Makalah disampaikan pada Pertemuan Inseminator Jawa Barat, Dinas Peternakan, tanggal 15 Nopember 2006
1
MAKALAH
PENYUSUNAN PAGUYUBAN INSEMINATOR SAPI POTONG SE - JAWA BARAT
Oleh Achmad Firman
(Jurusan Sosial Ekonmi Fakultas Peternakan UNPAD)
Latarbelakang
Selama ini, kegiatan inseminasi buatan masih dominan terjadi pada usaha peternakan sapi perah. Namun, akhir-akhir ini kegiatan inseminasi buatan tidak hanya menjadi milik usaha peternakan sapi perah saja, melainkan sudah merambah pada usaha perbibitan sapi potong. Ada empat hal yang berkaitan dengan inseminasi buatan (IB), yaitu
1. Ketersediaan input produksi berupa semen beku yang berkualitas dan peralatan IB,
2. Adanya betina induk resipien yang siap di IB 3. Ketepatan waktu saat akan melakukan IB 4. Persiapan Inseminator yang berkualitas
Bila hal-hal tersebut dijalani dengan baik, maka keberhasilan inseminasi buatan pada sapi perah ataupun sapi potong akan tinggi. Dari keempat hal tersebut di atas, titik terpenting bagi pelaksanaan IB adalah kualitas dari Inseminator. Bila inseminatorny belum pengalaman, maka akan berdampak pada keberhasilan IB.
Inseminator merupakan ujung tombak pada kegiatan reproduksi di usaha peternakana sapi perah dan sapi potong. Persiapan sumber daya inseminator yang berkualitas merupakan faktor penting dalam rangka kegiatan inseminasi buatan. Bila Inseminator mempunyai kemampuan melakukan inseminasi dengan hanya sekali suntik saja, maka dapat mengurangi biaya dan waktu IB.
Oleh karena itu, akses terhadap informasi, pendidikan, dan pelatihan bagi para inseminator sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitasnya. Salah satu bentuk bagi peningkatan kualitas SDM Inseminator adalah dibentuknya Paguyuban Inseminator di Jawa Barat.
Maksud dan Tujuan
Makalah disampaikan pada Pertemuan Inseminator Jawa Barat, Dinas Peternakan, tanggal 15 Nopember 2006
2 1. Meningkatkan hubungan kerjasama para Inseminator
2. Tukar menukar informasi dan teknologi di bidang inseminator 3. Peningkatan kualitas SDM Inseminator
4. Membangun kerjasama Inseminator dengan instansi lainnya, seperti Perguruan Tinggi, Dinas/Subdinas Lingkup Peternakan, Lembaga Penelitian, Balai Inseminasi Buatan, dan sebagainya
5. Pemerataan SDM Inseminator di seluruh wilayah kerja di Jawa Barat
Kerangka Penyusunan Paguyuban Inseminator
Tahapan Penyusunan Paguyuban Inseminator
Tahapan penyusunan Paguyuban Inseminator adalah sebagai berikut: 1. Dasar Penyusunan. Dasar penyusunan harus dititikberatkan adanya
kepentingan bersama para inseminator untuk meningkatkan kualitasnya dan meningkatkan kesejahteraan
2. Pembentukan Tim Kecil. Tim kecil dibentuk untuk memfasilitasi pembentukan organisasi, AD/ART, dan pemilihan ketua organisasi. Tim
Perguruan Tinggi
Dinas Peternakan Prov dan Kab/Kota
Paguyuban Inseminator
Koperasi
Peternak
Industri Peternakan Sapi Perah, Perbibitan Sapi
Potong, dan Perbibitan Domba/Kambing Balai Inseminasi
Buatan
Industri Penyedia Input (Semen Beku dan Alsin IB
Inseminator Mandiri
Inseminator Non Mandiri
Insitusi Pendukung Proses pelaksanaan pembentukan
Makalah disampaikan pada Pertemuan Inseminator Jawa Barat, Dinas Peternakan, tanggal 15 Nopember 2006
3 kecil ini berasal dari perwakilan tokoh inseminator, perguruan tinggi, Dinas Peternakan Jawa Barat, dan Perwakilan Koperasi Persusuan. 3. Pelaksanaan Kegiatan. Proses pelaksanaan pembentukan
paguyuban, yaitu:
a. Penyusunan AD/ART. Tim Kecil membagi peserta dalam 3 kelompok, yaitu kelompok penyusunan organisasi, kelompok penyusunan anggaran rumah tangga, dan kelompok penyusunan anggaran dasar
b. Pemilihan Ketua Organisasi. Tim kecil memfasilitasi pembentukan ketua organisasi yang dipilih dari perwakilan ketiga kelompok yang telah dibentuk.