• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 235 Tahun 1961

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 235 Tahun 1961"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 235 TAHUN 1961

TENTANG

PENENTUAN PERUSAHAAN PERUSAHAAN FARMASI MILIK BELANDA YANG DIKENAKAN NASIONALISASI

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:

a. bahwa untuk melaksanakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda yang berada di dalam wilayah Republik Indonesia, perlu ditentukan perusahaan mana yang dikenakan nasionalisasi;

b. bahwa perusahaan-perusahaan farmasi merupakan cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, dan karena itu dipandang perlu Perusahaan-perusahaan Farmasi itu dikenakan nasionalisasi;

Mengingat:

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-undang Dasar; 2. Pasal 33 ayat (2) Undang-undang Dasar;

3. Undang-undang Nomor 86 tahun 1958 tentang "Nasionalisasi perusahaan Belanda" (Lembaran Negara tahun 1958 Nomor 162);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 1959 tentang "Pokok-pokok pelaksanaan Undang-undang Nasionalisasi Perusahaan Belanda" (Lembaran Negara tahun 1959 Nomor 5); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 1959 tentang "Pembentukan Badan Nasionalisasi

Perusahaan Belanda" (Lembaran Negara tahun 1959 Nomor 6).

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENENTUAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN FARMASI MILIK BELANDA YANG DIKENAKAN NASIONALISASI.

Pasal 1.

Perusahaan Farmasi milik Belanda yang berada di wilayah Republik Indonesia, sebagaimana termaksud dalam pasal 2 Peraturan Pemerintah ini dikenakan nasionalisasi.

Pasal 2.

Perusahaan Farmasi termaksud dalam pasal 1 ialah P.T. Farming Industrial Company (disingkat P.T. Farmintra) bertempat kedudukan di Surabaya termasuk seluruh cabang-cabangnya di Indonesia.

Pasal 3

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada hari ditetapkan dan mempunyai daya surut hingga tanggal 3 Desember 1957.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 20 Nopember 1961. Presiden Republik Indonesia, ttd.

SOEKARNO. Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 20 Nopember 1961. Sekretaris Negara,

ttd.

(2)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 235 TAHUN 1961

TENTANG

PENENTUAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN FARMASI MILIK BELANDA YANG DIKENAKAN NASIONALISASI

UMUM.

Peraturan Pemerintah ini merupakan pelaksanaan pasal 1 Undang-undang Nasionalisasi Perusahaan Belanda (Undang-undang Nomor 86 tahun 1958 (Lembaran Negara tahun 1958 Nomor 162). Mengenai hal-hal yang diatur, dapatlah secara langsung dihubungkan dengan maksud penjelasan atas pasal 1 tersebut di atas.

PASAL DEMI PASAL.

Referensi

Dokumen terkait

Pemasaran hasil-hasil peternakan serta alat-alat.dan bahan-bahan peternakan termaksud dalam Pasal 5 ayat (2), sepanjang usaha ini belum dilakukan atau belum dapat

Menetapkan : Peraturan Pemerintah tentang Penentuan Perusahaan-perusahaan Pharmasi milik Belanda yang dikenakan nasionalisasi. Perusahaan-perusahaan Pharmasi milik Belanda

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan nasionalisasi, perusahaan-perusahaan milik Belanda yang berada diwilayah Republik Indonesia, maka perlu ditentukan perusahaan

Menetapkan : Peraturan Pemerintah tentang penentuan Perusahaan Bank milik Belanda yang dikenakan nasionalisasi. Perusahaan Bank milik Belanda yang ada diwilayah

Perusahaan milik Belanda dan/atau harta kekayaan kantor akuntan dan kantor administrasi Partikulir Belanda yang berada diwilayah Republik Indonesia sebagaimana

Menyatakan Frasa “Bebas” dalam ketentuan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 86 Tahun 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda (Lembaran Negara Republik Indonesia

bahwa perlu segera melaksanakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang Nomor 19 Tahun 1960 tentang Perusahaan Negara terhadap perusahaan milik negara yang berada

Terjadi perubahan kewarganegaraan, tidak lagi bertempat tinggal tetap di wilayah Negara Republik Indonesia dan/atau menjadi pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam pasal