• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KELAYAKAN RUANG DAN PERALATAN BENGKEL KERJA KAYU PROGRAM KEAHLIAN KONSTRUKSI KAYU DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI KELAYAKAN RUANG DAN PERALATAN BENGKEL KERJA KAYU PROGRAM KEAHLIAN KONSTRUKSI KAYU DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA."

Copied!
138
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Vira Ningrum Pribadhini
  • Pengajar:
    • Drs. Sumarjo H, M.T.
    • Drs. Agus Santoso, M.Pd.
    • Ikhwanuddin, M.T.
    • Drs. Suparman, M.Pd.
    • Dr. Moch. Bruri Triyono
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
  • Topik: Studi Kelayakan Ruang Dan Peralatan Bengkel Kerja Kayu Program Keahlian Konstruksi Kayu Di SMK Negeri 3 Yogyakarta
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2015
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya fasilitas pendidikan yang memadai di SMK, khususnya dalam program keahlian konstruksi kayu. Penekanan pada kualitas sumber daya manusia dan relevansi pendidikan kejuruan untuk memenuhi kebutuhan industri menjadi fokus utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ruang dan peralatan bengkel kerja kayu agar dapat mendukung proses pembelajaran yang efektif dan nyaman bagi peserta didik.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam pendidikan kejuruan, termasuk pentingnya sarana prasarana yang sesuai standar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penekanan pada pentingnya bengkel kerja kayu yang layak untuk mendukung kompetensi siswa di bidang konstruksi kayu.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah berfokus pada beberapa pertanyaan kunci mengenai kelayakan ruang, peralatan, pencahayaan, dan kenyamanan di bengkel kerja kayu. Hal ini bertujuan untuk menemukan potensi masalah yang dapat menghambat proses belajar mengajar.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan ruang dan peralatan bengkel kerja kayu berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Permendiknas dan SNI, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan fasilitas agar lebih mendukung proses pembelajaran.

II. KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab ini, berbagai teori dan konsep terkait pendidikan kejuruan dan program keahlian konstruksi kayu dibahas. Penelitian ini mengacu pada berbagai literatur yang menjelaskan pentingnya kurikulum, fasilitas, dan lingkungan belajar yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan.

2.1 Sekolah Menengah Kejuruan

Pembahasan mengenai definisi dan tujuan SMK, serta peran pentingnya dalam menyiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Penekanan pada pentingnya program keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri.

2.2 Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan

Uraian tentang kurikulum yang digunakan di SMK, termasuk pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan industri. Penekanan pada pentingnya keterkaitan antara kurikulum dan praktik di lapangan.

2.3 Kelayakan Bengkel Kayu

Kelayakan bengkel kayu dibahas berdasarkan standar yang ditetapkan, mencakup ruang, peralatan, dan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana bengkel kayu memenuhi kriteria kelayakan yang diperlukan.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif evaluatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi yang ada di bengkel kayu dengan standar yang ditetapkan.

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi ruang dan peralatan di bengkel kerja kayu. Fokus pada pengumpulan data yang relevan untuk analisis lebih lanjut.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi mengenai fasilitas yang ada. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan komprehensif.

3.3 Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pengamatan dengan standar yang ditetapkan oleh Permendiknas dan SNI, untuk menentukan kelayakan ruang dan peralatan di bengkel kerja kayu.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek ruang dan peralatan di bengkel kerja kayu tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Pembahasan ini menguraikan temuan tersebut dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

4.1 Kondisi Ruang Bengkel Kayu

Analisis mengenai luas ruang bengkel kayu yang tidak memenuhi standar. Penjelasan mengenai dampak dari kondisi ruang yang tidak memadai terhadap proses pembelajaran dan kenyamanan siswa.

4.2 Pencahayaan Ruang Bengkel Kayu

Evaluasi sistem pencahayaan di bengkel kayu, menunjukkan bahwa pencahayaan alami dan buatan masih kurang optimal. Rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pencahayaan agar mendukung kegiatan praktik.

4.3 Peralatan dan Perabotan di Ruang Bengkel Kayu

Kondisi peralatan dan perabotan di bengkel kayu yang tidak memenuhi standar. Pembahasan mengenai jenis alat yang ada dan kebutuhan untuk pengadaan alat baru agar mendukung proses pembelajaran yang efektif.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bengkel kerja kayu di SMK Negeri 3 Yogyakarta perlu dilakukan perbaikan untuk memenuhi standar yang ditetapkan. Saran diberikan untuk pengembangan fasilitas yang lebih baik.

5.1 Kesimpulan

Bengkel kerja kayu tidak memenuhi standar kelayakan berdasarkan analisis yang dilakukan. Hal ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran dan kualitas lulusan.

5.2 Saran

Dianjurkan agar pihak sekolah melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas bengkel kayu, termasuk pengadaan peralatan yang sesuai standar untuk mendukung pembelajaran yang efektif.

Gambar

Tabel 1. Dasar Kompetensi Konstruksi Kayu Mata Pelajaran Peralatan Tangan dan Mesin Pengerjaan Kayu Kelas XI
Tabel 2. Dasar Kompetensi Konstruksi Kayu Mata Pelajaran Peralatan Tangan dan Mesin Pengerjaan Kayu Kayu Kelas XII KOMPETENSI INTI(KELAS XII) KOMPETENSI DASAR
Gambar 1. Diagram Pengambilan Keputusan Hasil Studi Kelayakan
Gambar 2. Bagan Kriteria Kelayakan Bengkel Kayu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Namun bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) peralatan adalah identitas atau ciri khas karena merupakan sarana pokok dalam proses pembelajaran praktek untuk mencapai standar

1. Tingkat kelayakan ditinjau dari prasarana ruang praktik Kelompok Keahlian Teknik Bangunan di SMK N 2 Yogyakarta, sesuai dengan standar kelayakan prasarana yang ditetapkan

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi program praktik kerja industri kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK N 7 Yogyakarta yang

Sarjana Pendidikan Teknik dengan judul “EVALUASI STANDAR SARANA DAN PRASARANA BENGKEL PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI SE-KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN

Berikut adalah hasil rata-rata pengukuran besarnya pencahayaan campuran Pada bengkel kayu adalah: Pada saat cuaca terang cahaya campuran sebesar 427,13lux.Pada saat

Hasil penelitian ini adalah (1) tingkat presepsi siswa tentang kelayakan bengkel jurusan Teknik Pemesinan SMK N 2 Yogyakarta memiliki kecenderungan skor pada kategori cukup,

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan kerja siswa jurusan teknik listrik kelas XII di SMK N 2 Yogyakarta dalam menghadapi globalisasi dunia kerja

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan sarana dan prasarana bengkel batu dan beton di SMK Negeri 2