• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM. mengambil keputusan stratejiknya. Perhitungan terhadap indeks harga saham

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM. mengambil keputusan stratejiknya. Perhitungan terhadap indeks harga saham"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

52 A. Perkembangan Jakarta Islamic Index (JII)

Pasar modal mempunyai indikator indeks harga saham yang menjadi pintu gerbang sekaligus barometer utama untuk para investor dalam mengambil keputusan stratejiknya. Perhitungan terhadap indeks harga saham dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Cara yang umum dilakukan melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan indeks komposit seluruh saham yang listing di BEI. Indeks lainnya yang sangat berpengaruh adalah LQ-45 karena beranggotakan saham-saham unggulan yang sangat aktif (most active).

Di samping itu, terdapat indeks harga saham yang lebih spesifik dengan dasar ajaran islami yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dengan anggota 30 saham pilihan. Ke-30 saham anggota JII tersebut dinilai memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Intinya saham-saham yang masuk ke dalam JII-30 harus memenuhi unsur yang sama dengan indeks lainnya kecuali unsur haram dalam pandangan MUI. Unsur haram yang disyaratkan DSN MUI pada umumnya terkait dengan: alkohol, perjudian, produksi dengan bahan baku babi, pornografi, jasa keuangan dan asuransi konvensional. Ke enam fatwa-fatwa DSN MUI tahun 2004 tersebut mengatur prinsip-prinsip syariah di bidang pasar modal yang menyatakan bahwa suatu sekuritas/efek di pasar modal dipandang telah memenuhi prinsip-prinsip

(2)

syariah apabila telah memperoleh pernyataan kesesuaian syariah secara tertulis dari DSN-MUI. Jadi secara khusus saham-saham yang masuk kriteria JII adalah saham-saham yang operasionalnya tidak mengandung unsur ribawi, permodalan perusahaan juga bukan mayoritas dari hutang. Maka saham-saham JII ini pada umumnya mempunyai struktur modal yang sehat dan tidak terbebani bunga hutang berlebihan, dengan kata lain debt-to-equity rasionya masih proporsional sehingga sangat menjanjikan untuk investasi jangka menengah-panjang. Pengelolaannya juga dinilai transparan dan kredibel serta menghormati pemegang sahamnya. Saham-saham anggota JII sebagian besar juga anggota indeks lainnya hanya ada sedikit kriteria syariah tersebut. Indeks JII seperti indeks modern lainnya, bersifat dinamis dalam arti secara periodik di update agar senantiasa responsif dengan pergerakan pasar dan sesuai dengan syariah. Maka sejak keberadaannya 1995, dan berbagai penyempurnaan tahun 2000 dan 2003, saham-saham JII menunjukkan kinerja yang baik dan mampu bersaing dengan saham-saham dari anggota indeks lainnya57.

Jakarta Islamic Index adalah salah satu indeks saham yang ada di Indonesia yang menghitung index harga rata-rata saham untuk jenis saham- saham yang memenuhi kriteria syariah. Kriterianya yakni seperti mendapat persetujuan dari dewan pengawas syariah nasional PT DIM. "Serta ada syarat- syarat lainnya termasuk utang yang tidak boleh lebih dari modal menurut aturan syariah. Adapun saham-saham yang akan masuk ke JII harus melalui

57 Perdana Wahyu Sentosa, Mengenal Jakarta Islamic Index, http://www.yarsi.ac.id/web- directory/kolom-dosen/70-fakultas-ekonomi/222-mengenal-indeks-harga-saham-dan-jakarta- islamic-index.html, diakses pada tanggal 30 Desember 2010.

(3)

filter syariah terlebih dahulu. Berdasarkan arahan PT DIM, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar saham-saham tersebut dapat masuk ke JII. Yaitu:

1. Emiten tidak menjalankan usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.

2. Bukan lembaga keuangan konvensional yang menerapkan sistem riba, termasuk perbankan dan asuransi konvensional.

3. Usaha yang dilakukan bukan memproduksi, mendistribusikan, dan memperdagangkan makanan atau minuman yang haram. Keempat, tidak menjalankan usaha memproduksi, mendistribusikan, dan menyediakan barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat58.

B. Saham Jakarta Islamic Index (JII) yang listed selama periode 2011-2014 1. PT XL Axiata Tbk. (EXCL)

PT XL Axiata Tbk (“Perseroan”) yang sebelumnya bernama PT Excelcomindo Pratama Tbk, pertama kali didirikan dengan nama PT Grahametropolitan Lestari. Perseroan berkedudukan hukum di Jakarta dan didirikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 55 tanggal 6 Oktober 1989, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 79 tanggal 17 Januari 1991. Keduanya dibuat di hadapan Rachmat Santoso, S.H., Notaris di Jakarta. Akta-akta tersebut memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat

58 Rheza Andhika P. http://economy.okezone.com/read /2010/05/31/320/337930/320/

kriteria-emiten-masuk-jakarta-islamic-index, Diakses pada tanggal 30Desember 2010.

(4)

Keputusan Menteri No. C2-515.HT.01.01.TH.91 pada tanggal 19 Februari 1991, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.

670/Not/1991/PN.JKT.SEL dan No. 671/Not/1991/PN.JKT.SEL, tanggal 21 Agustus 1991, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90, Tambahan No. 4070, tanggal 8 November 1991.

Sesuai dengan Anggaran Dasar, tujuan Perseroan adalah melakukan kegiatan dalam usaha penyelenggaraan jasa telekomunikasi dan/

atau jaringan telekomunikasi dan/ atau multimedia. Perseroan memulai operasi komersialnya di tahun 1996. Setelah persetujuan Menteri Komunikasi dan Informatika atas permohonan rencana akuisisi atas AXIS yang dilanjutkan dengan penggabungan usaha Perseroan dan AXIS, Menteri Komunikasi dan Informatika mengeluarkan penetapan alokasi spektrum 2G frekuensi GSM900/DCS 1800 dan spektrum 3G frekuensi IMT-2000.59 2. PT. International Nickel Indonesia Tbk. (INCO)

PT Inco menghasilkan nikel dalam matte, yaitu produk setengah jadi yang diolah dari bijih laterit di fasilitas pertambangan dan pengolahan terpadu dekat Sorowako, Sulawesi. Seluruh produksi PT Inco dijual dalam Dolar Amerika Serikat berdasarkan kontrak-kontrak jangka panjang untuk dimurnikan di Jepang. Kelebihan daya saing PT Inco terletak pada cadangan bijih yang berlimpah, tenaga kerja terampil dan terlatih, pembangkit listrik tenaga air berbiaya rendah, fasilitas produksi modern dan pasar terjamin untuk produknya.

59 www.idx.com

(5)

Sebanyak 58,73% saham Perseroan dimiliki oleh Vale Inco dari Kanada, satu produsen nikel terkemuka di dunia dan 20,09 persen oleh Sumitomo Metal Mining Co.,Ltd., Jepang, sebuah perusahaan tambang dan peleburan penting. Selain itu 20,14 persen saham PT Inco dimiliki publik dan selebihnya oleh empat perusahaan Jepang lain.

Selama lebih dari tiga dasawarsa sejak penandatanganan Kontrak Karya dengan Pemerintah Indonesia pada tahun 1968, Perseroan telah menyediakan lapangan kerja terampil, mewujudkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah operasinya, menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham dan memberi sumbangan positif terhadap ekonomi Indonesia60.

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF)

Perusahaan ini didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 14

Agustus 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma, berdasarkan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 228. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2 2915.HT.01.01.Th’91 tanggal 12 Juli 1991, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 12 Tambahan No. 611 tanggal 11 Februari 1992. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir dimuat dalam Akta Notaris Benny Kristianto, S.H. No. 47 tanggal 26 Mei 2009 mengenai perubahan masa jabatan anggota Direksi dan Dewan

60 PT. Inco Indonesia, http://www.pt-inco.co.id/new/profil.php, (Diakses pada tanggal 30 Desember 2010)

(6)

Komisaris dan telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-07948 tanggal 15 Juni 2009, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 74 Tambahan No. 739 tanggal 15 September 2009.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain terdiri dari mendirikan dan menjalankan industri makanan olahan, bumbu penyedap, minuman ringan, kemasan, minyak goreng, penggilingan biji gandum dan pembuatan tekstil karung terigu. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 27, Jl. Jend.

Sudirman Kav. 76 – 78, Jakarta, Indonesia, sedangkan pabrik dan perkebunan Perusahaan dan Entitas Anak berlokasi di berbagai tempat di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.

Pada bulan Mei 2012, Perusahaan menawarkan kepada masyarakat obligasi tanpa hak konversi dengan tingkat bunga tetap, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 2.000.000. Dan pada bulan Juni 2014, Perusahaan kembali menawarkan dengan nilai nominal yang sama.61

4. PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP)

PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Adalah salah satu produsen semen di Indonesia. Indocement merupakan produsen terbesar kedua di

61www.idx.com

(7)

Indonesia, perusahaan ini didirikan tahun 1985 yang merupakan hasil penggabungan 6 perusahaan yang menghasilkan sebuah perusahaan semen dengan delapan panrik sejak 1975. produksi semen Indocement bisa mencapai total sekitar16.5 juta ton per tahun. Indocement memiliki 12 pabrik, sembilan diantaranya berada di Citeureup, kabupaten Bogor jawaw barat. Dua berada di cirebon, jawa barat dan satunya di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Produk utama Indocement adalah semen tipe ordinary portland cement disingkat OPC dan pozzolan portland cement disingkat PPC yang kemudian diganti dengan portland composite cement disingkat PCC sejak 2005. indocement juga memproduksi semen jenis lain misalnya, portland cement type II dan type V serta Oil Well Cement, Indocement juga merupakan satu-satunya produsen semen jenis semen putih (white Cement) di Indonesia.

Tahun 2001, Heidelberg Cement Group yang berbasis di Jerman dan merupakan produsen utama di dunia dengan pabrik di lebih dari 50 negara mengambil alih kepemilikan mayoritas saham di Indonesia. Sejak itu perusahaan difokuskan untuk mengembalikan ketahanan finansial yang hilang sejak krisis Asia, saham Indocement memiliki lebih dari 6000 karyawan.

Per Juli 2008, mayoritas kepemilikan saham Indocemen dipegang oleh Heidelberg Cement AG (jerman) sebesar 65.14%, PT. Mekar Perkasa

(8)

sebesar 13.03% dan publik sebesar 21.83%. Semen yang dipasarkan adalah semen dengan merek Tiga Roda62.

5. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

Untuk mendukung gerak pertumbuhan ekonomi, Indonesia membutuhkan jaringan jalan yang handal. PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah republik Indonesia No. 04 tahun 1978 tentang Penyertaan Modal Negara republik Indonesia dalam pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di bidang pengelolaan, pemeliharaan dan pengadaan jaringan jalan tol, serta ketentuan-ketentuan pengusahaannya (Lembaran Negara republik Indonesia No. 04 tahun 1978 juncto surat keputusan Menteri keuangan republik Indonesia No. 90/kMk.06/1978 tentang Penetapan Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT Jasa Marga tanggal 27 Februari 1978).

Perseroan didirikan berdasarkan akta No. 1 tanggal 01 Maret 1978, dengan nama, “PT Jasa Marga (Indonesia Highway Corporation)”, yang kemudian diubah berdasarkan akta No. 187 tanggal 19 Mei 1981 dan nama Perseroan diubah menjadi “PT Jasa Marga (Persero)”, keduanya dibuat dihadapan kartini Muljadi, SH., pada saat itu Notaris di Jakarta.anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan anggaran Dasar terakhir telah diumumkan dalam Tambahan No. 27404 dari berita Negara republik Indonesia tanggal 12 Desember 2008 No. 100 dan terakhir diubah dengan akta Pernyataan keputusan rapat No. 33 tanggal 05 april

62 Indocement Tunggal Perkasa,

http://id.wikipedia.org/wiki/Indocement_Tunggal_Prakarsa, (Diakses pada tanggal 2 Januari 2011).

(9)

2011 yang dibuat dihadapan Notaris Ny. Poerbaningsih adi Wasito, SH., Notaris di Jakarta sebagaimana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia republik Indonesia dengan keputusannya No. aHU- 20228.aH.01.02

6. PT. Kalbe Farma Tbk. (KLBF)

Kalbe didirikan dalam rangka Undang-undang R.I. No. 6 tahun 1968 sebagaimana diubah dengan Undang-undang R.I. No. 12 tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan akta Pendirian No. 3, tanggal 10 September 1966, dibuat di hadapan R. Imam Soesetyo Prawirokoesoemo, pada waktu itu Wakil Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. J.A.5/72/23, tanggal 12 September 1967 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 234, Berita Negara Republik Indonesia No. 102, tanggal 22 Desember 1967. Pada tahun 1991, Kalbe melakukan Penawaran umum perdana sejumlah 10.000.000 saham kepada masyarakat yang kemudian dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Pada tahun 1994, Kalbe kembali membagikan 75.600.000 saham bonus dan 32.400.000 dividen saham kepada para pemegang sahamnya yang dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya masing- masing pada tanggal 18 Juli 1994 dan 15 Juli 1994. Pada tanggal 6 Desember 2000, Kalbe kembali memberikan 1.900.800 saham bonus kepada para pemegang sahamnya. Kalbe kemudian melakukan perubahan nilai

(10)

nominal saham (stock split) dari Rp1.000,00 menjadi Rp500,00 pada tahun 1996 dan dari Rp500,00 menjadi Rp100,00 per saham pada tahun 199963. 7. PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. (PTBA)

Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama, yaitu di Tambang Air Laya. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940, sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938.

Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air, para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Pada 1950, Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).

Pada 1981, PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk, yang selanjutnya disebut Perseroan. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia, pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan.

esuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional, pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket

63 Kalbe Farma, http://www.kalbe.co.id/,(Diakses pada tanggal 2 Januari 2011).

(11)

batubara. Pada 23 Desember 2002, Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”64.

8. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM)

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.(TELKOM) merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi (infokom) serta penyedia jasadan jaringan telekomunikasi secara lengkap (ful service and network provider) yang terbesar di Indonesia. TELKOM (yang selanjutnya

disebut juga perseroan atau perusahaan) menyediakan jasa telepon tidak bergerak kabel (fixed wire line), jasa telepon jasa tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (celluler)., data dan internet, network serta interkoneksi baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi.

Sampai dengan 31 Desember 2007 jumlah pelanggan telkom sebanyak 63.0 juta pelanggan yang terdiri dari pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah 6.7 juta, pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel sejumlah 6.4 juta pelanggan dan 47.9 juta pelanggan jasa telepon bergerak.

Pertumbuhan jumlah pelanggan TELKOM di tahun 2007 sebanyak 29.9

%65.

9. PT. Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang

64 PT. Bukit Asam, http://id.wikipedia.org/wiki/PT_Bukit_Asam#Sejarah_Perusahaan, diakses pada tanggal 30 Desember 2010)

65 Telekomunikasi Indonesia, http://www.telkom.co.id/, (Diakses pada tanggal 2 Januari 2011).

(12)

dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934. Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39. Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI- 009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 198166.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 13 Juni 2000, yang diaktakan dengan akta No. 82 tanggal 14 Juni 2000 dari notaris Singgih Susilo, S.H., Perseroan juga bertindak sebagai distributor utama untuk produk-produk Perseroan dan penyedia jasa penelitian pemasaran. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang- undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-18482 HT.01.04-TH.2000.

66 Unilever Indonesia, http://www.unilever.com/, (Diakses pada tanggal 2 Januari 2011).

(13)

Tabel 3.1

Data PER, EPS, ROA, DER dan Harga Saham masing-masing Perusahaan Tahun 2011-2014

Tahun Saham PER EPS ROA DER Harga Saham

2011

EXCL 13.62 332.23 9.08 1.28 4525

INCO 10.51 304.60 13.78 0.37 3200

INDF 16.22 350.46 9.13 0.70 4600

INTP 17.43 977.10 19.84 0.15 17050

JSMR 21.61 196.98 6.15 1.32 4200

KLBF 22.43 145.95 18.41 0.27 680

PTBA 12.95 1339.26 26.84 0.41 17350

TLKM 9.18 543.90 15.01 0.69 1410

UNVR 34.45 545.66 39.73 1.85 18800

2012

EXCL 17.17 324.25 7.80 1.31 5700

INCO 38.48 65.68 2.89 0.36 2350

INDF 10.54 371.41 8.06 0.74 5850

INTP 17.35 1293.15 20.93 0.17 22450

JSMR 24.12 235.60 6.20 1.53 5450

KLBF 30.38 28.45 18.85 0.28 1060

PTBA 15.33 1258.66 22.86 0.50 15100

TLKM 9.92 637.40 16.49 0.66 1810

UNVR 32.87 634.24 40.38 2.02 20850

2013

EXCL 42.97 121.02 2.56 1.63 5200

INCO 55.52 47.73 1.69 0.33 2650

INDF 23.14 285.16 4.38 1.04 6600

INTP 14.69 1361.02 18.84 0.16 20000

JSMR 24.04 196.52 4.36 1.61 4725

KLBF 30.53 37.80 17.41 0.33 1250

PTBA 12.87 792.55 15.88 0.55 10200

(14)

Tahun Saham PER EPS ROA DER Harga Saham

TLKM 15.26 140.92 15.66 0.65 2150

UNVR 37.06 701.52 71.51 2.14 26000

2014

EXCL -34.55 -104.41 -1.40 3.56 4865

INCO 16.97 160.21 5.49 0.29 3625

INDF 14.67 345.01 4.62 1.11 6750

INTP 18.57 1009.52 14.09 0.13 25000

JSMR 34.16 206.39 3.80 1.79 7050

KLBF 43.27 31.71 12.70 0.30 1830

PTBA 13.65 87.02 13.63 0.71 12500

TLKM 18.92 113.55 11.77 0.71 2865

UNVR 45.65 530.66 26.69 1.77 32300

Referensi

Dokumen terkait

23 37,300,000.00 24 APBD II JAN – DES 2017 24,300,000.00 25 APBD II JAN – DES 2017 13,000,000.00 26 APBD II JAN – DES 2017 2,006,090,000.00 APBD II

utama ialah hak untuk tidak diperbudak, serta ketentuan Pasal 28D Undang-Undang Dasar 1945 bahwa setiap orang berhak untuk mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan

Pajak masukan adalah pajak pertambahan nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh pengusaha perolehan barang kena pajak dan atau pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dari

Seluruh Teman Kelas Khusus Program Studi Manajemen Pendidikan Angkatan 2012 Yang Telah Memberikan Bantuan, Motivasi, Dan Pengalaman Terbaik Selama Studi

Data dan foto Barang Tidak Dikuasai Negara tersebut diatas hanya sebagai Panduan Lelang, dan tidak dapat digunakan sebagai dasar atau alasan untuk mengajukan keberatan, klaim,

Hasil analisis sidik ragam pada Lampiran 5a-5d menunjukkan bahwa perlakuan pemberian mulsa tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter jumlah daun.Hal ini

n Hasil interpretasi peta anomali Bouguer daerah Sumatra Selatan yang memperlihatkan anomali tinggi pada umumnya menempati daerah bagian selatan dan barat yang di

skala kabupaten. 20) tugas dan memantau bawahan berkaitan dengan penerimaan, penyampaian informasi berita sandi dan berita-berita lainnya. 21) Membina, membagi tugas dan