iv
Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Perancangan rumah singgah untuk calon ibu ini bertujuan untuk memberdayakan para wanita yang sedang mengalami kesulitan, dalam hal ini para wanita yang hamil di luar nikah karena korban pemerkosaan, kenakalan remaja dan lain-lain. Tempat ini tidak hanya menampung para wanita yang sedang hamil tetapi wanita-wanita tersebut diberi pembelajaran tentang kehidupan rohani dan jasmani sekaligus pembelajaran untuk dunia kerjanya sehingga mereka yang sudah keluar dari tempat tersebut dapat terjun kembali ke masyarakat dengan keadaan diri yang berbeda dari sebelumnya.
ABSTRACT
The design of shelters for prospective mothers aims to empower women who face difficulties, in this case the women who got pregnant because of rape victims, juvenile delinquency, and etc. This place not only accommodate pregnant women but the women were given a lesson on the life of the spiritual and physical world at the same time learning to work so they are already out of that place could back into the community with a different self from the previous.
viii
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... iv
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR TABEL ... xiii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Ide / Gagasan Perancangan ... 3
1.3 Rumusan Masalah ... 3
1.4 Tujuan Perancangan ... 4
1.5 Manfaat Perancangan ... 4
1.6 Batasan Perancangan ... 5
1.7 Sistematika Penulisan ... 5
BAB II ... 7
STUDI LITERATUR ... 7
2.1 Rumah Singgah ... 7
2.1.1 Definisi Rumah ... 7
2.1.2 Definisi Rumah Singgah ... 8
2.1.3 Fungsi Rumah Singgah ... 8
2.2 Standar Ergonomi... 9
2.2.1 Tempat Tidur ... 9
2.2.2 Ergonomi Ruang Makan ... 10
2.2.3 Ergonomi Ruang Senam ... 11
2.2.5 Standar Ergonomi Ruang Konseling ... 13
2.2.6 Standar Jarak Sirkulasi ... 15
2.3 Konseling ... 16
2.3.1 Pengertian Konseling ... 16
2.3.2 Tempat Konseling ... 17
2.4 Kapel ... 18
2.4.1 Pengertian Kapel ... 18
2.4.2 Mimbar ... 19
2.4.3 Sirkulasi atau Aisle ... 20
2.5 Studi Bamding ... 20
2.5.1 Yayasan Rumah Ruth ... 20
2.5.2 Yayasan Pondok Hayat ... 25
2.5.3 Rumah Pengharapan... 29
BAB III ... 34
DESKRIPSI PROYEK ... 34
3.1 Site ... 34
3.2 Site Analisis ... 35
3.3 Tema dan Konsep ... 37
3.3.1 Tema ... 37
3.3.2 Konsep ... 38
3.3.3 Konsep Bentuk ... 39
3.3.4 Konsep Warna ... 39
3.3.5 Konsep Material ... 41
3.4 Tabel Kebutuhan Ruang ... 42
3.5 Tabel Besaran Ruang ... 43
x
Universitas Kristen Maranatha
3.7 Zoning dan Blocking ... 46
BAB IV ... 48
PERANCANGAN DESAIN ... 48
4.1 Struktur Organisasi dan Jadwal Kegiatan ... 48
4.2 Perancangan Desain ... 49
4.3 Perancangan Desain Interior ... 53
4.3.1 Mother Bedroom ... 53
4.3.2 Chapel ... 56
4.3.3 Study Room & Crafting Room ... 57
4.3.4 Female Bathroom ... 59
4.3.5 Living Room ... 62
BAB V ... 65
SIMPULAN DAN SARAN ... 65
5.1. Simpulan ... 65
5.2. Saran ... 66
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Standar Ergonomi Tempat Tidur……….……9
Gambar 2.2 Standar Ergonomi Ruang Makan………...…10
Gambar 2.3 Standar Ergonomi Untuk Senam Hamil, Posisi Telentan...……...…11
Gambar 2.4 Standar Ergonomi untuk Senam Hamil, Posisi Berdiri...………...…11
Gambar 2.5Standar Ergonomi Meja Crafting………...…12
Gambar 2.6Standar Ergonomi Craft Room (Meja Gambar Dan Jarak Bersih Antara)………12
Gambar 2.7 Standar Ergonomi Tempat Duduk Area Konseling………….……...13
Gambar 2.8Standar Ergonomi Jarak Bersih Tempat Duduk Area Konseling……….…..14
Gambar 2.9 Standar Ergonomi Jarak Bersih Tempat Duduk Area Konseling……….…………..14
Gambar 2.10 Jarak Bersih Minimal Sirkulasi……….………...…15
Gambar 2.11 Jarak Bersih Antar Meja………...…15
Gambar 2.12 Ilustrasi Konseling………….……….………...…...…16
Gambar 2.13 Salah Satu Contoh Ruang Konseling……….…..18
Gambar 2.14 Contoh Interior Kapel………..18
Gambar 2.15 Contoh sirkulasi atau Aisle pada gereja………...…20
Gambar 2.16 Struktur Organisasi Rumah Ruth……….…23
Gambar 2.17 Denah Yayasan Rumah RUTH………...24
Gambar 2.18 Tampak Depan Yayasan Rumah RUTH………..24
Gambar 2.19 Logo Yayasan Pondok Hayat………...25
Gambar 2.20 Yayasan Pondok Hayat………...28
Gambar 2. 21 Tampak Depan Bangunan Rumah Pengharapan……….30
Gambar 2.22 Struktur Organisasi Rumah Pengharapan………33
Gambar 3.1 Gambar Site………35
Gambar 3.2 Warna Trend 2013……….….40
xii
Universitas Kristen Maranatha
Gambar 3.4 Sampel Materialyang Digunakan………..41
Gambar 3.5 Zoning dan Blocking Lantai 1………46
Gambar 3.6 Zoning dan Blocking Lantai 2……….…...46
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Rumah Pengharapan Baru……….……….49
Gambar 4.2 Logo Rumah Pengharapan Baru………49
Gambar 4.3 Perspective Mother Bedroom……….53
Gambar 4.4 Perspective Mother Bedroom……….54
Gambar 4.5 Partition Mother Bedroom……….55
Gambar 4.6 Floor Plan Mother Bedroom……….………..55
Gambar 4.7 Perspective Chapel……….56
Gambar 4.8 Layout Furniture & Floor Pattern Chapel………..57
Gambar 4.9 Perspective Class Room……….58
Gambar 4.10 Perspective Crafting Room………..58
Gambar 4.11 Layout Furniture and Floor Pattern Crafting Room……...……….59
Gambar 4.12 Layout Furniture and Floor Pattern Female Bathroom………60
Gambar 4.13 Partition Female Bathroom………..…61
Gambar 4.14 Female Bathroom……….61
Gambar 4.15 Living Room………...……….62
Gambar 4.16 Living Room………63
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tempat Tidur……….………...9
Table 3.1 Site Analisis………...37
Tabel 3.2 Tabel Kebutuhan Ruang………42
1
Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Banyak faktor yang menyebabkan adanya kehamilan diluar nikah, dari tindak kriminal dan kenakalan remaja. Tindak kriminalsemakin meningkat jumlahnya, terutama pada kasus kekerasan terhadap wanita, baik dari segi seksual maupun non-seksual yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Salah satunya adalah masalah kehamilan yang tidak dikehendaki. Faktor penyebabnya pun bervariasi, dari korban perkosaan, kenakalan remaja sebelum menikah, ditinggal pacar yang tidak bertanggungjawab, dan lain sebagainya.
Data terkini milik Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) pada tahun 2010 menunjukkan 51% remaja di JABODETABEK telah
melakukan seks pra nikah, di Surabaya mencapai 54%, Medan 52%, Bandung
47% dan Yogyakarta 37%. Menurut data yang diperoleh BKKBN, sebanyak
20,9% remaja di Indonesia mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah,
tentu angka ini merupakan angka yang terbilang tinggi dan memprihatinkan.
Ada beberapa akibat yang sering terjadi dari kasus kehamilan di luar
nikah, diantaranya terdapat kasus bunuh diri, aborsi, anak yang
ditelantarkan/dibuang, tetapi tidak banyak yang dapat bertahan hidup menerima
kenyataan dan merawat anak-anak mereka menjadi orang yang berguna bagi
masyarakat. Salah satu penyebabnya karena perempuan terutama remaja yang
hamil diluar nikah belum memiliki kesiapan untuk melahirkan dan merawat anaknya dengan baik (Srijauhari, 2008).
Bunuh diri/membunuh anak adalah perbuatan dosa, tetapi Tuhan juga mengampuni para pendosa bila setelah itu tidak melakukan dosa lagi dan berbuat baik untuk sesama. Apabila wanita yang hamil di luar nikah ini sadar bahwa membunuh adalah dosa, maka dia harus merawat anak tersebut dan membuat dirinya menjadi berguna bagi masyarakat. Tetapi hal tersebut sangat sulit karena sang ibu sendiri pasti mengalami depresi, tertekan, merasa dikucilkan dan dijauhi oleh masyarakat maupun keluarga.
Sebagai tindak lanjut dari kasus aborsi, bunuh diri, maupun anak yang ditelantarkan/dibuang inilah, maka didirikan sebuah rumah singgah ibu hamil diluar nikah, dimana tempat ini menampung para korban pemerkosaan, kenakalan remaja, dan lain-lainyang berakibat kehamilan diluar nikah yang membutuhkan tempat bernaung. Di Bandung terdapat dua rumah singgah, yang pertama bernama Rumah RUTH, di mana rumah singgah ini masih memiliki banyak kekurangan dalam segi jalur sirkulasi, organisasi ruang, besaran ruang, pencahayaan, penghawaan, dan lain-lain. Sedangkan pada Rumah Pengharapan juga terdapat kekurangan dalam segi besaran ruang, fasilitas pendukung yang masih kurang efektif, dan lain-lain.
3
Universitas Kristen Maranatha
1.2 Ide / Gagasan Perancangan
Mengacu pada latar belakang di atas, maka tercetus ide untuk merancang
sebuah rumah singgah bernama Rumah Pengharapan Baru, dimana Rumah
Pengharapan Baru ini menyediakan beberapa fasilitas yaitu pembinaan,
pembelajaran, penyuluhan, dan pengobatan untuk mengembalikan rasa percaya
diri, serta pemulihan konsep diri yang benar bagi para user, sehingga para user
dapat terlepas dari beban mental (dampak traumatis) lalu dapat menerima dirinya
sendiri dan dapat bersosialisasi kembali dengan masyarakat umum serta diberikan
juga pendidikan serta pelatihan agar mereka dapat berbagi dan melayani sesama.
Penggunan utamanya adalah para wanita yang hamil diluar nikah, sedangkan pengguna lainnya ialah mentor / trainer, ibu asrama dan staf. Oleh karena itu perancang menciptakan suasana ruang yang kekeluargaan, di mana
atmosfer ruang dapat membuat user merasa nyaman, merasa diterima namun tetap
memiliki privasi untuk tiap user yang berada di Rumah Pengharapan Baru ini.
Rumah Pengharapan Baru ini berada di bawah suatu yayasan, maka tema perancangannya yaitu ”Low Cost Building” yang berarti membuat bangunan murah namun tetap memiliki nilai estetis dengan di dukung oleh konsep bangunan serta fasilitas yang efektif dan efisien.Murah dalam tema ini berarti murah pada konstruksi dan murah pada operasional. Murah pada konstruksi berarti
membangun seperlunya, memakai material yang ekonomis dan upah yang murah,
sedangkan murah di operasional berada pada sistem pencahayaan dan sirkulasi
udara yang menggunakan banyak bukaan, dan lain sebagainya.
1.3 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam perancangan Rumah Pengharapan
Baru adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana menciptakan suasana kekeluargaan yang mendukung sebuah rumah singgah?
1.4 Tujuan Perancangan
Perancangan rumah singgah ini diharapkan dapat memberikan dampak
positif baik bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri. Maka, dalam
perancanganrumah singgah ini ada beberapa tujuan yang ingin penulis capai,
yaitu:
1. Menciptakan suasana kekeluargaan yang dapat mendukung sebuah rumah singgah.
2. Merancang interior Rumah Pengharapan Baru dengan mempertimbangkan aspek bangunan yang ekonomis namun tetap menyediakan fasilitas penunjang untuk pengembangan diri maupun karakter user.
1.5Manfaat Perancangan
Manfaat perancangan dengan judul Perancangan Desain Interior Rumah Singgah untuk Calon Ibu dengan Tema “Low Cost Building” ini adalah :
• Bagi pemerintah
Dapat dijadikan sebagai fasilitas yang dapat membantu pemerintah dalam mencari solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya Departemen Kesehatan serta Komisi Nasional Perempuan. Selain itu dengan adanya program penyuluhan dapat mengurangi angka para remaja yang hamil di luar nikah.
• Bagi masyarakat umum dan user
5
Universitas Kristen Maranatha juga dapat meningkatkan kualitas hidup user. Serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para remaja untuk tidak melakukan seks bebas. • Bagi mahasiswa jurusan Desain Interior
Mendapatkan banyak pengetahuan tentang perancangan interior yang dapat memberi dampak positif bagi efek psikologis pengguna, sehingga dapat memberikan suatu keadaan yang membuat para user dapat dengan nyaman dan relaks saat berada di dalamnya tanpa memberikan efek depresi dan ketakutan bagi pengguna terutama bagi para user yang tinggal di dalamnya. Serta memberikan sumbangan pemikiran mengenai desain untuk mengembangkan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan rumah singgah ibu hamil di luar nikah dengan memperhatikan biaya yang ekonomis dan fasilitas yang dapat mendukung pembentukan karakter dan pengembangan diri.
1.6 Batasan Perancangan
Pada perancangan Rumah Pengharapan Baru ini terpusat pada fasilitas perancangan kamar ibu sesudah melahirkan, ruang keluarga, ruang kelas yang
terdiri dari kelas pelatihan dan keterampilan, kapel, dan kamar mandi.
1.7 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan laporan perancangan Rumah Ruth ini terdapat
sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I merupakan Pendahuluan yang berisi tentang latar belakang
pemilihan topik perancangan, ide / gagasan perancangan, rumusan masalah,
tujuan perancangan, manfaat perancangan, batasan perancangan, serta sistematika
penulisan yang terdapat pada laporan perancangan ini.
Bab II berisiStudi Literatur. Pada bab 2 dipaparkan teori-teori pendukung
yang didapat dari berbagai sumber sebagai landasan perancangan obyek Tugas
Akhir yang dipilih. Teori pendukung ini didapat melalui studi literatur, yaitu
melalui buku dan juga internet. Di dalam bab ini dijelaskan mengenai definisi
Bab III yaitu Deskripsi Obyek Studi. Bab ini berisi penjelasan mengenai
proyek yang akan dibuat, analisa-analisa terhadap obyek studi (baik merupakan
analisis fisik maupun fungsional), serta analisis pengguna dan program
(programming). Di dalam bab ini juga dijelaskan konsep bentuk, warna dan
lain-lain yang akan dipakai dalam perancangan.
Bab IV berisi Perancangan desain. Bab ini berisi penjelasan site,
ruangan-ruangan yang akan dibuat, detail furniture hingga penerapan konsep pada setiap
desain yang dibuat.
65
Universitas Kristen Maranatha
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Merancangsebuah Rumah Pengharapan Baru, memiliki tantangan desain
tersendiri. Pressure point pertama dalam perancangan proyek ini adalah menciptakan suasana kekeluargaan yang tepat untuk sebuah rumah singgah dengan menggunakan warna-warna yang tepat guna menciptakan suasana tersebut. Berlokasi di lingkungan yang baik, site ini sesuai untuk membangun wadah yang ramah lingkungan dan membuat mooduser menjadi baik. Olahan desain harus memiliki esensi dan tampilan yang berbeda dari biasanya di mana user dapat merasa nyaman untuk kembali ke masyarakat.
Tema “Low Cost Building” terinspirasi dari seorang santo pekerja sosial yang bernama Santo Vinsensius de Paulo. Bangunan memakai bahan dan jasa yang ekonomis, namun memiliki aspek sosial yang tinggi. Sedangkan konsep yang diterapkan dalam Rumah Pengharapan Baru ini adalah konsep “Effective and Efficient”,dimana konsep ini mengutamakan kebutuhan fungsional ruang dan kebutuhan user tanpa menghilangkan elemen estetis. Baik bentuk, warna dan material yang dipakai mengikuti kebutuhan fisik dan psikis para user.
Konsep bentuk yang didominasi oleh bentuk-bentuk geometris dapat terlihat di bagian dinding, furnitur dan pola lantai. Konsep warna yang memiliki kesan hangat dan welcoming juga terasa di bagian denah khusus yaitu pada Living Room, Mother Bedroom, Chapel, dan lain lain.
Konsep material sangat berkaitan dengan tema bangunan murah, karena memakai bahan recycle dan bahan yang bernilai ekonomis dari ceiling, lantai, hingga furnitur. Beberapa material asli akan dibiarkan dan diekspos seperti contohnya pada ceiling. Material lantai didominasi oleh plesteran yang di ekspos, dan beberapa bagian dikombinasi dengan keramik berwarna pastel sehingga terlihat menarik.
5.2. Saran
67
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Jakarta, hlm. 757
Flo Plus Florist. 2012. Weekend Retreat in Lembang Part 1. http://flowerdeily.blogspot.com/2012/02/weekend-retreat-in-lembang.html.
Diunduh Selasa, 8 Juni 2013, Jam 19.30 WIB.
Gunarsa, Singgih D. 1992, Konseling dan Psikoterapi, PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta.
Hadi Yanuar Siswanto. 2013. Definisi Rumah Tinggal. http://hadiyanuariswanto.wordpress.com/2013/04/27/definisi-rumah-tinggal/.
Diunduh Senin, 18 November 2013, Jam 20.45 WIB.
Hilman, Maman. 2010. Materi Kuliah Rekayasa Lahan II. Bandung : UPI Ibid, hlm. 843
Kang Oyot. 2011. Definisi Konseling Dari Berbagai Sudut Pandang.
http://terasmakalah.blogspot.com/2011/02/definisi-konseling-dari-berbagai-sudut.html. Selasa, 8 Juni 2013, Jam 11.45 WIB.
Leow John. Pondok Hayat. http://www.leow-john.com/pondokhayat/. Di unduh Selasa, 19 November 2013, Jam 13.00 WIB.
Sawahata, Lesa. 2008. Complete Color Harmony Workbook: A Workbook and Guide to Creative Color Creations. Rockport Publisher