• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran umum Objek Penelitian

Objek penelitian yang diambil oleh peneliti adalah Hasil Seleksi Psikologi, Hasil Seleksi Akademik dan Hasil Prestasi Belajar seluruh Peserta Diklat Sandiman Dasar Angkatan Ke-180 sampai dengan Angkatan Ke-188 TA.2015 sebanyak 196 orang pada Pusdiklat Lemsaneg yang berada di Jl. H. Usa, Putat Nutug Ciseeng – Bogor.

1. Karakteristik Populasi

Karakteristik Populasi merupakan gambaran dari Peserta Diklat Sandiman Dasar Angkatan Ke-180 sampai dengan Angkatan Ke-188 yang dapat dilihat berdasarkan Jumlah peserta diklat per-Angkatan, Jenis kelamin, Umur, Pendidikan terakhir dan Pekerjaan.

Daftar Nominatif Peserta diklat terlampir (Lampiran-1 sd 9) a. Data Populasi berdasarkan Jumlah peserta per Angkatan.

NO JENIS DIKLAT JUMLAH PROPORSI

1 DSD ANGKATAN - 180 25 12,7551 %

2 DSD ANGKATAN – 181 25 12,7551 %

3 DSD ANGKATAN – 182 25 12,7551 %

4 DSD ANGKATAN – 183 25 12,7551 %

(2)

6 DSD ANGKATAN – 185 20 10,2041 %

7 DSD ANGKATAN – 186 17 8,6735 %

8 DSD ANGKATAN – 187 19 9,6939 %

9 DSD ANGKATAN – 188 17 8,6735 %

Gambar.4.1 Data Populasi berdasarkan Jumlah per-Angkatan

(3)

b. Data Populasi Berdasarkan Jenis Kelamin

Data Populasi berdasarkan jenis kelamin yang didapat dari hasil penelitian terhadap populasi adalah sebagai berikut:

Gambar 4.2 Data Populasi Berdasarkan Jenis Kelamin

Sumber : Diolah oleh Penulis

Gambar 4.2 di atas menunjukkan bahwa hasil dari penelitian terhadap jenis kelamin Populasi sebanyak 196 orang adalah berjenis kelamin pria sebanyak 178 orang atau 91%, sedangkan berjenis kelamin wanita sebanyak 18 orang atau 9 %.

c. Data Populasi berdasarkan Umur

Data Populasi berdasarkan Umur yang didapat berdasarkan hasil penelitian terhadap populasi adalah sebagai berikut:

178 18

JENIS KELAMIN

(4)

Gambar 4.3 Data Populasi Berdasarkan Umur

Sumber : Diolah oleh Penulis

Gambar 4.3 di atas menunjukkan bahwa hasil dari penelitian terhadap umur populasi yang berjumlah 196 orang adalah bahwa yang berumur 21 – 30 tahun sebanyak 91 orang atau 46%, berumur 31 – 40 tahun sebanyak 83 orang atau 42% dan berumur 41 – 53 tahun sebanyak 22 orang atau 11%.

d. Data Populasi berdasarkan Pendidikan Terakhir

Data Populasi berdasarkan pendidikan terakhir yang didapat dari hasil penelitian terhadap populasi adalah sebagai berikut:

1 3 7 7 5 12 14 21 8 13 10 11 9 8 4 6 11 13 4 7 6 2 1 2 2 2 2 1 1 2 0 0 5 10 15 20 25 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45 47 49 51 53

UMUR

(5)

Gambar 4.4 Data Populasi berdasarkan Pendidikan Terakhir

Sumber : Diolah oleh Penulis

Gambar 4.4 di atas menunjukkan bahwa hasil penelitian pendidikan terakhir terhadap populasi yang berjumlah 196 orang adalah Pendidikan S2 sebanyak 1 orang atau 0,5%, Pendidikan S1 sebanyak 36 orang atau 18,3%, Pendidikan D3 sebanyak 16 orang atau 8,2 % dan Pendidikan SLTA sebanyak 143 orang atau 72,9.

e. Data Populasi berdasarkan pekerjaan

Data Populasi berdasarkan pekerjaan yang didapat dari hasil penelitian terhadap pekerjaan populasi adalah sebagai berikut:

1

36

16

143

PENDIDIKAN

(6)

Gambar 4.5 Data Populasi Berdasarkan Pekerjaan Sumber : Diolah oleh Penulis

Gambar 4.5 di atas menunjukkan bahwa hasil penelitian terhadap pekerjaan populasi yang berjumlah 196 orang adalah Pekerjaan TNI sebanyak 88 orang atau 45%, Pekerjaan POLRI sebanyak 31 orang atau 16% dan Pekerjaan PNS sebanyak 77 orang atau 39%.

2. Hasil Seleksi Psikologi

Seleksi psikologi dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pemeriksaan klasikal, tahap pemeriksaan perorangan, dan tahap pelaporan. Pada tahap pemeriksaan klasikal diberikan serangkaian tes psikologi tertentu seperti tes kemampuan intelektual, tes minat, dan tes kepribadian. Tahap klasikal diikuti oleh sejumlah peserta seleksi dalam satu

88

31

77

PEKERJAAN

(7)

ruangan dan pelaksanaannya secara bersama sama dengan dipandu seorang instruktur yang dibantu para pengawas tes. Pada tahap perorangan, diberikan tes psikologi yang bersifat individual disertai observasi dan wawancara yang mendalam terhadap peserta seleksi. Hasil Seleksi Psikologi memiliki tiga aspek pengukuran yaitu :

a. Aspek Kemampuan Dasar, meliputi Skor IQ, Logika Berpikir, dan Daya Analisis;

b. Aspek Sikap Kerja, meliputi Ketekunan Kerja, Ketelitian Kerja, dan Pengambilan Keputusan, dan Penyesuaian Diri;

c. Kepribadian, meliputi Daya Tahan Stres, Stabilitas Emosi, Kepercayaan Diri, dan Motivasi Berprestasi.

Hasil Seleksi Psikologi yang digunakan dalam pengolahan data penelitian adalah hasil akhir berupa Rekomendasi : Disarankan (DS), Dipertimbangkan (DP), dan Tidak Disarankan (TDS). Rekomendasi tersebut disajikan dalam bentuk data ordinal yang lebih rinci oleh Tim Seleksi Psikologi berupa kategorisasi pada masing-masing rekomendasi namun tetap memiliki hubungan antarkategori. Kategorisasi tersebut dimaksudkan agar Tim Seleksi Psikologi lebih mudah dalam melakukan identifikasi dan penilaian aspek psikologis pada peserta seleksi sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih akurat. Unsur dalam kategori adalah Skor IQ dan kesimpulan akhir pewawancara setelah melakukan penilaian kertas kerja tes psikologi, wawancara, dan observasi. Skor IQ diperoleh dari

(8)

alat tes IST pada tes psikologi klasikal. Kesimpulan akhir berupa penilaian dalam bentuk pilihan penilaian yaitu Baik Sekali (BS), Baik (B), Cukup (C), atau Kurang (K). Penentuan kesimpulan akhir merujuk kepada Perka Lemsaneg Nomor Hk.101/Perka.290/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Seleksi Diklat Sandi.

Kategori pada rekomendasi bergerak mulai dari Disarankan1 (DS1), Disarankan2 (DS2), Disarankan3 (DS3), Dipertimbangkan1 (DP-1), Dipertimbangkan2 (DP-2) dan seterusnya hingga Tidak Disarankan20 (TDS20).

Tabel.4.1.

Tabel Rekomendasi Hasil Seleksi Psikologi

DIAGRAM PSIKOLOGI BS B C K IQ > 115 DS-1 DS-2 DP-9 TDS-16 IQ – 106 sd 115 DS-3 DS-4 DP-10 TDS-17 IQ – 96 sd 105 DS-5 DS-6 DP-11 TDS-18 IQ – 82 SD 95 DP-7 DP-8 DP-12 TDS-19 IQ < 82 TDS-13 TDS-14 TDS-15 TDS-20

Sumber : Diolah oleh Penulis

Hasil Seleksi Psikologi para peserta Diklat Sandiman Dasar Angkatan Ke-180 sd Angkatan Ke-188 sebanyak 196 orang adalah sebagai berikut :

(9)

NO HASIL JUMLAH PROPORSI 1 DS2 12 orang 6.1224 % 2 DS4 17 0rang 8.6735 % 3 DS6 22 orang 11.224 % 4 DP8 24 orang 12.245 % 5 DP9 4 orang 2.0408 % 6 DP10 12 orang 6.1224 % 7 DP11 25 orang 12.755 % 8 DP12 27 orang 13.776 % 9 TDS14 7 orang 3.5714 % 10 TDS15 33 orang 16.837 % 11 TDS19 4 orang 2.0408 % 12 TDS20 9 orang 4.5918 %

Gambar. 4.6. Rekap Nilai Hasil Seleksi Psikologi Sumber : Diolah oleh Penulis

12 17 22 24 4 12 25 27 7 33 4 9 0 5 10 15 20 25 30 35 DS2 DS4 DS6 DP8 DP9 DP10 DP11 DP12 TDS14 TDS15 TDS19 TDS20

(10)

Hasil Seleksi psikologi berupa data data Rekomendasi tersebut selanjutnya dikonversi dengan metoda Nilai Deviasi Z dengan menggunakan Tabel Deviasi Normal (lampiran-12), sehingga menghasilkan Skor (Azwar, 2013 : 143) (Lampiran-17), dengan rumusan sebagai berikut :

- f (frekuensi) - N (populasi)

- p (proporsi) = f / N

- pk (p-kumulatif) = ∑ p ( sebelah kirinya)

- pk-b = Proporsi kumulatif dalam kategori di sebelah kirinya - pk-tengah = ½ p + pk-b

- z (nilai deviasi) = nilai z pada pk-tengah dengan Tabel Deviasi Normal - z+interval = pergeseran nilai agar mempunyai nilai positif

- Nilai Skala (Skor) = nilai yang ditunjukkan pada Tabel Deviasi Normal

3. Hasil Seleksi Akademik

Seleksi Akademik dengan Tes Potensi akademik berisi kumpulan tes yang disusun untuk mengetahui sejauh mana kemampuan intelektual melalui kompleksitas cara berpikir peserta berdasarkan hasil pembelajaran dan pengalaman sebelum mengikuti seleksi. Kemampuan intelektual individu juga menjadi perhatian utama dalam diklat sandiman dasar. Hal ini dikarenakan kemampuan intelektual mampu menggambarkan potensi keberhasilan peserta diklat dalam

(11)

meraih prestasi belajar dan menyelesaikan diklatnya. Hasil Seleksi Akademik memiliki tiga aspek pengukuran yaitu

a. Kemampuan Verbal

Nilai Tes Kemampuan Verbal ditunjukkan dalam nilai konversi pada Tabel hitung Tes Kemampuan Verbal berdasarkan perolehan hasil yang benar.

b. Kemampuan Numerik

Nilai Tes Kemampuan Numerik ditunjukkan dalam nilai konversi pada Tabel hitung Tes Kemampuan Numerik berdasarkan perolehan hasil yang benar;

c. Kemampuan Penalaran

Nilai Tes Kemampuan Penalaran ditunjukkan dalam nilai konversi pada Tabel hitung Tes Kemampuan Penalaran berdasarkan perolehan hasil yang benar.

Hasil Seleksi Akademik yang akan digunakan dalam pengolahan data penelitian adalah Hasil Akhir berupa Skor (Nilai) Rata-Rata Tes Potensi Akademik (TPA).

Hasil Seleksi Akademik 196 orang peserta Diklat Sandiman Dasar Angkatan Ke-180 sd Angkatan Ke-188 (Lampiran-10).

4. Hasil Prestasi Belajar

Prestasi Belajar diambil dari Nilai Akhir pada Daftar Nilai setiap Diklat. Aspek yang terdapat pada Nilai Akhir adalah Muatan Inti,

(12)

Pengembangan Wawasan, Aplikasi, dan Sikap Perilaku dimana seluruh aspek tersebut merupakan manifestasi dari Knowledge, Skill, dan

Attitude (KSA).

Hasil Nilai Akhir yang merupakan Hasil Prestasi Belajar 196 orang

peserta Diklat Sandiman Dasar Angkatan Ke-180 sd Angkatan Ke-188 ( Lampiran-10).

B. Statistik Deskriptif

Menurut Sugiyono (2014:238), statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

Pada penelitian ini, dilakukan uji statistik deskriptif menggunakan SPSS Versi 21. Hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:

Tabel. 4.2

Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Mean Std.

Deviation Variance PSIKOTES 196 3.86 1.00 4.86 2.9959 .95643 .915 AKADEMIK 196 448.00 200.00 648.00 343.4898 77.18958 5958.231 PRESTASIBELAJAR 196 12.39 76.20 88.59 83.2935 2.43113 5.910 Valid N (listwise) 196

(13)

Pada Tabel 4.2 di atas menunjukan gambaran mengenai variabel-variabel dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Variabel X1 (Hasil Seleksi Psikologi), berdasarkan jumlah Populasi

196 orang menghasilkan nilai minimum 1,00 dan nilai maksimum 4,86, dengan rata-rata nilai adalah 2,9959 dan standar deviasi 0,95643. 2. Variabel X2 (Hasil Seleksi Akademik), berdasarkan jumlah Populasi

196 orang menghasilkan nilai minimum 200,00 dan nilai maksimum 648,00 dengan rata-rata nilai adalah 343,4898 dan standar deviasi 77,18958.

3. Variabel Y(Hasil Prestasi Belajar), berdasarkan jumlah Populasi 196 orang menghasilkan nilai minimum 76.20 dan nilai maksimum 88,59 dengan rata-rata nilai adalah 83,2935 dan standar deviasi 2,43113. C. Hasil Pengujian Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji Normalitas menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov.

Dasar pengambilan keputusan pada Uji Kolmogorov Smirnov adalah : a. Data berdistribusi normal, bila Nilai Sig (Signifikasi) yang

ditunjukkan pada nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05

b. Data tidak berdistribusi normal, bila Nilai Sig (Signifikasi) yang ditunjukkan pada nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05

(14)

Hasil Uji Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan SPSS Ver.21, sebagai berikut :

Tabel. 4.3. Uji Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 196

Normal Parametersa,b

Mean .0000000

Std. Deviation 1.83141195

Most Extreme Differences

Absolute .040

Positive .040

Negative -.037

Kolmogorov-Smirnov Z .561

Asymp. Sig. (2-tailed) .911

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber : Pengolahan data dengan SPSS Ver 21

Nilai Signifikasi Asymp. Sig (2-tailed) yang ditunjukkan pada Tabel.4.3, sebesar 0,911 ( > 0,05 ), sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi Normal.

2. Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas adalah keadaan dimana antara dua variabel bebas atau lebih pada model regresi terjadi hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya multikolinearitas, Ghozali (2013:105). Uji Multikolinearitas

(15)

bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas. Model yang baik seharusnya tidak terjadi Multikolinearitas yaitu nilai Tolerance di atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10.

Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS Ver.21 diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel. 4.4. Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error

Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 75.644 .648 116.738 .000

PSIKOTES .843 .145 .332 5.813 .000 .902 1.108

AKADEMIK .015 .002 .474 8.296 .000 .902 1.108

a. Dependent Variable: PRESTASIBELAJAR

Sumber : Pengolahan data dengan SPSS Ver.21

Melihat Tabel.4.4. Multikolinearitas di atas, Nilai Tolerance pada Psikotes (Hasil Seleksi Psikologi) maupun Akademik ( Hasil Seleksi Akademik) adalah 0,902 ( > 0,1) dan Nilai VIF adalah 1.108 (< 10), dengan demikian dapat diartikan bahwa model regresi tersebut bebas dari multikolinearitas dan data layak digunakan dalam model regresi.

(16)

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Apabila varians tersebut menunjukkan pola tetap, maka dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homokedastisitas, dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan grafik Scatterplot. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas, Ghozali

(2013:139). Dasar analisis:

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian

menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi

heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Setelah melakukan pengujian dengan menggunakan SPSS Ver.21, berikut hasil grafik Scatterplot sesuai output yang dihasilkan;

(17)

Gambar 4.7. Grafik Scatterplot

Sumber : Pengolahan data dengan SPSS Ver.21

Pada Gambar 4.7, data (titik) menggambarkan pola yang tidak jelas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Sesuai analisa yang berdasarkan pada teori Gozhali tersebut, maka disimpulkan bahwa tidak ada masalah heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi Variabel terikat dan penelitian dapat diteruskan. D. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis Regresi linier digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat. Untuk regresi yang variabel independennya terdiri atas dua atau lebih, regresinya disebut regresi berganda.

(18)

Tabel. 4.5.

Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error

Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 75.644 .648 116.738 .000

PSIKOTES .843 .145 .332 5.813 .000 .902 1.108

AKADEMIK .015 .002 .474 8.296 .000 .902 1.108

a. Dependent Variable: PRESTASIBELAJAR

Sumber : Pengolahan data dengan SPSS Ver 21

Berdasarkan pada tabel 4.5, maka persamaan regresi linear berganda secara Matematis sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2

= 75,644 + 0,843X1 + 0,015X2

Persamaan regresi tersebut mempunyai arti sebagai berikut : 1. Konstanta (α)

Konstanta pada penelitian ini sebesar 75,644, artinya jika semua variabel independen memiliki nilai nol (0) maka nilai variable dependen (Y) sebesar positif 75,644.

2. Hasil Seleksi Psikologi

Koefisien regresi Hasil Seleksi Psikologi menunjukan angka positif sebesar 0,843 Nilai koefisien yang bernilai positif menunjukan adanya

(19)

pengaruh yang positif antara Hasil Seleksi Psikologi terhadap Prestasi Belajar. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan Hasil Seleksi Psikologi satu satuan, maka kinerja akan naik sebesar 0,843 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya dari model regresi adalah tetap.

3. Hasil Seleksi Akademik

Koefisien regresi Hasil Seleksi Akademik menunjukan angka positif sebesar 0,015. Nilai koefisien yang bernilai positif menunjukan adanya pengaruh yang positif antara Hasil Seleksi Akademik terhadap Prestasi Belajar. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan Hasil Seleksi Akademik satu satuan, maka kinerja akan naik sebesar 0,015 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya dari model regresi adalah tetap.

E. HASIL UJI HIPOTESIS.

Dalam penelitian ini juga dilakukan Uji Hipotesis untuk mengetahui pengaruh Variabel bebas terhadap Variabel terikatnya melalui Uji F dan Uji-t. Pengujian hipotesis pada penelitian ini diolah secara statistic dengan mempergunakan alat bantu program SPSS. Ver.21 ( Statistical Product and Service Solution). Pengujian yang dilakukan adalah :

1. Uji Koefisien Determinasi (R Square)

Koefisien Determinasi (RSquare) digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Jika Koefisien Determinasi (R Square) semakin besar (mendekati satu) maka hal ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel X memiliki pengaruh yang semakin kuat terhadap variabel Y. Sebaliknya, jika

(20)

Koefisien Determinasi (R Square) semakin kecil (mendekati nol), maka hal ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel X semakin kecil terhadap variabel Y. Koefisien Determinasi yang sangat kecil juga menunjukkan bahwa model yang digunakan tidak cukup memadai untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.

Hasil analisis regresi menggunakan SPSS Ver.21, terlihat pada output

moddel summary sebagai berikut:

Tabel. 4.6. Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .658a .433 .427 1.84088

a. Predictors: (Constant), AKADEMIK, PSIKOTES b. Dependent Variable: PRESTASI BELAJAR

Sumber : Pengolahan data primer dengan SPSS Ver.21

Berdasarkan tabel.4.6 di atas, nilai koefisien determinasi (R Square) adalah 0,433. Hal ini menunjukkan kemampuan variable-variabel independen yaitu Hasil Seleksi Psikologi dan Hasil Seleksi Akademik dalam mempengaruhi Prestasi Belajar adalah 43,3 %, sedangkan sisanya sebesar 56,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian.

(21)

2. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013:98). Dasar pengambilan keputusan dalam Uji-F yaitu dengan membandingkan nilai Fhitung dengan FTabel:

a. Jika Fhitung > FTabel, maka Variabel Variabel bebas secara

bersama-sama berpengaruh terhadap Variabel terikat;

Jika Fhitung < FTabel, maka Variabel-Variabel bebas secara

bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Variabel terikat; b. Jika Nilai Sig.< 0,05, maka Variabel-Variabel bebas berpengaruh

signifikan terhadap Variabel terikat;

Jika Nilai Sig.>0,05, maka Variabel-Variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap Variabel terikat.

Untuk melihat F tabel dalam pengujian hipotesis pada model regresi, perlu menentukan derajat bebas atau degree of freedom (df1) dan df2 serta tingkat Signifikansi 0,005.

Rumus penentuan besarnya FTabel :

df1 = k-1 df2 = n – k

n = Banyaknya populasi data.

(22)

Dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05, dengan df 1 (jumlah variabel –1) atau 3-1 = 2, dan df 2 (n-k) atau 196-3 = 193 maka hasil perolehan untuk FTabel sebesar 3,04

Tabel 4.7.

Uji Signifikansi Simultan (Uji-F) ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 498.479 2 249.240 73.547 .000b

Residual 654.044 193 3.389

Total 1152.523 195

a. Dependent Variable: PRESTASIBELAJAR b. Predictors: (Constant), AKADEMIK, PSIKOTES

Sumber : Pengolahan data primer dengan SPSS Ver 21

Berdasarkan Tabel.4.7. Uji Signifikansi Simultan, didapatkan Fhitung

sebesar 73,547 (> dari FTabel) dengan tingkat signifikansi 0,000

(< 0,05), maka diartikan bahwa Hasil Seleksi Psikologi dan Hasil Seleksi Akademik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Belajar.

3. Uji-t (uji parsial)

Uji-t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh masing masing variable bebasnya secara individual terhadap variabel terikatnya (Ghozali, 2013:98).

(23)

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji-t ini adalah sebagai berikut: a. Jika nilai thitung > ttabel, maka Variabel bebas berpengaruh

terhadap Variabel terikat. Jika nilai thitung <, ttabel maka Variabel

bebas tidak berpengaruh terhadap Variabel terikat.

b. Jika Nilai Sig. < 0,05 , maka Variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap Variabel terikat; Jika Nilai Sig. > 0,05 , maka Variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap Variabel terikat.

Dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan df (n-k) atau 196 - 3 = 193 diperoleh untuk ttabel sebesar 1.97233.

Secara parsial, berikut output hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS Ver.21;

Tabel. 4.8. Uji-t (Uji Parsial)

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std.

Error

Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 75.644 .648 116.738 .000

PSIKOTES .843 .145 .332 5.813 .000 .902 1.108

AKADEMIK .015 .002 .474 8.296 .000 .902 1.108

a. Dependent Variable: PRESTASIBELAJAR

(24)

Dalam Uji-t (Uji parsial) ini, ada dua hipotesis yang diteliti yaitu : a. Pengaruh Hasil Seleksi Psikologi terhadap Prestasi Belajar b. Pengaruh Hasil Seleksi Akademik terhadap Prestasi Belajar Berdasarkan table 4.8. Uji-t ( Uji Parsial) di atas, diperoleh nilai thitung

Variabel Psikotes (Hasil Seleksi Psikologi) sebesar 5,813 (>tTabel)

dengan Sig. 0,000 (< 0,05) maka diartikan bahwa Hasil Seleksi Psikologi berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Belajar, sedangkan untuk variabel Akademik (Hasil Seleksi Akademik) diperoleh nilai thitung sebesar 8,296 (> tTabel) dengan signifikansi sebesar 0,00 (< 0,05)

maka diartikan Hasil Seleksi Akademik berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Belajar.

F. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah dan hipotesa yang menjadi dasar penelitian, berikut ini merupakan pembahasan sesuai dengan beberapa hasil uji yang sudah dilakukan;

1. Pengaruh Hasil Seleksi Psikologi dan Hasil Seleksi Akademik secara simultan terhadap Prestasi Belajar.

Berdasarkan Uji Koefisien Determinasi (R Square) yang ditunjukan pada Tabel. 4.6, nilai koefisien determinasi (R Square) adalah 0,433. Hal ini menunjukkan kemampuan variable-variabel independen yaitu Hasil Seleksi Psikologi dan Hasil Seleksi Akademik dalam mempengaruhi Prestasi Belajar adalah 43,3 %. Sedangkan

(25)

sisanya sebesar 56,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian.

Berdasarkan Tabel.4.7. Uji-f (Signifikansi Simultan), didapatkan Fhitung sebesar 73,547 (> dari FTabel) dengan tingkat signifikansi 0,000

(lebih kecil dari 0,05), maka diartikan bahwa Hasil Seleksi Psikologi dan Hasil Seleksi Akademik secara bersama-sama berpengaruh positi dan siginifikan terhadap Prestasi Belajar.

2. Pengaruh Hasil Seleksi Psikologi terhadap Prestasi Belajar.

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang ditunjukkan pada tabel 4.5, Koefisien Regresi Hasil Seleksi Psikologi menunjukan angka positif sebesar 0,843. Nilai koefisien yang bernilai positif menunjukan adanya pengaruh yang positif antara Hasil Seleksi Psikologi terhadap Prestasi Belajar. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan Hasil Seleksi Psikologi satu satuan maka kinerja akan naik sebesar 0,843 dengan asumsi bahwa variabel Hasil Seleksi Akademik dari model regresi adalah tetap.

Berdasarkan table 4.8. Uji-t ( Uji Parsial) di atas diperoleh nilai thitung Variabel Psikotes (Hasil Seleksi Psikologi) sebesar 5,813 (>

tTabel) dengan sig 0,000 (< 0,05) maka diartikan bahwa Hasil Seleksi

Psikologi berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Belajar.

Hasil penelitian ini sejalan dengan Penelitian yang dilakukan suryana (2003) untuk menguji hasil psikotes pada ujian saringan masuk sebagai prediktor terhadap keberhasilan prestasi belajar pada

(26)

mahasiswa psikologi di Universitas Islam Bandung. Kesimpulan Hasil penelitiannya adalah bahwa hasil psikotes cukup dapat menjadi prediktor bagi keberhasilan prestasi belajar para mahasiswa. Sementara itu penelitian Richardson, Bond, dan Abraham (2012) tentang aspek psikologis yang berhubungan dengan pencapaian prestasi belajar pada mahasiswa. Hasilnya adalah terdapat korelasi yang bervariasi dari setiap aspek terhadap pencapaian prestasi belajar dan semua aspek memiliki korelasi terhadap prestasi belajar.

3. Pengaruh Hasil Seleksi Akademik terhadap Prestasi Belajar.

Berdasarkan Hasil Analisis Regresi Linear Berganda yang ditunjukkan pada tabel 4.5, Koefisien regresi Hasil Seleksi Akademik menunjukan angka positif sebesar 0,015. Nilai koefisien yang bernilai positif menunjukan adanya pengaruh yang positif antara Hasil Seleksi Akademik terhadap Prestasi Belajar. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan Hasil Seleksi Akademik satu satuan maka kinerja akan naik sebesar 0,015 dengan asumsi bahwa variabel Hasil Seleksi Psikologi dari model regresi adalah tetap.

Berdasarkan table 4.8. Uji-t (Uji Parsial), untuk variabel Akademik (Hasil Seleksi Akademik) diperoleh nilai thitung sebesar

8,296 (>tTabel) dengan signifikansi sebesar 0,00 (< 0,05) maka diartikan

Hasil Seleksi Akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Belajar.

(27)

Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian Asrijanty (2014) yang menguji kemampuan tes bakat skolastik (Tes Potensi Akademik) dan hasil tes prestasi belajar dalam memprediksi keberhasilan akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes bakat skolastik (tes potensi akademik) dan hasil tes prestasi belajar memiliki daya prediksi yang signifikan terhadap keberhasilan akademik para mahasiswa.

(28)

BAB – V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

Dari Uraian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya yang berkaitan dengan Pengaruh Hasil Seleksi Psokologi dan Hasil Seleksi Akademik terhadap Prestasi Belajar, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil Seleksi Psikologi dan Hasil Seleksi Akademik secara simultan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Belajar para peserta Diklat Sandiman Dasar di Pusdiklat Lembaga Sandi Negara. 2. Hasil Seleksi Psikologi secara parsial berpengaruh positif dan

signifikan terhadap Prestasi Belajar para peserta Diklat Sandiman Dasar di Pusdiklat Lembaga Sandi Negara.

3. Hasil Seleksi Akademik secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Belajar peserta Diklat Sandiman Dasar di Pusdiklat Lembaga Sandi Negara

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka disampaikan saran saran sebagai berikut :

1. Kepada Pusdiklat Lembaga Sandi Negara selaku Instansi yang melaksanakan Seleksi Diklat Sandi dan Penyelenggaraan Diklat Sandi secara penuh dan mandiri sebagai berikut :

(29)

a. Tetap dilakukan seleksi kepada para calon peserta yang akan mengikuti Diklat Sandiman Dasar di Pusdiklat Lembaga Sandi Negara dalam rangka mendapatkan para calon peserta yang tidak hanya siap untuk belajar di Pusdiklat Lembaga Sandi Negara tetapi juga siap unutk melaksanakan penugasan di bidang persandian;

b. Hasil penelitian ini perlu disosialisasikan kepada seluruh penyelenggara diklat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seleksi diklat sandi agar semakin memahami urgensi yang terkandung dalam seleksi diklat sandi dan penyelenggaraan diklat;

c. Pelaksanaan seleksi psikologi bagi para calon peserta diklat sandiman dasar selama beberapa tahun terakhir menggunakan seperangkat alat tes psikologi yang bersifat permanen; Oleh karena itu perlu dipertimbangkan oleh Tim Seleksi Psikologi untuk menggunakan seperangkat alat tes psikologi yang terbaru guna mendapatkan calon peserta diklat sandiman dasar yang lebih baik lagi.

2. Kepada para peneliti lain :

a. Hasil penelitian ini perlu ditindaklanjuti dengan penelitian selanjutnya yang fokus pada perbedaan pengaruh hasil seleksi psikologi dan hasil seleksi akademik terhadap prestasi belajar

(30)

peserta diklat sandi berdasarkan kategori usia peserta diklat, asal instansi peserta, jenis kelamin peserta, dan jenjang diklat sandi. b. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil seleksi psikologi

dan hasil seleksi akademik secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan sebesar 43,3% terhadap prestasi belajar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mencari variabel-variabel lain yang juga berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta diklat sandi. Hal ini dimaksudkan agar variabel lainnya juga dapat menjadi atensi dalam menentukan kebijakan dalam pembinaan SDM Sandi.

c. Hasil penelitian ini cukup memberikan gambaran bagaimana hasil seleksi psikologi dan hasil seleksi akademik berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta diklat sandi. Namun demikian, partisipan penelitian masih terbatas pada peserta diklat sandiman dasar. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan variabel serupa terhadap peserta diklat sandiman dan peserta diklat sandiman lanjutan, agar gambaran pengaruh yang diperoleh menjadi lebih lengkap dan komprehensif.

Gambar

Gambar 4.2 Data Populasi Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambar 4.3 Data Populasi Berdasarkan Umur  Sumber : Diolah oleh Penulis
Gambar 4.4 Data Populasi  berdasarkan Pendidikan Terakhir
Gambar 4.5 Data Populasi Berdasarkan Pekerjaan  Sumber : Diolah oleh Penulis
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan peristiwa kultural ritual Olah Tetanen masyarakat adat Genaharjo Kabupaten Tuban, ada model yang lebih khusus untuk mendukung penelitian ini.Model

(menganalogikan madu dengan susu, maka susu tidak wajib dizakatkan dan yang menjadi wajib zakat apabila madu tersebut diperdagangkan) berhujjah pada hadits

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan mengenai pengaruh pemberian edukasi: batuk efektif terhadap kemampuan

MCI merupakan seperangkat perintah yang dapat bekerja secara mandiri yang digunakan dalam aplikasi Windows untuk mengendalikan perangkat multimedia seperti Audio Compact Disc,

Namum sejauh ini, dalam penegakan hukum di dalam masyarakat adat Aceh, masih terdapat kendala-kedala yang dihadapi, sehingga proses pembangunan hukum adat di Indonesia, khususnya di

Semua pihak yang terlibat di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk khususnya pada Proyek Lanjutan Pekerjaan Aksesibilitas Bandara Soekarno-Hatta yang telah memberikan sharing-sharing

tingginya tingkat pendidikan maka makin tinggi pula aspirasinya untuk mendapatkan kedudukan atau kesempatan kerja yang lebih sesuai dengan keinginan, sehingga

Kedua, Hasil belajar mahasiswa prodi pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya pada perkuliahan biokimia materi sintesis protein meningkat dengan