranan jalan& dan makin tinggi intensimakin tinggi intensitas lalu tas lalu lintas& maka makinlintas& maka makin tinggi pula per)ujudan yang harus disediakan% 3al ini dapat diperoleh dengan tinggi pula per)ujudan yang harus disediakan% 3al ini dapat diperoleh dengan mener
menerapkan tingkat apkan tingkat keperkepercayaan cayaan yang tinggi yang tinggi dalam menetapkan besaran1besadalam menetapkan besaran1besaranran rencana%
rencana% 2)
2) 2alu lintas2alu lintas 4
4ariabel1variabel lalu ariabel1variabel lalu lintas yang berpengaruh adalah lintas yang berpengaruh adalah '' 5
5 44olume lalu lintasolume lalu lintas 5
5 .on*igurasi sumbu roda.on*igurasi sumbu roda 5
5 eban sumbueban sumbu 5
5 ,kuran dan tekanan banpertumb,kuran dan tekanan banpertumbuhan lalu lintasuhan lalu lintas 5
5 6umlah jalur dan arah lalu lintas6umlah jalur dan arah lalu lintas 3)
3) ,mur rencana,mur rencana ,mur rencana
,mur rencana perkeperkerasan rasan jalan jalan ditenditentukan atas tukan atas dasar dasar petimpetimbanganbangan1pertim1pertimbangbanganan peranan jalan& pola lalu lintas dan nilai ekonomi jalan%
peranan jalan& pola lalu lintas dan nilai ekonomi jalan% ")
") .apasitas jalan.apasitas jalan .a
.apapasisitatas s mamaksksimimum um jajalalan n yayang ng didirerencncananakakan an haharurus s didipapandndanang g sesebabagagaii pembatasan%
pembatasan% #)
#) Tanah dasar Tanah dasar
Theo K Sendow Theo K Sendow !!
al
alam am mermerencencanaanakan kan tebtebal al pelpelat at betbeton on perperkerkerasan asan kakkaku& u& keskeserageragamaaman n daydayaa duk
dukung ung tantanah ah dasadasar r leblebih ih ditdituntuntut ut dibdibandandingingkan kan dendengan gan besabesarnyrnya a nilnilai ai daydayaa duku
dukung itu ng itu sendirsendiri& i& seperti dijelaskseperti dijelaskan dalam an dalam gambgambar ar !% dalam !% dalam hal pengujian Platehal pengujian Plate earing tidak bisa dilakukan& nilai k dapat juga ditentukan berdasarkan nilai 7R earing tidak bisa dilakukan& nilai k dapat juga ditentukan berdasarkan nilai 7R (Gambar 8$%
(Gambar 8$%
Theo K Sendow Theo K Sendow 88
-Apabila digunakan lapis pondasi ba)ah dan lapis pondasi tersebut diperhitungkan mempunyai daya dukung& maka nilai k gabungan dapat ditentukan dengan menggunakan gambar - dan tabel !%
$) 2apis pondasi ba)ah
Pada dasarnya lapis pondasi ba)ah pada perkerasan kaku tidak merupakan bagian utama untuk memikul beban tetapi apabila dilaksanakan (dalam hal k
tanah dasar 8kg:cm-$ harus ber*ungsi sebagai berikut '
5 +engendalikan pengaruh kembang susut tanah dasar%
5 +encegah intrusi dan pemompaan lumpur (mud pumping$ pada sambungan& retakan dan tepi pelat%
5 +emberikan dukungan yang mantap dan seragam pada pelat% 5 Sebagai perkerasan jalan kerja selama pelaksanaan%
,ntuk menghitung nilai k gabungan& nilai modulus elastisitas lapisan pondasi dapat ditentukan:diperkirakan dengan menggunakan tabel !%
T%&' 1. Perkiraan Nilai +odulus <lastisitas 2apis Pondasi
J'*+ B%,% M/+ E%+0*+*0%+
G% P+* K452
Granular =&=;; 5 =&!-> >=== 5 8==== ;?; 5 !9!=
2apis pondasi distabilisasi semen -&; 5 ?&" ;==== 5 !====== -;8!= 1 #=98=
Tanah distabilisasi semen 8&> 5 ?%8 9===== 5 "===== 8>!#= 5 ?-->=
2apis pondasi diperbaiki aspal 8&9 5 ?&" -;==== 5 !====== 89?;= 5 #=98=
2apis pondasi diperbaiki aspal
emulsi =&8> 5 8&! 9=== 1 -===== 8>!; 1 8!!8;
! Pa @ ! N:m8
& psi @ pound:in8 6) ahu
ahu biasanya dibuat dari bahan lapis pondasi lentur atau bahan lapis pondasi distabilisasi yang kemudian ditutup dengan lapis bahan beraspal% Perbedaan kekuatan antara bahu dengan jalur lau lintas akan menimbulkan persoalan pada sambungan (antara bahu dengan pelat$ apabila sebagian roda kendaraan berat menginjak bahu% 3al tersebut bisa diatasi antara lain dengan cara '
5 +embuat bahu dari pelat beton den mngikatkannya pada pelat perkerasan% 5 +empertebal tepi pelat%
5 +enggunakan kerb monolit% 8) .ekuatan beton
Tegangan kritis dalam perkerasan semen beton semen terjadi sebagai akibat melenturnya perkerasan (pelat beton$ tersebut& sehingga kekuatan lentur beton (*leural strength$ lebih cocok dalam perencanaan
+odulus Recilient @ +odulus <lastisitas +R @ ,ntuk Aspal
+< @ ,ntuk Granular
IV. PERS!ARATAN DAN PEMBATASAN
1) +odulus Reaksi Tanah asar (k$& minimum 8 kg:cm
-2) .uat 2entur Tarik (+R$& minimum 9= kg:cm8 pada umur 8> hari (dalam keadaan terpaksa boleh menggunakan +R -= kg:cm8$
3) .elandaian memanjang jalan& maksimum !=B% V. BESARAN-BESARAN RENCANA
1) ,mur rencana
Perkerasan kaku bisa direncanakan dengan umur rencana 8= sampai 9= tahun% 2) 2alu lintas rencana
a$ 2alu lintas harus dianalisa berdasarkan hasil perhitungan volume lalu lintas dan kon*igurasi sumbu berdasarkan data terakhir ( 8 tahun terakhir$ dari pos1pos resmi setempat%
b$ ,ntuk keperluan perencanaan perkerasan kaku& hanya kendaraan niaga yang mempunyai berat total minimum ; ton yang ditinjau dengan kemungkinan -kon*igurasi sumbu sebgai berikut '
5 Sumbu tunggal roda tunggal (STRT$ 5 Sumbu tunggal roda ganda (STRG$ 5 Sumbu tandem roda ganda (STdRG$
3) .ekuatan tanah dasar dengan atau tanpa lapis pondasi ba)ah% 3al ini sudah dijelaskan di muka% ,ntuk menentukan besarnya modulus reaksi tanah dasar (k$ rencana me)akili suatu seksi jalan dapat digunakan rumus sebagai berikut '
s k k o 8 (untuk jalan TC2$ Theo K Sendow ?
s k
k o !,?9 (untuk jalan arteri$ s
k
k o !,8> (untuk jalan kolektor:lokal$
dengan *aktor keseragaman
!==% K S
FK dari kecil dari 8;B%
imana
o
k @ modulus reaksi tanah dasar yang me)akili satu seksi%
n k k
(modulasi reaksi tanah dasar rata1rata dalam satu seksi jalan$ k @ modulus reaksi tanah dasar tiap titik dalam seksi jalan%
!
8 8
n n K K N S (Standar eviasi$ ") .ekuatan beton3al ini sudah disinggung dimuka% ,ntuk tujuan sementara& kuat tarik lentur (+R$ dapat dikorelasikan pada kuat tekan hancur seperti ditunjukkan gambar 9%
VI. LANGKAH-LANGKAH PENENTUAN TEBAL PELAT BETON
1) D*,*0/ 7/5%, K'%%% N*%% H%*% (JKNH) %% 0%,/ '5&/%%. K'%%% '% &'%0 00% 5**5% # 0 # 0. 2) D*,*0/ J/5%, K'%%% N*%% (JKN)+'%5% /5/ '4%% 6.N @ -?; 6.N3 R R @ Daktor Pertumbuhan
i
i R e n ! log ! !i @ angka pertumbuhan lalu lintas tahunan n @ umur rencana 3) D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%. 6.SN @ -?; 6.SN3 R ") D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%%
Persentase eban Sumbu @
JSKNH
ditinjau yang
sumbu Jumlah
Repetisi yang akan terjadi
@ 6S.N Persentase beban sumbu koe*isien distribusi jalur KOEISIEN DISTRIBUSI JALUR
6umlah jalur .endaraan niaga ! arah 8 arah
! jalur ! !
8 jalur =&#= =&;=
- jalur =&;= =&9#;
9 jalur 1 =&9;
; jalur 1 =&98;
? jalur 1 =&9=
Angka pertumbuhan adalah i Daktor pertumbuhan adalah R
#) B'+%:% &'&% +/5&/ '4%% *,*0/ '% 4%% 5'%*% &'&% +/5&/ :% *0*7%/ '% ;%0 '%5%% (K).
AKTOR KEAMANAN
P'%% J%% K
6alanTC2 !&8
6alan Arteri !&!
6alan .olektor : 6alan 2okal !&=
$) D'% &'+%%-&'+%% &'&% +/5&/< % 0'&% '%0 :% +/%, *'0%,/* (*0%+*)< &'+%:% 0'%% :% 0'7%* &*+% *%%0 %* NOMOGRAM :% &'+%/0% (%5&% 2< %5&% 3< %0%/ %5&% ") 6) D*,*0/ '&%*% %0%% TEGANGAN !ANG TERJADI '% MR. 8) B'%+%% '&%*% 0''%% 0'+'&/0 * %0%+ '5/*% %* 0%&' 2
%%0 *'0%,/* 7/5%, '/%% (''0*+*) 0'%% :% **7*%.
9) PERSENTASE LELAH (ATIGUE) /0/ 0*%-0*% ;*/%+* &'&% +/5&/ %%0 *7*0/ '% 4%% 5'5&%* REPETISI !ANG AKAN TERJADI '% REPETISI !ANG DIINGINKAN.
1=) TOTAL ATIGUE *,*0/ '% 4%% 5'7/5%,% &'+%:% PERSENTASE ATIGUE %* +'//, ;*/%+* &'&% +/5&/.
11) L%%, %%, :% +%5% (1 +%5%* 1=) */%* /0/ 0'&% '%0 &'0 %*:% :% ***,*0%+*.
12) T'&% '%0 &'0 :% ***,*0%+* *:%0%% +/%, &'%44 %%&*% 00% ;%0*/' :% *%%0 &'+%:% LEBIH KECIL ATAU SAMA DENGAN 1==>.
T%&' 2 P'&%*% T'%% % J/5%, R''0*+* B'&% !% **7*% P'&%*% 0'%% J/5%, '/%% &'&% :% *7*% P'&%*% 0'%% J/5%, '/%% &'&% :% **7*% =&;! 9===== =&?" 8;== =&;8 -===== =&#= 8=== =&;- 89==== =&#! !;== =&;9 !>==== = !!== =&;; !-==== =&#- >;= =&;? !===== =	 ?;= =&;# #;=== =&#; 9"= =&;> ;#=== =&#? -?= =&;" 98=== =&## 8#= =?= -8=== =&#> 8!= =&?! 89=== =&#" !?= =&?8 !>=== =&>= !8= =&?- !9=== =&>! "= =&?9 !!=== =&>8 #= =&?; >=== =&>- ;= =&?? ?=== =&>9 9= =&?# 9;== =&>; -= =&?> -;==
Tegangan akibat beban dibagi dengan +odulus o* Rupture (+R$
Tegangan sama dengan atau lebih kecil =&;=& maka jumlah pengulangan beban tidak terhingga%
PERENCANAAN TULANGAN !$ Perkerasan beton bersambung
Fs h L F As !8==
.
.
.
dimana 'As @ 2uas tulangan yang dibutuhkan (7+:+ lebar$
D @ .oe*isien gerakan antara pelat beton dengan lapisan di ba)ahnya% 2 @ 6arak antara sambungtan (m$
h @ Tebal pelat (m$
Ds @ Tegangan tarikan baja yang diijinkan (kg:cm8$
8$ Perkerasan beton bertulang menerus
Tulangan memanjang
Fy n Ft
F
Ft Ps !== !,- =,8 . dimana 'Ps @ Persentase tulangan memanjang yang dibutuhkan terhadap penampang beton% Dt @ .uat tarik beton (=&9 5 =&; +R$
Dy @ Tegangan leleh rencana baja
n @ Angka ekivalensi antara baja1beton (<s:<c$
D @ .oe*isien gesekan antara pelat beton dengan lapisan pondasi%
!-<s @ +odulus elastisitas baja <c @ +odulus elastisitas beton
Persentase minimum @ =&?B dari luas penampang
Tulangan melintang Fs h L F Ps !8==
.
.
.
Theo K Sendow !9CONTOH SOAL METODA BINA MARGA
RENCANAKAN TEBAL PERKERASAN KAKU UNTUK JALAN 2 JALUR 1 ARAH DENGAN KETENTUAN-KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT ?
ata perencanaan '
5 Tanah dasar ' k @ 9 kg:cm - 5 eton ' +R @ 9= kg:cm8 5 ,mur rencana ' 8= tahun
5 Pertumbuhan laju lalu lintas ' ;B per tahun
5 Peranan jalan ' Arteri primer bebas hambatan
ata untuk lalu lintas harian pada tahun pembukaan (untuk 8 jalur ! arah$
5 +obil penumpang (!E!$ ton @ 8== kendaraan
5 is (-E;$ ton @ 8!9 kendaraan
5 Truk 8 as kecil (8E9$ ton @ !98> kendaraan 5 Truk 8 as besar 111111
5 Truk - as (?E!9$ ton @ !9 kendaraan
5 Truk gandengan (?E!9E;E;$ ton @ > kendaraan
P<NF<2<SAIAN SCA2 +<TCA INA +ARGA
1). M',*0/ 7/5%, K'%%% N*%% H%*% JKNH /0/ '%%% '% &'%0 00% # 0 5 is @ 8!9 5 Truk 8 as kecil @ !98> 5 Truk - as @ !9 5 Truk gandengan @ > 6.N3 @ !??9 2). D*,*0/ J/5%, K'%%% N*%% (JKN)+'%5% /5/ '4%% " --=; = ! ! =; = ! 8= , ) , log ( ) , ( !
6umlah .endaraan Niaga 6.N @ -?; !??9 --&" @ 8=%;>"%;=9 kendaraan
3). D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%.
+<NG3IT,NG 6,+2A3 S,+, .<NARAAN NIAGA
5 is (-E;$ ton @ 8!9 kendaraan
5 Truk 8 as kecil (8E9$ ton @ !98> kendaraan 5 Truk 8 as besar 111111
5 Truk - as (?E!9$ ton @ !9 kendaraan
5 Truk gandengan (?E!9E;E;$ ton @ > kendaraan
is (-E;$ @ 8!9 8 @ 98>& Roda depan STRT roda elakang STRG Truk 8 as kecil(8E9$ @ !98> 8 @ 8>;?& Roda depan STRT roda elakang STRG Truk - as (?E!9$ @ !9 8 @ 8>& Roda depan STRT roda elakang STRG Truk gan (?E!9E;E;$ @ > 9 @ -8& Rd dpn STRT& rd lkg STRG& Rd Gan STRT
6S.N3 @ --99 sumbu
-?; --99 --&" @ 9!%-#?%">9 kendaraan
"). D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%.
#). D'% &'+%%-&'+%% &'&% +/5&/< % 0'&% '%0 :% +/%, *'0%,/* (*0%+*)< &'+%:% 0'%% :% 0'7%* &*+% *%%0 %* NOMOGRAM :% &'+%/0% (%5&% 2< %5&% 3< %0%/ %5&% ")
$). D*,*0/ '&%*% %0%% TEGANGAN !ANG TERJADI '% MR.
6). B'%+%% '&%*% 0''%% 0'+'&/0 * %0%+ '5/*% %* 0%&' 2 %%0 *'0%,/* 7/5%, '/%% (''0*+*) 0'%% :% **7*%.
8). PERSENTASE LELAH (ATIGUE) /0/ 0*%-0*% ;*/%+* &'&% +/5&/ %%0 *7*0/ '% 4%% 5'5&%* REPETISI !ANG AKAN TERJADI '% REPETISI !ANG DIINGINKAN.
9). TOTAL ATIGUE *,*0/ '% 4%% 5'7/5%,% &'+%:% PERSENTASE ATIGUE %* +'//, ;*/%+* &'&% +/5&/.
1=). L%%, %%, :% +%5% (1 +%5%* 1=) */%* /0/ 0'&% '%0 &'0 %*:% :% ***,*0%+*.
11). T'&% '%0 &'0 :% ***,*0%+* *:%0%% +/%, &'%44 %%&*% 00% ;%0*/' :% *%%0 &'+%:% LEBIH KECIL ATAU SAMA DENGAN 1==>. +<NG3IT,NG PRCS<NTAS< <AN S,+,
5 eban sumbu 8 ton (STRT$ @ !98> ' --99 @ 98&#=B 5 eban sumbu - ton (STRT$ @ 8!9 '--99 @ ?&9=B 5 eban sumbu 9 ton (STRG$ @ !98> ' --99 @ 98&#=B 5 eban sumbu ; ton (STRT$ @ (>E>$' --99 @ =&9>B 5 eban sumbu ; ton (STRG$ @ 8!9 ' --99 @ ?&9=B 5 eban sumbu ? ton (STRT$ @ (!9E>$ ' --99 @ =&??B 5 eban sumbu > ton @ 11111111111111111111111111111111111 5 eban sumbu !9 ton (STdRG$ @ (!9E>$ ' --99 @ =&??B
+<NG3IT,NG R<P<TISI .,+,2ATID +ASING1+ASING <AN S,+, (.oe*isien distribusi @ =&#=$
KOEISIEN DISTRIBUSI JALUR
6umlah jalur .endaraan niaga ! arah 8 arah
! jalur ! !
8 jalur =&#= =&;=
- jalur =&;= =&9#;
9 jalur 1 =&9;
; jalur 1 =&98;
? jalur 1 =&9=
5 eban sumbu 8 ton (STRT$ @ =&98# 9!%-#?%">9 =&#= @ !8-&?> !=; 5 eban sumbu - ton (STRT$ @ =&=?9 9!%-#?%">9 =&#= @ !>&;9 !=; 5 eban sumbu 9 ton (STRG$ @ =&98# 9!%-#?%">9 =&#= @ !8-&?> !=; 5 eban sumbu ; ton (STRT$ @ =&==9> 9!%-#?%">9 =&#= @ !&-" !=;
5 eban sumbu ; ton (STRG$ @ =&?9 9!%-#?%">9 =&#= @ !>&;9 !=; 5 eban sumbu ? ton (STRT$ @ =&==?? 9!%-#?%">9 =&#= @ !&"! !=; 5 eban sumbu !9 ton (STdRG$ @ =&==?? 9!%-#?%">9 =&#= @ !&"! !=;
+<NG3IT,NG <AN S,+, <NGAN DA.TCR .<A+ANAN !&8
5 eban sumbu 8 ton (STRT$ !&8 @ 8&9 ton 5 eban sumbu - ton (STRT$ !&8 @ -&? ton 5 eban sumbu 9 ton (STRG$ !&8 @ 9&> ton 5 eban sumbu ; ton (STRT$ !&8 @ ?&= ton 5 eban sumbu ; ton (STRG$ !&8 @ ?&= ton 5 eban sumbu ? ton (STRT$ !&8 @ #&8 ton 5 eban sumbu !9 ton (STdRG$ !&8 @ !?&> ton
+<NG3IT,NG T<GANGAN FANG T<R6AI
icoba tebal pelat @ !# cm k @ 9 kg:cm- (ditentukan$
ari nomorgram ybs diperoleh
5 eban sumbu 8&9 t (STRT$ tegangan yang terjadi tidak terbaca 5 eban sumbu -&? t (STRT$ tegangan yang terjadi tidak terbaca 5 eban sumbu 9&> t (STRG$ tegangan yang terjadi tidak terbaca 5 eban sumbu ?&= t (STRT$ tegangan yang terjadi @ 8! kg:cm8 5 eban sumbu ?&= t (STRG$ tegangan yang terjadi @ !?&8; kg:cm8 5 eban sumbu #&8 t (STRT$ tegangan yang terjadi @ 8; kg:cm8 5 eban sumbu !?&> t (STdRT$ tegangan yang terjadi @ 8- kg:cm8
+<NG3IT,NG P<RANINGAN T<GANGAN +R beton @ 9= kg:cm8 (ditentukan$
5 eban sumbu 8&9 t (STRT$ @ = 5 eban sumbu -&? t (STRT$ @ = 5 eban sumbu 9&> t (STRG$ @ =
5 eban sumbu ?&= t (STRT$ @ 8!:9= @ =&;- 5 eban sumbu ?&= t (STRG$ @ !?&8;:9= @ =&9! 5 eban sumbu #&8 t (STRT$ @ 8;:9= @ =&?- 5 eban sumbu !?&> t (STdRT$ @ 8-:9= @ =&;>
+<NG3IT,NG 6,+2A3 R<P<TISI I6IN T<GANGAN FANG T<R6AI (dilihat dari table$
Perbandingan tegangan =&9! Repetisi ijin @
Perbandingan tegangan =&;- Repetisi ijin @ 89=%=== Perbandingan tegangan =&?- Repetisi ijin @ !9%=== Perbandingan tegangan =&;> Repetisi ijin @ ;#%===
+<NG3IT,NG 6,+2A3 PRCS<NTAS< DATIG,< Perbandingan tegangan =&9! @ 111
Perbandingan tegangan =&;- @ (!-"%===:89=%===$ !== B @ ;> B Perbandingan tegangan =&?- @ (!"!%===:!9%===$ !== B @ !-?9 B Perbandingan tegangan =&;> @ (!"!%===:;#%===$ !== B @ --; B
Total *atigue @ !#;# B HH !== B
KESIMPULAN P'%0 /% 0'&% K;*/%+* +/5&/ B'&% +/5&/ (0) P'+'0%+' ;*/%+* +/5&/ J/5%, ''0*+* +'%5% /5/ '4%%. STRT 8 !98> ' --99 @ 98&#= B !8-&?>%!=; STRT - 8!9 ' --99 @ ?&9= B !>&;9%!=; STRG 9 !98> ' --99 @ 98&#= B !8-&?>%!=; STRG ; 8!9 ' --99 @ ?&9= B !>&;9%!=; STRT ; !? ' --99 @ =&9> B !&-"%!=;
STRT ? (!9E!>$ ' --99 @ =&?? B !&"!%!=;
STRG # 1 1
STdRG !9 (!9E!>$ ' --99 @ =&?? B !&"!%!=;
T @ 16 45. MR @ "=452 K;* /%+* +/5&/ B'&% +/5&/ (0) B'&% +/5&/ ''4%% PK @ 1<2 R''0*+* &'&% (1=#) T'%% :% 0'7%* (452) P'&%* % 0'%% J/5%, ''0*+* &'&% :% **7*% P'+'0% +' %0*/' STRT 8 8&9 !8-&?> 1 1 1 = STRT - -&? !>&;9 1 1 1 = STRG 9 9&> !8-&?> 1 1 1 =
STRG ; ? !>&;9 !?&8; =&9! 1 =
STRT ; ? !&-" 8! =&;- 89==== ;>
STRT ? #&8 !&"! 8; =&?- !9=== !-?9
STRG > "&? 1 1 1 1 1
STdRG !9 !?&> !&"! 8- =&;> ;#=== --;
Total !#;#
T @ !" cm +R 8> @ 9=kg K;* /%+* +/5&/ B'&% +/5&/ (0) B'&% +/5&/ ''4% % PK @ 1<2 R''0*+* &'&% (1=#) T'%% :% 0'7%* (452) P'&%* % 0'%% J/5%, ''0*+* &'&% :% **7*% P'+'0% +' %0*/' STRT 8 8&9 !8-&?> 1 1 1 = STRT - -&? !>&;9 1 1 1 = STRG 9 9&> !8-&?> 1 1 1 =
STRG ; ? !>&;9 !9&= =&-; 1 =
STRT ; ? !&-" !>&; =&99 1 =
STRT ? #&8 !&"! 8=&9 =&;! 9===== 9>
STRG > "&? 1 1 1 9===== 1
STdRG !9 !?&> !&"! 8=&9 =&;! 9===== 9>
Total "?
D'% 0'&% '%0 19 45< 0'*,%0
T0% '+'0%+' %0*/' @ 9$ > 1== >< 5%% ',*0/% +/%, 4//.