Ringkasan Paper Minggu ke-4 Nama : M. Yudha A. NPM : 1205000541 Kelompok : 315
Judul Paper : Conducting Research in Information Systems Penulis : Alan R. Dennis dan Joseph S. Valacich Sumber : CAIS Volume 7 Article 5
INTRODUCTION
Pada paper ini penulis merasa selain perlu mengerti isu penting yang disajikan pada suatu paper, ada persyaratan yang perlu dipenuhi untuk publikasi penelitian pada jurnal IS tingkat atas. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menyajikan apa saja factor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan dalam publikasi penelitian pada jurnal IS kelas atas.
THE ROLE OF RESEARCH METHODOLOGY
Pada artikel ini peneliti mengatakan bahwa tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan proses ilmiah. Setiap metode ilmiah memiliki kekuatan dan kekurangan tersendiri. McGrath (1982) menyatakan bahwa metode penelitian dapat dievaluasi melalui 3 dimensi, yaitu Generalizability, Realism, dan Precision. Namun tidak mungkin ada metode penelitian yang bisa memenuhi seluruh dimensi tersebut.
DEVELOPING RESEARCH PROJECTS Identifying Project Ideas
Hal pertama dan paling penting yang harus dilakukan dalam sebuah proyek penelitian adalah membentuk tim dan menentukan pertanyaan kunci yang akan dibahas. Pada artikel ini penulis menyebutkan bahwa metode keranjang sampah merupakan model yang berguna dalam suatu penelitian. Pada artikel ini dijelaskan bahwa pada model keranjang sampah, semua elemen kunci dari penelitian dimasukkan, dicampur, dan keluar sebagai proyek. Pada beberapa kasus, ide suatu penelitian berasal dari penelitian sebelumnya dan teori, namun pada banyak kasus, ide datang dari stimulus yang lebih luas, contohnya pengalaman pribadi. Di samping itu, metode dan sumber daya yang tersedia juga berperan penting terhadap ide dari suatu penelitian.
Selecting a Project
Jika kita memiliki ide yang banyak, permasalahannya bukan bagaimana mengubah seluruh ide tersebut menjadi suatu proyek, tapi bagaimana memilih ide mana yang akan dijadikan proyek. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih ide tersebut untuk dijadikan suatu proyek, diantaranya:
1. Publication Potential
Tujuan dari semua penelitian adalah untuk memberikan pengetahuan. Untuk mencapai hal itu, maka penelitian tersebut perlu agar dipublikasikan di jurnal tingkat atas, agar penelitian tersebut dapat dibaca, dikutip, dan digunakan, baik oleh peneliti lain maupun praktisi. Hal inilah yang membedakan penelitian yang dipublikasikan di jurnal tingkat atas dengan jurnal tingkat bawah.
Adapun ada 4 syarat agar suatu penelitian dapat dipublikasi di jurnal tingkat atas, diantaranya:
a. Isu yang penting, dalam arti isu ini akan tetap menjadi perhatian hingga 5 tahun mendatang.
b. Terdapat sesuatu yang baru. c. Menarik.
d. Hasil yang mandiri.
2. Fit With Current and Future Research 3. Project Risk and Return
Suatu penelitian harus sesuai antara resiko dengan hasil yang didapat oleh orang-orang yang terlibat.
Recognizing Potential
Salah satu cara paling mudah dan paling penting untuk mengetahui potensi dari suatu proyek adalah berkonsultasi dengan senior.
Building a Research Team
Dulu, banyak penelitian dilakukan oleh satu peneliti saja. Kini,kebanyakan penelitian dilakukan oleh suatu tim peneliti. Pada umumnya suatu penelitian membutuhkan 3 kemampuan, yaitu:
1. Peneliti harus dapat membuat konsep, teori, dan hipotesis dari suatu studi.
2. Peneliti harus dapat mendesain dan menjalankan studi penelitian untuk menguji hipotesis.
Pada artikel ini, penulis juga mencantumkan bahwa beberapa rekannya berpendapat bahwa ada elemen ke-4 yang juga dibutuhkan, yaitu waktu untuk mengumpulkan dan menganalisis data.
DEVELOPING THEORY
Teori merupakan hal yang penting dalam penelitian kuantitatif. Teori juga cukup penting pada penelitian kualitatif. Namun, pada penelitian kualitatif, teori didapat dari data-data, sedangkan pada penelitian kuantitatif, teori dibangun terlebih dahulu. Teori dibangun dari pertanyaan “kenapa”, bukan “apa”. Teori menjelaskan aktor kunci pada suatu fenomena dari studi (variable terikat dan tidak terikat), bagaimana mereka berinteraksi, dan mengapa mereka berinteraksi. Ada dua poin penting mengenai teori, yaitu:
1. Teori bukan ringkasan dari penelitian terdahulu. Teori bisa saja ringkasan dari penelitian terdahulu, tapi harus lebih dari data empiris untuk menjelaskan mengapa data tersebut nilainya seperti yang terdapat pada penelitian tersebut.
2. Teori tidak harus menjadi teori “Big T”. Teori “Big T” memiliki cakupan yang luas, sementara “little t” memiliki cakupan yang lebih sempit dan lebih spesifik pada topic tertentu.
Teori yang kuat merupakan bagian yang penting dari proses penelitian. Pada beberapa kasus, menggunakan teori “Big T” bisa saja sesuai. Di sisi lain, pada beberapa kasus lainnya “small t” atau kombinasi “Big T” dan “small t” bisa saja sesuai.
DESIGNING QUANTITATIVE RESEARCH
Sebagian besar elemen dari sebuah studi penelitian dapat dikembangkan setelah studi tersebut dilakukan. Teori dapat direvisi, analisis statistik dapat dilakukan ulang, dan paper dapat ditulis ulang. Satu-satunya elemen yang tidak dapat dikerjakan ulang adalah desain penelitian. Oleh karena itu, memastikan bahwa dasar dari desain penelitian logis merupakan hal yang penting.
Understanding the Strengths and Limitations of Research
Semua penelitian pasti memiliki kekurangan. Desain penelitian yang baik, bagaimanapun metodenya, adalah desain penelitian yang mengetahui kekurangannya dan menonjolkan kekuatannya.
Kekuatan utama dari penelitian eksperimen adalah presisi dan kontrol. Tujuan utamanya adalah untuk menguji dan memperluas teori. Kekuatan utama dari survey adalah generalitas. Sedangkan kekuatan utama dari field study adalah realism.
Maximizing Publication Potential Maintaining Contruct Integrity
Elemen penting yang lain dari desain penelitian adalah menjaga integritas kontruksi. Testing the Theoretical Linkages
Suatu studi bisa dikatakan lebih kuat jika terdapat pembuktian yang lebih banyak untuk mendukung teori yang digunakan.
Designing for Statistical Significance
Tujuan dari suatu penelitian adalah untuk mendukung atau membuktikan suatu teori. Pada penelitian kuantitatif ujian pokok dari teori terdapat pada analisis statistik terhadap data empiris yang sudah terkumpul. Inti stattistik dari kebanyakan penelitian kuantitatif adalah t-test, atau F-test, ANOVA, regresi, dan Lisrel.
Perhitungan dari t-test meliputi 3 bagian yang bisa disesuaikan secara sistematis melalui desain penelitian, diantaranya:
1. Numerator (X1 – X2), yaitu perbedaan antara nilai rata-rata dari kedua
perlakuan yang berbeda.
2. Standar deviasi (s). Untuk meningkatkan nilai t, caranya adalah dengan menurunkan nilai standar deviasi relatif terhadap ukuran dari mean, yang bisa dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
a. Gunakan populasi yang anggotanya sehomogen mungkin pada variable tidak bebas.
b. Kontrol sebaran dari populasi dengan menggunakan covariates. c. Meminimalisir persebaran error yang tidak dikontrol yang ada pada
setiap studi.
3. Ukuran sample (n). Untuk meningkatkan nilai t, dapat dilakukan dengan meningkatkan ukuran sample.
Getting the Most from Your data Collection Effort
Cara yang paling efisien dalam melakukan penelitian adalah dengan memikirkan dan mendesain beberapa studi pada waktu yang bersamaan. Hal ini membuat kita untuk
Executing the Study Pilot Testing
Pilot testing merupakan salah satu tahap yang paling penting dalam melakukan penelitian kuantitatif dengan sukses. Pilot testing merupakan suatu cara untuk menguji bahan-bahan penelitian (prosedur, script, kuesioner, dll). Pilot testing dapat membantu peneliti untuk memprediksi apakah studi akan bekerja berdasarkan practical standpoint, dan memberikan data awal untuk memastikan reliabilitas dari nilai-nilai yang tidak bebas. Jika kuesioner tidak reliable dengan pilot test, maka kuesioner tersebut perlu dibuat ulang, lalu dilakukan pilot test lagi, sebelum proses pengumpulan data yang sebenarnya dimulai.
Collecting the Data
Dalam eksperimen lab, merekrut pelajar untuk ikut berpartisipasi pada studi dapat mendekati permasalahan dalam studi tersebut. Menemukan partisipan untuk penelitian survey merupakan elemen penting yang perlu diperhatikan, karena generalisasi adalah kunci dari penelitian survey.
WRITING ARTICLE
Satu aspek penting yang biasanya mendapat perhatian lebih sedikit dari yang seharusnya adalah meulis artikel penelitian. Hal yang harus diperhatikan dalam penulisan artikel penelitian diantaranya:
Finding the Message
Aspek paling penting dalam menulis hasil studi untuk dipublikasikan adalah menemukan pesan dari paper tersebut. Dalam menulis paper, kita harus dapat menjelaskan pesan yang terdapat di dalamnya dengan ringkas dan jelas.
Presentation
Cara bagaimana paper tersebut menyajikan pesan merupakan hal yang penting untuk dapat meyakinkan reviewer dan editor bahwa paper tersebut akan memberikan kontribusi. Penulisan yang baik tidak menyebabkan eksperimen yang buruk dipublikasikan, tapi penulisan yang buruk bisa dengan mudah menjatuhkan eksperimen yang baik. Untuk dapat menulis dengan baik, dapat dimulai dengan membaca instruksi jurnal untuk penulis dan memastikan paper yang kita buat sesuai dengan peratuean jurnal tersebut.
Kebanyakan paper IS yang menyajikan penelitian kuantitatif mengikuti struktur standar. Struktur tersebut dapat dilihat pada table di bawah ini.
Element
Typical Length (double-spaced
pages) Introduction
Provides a compelling reason for reading the paper 1 Theory
Explains the relationships among the key contructs and why those relationships exist
Present specific, testable hypotheses
8-12
Method
Describes the participants
Describes the independent and dependent variables Describes the procedures
3-5
Results
Presents a brief factual summary of the statistical analysis and draws conclusions as to whether the hypotheses are
supported or not
Contains one table of cell means and standard deviations Contains one table of the results of the statistical analysis, that
includes the test statistic (i.e. t, F), p-value and degrees of freedom
Does not interpret the data beyond the hypotheses
1-3
Discussion
Summarize the results
Explains why the results occurred, clearly distinguishing between ingterpretation and conjecture
Presents limitations of the experiment
Draws important implications for managers and practitioners Draws implications for future research
7-12
Developing Implications
Ada 3 set implikasi yang penting, yaitu:
1. Menjelaskan hasil penelitian dan teori alternatif yang dikembangkan untuk hasil yang tidak terduga.
2. Penelitian apa yang dibutuhkan selanjutnya sebagai akibat dari hasil penelitian yang didapat.
Targeting
Menentukan jurnal apa yang akan dijadikan target paper merupakan hal yang penting. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian topik. Beberapa jurnal cenderung mempublikasikan tipe paper tertentu. Setelah memilih jurnal yang dijadikan target, langkah berikutnya adalah membentuk paper tersebut untuk jurnal yang telah dijadikan target. Cultivation
Suatu penelitian belum selesai sampai hasil penelitian tersebut tertuang dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian tersebut akan mengalami perubahan-perubahan setelah mendapat komentar dari reviewer, rekan kerja, dan editor agar dapat menyempurnakan pesan dari studi yang dilakukan dan penyajian dari pesan tersebut di artikel.
Ada 3 tahap yang penting dalam pengolahan artikel dalam jurnal tingkat atas, diantaranya: 1. Buat prototipe dan uji hasil studi tersebut dengan rekan kerja.
2. Paper harus mengalami proses “test marketed” pada konferensi dan dengan peneliti lain dalam bidang yang sama.
3. Paper harus selalu di-manage selama proses review berlangsung.
CONCLUSION
Dalam mempublikasikan paper ke jurnal tingkat atas membutuhkan kesabaran, perhatian terhadap detail, dan tekad yang kuat. Hal ini dikarenakan proses tersebut memakan waktu yang sangat lama, yaitu mulai dari munculnya ide hingga artikel tersebut dipublikasikan. Selain itu, kita juga harus berpikir bahwa melakukan penelitian itu menyenangkan. Hal ini dapat membantu kita untuk mendapat hasil yang optimal.
Pada artikel ini juga dicantumkan hal-hal yang menyebabkan suatu artikel ditolak oleh jurnal tingkat atas, diantaranya:
1. Menghindari teori yang merupakan hasil dari penelitian sebelumnya. 2. Menghilangkan paper inti dari kumpulan paper yang dijadikan literatur. 3. Terdapat banyak hal yang tidak berkaitan dengan inti paper.
4. Plagiarisme.
5. Secara terbuka dan langsung mengkritik hasil pekerjaan orang lain. 6. Membuat teori tentang satu set constructs, tapi ukur set yang lain. 7. Mendeskripsikan penelitian dengan kata-kata yang ambigu. 8. Tidak dapat mengenali kelemahan dari studi yang dilakukan.
10. Menulis kesimpulan yang tidak sesuai dengan hasil perhitungan statistiknya. 11. Mengajukan paper yang isinya lebih dari 35 halaman.
12. Terdapat typo dan kegagalan dalam menyusun paper agar sesuai dengan standar jurnal. 13. Tulisan tidak jelas dan berulang-ulang.
14. Menghindari tukar pikiran dengan rekan kerja sebelum desain, pwnulisan dan pengajuan paper.
15. Merespon komentar dari reviewer dengan satu halaman ringkasan. 16. Melakukan lebih dari 10 kesalahan di atas.