Lima kontrak bagi hasil migas antara Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dengan lima perusahaan asing diteken hari Jum at (22/9) di Jakarta. Penandatangan antara Kepala BP Migas Kardaya Warnika dengan perwakilan ke
lima
perusahaan disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro
Investasi dalam sektor migas senantiasa sarat modal, teknologi serta
beresiko besar, namun demikian kita terus mendorongnya guna
memberikan efek ekonomi di dalam negeri, ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro saat memberikan sambutan. Efek ekonomi itu selain
penerimaan negara, investasi dalam negeri serta penciptaan lapangan kerja di tanah air.
Menurut Dirjen Migas Luluk Sumiarso ke lima perusahaan itu masing-masing adalah Petronas Carigali Lampung II Ltd untuk Blok Lampung II, Husky Oil East Bawean Ltd untuk Blok East Bawean, Marathon International Petroleum Indonesia Limited dan talisman (Pasangkayu) Ltd untuk Blok Pasangkayu,
ExxonMobil Exploration and Production Surumana Limited untuk Blok Surumuda dan ConocoPhilips (Amborip VI) untuk Blok Amborip VI.
2005 telah disepakati rancangan Kontrak Bagi Hasil dengan pemenang tender migas ini adalah jangka waktu kontrak selama 30 tahun yang berlaku sejak kontrak ditandatangani.
Sedang luas wilayah kerja masing-masing adalah 4.139,70 km2 untuk blok Lampung II,
4.254,59 km 2 untuk blok
East Bawean, 4.707,63 km
2
untuk blok Pasangkayu, 5.339,63 km
2
untuk blok Surumana dan 9.649,00 km
2
untuk blok Amborip VI.. Adapun program kerja utama pada 3 tahun pertama adalah 2
pemboran sumur eksplorasi dan 250 km
2
2
survey seismic 3 dimensi untuk blok Esat Bawean, pemboran 4 sumur eksplorasi dan 2500 km
2
survey seismic 3 dimensi untuk blok
Pasangkayu, pemboran 3 sumur eksplorasi dan 1750 km survey seismic 2 dimensi untuk blok Surumana serta 2 pemboran sumur eksplorasi dan 2000 km survey seismic 2 dimensiuntuk blok Amborip VI.