• Tidak ada hasil yang ditemukan

Petunjuk Perencanaan Perkerasan Kaku - Skbi. 2.3.28.1988

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Petunjuk Perencanaan Perkerasan Kaku - Skbi. 2.3.28.1988"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

II.. PPEENNDDAAHHUULLUUAANN

Prosedur penentuan tebal perkerasan kaku yang akan diuraikan disini berdasarkan buku Prosedur penentuan tebal perkerasan kaku yang akan diuraikan disini berdasarkan buku PETU

PETUNJUK NJUK PEREPERENCANNCANAAN AAN PERKPERKERASERASAN AN KAKU KAKU (RIG(RIGID ID PPAAVEMEVEMENT) NT) – –  ST

STANDAR ANDAR KONSKONSTRUKSTRUKSI I BANGBANGUNAN UNAN INDOINDONESINESIA A (SKB(SKBI. I. 2.3.22.3.28.198.1988)88)  yang  yang  juga

 juga didasarkan didasarkan atas atas pedoman pedoman yang yang dikembangkan dikembangkan oleh oleh NASRA NASRA (Interm (Interm Guide Guide toto Pav

Pavemeement nt ThThickicknesness s esesign ign !"#!"#"$ "$ dendengan gan bebbeberaerapa pa penpenyesyesuaiuaian an yanyang g dipdipandandangang memenuhi kondisi di Indonesia%

memenuhi kondisi di Indonesia% II.

II. DASADASAR-DAR-DASAR SAR PEREPERENCANANCANAANAN

alam perencanaan perkerasan kaku& tebal pelat beton dihitung agar mampu memikul alam perencanaan perkerasan kaku& tebal pelat beton dihitung agar mampu memikul tegangan yang ditimbulkan oleh'

tegangan yang ditimbulkan oleh'

 eban roda kendaraaneban roda kendaraan 

 Perubahan suhu dan kadar airPerubahan suhu dan kadar air 

 Perubahan volume pada lapisan ba)ahnyaPerubahan volume pada lapisan ba)ahnya

al

alam am perperencencanaanaan an tebtebal al pelpelat at betbeton on ditditeraerapkapkan n priprinsinsip p kelkelelahelahan an (*at(*atiguigue$& e$& dimdimanaana dianggap bah)a apabila perbandingan tegangan yang terjadi pada beton akibat beban roda dianggap bah)a apabila perbandingan tegangan yang terjadi pada beton akibat beban roda ter

terhadhadap ap kuakuat t lenlentur tur betbeton on (mo(moduldulus us o* o* ruprupturture& e& +R$+R$menmenuruurun& n& makmaka a jumjumlah lah reprepetisetisii  pembebanan

 pembebanan sampai sampai runtuh runtuh (*ailure$ (*ailure$ akan akan meningkat% meningkat% Apabila Apabila perbandingan perbandingan tegangantegangan tersebut sangat rendah& maka beton akan mampu memikul repetisi tegangan yang tidak  tersebut sangat rendah& maka beton akan mampu memikul repetisi tegangan yang tidak  terbatas tanpa kehilangan kekuatannya% Sebaliknya& apabila perbandingan tegangan yang terbatas tanpa kehilangan kekuatannya% Sebaliknya& apabila perbandingan tegangan yang terjad

terjadi i tinggtinggi& i& beton hanya akan beton hanya akan mampu memikumampu memikul l repetirepetisi si tegangtegangan an yang sangat terbatasyang sangat terbatas sebelum beton tersebut runtuh% eban lalu lintas yang akan dipikul oleh pelat beton sebelum beton tersebut runtuh% eban lalu lintas yang akan dipikul oleh pelat beton dinyatakan dalam kon*igurasi dan besarnya

dinyatakan dalam kon*igurasi dan besarnya beban sumbu%beban sumbu% ,ntuk menghitung tebal pelat beton dipakai - parameter ' ,ntuk menghitung tebal pelat beton dipakai - parameter '

 .ekuatan tanah dasar yang dinyatakan dalam modulus reaksi tanah dasar (k$ yang.ekuatan tanah dasar yang dinyatakan dalam modulus reaksi tanah dasar (k$ yang

diperoleh melalui pengujian /Plate earing0% diperoleh melalui pengujian /Plate earing0%

 TTebal dan jenis ebal dan jenis pondasi ba)ah (bila ada$%pondasi ba)ah (bila ada$% 

 .ekuatan beton yang dinyatakan dalam kuat tarik lentur (+odulus o* Rupture&.ekuatan beton yang dinyatakan dalam kuat tarik lentur (+odulus o* Rupture&

+R$& yang diperoleh dari pengujian kuat

+R$& yang diperoleh dari pengujian kuat lentur Third1Point 2oading%lentur Third1Point 2oading% III.AKTOR-AKTOR !ANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN III.AKTOR-AKTOR !ANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN

1)

1) Peranan dan tingkat pelayanan%Peranan dan tingkat pelayanan% +akin penti

+akin penting peranan jalan& dan ng peranan jalan& dan makin tinggi intensimakin tinggi intensitas lalu tas lalu lintas& maka makinlintas& maka makin tinggi pula per)ujudan yang harus disediakan% 3al ini dapat diperoleh dengan tinggi pula per)ujudan yang harus disediakan% 3al ini dapat diperoleh dengan mener

menerapkan tingkat apkan tingkat keperkepercayaan cayaan yang tinggi yang tinggi dalam menetapkan besaran1besadalam menetapkan besaran1besaranran rencana%

rencana% 2)

2) 2alu lintas2alu lintas 4

4ariabel1variabel lalu ariabel1variabel lalu lintas yang berpengaruh adalah lintas yang berpengaruh adalah ''  5

 5 44olume lalu lintasolume lalu lintas  5

 5 .on*igurasi sumbu roda.on*igurasi sumbu roda  5

 5 eban sumbueban sumbu  5

 5 ,kuran dan tekanan banpertumb,kuran dan tekanan banpertumbuhan lalu lintasuhan lalu lintas  5

 5 6umlah jalur dan arah lalu lintas6umlah jalur dan arah lalu lintas 3)

3) ,mur rencana,mur rencana ,mur rencana

,mur rencana perkeperkerasan rasan jalan jalan ditenditentukan atas tukan atas dasar dasar petimpetimbanganbangan1pertim1pertimbangbanganan  peranan jalan& pola lalu lintas dan nilai ekonomi jalan%

 peranan jalan& pola lalu lintas dan nilai ekonomi jalan% ")

") .apasitas jalan.apasitas jalan .a

.apapasisitatas s mamaksksimimum um jajalalan n yayang ng didirerencncananakakan an haharurus s didipapandndanang g sesebabagagaii  pembatasan%

 pembatasan% #)

#) Tanah dasar Tanah dasar 

Theo K Sendow Theo K Sendow !!

(2)

al

alam am mermerencencanaanakan kan tebtebal al pelpelat at betbeton on perperkerkerasan asan kakkaku& u& keskeserageragamaaman n daydayaa duk

dukung ung tantanah ah dasadasar r leblebih ih ditdituntuntut ut dibdibandandingingkan kan dendengan gan besabesarnyrnya a nilnilai ai daydayaa duku

dukung itu ng itu sendirsendiri& i& seperti dijelaskseperti dijelaskan dalam an dalam gambgambar ar !% dalam !% dalam hal pengujian Platehal pengujian Plate earing tidak bisa dilakukan& nilai k dapat juga ditentukan berdasarkan nilai 7R  earing tidak bisa dilakukan& nilai k dapat juga ditentukan berdasarkan nilai 7R  (Gambar 8$%

(Gambar 8$%

Theo K Sendow Theo K Sendow 88

(3)
(4)

-Apabila digunakan lapis pondasi ba)ah dan lapis pondasi tersebut diperhitungkan mempunyai daya dukung& maka nilai k gabungan dapat ditentukan dengan menggunakan gambar - dan tabel !%

(5)

$) 2apis pondasi ba)ah

Pada dasarnya lapis pondasi ba)ah pada perkerasan kaku tidak merupakan  bagian utama untuk memikul beban tetapi apabila dilaksanakan (dalam hal k 

tanah dasar  8kg:cm-$ harus ber*ungsi sebagai berikut '

 5 +engendalikan pengaruh kembang susut tanah dasar%

 5 +encegah intrusi dan pemompaan lumpur (mud pumping$ pada sambungan& retakan dan tepi pelat%

 5 +emberikan dukungan yang mantap dan seragam pada pelat%  5 Sebagai perkerasan jalan kerja selama pelaksanaan%

,ntuk menghitung nilai k gabungan& nilai modulus elastisitas lapisan pondasi dapat ditentukan:diperkirakan dengan menggunakan tabel !%

(6)

T%&' 1. Perkiraan Nilai +odulus <lastisitas 2apis Pondasi

J'*+ B%,% M/+ E%+0*+*0%+

G% P+* K452

Granular =&=;; 5 =&!-> >=== 5 8==== ;?; 5 !9!=

2apis pondasi distabilisasi semen -&; 5 ?&" ;==== 5 !====== -;8!= 1 #=98=

Tanah distabilisasi semen 8&> 5 ?%8 9===== 5 "===== 8>!#= 5 ?-->=

2apis pondasi diperbaiki aspal 8&9 5 ?&" -;==== 5 !====== 89?;= 5 #=98=

2apis pondasi diperbaiki aspal

emulsi =&8> 5 8&! 9=== 1 -===== 8>!; 1 8!!8;

! Pa @ ! N:m8

& psi @ pound:in8 6) ahu

ahu biasanya dibuat dari bahan lapis pondasi lentur atau bahan lapis pondasi distabilisasi yang kemudian ditutup dengan lapis bahan beraspal% Perbedaan kekuatan antara bahu dengan jalur lau lintas akan menimbulkan persoalan pada sambungan (antara bahu dengan pelat$ apabila sebagian roda kendaraan berat menginjak bahu% 3al tersebut bisa diatasi antara lain dengan cara '

 5 +embuat bahu dari pelat beton den mngikatkannya pada pelat perkerasan%  5 +empertebal tepi pelat%

 5 +enggunakan kerb monolit% 8) .ekuatan beton

Tegangan kritis dalam perkerasan semen beton semen terjadi sebagai akibat melenturnya perkerasan (pelat beton$ tersebut& sehingga kekuatan lentur beton (*leural strength$ lebih cocok dalam perencanaan

+odulus Recilient @ +odulus <lastisitas +R @ ,ntuk Aspal

+< @ ,ntuk Granular 

IV. PERS!ARATAN DAN PEMBATASAN

1) +odulus Reaksi Tanah asar (k$& minimum 8 kg:cm

-2) .uat 2entur Tarik (+R$& minimum 9= kg:cm8 pada umur 8> hari (dalam keadaan terpaksa boleh menggunakan +R -= kg:cm8$

3) .elandaian memanjang jalan& maksimum !=B% V. BESARAN-BESARAN RENCANA

1) ,mur rencana

Perkerasan kaku bisa direncanakan dengan umur rencana 8= sampai 9= tahun% 2) 2alu lintas rencana

a$ 2alu lintas harus dianalisa berdasarkan hasil perhitungan volume lalu lintas dan kon*igurasi sumbu berdasarkan data terakhir ( 8 tahun terakhir$ dari pos1pos resmi setempat%

 b$ ,ntuk keperluan perencanaan perkerasan kaku& hanya kendaraan niaga yang mempunyai berat total minimum ; ton yang ditinjau dengan kemungkinan -kon*igurasi sumbu sebgai berikut '

 5 Sumbu tunggal roda tunggal (STRT$  5 Sumbu tunggal roda ganda (STRG$  5 Sumbu tandem roda ganda (STdRG$

3) .ekuatan tanah dasar dengan atau tanpa lapis pondasi ba)ah% 3al ini sudah dijelaskan di muka% ,ntuk menentukan besarnya modulus reaksi tanah dasar (k$ rencana me)akili suatu seksi jalan dapat digunakan rumus sebagai berikut '

s  k  k o  8   (untuk jalan TC2$ Theo K Sendow ?

(7)

s  k 

k o   !,?9 (untuk jalan arteri$

k o   !,8> (untuk jalan kolektor:lokal$

dengan *aktor keseragaman 

           !==% K   S 

FK    dari kecil dari 8;B%

imana

k  @ modulus reaksi tanah dasar yang me)akili satu seksi%

n  k  k 

(modulasi reaksi tanah dasar rata1rata dalam satu seksi jalan$ k @ modulus reaksi tanah dasar tiap titik dalam seksi jalan%

 

!

8 8

n  n  K   K   N  S  (Standar eviasi$ ") .ekuatan beton

3al ini sudah disinggung dimuka% ,ntuk tujuan sementara& kuat tarik lentur (+R$ dapat dikorelasikan pada kuat tekan hancur seperti ditunjukkan gambar 9%

VI. LANGKAH-LANGKAH PENENTUAN TEBAL PELAT BETON

(8)

1) D*,*0/ 7/5%, K'%%% N*%% H%*% (JKNH) %% 0%,/ '5&/%%. K'%%% '% &'%0 00% 5**5% # 0  # 0. 2) D*,*0/ J/5%, K'%%% N*%% (JKN)+'%5% /5/ '4%% 6.N @ -?;  6.N3  R  R @ Daktor Pertumbuhan

i

i  R e n     ! log ! !

i @ angka pertumbuhan lalu lintas tahunan n @ umur rencana 3) D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%. 6.SN @ -?;  6.SN3  R  ") D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%%

Persentase eban Sumbu @

JSKNH 

ditinjau   yang 

sumbu  Jumlah 

Repetisi yang akan terjadi

@ 6S.N  Persentase beban sumbu  koe*isien distribusi jalur  KOEISIEN DISTRIBUSI JALUR 

6umlah jalur  .endaraan niaga ! arah 8 arah

! jalur ! !

8 jalur =&#= =&;=

- jalur =&;= =&9#;

9 jalur 1 =&9;

; jalur 1 =&98;

? jalur 1 =&9=

Angka pertumbuhan adalah i Daktor pertumbuhan adalah R 

#) B'+%:% &'&% +/5&/ '4%% *,*0/ '% 4%% 5'%*% &'&% +/5&/ :% *0*7%/ '% ;%0 '%5%% (K).

AKTOR KEAMANAN

P'%% J%% K  

6alanTC2 !&8

6alan Arteri !&!

6alan .olektor : 6alan 2okal !&=

(9)

$) D'% &'+%%-&'+%% &'&% +/5&/<  % 0'&% '%0 :% +/%, *'0%,/* (*0%+*)< &'+%:% 0'%% :% 0'7%* &*+% *%%0 %* NOMOGRAM :% &'+%/0% (%5&% 2< %5&% 3< %0%/ %5&% ") 6) D*,*0/ '&%*% %0%% TEGANGAN !ANG TERJADI '% MR. 8) B'%+%% '&%*% 0''%% 0'+'&/0 * %0%+ '5/*% %* 0%&' 2

%%0 *'0%,/* 7/5%, '/%% (''0*+*) 0'%% :% **7*%.

9) PERSENTASE LELAH (ATIGUE) /0/ 0*%-0*% ;*/%+* &'&% +/5&/ %%0 *7*0/ '% 4%% 5'5&%* REPETISI !ANG AKAN TERJADI '% REPETISI !ANG DIINGINKAN.

1=) TOTAL ATIGUE *,*0/ '% 4%% 5'7/5%,% &'+%:% PERSENTASE ATIGUE %* +'//, ;*/%+* &'&% +/5&/.

11) L%%, %%, :% +%5% (1 +%5%* 1=) */%* /0/ 0'&% '%0 &'0 %*:% :% ***,*0%+*.

12) T'&% '%0 &'0 :% ***,*0%+* *:%0%% +/%, &'%44 %%&*% 00% ;%0*/' :% *%%0 &'+%:% LEBIH KECIL ATAU SAMA DENGAN 1==>.

(10)
(11)
(12)
(13)

T%&' 2 P'&%*% T'%% % J/5%, R''0*+* B'&% !% **7*% P'&%*% 0'%% J/5%, '/%% &'&% :% *7*% P'&%*% 0'%% J/5%, '/%% &'&% :% **7*% =&;! 9===== =&?" 8;== =&;8 -===== =&#= 8=== =&;- 89==== =&#! !;== =&;9 !>==== =&#8 !!== =&;; !-==== =&#- >;= =&;? !===== =&#9 ?;= =&;# #;=== =&#; 9"= =&;> ;#=== =&#? -?= =&;" 98=== =&## 8#= =?= -8=== =&#> 8!= =&?! 89=== =&#" !?= =&?8 !>=== =&>= !8= =&?- !9=== =&>! "= =&?9 !!=== =&>8 #= =&?; >=== =&>- ;= =&?? ?=== =&>9 9= =&?# 9;== =&>; -= =&?> -;==

Tegangan akibat beban dibagi dengan +odulus o* Rupture (+R$

Tegangan sama dengan atau lebih kecil =&;=& maka jumlah pengulangan beban tidak  terhingga%

PERENCANAAN TULANGAN !$ Perkerasan beton bersambung

Fs  h  L F    As  !8==

.

.

.

 dimana '

As @ 2uas tulangan yang dibutuhkan (7+:+ lebar$

D @ .oe*isien gerakan antara pelat beton dengan lapisan di ba)ahnya% 2 @ 6arak antara sambungtan (m$

h @ Tebal pelat (m$

Ds @ Tegangan tarikan baja yang diijinkan (kg:cm8$

8$ Perkerasan beton bertulang menerus

 Tulangan memanjang

Fy  n Ft 

 

Ft  Ps  !== !,- =,8 .    dimana '

Ps @ Persentase tulangan memanjang yang dibutuhkan terhadap penampang beton% Dt @ .uat tarik beton (=&9 5 =&; +R$

Dy @ Tegangan leleh rencana baja

n @ Angka ekivalensi antara baja1beton (<s:<c$

D @ .oe*isien gesekan antara pelat beton dengan lapisan pondasi%

(14)

!-<s @ +odulus elastisitas baja <c @ +odulus elastisitas beton

Persentase minimum @ =&?B dari luas penampang

 Tulangan melintang Fs  h  L F   Ps  !8==

.

.

.

 Theo K Sendow !9

(15)

CONTOH SOAL METODA BINA MARGA

RENCANAKAN TEBAL PERKERASAN KAKU UNTUK JALAN 2 JALUR 1 ARAH DENGAN KETENTUAN-KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT ?

ata perencanaan '

 5  Tanah dasar ' k @ 9 kg:cm - 5  eton ' +R @ 9= kg:cm8  5  ,mur rencana ' 8= tahun

 5  Pertumbuhan laju lalu lintas ' ;B per tahun

 5  Peranan jalan ' Arteri primer bebas hambatan

ata untuk lalu lintas harian pada tahun pembukaan (untuk 8 jalur ! arah$

 5  +obil penumpang (!E!$ ton @ 8== kendaraan

 5  is (-E;$ ton @ 8!9 kendaraan

 5  Truk 8 as kecil (8E9$ ton @ !98> kendaraan  5  Truk 8 as besar 111111

 5  Truk - as (?E!9$ ton @ !9 kendaraan

 5  Truk gandengan (?E!9E;E;$ ton @ > kendaraan

P<NF<2<SAIAN SCA2 +<TCA INA +ARGA

1). M',*0/ 7/5%, K'%%% N*%% H%*% JKNH /0/ '%%% '% &'%0 00%  # 0  5  is @ 8!9  5  Truk 8 as kecil @ !98>  5  Truk - as @ !9  5  Truk gandengan @ >    6.N3 @ !??9 2). D*,*0/ J/5%, K'%%% N*%% (JKN)+'%5% /5/ '4%% " --=; = ! ! =; = ! 8= , ) , log ( ) , (        ! 

 6umlah .endaraan Niaga 6.N @ -?;  !??9  --&" @ 8=%;>"%;=9 kendaraan

3). D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%.

+<NG3IT,NG 6,+2A3 S,+, .<NARAAN NIAGA

 5  is (-E;$ ton @ 8!9 kendaraan

 5  Truk 8 as kecil (8E9$ ton @ !98> kendaraan  5  Truk 8 as besar 111111

 5  Truk - as (?E!9$ ton @ !9 kendaraan

 5  Truk gandengan (?E!9E;E;$ ton @ > kendaraan

is (-E;$ @ 8!9  8 @ 98>& Roda depan STRT roda elakang STRG Truk 8 as kecil(8E9$ @ !98>  8 @ 8>;?& Roda depan STRT roda elakang STRG Truk - as (?E!9$ @ !9  8 @ 8>& Roda depan STRT roda elakang STRG Truk gan (?E!9E;E;$ @ >  9 @ -8& Rd dpn STRT& rd lkg STRG& Rd Gan STRT

(16)

  

6S.N3 @ --99 sumbu

 -?;  --99  --&" @ 9!%-#?%">9 kendaraan

"). D*,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% H%*% (JSKNH) % '5/*% *,*0/ J/5%, S/5&/ K'%%% N*%% (JKSN) +'%5% /5/ '4%%.

#). D'% &'+%%-&'+%% &'&% +/5&/<  % 0'&% '%0 :% +/%, *'0%,/* (*0%+*)< &'+%:% 0'%% :% 0'7%* &*+% *%%0 %* NOMOGRAM :% &'+%/0% (%5&% 2< %5&% 3< %0%/ %5&% ")

$). D*,*0/ '&%*% %0%% TEGANGAN !ANG TERJADI '% MR.

6). B'%+%% '&%*% 0''%% 0'+'&/0 * %0%+ '5/*% %* 0%&' 2 %%0 *'0%,/* 7/5%, '/%% (''0*+*) 0'%% :% **7*%.

8). PERSENTASE LELAH (ATIGUE) /0/ 0*%-0*% ;*/%+* &'&% +/5&/ %%0 *7*0/ '% 4%% 5'5&%* REPETISI !ANG AKAN TERJADI '% REPETISI !ANG DIINGINKAN.

9). TOTAL ATIGUE *,*0/ '% 4%% 5'7/5%,% &'+%:% PERSENTASE ATIGUE %* +'//, ;*/%+* &'&% +/5&/.

1=). L%%, %%, :% +%5% (1 +%5%* 1=) */%* /0/ 0'&% '%0 &'0 %*:% :% ***,*0%+*.

11). T'&% '%0 &'0 :% ***,*0%+* *:%0%% +/%, &'%44 %%&*% 00% ;%0*/' :% *%%0 &'+%:% LEBIH KECIL ATAU SAMA DENGAN 1==>. +<NG3IT,NG PRCS<NTAS< <AN S,+,

 5  eban sumbu 8 ton (STRT$ @ !98> ' --99 @ 98&#=B  5  eban sumbu - ton (STRT$ @ 8!9 '--99 @ ?&9=B  5  eban sumbu 9 ton (STRG$ @ !98> ' --99 @ 98&#=B  5  eban sumbu ; ton (STRT$ @ (>E>$' --99 @ =&9>B  5  eban sumbu ; ton (STRG$ @ 8!9 ' --99 @ ?&9=B  5  eban sumbu ? ton (STRT$ @ (!9E>$ ' --99 @ =&??B  5  eban sumbu > ton @ 11111111111111111111111111111111111  5  eban sumbu !9 ton (STdRG$ @ (!9E>$ ' --99 @ =&??B

+<NG3IT,NG R<P<TISI .,+,2ATID +ASING1+ASING <AN S,+, (.oe*isien distribusi @ =&#=$

KOEISIEN DISTRIBUSI JALUR 

6umlah jalur  .endaraan niaga ! arah 8 arah

! jalur ! !

8 jalur =&#= =&;=

- jalur =&;= =&9#;

9 jalur 1 =&9;

; jalur 1 =&98;

? jalur 1 =&9=

 5  eban sumbu 8 ton (STRT$ @ =&98#  9!%-#?%">9  =&#= @ !8-&?>  !=;  5  eban sumbu - ton (STRT$ @ =&=?9  9!%-#?%">9  =&#= @ !>&;9  !=;  5  eban sumbu 9 ton (STRG$ @ =&98#  9!%-#?%">9  =&#= @ !8-&?>  !=;  5  eban sumbu ; ton (STRT$ @ =&==9>  9!%-#?%">9  =&#= @ !&-"  !=;

(17)

 5  eban sumbu ; ton (STRG$ @ =&?9  9!%-#?%">9  =&#= @ !>&;9  !=;  5  eban sumbu ? ton (STRT$ @ =&==??  9!%-#?%">9  =&#= @ !&"!  !=;  5  eban sumbu !9 ton (STdRG$ @ =&==??  9!%-#?%">9  =&#= @ !&"!  !=;

+<NG3IT,NG <AN S,+, <NGAN DA.TCR .<A+ANAN !&8

 5  eban sumbu 8 ton (STRT$  !&8 @ 8&9 ton  5  eban sumbu - ton (STRT$  !&8 @ -&? ton  5  eban sumbu 9 ton (STRG$  !&8 @ 9&> ton  5  eban sumbu ; ton (STRT$  !&8 @ ?&= ton  5  eban sumbu ; ton (STRG$  !&8 @ ?&= ton  5  eban sumbu ? ton (STRT$  !&8 @ #&8 ton  5  eban sumbu !9 ton (STdRG$  !&8 @ !?&> ton

+<NG3IT,NG T<GANGAN FANG T<R6AI

 icoba tebal pelat @ !# cm k @ 9 kg:cm- (ditentukan$

ari nomorgram ybs diperoleh

 5  eban sumbu 8&9 t (STRT$  tegangan yang terjadi tidak terbaca  5  eban sumbu -&? t (STRT$  tegangan yang terjadi tidak terbaca  5  eban sumbu 9&> t (STRG$  tegangan yang terjadi tidak terbaca  5  eban sumbu ?&= t (STRT$  tegangan yang terjadi @ 8! kg:cm8  5  eban sumbu ?&= t (STRG$  tegangan yang terjadi @ !?&8; kg:cm8  5  eban sumbu #&8 t (STRT$  tegangan yang terjadi @ 8; kg:cm8  5  eban sumbu !?&> t (STdRT$  tegangan yang terjadi @ 8- kg:cm8

+<NG3IT,NG P<RANINGAN T<GANGAN +R beton @ 9= kg:cm8 (ditentukan$

 5  eban sumbu 8&9 t (STRT$ @ =  5  eban sumbu -&? t (STRT$ @ =  5  eban sumbu 9&> t (STRG$ @ =

 5  eban sumbu ?&= t (STRT$ @ 8!:9= @ =&;- 5  eban sumbu ?&= t (STRG$ @ !?&8;:9= @ =&9!  5  eban sumbu #&8 t (STRT$ @ 8;:9= @ =&?- 5  eban sumbu !?&> t (STdRT$ @ 8-:9= @ =&;>

+<NG3IT,NG 6,+2A3 R<P<TISI I6IN T<GANGAN FANG T<R6AI (dilihat dari table$

Perbandingan tegangan =&9!  Repetisi ijin @

Perbandingan tegangan =&;-  Repetisi ijin @ 89=%=== Perbandingan tegangan =&?-  Repetisi ijin @ !9%=== Perbandingan tegangan =&;>  Repetisi ijin @ ;#%===

+<NG3IT,NG 6,+2A3 PRCS<NTAS< DATIG,< Perbandingan tegangan =&9! @ 111

Perbandingan tegangan =&;- @ (!-"%===:89=%===$  !== B @ ;> B Perbandingan tegangan =&?- @ (!"!%===:!9%===$  !== B @ !-?9 B Perbandingan tegangan =&;> @ (!"!%===:;#%===$  !== B @ --; B

  

Total *atigue @ !#;# B HH !== B

(18)

KESIMPULAN P'%0 /% 0'&% K;*/%+* +/5&/ B'&% +/5&/ (0) P'+'0%+' ;*/%+* +/5&/ J/5%, ''0*+* +'%5% /5/ '4%%. STRT 8 !98> ' --99 @ 98&#= B !8-&?>%!=; STRT - 8!9 ' --99 @ ?&9= B !>&;9%!=; STRG 9 !98> ' --99 @ 98&#= B !8-&?>%!=; STRG ; 8!9 ' --99 @ ?&9= B !>&;9%!=; STRT ; !? ' --99 @ =&9> B !&-"%!=;

STRT ? (!9E!>$ ' --99 @ =&?? B !&"!%!=;

STRG # 1 1

STdRG !9 (!9E!>$ ' --99 @ =&?? B !&"!%!=;

T @ 16 45. MR @ "=452 K;* /%+* +/5&/ B'&% +/5&/ (0) B'&% +/5&/ ''4%% PK @ 1<2 R''0*+* &'&% (1=#) T'%%  :% 0'7%* (452) P'&%* % 0'%% J/5%, ''0*+* &'&% :% **7*% P'+'0% +' %0*/' STRT 8 8&9 !8-&?> 1 1 1 = STRT - -&? !>&;9 1 1 1 = STRG 9 9&> !8-&?> 1 1 1 =

STRG ; ? !>&;9 !?&8; =&9! 1 =

STRT ; ? !&-" 8! =&;- 89==== ;>

STRT ? #&8 !&"! 8; =&?- !9=== !-?9

STRG > "&? 1 1 1 1 1

STdRG !9 !?&> !&"! 8- =&;> ;#=== --;

Total !#;#

(19)
(20)
(21)
(22)

T @ !" cm +R  8> @ 9=kg K;* /%+* +/5&/ B'&% +/5&/ (0) B'&% +/5&/ ''4% % PK @ 1<2 R''0*+* &'&% (1=#) T'%%  :% 0'7%* (452) P'&%* % 0'%% J/5%, ''0*+* &'&% :% **7*% P'+'0% +' %0*/' STRT 8 8&9 !8-&?> 1 1 1 = STRT - -&? !>&;9 1 1 1 = STRG 9 9&> !8-&?> 1 1 1 =

STRG ; ? !>&;9 !9&= =&-; 1 =

STRT ; ? !&-" !>&; =&99 1 =

STRT ? #&8 !&"! 8=&9 =&;! 9===== 9>

STRG > "&? 1 1 1 9===== 1

STdRG !9 !?&> !&"! 8=&9 =&;! 9===== 9>

Total "?

D'% 0'&% '%0 19 45< 0'*,%0

T0% '+'0%+' %0*/' @ 9$ >  1== >< 5%% ',*0/% +/%, 4//.

Referensi

Dokumen terkait