• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelly Candy, Permen Kencur Jelly Kaya Manfaat Produk Lab. Kimia ITN Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kelly Candy, Permen Kencur Jelly Kaya Manfaat Produk Lab. Kimia ITN Malang"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Kelly Candy, Permen Kencur

Jelly Kaya Manfaat Produk

Lab. Kimia ITN Malang

Kencur (Kaempferia Galanga) merupakan salah satu dari 5 jenis tumbuhan yang dikembangkan sebagai tanaman obat asli Indonesia. Dengan kandungan minyak atsiri dan rasa yang menghangatkan membuat kencur menjadi salah satu bahan obat herbal. Sangat efektif untuk meredakan batuk, gatal-gatal pada tenggorokan dan melegakan inflamasi/radang tenggorokan serta mengembalikan suara yang hilang.

Kencur selain dijadikan minuman segar ternyata bisa diolah dan dijadikan permen kencur. Permen kencur ini merupakan inovasi dari mahasiswa dan dosen Teknik Kimia ITN Malang. Proses penelitian, pembuatan bahkan sampai produksi massal dilakukan di Laboratorium Teknologi Bahan Makanan ITN Malang.

(2)

Kelly Candy, Permen Kencur Jelly Kaya Manfaat Produk Lab. Kimia ITN Malang

Menurut Erik Setiawan asisten Laboratoriun, penelitian permen kencur sudah dimulai dari tahun 2015. Untuk membuat permen kencur yang terkenal dengan nama Kelly Candy ini tidak semudah kelihatannya. Trial and error dilakukan berkali-kali. “Pertama terlalu manis, kadar gula dikurangi, rasa kencur terlalu tajam dan getar kadar kekentalan dikurangi demikian dilakukan berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang sesuai dengan lidah,” tutur Erik saat bertemu di ruang humas ITN Malang, Rabu (7/6).

Agar mendapatkan hasil maksimal kencur diblender beserta kulitnya, sehingga mengandung kadar serat yang tinggi dan dicampur dengan berbagai bahan lain. Kemudian dimasak dan dimasukkan cetakan. Setelah kering baru dipotong dan dikemas.

Dengan pengeringan menggunakan sinar ultraviolet Kelly Candi masa simpannya sampai 6 bulan terjamin hygienis dan steril. Dikemas dalam dua kemasan 150 gram dan 60 gram, Kelly Candy banyak diminati oleh semua golongan umur. “Kami memanfaatkan moment mahasiswa yang pulang kampung dan menjualnya sebagai oleh-oleh,” terang Ilham Arasy marketing produk.

“Menghadapi lebaran penjualan open order lewat media online maupun langsung datang ke Laboratorium Kimia. Kami juga sudah mengunggah di instagram untuk pemasaran dan sudah ada permintaan paling jauh dari Lombok,” pungkasnya. Untuk Pre Order bisa menghubungi : Arasy 081 23251 9636. (humas)

(3)

Mahasiswa ITN Malang Meninjau

Studio Andy Rahman

Kreatifitas studio Andy Rahman yang mempertahankan material lokal menjadi icon, merupakan daya tarik tersendiri bagi Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) ITN Malang untuk datang secara langsung, mengamati, mempelajari dan menganalisa suatu obyek sebagai pembelajaran.

Studio Andy Rahman yang berlokasi di Sidoharjo, Jawa Timur menjadi singgahan pertama dari HMA. Studionya mengekspos material lokal apa adanya. Misalnya tembok hanya diaci dan menggunakan permainan bata. Ditambah permainan lampu yang mendukung suasana. Di sini mahasiswa berdiskusi mulai cara membuat konsep sampai bagaimana mendesain suatu bangunan.

(4)

Dari kunjungan ke Andy Rachman Studio, pembelajaran yang bisa dipetik adalah Arsitektur itu tidak selalu mahal. “Bahkan Bapak Andy Rahman mempunyai pandangan bahwa arsitektur itu harus dilihat. Maka studio yang ia miliki terbuka untuk umum. Saking uniknya studio miliknya oleh masyarakat sekitar digunakan sebagai balai RW,” terang Yosua Erik Prasetyo Ketua HMA saat ditemui di gedung UKM Kampus I ITN Malang, Rabu (7/6).

Menurut Yosua, konsep studio yang unik ini menjadi daya tarik bagi mahasiswa ITN untuk mengambil foto. Bertema lomba foto sederhana para mahasiswa ini berpencar mencari obyek foto yang kemudian di unggah di IG masing-masing. Satu orang yang menang mendapat buku arsitek karya anggota IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia) Jawa Timur.

Semoga kunjungan singkat yang dipenuhi dengan berbagai pengalaman dan pembelajaran ini akan bermanfaat bagi calon-calon arsitek muda ITN Malang. (humas)

Mahasiswa

ITN

Menelisik

Keunikan Bangunan De Javasche

Bank Surabaya

Mahasiswa Arsitektur yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) ITN Malang menelisik keunikan arsitektur bangunan Museum Bank Indonesia (De Javasche Bank) Surabaya. Sebanyak 45 anggota HMA mempelajari filosofi bangunan dari museum yang memiliki warisan arsitektur Kolonial dengan gaya Neo-Renaissance Architecture.

(5)

Ketua HMA, Yosua menuturkan, arsitektur Belanda mengacu pada arsitektur Eropa dengan ciri tembok yang tebal, atap runcing menjulang dengan tiang-tiang yang tinggi. “Tembok dari bangunan ini memiliki tebal sekitar 60 cm, dengan tinggi kira-kira 6 meter. Padahal rata-rata tebal tembok normal di Indonesia hanya 15 cm. Kekokohan bangunan yang berdiri sejak tahun 1829 dan dibangun kembali pada tahun 1904 serta dirancang dengan cara yang sama dengan kantor pusat de Javasche Bank Batavia ini bertahan sampai sekarang, hanya berubah diwarna catnya saja,” tuturnya bersemangat.

(6)

Surabaya juga terdapat bunker semacam ruang bawah tanah. Sedangkan untuk CCTV masih tradisional dengan memanfaatkan bayangan yang terpantul dari cermin. Uniknya atap di tengah bangunan museum ini menggunakan kaca, sehingga pada siang hari pukul 12 Cahaya matahari akan menerobos masuk ke dalam bangunan. “Makanya di siang hari tidak memerlukan lampu. Bangunan seperti ini hanya ada dua di dunia, di Surabaya dan Perancis,” ujarnya.

Sebagai akhir perjalanan tidak lengkap rasanya sebagai mahasiswa Arsitektur , tanpa melakukan karya kreatif sehingga secara bersama-sama membuat sketsa on the spot di seputaran jembatan merah sambil ngabuburit. (humas)

Menebar Kebaikan Mahasiswa

ITN Bagikan Takjil Istimewa

Menebar Kebaikan Mahasiswa ITN Bagikan Takjil Istimewa

Puluhan pekerja terdiri dari tukang becak, tukang parkir, sopir taksi, sopir angkot dan ojek yang biasa mangkal di depan stasiun Kota Baru Malang mendapat pembagian takjil dari Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) ITN Malang. “Bagi-bagi takjil gratis sudah merupakan program rutin tiap tahun dari bidang pengabdian masyarakat,” tutur Yosua Erik Prasetyo Ketua HMA saat ditemui di gedung UKM Kampus I, Rabu (7/6).

(7)

Sebanyak 150 bungkus takjil terbagikan merata pada pekerja sedangkan kelebihannya dibagikan ke pengendara yang melintas di depan stasiun. Ada yang menarik dari takjil yang dibagikan mahasiswa arsitek ini. Takjil tersebut berisikan es pisang ijo makanan khas Sulawesi Selatan yang dibuat sendiri oleh anggota HMA. “Sebenarnya menu takjil ini ide dari salah satu anggota HMA yang berasal dari Goa. Selain bahannya mudah diolah makanan ini jarang disuguhkan dalam bagi-bagi takjil gratis,” ungkapnya.

Yosua menuturkan dengan sepenuh hati dan rasa cinta es pisang ijo dibuat sebagai bukti perhatian dan kebaikan yang ingin dibagikan. Karena sesungguhnya manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu berbagi dengan yang lain. Salah satunya di moment ramadhan ini, dimana manusia berusaha berlomba-lomba menebar kebaikan dan cinta kasih.

“Ada 20 anggota HMA yang terlibat dalam aksi ini. Selain berbagi dengan sesama, kegiatan ini juga membentuk rasa

(8)

kekeluargaan pada anggota. Mulai membuat takjil bareng-bareng, membaginya dan diakhiri dengan buka bersama,” menurutnya tugas mahasiswa tidak hanya kuliah namun juga pengabdian kepada masyarakat. (humas)

ITN Malang Kenalkan Permen

Kencur ke Ibu-Ibu PKK Junrejo

Batu

Rempah-rempah satu ini sangat familier di kalangan ibu-ibu sebagai bumbu dapur. Efek menghangatkan membuatnya juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Kencur sirimpang imut ini selain sebagai bumbu dan obat ternyata bisa juga dibuat menjadi permen yang enak. Dengan mengetahui kandungan zat yang bermanfaat pada kencur, Teknik Kimia ITN Malang melakukan Pelatihan Pembuatan Permen Jelly Kencur (Kelly Candy) terhadap ibu-ibu PKK di Balai Desa Kecamatan Junrejo, Batu beberapa waktu yang lalu.

Bertajuk Be a Successful Independent Woman, ITN Malang diundang oleh Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Jurusan Pendidikan Luar Sekolah untuk mengembangkan sumber daya ibu-ibu PKK di Junrejo. UM melirik ITN Malang karena mempunyai Laboratorium Teknologi Bahan Makanan yang credible, kreatif dan inovatif. Terbukti beberapa produk telah memasuki pasaran umum seperti Wolly Candy, Kecap tongkol, Kelly Candy dll.

Rovita Ika Aryanti bagian produksi laboratorium Teknologi Bahan Makanan menyampaikan proses pembuatan permen kencur jelly (Kelly Candy) sangat mudah, selain itu kencur mudah didapat dengan harga murah dan kaya manfaat. (humas)

(9)

Sentra KI ITN Malang Dorong

Dosen dan Mahasiswa Patenkan

Hasil Penelitiannya

Perlindungan secara hukum terhadap Kekayaan Intelektual (KI) civitas akademik menjadi perhatian serius Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Hal ini tidak hanya untuk meningkatkan prestis sang peneliti tetapi memang sudah selayaknya invensi-invensi orang-orang kampus biru diapresiasi melalui perlindungan kekayaan intelektual. “Kita yang sudah meneliti, tapi ternyata hasilnya malah dipatenkan oleh orang lain rasanya itu sakit,” terang Dr. Nanik Astuti Rahman ST, MT, ketua bidang ahli teknologi sentra KI ITN Malang saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (29/5)

Karena itu, lanjut perempuan asli Banyuwangi tersebut, pihaknya berupaya mendorong para dosen dan mahasiswa untuk melindungi hasil penelitiannya secara hukum. Saat ini, para peneliti di dunia berlomba-lomba mematenkan temuan-temuannya. Karena pemilik patenlah yang berhak atas suatu invensi sekalipun ada orang lain yang lebih dulu menelitinya. “Kemarin ada kejadian, antara orang Jogjakarta dan Surabaya. Invensinya sama, saat didaftarkan ke kemenkumham ternyata lebih dulu yang Jogjakarta satu menit. Ya akhirnya yang dapat paten yang Jogjakarta, padahal penelitiannya pengembangan dari yang Surabaya,” terang perempuan yang akrab disapa Nani itu.

Masih banyak lagi kasus dimana peneliti utama dikalahkan oleh peneliti pengembang hanya karena soal paten yang lebih dulu. Karena itu, kalau di luar negeri paten dulu baru melakukan penelitian, sementara di Indonesia masih sebaliknya.

(10)

Dalam kesempatan itu, Nanik juga menjelaskan beberapa jenis kekayaan intelektual yang sejauh ini masih kerap kali disalah pahami. Di antaranya: paten sederhana, paten (biasa), hak cipta, merek dagang, rahasia dagang, desain produk, indikasi geografis, desain tata letak sirkuit terpadu, dan perlindungan varietas tanaman. Menurutnya, masing-masing jenis KI ini berbeda satu sama lain. “Nama produk tertentu, itu perlindungannya bukan perlindungan paten tapi merek dagang. Atau menyangkut komposisi jenis makanan tertentu, maka perlindungannya bukan hak cipta tapi rahasia dagang,” tutur alumni ITN Malang tersebut.

Dengan pengklasifikasian tersebut, suatu invensi dapat memiliki lebih dari satu perlindungan KI. Katakanlah produk samrt phone A. Ia bisa mematenkan mereknya, desain produknya, rahasia dagangnya, dst. “Jadi tidak sesederhana yang dibayangkan bahwa produk tertentu sudah dipatenkan,” kata dia. (her)

Lembaga ICC, Siapkan Lulusan

ITN Malang Bersaing Secara

Internasional

Saat bekerja di suatu perusahaan beberapa tahun lalu selalu bertemu dengan orang-orang Indonesia. Tapi beberapa tahun terakhir, kantor sudah dipenuhi oleh orang-orang dari Korea, China, Thailand, dan Eropa. Ini betapa tenaga kerja Indonesia memperoleh tantangan yang serius untuk bersaing dengan mereka. Demikian terang Umar Khadafi S.Pd, MCE, dirut PT Infosys perwakilan ICC (International Certification Center) Jawa Timur dalam acara sosialisasi di ruang serba guna Institut Teknologi

(11)

Nasional (ITN) Malang.

Menurut pria yang akrab disapa Khadafi itu, agar orang-orang Indonesia dapat bersaing dengan tenaga kerja asing maka mereka harus dibekali dengan komptensi internasional yang ditandai dengan sertifikat. Dalam hal ini kampus perlu memberikan pelatihan supaya para lulusannya dapat mengikuti tes sertfikasi internasional. “Nah, saat ini di ITN Malang sudah memiliki lembaga ICC yang bisa digunakan untuk mengadakan pelatihan dan menyelanggarakan tes,” kata direktur perusahaan penyalur certiport internasional itu.

Dalam kesempatan itu juga, Khadafi menyatakan apresiasinya pada ITN Malang yang sudah berusaha keras menyiapkan lembaga ICC. Kampus biru merupakan satu-satunya kampus yang memiliki lembaga ini di Malang. “ Yang mengadakan tes certiport ini memang banyak, ada UB, UM, Unisma, ABM, Ma Chung. Tetapi hanya ITN Malang yang punya lembaga ICC. Bisa jadi mereka nanti tesnya di kampus ini,” kata dia. (her)

Kisah

Menarik

Ur-Watch

Ciptaan Dosen ITN Malang

Tidak ada yang menyangka kalau Ur-Watch berbasis android ciptaan dosen ITN Malang yang disoft launching Senin (8/5) terinspirasi dari kasus pelanggaran tata ruang. Terkait pengurusan izin Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) di lokasi Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur).

Kasus pelanggaran dengan cara mengkonversi lahan resapan air menjadi hunian yang diberikan kepada investor dan melibatkan

(12)

pimpinan daerah tersebut, menjadi titik awal permenungannya. “Ternyata instrumen pengendalian tata ruang kita lemah. Inilah yang kemudian menjadikan ide pembuatan Ur Watch,” ungkap Muhammad Reza ST., MURP., pencipta aplikasi Ur Watch.

Ur Watch kepanjangan dari Urban and Regional Watch (pengawasan kota dan wilayah) merupakan aplikasi berbasis android yang memudahkan masyarakat, akademisi, LSM dan developer untuk bisa mengakses data Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Dengan aplikasi Ur Watch, masyarakat bisa berperan aktif melakukan fungsi kontrol pembangunan, yaitu ikut serta mengawasi pembangunan suatu wilayah apakah sudah sesuai pemanfaatannya atau tidak.

Bagi investor Ur Watch akan menunjukkan lahan yang sesuai peruntukannya untuk dikembangkan. “Dari aplikasi ini investor bisa mengakses secara jarak jauh bila akan membangun proyek di suatu daerah tanpa terkendala birokrasi. Demikian pula pemangku kepentingan lainnya yang ingin memanfaatkan,” terangnya.

Tidak mudah membangun dan mengembangkan ide menjadi sebuah aplikasi. Berkaca dari ITN Malang sebagai kampus teknologi, Reza tertantang membuat sistem berbasis IT sehingga semua orang dapat mengaksesnya. Selama ini belum ada aplikasi online yang bisa untuk melihat dan mengawasi tata ruang yang sudah diperdakan, apa lagi bisa mengimplementasikan 513 kabupaten, kota, dan kota administratif.

(13)

Lebih lanjut Reza menuturkan ide ini dikembangkan Bulan Januari 2017 dengan mengandeng tenaga ahli lintas sektroral. Disupport oleh team IT dan didukung oleh teman-teman di Prodi PWK ITN Malang Ur Watch berhasil dirumuskan & diwujudkan.

Aplikasi baru dengan beragam fitur dalam pembuatannya pastinya akan menemukan berbagai kendala. Salah satunya adalah sinkronisasi. Sinkronisasi antara Google Maps dan sistem parsial dalam bentuk gambar dan peta terus dibenahi. Bagi masyarakat awam yang tidak bisa membaca peta, fungsi sinkronisasi ini sangat penting. Sehingga masyarakat mudah mengetahui sebuah pembangunan yang ada disekitarnya melanggar tata ruang atau tidak.

Sedangkan kelebihan dari aplikasi Ur Watch yaitu mudah penggunaannya, bisa diakses gratis mempunyai tampilan menarik dan yang paling penting tentunya belum pernah ada aplikasi seperti ini. Supaya aman Data RDTR yang terunggah di Ur Watch harus sudah diperdakan terlebih dahulu. Ini untuk menghindari polemik dikemudian hari, juga memberikan kepastian hukum pada investor.

Reza mengatakan penyempurnaan Ur Watch terus dilakukan karena

launching akan dilaksanakan di Jakarta setelah Idul Fitri

(14)

Tingkatkan Motivasi, ITN

Malang Beri Apresiasi pada

Civitas Akademika Berprestasi

ITN Malang terus memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi bagi prestasi-prestasi mahasiswa, karyawan dan dosen. Apresiasi tersebut diberikan dalam sebuah ajang IACAC (ITN Award of Creatif for Achievement and Competition) di auditorium Kampus I ITN Malang, Kamis (17/5). Sebanyak 39 peserta yang berprestasi dalam kategori tata kelola unit kerja, SDM, dan bidang kompetisi memperoleh penghargaan

Menurut Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi MT, pemberian

award untuk prestasi tenaga pendidik dan kependidikan serta

mahasiswa sudah melalui tahapan seleksi dan evaluasi. “IACAC tidak akan berhenti sampai disini. Karena ini merupakan ajang pemberian penghargaan bagi kinerja dosen dan karyawan serta mahasiswa, sehingga perlu dibudayakan terus menerus. Ditambahkannya kegiatan ini juga sebagai jembatan apa bila diminta oleh pihak eksternal mengenai prestasi dosen, karyawan, dan mahasiswa,” terangnya.

(15)

IACAC menjadi wujud visi ITN Malang sebagai lembaga pendidikan yang unggul. Pengertian unggul tersebut memiliki kemampuan kompetitif dan memiliki daya saing dan daya dukung yang kuat dengan kualitas SDM yang unggul.

Ir. Daim Triwahyono, MT, Ketua IACAC dalam sambutannya mengatakan bahwa budaya kreatif inovatif perlu dikembangkan di lingkungan ITN Malang. Sehingga terwujudlah SDM unggul, yang mau dan mampu ikut serta aktif dalam persaingan yang sehat. “Kegiatan ini untuk mencari siapa yang berprestasi di lingkungan kerjanya. Karenanya karyawan, dosen dan mahasiswa berprestasi pantas diberi penghargaan,” ungkapnya.

Menurutnya selama ini budaya kompetisi masih kurang, sebagian civitas akademika masih malu-malu untuk mengakui prestasinya dihadapan publik. Padahal selama ini dosen dan karyawan ITN Malang memiliki prestasi yang patut dibanggakan. “Dengan

(16)

perkembangan teknologi sistem informasi terintegrasi di setiap lembaga di lingkungan ITN Malang maka data dosen, karyawan dan mahasiswa sudah tersedia. Dari sana kemudian dipilih nominator-nominator terbaik,” sambungnya. Ia berharap acara serupa akan diselenggarakan rutin tiap tahun dengan inovasi-inovasi baru.

Untuk tahun ini IACAC memberikan award kepada 39 peserta berprestasi dalam kategori tata kelola unit kerja, SDM, dan bidang kompetisi. Kategori tersebut meliputi ketua Prodi berprestasi, dosen berprestasi, tenaga administrasi akademik dan keuangan berprestasi, laboran berprestasi, pustakawan berprestasi, mahasiswa berprestasi, english debate, english

speech contest, news reporting lomba desain logo ITN Malang

dan lomba desain pendopo, bidang peningkatan ekonomi masyarakat, pembangunan destinasi wisata. (humas)

Kembali Raih Piala “AKU” ITN

Malang Perkuat Empat Bidang

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuktikan keunggulannya berhasil mempertahankan prestasi dengan meraih Anugerah Kampus Unggul (AKU) 2017 di lingkungan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur. Untuk kategori Institut, ITN Malang kembali berada di urutan pertama & urutan ke-19 dari 328 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Jawa Timur serta masuk dalam kategori Predikat Utama.

Hingga saat ini sudah 9 tahun berturut-turut ITN mendapat kepercayaan sebagai Kampus Unggulan di Jawa Timur. Sementara sebagai kampus penerima Anugerah Kampus Unggul (AKU) sudah

(17)

lima kali. Sukacita menerima piala AKU diluapkan dengan melakukan kirab piala AKU yang dimulai dari halaman depan rektorat menuju aula. Resimen Mahasiswa ikut mengawal kirab tersebut yang disambut applaus meriah dosen & karyawan ITN Malang.

kirab piala aku itn malang menwa itn malang

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT dalam sambutannya menyampaikan, piala AKU tidak serta merta diterima oleh ITN Malang. Dalam kurun waktu satu tahun dilakukan penilaian terhadap ITN dan PTS lain berdasarkan empat bidang: Tata Kelola Kelembagaan dan Kerjasama, Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (diktedik), Penelitian & Pengabdian Masyarakat, Pembelajaran & Kemahasiswaan.

Rektor mengucapkan terimakasih kepada segenap pihak yang telah bekerja keras sehingga piala Aku kembali diraih, tetapi itu tidak cukup karena ITN Malang mempunyai target mendapatkan Piala Kartika (ITN sudah 3 kali berturut-turut mendapatkan

(18)

piala AKU dan tahun depan bila berhasil mempertahankan berhak memperoleh Piala Kartika). Untuk itu rektor & segenap jajarannya siap memperkuat empat bidang yang disyaratkan untuk mempertahankan piala Aku yang berujung kepada perolehan Piala Kartika.

Perhelatan IACAC (ITN Award of Creatif Achievement and

Competition) menjadi salah satu sarana meraih piala Kartika

karena seluruh sumber daya manusia yang ada dipacu melalui kompetisi. Dalam bidang Penelitian yang juga menjadi point penilaian, prestasi ITN Malang sangat luar biasa melompat dari Kluster binaan menjadi Kluster Utama dan Jurnal Internasional yang terindeks Scopus di urutan pertama dari seluruh PTS se-kota Malang.

Semoga segala daya upaya dan perbaikan yang dilakukan terus menerus akan menjadi strategi penguatan untuk membawa pulang piala Kartika tahun depan. (humas)

Referensi

Dokumen terkait