DESAIN PENGEMBANGAN LANDFILL ZONA 3, STUDI KASUS LANDFILL
MANGGAR BALIKPAPAN
Pramiati Purwaningrum, Iin Pratama, Widhi Handoko
Jurusan Teknik Lingkungan, FALTL, Universitas Trisakti, Jl Kyai Tapa No.1, Grogol Jakarta Barat 11440, Indonesia
Abstrak
Rencana pembangunan satu zona khusus untuk sampah nonorganik di wilayah sanitary landfill TPA Manggar yang luasnya 25 Ha mengacu pada Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2008. Berdasarkan perhitungan dan metode Le Grand lokasi TPA telah sesuai SK SNI T-11-1991-03 [1]. Jumlah penduduk kota Balikpapan pada tahun 2009 mencapai 538.525 jiwa dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 1,44%. Total sampah yang masuk ke TPA per Januari tahun 2009 sebesar 330.01 ton/hari [3]. Konsep perencanaan untuk landfill zona 3 (tiga) di TPA Manggar dikhususkan hanya untuk sampah anorganik. Namun pada perencanaan ini juga akan dibuat dua alternatif perhitungan 1 dengan sistem terpisah (khusus anorganik) dan alternatif 2 dengan sistem tercampur. Untuk sistem terpisah dengan komposisi sampah organik sebesar 66% dan sampah anorganik sebesar 34% [3]. Densitas sampah organik sebesar 290 kg/m3 dengan proyeksi timbulan sampah organik pada tahun 2014 sebesar 289,54 m3/hari. Densitas sampah anorganik sebesar 240 kg/m3 dengan proyeksi timbulan sampah anorganik pada tahun 2014 sebesar 235,51 m3/hari [3]. Hasil perhitungan didapatkan masa pakai zona 3 untuk alternatif 1 adalah 2 tahun 5 bulan. Untuk alternatif 2 hasil perhitungan timbulan sampah campuran yang telah dikurangi dari sampah pasar (perumahan, pertokoan, dan perkantoran) dengan densitas sampah 290 kg/m3 maka timbulan sampah tahun 2014 sebesar 438 m3/hari didapatkan masa pakai dengan sistem tercampur selama 385 hari.
Abstract
The design concept of the landfill zone 3 in Manggar, case of study Manggar Balikpapan. The construction plan
of a special zone for non-organic waste in the 25 hectares sanitary landfill area in Manggar Balikpapan refers to the Republic of Indonesia Act No. 18 of 2008. Based on the calculations and method assessment Le Grand, the landfill complies SK SNI T-11-1991-03. The total population of the city of Balikpapan in 2009 reached 538,525 with an average increase of 1.44% per year. The waste that goes into landfill in January of 2009 reached 330.01 tons/day. The design concept of the landfill zone 3 in Manggar is only for non organic waste. Two alternatives are used to calculate the capacity of landfill. Alternative 1 is used for separated system (especially for non organic waste) and alternative 2 is for mixed system. The data from 2005 shows that the separated system has 66% organic and 34% non organic waste. The organic waste density is 290 kg/m3. The organic waste generation in 2014 is 289,54 m3/day and non organic waste that reach 235,51 m3/day has density of 240 kg/m3 . Based on that data obtained, the lifetime of zone 3 for alternative 1 is 2 years 5 months. In alternative 2 the mixed waste that from the market, has density 290 kg/m3 with waste reachs 438 m3/day. The lifetime of the landfill for the alternative 2 is 385 days.
Keywords: Sanitary Landfill, Inorganic, Feasibility Location
160
1. Pendahuluan
Beberapa area di Kota Balikpapan sudah melakukan proses penanggulangan sampah antara lain Bank sampah, TPS Terpadu, dan rumah kompos, namun daur ulang tetap masih menyisakan limbah anorganik yang akhirnya harus dibuang ke landfill. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat mempengaruhi volume sampah yang dihasilkan oleh suatu kota. Begitu pula dengan gaya hidup, semakin tinggi pendapatan maka akan semakin konsumtif dan akan berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan. Pengelolaan sampah di TPA Manggar Balikpapan menggunakan Sanitary Landfill system yang dilengkapi dengan pengendali gas, saluran leachate, dan Instalasi Pengelolaan leachate (IPL). Pengelolaan sampah dengan sistem Sanitary Landfill sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2008. Mengacu pada Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2008, TPA Manggar Balikpapan merencanakan 1 zona khusus untuk menampung sampah anorganik. TPA Manggar mempunyai 2 zona, zona 1 sudah tidak aktif sejak tahun 2008 sedangkan zona 2 masih dipergunakan hingga sekarang dan sampah tersebut sebelumnya masih tercampur. Oleh sebab itu, diharapkan dengan keberadaan zona baru ini akan membantu dalam penanganan sistem pengelolaan sampah terutama sampah anorganik yang sulit terurai. Laju peningkatan pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan rata-rata per tahun (2001-2009) sebesar 1,44%. Volume total sampah Kota Balikpapan pada tahun 2009 sebesar 114.267,40 ton. Pengelolaan sampah Kota Balikpapan
berawal dari sumber dilanjutkan dengan kegiatan pengumpulan, pengangkutan, dan pemrosesan akhir. Komposisi sampah Kota Balikpapan untuk sampah organik sebesar 66%, sampah norganik sebesar 34%. Tujuan dari perencanaan ini adalah :
1) Melakukan evaluasi fasilitas eksisting TPA Manggar 2) Melakukan evaluasi kelayakan lahan zona 3 (tiga) 3) Membuat desain teknis zona 3 TPA Manggar Balikpapan.
Geografi
Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota Balikpapan terletak antara 1,0º - 1,5º LS dan 116,5º - 117,5º BT. Batas wilayah kota Balikpapan:
1) Disebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Kutai.
2) Disebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU).
3) Disebelah Selatan, berbatasan dengan Selat Makassar.
4) Disebelah Timur, berbatasan dengan Selat Makassar.
Kota Balikpapan memiliki wilayah berbukit hingga 100 m dpl., sebanyak 85% d a n w i l a y a h d a t a r di Daerah Aliran Sungai dan Sungai Kecil serta Pesisir Pantai 12%. Dominasi wilayah berbukit membuat sebagian besar wilayah, yakni 42,33% mempunyai kelas kemiringan antara 15% - 40%.
Tabel 1. Luas Wilayah Menurut Kelas Ketinggian [2]
Kecamatan Kelas ketinggian 0-10 >10-20 M >20M (1) (2) (3) (4) Balikpapan Selatan 31,00 47,82 4.711,25 Balikpapan Timur 9.690,30 3.525,50 - Balikpapan Utara 1.515,70 1.912,00 - Balikpapan Tengah 114,10 - 993,28 Balikpapan Barat 25,48 - 17.969,70 Kondisi tanah bersifat asam (gambut), serta tanah
merah yang kurang subur. Kota ini berada di pesisir Timur Kalimantan yang langsung berbatasan degan Selat Makassar, memiliki teluk yang dimanfaatkan sebagai pelabuhan laut komersial dan
pelabuhan minyak. Kota Balikpapan memiliki luas wilayah 503,3 km² dan berpenduduk sebanyak 538.525 jiwa [2] . Wilayah kota Balikpapan terdiri atas 5 kecamatan dan 27 kelurahan.
Klimatologi [2]
Berdasarkan data klimatologi dari Stasiun Meteorologi Klas II Balikpapan, kondisi iklim di sekitar Kota
Balikpapan selama tahun 2006 sampai 2010 adalah sebagai berikut:
a) Suhu Udara Minimum Bulanan b) Rata-rata Suhu Udara Bulanan c) Suhu Udara Maksimum Bulanan d) Kelembaban Udara Selama periode 5 tahun
82% pada bulan September 2005 dan 2006 dan maksimum adalah 91% pada bulan Juni 2008.
e) Curah Hujan. Selama periode 5 tahun (2005-2009) curah hujan minimum sebesar 12 mm pada bulan Oktober 2006 dan curah hujan maksimum sebesar 610 mm pada bulan Juni 2006, curah hujan terbanyak pada tahun 2008 sebesar 3785 mm [2].
f) Arah Angin: Arah angin terbanyak kearah selatan. Arah ini ideal karena tidak menimbulkan potensi gangguan baik berupa asap maupun bau kearah kota yang berada di sebelah Barat dari lokasi TPA
g) Rata-rata Lama Penyinaran Matahari Bulanan Selama periode 5 tahun rata-rata penyinaran matahari maksimum 77% pada bulan September 2005 dan 2006 dan rata-rata minimum adalah 27% pada bulan Januari 2009 [2].
h) Rata-rata Kecepatan Angin Bulanan. Selama periode 5 tahun (2005-2009) rata-rata kecepatan angin bulanan maksimum 7,1 knot pada bulan September 2009 dan rata-rata minimum adalah 3,6 knot pada bulan November 2007 [2].
a) Rata-rata Lama Penyinaran Matahari Bulanan. Selama periode 5 tahun rata-rata penyinaran matahari maksimum 77% pada bulan September 2005 dan 2006 dan rata-rata minimum adalah 27% pada bulan Januari 2009 [2].
i) Rata-rata Kecepatan Angin Bulanan
Kependudukan
Laju peningkatan pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan rata-rata per tahun (2001-2009) sebesar 1,44%. Dari 5 kecamatan di Kota Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Selatan mempunyai jumlah penduduk terbanyak yaitu sebesar 180.923 jiwa atau sekitar 34,33% penduduk, sedangkan Kecamatan Balikpapan Timur mempunyai jumlah penduduk paling sedikit, 51.311 jiwa atau sekitar 9,74% [2]. Kepadatan penduduk terpusat di wilayah pusat kota, yaitu di Kecamatan Balikpapan Tengah. Kecamatan Balikpapan Tengah dengan luas wilayah 11,07 m2 dihuni oleh 108.056 jiwa, atau dengan kepadatan penduduk sekitar 9.761,16 m2 sedangkan Kecamatan Balikpapan Barat dengan wilayah terluas 179,95 Km2 hanya dihuni oleh 88.132 jiwa atau dengan kepadatan penduduk sekitar 489,76 jiwa/Km2[2].
Gambaran Umum Penanganan Sampah di Kota Balikpapan
Timbulan Sampah
Laju peningkatan pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan rata-rata per tahun (2001-2009) sebesar 1,44%. Berdasarkan data Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Balikpapan, timbulan sampah tahun 2006 sebesar 220,06 ton/hari dan tahun 2007 sebesar 287,96 ton/hari. Pendaurulangan sampah berpengaruh pada volume sampah tahun 2008 sebesar 114.569,19 ton/tahun atau 313,89 ton/hari sedangkan tahun 2009 menurun menjadi 114.267,40 ton/tahun atau 313,06 ton/hari (0,26%) (Tabel 2).
Tabel 2. Jumlah Penduduk dan Volume Sampah Kota Balikpapan [2]
Tahun Jumlah Penduduk (Jiwa) Laju Pertumbuhan (%) Volume Sampah ton/tahun Volume Sampah ton/hari 2001 472641 - - - 2002 482573 2.06 - - 2003 486580 0.82 - - 2004 495314 1.76 - - 2005 500416 1.02 79,219.90 217.04 2006 508120 1.52 80,322.64 220.06 2007 515529 1.44 105,106.76 287.96 2008 526963 2.17 114,569.19 313.89 2009 538525 2.15 114,267.40 313.06
Berkurangnya volume sampah yang masuk ke TPA Manggar dipengaruhi oleh program Pengelolaan sampah terpadu yang dilakukan di beberapa tempat di Kota Balikpapan. Sampah domestik di Kota Balikpapan terdiri dari 65-67 % sampah organik dan 33-35 % sampah non organik (Tabel 3).
Sistem Pengelolaan Sampah
Sampah di Kota Balikpapan dikelola oleh Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman. Proses pengelolaan sampah di Kota Balikpapan:
1. Proses pengumpulan sampah: Proses pengumpulan sampah dilakukan baik secara individual maupun secara komunal melalui bak-bak penampungan di setiap unit lingkungan perumahan maupun pada unit kegiatan komersial dan perkantoran.
162
No Komposisi Sampah Persentase (%)
2004 2005 1 Sampah Organik 67,0 66,0 2 Sampah Anorganik – Kertas 8,8 8,9 – Kaca 1,5 1,5 – Plastik 10,5 11,1 – Logam 1,8 1,8 – Kayu 2,8 2,8 – Kain 1,4 1,4 – Karet 1,1 1,1 – Baterei 0,5 0,5 – Lain-lain 4,6 4,9 Jumlah 100,0 100,0
Proses pengumpulan sampah ini dapat dilakukan dengan sistem door to door dengan menggunakan gerobak sampah yang selanjutnya dikumpulkan di bak-bak penampungan yang pelaksanaannya dapat dilakukan oleh masing-masing unit lingkungan. Proses ini telah berjalan dengan baik, khususnya di lingkungan perumahan seperti Kompleks Perumahan Pemerintah Kota, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Perumahan Korpri, dan lain-lain.
2. Proses pengangkutan sampah ke TPS/TPA. Proses pengangkutan sampah dilakukan dari bak-bak penampungan ke TPS atau Transfer Depo, selanjutnya diangkut dengan menggunakan
truck/dump truck menuju TPA. TPA menampung
sampah domestik di Kota Balikpapan berada di Kelurahan Manggar Baru.
Tabel 3. Komposisi Sampah Kota Balikpapan Tahun 2004 dan 2005 [2]
Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS)
Jumlah sarana dan prasana kebersihan seperti jumlah
TPS, gerobak sampah, dan lain-lain dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Jumlah Tempat Penampungan Sementara dan Sarana Angkutan Gerobak [2]
No Kecamatan Balikpapan TPS Kayu (unit) TPS Keramik dan Bata (unit) Transfer Depo (unit) TPS Pejalan Kaki (unit) Container (unit) Gerobak (unit) 1 Timur & Selatan 5 175 3 - 56 67 2 Utara & Tengah 5 87 1 - 39 16 3 Barat 3 25 2 45 17 52 13 287 6 45 112 135
Mekanisme Pengangkutan Sampah
Penanganan dimulai dari tahap pengumpulan, pengangkutan, pembuangan akhir. Jenis alat
pengangkut sampah dan limbah yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Balikpapan dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Alat Pengangkut Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Balikpapan [2]
No Jenis Kapasitas Jumlah (Unit)
1 Truk Engkel 6 m3 12 2 Dump Truck 6 m3 33 3 Arm Roll 8 m3 6 4 Compactor Truck 6 m3 2 5 Truck 6 m3 12 6 Pick Up 1 m3 17 7 Truk Tangki 6 m3 5
2. Metode
Data Primer, meliputi Observasi lapangan; Wawancara dengan penjabat/petugas TPA dan penduduk di sekitar lokasi; Uji tanah. Data Sekunder terdiri dari Peta topografi; Geologi lingkungan; Hidrogeologi; Data penduduk; Jumlah timbulan sampah. Data yang dianalisis meliputi jumlah penduduk, jumlah timbulan sampah dan penilaian kelayakan lokasi TPA.
Proyeksi penduduk dilakukan dengan menggunakan 3 metode yaitu :
1. Metode Aritmatika: Ka = (Pn-Po)/(tn-to), dimana Po = Jumlah, penduduk tahun awal Pn = Jumlah penduduk tahun ke-n, Ka = Konstanta Jumlah Penduduk T =Tahun data ke-…
2. Metode Eksponensial Pn = Po (1+r)T dimana Po = Jumlah penduduk tahun awal Pn = Jumlah penduduk tahun ke-n, T = Tahun data ke-…, r = Rasio pertambahan penduduk setiap tahun
3. Metode Geometri: : ln Pf = ln Pi +Kg.T ; Kg = (ln Pf – ln Pi) / (tf-ti) dimana Po = Jumlah penduduk tahun awal Pn = Jumlah penduduk tahun ke-n, T = Tahun data ke-…, r = Rasio pertambahan penduduk setiap tahun Dari ketiga metode tersebut dipilih salah satu metode yang paling sesuai dengan data yang ada. Metode tersebut kemudian digunakan pada proyeksi penduduk dalam perencanaan. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk memproyeksikan jumlah penduduk.
Proyeksi Timbulan Sampah
Rumus proyeksi timbulan sampah yang digunakan: Qn = Qo (1+Cs/100)n, dimana n : Qn = Q sampah pada tahun ke-n, Qo = Debit sampah awal, Cs = Koefisien sampah (%), Cp = Kenaikan produksi pertanian (%) Ci = Kenaikan produksi industri (%)
Cg = Kenaikan GNP (%), P = Kenaikan penduduk (%)
Perhitungan Kapasitas Landfill dan Usia Pakai TPA
Perhitungan awal kebutuhan lahan TPA per tahun : L = (V×300/T)×0,7× 1,15, dimana L = Luas lahan yang dibutuhkan setiap tahun (m2), V = Volume sampah yang telah dipadatkan (m3/hari) V = A × E (A = volume sampah yang akan dibuang, E = tingkat pemadatan (kg/m3) rata-rata 600 kg/m3, T = Rencana tingi timbunan dalam m).
Kebutuhan luas lahan = H-L×J (H = Luas total lahan (m2), L = Luas lahan setahun, I = Umur lahan)
Penilaian kelayakan Lokasi TPA
Penilaian kelayakan lokasi TPA dalam perencanaan ini menggunakan SK SNI T-11-1991-03 dan Metoda
Le Grand [1].
Rencana Pengembangan TPA Manggar [ 4], [5]
Langkah-langkah Desain Teknis Pengembangan TPA Manggar:
Perencanaan Lahan Operasi Timbulan Sampah
1. Penentuan metode timbunan didasarkan pada karakteristik topografi lokasi lahan TPA dengan memperhatikan rencana umur operasi (life time).
• Penentuan Zona TPA 3 sebagai zona terpilih. Setelah memperoleh persetujuan dari pihak TPA Manggar, dilakukan pengecekan kelayakan lokasi.
• Pembagian Sel zona 3 luasnya 19.120 m2 dibagi menjadi 4 bagian untuk memudahkan penghitungan luas sel dikarenakan bentuk lokasi yg tidak proposional.
2. Perhitungan Luas Area Sanitary Landfiil berdasarkan d ensitas sampah (awal : 90-180 kg/m3 dan setelah pemadatan : 350-550
kg/m3) dan rencana tinggi timbunan = 2 m/sel
164
1. Tata Letak Lahan Operasi sesuai topografi,perkiraan dampak, rancangan operasional TPA (Penerimaan dan Pendataan Sampah, Pembongkaran dan Perataan Sampah, Penutupan Sampah)
2. Sistem Perpipaan Leachate dan Instalasi Bangunan Pengolah Leachate
Pengendalian Leachate m e n c a k u p Volume L eachate, Volume Leachate Rancangan, Kolam Stabilisasi dan Kolam Aerasi
Pengendalian Gas
Perencanaan Bangunan Penunjang Kriteria Perancangan Jalan
1. Jalan masuk (Kecepatan kendaraan maksimum 40 km/jam, jalan dua arah, lebar badan jalan minimum 6 m, kemiringan tanjakan dan turunan < 8%).
2. Jalan Kerja di dalam lahan TPA sebagai lintasan terdekat yang menghubung sel dengan jalan penghubung. (Terletak di garis tepi batas utama subzona terakhir dari suatu fase pelaksanaan, lebar perletakan 6 m dengan susunan 3 lempeng per meter lari (melintang), panjang perletakan jalan kerja 250 m.
Alat berat (bulldozer, excavator dan loader) Penutupan Sel
Untuk pengoperasian TPA Manggar, dilakukan 2 macam penutupan dengan tanah urug:
1) Tanah urug akan ditumpukkan pada sampah setiap 3 hari sekali, karena sampah yang dibuang ke zona 3 j e n i s non organik maka terjadi proses pembusukan material yang dapat mengundang lalat. Kriteria ketebalan lapisan tanah penutup harian adalah 30 cm.
2) Tanah penutup akhir ditumpukkan setelah mencapai ketinggian 12 m. Ketebalan tanah penutup akhir adalah 50 cm. Ketinggian sel sampah didesain 2 m sebanyak 6 lapis.
Barrier zone
Penghijauan lahan TPA diperlukan untuk peningkatan estetika lingkungan, sebagai pencegah bau dan lalat.
Zona penyangga sesuai dengan pedoman
pengoperasian dan pemeliharaan tempat pemrosesan akhir adalah 0-500 meter (0 – 100 m berupa sabuk hijau dan 101 – 500 m untuk pertanian non pangan dan hutan).
Sabuk hijau dengan tanaman keras yang boleh dipadukan dengan tanaman perdu terutama tanaman yang dapat menyerap racun dengan ketentuan:
a. Jenis tanaman tinggi di kombinasi dengan tanaman perdu yang mudah tumbuh dan rimbun terutama tanaman yang dapat menyerap bau b. Kerapatan pohon minimum 5 m.
Drainase
Sistem drainase di TPA terdiri dari:
a) Drainase isolasi di sekeliling lokasi TPA: Saluran ini terletak di pinggiran jalan yang berfungsi untuk menampung limpasan air hujan dari jalan.
b) Drainase lokal, berada di dalam lokasi dengan tipe saluran terbuka yang berfungsi untuk mengalirkan air l i m p a s a n di permukaan lahan efektif menuju pengolahan leachate. Saluran ini berfungsi juga untuk menampung
leachate yang berasal dari rembesan tanah
penutup di sisi timbunan sampah.
c) Drainase aliran air sebelum penimbunan, berfungsi mengalirkan air permukaan di daerah tersebut diarahkan menuju saluran ke sungai. Beberapa fasilitas penunjang masih diperlukan untuk membantu pengoperasian TPA: pos penjagaan, pemadam kebakaran, toilet, kantor, bengkel, tempat pencucian mobil, garasi, rambu lalu-lintas, rumah kompos.
Fasilitas perlindungan lingkungan
1. Lapisan dasar kedap air
a) Lapisan tanah lempung dengan angka kelulusan sebesar <10-6 cm/detik.
b) Lapisan geomembran dari High Density
Polyethylene (HDPE) Ketebalan : 0,3-3 mm
c) Lapisan geotextile 1,0 – 3,2 mm
2. Saluran pengumpul leachate [5, 6] a) Kemiringan dasar sel : 1%
b) Kemiringan saluran pengumpul :1% c) Kedalaman : 50 cm
d) Ukuran batu pecah : 10 cm
e) Pipa PVC : Pipa utama : 300 mm, Pipa cabang : 200 cm
f) Jarak antar pipa : 40 cm g) Slope antara 1%
h) Dimensi pipa minimal 4 inch (10 cm) i) Kekuatan kompresi : 400 kg/cm2 j) Kekuatan tekan pipa : 700 kg/cm2
3. Ventilasi gas [7,8]:
a) Pipa gas dengan casing PVC atau PE : 100 mm
b) Lubang berisi krikil : 50-100 cm c) Dimensi pipa minimal 4 inch (10 cm) d) Perforasi : 10 mm
e) Kedalaman : 80%
Kondisi eksisting TPA Manggar
TPA Manggar merupakan TPA milik Pemerintah Kota Balikpapan. Sebelum menggunakan TPA Manggar, digunakanlah TPA Waduk Manggar yang terletak 12 Km dari Kota Balikpapan dengan menggunakan metode Open Dumping. TPA Waduk Manggar sudah tidak dapat menampung sampah dari Kota Balikpapan, sehingga digunakan TPA Manggar dengan menggunakan metode Sanitary Landfill
.Tempat TPA Manggar di wilayah RT 036
Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur. Jarak dari pusat Kota Balikpapan adalah sekitar 23 Km. Luas total wilayah TPA Manggar ini mencapai 25 Ha. Pembebasan lahan masyarakat untuk tempat pemrosesan akhir dilakukan secara bertahap sejak tahun anggaran 1997/1998.
Pembangunan TPA Manggar dilakukan pada masa kegiatan Kalimantan Urban Development Project tahun anggaran 1997/1998 hingga 1998/1999 meliputi :
1) Perataan lahan dikarenakan kondisi awal lahan yang tidak rata.
2) Pembangunan saluran drainase pembuangan air hujan
3) Pemasangan lapisan kedap air berupa
geomembran seluas 26.000 m2
4) Pemasangan pipa pengumpul leachate dan pipa
vent utuk pembuangan gas.
5) Pembangunan instalasi pengolahan leachate.
Kondisi Landfill TPA Manggar
Penataan TPA Manggar dengan sistem cut and fill, menggunakan metode sanitary landfill. Luas area TPA Manggar ± 25 Ha (untuk landfill sebesar 5,6 Ha dan sisanya untuk area penunjang kegiatan operasional TPA). Area untuk landfill terbagi menjadi 2 zona (Zona 1 beroperasi pada tanggal 13 Februari 2002, dengan luas area sebesar 2,6 Ha dan ditutup pada tanggal 11 Maret 2008; Zona 2 mulai beroperasi pada tanggal 11 Maret 2008, dengan luas area sebesar 3 Ha dan masih dioperasikan hingga sekarang).
3. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan. pada tahun 2009, jumlah penduduk kota Balikpapan sebesar 538.525 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,44%. Jumlah penduduk Kota Balikpapan dalam 9 tahun terakhir (2001-2009) dengan laju pertumbuhan setiap tahun dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Jumlah Penduduk Kota Balikpapan Tahun [2]
Tahun Jumlah Penduduk
(Jiwa) Pertumbuhan Laju
2001 472,641.00 - 2002 482,573.00 2.06 2003 486,580.00 0.82 2004 495,314.00 1.76 2005 500,416.00 1.02 2006 508,120.00 1.52 2007 515,529.00 1.44 2008 526,963.00 2.17 2009 538,525.00 2.15 Rata-rata 1.44
Proyeksi Timbulan Sampah
Laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan sehingga berpengaruh pada jumlah sampah yang masuk ke landfill. Oleh karena itu untuk memperkirakan volume sampah dilakukan perhitungan proyeksi timbulan sampah pada tahun perencanaan.
Untuk wilayah studi Kota Balikpapan, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 6,09%, pertumbuhan sektor industri adalah sebesar 1,68%, dan pendapatan per kapita adalah sebesar 5,41%, serta laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,44% dari beberapa nilai sektor pertumbuhan tersebut dapat dihitung koefisien sampah sebagai berikut [3]:
166
= {1+1/3(6,09+1,68+5,41)}/(1+1,44)Qn = Qo × (1+ Cs/100)n
= Qo × (1+ 1,029/100)n = Qo × (1+ 1,010)n
Nilai Qo adalah volume timbulan sampah yang diperoleh dari hasil pengamatan kedatangan harian armada pengangkut ke TPA Manggar pada tahun ke-0 yaitu tahun 2009. Total sampah yang masuk ke TPA Manggar tahun 2009 sebesar 114.267,40 ton. Konsep perencanaan untuk landfill zona 3 di TPA Manggar dikhususkan hanya untuk sampah anorganik saja namun pada perencanaan ini akan dibuat dalam
dua alternatif perhitungan yaitu alternatif 1 dengan sistem terpisah (khusus anorganik) dan alternatif 2 dengan sistem tercampur. Pada alternatiif 1, komposisi sampah organik sebesar 66% dan sampah anorganik sebesar 34% (menurut data tahun 2005, densitas sampah organik sebesar 290 kg/m3 dan densitas sampah anorganik sebesar 240 kg/m3). Untuk alternatif 2 perhitungan timbulan sampah campuran tanpa sampah pasar, hanya sampah dari perumahan, pertokoan, dan perkantoran dengan densitas sampah sebesar 290 kg/m3.
4. Kesimpulan dan Saran
1. Berdasarkan tujuan perencanaan
pengembangan zona 3 TPA Manggar, dapat diambil beberapa kesimpulan Total timbulan sampah 438,70 m3/hari (non norganik sebesar 235,51 m3/hari).
2. Hasil evaluasi kelayakan, berdasarkan SK SNI T-11-1991-03 skor lokasi TPA adalah 529 atau setara dengan 66,96%, dan dengan menggunakan metoda Le Grand diperoleh nilai 7 sehingga dapat dinyatakan bahwa lokasi TPA Manggar memenuhi criteria [1]. 3. Konsep perencanaan TPA zona 3 yaitu
menggunakan metode sanitary landfill untuk menampung sampah non organik
4. Berdasarkan perhitungan zona, 3 TPA Manggar Balikpapan dengan luas area sebesar 17261,2 m2 maka alternatif 1 dapat menampung
sampah selama 2 tahun 5 bulan, dan alternatif 2 dapat menampung sampah selama 385 hari 5. Berdasarkan evaluasi fasilitas maka untuk
menunjang zona 3 dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas antara lain : jalan masuk, jalan kerja, pemasangan lapisan kedap, barrier zone, fasilitas drainase, penyaluran leachate, pengolahan sampah organik, tenaga kerja. Dalam perencanaan pengembangan TPA Manggar Balikpapan zona 3, Pemerintah Kota Balikpapan diharapkan dapat mensosialisasikan dan sebagai pendamping program pemilahan sampah (3R) sesuai dengan UU no.18 Tahun 2008 dari sumber agar dapat mendukung perencanaan ini.
Daftar Pustaka
[ 1 ] Departemen Pekerjaan Umum 1991. Tata Cara
Pemilihan Lokasi TPA SNI-T11-1991-03,
Yayasan Lembaga Masalah Bangunan. Bandung. [2] Qasim, 1994. Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah Badan Pusat Statistik Kota. Balikpapan
dalam Angka 2009. Balikpapan, 2009.
[3] Badan Perencana Pembangunan Daerah Kota Balikpapan 2005. Laporan Final Rencana Tata
Ruang Wilayah Balikpapan Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Kota Balikpapan 2005-2015
[4] Damanhuri, E. 1995. Diktat kuliah TL-453
Teknik Pembuangan Akhir. Jurusan Teknik
Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Bandug. Bandung. Edisi semester I 1995/1996.
[5] Darmasetiawan, M a r t i n . Laporan Akhir
Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir.
Ekamitra Engineering. Jakarta Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya. 2009..
[ 6 ] Tchobanoglous, et al. Integrated Solid Waste
Management:Engineering Principles andManagement Issues. McGraw-Hill,Inc. New
York, 1993.
[7] Tchobanoglous, et al. Handbook of Solid WasteManagement second edition. McGraw-Hill. New York, 2002.
[8] Penanganan Pengaliran Gas dengan Metode Flaring [PSDP.02.09].