• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN E-LEARNING YANG TERINTEGRASI VIDEO DENGAN MOODLE DAN BIGBLUEBUTTON UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN E-LEARNING YANG TERINTEGRASI VIDEO DENGAN MOODLE DAN BIGBLUEBUTTON UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN E-LEARNING YANG

TERINTEGRASI VIDEO DENGAN MOODLE DAN

BIGBLUEBUTTON UNTUK MENINGKATKAN

MOTIVASI BELAJAR SISWA

Yonathan Manase Kones, Wikky Fawwaz Al Maki, dan Mira Rosalina

Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, STKIP Surya Tangerang

Email:[email protected]

ABSTRAK

Pembelajaran jarak jauh adalah proses pembela-jaran tidak terjadinya kontak dalam bentuk tatap muka secara langsung antara guru dangan siswa di kelas, akan tetapi siswa berkomunikasi langsung dua arah yang dijembatani dengan media moodle yang terintegrasi dengan video conference. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi desain media grafis menggunakan GIMP. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII SMA GenIUS Surya Tangerang pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Penggumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, lembar observasi, pe-doman wawancara untuk mengukur motivasi bela-jar siswa dalam menggunakan media moodle yang terintegrasi dengan video conference. Berdasarkan hasil analisis data dari angket, observasi, dan wawan-cara ditemukan bahwa media moodle yang terin-tagrasi dengan video conference dapat memotivasi siswa pada materi desain media grafis menggunakan GIMP.

Kata Kunci: e-learning, video conference, moo-dle, bigbluebutton, motivasi belajar.

A

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana un-tuk mewujudkan suasana belajar dan proses

pem-belajaran agar peserta didik secara aktif mengem-bangkan potensi dirinya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecer-dasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diper-lukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meru-pakan suatu proses akademik yang tujuannya untuk meningkatkan nilai sosial, budaya, moral dan agama serta mempersiapkan pembelajaran menghadapi tan-tangan dan pengalaman dalam kehidupan nyata [6]. Pendidikan merupakan kebutuhan sekaligus hak dasar bagi setiap warga negara, tanpa membedakan golongan, gender, usia, status, sosial, maupun tem-pat tinggal, artinya setiap orang mempunyai hak un-tuk memperoleh layanan pendidikan. Kalau sampai tidak mendapat kesempatan kerena berbagai kendala adalah kewajiban pemerintah untuk mencari sistem pendidikan yang tepat, yang dapat melayani mereka. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan alternatif yang dapat memberikan layanan kepada setiap orang untuk mendapatkan pendidikan [3].

E-learning merupakan salah satu media yang dikembangkan untuk membantu menyelesaikan per-masalahan yang ada di daerah terpencil atau jauh dari perkotaan, dengan adanya e-learning moodle yang terintegrasi dengan video conference peserta didik menjadi sangat fleksibel dalam memilih waktu tempat belajar karena mereka tidak harus datang dis-uatu tempat pada waktu tertentu. Di lain pihak, pengajar dapat memperbarui materi

(2)

pembelajaran-nya kapan saja dan di mana saja. E-learning sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan kurang mer-atanya hak akses di setiap daerah. Pengembangan e-learning yang sudah dilakukan saat ini sudah pada tahap sinkronisasi antara server, sehingga pengim-plementasian video conference mampu bertindak se-bagai sarana pembelajaran jarak jauh yang paling efektif. Pada video conference aspek melihat dapat ditemukan melalui gambar interaksi pada masing-masing komputer. Sedangkan pada aspek mengucap-kan mampu diwakili dengan interaksi antara peng-guna pada saat video conference. Integrasi antara Learning Management System (LMS) dan video con-ference sudah dapat diterapkan, akan tetapi pada kondisi ini masih dibutuhkan resource yang sangat besar. Resource yang dibutuhkan adalah minimum membutuhkan dua server dimana salah satu server berisi LMS sedangkan server yang lainnya berisi ap-likasi video conference [1].

Pengembangan e-learning moodle yang terinte-grasi dengan video conference dapat membantu meningkatkan pembelajaran jarak jauh yang ada di SMA Negeri 1 Amfoang Barat Daya, Kabupaten Ku-pang. Di SMA Negeri 1 Amfoang Barat Daya masih kekurangan pengajar karena keterbatasan jarak dan waktu sehingga pengajar jarang datang ke sekolah dan pembelajaran tidak efektif akan berdampak pada hasil belajar peserta didik, hal ini bukan karena pe-serta didik tidak belajar akan tetapi pegajar dibatasi oleh jarak dan waktu, dengan adanya pengemban-gan e-learning moodle yang terintegrasi denpengemban-gan video conference ini dapat mangatasi permasalahan yang ada.

B

METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan suatu cara yang di-gunakan dalam sebuah penelitian untuk mencapai tujuan penelitian. Metode penelitian yang digu-nakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan dan men-jawab persoalan-persoalan suatu fenomena atau peri-stiwa yang terjadi pada saat penelitian [9]. Adapun langkah-langkah penelitian deskriptif yang dibuat

oleh peneliti secara garis besar dibagi menjadi tiga tahap adalah sebagai berikut:

1 Tahap Persiapan.

a Menganalisis kurikulum mata pelajaran desain media grafis menggunaka GIMP yang terdapat pada modul dan peneliti menyusun materi yang akan diajarkan kepada peserta didik.

b Mencari informasi di internet yang berhubungan dengan pembelajaran;

c Menyusun cara membuat gambar menggunakan GIMP.

d Membuat instrumen penelitian berupa kisi-kisi angket, lembar observasi dan pedoman wawan-cara.

e Melakukan validasi terhadap instrumen. f Menentukan sekolah dan kelas yang akan

di-jadikan tempat penelitian. g Mengurus surat izin penelitian. 2 Tahap Pelaksanaan.

a Pembelajaran diawali dengan pembagian kelom-pok sesuai dengan daftar hadir peserta didik dan mengarahkan tentang cara membuka moodle yang terintegrasi dengan video conference. b Menjelaskan bagaimana cara menggunakan

moo-dle yang terintegrasi dengan video conference. c Observasi dilakukan pada saat mengikuti proses

pembelajaran jarak jauh menggunakan moodle yang terintegrasi dengan video conference. Pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung peneliti mengambil gambar dan merekam secara video.

d Pengumpulakan data yang berasal dari kisi-kisi angket, lembar observasi dan pedoman wawan-cara.

(3)

e Melakukan wawancara terhadap peserta didik berjumlah 9 orang dimana 3 orang yang men-dapatkan nilai tertinggi, 3 orang yang menda-patkan nilai mean, dan 3 orang yang mendap-atkan nilai terendah.

3 Tahap Akhir.

a Tahap akhir meliputi pengolahan data dari data hasil penelitan yaitu kisi-kisi angket, lembar observasi dan pedoman wawancara kemudian analisis dan pembahasan hasil penelitian serta menarik kesimpulan dan saran.

Untuk memudahkan pelaksanaan penelitian maka di-gunakan alur diagram yang terdapat pada gambar dibawah ini:

Figure 1: Alur Penelitian

1. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA GenIUS Surya Tangerang dan adapun siswa

yang mengikuti penelitian ini berjumlah 19 orang. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh karena jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel peneliti.

2. Teknik Pengumpulan Data

Angket sebagai instrumen penelitian yang di-lakukan dengan cara mengajukan sejumlah per-tanyaan tertulis kepada subjek penelitian atau re-sponden. Dalam penelitian ini, angket sebagai in-strumen penelitian utama dan angket digunakan un-tuk melihat gambaran pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dimana menggunakan moodle yang ter-integrasi dengan video conference. Pedoman wawan-cara digunakan untuk mengumpulkan data yang lebih mendalam lagi dengan cara melakukan wawancara kepada peserta didik. Observasi digunakan untuk mengobservesi peserta didik saat mengikuti kegiatan proses belajar mengajar menggunakan moodle yang terintegrasi dengan video conference.

C

ANALISIS

DATA

DAN

PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan dipaparkan analisis data dari hasil penelitian. Analisis data meliputi motivasi bela-jar peserta didik dan persepsi peserta didik terhadap media pembelajaran.

1. Observasi Pertemuan Pertama

Berdasarkan hasil observasi pada indikator-indikator motivasi belajar siswa dan persepsi siswa pada media pembelajaran peneliti menghitung tiap-tiap pernyataan untuk mendapatkan hasil persentase. Berikut ini adalah tabel dari pertemuan pertama:

Indikator Skor Presentase Perasaan Senang 94 92,15 Kemauan 33 97,05 Kecerdasan 30 88,23 Kemandirian 31 91,17 Dorongan 27 79,41 Efektivitas 82 80,39 Total 297 87,35

(4)

Berdasarkan hasil perhitungan persentase dari tiap-tiap indikator diatas, pada indikator perasaan senang dikatakan dalam kategori Ya mendapatkan skor sebesar 92,15% yang berarti bahwa moo-dle yang terintegrasi dengan video conference dapat memberikan rasa senang dalam materi desain me-dia grafis menggunakan GIMP dan didukung den-gan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa konsep motivasi instrinsik mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu. Bila ia dapat menyenangi kegiatan itu, motivasinya akan timbul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Indikator kemauan dikatakan dalam kategori Ya dengan to-tal skor 97,05% yang berarti bahwa moodle yang terintegrasi dengan video conference dapat mem-berikan rasa senang dalam pembelajaran desain me-dia grafis menggunakan GIMP dan didukung den-gan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa konsep motivasi instrinsik mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu. Bila ia dapat menyenangi kegiatan itu, motivasinya akan timbul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Indikator kecer-dasan dikatakan dalam kategori Ya dengan skor to-tal 88,23% yang berarti media yang digunakan da-pat meningkatkan kecerdasan berpikir dalam menye-lesaikan tugas yang diberikan oleh guru dan didukung dengan teori Maslow dalam Robert.C [4], meny-atakan bahwa orang yang termotivasinya rendah maupun orang yang berhasil menyelesaikan tugas-tugas yang sulit akan memiliki kebanggaan tersendiri baginya. Indikator kemandirian dikatakan dalam kat-egori Ya dengan skor total 91,17% yang berarti bahwa media moodle yang terintegrasi dengan video confer-ence dapat membantu peserta didik dalam menger-jakan tugas secara mandiri dan didukung dengan teori Maslow dalam Zainun Mutadin [7], menyatakan bahwa kemandirian merupakan suatu sikap indi-vidu yang diperoleh secara komulatif selama perkem-bangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi

dilingkungan, sehingga individu mampu berpikir dan bertindak sendiri. Dengan kemandirian seseorang da-pat memilih jalan hidupnya untuk berkembang yang lebih mantap. Indikator dorongan dikatakan dalam kategori Ya dengan skor total 79,41% yang berarti media moodle yang terintegrasi dengan video con-ference dapat memberikan dorongan untuk menger-jakan tugas atau ujian dan didukung dengan teori Maslow dalam Wahosumidjo [8], menyatakan bahwa motivasi dapat mendorong dan memberikan keku-atan dalam diri seseorang mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Indikator efektivitas dikatakan dalam kategori Ya dengan skor total 80,39% yang berarti bahwa fitur-fitur dan background media moo-dle yang terintegrasi dengan video conference san-gat mudah dipahami dan dimengerti dan didukung dengan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa konsep motivasi instrinsik mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu. Bila ia dapat menyenangi kegiatan itu, motivasinya akan timbul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Dari indikator-indikator diatas, peneliti menghitung rata-rata jum-lah skor (maksimum) untuk seluruh item 1 x 20 x 17 = 340 dan jumlah skor hasil pengumpulan data adalah 297. Jadi berdaskan data tersebut maka tingkat persetujuan terhadap semua indikator = (101 : 114) x 100 % = 87, 35%. Dengan demikian, terma-suk dalam kategori baik. Secara praktis dapat digam-barkan seperti berikut:

Figure 2: Grafik Hasil Perhitungan Indikator Perte-muan Pertama

Dari hasil analisis observasi pertemuan pertama di-atas, di dukung dengan teori Fredirick Herzberg yang memiliki pemikiran bahwa keberadaan faktor intrin-sik menyebabkan seseorang termotivasi. Sebaliknya

(5)

ketika faktor ekstrinsik tidak terdapat dalam suatu pekerjaan akan menyebabkan ketidakpuasan seseo-rang [5]. Selain itu, teori Herzberg dikaitkan den-gan hasil penelitian diatas, bahwa peserta didik se-tuju terhadap media moodle yang terintegrasi dengan video conference.

2. Observasi Pertemuan Kedua

Berdasarkan hasil observasi pada indikator-indikator motivasi belajar siswa dan persepsi siswa pada media pembelajaran peneliti menghitung tiap-tiap pernyataan untuk mendapatkan hasil persentase. Berikut ini adalah tabel dari pertemuan kedua:

Indikator Skor Presentase Perasaan Senang 106 92,98 Kemauan 34 97,36 Kecerdasan 33 86,84 Kemandirian 33 86,84 Dorongan 34 89,47 Efektivitas 110 96,49 Total 297 87,35

Berdasarkan hasil perhitungan persentase dari tiap-tiap indikator diatas, pada indikator perasaan senang dikatakan dalam kategori Ya mendapatkan skor sebesar 92,98% yang berarti bahwa peserta didik merasa senang menggunakan media moodle yang ter-integrasi dengan video conference dan bisa berkomu-nikasi langsung dengan teman sekelas atau dengan guru secara jarak jauh dan didukung dengan teori Maslow dalam Isbandi[2], menyatakan bahwa kon-sep motivasi instrinsik mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesu-atu. Bila ia dapat menyenangi kegiatan itu, mo-tivasinya akan timbul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Indikator kemauan dikatakan dalam kategori Ya dengan to-tal skor 97,36% yang berarti bahwa peserta didik mengumpulkan tugas tepat pada waktu yang su-dah ditentukan oleh guru dan didukung dengan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa kon-sep motivasi instrinsik mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesu-atu. Bila ia dapat menyenangi kegiatan itu,

mo-tivasinya akan timbul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Indikator kecer-dasan dikatakan dalam kategori Ya dengan skor to-tal 86,84% yang berarti media yang digunakan da-pat meningkatkan kecerdasan berpikir dalam materi desain media grafis menggunakan dan didukung den-gan teori Maslow dalam Robert.C [4], menyatakan bahwa orang yang termotivasinya rendah maupun orang yang berhasil menyelesaikan tugas-tugas yang sulit akan memiliki kebanggaan tersendiri baginya. Indikator kemandirian dikatakan dalam kategori Ya dengan skor total 86,84% yang berarti bahwa me-dia moodle yang terintegrasi dengan video confer-ence dapat membantu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh dan didukung dengan teori Maslow dalam Zainun Mutadin [7], menyatakan bahwa kemandirian merupakan suatu sikap indi-vidu yang diperoleh secara komulatif selama perkem-bangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi dilingkungan, sehingga individu mampu berpikir dan bertindak sendiri. Dengan kemandirian seseorang da-pat memilih jalan hidupnya untuk berkembang yang lebih mantap. Indikator dorongan dikatakan dalam kategori Ya dengan skor total 89,47% yang berarti media moodle yang terintegrasi dengan video con-ference dapat memberikan dorongan untuk menger-jakan tugas secara online dan didukung dengan teori Maslow dalam Wahosumidjo [8], menyatakan bahwa motivasi dapat mendorong dan memberikan keku-atan dalam diri seseorang mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Indikator efektivitas dikatakan dalam kategori Ya dengan skor total 96,49% yang berarti bahwa media moodle yang terintegrasi den-gan video conference sangat mudah dipahami atau dimengerti dan didukung dengan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa konsep motivasi in-strinsik mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu. Bila ia da-pat menyenangi kegiatan itu, motivasinya akan tim-bul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Dari indikator-indikator diatas, peneliti

(6)

menghitung rata-rata jumlah skor (maksimum) un-tuk seluruh item 1 x 6 x 19 = 380 dan jumlah skor hasil pengumpulan data adalah 350. Jadi berdaskan data tersebut maka tingkat persetujuan terhadap se-mua indikator = (350 : 380) x 100 % = 92,10%. Den-gan demikian, termasuk dalam kategori baik. Secara praktis dapat digambarkan seperti berikut:

Figure 3: Hasil Perhitungan Indikator Pada Perte-muan Kedua

Dari hasil analisis observasi pertemuan kedua di-atas, di dukung dengan teori Fredirick Herzberg yang memiliki pemikiran bahwa keberadaan faktor intrin-sik menyebabkan seseorang termotivasi. Sebaliknya ketika faktor ekstrinsik tidak terdapat dalam suatu pekerjaan akan menyebabkan ketidakpuasan seseo-rang [5]. Selain itu, teori Herzberg dikaitkan den-gan hasil penelitian diatas, bahwa peserta didik se-tuju terhadap media moodle yang terintegrasi den-gan video conference sangat bermanfaat bagi pembe-lajaran jarak jauh.

3. Angket

Dibawah ini adalah Hasil perhitungan angket pada indikator-indikator motivasi belajar siswa dan persepsi siswa terhadap media pembelajaran untuk mengetahui presentase dari setiap pernyataan.

Indikator Skor Presentase Perasaan Senang 359 62,98 Kemauan 113 59,47 Kecerdasan 115 60,52 Kemandirian 114 60,00 Dorongan 121 63,68 Efektivitas 397 69,64 Total 1219 64,15

Berdasarkan hasil perhitungan persentase dari tiap-tiap indikator diatas, pada indikator perasaan senang dikatakan dalam kategori setuju mendap-atkan skor sebesar 62,98% yang berarti bahwa

me-dia moodle yang terintegrasi dengan video confer-ence dapat memberikan rasa senang dalam pembe-lajaran desain media grafis menggunakan GIMP dan didukung dengan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa konsep motivasi instrinsik mengi-dentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu. Bila ia dapat menye-nangi kegiatan itu, motivasinya akan timbul un-tuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Indikator kemauan dikatakan dalam kat-egori setuju dengan total skor 59,47% yang berarti bahwa kemauan peserta didik untuk belajar menggu-nakan moodle yang terintegrasi dengan video confer-ence dalam pembelajaran desain media grafik meng-gunakan GIMP dan didukung dengan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa konsep moti-vasi instrinsik mengidentifikasikan tingkah laku sese-orang yang merasa senang terhadap sesuatu. Bila ia dapat menyenangi kegiatan itu, motivasinya akan timbul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika sese-orang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Indikator kecerdasan dikatakan dalam kategori setuju dengan skor total 60,52% yang berarti bahwa kecerdasan peserta didik untuk bela-jar menggunakan moodle yang terintegrasi dengan video conference dalam pembelajaran pembelajaran jarak jauh dan didukung dengan teori Maslow dalam Robert.C [4], menyatakan bahwa orang yang termo-tivasinya rendah maupun orang yang berhasil menye-lesaikan tugas-tugas yang sulit akan memiliki ke-banggaan tersendiri baginya. Indikator kemandirian dikatakan dalam kategori setuju dengan skor total 60,00% yang berarti bahwa media moodle yang terin-tegrasi dengan video conference dapat membantu pe-serta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh dan didukung dengan teori Maslow dalam Zainun Mutadin [7], menyatakan bahwa kemandirian meru-pakan suatu sikap individu yang diperoleh secara ko-mulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam meng-hadapi berbagai situasi dilingkungan, sehingga indi-vidu mampu berpikir dan bertindak sendiri. Dengan kemandirian seseorang dapat memilih jalan

(7)

hidup-nya untuk berkembang yang lebih mantap. Indika-tor dorongan dikatakan dalam kategori setuju den-gan skor total 63,68% yang berarti bahwa peserta didik terdorong untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru secara online sehingga mendapat hasil yang ingin dicapai dan didukung dengan teori Maslow dalam Wahosumidjo [8], menyatakan bahwa motivasi dapat mendorong dan memberikan keku-atan dalam diri seseorang mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Indikator efektivitas dikatakan dalam kategori setuju dengan skor total 69,64% yang berarti efektivitas media moodle yang terinte-grasi dengan video conference dapat digunakan untuk pembelajaran jarak jauh akan tetapi harus didukung dengan fasilitas yang memadai dan didukung den-gan teori Maslow dalam Isbandi [2], menyatakan bahwa konsep motivasi instrinsik mengidentifikasikan tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu. Bila ia dapat menyenangi kegiatan itu, motivasinya akan timbul untuk melakukan kegiatan itu. Ketika seseorang menghadapi tantangan dan ia merasa yakin dirinya mampu, biasanya orang itu akan mencoba melakukan kegiatan. Dari indikator-indikator diatas, peneliti menghitung rata-rata jum-lah skor (maksimum) 5 x 20 x 19 = 1900. Jadi berdaskan data tersebut maka tingkat persetujuan terhadap semua indikator = (1219 : 1900) x 100% = 64,15%. Dengan demikian, termasuk dalam kate-gori cukup baik. Secara praktis dapat digambarkan seperti berikut:

Figure 4: Hasil Perhitungan Angket Keterangan:

0 - 380 : Sangat Tidak Setuju 381 - 760 : Tidak Setuju 761 - 1140 : Ragu-ragu / Netral 1141 - 1520 : Setuju

1521 - 1900 : Sangat Setuju

Dari hasil analisis observasi pertemuan pertama di-atas, di dukung dengan teori Fredirick Herzberg yang

memiliki pemikiran bahwa keberadaan faktor intrin-sik menyebabkan seseorang termotivasi. Sebaliknya ketika faktor ekstrinsik tidak terdapat dalam suatu pekerjaan akan menyebabkan ketidakpuasan seseo-rang [5]. Selain itu, teori Herzberg dikaitkan dengan hasil penelitian diatas, bahwa peserta didik setuju bahwa media moodle yang terintegrasi dengan video conference dapat memotivasi peserta didik dalam materi desain media grafik menggunakan GIMP.

4. Hasil Wawancara

Berikut ini adalah hasil wawancara dari tiap-tiap indikator motivasi belajar siswa dan persepsi siswa terhadap media pembelajaran.

a. Perasaan Senang

Di bawah ini adalah hasil wawancara dengan 3 pe-serta didik yang mendapat nilai tertinggi terhadap indikator perasaan senang, diketahui bahwa peserta didik merasa senang menggunakan media moodle yang terintegrasi dengan video conference karena bisa berkomunikasi langsung dengan dengan pengajar se-cara online. Dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai mean, diketahui bahwa peserta didik merasa bi-asa saja ketika menggunakan media moodle yang ter-integrasi dengan video conference karena semuanya tergantung pada jaringan internet. Dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai terendah, diketahui bahwa peserta didik merasa senang karena mendapat hal yang baru mengenai media moodle yang terinte-grasi dengan video conference.

b. Kemauan

Hasil wawancara dengan peserta didik mengenai indikator kemauan yaitu dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi, 3 peserta didik yang mendapatkan nilai mean, dan 3 peserta didik yang mendapatkan nilai terendah, diketahui bahwa pe-serta didik mengumpulkan tugas tepat waktu yang sudah ditentukan akan tetapi semuanya tergantung pada jarigan internet.

(8)

Hasil wawancara dengan peserta didik mengenai indikator kecerdasan yaitu dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi, 3 peserta didik yang mendapatkan nilai mean, dan 3 peserta didik yang mendapatkan nilai terendah, diketahui bahwa pe-serta didik memahami cara menggunakan moodle yang terintegrasi dengan video conference karena mu-dah dan praktis.

d. Kemandirian

Hasil wawancara dengan peserta didik mengenai indikator kemandirian yaitu dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi, 3 peserta didik yang mendapatkan nilai mean, dan 3 peserta didik yang mendapatkan nilai terendah diketahui bahwa peserta didik mengerjakan ujian tanpa bantuan orang lain atau mengerjakan sendiri.

e. Dorongan

Hasil wawancara dengan peserta didik mengenai indikator dorongan yaitu dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi, dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai mean, dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai terendah diketahui bahwa peserta didik merasa puas terhadap nilai yang dida-pat dari tugas-tugas akan tetapi jika memenuhi tar-getnya.

f. Efektivitas

Hasil wawancara dengan peserta didik mengenai indikator efektivitas yaitu dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi, dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai mean, dan dari 3 peserta didik yang mendapatkan nilai terendah diketahui bahwa peserta didik mudah dalam menggunakan moodle yang terintegrasi dengan video conference akan tetapi peserta didik tidak terlalu suka dengan tampilan background yang kurang menarik sedan-gkan fitur-fiturnya sangat bagus dan untuk penggu-naannya tergantung pada koneksi jaringan internet, jika jaringan internet bagus semuanya dapat berjalan dengan lancar, jika tidak lancar maka peserta didik akan ketinggalan materi pembelajaran media grafis

menggunakan GIMP. Moodle yang terintegrasi den-gan video conference dapat digunakan sebagai me-dia pembelajatan jarak jauh tetapi harus di dukung dengan fasilitas yang memadai. Dari Hasil wawan-cara dengan peserta didik mengenai tiap-tiap indika-tor peneliti menarik kesimpulan bahwa peserta didik mudah dalam menggunakan moodle yang terinte-grasi dengan video conference dan sangat cocok un-tuk pembelajatan jarak jauh tetapi tergantung pada koneksi jaringan internet, jika lancar maka semuanya berjalan dengan lancar, jika tidak lancar maka pe-serta didik akan ketinggalan materi pembelajaran media grafis menggunakan GIMP.

D

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh beberapa kesimpulan terkait dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan.e-learning moodle yang terintegrasi dengan video con-ference sebagai alat bantu dalam pembelajaran jarak jauh dan penerapan e-learning moodle yang terinte-grasi dengan video conference dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam materi desain media grafis menggunakan GIMP.

References

[1] Nirwan Adhiatma, Djoko Suprajitno, and Achmad Affandi. Implementasi E-learning den-gan Integrasi Video Conference Berbasis Web dalam Sistem Manajemen Pembelajaran.

[2] Isbandi Rukminto Adi. Psikologi Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan Sosial: Dasar-dasar Pemikiran. Jakarta: Grafindo Persada. 1994.

[3] Warsita Bambang. Pendidikan Jarak Jauh. Ban-dung: Penerbit PT. REMAJA ROSDAKARYA. 2011.

[4] Robert C. Beck, Motivation. New Jersay: Pren-tice Hall Inc. 1990.

(9)

[5] J. L Gibson, J. M Ivancevich, J.H. Donnelly, and R. Konopaske. Organization: Behavior, Struc-ture, Processes edition. New York. McGraw-Hill. 2011.

[6] Munir. Pembelajaran Jarak Juah Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Penerbit ALFABETA. 2009.

[7] Zainun. Mu’tadin. Kemandirian sebagai Kebu-tuhan Psikologi pada Remaja. Jakarta : http: www.Psikologi.Com/ remaja. 2002.

[8] Wahosumidjo. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1992.

[9] Arifin Zainal. Penelitian Pendidikan : Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2011.

Gambar

Figure 1: Alur Penelitian
Figure 2: Grafik Hasil Perhitungan Indikator Perte- Perte-muan Pertama
Figure 3: Hasil Perhitungan Indikator Pada Perte- Perte-muan Kedua
Figure 4: Hasil Perhitungan Angket Keterangan:

Referensi

Dokumen terkait

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL ”RESPON MAHASISWA TERHADAP STRATEGI MARKETING PUBLIC RELATIONS GRUP ORANG TUA DALAM PEMASARAN PRODUK WAFER TANGO ”

(2) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Badan yang berkedudukan di bawah dan

Evaluasi memperoleh peluang produksi bersih yaitu pelaksanaan sistem pembersihan dengan loop tertutup mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dengan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun karamunting ( Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) menyebabkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin

Hal ini menunjukkan bahwa interaksi antara jenis klon dan media dasar sangat memengaruhi jumlah nodul yang dihasilkan, dimana interaksi tertinggi dari kedua faktor tersebut

Mengingat Surakarta merupakan pusat budaya Jawa (di samping Y ogyakarta), maka sampai sekarang masih banyak terdapat naskah- naskah Ja~a peninggalan nenek moyang yang

5) teknik standar Pengukuran; 6) telaahan dokumen. Analisis dan pemilihan alternatif. Setelah berbagai informasi terkumpul, langkah selanjutnya melakukan analisis