• Tidak ada hasil yang ditemukan

20160802-16 Analisis Kontrak Lumpsum (Herry Itjen)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "20160802-16 Analisis Kontrak Lumpsum (Herry Itjen)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PASAL 1 PERATURAN PRESIDEN NOMOR 54 TAHUN 2010 YANG TELAH

DIUBAH TERAKHIR DENGAN NOMOR 04 TAHUN 2015

KONTRAK ADALAH PERJANJIAN TERTULIS ANTARA PPK DENGAN PENYEDIA BARANG/JASA ATAU PELAKSANA SWAKELOLA

PASAL 1313 KUH PERDATA

PERJANJIAN ATAU KONTRAK ADALAH SUATU PERBUATAN DIMANA SATU PIHAK ATAU LEBIH MENGIKATKAN DIRINYA TERHADAP SATU ORANG ATAU LEBIH.

SALAH SATU ASAS SEBAGAI DASAR UTAMA DALAM BERKONTRAK MENURUT HUKUM PERDATA ADALAH ASAS PACTA SUNT SERVANDA ATAU DISEBUT JUGA DENGAN

(3)
(4)

Ayat (1) Kontrak lumpsum merupakan kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;

b. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa;

c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi kontrak;

d. sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based); e. total harga penawaran bersifat mengikat; dan

(5)

Ayat (1) Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan, dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen kontrak, PPK bersama Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan perubahan pada kontrak yang meliputi:

a. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak;

b. menambah dan/atau mengurangi jenis pekerjaan;

c. mengubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan; atau

d. mengubah jadwal pelaksanaan.

(6)

1. PEKERJAAN PENGADAAN PEMASANGAN DAN PENGGANTIAN LIFT LOW ZONE GEDUNG TAHUN ANGGARAN 2015 YANG DILAKSANAKAN BERDASARKAN KONTRAK LUMPSUM YANG TELAH DISEPAKATI DAN DITANDATANGANI OLEH KEDUA BELAH PIHAK TIDAK DAPAT DIADAKAN PERUBAHAN KONTRAK (ADDENDUM) BERUPA PEKERJAAN TAMBAH KECUALI DITETAPKAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.

(7)

Referensi

Dokumen terkait