• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Pendayagunaan Zakat Di Lazismu Solo Tahun 2013 Dalam Perpektif Hukum Islam.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Pendayagunaan Zakat Di Lazismu Solo Tahun 2013 Dalam Perpektif Hukum Islam."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Zakat adalah kewajiban yang dibebankan oleh Allah Ta’ala

terhadap setiap Muslim yang memiliki harta yang mencapai nisab, sesuai

dengan syarat-syaratnya1. Zakat merupakan salah satu instrumen

kebijakan fiskal yang sangat penting di zaman Nabi. Zakat sangat

berpotensi menghilangkan konsentrasi kekayaan di kalangan elit ekonomi

tertentu. Di samping itu, ia juga berpotensi meningkatkan produktivitas

masyarakat jika dikelola secara profesional, instrumen ekonomi ini juga

mampu mengurangi pengangguran dan kemandirian ekonomi.

Dalam Al-qur’an, Allah SWT telah menyebutkan banyak ayat

tentang zakat yang berkaitan dengan shalat, sehingga dapat difahami

bahwa zakat merupakan rukun islam terpenting. Zakat dan shalat dalam

Al-qur’an dan hadist dijadikan lambang keseluruhan ajaran Islam.

Pelaksanaan Shalat melambangkan baiknya hubungan dengan Allah SWT,

sedangkan zakat melambangkan harmonisnya hubungan dengan sesama

manusia. Oleh karena itu shalat dan zakat merupakan pilar-pilar berdirinya

bangunan Islam dan modal kejayaan di dunia dan akhirat.

1

(2)

2

Zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu untuk

membayarnya dan diperuntukan bagi mereka yang berhak menerimanya.

Dengan pengelolaan yang baik zakat merupakan sumber dana potensial

yang dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan bagi masyarakat2.

Zakat diperuntukkan untuk memenuhi delapan golongan. Sebagaimana

firman Allah SWT dalam Al-qur’an :

$

y

ϑ¯ΡÎ

)

à

M

s

%

y

¢

Á

9

$

#

Ï

!

#

t



s

)à ù=Ï9

ÈÅ3≈

|

¡

y

ϑø9

$

#

u

ρ

t

,

Î

#

Ïϑ≈

y

è

ø9

$

#

u

ρ

$

p

κöŽ

n

=

t

æ

Ïπ

x

©9

x

σßϑø9

$

#

u

ρ

öΝåκæ

5

θè=è%

Î

û

É

>$

s%Ìh



9$

#

tÏΒÌ



≈t

ó

ø9$

#

Î

û

È≅‹Î

6

y

«

!

$

#

Èø⌠$

#

È≅‹Î

6

¡

¡

9$

#

(

ZπŸ

Ò

ƒÌ



s

ù

š∅ÏiΒ

«

!

$

#

3

ª

!

$

#

u

ρ

íΟŠÎ=

t

æ

ÒΟ‹Å6

y

m

∩∉⊃∪

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS At-Taubah 60 )

Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah

(LAZISMU) adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat

dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif

dana zakat, infaq, shadaqah dan dana kedermawanan lainnya baik dari

perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Didirikan oleh

PP. Muhammadiyah pada tahun 2002 yang di deklarasikan dan di tanda

tangan oleh Prof. Dr. H.A. Syafii Ma’arif. MA (Buya Syafii) kemudian

dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga

2 . Sari elsi kartika,

(3)

3

Amil Zakat Nasional melalui SK No. 457/21 November 2002. Dalam

operasional programnya, LAZISMU didukung oleh Jaringan Multi Lini,

sebuah jaringan konsolidasi lembaga zakat yang tersebar di seluruh

propinsi (berbasis kabupaten/kota) yang menjadikan program-program

pendayagunaan LAZISMU mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia

secara cepat, terfokus dan tepat sasaran3

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan

penelitian tentang sejauhmana pendayagunaan Zakat yang dilakukan oleh

lembaga amil zakat, infaq dan shadaqah Muhammadiyah di Solo.

Penelitian ini berjudul :

“ Pendayagunaan Zakat Di LAZISMU Solo Tahun 2013 dalam

Perspekif Hukum Islam ”

B. Rumusan Masalah

Berangkat dari latar belakang diatas dan agar pembahasan tidak

melebar maka perlu adanya perumusan dari masalah yang akan di tulis,

yaitu sebagai berikut:

Bagaimana proses pendayagunaan zakat di lembaga amil zakat,

infaq dan shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Solo tahun 2013

terhadap perspektif hukum Islam?

3

. http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Zakat_Infaq_dan_Shadaqah_Muhammadiyah (akses

(4)

4

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini

adalah Untuk mengetahui pendayagunaan zakat di lembaga amil zakat,

infaq dan shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Solo tahun 2013 dalam

perspektif hukum Islam.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini dapat dibedakan

menjadi dua, yaitu :

a. Manfaat secara Teoritis/Akademis

1) Untuk menambah khazanah keilmuan mengenai pendayagunaan

zakat di lembaga amil zakat infaq dan shadaqah Muhammadiyah.

2) Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberi informasi tambahan

atas pembanding bagi penelitian lain dengan membahas sejenis.

b. Manfaat secara Praktis

1) Memberikan informasi atau pengetahuan tentang pendayagunaan

zakat, serta dapat memberi masukan dan refrensi untuk mengambil

keputusan mengenai penyaluran bagi orang yang mau

mengeluarkan dana zakatnya.

2) Dapat dijadikan pedoman bagi lembaga amil zakat yang lain dalam

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menun- jukkan bahwa manajemen pembelajaran musik di MIS dalam masa pandemik Covid-19 atau Era Kenormalan Baru dilaksanakan dalam bentuk virtual..

Setelah menceritakan hal tersebut maka terdapat usaha dosen untuk merelevansikan peristiwa yang ada dengan nilai-nilai pancasila, sebagai contoh peristiwa yang

No 17 telah memperoleh persetujuan dari Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN nomor S-01/MDU.1- PBUMN/1999 tentang persetujuan Pendirian Anak Perusahaan PT Wijaya

Akurasi berdasarkan dari pengukuran bidang tanah GPS Metode RTK-NTRIP terhadap pengukuran meteran pada daerah Mulawarman dengan kekuatan sinyal EDGE adalah sebagai

Hasil pengujian dapat dilihat pada Gambar 9 yang menunjukkan informasi maps wisata berhasil dijalankan pada device pengujian.. Pengujian Informasi

overlay dan disebut sebagai baseline. Ketika kurva log resistivitas dan log sonik tidak overlay atau menunjukkan separasi, dalam hal ini dinamakan dengan ΔlogR. Untuk

Berdasarkan hasil analisis IPA terdapat enam indikator yang termasuk dalam prioritas utama penanganan permasalahan kinerja jaringan prasarana angkutan barang

Cara Karnoto dan Farida dalam mengimprovisasi gerak yaitu dengan cara memperagakan ragam gerak yang ada pada tari Gambyong, pada setiap ragam geraknya kemudian