• Tidak ada hasil yang ditemukan

Korelasi Body Mass Index terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada mahasiswa mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Korelasi Body Mass Index terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada mahasiswa mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta."

Copied!
144
0
0

Teks penuh

(1)

xvii

INTISARI

Antropometri adalah parameter untuk menentukan status gizi dan obesitas seseorang. Obesitas adalah suatu kondisi akumulasi lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Body mass index digunakan untuk menentukan obesitas seseorang berdasarkan berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan (dalam m2). Pengukuran body mass index (BMI) berkaitan dengan penurunan

high density lipoprotein(HDL) dan peningkatan kolesterol total serta peningkatan rasio kolesterol total/HDL. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL.

Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan rancangan penelitian cross-sectional (potong lintang) dan teknik pengambilan sampel adalah non random sampling. Penelitian ini melibatkan 129 responden yang terdiri dari 69 responden pria dan 60 responden wanita mahasiswa Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis hasil dilakukan dengan menguji normalitas menggunakan uji

Kolmogorov-Smirnov dan menguji korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL kolesterol menggunakan analisis Spearman dengan taraf kepercayaan 95%.

Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat korelasi positif bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden wanita dengan kekuatan korelasi sedang (r= 0,475; p=0,000) dan pada responden pria menunjukkan terdapat korelasi positif bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL dengan kekuatan korelasi lemah (r= 0,390; p= 0,002).

(2)

xviii ABSTRACT

Anthropometry is a parameter to determine someone's nutritional status and obesity. Body mass index is used to determine a someone's obesity based on body weight (kg) divided by height (in m2). Body mass index (BMI) is related to decline of high density lipoprotein (HDL) and increase of total cholesterol and ratio of total cholesterol/HDL. This study was aimed to determine the correlation between BMI to ratio of total cholesterol/ HDL.

This study was an analytic observational with cross-sectional study and technique of sampling was non-random with purposive sampling. The study involved 129 respondents consisting of 69 male respondents and 60 female respondents in the 3rd Campus of Sanata Dharma University in Yogyakarta who completed inclusion and exclusion criteria. Analysis was conducted by testing the normality using Kolmogorov-Smirnov and by testing the correlation of BMI to ratio of total cholesterol/HDL using Spearman analysis with confident level 95%.

The conclusion of this study showed that there was a positive significant correlation between BMI to ratio of total cholesterol/HDL on female respondents with moderate strength correlation (r=0.475; p=0.000) and male respondents showed a positive significant correlation between BMI to ratio of total cholesterol/HDL with weak strength correlation (r=0.390; p=0.002).

(3)

KORELASI BODY MASS INDEX TERHADAP RASIO KADAR KOLESTEROL TOTAL/HDL PADA MAHASISWA MAHASISWI

KAMPUS III UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Yosin Guruh Herawati NIM : 098114024

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(4)

i

KORELASI BODY MASS INDEX TERHADAP RASIO KADAR KOLESTEROL TOTAL/HDL PADA MAHASISWA MAHASISWI

KAMPUS III UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Yosin Guruh Herawati NIM : 098114024

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(5)
(6)
(7)

iv

Halaman Persembahan

Kupersembahkan kepada: Tuhan Yesus yang baik sebagai sahabat, perisai, dan sumber kekuatan. Bunda Maria yang selalu mendoakan dan melindungiku. Mama, Papa, dan sanak saudaraku yang selalu mendukung dan selalu ada buatku. Teman-teman serta Almamaterku.

When I can`t see the stars in the night

When I can`t see the sun in the morning

When I see hopes so far of my way

I still trust in You....

(8)
(9)
(10)

vii

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Korelasi Body Mass Index Terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Mahasiswa Mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Farm.) Fakultas Farmasi Sanata Dharma Yogyakarta.

Penyelesaian skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan rendah hati penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ipang Djunarko M.Si., Apt selaku dosen penguji atas masukan-masukan dan

saran dalam skripsi ini.

2. dr. Fenty, M.Kes., Sp. PK., selaku dosen pembimbing skripsi atas segala bimbingan, motivasi, dan segala masukan dalam penyusunan skripsi.

3. Maria Wisnu Donowati, M.Si., Apt selaku dosen penguji atas masukan-masukan dan saran dalam skripsi ini.

4. Laboratorium Parahita atas segala kerjasama dalam pengukuran profil lipid sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar.

5. Bagian Rumah Tangga Universitas Sanata Dharma yang telah menyediakan tempat serta perlengkapan selama pelaksanaan penelitian.

(11)

viii

7. Mama dan Papa yang selalu memberikan yang terbaik melalui doa, semangat, dan kasih sayang demi keberhasilan penulis.

8. Rosalia Guruh Rachmawati, Dionisius Guruh Rahmatjati, Hiasinta Guruh Hardianti, dan Marcela Venesia Guruh Ratmila sebagai saudara-saudara yang juga berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi orangtua dan selalu memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.

9. Fransiska Anggita, Kusniar Sri Rahmini, Novi Kiswanto, Lidya Dinda, Bernadhea Wikan, Diah Intan Sari, Silvia Dwita, Hayu Ajeng Raras, Amelia Felicia, Arnoldus Yansen, Danny Trias Prisnanda yang merupakan rekan penulis dalam penelitian ini yang telah bersama sama dalam suka dan duka menyelesaikan penelitian.

10. Wandul, Bertul, Lambul, Denyo, Chonil, Mama Laras, Mbok de Arum, dan teman-teman sekelas yang selalu ada disaat penulis membutuhkan dukungan, semangat dan keceriaan. Kehangatan dan hari–hari yang penuh warna bersama mereka akan selalu teringat dalam hati penulis.

11. Teman-teman dan pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Kalian semua adalah bagian dari hidup penulis.

Penulis menyadari bahwa terdapat kekurangan dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis dan dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun. Penulis juga mengharapkan tulisan ini mampu menyumbangkan bantuan kepada ilmu pengetahuan.

(12)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... vi

PRAKATA ... vii

A. Latar Belakang ... 1

1. Rumusan masalah ... 5

2. Keaslian penelitian... 5

3. Manfaat penelitian ... 8

B. Tujuan Penelitian... 8

BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA... 9

A. Metode Antropometri ... 9

(13)

x

C. Kolesterol Total dan HDL ... 11

D. Obesitas ... 14

E. Landasan Teori ... 15

F. Hipotesis ... 16

BAB III METODE PENELITIAN ... 17

A. Jenis dan Rancangan Penelitian ... 17

B. Variabel Penelitian ... 17

C. Definisi Operasional ... 18

D. Responden Penelitian ... 19

E. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 21

F. Ruang Lingkup ... 21

G. Teknik Sampling ... 22

H. Instrumen Penelitian ... 23

I. Tata Cara Penelitian ... 24

1. Observasi Awal ... 24

2. Permohonan Izin dan Kerja Sama ... 24

3. PembuatanLeafletdanInformed Consent ... 24

4. Pencarian Responden ... 25

5. Validitas dan Reabilitas Instrumen Penelitian ... 27

6. Pengukuran Parameter ... 27

7. Pengolahan Data ... 28

8. Analisis Data Penelitian ... 28

(14)

xi

J. Teknik Analisis Data Statistik ... 30

K. Kesulitan Penelitian ... 30

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 31

A. Karakteristik Responden Penelitian ... 31

1. Usia ... 32

2. Body Mass Index(BMI) ... 33

3. Kolesterol Total ... 35

4. High Density Lipoprotein(HDL) ... 37

5. Rasio Kolesterol Total/HDL ... 39

B. Perbandingan Kolesterol Total, HDL dan Rasio Kolesterol Total/HDL pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2... 41

1. Perbandingan Kolesterol Total pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2... 43

2. Perbandingan HDL pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2... 44

3. Perbandingan Rasio Kolesterol Total/HDL pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2 ... 46

C. Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total, HDL dan Rasio Kolesterol Total/HDL ... 48

1. Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total ... 48

2. Korelasi BMI terhadap HDL ... 50

(15)

xii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 57

A. Kesimpulan ... 57

B. Saran ... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 58

LAMPIRAN ... 64

(16)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel I Klasifikasi BMI menurut WHO pada Orang Dewasa

Asia ... 10 Tabel II Klasifikasi Kolesterol Total berdasarkanAdult

Treatment PanelIII ... 12 Tabel III Klasifikasi dari Kolesterol HDL ... 13 Tabel IV Klasifikasi Rasio Kolesterol Total/HDL ... 14 Tabel V Panduan Interpretasi Hasil Uji Hipotesis berdasarkan

Kekuatan Kolerasi, Nilaip, dan Arah Kolerasi... 29 Tabel VI Karakteristik Responden Penelitian ... 31 Tabel VII Perbandingan Kolesterol Total, HDL dan Rasio

Kolesterol Total/HDL pada Kelompok

BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2... 42 Tabel VIII Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total,

(17)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Pengukuran Berat Badan ... 11

Gambar 2 Pengukuran Tinggi Badan ... 11

Gambar 3 Skema Responden ... 20

Gambar 4 Histogram Distribusi Usia pada Responden Wanita ... 32

Gambar 5 Histogram Distribusi Usia pada Responden Pria ... 33

Gambar 6 Histogram Distribusi BMI pada Responden Wanita... 34

Gambar 7 Histogram Distribusi BMI pada Responden Pria... 34

Gambar 8 Histogram Distribusi Kolesterol Total pada Responden Wanita ... 36

Gambar 9 Histogram Distribusi Kolesterol Total pada Responden Pria ... 37

Gambar 10 Histogram Distribusi HDL pada Responden Wanita ... 38

Gambar 11 Histogram Distribusi HDL pada Responden Pria ... 39

Gambar 12 Histogram Distribusi Rasio Kolesterol Total/ HDL pada Responden Wanita ... 40

Gambar 13 Histogram Distribusi Rasio Kolesterol Total/ HDL pada Responden Pria ... 41

Gambar 14 Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total pada Responden Wanita ... 49

(18)

xv

Gambar 16 Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap HDL

pada Responden Wanita ... 51 Gambar 17 Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap HDL

pada Responden Pria ... 52 Gambar 18 Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total/HDL

pada Responden Wanita ... 53 Gambar 19 Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total/HDL

(19)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Ethical Clearence... 65

Lampiran 2 Informed Consent... 66

Lampiran 3 Surat Izin Penelitian ... 67

Lampiran 4 Surat Penelitian dan Pengambilan Data ... 68

Lampiran 5 Leaflet... 69

Lampiran 6 Blanko Pencatatan ... 71

Lampiran 7 Data Laboratorium Parahita ... 72

Lampiran 8 Foto Timbangan Berat Badan ... 73

Lampiran 9 Foto Pengukur Tinggi Badan ... 74

Lampiran 10 Data Validasi Alat ... 75

Lampiran 11 Prosedur Pemeriksaan Kolesterol ... 76

Lampiran 12 Prosedur Pemeriksaan HDL ... 82

(20)

xvii

INTISARI

Antropometri adalah parameter untuk menentukan status gizi dan obesitas seseorang. Obesitas adalah suatu kondisi akumulasi lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Body mass index digunakan untuk menentukan obesitas seseorang berdasarkan berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan (dalam m2). Pengukuran body mass index (BMI) berkaitan dengan penurunan

high density lipoprotein(HDL) dan peningkatan kolesterol total serta peningkatan rasio kolesterol total/HDL. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL.

Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan rancangan penelitian cross-sectional (potong lintang) dan teknik pengambilan sampel adalah non random sampling. Penelitian ini melibatkan 129 responden yang terdiri dari 69 responden pria dan 60 responden wanita mahasiswa Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis hasil dilakukan dengan menguji normalitas menggunakan uji

Kolmogorov-Smirnov dan menguji korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL kolesterol menggunakan analisis Spearman dengan taraf kepercayaan 95%.

Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat korelasi positif bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden wanita dengan kekuatan korelasi sedang (r= 0,475; p=0,000) dan pada responden pria menunjukkan terdapat korelasi positif bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL dengan kekuatan korelasi lemah (r= 0,390; p= 0,002).

(21)

xviii ABSTRACT

Anthropometry is a parameter to determine someone's nutritional status and obesity. Body mass index is used to determine a someone's obesity based on body weight (kg) divided by height (in m2). Body mass index (BMI) is related to decline of high density lipoprotein (HDL) and increase of total cholesterol and ratio of total cholesterol/HDL. This study was aimed to determine the correlation between BMI to ratio of total cholesterol/ HDL.

This study was an analytic observational with cross-sectional study and technique of sampling was non-random with purposive sampling. The study involved 129 respondents consisting of 69 male respondents and 60 female respondents in the 3rd Campus of Sanata Dharma University in Yogyakarta who completed inclusion and exclusion criteria. Analysis was conducted by testing the normality using Kolmogorov-Smirnov and by testing the correlation of BMI to ratio of total cholesterol/HDL using Spearman analysis with confident level 95%.

The conclusion of this study showed that there was a positive significant correlation between BMI to ratio of total cholesterol/HDL on female respondents with moderate strength correlation (r=0.475; p=0.000) and male respondents showed a positive significant correlation between BMI to ratio of total cholesterol/HDL with weak strength correlation (r=0.390; p=0.002).

(22)

1

BAB I

PENGANTAR

A. Latar Belakang

Antropometri adalah suatu parameter yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, ketebalan kulit dan lingkar lengan (Wong, Eaton, Wilson, Winkelstein, and Schwartz, 2008). Antropometri mengkaji tentang pengukuran tubuh manusia dalam hal dimensi tulang, otot, dan jaringan adiposa (lemak). Antropometri berasal dari kata Yunani "anthropo" yang berarti manusia dan kata Yunani "metron" yang berarti ukuran (Cahyono, 2008). Bidang antropometri meliputi berbagai pengukuran tubuh manusia (NHANES, 2009). Antropometri digunakan untuk mengetahui status gizi individu atau kelompok penduduk, dan pengukurannya dapat dilakukan dengan mudah, tidak harus oleh tenaga profesional, biaya relatif murah, dan obyektif (Cogill, 2003).

(23)

lebih dari 25 kg/m2 (National Heart, Lung, and Blood Institute, 2011). Menurut

International Obesity Task Force, orang Asia dikatakan normal jika memiliki nilai BMI sebesar 18,5-22,9 kg/m2 dan mengalami obesitas kelas I jika memiliki nilai BMI sebesar 25-29,9 kg/m2(Weisell, 2002).

Obesitas adalah faktor risiko untuk peningkatan tekanan darah dan profil lipid (penurunan kadar kolesterol HDL, peningkatan kolesterol LDL, dan trigliserida) (Gibney, Margetts, and Kearney, 2008). Obesitas dapat dinilai mudah dari berat badan dan tinggi badan berdasarkan BMI. Obesitas adalah bagian dari sindrom metabolik meliputi hipertensi, dislipidemia, dan resistensi insulin. Obesitas dikaitkan dengan penyakit jantung serta berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas (Wolk, Berger, Lennon, Brilakis, and Somers, 2003). Mahasiswa-mahasiswi memiliki gaya hidup yang tidak baik karena kurang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan pola hidup yang sehat. Kebanyakan dari mereka sering mengonsumsi makanan siap saji yang umumnya mengandung lemak jenuh dan rendah serat karena sedikit sekali sayuran dan buah-buahan segar (Cahyono, 2008).

(24)

24,0% (Balai Pelatihan dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan, 2008).

Pada orang dewasa, kadar normal kolesterol total berada di bawah 200 mg/dL sedangkan kadar kolesterol total yang berada di atas 240 mg/dL memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung koroner (NHIS, 2008). Nilai kolesterol HDL normal biasanya 20-30 persen dari serum kolesterol total. Kolesterol HDL mempunyai korelasi negatif dengan risiko penyakit jantung koroner yang berarti dengan meningkatnya nilai kolesterol HDL maka akan menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Beberapa bukti menunjukkan kolesterol HDL dapat mencegah perkembangan aterosklerosis yaitu kondisi dimana kolesterol di dalam tubuh berlebihan dan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah. Nilai kolesterol total/HDL biasanya digunakan untuk memprediksi risiko penyakit jantung iskemik. Penurunan kadar HDL dan peningkatan rasio kolesterol total/HDL berkaitan dengan penyakit jantung koroner (NCEP, 2002). Stimulus hormon estrogen pada wanita berpengaruh positif terhadap jumlah dan distribusi lemak. Estrogen yang diproduksi wanita selama masa premenopause membuat wanita cenderung terlindung dari penyakit kardiovaskular dibandingkan pria (TarnusandBourdon, 2006).

(25)

meningkatnya BMI akan meningkatkan kadar rasio kolesterol total/HDL pada responden pria dan wanita.

Penelitian oleh Brenner, Tepylo, Eny, Cahill, and Sohemy (2010), melibatkan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Toronto di Kanada dengan jumlah responden pria yaitu 358 dan responden wanita sebanyak 823 dengan rentang usia 20-29 tahun, menunjukkan korelasi positif dan bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden pria. Penelitian oleh Somiya, Alsarag, and Amin (2011), melibatkan 204 responden wanita dengan rentang umur 25-69 tahun di Sudan menunjukkan korelasi positif dan bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden wanita. Penelitian oleh Utami (2011), melibatkan 57 staf wanita Universitas Sanata Dharma dengan rentang usia 30-50 tahun yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL dengan kekuatan korelasi sedang. Penelitian oleh Prayogie (2011), melibatkan 70 orang pria berusia 30-50 tahun dari Universitas Sanata Dharma yang menunjukkan korelasi antara BMI dengan rasio kolesterol total/HDL adalah bermakna dengan kekuatan korelasi sedang.

(26)

terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa dan Tekanan Darah pada Mahasiswa dan Mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta”. Penelitian ini akan fokus pada korelasi pengukuran BMI terhadap

rasio kolesterol total/HDL.

1. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, permasalahan yang diangkat penulis dalam penelitian ini adalah : apakah terdapat korelasi antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada mahasiswa mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma?

2. Keaslian penelitian

Berdasarkan hasil pencarian informasi-informasi yang berkaitan dengan penelitian mengenai korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL, maka dapat dinyatakan bahwa penelitian seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Ada beberapa penelitian yang berkaitan dengan obesitas, kadar kolesterol total, dan HDL. Penelitian-penelitian tersebut antara lain :

a. “Relationship between Anthropometric Indices and Dyslipidemia among Sudanese Women in Khartoum State” (Somiya, G., Alsarag, M.S., and Amin, 2011).

(27)

pada responden wanita adalah bermakna dengan kekuatan korelasi sedang (r= 0,455; p=0,000).

b. “Relation of Body Mass Index with Lipid Profile and Blood Pressure in Healthy Female of Lower Socioeconomic Group in Kaduna Northern Nigeria

(Abubakar, Mabruok, Gerrie, Dikko, Aliyu, Yusuf,et al., 2009).

Penelitian yang dilakukan di Nigeria pada 52 wanita mendapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kadar kolesterol total yang tidak bermakna pada kelompok

underweight, normal dan overweight (p=0,23) serta terdapat perbedaan HDL yang bermakna pada kelompokunderweight, normal danoverweight(p=0,04).

c. “Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Triceps Skinfold Thickness Terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL” (Prayogie, 2011).

Penelitian ini melibatkan 70 orang pria berusia 30-50 tahun dari Universitas Sanata Dharma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara BMI dengan rasio kolesterol total/HDL adalah bermakna dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,557; p=0,000), sedangkan korelasi antaratriceps skinfold thickness

dengan rasio kolesterol total/HDL adalah bermakna dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,396; p=0,001).

d. “Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Abdominal Skinfold Thickness Terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Staf Wanita Universitas

Sanata Dharma” (Utami, 2011).

(28)

yang bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,455; p=0,000).

e. “Association Between Total Body Fat and Serum Lipid Concentrations in Obese Human Adolescents” (Choi, Pai,andKim, 2002).

Penelitian ini melibatkan 790 remaja sehat berusia 14-19 tahun menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang tidak bermakna antara kolesterol total dan HDL pada kelompok BMI <19 kg/m2, kelompok 19≤BMI<25 dan kelompok BMI≥25 kg/m2. Korelasi BMI terhadap kolesterol total pada responden wanita memperoleh nilai r=0,21 dan responden pria memperoleh r=0,29 yang keduanya menunjukkan arah hubungan yang positif dengan kekuatan korelasi lemah.

f. “Relationship between Body Mass Index, Lipids and Homocysteine Levels in University Students” (SanlierandYabanci, 2007).

Penelitian yang melibatkan 172 responden mahasiswa laki-laki dan sebanyak 183 responden perempuan. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara rasio kolesterol total/HDL pada kelompok

(29)

3. Manfaat penelitian

a. Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai korelasi BMI terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

b. Manfaat praktis

Pengukuran BMI diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai rasio kadar kolesterol total/HDL. Pengukuran BMI merupakan pengukuran yang mudah, praktis, dan tidak memerlukan keahlian khusus.

B. Tujuan Penelitian

(30)

9

BAB II

PENELAAHAN PUSTAKA

A. Metode Antoprometri

Antropometri adalah suatu metode pengukuran tubuh meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan (berdiri), skinfold thickness, lingkar lengan, panjang lengan, lebar bahu, pergelangan tangan, dan jaringan adiposa (NHANES, 2004). Antropometri mengkaji tentang pengukuran tubuh manusia dalam hal dimensi tulang, otot, dan jaringan adiposa (lemak). Kata antropometri berasal dari kata Yunani anthropo yang berarti manusia dan metron yang berarti ukuran (Cahyono, 2008). Antropometri digunakan sebagai indikator yang dapat menggambarkan lemak subkutan, distribusi lemak, dan perkiraan massa total tubuh (Himes, 2000).

(31)

B. BMI (Body Mass Index)

BMI berdasarkan perhitungan berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter persegi. BMI merupakan indikator kegemukan seseorang. Nilai BMI dapat mengklasifikasikan kondisi underweight, normal, overweight, obesitas I, serta obesitas II. Pengukuran BMI merupakan metode murah dan mudah dilakukan untuk skrining kategori berat badan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan (Mei, Grummer-Strawn, Pietrobelli, Goulding, Goran, and

Dietz, 2002).

Nilai rerata atau median BMI pada populasi Asia lebih rendah daripada populasi non-Asia. Penelitian pada populasi di Indonesia untuk usia, jenis kelamin, dan persentase lemak tubuh yang sama memiliki nilai BMI yaitu sekitar 3 kg/m2 lebih rendah dibandingkan dengan orang kulit putih di Belanda (WHO, 2004).

Rumus perhitungan BMI sebagai berikut:

(NHANES, 2004).

(32)

Gambar 1. Pengukuran Berat Badan

Gambar 2. Pengukuran Tinggi Badan

C. Kolesterol Total dan HDL

(33)

Lipid plasma terdiri dari triasilgliserol (16%), fosfolipid (30%), kolesterol (14%), dan ester kolesteril (36%), serta sedikit asam lemak bebas (FFA) (4%). Empat kelompok utama lipoprotein, yaitu :

1. Kilomikron, yang berasal dari penyerapan triasilgliserol dan lipid lain di usus. 2. Lipoprotein berdensitas sangat rendah (very low density lipoprotein, VLDL,

atau pra-β-lipoprotein) yang berasal dari hati untuk ekspor triasilgliserol. 3. Lipoprotein berdensitas rendah (low density lipoprotein, LDL, atau

β-lipoprotein) yang menggambarkan suatu tahap akhir metabolisme VLDL. 4. Lipoprotein berdensitas tinggi (high density lipoprotein, HDL, atau

α-lipoprotein) yang berperan dalam transpor kolesterol dan pada metabolisme VLDL dan kilomikron (Murray, Granner,andRodwell, 2009).

Tabel II. Klasifikasi Kolesterol Total berdasarkanAdult Treatment PanelIII (Graedon, 2002)

Kolesterol total

Yang diinginkan <200 mg/dL

Batas tinggi 200-239 mg/dL

Tinggi 240 mg/dL

(34)

Kadar kolesterol HDL berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular (Barter, Gotto, Phil, LaRosa, Maroni, Szarek, et al., 2007). Semakin tinggi kadar HDL akan menurunkan risiko penyakit jantung, hal ini disebabkan karena HDL membawa kolesterol dari aliran darah menuju ke hati. Kolesterol tersebut akan dipecah menjadi asam empedu di dalam hati dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui tinja (Soeharto, 2001). HDL sering disebut kolesterol baik karena membantu dalam mengurangi penimbunan plak pada dinding pembuluh darah, sedangkan LDL sering disebut sebagai kolesterol buruk karena dapat menyebabkan pembentukan plak pada dinding pembuluh darah (NHIS, 2008).

Tabel III. Klasifikasi dari Kolesterol HDL (AHA, 2009b)

Jenis Kelamin Serum Kolesterol HDL (mg/dL) Klasifikasi

Perempuan <50 mg/dL Rendah

>60 mg/dL Tinggi

Laki-laki <40 mg/dL Rendah

>60 mg/dL Tinggi

(35)

Tabel IV. Klasifikasi Rasio Kolesterol Total/HDL (AHA, 2009a)

Risiko Penyakit Jantung Pria Wanita

Terendah <3,8 <2,9

Rendah 3,9-4,7 3,0-3,6

Rata-rata 4,8-5,9 3,7-4,6

Sedang 6,0-6,9 4,7-5,6

Tinggi ≥7,0 ≥5,7

Menurut Pereira (2012), rasio kolesterol total/HDL sangatlah penting dalam memprediksi terjadinya risiko penyakit kardiovaskular. Menurut laporan

Framingham Heart Study, pada laki-laki nilai rasio kolesterol total/HDL sebesar 5 menandakan risiko rata-rata terjadinya penyakit jantung. Perempuan cenderung memiliki tingkat HDL yang lebih tinggi. Nilai rasio kolesterol total/HDL pada wanita sebesar 4,4 menandakan risiko rata-rata terjadinya penyakit jantung (Harvard Medical, 2005).

D. Obesitas

Obesitas merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan (WHO, 2000a). Menurut Choi, et al. (2002), obesitas adalah suatu kondisi abnormal lemak tubuh yang meningkat akibat asupan energi yang juga relatif meningkat.

(36)

obesitas ini lebih banyak terjadi pada wanita yang sering disebut gynoid obesity

(Bergman, Van-Citters, Mittelman, Dea, Hamilton, Wessler,et al.,2001).

Penelitian Framingham menunjukkan bahwa kelebihan berat badan sebesar 20% dari berat badan relatif dapat mempengaruhi kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas yaitu asupan makanan, genetik, tingkat sosial, umur, dan jenis kelamin. Aktivitas fisik juga berperan dalam mempengaruhi keseimbangan kalori. Individu yang mengalami obesitas cenderung kurang aktif atau kurang berolahraga (Isselbacher, Braunwald, Martin, Fauci, and Kasper, 2002).

E. Landasan Teori

(37)

meningkatnya kadar kolesterol, trigliserida, LDL kolesterol dan menurunkan kadar HDL kolesterol (Lemieux,et al., 2000).

Rasio kolesterol total/HDL sangatlah penting dan berguna dalam menentukan risiko terjadinya penyakit jantung iskemik (Harvard Medical, 2005). Penelitian oleh Sanlier and Yabanci (2007), melibatkan 172 responden pria dan 183 responden wanita dengan rentang umur 19-23 tahun di Turki menunjukkan meningkatnya BMI akan meningkatkan kadar rasio kolesterol total/HDL pada responden pria dan wanita. Gambaran tentang profil lipid seseorang dapat ditentukan dari pengukuran antropometri berupa BMI dengan melihat korelasi antara BMI dan rasio kolesterol total/HDL sehingga dapat dijadikan sebagai prediktor penyakit kardiovaskular.

F. Hipotesis

(38)

17

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan rancangan secara cross-sectional (potong lintang). Penelitian observasional analitik berarti penelitian yang menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis korelasi antara fenomena, baik antara faktor risiko dan faktor efek, antar faktor risiko maupun antar faktor efek. Penelitian cross-sectional adalah suatu penelitian dimana variabel sebab atau risiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur dan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan (Notoatmodjo, 2010). Penelitian ini menganalisis korelasi antara body mass index sebagai faktor risiko terhadap rasio kolesterol total/HDL sebagai faktor efek. Data penelitian yang diperoleh diolah secara komputerisasi untuk mengetahui korelasi dari data-data penelitian.

B. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas

Ukuranbody mass index(BMI). 2. Variabel tergantung

(39)

3. Variabel pengacau

a. Variabel pengacau terkendali : usia dan keadaan puasa.

b. Variabel pengacau tak terkendali : aktivitas dan gaya hidup subyek penelitian.

C. Definisi Operasional

1. Responden penelitian adalah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta baik pria dan wanita yang bersedia untuk diajak bekerja sama dalam penelitian ini.

2. Karakteristik penelitian meliputi demografi, pengukuran antroprometri dan hasil pemeriksaan laboratorium. Karakteristik demografi adalah usia dan latar pendidikan responden penelitian. Pengukuran antropometri meliputi pengukuran body mass index (BMI). Pemeriksaan profil lipid meliputi kadar kolesterol total dan kadar HDL yang diperoleh dari hasil laboratorium.

3. Pengukuran body mass index (BMI) adalah perhitungan berat badan dalam kilogram (kg) dibagi tinggi badan dalam meter persegi (m2).

(40)

5. Kolesterol total adalah kadar kolesterol dalam darah yang diperoleh dari data pemeriksaan laboratorium saat responden berpuasa 8-10 jam sebelum pengambilan darah.

6. Kadar HDL adalah kadar HDL dalam darah yang diperoleh dari data pemeriksaan laboratorium saat responden berpuasa 8-10 jam sebelum pengambilan darah.

D. Responden Penelitian

Responden penelitian adalah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di Kampus III Universitas Sanata Yogyakarta baik pria dan wanita yang bersedia untuk diajak bekerja sama dalam penelitian ini. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini antara lain yang sedang menderita penyakit jantung koroner, demam, hamil, oedem, mengkonsumsi obat penurun kadar lemak darah, penyakit hati akut maupun kronis, penyakit peradangan akut dan kronis. Jumlah responden penelitian yang ditetapkan sebesar 129 orang yang terdiri dari 60 laki-laki dan 69 perempuan. Jumlah minimum sampel yaitu sebesar 30 subyek (SpiegelandStephens, 2007).

(41)

Pengambilan data pertama pada responden wanita terdapat 1 responden yang dieklusi karena tidak berpuasa. Pengambilan data kedua dilaksanakan pada tanggal 15 September 2012 di Kampus Paingan dengan jumlah responden wanita yaitu 37 responden dari 41 responden wanita yang bersedia bekerja sama dan terdaftar dalam penelitian. Responden pria yang hadir yaitu 41 responden dari 56 responden pria yang bersedia bekerja sama dan terdaftar dalam penelitian. Pengambilan data kedua terdapat 1 responden wanita dan 1 responden pria yang dieklusi karena tidak berpuasa. Data pemeriksaan yang dipakai sebagai data yaitu 69 responden dari 87 responden wanita dan 60 responden dari 82 responden pria. Skema responden dapat dilihat pada gambar 3.

(42)

E. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang terletak di Paingan, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai September 2012. Pengambilan data pertama dilakukan pada tanggal 8 September 2012 dan pengambilan data kedua dilakukan pada tanggal 15 September 2012.

F. Ruang Lingkup

Penelitian ini merupakan penelitian payung yang berjudul “Korelasi

Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa

dan Tekanan Darah pada Mahasiswa dan Mahasiswi di Kampus III Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan secara berkelompok dengan kajian yang berbeda-beda.

Kajian dari penelitian ini meliputi :

1. Korelasi PengukuranBody Mass Index(BMI) terhadap Kadar Trigliserida. 2. Korelasi PengukuranBody Fat Percentageterhadap Kadar Trigliserida.

3. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang (LP) dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) terhadap Kadar Trigliserida

4. Korelasi Pengukuran Body Mass Index (BMI) terhadap rasio kolesterol total/HDL

5. Korelasi PengukuranBody Fat Percentageterhadap rasio kolesterol total/HDL 6. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang (LP) dan Rasio Lingkar Pinggang

(43)

7. Korelasi PengukuranBody Mass Index(BMI) terhadap rasio HDL/LDL 8. Korelasi PengukuranBody Fat Percentageterhadap rasio HDL/LDL

9. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang (LP) dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) terhadap rasio HDL/LDL

10.Korelasi Pengukuran Body Mass Index (BMI) dan Body Fat Percentage

terhadap Tekanan Darah

11.Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang (LP) dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) terhadap Tekanan Darah

12.Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang (LP) dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) terhadap Glukosa Darah Puasa

13.Korelasi PengukuranBody Mass Index(BMI) danSkinfold Thickness (triceps, abdominal, suprailiac)terhadap Glukosa Darah Puasa.

Penelitian ini fokus pada korelasi body mass index (BMI) terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL.

G. Teknik Sampling

Pengambilan sampel (teknik sampling) pada penelitian ini adalah secara

non-random sampling (pengambilan sampel secara non-acak) dengan jenis

(44)

mengidentifikasi semua karakteristik populasi, kemudian peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangan peneliti sebagian dari anggota populasi untuk menjadi sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling ini didasarkan pada pertimbangan pribadi peneliti sendiri (Notoatmodjo, 2010).

H. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan pada penelitan ini berupa timbangan berat badan merk Tanita®, alat pengukur tinggi badan merk Strature®, leaflet dan

informed consent. Timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan berfungsi sebagai alat untuk mengukurBody Mass Index. Pemeriksaan kadar kolesterol total dan HDL dilakukan oleh Laboratorium Parahita dengan menggunakan instrumen

Architect ci8200.

(45)

I. Tata Cara Penelitian

1. Observasi Awal

Observasi awal dilakukan dengan mencari informasi tentang jumlah mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di Kampus III Universitas Sanata Dharma, baik pria maupun wanita. Observasi ulang data mahasiswa dan mahasiswi dilakukan ke setiap fakultas dan jurusan, selain itu dilakukan observasi tempat yang digunakan untuk mengumpulkan responden pada saat pengukuran parameter.

2. Permohonan Izin dan Kerja Sama

Permohonan izin berupa Ethical Clearance diajukan ke Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada untuk memenuhi etika penelitian menggunakan sampel biologis manusia yaitu darah. Permohonan izin diajukan ke Wakil Rektor I Universitas Sanata Dharma kemudian diajukan juga ke Biro Layanan Umum untuk peminjaman alat. Permohonan kerja sama diajukan ke calon responden dan Laboratorium Parahita. Permohonan kerja sama yang diajukan ke calon responden berupa

informed consent. Permohonan izin juga diajukan kepada Kelapa Bagian Rumah Tangga untuk meminjam ruangan yang digunakan untuk melaksanakan penelitian.

3. PembuatanLeafletdanInformed Consent

a. Leaflet

(46)

(body mass index,abdominal skinfold thicknes, lingkar pinggang, dan rasio lingkar pinggang-panggul) sebagai suatu metode deteksi dini berbagai masalah kesehatan khususnya mengenai penyakit kardiovaskular. Informasi lain yang diberikan yaitu pemeriksaan laboratorium meliputi profil lipid (kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL) serta kadar glukosa yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.

b. Informed Consent

Surat persetujuan (informed concent) merupakan bukti tertulis pernyataan kesediaan responden untuk ikut serta dalam penelitian. Responden yang bersedia untuk ikut serta dalam penelitian diminta untuk menuliskan nama, usia, alamat rumah, nomor telepon, dan fakultas atau instansi pekerjaan.

Informed consent yang dibuat telah memenuhi persyaratan Komisi Etik Penelitian Kodekteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.

4. Pencarian Responden

Pencarian responden dilakukan setelah peneliti mendapatkan surat izin penelitian dari Wakil Rektor I. Surat izin penelitian untuk meminta data nama serta NIM mahasiswa dan mahasiswi diberikan kepada setiap Dekan Fakultas Kampus III Universitas Sanata Dharma. Teknik pengambilan subyek penelitian secara random sampling yang mendapatkan 200 data NIM mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di Kampus III Universitas Sanata Dharma. Surat permohonan diajukan kepada Kepala BAPSI untuk meminta nomorhandphone

(47)

nomor handphone yang tidak aktif serta banyak calon responden yang tidak bersedia, sehingga dari 200 calon responden hanya didapatkan 76 calon responden. Peneliti melakukan pencarian responden yang kedua dengan menggunakan komunikasi langsung dengan calon responden yang sedang berada di lingkungan Kampus III Universitas Sanata Dharma. Teknik sampling yang kedua termasuk non-random sampling dengan pendekatan porpusive sampling. Calon responden yang didapatkan sebanyak 135 responden yang bersedia sebagai calon responden penelitian ini. Total calon responden yang bersedia hadir ikut dalam penelititan ini adalah 211 responden. Calon responden yang bersedia untuk ikut berpartisipasi diundang untuk hadir untuk

briefing. Tujuan dari briefing adalah untuk memberi penjelasan mengenai maksud dan tujuan penelitian kepada responden yang dijelaskan melaluileaflet

(48)

5. Validitas dan Reabilitas Instrumen Penelitian

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2011), alat kesehatan dikatakan baik jika memenuhi nilai CV≤5%. Pengukuran reabilitas instrumen dilakukan sebanyak lima kali. Instrumen yang divalidasi pada penelitian ini antara lain timbangan berat badan Tanita® dengan nilai CV sebesar 0,125%, dan alat pengukur tinggi badan Stature® dengan nilai CV sebesar 0,027%. Berdasarkan nilai CV tersebut maka dapat disimpulkan bahwa instrumen timbangan berat badan dan tinggi badan memenuhi persyaratan validasi.

6. Pengukuran Parameter

Parameter yang diukur adalah berat badan dan tinggi badan. Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan untuk menentukan nilai BMI.

a. Berat badan

Responden diwajibkan untuk melepas alas kaki untuk mengurangi faktor koreksi saat pengukuran berat badan. Pengukuran berat badan dilakukan dengan menggunakan timbangan. Responden berdiri di atas timbangan dengan posisi tegak lurus.

b. Tinggi badan

(49)

c. Kadar Kolesterol Total, HDL, dan Rasio Kolesterol Total/HDL

Pengukuran kadar kolesterol total dan HDL dalam darah dilakukan oleh pihak Laboratorium Parahita. Kadar kolesterol total yang didapat kemudian dibandingkan dengan kadar HDL sehingga diperoleh rasio kolesterol total/HDL. Cara pengambilan darah dilakukan dengan memasang ikatan pembendungan (toniquet) di lengan atas. Lokasi penusukan pada lipatan siku dalam responden diberi alkohol, kemudian spuit injeksi disuntikkan dengan posisi 45o ke pembuluh vena yang terdapat pada siku dalam. Darah diambil perlahan dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi bertutup.Toniquet

dilepas, setelah itu jarum ditarik dengan tetap menekan lubang penusukan dengan kapas alkohol. Tempat bekas suntikan ditutup dengan plester.

7. Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan kategorisasi kemudian disusun dan diinterpretasi. Cara pengolahan data dilakukan secara statistik dengan komputerisasi.

8. Analisis Data Penelitian

(50)

BMI ≥23 kg/m2. Apabila data terdistribusi normal maka uji beda yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan, sedangkan apabila data terdistribusi tidak normal maka uji beda yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Data kemudian diuji korelasinya menggunakan analisis Pearson apabila data terdistribusi normal atau analisis Spearman apabila data tidak terdistribusi normal. Taraf kepercayaan yang digunakan sebesar 95 %.

Tabel V. Panduan Interpretasi Hasil Uji Hipotesis berdasarkan Kekuatan Kolerasi, Nilaip, dan Arah Kolerasi (Dahlan, 2011)

No Parameter Nilai Interpretasi

1. Kekuatan Korelasi (r) 0,00-0,199 Sangat lemah 0,20-0,399 Lemah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,000 Sangat kuat

2. Nilai p p<0,05 Terdapat kolerasi

yang bermakna antara dua variabel yang diuji

p>0,05 Tidak terdapat kolerasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji 3. Arah Korelasi + (positif) Searah, semakin

besar nilai satu variabel semakin besar pula nilai variabel lainnya. - (negatif) Berlawanan arah.

Semakin besar nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya.

9. Pembagian Hasil Pemeriksaan

(51)

memberikan saran-saran untuk menjaga kesehatan jika ditemukan hasil pemeriksaan yang tidak normal.

J. Teknik Analisis Data Statistik

Data yang diperoleh diolah secara komputerisasi. Langkah awal adalah dilakukan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk melihat distribusi normal suatu data. Suatu data dikatakan normal bila nilai Asymp. Sig lebih besar dari 0,05. Data kemudian diuji korelasinya menggunakan analisisPearsonapabila data terdistribusi normal atau analisis Spermanapabila data tidak terdistribusi normal. Taraf kepercayaan yang digunakan sebesar 95 %.

Data juga diolah untuk melihat apakah terdapat perbedaan bermakna antara kelompok BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2. Jika data terdistribusi normal digunakan uji t tidak berpasangan, jika data tidak terdistribusi normal maka digunakan uji Mann-Whitney. Jika nilai p<0,05 maka disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna (Dahlan, 2011).

K. Kesulitan Penelitian

(52)

31

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian dilakukan pada wilayah kampus III Universitas Sanata Dharma untuk mengetahui profil kesehatan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sanata Dharma dan diketahui korelasi BMI dengan rasio kadar kolesterol total/HDL. Penelitian ini merupakan penelitian payung dengan judul “Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa dan Tekanan Darah pada Mahasiswa dan Mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta”. Pada penelitian ini fokus pada korelasi pengukuran BMI terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL.

Tabel VI. Karakteristik Responden Penelitian

Karakteristik Wanita (n=69) p Pria (n=60) p

Usia 20 (17-22)** 0,00 21 (17-24)** 0,00

BMI (kg/m2) 22,37 (16,52-36,45)** 0,008 23,83 (17,89-47,13)** 0,00 Kolesterol total

(mg/dL)

177,42 ± 26,61* 0,200 172,65 ± 29,33* 0,200

HDL (mg/dL) 53 (30-74)** 0,018 46,65 ± 8,01* 0,200 Rasio kolesterol

total/HDL (mg/dL)

3,26 (2,37-5,59)** 0,001 3,70 (1,81-6,21)** 0,007

Keterangan : * = rata-rata ± SD

** =median (minimum-maksimum)

p>0,05 menunjukkan bahwa data terdistribusi normal p<0,05 menunjukkan bahwa data terdistribusi tidak normal

A. Karakteristik Responden Penelitian

(53)

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dimana digunakan untuk mengetahui distribusi data. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnovdilakukan apabila responden penelitian lebih dari 50 orang. Suatu data dikatakan normal jika nilai signifikansi p>0,05. Normalitas data juga digambarkan melalui gambar histogram dan dikatakan normal jika simetris, tidak miring kiri maupun kanan, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah (Dahlan, 2011).

1. Usia

Subyek penelitian adalah mahasiswa-mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma dengan rentang umur pada wanita yaitu 17-22 tahun dengan nilai tengah yaitu 20 tahun. Uji normalitas usia responden menggunakan uji

Kolmogorov-Smirnov karena jumlah responden lebih dari 50 orang (Dahlan, 2011).

Gambar 4. Histogram Distribusi Usia pada Responden Wanita

(54)

Penelitian pada 329 wanita di Cina menunjukkan bahwa usia memiliki hubungan yang signifikan dengan obesitas secara umum dan faktor risiko penyakit kardiovaskular (Chang, Wu, Yao, Yang, Wu,andLu, 2000).

Subyek penelitian pada pria memiliki rentang usia 17-24 tahun dengan nilai tengah yaitu 21 tahun. Uji normalitas usia responden pada pria menggunakan ujiKolmogorov-Smirnov.

Gambar 5. Histogram Distribusi Usia pada Responden Pria

Uji normalitas usia pada responden pria memperoleh nilai p=0,00 yang menunjukkan bahwa usia pada responden pria terdistribusi tidak normal. Penelitian oleh Prayogie (2011), melibatkan 70 orang pria berusia 30-50 tahun dari Universitas Sanata Dharma memiliki distribusi usia normal dengan p=0,198.

2. Body Mass Index (BMI)

(55)

36,45 kg/m2 sedangkan nilai BMI terkecil responden yang diperoleh yaitu 16,52 kg/m2.

Gambar 6. Histogram Distribusi BMI pada Responden Wanita

Uji normalitas BMI pada responden wanita memperoleh nilai p= 0,008 yang menunjukkan bahwa persebaran BMI tidak merata. BMI digunakan sebagai indikator gizi untuk menilai dan menunjukkan status gizi orang dewasa. Data BMI telah terbukti penting tidak hanya dalam memantau tingkat gizi, tetapi juga tingkat

overweightserta obesitas seseorang (Weisell, 2002).

(56)

Penelitian ini memperoleh nilai median BMI pada responden pria yaitu sebesar 23,83 kg/m2dengan ukuran BMI terkecil yaitu 17,89 kg/m2dan terbesar yaitu 47,13 kg/m2. Uji normalitas BMI memperoleh nilai p=0,00. Histogram data BMI pada responden pria menunjukkan bahwa data BMI cenderung miring ke kiri (gambar 7). Berdasarkan gambar histogram dan nilai p, maka dapat disimpulkan bahwa BMI terdistribusi tidak normal.

Penelitian oleh Sanlier and Yabanci (2007), melibatkan mahasiswa Universitas Vocational Education Faculty yaitu 172 responden pria dan 183 responden wanita dengan rentang umur 19-23 tahun di Turki menunjukkan berat badan, tinggi badan, dan nilai BMI ditemukan cukup tinggi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan (p <0,001). Peningkatan BMI merupakan faktor risiko penting untuk penyakit kardiovaskular pada orang dewasa. Menurut Adams, Schatzkin, Harris, Kipnis, Mouw, Ballard-Barbash, et al. (2006), peningkatan risiko kardiovaskular berkaitan dengan nilai BMI yang terlalu tinggi dengan peningkatan umur pada pria dan wanita (Adams, Schatzkin, Harris, Kipnis, Mouw, Ballard-Barbash,et al., 2006).

3. Kolesterol Total

(57)

bahwa data terdistribusi normal. Histogram kolesterol total berbentuk simetris dan tidak miring ke kiri maupun ke kanan (gambar 8).

Gambar 8. Histogram Distribusi Kolesterol Total pada Responden Wanita

Menurut Graedon (2002), kadar kolesterol total dikatakan normal apabila <200 mg/dL. Hasil kadar kolesterol total rerata pada responden wanita menunjukkan nilai kadar kolesterol total termasuk dalam kategori normal. Nilai kolesterol total terbesar melebihi batas normal sehingga termasuk dalam kategori batas tinggi.

(58)

Gambar 9. Histogram Distribusi Kolesterol Total pada Responden Pria

Rerata kadar kolesterol total responden pria yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sebesar 172,65 mg/dL. Nilai kolesterol total terbesar responden pria yang diperoleh yaitu 227 mg/dL sedangkan nilai kolesterol total terkecil responden pria yang diperoleh yaitu 98 mg/dL. Uji normalitas kolesterol total memperoleh nilai p=0,200. Histogram data kolesterol total pada responden pria menunjukkan bahwa data kolesterol total cenderung simetris (gambar 9). Penelitian yang dilakukan oleh Yang, Xiao, Yang, Ji, Jia, Weng, et al. (2012), menunjukkan bahwa kadar kolesterol total pada responden pria lebih besar dibandingkan responden wanita dengan rentang umur 20-29 tahun pada populasi di Cina.

4. High Density Lipoprotein (HDL)

(59)

mg/dL. Nilai median HDL responden wanita termasuk dalam kategori normal. Kadar HDL terbesar termasuk dalam kategori tinggi sedangkan kadar HDL terkecil termasuk dalam kategori rendah. Uji normalitas HDL memperoleh nilai p=0,018 yang menunjukkan bahwa data terdistribusi tidak normal. Histogram data HDL pada responden wanita menunjukkan bahwa data cenderung miring ke kiri (gambar 10).

Gambar 10. Histogram Distribusi HDL pada Responden Wanita

(60)

Gambar 11. Histogram Distribusi HDL pada Responden Pria

Kadar HDL rerata responden pria pada penelitian ini yaitu sebesar 46,65 mg/dL. Nilai HDL terkecil yaitu 31 mg/dL dan nilai HDL terbesar yaitu 74 mg/dL. Uji normalitas data HDL pada responden pria memiliki nilai p=0,200. Data HDL ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Nilai HDL <40 mg/dL akan lebih banyak dimiliki oleh pria, yaitu kira-kira sepertiga pada pria dan sekitar seperlima pada wanita dalam populasi umum (NCEP, 2002).

5. Rasio Kolesterol Total/HDL

(61)

responden wanita menunjukkan bahwa data rasio kolesterol total/HDL cenderung miring ke kiri (gambar 12).

Gambar 12. Histogram Distribusi Rasio Kolesterol Total/HDL pada Responden Wanita

Menurut Pereira (2012), rasio kolesterol total/HDL sangatlah penting dalam memprediksi terjadinya risiko penyakit kardiovaskular. Nilai median rasio kolesterol total/HDL responden wanita berdasarkan kriteria American Heart Association (2009a), termasuk dalam kategori resiko penyakit jantung yang rendah.

(62)

Gambar 13. Histogram Distribusi Rasio Kolesterol Total/HDL pada Responden Pria

Nilai median rasio kolesterol total/HDL responden pria berdasarkan kriteria American Heart Association (2009a), termasuk dalam kategori resiko penyakit jantung yang sangat rendah.

B. Perbandingan Kolesterol Total, HDL dan Rasio Kolesterol Total/HDL

pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2

Analisis komparatif bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan yang bermakna antara variabel bebas dengan kolesterol total, HDL, dan rasio kolesterol total/HDL. Responden akan dibedakan menjadi dua kelompok menurut BMI yaitu kelompok dengan BMI <23 kg/m2 dan kelompok dengan BMI ≥23 kg/m2. Penelitian ini membandingkan kadar kolesterol total, HDL, dan rasio kolesterol total/HDL pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan BMI ≥23 kg/m2. Kategori

(63)

yang termasuk dalam kategorioverweight, resiko obesitas, obesitas I, dan obesitas II adalah kelompok dengan nilai BMI≥23 kg/m2pada orang dewasa Asia (WHO, 2000b). Uji normalitas kolesterol total, HDL dan rasio kolesterol total/HDL pada responden wanita memperoleh data terdistribusi normal pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan kelompok BMI≥23 kg/m2. Uji beda yang digunakan pada pengujian kolesterol total, HDL dan rasio kolesterol total/HDL adalah uji t tidak berpasangan karena pada uji normalitas memperoleh data terdistribusi normal. Uji normalitas kolesterol total dan rasio kolesterol total/HDL pada responden pria terdistribusi normal pada kelompok BMI <23 kg/m2dan pada kelompok BMI≥23 kg/m2. HDL pada kelompok BMI <23 kg/m2terdistribusi normal sedangkan pada kelompok BMI≥23 kg/m2terdistribusi tidak normal. Uji beda pada responden pria untuk pengujian kolesterol total dan rasio kolesterol total/HDL yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan sedangkan uji beda yang digunakan untuk pengujian HDL adalahMann-Whitney.

Tabel VII. Perbandingan Kolesterol Total, HDL dan Rasio Kolesterol Total/HDL pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2 Responden Kolesterol Total 176,05 mg/dL 179,56 mg/dL 0,953**

HDL 56,69 mg/dL 47,63 mg/dL 0,930**

Rasio Kolesterol Kolesterol Total 161,80 mg/dL 180,40 mg/dL 0,300**

HDL 48,32 mg/dL 45,46 mg/dL 0,091**

Rasio Kolesterol Total/HDL

3,406 4,099 0,051**

(64)

1. Perbandingan Kolesterol Total pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI

≥23 kg/m2

Tabel VI pada responden wanita menunjukkan adanya perbedaan yang tidak bermakna antara kolesterol total pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan kelompok BMI ≥23 kg/m2 dengan nilai p=0,953. Data pada responden wanita menunjukkan bahwa rerata kadar kolesterol total pada kelompok dengan nilai BMI <23 kg/m2 lebih kecil dibandingkan pada kelompok dengan nilai BMI ≥23 kg/m2.

Penelitian yang dilakukan oleh Utami (2011), melibatkan 57 responden staf wanita Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan rentang umur 30-50 tahun, membandingkan perbedaan kolesterol total pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan kelompok BMI≥23 kg/m2(p=0,980). Penelitian oleh Abubakar,et al. (2009), melibatkan 52 responden wanita di Kaduna dengan rentang umur 19-32 tahun, membandingkan perbedaan kadar kolesterol total pada tiga kelompok BMI yaitu BMI <19 kg/m2 (underweight), BMI 19-26 kg/m2 (normal) dan BMI >26 kg/m2 (overweight) memperoleh nilai p=0,23. Penelitian oleh Aziz, Siddiqui, Siddiqui,

andOmair (2003), melibatkan 152 responden pria dan 274 responden wanita yang merupakan mahasiswa Universitas Kesehatan di Ziauddin dengan rentang usia 17-22 tahun, membandingkan perbedaan kadar kolesterol total pada tiga kelompok BMI yaitu BMI <19 kg/m2 (underweight), BMI 19-26 kg/m2 (normal) dan BMI >26 kg/m2(overweight) memperoleh nilai p=0,23.

(65)

kg/m2 dengan p= 0,300. Data pada responden pria menunjukkan bahwa rerata kadar kolesterol total pada kelompok dengan nilai BMI <23 kg/m2 lebih kecil dibandingkan pada kelompok dengan nilai BMI≥23 kg/m2.

Penelitian yang dilakukan oleh Prayogie (2011), melibatkan 70 responden yaitu dosen dan karyawan pria Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan rentang umur 30-50 tahun, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak bermakna antara kolesterol total pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan kelompok BMI≥23 kg/m2(p=0,938). Penelitian oleh SanlierandYabanci (2007), melibatkan 172 responden pria dan 183 responden wanita dengan rentang umur 19-23 tahun di Turki membandingkan perbedaan kadar kolesterol total pada tiga kelompok BMI yaitu BMI <18,5 kg/m2 (underweight), BMI 18,5-24,9 kg/m2 (normal) dan BMI >25,0 kg/m2 (overweight). Hasil penelitian tersebut mendapatkan nilai p=0,09. Penelitian oleh Hilal, Acar, Koksal, Gezmen, Akbulut, Bilici, et al. (2011), melibatkan 307 responden pria dan 342 responden wanita dengan rentang usia 20-64 tahun di Turki, membandingkan perbedaan kadar kolesterol total responden pria pada tiga kelompok BMI yaitu BMI 18,5-24,9 kg/m2 (normal), BMI 25-29 kg/m2 (overweight), dan BMI>30 kg/m2 (obese) memperoleh nilai p=0,631.

2. Perbandingan HDL pada Kelompok BMI <23 kg/m2dan BMI≥23 kg/m2

(66)

<23 kg/m2 dan kelompok BMI ≥23 kg/m2. Nilai rerata HDL responden wanita pada kelompok BMI <23 kg/m2 lebih tinggi dibandingkan pada kelompok BMI ≥23 kg/m2.

Penelitian oleh Hilal, Acar, Koksal, Gezmen, Akbulut, Bilici, et al. (2011), melibatkan 307 responden pria dan 342 responden wanita dengan rentang usia 20-64 tahun di Turki, membandingkan perbedaan kadar HDL responden wanita pada tiga kelompok BMI yaitu BMI 18,5-24,9 kg/m2(normal), BMI 25-29 kg/m2 (overweight), dan BMI>30 kg/m2 (obese) memperoleh nilai p=0,627. Penelitian oleh Vishwanath, Prashant, Acharya, Suma, Kiran, andKarthik (2012), melibatkan 350 responden pria dan 150 responden wanita berusia 18-30 tahun di India membandingkan perbedaan HDL pada empat kelompok BMI yaitu BMI <18,5 kg/m2 (underweight), BMI 18,5-22,9 kg/m2 (normal), BMI 23-25 kg/m2 (overweight) dan BMI≥25 kg/m2(obese) mendapatkan nilai p=0,57.

Pada responden pria juga mendapatkan perbedaan yang tidak bermakna antara kolesterol total pada kelompok BMI <23 kg/m2 pada kelompok BMI≥23 kg/m2 dengan nilai p= 0,091. Nilai rerata HDL responden pria pada kelompok BMI <23 kg/m2lebih tinggi dibandingkan pada kelompok BMI≥23 kg/m2.

(67)

(2007), membandingkan perbedaan HDL pada tiga kelompok BMI yaitu BMI <18,5 kg/m2(underweight), BMI 18,5-24,9 kg/m2 (normal) dan BMI >25,0 kg/m2 (overweight) memperoleh nilai p=0,52. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata HDL tertinggi adalah pada kelompok underweight kemudian kelompok normal dan nilai rerata terendah pada kelompokoverweight.

3. Perbandingan Rasio Kolesterol Total/HDL pada Kelompok BMI <23

kg/m2dan BMI≥23 kg/m2

Data tabel VII pada responden wanita menunjukkan hasil rasio kolesterol total/HDL pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan kelompok BMI ≥23 kg/m2 mendapatkan nilai p=0,00 sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara rasio kolesterol total/HDL pada kelompok BMI <23 kg/m2 dan kelompok BMI ≥23 kg/m2. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata rasio kolesterol total/HDL tertinggi adalah pada kelompok BMI tidak normal (BMI≥23 kg/m2) dibandingkan kelompok BMI normal (BMI<23 kg/m2).

(68)

Penelitian oleh Bertsias, Mammas, Linardakis, and Kafatos (2003), melibatkan 527 responden pria dan 462 responden wanita dengan rentang usia 20-40 tahun di

Greece membandingkan perbedaan rasio kolesterol total/HDL pada empat kelompok BMI yaitu BMI <20 kg/m2 (underweight), BMI 20-24,9 kg/m2 (normal), BMI 25-29,9 kg/m2 (overweight) dan BMI ≥30 kg/m2 (obese) mendapatkan nilai p<0,001.

Hasil rasio kolesterol total/HDL responden pria pada kelompok BMI <23 kg/m2dan kelompok BMI≥23 kg/m2mendapatkan nilai p=0,051 sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang tidak bermakna antara rasio kolesterol total/HDL pada kelompok BMI <23 kg/m2dan kelompok BMI≥23 kg/m2. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata rasio kolesterol total/HDL tertinggi adalah pada kelompok BMI tidak normal (BMI≥23 kg/m2) dibandingkan kelompok BMI normal (BMI<23 kg/m2).

(69)

C. Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total, HDL dan Rasio Kolesterol

Total/HDL

Hasil uji normalitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa kolesterol total pada responden wanita terdistribusi normal (p>0,05), sedangkan BMI, HDL dan rasio kolesterol total/HDL terdistribusi tidak normal (p<0,05). Korelasi BMI terhadap kolesterol total, HDL, dan kolesterol total/HDL pada responden wanita menggunakan analisis Spearman. Uji normalitas pada responden pria menunjukkan bahwa kolesterol total dan HDL terdistribusi normal (p>0,05), sedangkan BMI dan rasio kolesterol total/HDL terdistribusi tidak normal (p<0,05). Korelasi BMI terhadap kolesterol total, HDL dan kolesterol total/HDL pada responden pria menggunakan analisisSpearman.

Tabel VIII. Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total, HDL, dan Rasio Kolesterol Total/HDL

Wanita BMI 0,235 0,052** -0,294 0,014* 0,475 0,000* Responden

Pria BMI 0,390 0,002* -0,196 0,133** 0,390 0,002*

* p<0,05 menunjukkan adanya korelasi bermakna ** p>0,05 menunjukkan adanya korelasi tidak bermakna

1. Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total

(70)

Gambar 14. Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap Kolesterol Total pada Responden Wanita

Penelitian ini memperoleh nilai p=0,052 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang tidak bermakna antara BMI terhadap kolesterol total. Pola hubungan antara BMI dengan kolesterol total adalah hubungan yang positif, dimana semakin meningkatnya nilai BMI maka kadar kolesterol total akan meningkat pula yang ditunjukkan pada gambar 14. Penelitian oleh Sanlier and

Yabanci (2007), melibatkan 172 responden pria dan 183 responden wanita dengan rentang umur 19-23 tahun di Turki mendapatkan nilai korelasi r=0,21 dan p>0,05.

(71)

Nilai korelasi BMI terhadap kolesterol total pada responden pria mendapatkan nilai r=0,390 yang menunjukkan arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi lemah. Penelitian ini memperoleh nilai p=0,002 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara BMI terhadap kolesterol total. Gambar 15 menunjukkan pola hubungan antara BMI dengan kolesterol total adalah hubungan yang positif, dimana semakin meningkatnya nilai BMI maka kadar kolesterol total akan meningkat pula. Penelitian yang dilakukan oleh Prayogie (2011), mendapatkan nilai korelasi BMI terhadap kolesterol total yaitu r=0,318 dan p=0,007.

Penelitian oleh Lemieux, et al. (2000), menyatakan bahwa BMI yang semakin meningkat berhubungan dengan meningkatnya kadar kolesterol. BMI dapat digunakan untuk mengukur obesitas seseorang. Pengukuran BMI merupakan metode murah dan mudah dilakukan untuk skrining kategori berat badan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan (Mei,et al.,2002).

2. Korelasi BMI terhadap HDL

(72)

Gambar 16. Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap HDL pada Responden Wanita

Penelitian yang dilakukan oleh Utami (2011), mendapatkan nilai korelasi BMI terhadap HDL pada responden wanita yaitu r= -0,393 dan p=0,002. Penelitian lain juga mendukung korelasi antara BMI terhadap HDL pada responden wanita memiliki kekuatan korelasi lemah dengan arah korelasi negatif. Penelitian yang melibatkan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Toronto di Kanada dengan jumlah responden pria yaitu 358 dan responden wanita sebanyak 823 dengan rentang usia 20-29 tahun memiliki nilai korelasi r= -0,20 dan p<0,0001 (Brenner, et al., 2010). Penelitian oleh Somiya, et al. (2011), melibatkan 204 responden wanita dengan rentang umur 25-69 tahun di Sudan menunjukkan korelasi BMI terhadap kadar HDL pada responden wanita memiliki nilai r= -0,383 dan p=0,000. Penelitian oleh

(73)

BMI terhadap kadar HDL pada responden wanita memiliki nilai r= -0,24 dan p<0,001.

Tabel VIII pada responden pria menunjukkan nilai korelasi BMI terhadap HDL memperoleh nilai r= -0,196. Nilai tersebut menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Korelasi BMI terhadap kadar HDL memiliki nilai p=0,133 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang tidak bermakna antara BMI terhadap HDL.

Gambar 17. Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap HDL pada Responden Pria

(74)

oleh Roy, Richardson, Smith, Neggers, Lomax, Pieroni, et al. (2004), melibatkan 30 responden pria di Universitas Alabama dengan rentang usia 20-35 tahun memperoleh r= -0,23 dan p>0,05.

HDL memiliki sifat sebagai antiaterogenik dengan merangsang efflux

kolesterol dari sel yang dikaitkan dengan apo A-I (Ansell, et al., 2005). Peningkatan BMI diikuti dengan penurunan kadar HDL. Penurunan kadar HDL berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular (Barter, et al., 2007). Oleh karena itu, hubungan antara BMI terhadap HDL dapat dijadikan deteksi dini penyakit kardiovaskular.

3. Korelasi BMI terhadap Rasio Kolesterol Total/HDL

Korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden wanita memiliki nilai r=0,475 dan p=0,00. Kekuatan korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL tergolong sedang dengan arah korelasi positif. Nilai p<0,05 yang didapat pada penelitian ini berarti terdapat korelasi bermakna antara dua variabel yang diuji.

(75)

Gambar 18 menunjukkan pola hubungan antara BMI dengan rasio kolesterol total/HDL adalah hubungan yang positif, dimana semakin meningkatnya nilai BMI maka rasio kolesterol total/HDL akan meningkat pula. Penelitian oleh Somiya, et al. (2011), melibatkan 204 responden wanita dengan rentang umur 25-69 tahun di Sudan menunjukkan korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden wanita memiliki nilai r= 0,455 dan p=0,000.

Korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden pria memperoleh r=0,390. Nilai korelasi BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden pria menunjukkan kekuatan korelasi lemah. Penelitian ini memperoleh nilai p=0,002 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL. Pola hubungan antara BMI dengan rasio kolesterol total/HDL adalah hubungan yang positif, dimana semakin meningkatnya nilai BMI maka rasio kolesterol total/HDL akan meningkat pula.

Gambar 19. Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap Rasio Kolesterol Total/HDL pada Responden Pria

(76)

yaitu 358 dan responden wanita sebanyak 823 dengan rentang usia 20-29 tahun, menunjukkan bahwa korelasi antara BMI terhadap rasio kolesterol total/HDL pada responden pria memperoleh nilai r=0,35 dengan p<0,0001. Penelitian oleh Sanlier and Yabanci (2007), melibatkan 172 responden pria dan 183 responden wanita dengan rentang umur 19-23 tahun di Turki. Penelitian tersebut memperoleh nilai r=0,37 dan p<0,01.

Gambar

Tabel IKlasifikasi  BMI menurut WHO pada Orang Dewasa
Gambar 16Diagram Sebar Korelasi BMI terhadap HDL
Tabel I. Klasifikasi  BMI menurut WHO pada Orang Dewasa Asia
Gambar 1. Pengukuran Berat Badan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh metode tipe jigsaw terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN SIDOARJO Jumlah  rumah tangga usaha  pertanian di Kabupaten Sidoarjo  Tahun 2013 sebanyak 41.287 rumah  tangga   

Noise generation mekanisme yang ketiga adalah kebisingan yang dihasilkan oleh vortex noise yang dihasilkan oleh vortisitas udara pada aliran lintasan baling yang terkumpul

mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana

[r]

htriki F@ju eDlr o.nqin. yr u tsnb:vkb hc4s ju -eti

TqERMOMDTER DICITAL DENCAN OUTPUT SUAiA.. BERRASTS

Prosesnya dimulai dari bagian stok barang memasukkan atau mengubah data jenis bahan baku, kemudian aplikasi bertugas menyimpan data kedalam data master jenis dan