BAB IV PEMBAHASAN
4.1 DATA
Data proyek pembangunan gedung Telkomsel Telecommunication Center Manado II pada minggu ke-20 (dua puluh) adalah sebagai berikut :
Actual cost (AC) proyek pada tabel 4.1
Tabel 4.1
Actual Cost Minggu 1 s/d 20
No Minggu Rupiah Prosentase 1 1 113,368,000.00 0.679% 2 2 414,100,388.00 2.479% 3 3 88,939,688.00 0.532% 4 4 15,380,000.00 0.092% 5 5 28,164,000.00 0.169% 6 6 670,684,873.00 4.015% 7 7 296,140,043.00 1.773% 8 8 1,578,938,965.00 9.453% 9 9 2,714,878,200.00 16.254% 10 10 41,672,727.00 0.249% 11 11 144,440,454.00 0.865% 12 12 54,309,091.00 0.325% 13 13 50,954,545.00 0.305% 14 14 959,729,937.00 5.746% 15 15 1,219,782,400.00 7.303% 16 16 664,358,100.00 3.977% 17 17 734,066,055.00 4.395% 18 18 571,033,634.00 3.419% 19 19 682,243,980.00 4.085% 20 20 801,573,600.00 4.799% Total 70.913% Mingguan Actual Cost (ACWP)
Tabel 4.2
Hasil Perbandingan BCWS vs. ACWP (Biaya rencana vs. aktual)
No Minggu
Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Biaya/minggu faktor/isu yang terjadi
1 1 0,234% 0,234% 0,679% 0,679% ‐0,444% ‐0,444% (‐) 2 2 0,246% 0,480% 2,479% 3,158% ‐2,233% ‐2,678% (‐) 3 3 0,321% 0,802% 0,532% 3,690% ‐0,211% ‐2,889% (‐) 4 4 0,646% 1,448% 0,092% 3,782% 0,554% ‐2,334% (+) 5 5 0,941% 2,389% 0,169% 3,951% 0,772% ‐1,563% (+) 6 6 1,158% 3,547% 4,015% 7,966% ‐2,857% ‐4,420% (‐) 7 7 1,190% 4,737% 1,773% 9,739% ‐0,583% ‐5,002% (‐) 8 8 1,518% 6,255% 9,453% 19,192% ‐7,935% ‐12,937% (‐) 9 9 1,799% 8,054% 16,254% 35,446% ‐14,454% ‐27,391% (‐) 10 10 1,756% 9,810% 0,249% 35,695% 1,506% ‐25,885% (+) 11 11 1,904% 11,714% 0,865% 36,560% 1,039% ‐24,846% (+) 12 12 1,914% 13,628% 0,325% 36,885% 1,589% ‐23,258% (+) 13 13 2,035% 15,662% 0,305% 37,190% 1,730% ‐21,528% (+) 14 14 1,505% 17,167% 5,746% 42,936% ‐4,241% ‐25,769% (‐) 15 15 1,464% 18,631% 7,303% 50,239% ‐5,839% ‐31,608% (‐) 16 16 1,456% 20,086% 3,977% 54,216% ‐2,522% ‐34,130% (‐) 17 17 1,384% 21,470% 4,395% 58,611% ‐3,011% ‐37,141% (‐) 18 18 1,974% 23,444% 3,419% 62,030% ‐1,444% ‐38,585% (‐) 19 19 1,457% 24,901% 4,085% 66,114% ‐2,628% ‐41,213% (‐) 20 20 1,686% 26,588% 4,799% 70,913% ‐3,112% ‐44,326% (‐) Biaya aktual lebih besar daripada rencana, karena material arsitektur dan M/E dengan spesifikasi khusus/impor harus dipesan jauh sebelum terpasang, begitu pula dengan pembayarannya di awal, pengiriman material dalam jumlah banyak. Biaya aktual kurang dari rencana, pembayaran untuk order material tidak terlalu banyak pada minggu ini. Biaya aktual jauh lebih besar daripada rencana, dikarenakan sudah mulai banyak pekerjaan di lapangan, penambahan jumlah tenaga kerja, pengiriman material dalam jumlah banyak serta pelunasan material. Pada minggu ke‐20, order material sudah mencapai hampir 90% dari total keseluruhan material yang di list untuk proyek, namun belum termasuk jika terjadi change order atau defect. ACWP Biaya aktual lebih besar daripada rencana, karena pengeluaran (cashflow) untuk order material belum direncanakan dengan baik. Biaya aktual kurang dari rencana, pembayaran untuk order material tidak terlalu banyak pada minggu ini. BCWS Deviasi Biaya Keterangan
Tabel 4.3
Hasil Perbandingan BCWS vs. BCWP (Progress rencana vs. aktual)
No Minggu
Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Progress/minggu faktor/isu yang terjadi
1 1 0,234% 0,234% 0,287% 0,287% 0,053% 0,053% (+) positif : perijinan IMB telah keluar lebih cepat dari rencana, negatif : ijin masuk proyek sementara hanya untuk mengukuran, belum diperbolehkan adanya pekerjaan fisik. 2 2 0,246% 0,480% 0,359% 0,647% 0,113% 0,166% (+) positif : telah dilakukan pengukuran lahan, negatif : belum mendapat ijin masuk lokasi proyek untuk melaksanakan pekerjaan fisik, tim di lapangan belum lengkap. 3 3 0,321% 0,802% 0,270% 0,916% ‐0,052% 0,115% (‐) positif : pembersihan lokasi & direksi keet on going, negatif : pembersihan lokasi & pembongkaran bangunan eksisting berjalan lambat, curah hujan. 4 4 0,646% 1,448% 0,748% 1,664% 0,101% 0,216% (+) positif : penyediaan air bersih untuk proyek, negatif : alat bored pile belum tiba di lokasi, curah hujan, change order rencana rumah genset beserta gensetnya. 5 5 0,941% 2,389% 1,053% 2,717% 0,113% 0,329% (+) positif : pembongkaran bangunan eksisting selesai, pemasangan bowplank, fabrikasi besi beton on going, negatif : alat bored pile belum tiba di lokasi, curah hujan, change order belum fixed. 6 6 1,158% 3,547% 0,481% 3,198% ‐0,677% ‐0,349% (‐) positif : fabrikasi besi beton on going, alat bored pile sudah bekerja, negatif : kepengurusan asuransi terlambat, curah hujan 7 7 1,190% 4,737% 1,310% 4,508% 0,120% ‐0,229% (+) positif : pek.struktur sudah mulai berjalan, negatif : curah hujan, beberapa kali listrik kerja (PLN) mati, pek. Struktur terlambat 8 8 1,518% 6,255% 1,006% 5,514% ‐0,512% ‐0,741% (‐) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan 9 9 1,799% 8,054% 1,307% 6,821% ‐0,492% ‐1,233% (‐) positif : pek. Pondasi bored pile selesai, negatif : menunggu hasil PDA tes untuk melaksanakan pek. Struktur selanjutnya, curah hujan 10 10 1,756% 9,810% 1,513% 8,334% ‐0,243% ‐1,476% (‐) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan, pek. Struktur terlambat Progress Keterangan BCWS BCWP Deviasi
Hasil Perbandingan BCWS vs. BCWP (lanjutan)
No Minggu
Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Progress/minggu faktor/isu yang terjadi
11 11 1,904% 11,714% 2,713% 11,046% 0,809% ‐0,667% (+) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan 12 12 1,914% 13,628% 1,205% 12,251% ‐0,709% ‐1,376% (‐) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan, kelangkaan beton readymix 13 13 2,035% 15,662% 0,891% 13,142% ‐1,143% ‐2,520% (‐) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan, kelangkaan beton readymix, ijin relokasi M/E bangunan eksisting belum keluar, proses ijin warga (IW) tower belum selesai. 14 14 1,505% 17,167% 0,715% 13,858% ‐0,789% ‐3,309% (‐) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan, ijin relokasi M/E bangunan eksisting belum keluar. 15 15 1,464% 18,631% 1,510% 15,367% 0,046% ‐3,263% (+) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan, ijin relokasi M/E bangunan eksisting belum keluar, keterlambatan material, kekurangan tenaga kerja. 16 16 1,456% 20,086% 1,458% 16,825% 0,002% ‐3,262% (+) positif : pek. Struktur on going, negatif : curah hujan, ijin relokasi M/E bangunan eksisting belum keluar, keterlambatan material, kekurangan tenaga kerja. 17 17 1,384% 21,470% 1,312% 18,137% ‐0,072% ‐3,333% (‐) positif : pek. Struktur, arsitek, M/E on going, negatif : keterlambatan material. 18 18 1,974% 23,444% 1,462% 19,599% ‐0,512% ‐3,845% (‐) positif : pek. Struktur, arsitek, M/E on going, perijinan PLN, PDAM, Situ & reklame, depnaker, telkom/telpon on going, negatif : kekurangan tenaga kerja. 19 19 1,457% 24,901% 1,493% 21,092% 0,036% ‐3,809% (+) positif : pek. Struktur, arsitek, M/E on going, perijinan PLN, PDAM, Situ & reklame, depnaker, telkom/telpon on going, negatif : kekurangan tenaga kerja. 20 20 1,686% 26,588% 1,414% 22,506% ‐0,273% ‐4,082% (‐) positif : pek. Struktur, arsitek, M/E on going, negatif : keterlambatan material (dari vendor), kekurangan tenaga kerja. Progress Keterangan BCWS BCWP Deviasi
Tabel 4.4
Hasil Perbandingan BCWP vs. ACWP (Nilai fisik proyek vs. biaya aktual)
No Minggu
Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Biaya Faktor
1 1 0,287% 0,287% 0,679% 0,679% ‐0,391% ‐0,391% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 0.391% dikarenakan terhambatnya proses ijin masuk ke lokasi 2 2 0,359% 0,647% 2,479% 3,158% ‐2,120% ‐2,511% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 2.120% dikarenakan terhambatnya proses ijin masuk ke lokasi 3 3 0,270% 0,916% 0,532% 3,690% ‐0,263% ‐2,774% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 0.263% dikarenakan minggu ini direncanakan sudah ada pekerjaan struktur, namun baru mendapat ijin masuk lokasi & baru bisa melakukan pek.persiapan 4 4 0,748% 1,664% 0,092% 3,782% 0,656% ‐2,119% + Nilai fisik proyek pada minggu ini melebihi biaya aktualnya sebesar 0.656% dikarenakan pada minggu ini biaya yang dikeluarkan proyek relatif kecil yaitu 0.092% 5 5 1,053% 2,717% 0,169% 3,951% 0,885% ‐1,234% + Nilai fisik proyek pada minggu ini melebihi biaya aktualnya sebesar 0.885% dikarenakan pada minggu ini biaya yang dikeluarkan proyek relatif kecil yaitu 0.169% 6 6 0,481% 3,198% 4,015% 7,966% ‐3,534% ‐4,768% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 3.534% dikarenakan pada minggu ini proyek melakukan pembayaran material cukup besar yaitu 4.015% 7 7 1,310% 4,508% 1,773% 9,739% ‐0,463% ‐5,231% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 0.463% 8 8 1,006% 5,514% 9,453% 19,192% ‐8,447% ‐13,678% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 8.447% dikarenakan pada minggu ini proyek melakukan pembayaran material cukup besar yaitu 9.453% 9 9 1,307% 6,821% 16,254% 35,446% ‐14,947% ‐28,625% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 14.947% dikarenakan pada minggu ini proyek melakukan pembayaran material cukup besar yaitu 16.254% 10 10 1,513% 8,334% 0,249% 35,695% 1,263% ‐27,361% + Nilai fisik proyek pada minggu ini melebihi biaya aktualnya sebesar 1.263% dikarenakan pada minggu ini biaya yang dikeluarkan proyek relatif kecil yaitu 0.249% Biaya Keterangan BCWP ACWP Deviasi
Hasil Perbandingan BCWP vs. ACWP (lanjutan)
No Minggu
Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Mingguan Kumulatif Biaya Faktor
11 11 2,713% 11,046% 0,865% 36,560% 1,848% ‐25,514% + Nilai fisik proyek pada minggu ini melebihi biaya aktualnya sebesar 1.848% dikarenakan pada minggu ini biaya yang dikeluarkan proyek relatif kecil yaitu 0.865% 12 12 1,205% 12,251% 0,325% 36,885% 0,879% ‐24,634% + Nilai fisik proyek pada minggu ini melebihi biaya aktualnya sebesar 0.879% dikarenakan pada minggu ini biaya yang dikeluarkan proyek relatif kecil yaitu 0.325% 13 13 0,891% 13,142% 0,305% 37,190% 0,586% ‐24,048% + Nilai fisik proyek pada minggu ini melebihi biaya aktualnya sebesar 0.586% dikarenakan pada minggu ini biaya yang dikeluarkan proyek relatif kecil yaitu 0.305% 14 14 0,715% 13,858% 5,746% 42,936% ‐5,030% ‐29,079% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 5.030% dikarenakan pada minggu ini proyek melakukan pembayaran material cukup besar yaitu 5.746% sementara nilai fisik terhambat oleh keterlambatan delivery material bata ringan 15 15 1,510% 15,367% 7,303% 50,239% ‐5,793% ‐34,872% ‐ Biaya aktual proyek pada minggu ini melebihi nilai fisiknya sebesar 5.793% dikarenakan pada minggu ini proyek melakukan pembayaran material cukup besar yaitu 7.303% 16 16 1,458% 16,825% 3,977% 54,216% ‐2,520% ‐37,391% ‐ 17 17 1,312% 18,137% 4,395% 58,611% ‐3,083% ‐40,474% ‐ 18 18 1,462% 19,599% 3,419% 62,030% ‐1,957% ‐42,431% ‐ 19 19 1,493% 21,092% 4,085% 66,114% ‐2,591% ‐45,022% ‐ 20 20 1,414% 22,506% 4,799% 70,913% ‐3,385% ‐48,407% ‐ Biaya Keterangan BCWP ACWP Deviasi Biaya aktual proyek pada minggu 16 s/d 20 melebihi nilai fisiknya dikarenakan pada minggu‐minggu tersebut proyek melakukan pembayaran cukup besar untuk material M/E sedangkan pek. arsitektur blm selesai, sementara banyak pek. M/E baru bisa dilaksanakan setelah pek. arsitektur hampir selesai mengingat gedung yang akan dibangun memiliki nilai M/E lebih dari 50% dari total keseluruhan nilai kontrak
Tabel 4.5
Perbandingan Plan Value, Earned Value dan Actual Cost
No Minggu 1 1 0.234% 0.234% 0.287% 0.287% 0.679% 0.679% 2 2 0.246% 0.480% 0.359% 0.647% 2.479% 3.158% 3 3 0.321% 0.802% 0.270% 0.916% 0.532% 3.690% 4 4 0.646% 1.448% 0.748% 1.664% 0.092% 3.782% 5 5 0.941% 2.389% 1.053% 2.717% 0.169% 3.951% 6 6 1.158% 3.547% 0.481% 3.198% 4.015% 7.966% 7 7 1.190% 4.737% 1.310% 4.508% 1.773% 9.739% 8 8 1.518% 6.255% 1.006% 5.514% 9.453% 19.192% 9 9 1.799% 8.054% 1.307% 6.821% 16.254% 35.446% 10 10 1.756% 9.810% 1.513% 8.334% 0.249% 35.695% 11 11 1.904% 11.714% 2.713% 11.046% 0.865% 36.560% 12 12 1.914% 13.628% 1.205% 12.251% 0.325% 36.885% 13 13 2.035% 15.662% 0.891% 13.142% 0.305% 37.190% 14 14 1.505% 17.167% 0.715% 13.858% 5.746% 42.936% 15 15 1.464% 18.631% 1.510% 15.367% 7.303% 50.239% 16 16 1.456% 20.086% 1.458% 16.825% 3.977% 54.216% 17 17 1.384% 21.470% 1.312% 18.137% 4.395% 58.611% 18 18 1.974% 23.444% 1.462% 19.599% 3.419% 62.030% 19 19 1.457% 24.901% 1.493% 21.092% 4.085% 66.114% 20 20 1.686% 26.588% 1.414% 22.506% 4.799% 70.913% Biaya BCWS (PV) BCWP (EV) ACWP (AC)
Dalam perencanaan, total biaya yang dikeluarkan / planned value (PV) minggu ke-20 adalah Rp 4.440.974.821,96 atau 26,588%. Nilai hasil yang dicapai / earned value (EV) minggu ke-20 adalah Rp 3.759.220.995,14 atau 22,506%. Sedangkan anggaran proyek keseluruhan adalah Rp 16.703.182.634,22 atau
100%.
Pekerjaan telah berlangsung 20 minggu (140 hari), dengan total keseluruhan waktu pelaksanaan 240 hari, sehingga tersisa waktu pelaksanaan adalah 100 hari.
4.2 ANALISIS
4.2.1 Varians Biaya dan Jadual Terpadu
Varians Biaya/Cost Varians (CV) dan Varian Jadwal/Schedule Varians (SV) diformulasikan sebagai berikut:
Varian Biaya (CV) = EV – AC Varian Jadwal (SV) = EV – PV
Tabel 4.6
Hasil Varian Biaya dan Varian Jadwal /Minggu
No Minggu Keterangan (1) (2) (3) (4) (5) 1 1 0.234% 0.287% 0.679% ‐0.391% ‐ 0.053% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya di atas anggaran 2 2 0.246% 0.359% 2.479% ‐2.120% ‐ 0.113% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya di atas anggaran 3 3 0.321% 0.270% 0.532% ‐0.263% ‐ ‐0.052% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran 4 4 0.646% 0.748% 0.092% 0.656% + 0.101% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya sesuai anggaran 5 5 0.941% 1.053% 0.169% 0.885% + 0.113% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya sesuai anggaran 6 6 1.158% 0.481% 4.015% ‐3.534% ‐ ‐0.677% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran 7 7 1.190% 1.310% 1.773% ‐0.463% ‐ 0.120% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya di atas anggaran 8 8 1.518% 1.006% 9.453% ‐8.447% ‐ ‐0.512% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran 9 9 1.799% 1.307% 16.254% ‐14.947% ‐ ‐0.492% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran 10 10 1.756% 1.513% 0.249% 1.263% + ‐0.243% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya sesuai anggaran = EV‐AC = (4)‐(5) Varian Jadwal (SV) = EV‐PV = (4)‐(3) Biaya BCWS (PV) BCWP (EV) ACWP (AC) Varians Biaya dan Jadual Terpadu Varian Biaya (CV)
Hasil Varian Biaya dan Varian Jadwal /Minggu (lanjutan) No Minggu Keterangan (1) (2) (3) (4) (5) 11 11 1.904% 2.713% 0.865% 1.848% + 0.809% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya sesuai anggaran 12 12 1.914% 1.205% 0.325% 0.879% + ‐0.709% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya sesuai anggaran 13 13 2.035% 0.891% 0.305% 0.586% + ‐1.143% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya sesuai anggaran 14 14 1.505% 0.715% 5.746% ‐5.030% ‐ ‐0.789% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran 15 15 1.464% 1.510% 7.303% ‐5.793% ‐ 0.046% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya di atas anggaran 16 16 1.456% 1.458% 3.977% ‐2.520% ‐ 0.002% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya di atas anggaran 17 17 1.384% 1.312% 4.395% ‐3.083% ‐ ‐0.072% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran 18 18 1.974% 1.462% 3.419% ‐1.957% ‐ ‐0.512% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran 19 19 1.457% 1.493% 4.085% ‐2.591% ‐ 0.036% + Pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal, menelan biaya di atas anggaran 20 20 1.686% 1.414% 4.799% ‐3.385% ‐ ‐0.273% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran ‐48.407% ‐ ‐4.082% ‐ Pekerjaan selesai terlambat, menelan biaya di atas anggaran = EV‐AC = (4)‐(5) Varian Jadwal (SV) = EV‐PV = (4)‐(3) Biaya BCWS (PV) BCWP (EV) ACWP (AC) Varians Biaya dan Jadual Terpadu Varian Biaya (CV) Kumulatif (Analisis varian terpadu, Imam Soeharto, 1997)
4.2.2 Indeks Produktivitas dan Kinerja
Indeks kinerja ini terdiri dari Indeks Kinerja Biaya (Cost Performance Index = CPI) dan Indeks Kinerja Jadual (Schedule Performance Index = SPI) Adapun rumusan Indeks kinerja ini adalah :
Indeks Kinerja Biaya (CPI) = EV/AC Indeks Kinerja Jadwal (SPI) = EV/ PV
Tabel 4.7
Hasil Indeks Kinerja Biaya dan Indeks Kinerja Jadwal /Minggu
No Minggu Keterangan (1) (2) (3) (4) (5) 1 1 0.234% 0.287% 0.679% 0.423 < 1 1.226 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow kurang stabil 2 2 0.246% 0.359% 2.479% 0.145 < 1 1.462 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow kurang stabil 3 3 0.321% 0.270% 0.532% 0.506 < 1 0.839 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil 4 4 0.646% 0.748% 0.092% 8.119 > 1 1.156 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow cukup stabil 5 5 0.941% 1.053% 0.169% 6.247 > 1 1.120 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow cukup stabil 6 6 1.158% 0.481% 4.015% 0.120 < 1 0.415 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil 7 7 1.190% 1.310% 1.773% 0.739 < 1 1.100 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow kurang stabil 8 8 1.518% 1.006% 9.453% 0.106 < 1 0.663 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil 9 9 1.799% 1.307% 16.254% 0.080 < 1 0.726 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil 10 10 1.756% 1.513% 0.249% 6.063 > 1 0.862 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow cukup stabil CPI = EV/AC = (4)/(5) SPI = EV/PV = (4)/(3) Biaya Indeks Produktivitas dan Kinerja BCWS (PV) BCWP (EV) ACWP (AC)
Hasil Indeks Kinerja Biaya dan Indeks Kinerja Jadwal /Minggu (lanjutan) No Minggu Keterangan (1) (2) (3) (4) (5) 11 11 1.904% 2.713% 0.865% 3.137 > 1 1.425 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow cukup stabil 12 12 1.914% 1.205% 0.325% 3.705 > 1 0.629 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow cukup stabil 13 13 2.035% 0.891% 0.305% 2.921 > 1 0.438 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow cukup stabil 14 14 1.505% 0.715% 5.746% 0.124 < 1 0.475 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil 15 15 1.464% 1.510% 7.303% 0.207 < 1 1.031 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow kurang stabil 16 16 1.456% 1.458% 3.977% 0.366 < 1 1.001 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow kurang stabil 17 17 1.384% 1.312% 4.395% 0.299 < 1 0.948 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil 18 18 1.974% 1.462% 3.419% 0.428 < 1 0.741 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil 19 19 1.457% 1.493% 4.085% 0.366 < 1 1.025 > 1 Produktivitas tenaga kerja & alat cukup baik, cashflow kurang stabil 20 20 1.686% 1.414% 4.799% 0.295 < 1 0.838 < 1 Produktivitas tenaga kerja & alat kurang baik, cashflow kurang stabil CPI = EV/AC = (4)/(5) SPI = EV/PV = (4)/(3) Biaya Indeks Produktivitas dan Kinerja BCWS (PV) BCWP (EV) ACWP (AC)
4.2.3 Proyeksi Pengeluaran Biaya dan Jangka Waktu Penyelesaian Proyek
Membuat prakiraan biaya atau jadual penyelesaian proyek berdasarkan atas indikator yang diperoleh saat pelaporan, akan memberikan petunjuk besarnya biaya pada akhir proyek (estimasi at completion = EAC) dan prakiraan waktu peneyelesaian proyek (estimate all schedule = EAS)
ETC = (BAC – BCWP) / CPI = (BAC – EV) / CPI
EAC = ACWP – ETC
Sedangkan prakiraan waktu penyelesaian seluruh pekerjaan: ETS = (Sisa waktu ) / SPI
= 100 hari SPI
EAS = Keseluruhan waktu yang tersedia + ETS = 240 hari + ETS
Dimana:
BAC (Budget At Completion) = Anggaran Proyek Keseluruhan. SPI (Schedule Performance Index) = Indek Kinerja Jadwal.
CPI (Cost Performance Index) = Indek Kinerja Biaya
ETC (Estimate Temporary Cost) = Prakiraan Biaya untuk Pekerjaan Tersisa.
EAC (Estimate All Cost) = PrakiraanTotal Biaya Proyek. ETS (Estimate Temporary Schedule) = Prakiraan Waktu Untuk
Pekerjaan Tersisa.
No M in gg u BA C BC W S (P V) BC W P (E V) AC W P (A C) CP I SP I ET C EA C ETS EA S = EV /A C = EV /P V =( BA C‐ EV )/ CP I =A C‐ ET C = si sa w ak tu /S PI =tota l wa kt u+ ET S (1 ) (2 ) (3 ) (4 ) (5 ) (6 ) (7 )= (5 )/ (6 ) (8 )= (5 )/ (4 ) (9 )= ((3 )‐ (5 ))/ (7 ) (1 0)= (6 )‐ (9 ) 1 1 10 0% 0. 234 % 0. 28 7% 0. 679% 0. 42 3 1. 22 6 235 .5 05% ‐2 34. 826 % 82 322 2 2 10 0% 0. 480 % 0. 64 7% 3. 158% 0. 20 5 1. 34 6 485 .2 39% ‐4 82. 081 % 74 314 3 3 10 0% 0. 802 % 0. 91 6% 3. 690% 0. 24 8 1. 14 3 399 .1 08% ‐3 95. 418 % 87 327 4 4 10 0% 1. 448 % 1. 66 4% 3. 782% 0. 44 0 1. 14 9 223 .5 60% ‐2 19. 778 % 87 327 5 5 10 0% 2. 389 % 2. 71 7% 3. 951% 0. 68 8 1. 13 8 141 .4 63% ‐1 37. 512 % 88 328 6 6 10 0% 3. 547 % 3. 19 8% 7. 966% 0. 40 1 0. 90 2 241 .1 31% ‐2 33. 165 % 11 1 351 7 7 10 0% 4. 737 % 4. 50 8% 9. 739% 0. 46 3 0. 95 2 206 .3 07% ‐1 96. 567 % 10 5 345 8 8 10 0% 6. 255 % 5. 51 4% 19. 192% 0. 28 7 0. 88 2 328 .8 53% ‐3 09. 660 % 11 3 353 9 9 10 0% 8. 054 % 6. 82 1% 35. 446% 0. 19 2 0. 84 7 484 .2 01% ‐4 48. 756 % 11 8 358 10 10 10 0% 9. 810 % 8. 33 4% 35. 695% 0. 23 3 0. 85 0 392 .6 19% ‐3 56. 924 % 11 8 358 11 11 10 0% 11. 714 % 11. 04 6% 36 .560% 0. 30 2 0. 94 3 294 .4 06% ‐2 57. 846 % 10 6 346 12 12 10 0% 13. 628 % 12. 25 1% 36 .885% 0. 33 2 0. 89 9 264 .1 91% ‐2 27. 306 % 11 1 351 13 13 10 0% 15. 662 % 13. 14 2% 37 .190% 0. 35 3 0. 83 9 245 .7 92% ‐2 08. 602 % 11 9 359 14 14 10 0% 17. 167 % 13. 85 8% 42 .936% 0. 32 3 0. 80 7 266 .9 02% ‐2 23. 966 % 12 4 364 15 15 10 0% 18. 631 % 15. 36 7% 50 .239% 0. 30 6 0. 82 5 276 .6 84% ‐2 26. 445 % 12 1 361 16 16 10 0% 20. 086 % 16. 82 5% 54 .216% 0. 31 0 0. 83 8 268 .0 24% ‐2 13. 808 % 11 9 359 17 17 10 0% 21. 470 % 18. 13 7% 58 .611% 0. 30 9 0. 84 5 264 .5 48% ‐2 05. 937 % 11 8 358 18 18 10 0% 23. 444 % 19. 59 9% 62 .030% 0. 31 6 0. 83 6 254 .4 66% ‐1 92. 436 % 12 0 360 19 19 10 0% 24. 901 % 21. 09 2% 66 .114% 0. 31 9 0. 84 7 247 .3 40% ‐1 81. 225 % 11 8 358 20 20 10 0% 26. 588 % 22. 50 6% 70 .913% 0. 31 7 0. 84 6 244 .1 72% ‐1 73. 259 % 11 8 358 Inde ks P rod uk tiv ita s & Ki ne rja Bi ay a Ku m ul at if Pr oy ek si P eng el ua ra n Bi ay a & Wa kt u Pe ny el es ai an Pr oy ek Tabel 4.8 Pro yek si P en g eluaran Bia ya dan Jan g ka w aktu
4.3 FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP BIAYA & WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN BERDASARKAN HASIL ANALISIS
Hasil analisis dari variabel-variabel yang ada menunjukkan bahwa proyek tersebut :
a. Tidak bisa selesai tepat pada waktunya (dengan sisa waktu yang ada) b. Dengan proyeksi EAS (estimate all schedule), proyek tersebut berpotensi
membutuhkan tambahan waktu 118 hari atau membutuhkan 358 hari kalender untuk menyelesaikan total proyek dari awal hingga akhir.
c. Dengan proyeksi EAC (estimate all cost), proyek tersebut diperkirakan berpotensi menghabiskan anggaran 173,259% dari kumulatif actual cost minggu ke-20 (Rp 11.844.758.680,00) yaitu Rp 20.522.121.007,26.
Mengingat hal tersebut akan berakibat fatal bagi seluruh stakeholder, terutama bagi kontraktor yang akan menanggung seluruh penambahan biaya serta membayar denda kepada owner karena keterlambatan penyelesaian pekerjaan, maka perlu dilakukan pengendalian waktu serta biaya.
Berikut ini diuraikan beberapa faktor yang mempengaruhi biaya serta waktu pelaksanaan proyek. Dimulai dari tabel 4.9 mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada pembengkakan biaya tiap minggu proyek, tabel 4.10 mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada sedikitnya jumlah pengeluaran tiap minggu proyek, tabel 4.11 mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada keterlambatan progress pekerjaan proyek, dan tabel 4.12 mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada percepatan progress pekerjaan proyek.
Tabel 4.9
Faktor yang berpengaruh pada pembengkakan biaya tiap minggu
No Minggu Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Frek. 1. Tidak dibuatkan scheduling order material yang baik sejak awal
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 20
3. Penambahan tenaga kerja & jam lembur
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 11
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa yang menyebabkan nilai varian biaya (CV) negatif atau dengan kata lain BCWP kurang dari ACWP adalah tidak dibuatkannya schedule pengadaan material (64,52%) dan penambahan tenaga kerja & jam lembur pada saat dilakukan akselerasi pekerjaan (35,48%). Kedua faktor tersebut merupakan faktor internal dalam manajemen proyek tersebut.
Tabel 4.10
Faktor yang berpengaruh pada sedikitnya jumlah pengeluaran tiap minggu No Minggu Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Frek. 1. Lunasnya seluruh tagihan proyek - 2. Pembayaran order material relatif sedikit 9 9 9 9 9 9 6
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa yang menyebabkan nilai varian biaya (CV) positif atau dengan kata lain ACWP kurang dari BCWP adalah pada minggu-minggu tersebut pengeluaran biaya untuk proyek relatif sedikit (100%). Faktor ini berkaitan erat dengan schedule pengadaan material yang sebelumnya ada di tabel 4.9 yang menyebabkan nilai CV menjadi negatif, pada minggu-minggu tertentu setelah material diorder dan pembayaran uang muka,
ada jeda bagi keuangan proyek untuk bernafas hingga manunggu material yang dipesan tiba di lokasi dan diadakan pembayaran pelunasan.
Tabel 4.11
Faktor yang berpengaruh pada keterlambatan progress pekerjaan
No Minggu Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Frek. 1. Curah hujan (cuaca) 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 14 2. Kendala dalam perijinan dan administratif 9 9 9 9 9 9 9 9 8 3. Adanya change order untuk pekerjaan selanjutnya yang berpengaruh pada perubahan desain 9 9 2 4. Keterlambatan karena
Alat belum tiba di lokasi 9 9 2 5. Keterlambatan karena material langka 9 9 2 6. Keterlambatan karena Listrik/air kerja mati 9 1 7. Keterlambatan pengiriman material 9 9 9 9 4 8. Kekurangan tenaga kerja & produktivitas
9 9 9 9 9 9 9 7
Dari tabel di atas, diketahui bahwa hal-hal yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan (BCWP < BCWS) antara lain meliputi faktor internal (manajemen proyek) dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu : kurangnya kemampuan berkoordinasi dengan pihak luar yang menyebabkan permasalahan perijinan &
administratif (20,00%) dan menyebabkan keterlambatan pengiriman material (10,00%) serta faktor internal yang tidak kalah pentingnya adalah mengenai produktivitas tenaga kerja (17,50%). Faktor eksternal yaitu : cuaca yang buruk/curah hujan tinggi (35,00%), change order (5,00%), keterlambatan alat oleh subkon (5,00%), kelangkaan material (5,00%), masalah listrik PLN dan air kerja yang sewaktu-waktu mati (2,50%).
Tabel 4.12
Faktor yang berpengaruh pada percepatan progress pekerjaan
No Minggu Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Frek. 1. Perijinan lebih cepat dari jadwal 9 9 9 2 2. Akselerasi pekerjaan struktur (lintasan kritis) 9 9 9 3
Dari tabel di atas diketahui bahwa hal-hal yang berpengaruh pada percepatan proyek (BCWS < BCWP) adalah ketika pekerjaan perijinan yang memiliki bobot dan dinilai secara fidik telah terpenuhi (40,00%) dan dilakukan akselerasi perkerjaan struktur (60,00%)
4.4 HASIL PENELITIAN TERDAHULU MENGENAI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP BIAYA & WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
4.4.1 Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan :
A. Jurnal 1
Judul : Faktor – faktor resiko yang mempengaruhi kinerja waktu pelaksanaan konstruksi gedung secara swakelola Studi kasus : Proyek pengembangan sekolah menengah kejuruan di
provinsi Aceh
Ditulis oleh : Rusman, Muttaqin, Nurul Malahayati
Kata kunci : Faktor-faktor resiko, kinerja waktu, proyek swakelola Hasil : 7 (tujuh) faktor resiko utama yang berpengaruh terhadap
kinerja waktu pelaksanaan konstruksi gedung secara swakelola antara lain :
- Kemampuan dan kecakapan pelaksana (14.168%) - Singkatnya waktu pekerjaan (13.562%)
- Manajemen proyek yang kurang pengalaman (12.529%)
- Perpajakan (11.230%) - Gangguan cuaca (11.039%)
- Perkiraan BoQ yang kurang akurat (10.314%)
B. Jurnal 2
Judul : Akselerasi penyelesaian proyek dengan analisa
pertukaran waktu dan biaya (time cost trade off)
Studi kasus : Proyek pembangunan stadion olah raga Buruan di kecamatan Blahbatuh, Gianyar
Ditulis oleh : Dewa Ketut Sudarsana
Hasil : Percepatan (crash) tidak selalu berakibat pada peningkatan biaya total proyek, karena waktu yang ditetapkan dalam kontrak belum tentu waktu optimal.
C. Jurnal 3
Judul : Pengendalian waktu dan biaya pada tahap pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode nilai hasil
Studi kasus : Proyek lanjutan pembangunan PIP2B Kota Manado Ditulis oleh : H. Tarore, G.Y. Malingkas, D.R.O. Walangitan Kata kunci : Motode Nilai Hasil, BCWS, BCWP, ACWP
Hasil : Konsep nilai hasil bisa diterapkan pada studi kasus ini di dalam tujuan pengendalian dimana berdasarkan analisis maka pengendalian yang dilakukan banyak terjadi penyimpangan dari sisi penjadwalan pada saat pelaporan-pelaporannya. Berdasarkan nilai ETC dan EAC yang terhitung, maka apabila kinerja tidak diperbaharui akan terjadi bergeseran.
D. Jurnal 4
Judul : Analisis faktor-faktor penyebab terjadinya
pembengkakan biaya (cost overrun) Studi kasus : Proyek konstruksi gedung di kota Ambon
Ditulis oleh : Tonny Sahusilawane, Mohammad Bisrei, Arif
Rachmansyah
Kata kunci : analisis faktor, kontraktor, pembengkakan biaya
Hasil : Faktor-faktor dominan penyebab terjadinya cost overrun adalah :
- Tingginya frekuensi perubahan pelaksanaan
- Terlalu banyak pengulangan pekerjaan karena mutu jelek
- Terlalu banyak proyek yang ditangani pada waktu yang sama
- Kurangnya koordinasi antara kontraktor dan subkontraktor
- Kurangnya koordinasi antara konsultan pengawas, perencana dan kontraktor
- Terjadi perbedaan/perselisihan pada proyek - Manajer proyek tidak kompeten/cakap
E. Jurnal 5
Judul : Analisa penyebab dan pengaruh change order
Studi kasus : Proyek infrastruktur dan bangunan gedung di Ambon Ditulis oleh : Willem Sapulette
Kata kunci : Change order, cause, impact
Hasil : Pengaruh change order pada proyek bangunan gedung yaitu pada jadwal pelaksanaannya, pada jumlah tenaga kerjanya dan pada peralatan proyeknya.
F. Jurnal 6
Judul : Analisis percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan
menambah jam kerja optimum pada proyek konstruksi Studi kasus : Proyek pembangunan super villa, Peti Tenget - Bandung Ditulis oleh : Ariany Frederika
Kata kunci : percepatan, ms.project, lintasan kritis, cost slope, time cost trade off analysis, optimum
Hasil : Dari hasil analisis diperoleh :
- Biaya optimum pada penambahan 1 (satu) jam kerja dengan pengurangan biaya Rp 784.104,16 dan pengurangan waktu 8 hari
- Biaya optimum pada penambahan 2 (dua) jam kerja dengan pengurangan biaya Rp 700.377,35 dan pengurangan waktu 14 hari
- Sehingga, percepatan dengan biaya optimum didapat pada penambahan 1 jam kerja dan waktu optimum didapat pada penambahan 2 jam kerja
G. Jurnal 7
Judul : Pengaruh jam kerja lembur terhadap biaya percepatan proyek dengan time cost trade off analysis
Studi kasus : Proyek rehabilitasi ruang pertemuan dinas pertanian tanaman pangan provinsi Bali
Ditulis oleh : A.A. Gde Agung Yana
Kata kunci : Time cost trade off analysis, keterbatasan tenaga kerja
Hasil : Dengan keterbatasan SDM maka percepatan proyek
tersebut dilakukan dengan kerja lembur selama 4 jam sehari. Pengkompresian dilakukan pada item pekerjaan yang terdapat pada jalur kritis yang dimulai dari item pekerjaan yang memiliki cost slope terkecil. Kompresi yang dilakukan menyebabkan biaya langsung bertambah dan berkurangnya biaya tak langsung. Dari hasil perhitungan diperoleh :
- Waktu penyelesaian proyek optimum 117 hari dengan total biaya proyek Rp 1.018.549.188,40 - Waktu penyelesaian normal 150 hari dengan biaya
total proyek Rp 1.025.250.107,10
- Sehingga terjadi pengurangan durasi selama 33 hari dan penghematan biaya sebesar Rp 6.700.919,00 jika dilaksanakan kerja lembur 4 jam sehari selama masa lintasan kritis
4.4.2 Pengelompokan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Waktu dan Biaya Proyek
Tabel 4.13
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap waktu serta biaya pelaksanaan proyek dari hasil penelitian
No Faktor
Jurnal 1 Jurnal 2 Jurnal 3 Jurnal 4 Jurnal 5 Jurnal 6 Jurnal 7 Jurnal 8
Frekuensi
1 Faktor cuaca (curah
hujan)
9 9 2
2 Masalah perijinan & administratif
9 9 2
3 Sumber Daya Manusia
(SDM)
9 9 9 9 9 9 9 7
4 Delivery material 9 1
5 Change order jenis pekerjaan dan material
9 9 9 3
6 Pengulangan pekerjaan
karena mutu jelek
9 1
7 Ketersediaan alat 9 1
8 Ketersediaan material 9 1
9 Faktor masalah lokal
(listrik dan air kerja)
9 1
10 Jadwal order material 9 1
Keterangan :
Jurnal 1 : Judul “Faktor – faktor resiko yang mempengaruhi kinerja waktu pelaksanaan konstruksi gedung secara swakelola. Proyek pengembangan sekolah menengah kejuruan di provinsi Aceh.”
Jurnal 2 : Judul “Akselerasi penyelesaian proyek dengan analisa pertukaran waktu dan biaya (time cost trade off). Proyek pembangunan stadion olah raga Buruan di kecamatan Blahbatuh, Gianyar.”
Jurnal 3 : Judul “Pengendalian waktu dan biaya pada tahap pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode nilai hasil. Proyek lanjutan pembangunan PIP2B Kota Manado.”
Jurnal 4 : Judul “Analisis faktor-faktor penyebab terjadinya pembengkakan biaya (cost overrun). Proyek konstruksi gedung di kota Ambon.” Jurnal 5: Judul “Analisa penyebab dan pengaruh change order. Proyek
infrastruktur dan bangunan gedung di Ambon.”
Jurnal 6 : Judul “Analisis percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan menambah jam kerja optimum pada proyek konstruksi. Proyek pembangunan super villa, Peti Tenget – Bandung.”
Jurnal 7: Judul “Pengaruh jam kerja lembur terhadap biaya percepatan proyek dengan time cost trade off analysis. Proyek rehabilitasi ruang pertemuan dinas pertanian tanaman pangan provinsi Bali.” Jurnal 8: Judul “Kajian waktu dan biaya dengan earned value method pada
proyek Pembangunan Gedung TTC Manado II.”
4.4.3 Evaluasi Pengendalian dan Percepatan Proyek Secara Umum
Penjadwalan dan rencana yang baik mutlak diperlukan bagi suatu proyek konstruksi, karena selain melibatkan sumber daya yang cukup banyak juga karena sifat proyek yang unik (tidak ada proyek yang benar-benar sama). Jumlah dan kualitas personel, jumlah dan jenis data atau informasi, serta biaya harus dialokasikan sedemikian rupa sehingga perencanaan proyek selesai sesuai jadwal, sesuai anggaran dan menghasilkan rencana yang optimal. Namun pada pelaksanaan nyata di lapangan ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh sehingga hasil akhir proyek menjadi tidak sesuai dengan teori yang kita pelajari.
Untuk melaksanakan percepatan pengerjaan proyek, ada beberapa alternatif tindakan yang dapat digunakan, yaitu:
- Penambahan jam kerja, - Penambahan tenaga kerja,
- Meminimalkan adanya change order, dan - Melakukan perubahan logika hubungan kerja.
4.5 TINDAK LANJUT MANAJEMEN PROYEK
Berdasarkan dari hasil kesimpulan, dipastikan bahwa proyek tersebut mengalami kemunduran waktu penyelesaian. Hubungan antar pekerjaan, volume dan spesifikasi pekerjaan, metode pelaksanaan serta aspek yang lain harus betul-betul kembali diperhatikan, terutama keterkaitan antar pekerjaan, sangat menentukan strategi yang tepat dalam menyelesaikan percepatan.
Dikarenakan banyaknya item pekerjaan yang harus dilakukan, hal ini berarti pula akan melibatkan cukup banyak vendor dan tenaga kerja. Akhirnya dituntut pengelolaan tenaga kerja yang memadai dalam rangka mencapai target waktu pelaksanaan serta kontrol terhadap cashflow yang lebih baik untuk menghindari pembengkakan biaya yang lebih besar.
4.5.1 Beberapa Hal yang Dapat Dilakukan untuk Percepatan Proyek Berikut beberapa hal dapat dilakukan untuk percepatan proyek :
A. Manajerial
1. Mengkomunikasikan jalur kritis dengan seluruh tim di proyek 2. Menjaga kedisiplian tim proyek
3. Melakukan rapat harian rutin hingga kondisi progress pekerjaan benar-benar stabil
4. Aktif menggali informasi mengenai potensi masalah 5. Melakukan update rutin atas jalur kritis
6. Memberi motivasi dan pekerja agar attitude serta mental dalam bekerjanya bisa lebih baik lagi
7. Menambah jam kerja dengan lembur 8. Menambah tenaga kerja
9. Menjaga kualitas pekerjaan, kualitas pekejaan yang tidak baik berpotensi akan menimbulkan pengulangan pekerjaan
10. Memastikan ketersediaan dana dan mengusahakan dana pendamping yang bersifat emergency
11. Membantu mempercepat proses penagihan termijn bagi subkontraktor
12. Aktif berkomunikasi dengan owner dan pengawas pekerjaan mengenai strategi percepatan
13. Memberikan reward atas tercapainya setiap tahapan milestone
14. Sistem K3 harus benar-benar diperhatikan, kecelakaan kerja menyebabkan lose time
B. Scope dan Lingkup Pekerjaan
1. Membuat checklist daftar sisa pekerjaan
2. Membuat daftar sisa pekerjaan dengan melihat keseluruhan dokumen kontrak (gambar, BoQ dan spesifikasi)
3. Meminimalisir adanya perubahan lingkup dan pekerjaan tambah-kurang
C. Critical Path Method
1. Membuat schedule sisa pekerjaan dimana target selesainya pekerjaan dibuat lebih maju untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga 2. Membuat CPM berdasarkan update WBS
3. Memprioritaskan pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis 4. Mengurangi sebanyak mungkin jumlah pekerjaan kritis
5. Menyebarkan satu rangkaian pekerjaan kritis menjadi beberapa jalur pekerjaan kritis (yang semula seri menjadi paralel)
D. Material dan Suplier
1. Pengiriman material menggunakan transportasi udara, mengungat ekspedisi jalur laut sangan dipengaruhi cuaca
2. Aktif memonitor proses pengiriman dengan meminta bukti manifest pengiriman material
3. Melakukan pengecekan terhadap ketersediaan material yang di pesan, apakah ready atau indent
4. Memastikan setelah proses approval diterima, sesegera mungkin memesan material tersebut terutama yang import & dengan spesifikasi khusus
5. Jika tiba-tiba terjadi kelangkaan material merk yang telah disepakati maka sesegera mungkin segera dibuatkan berita acaranya dan menggantinya dengan merk lain yang kualitasnya setara
E. Alat
1. Memastikan alat dirawat sesuai prosedur
2. Jika terjadi kerusakan atau ketidakcocokan, sesegera mungkin diganti
F. Subkontraktor
1. Mengurangi lingkup pekerjaan subkontraktor yang bermasalah dengan menggantinya dengan yang terbih terpercaya
2. Mengambil alih pekerjaan subkontraktor yang berpotensi terlambat 3. Aktif berkomunikasi dengan subkontraktor dalam hal masalah teknis
dan administratif
G. Tenaga Kerja
1. Mengganti tenaga kerja yang kurang produktif dengan yang lebih produktif
3. Aktif memantau kedisiplinan tenaga kerja
4. Memperhatikan kelayakan tempat tinggal pekerja
5. Aktif berkomunikasi dengan pekerja mengenai kesulitan pelaksanaan dalam event meeting
6. Memberikan training rutin 7. Mengkoordinir jam istirahat
8. Tenaga kerja harus disebar, tidak mengelompok
H. Desain dan Metode Pelaksanaan
1. Aktif menemukan metode pelaksanaan baru yang lebih efektif dan efisien
2. Aktif mengevaluasi metode pelaksanaan yang ada 3. Melakukan review desain
I. Kontrak
1. Melakukan negosiasi ulang kontrak apabila penyebab keterlambatan adalah karena kontrak
2. Mencatat secara harian dan mendokumentasikan hal-hal yang menjadi penyebab keterlambatan serta menyampaikannya dengan surat kepada owner
3. Pekerjaan tambah kurang yang menyebabkan keterlambatan harus didasarkan pada upaya percepatan, diusahakan pekerjaan tambah kurang kersebut tidak berada di jalur kritis
J. Site
1. Mengupayakan lokasi site selalu dalam keadaan bersih dan rapi 2. Memastikan akses akses masuk proyek tidak terhambat
4.5.2 Beberapa Hal yang Dapat Dilakukan untuk Pengendalian Biaya Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pengendalian biaya :
a. Melakukan checklist material apa saja yang dibutuhkan untuk proyek & belum dipesan,
b. Menghitung jumlah kebutuhan upah tenaga kerja berdasarkan metode percepatan jika terjadi jam lembur/penambahan tenaga kerja,
c. Komparasikan antara pengiriman material jalur laut dan jalur udara, d. Memprioritaskan material yang berpengaruh terhadap jalur kritis agar
dipesan terlebih dahulu, agar lebih cepat sampai di lokasi proyek,
e. Merencanakan anggaran pelaksanaan dengan lebih matang lagi, mengingat banyaknya material impor dengan jumlah biaya yang besar, f. Memastikan ketersediaan dana dan mengusahakan dana pendamping
yang bersifat emergency,
g. Komparasikan antara biaya yang dikeluarkan untuk tambahan membayar upah tenaga kerja dengan biaya denda (dalam kontrak) jika terjadi penambahan waktu pelaksaan proyek atau progress -10,000% sesuai kontrak.