• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/PMK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/PMK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 7/PMK.05/2021 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYALURAN DANA PENGADAAN VAKSIN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN

PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DALAM VALUTA ASING

1. Apa pertimbangan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 7/PMK.05/2021 tentang Tata Cara Pembayaran Dan Penyaluran Dana Pengadaan Vaksin Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Dalam Valuta Asing (PMK 7/2021)?

Jawab:

Pertimbangan ditetapkannya PMK 7/2021, yaitu:

a. berdasarkan Peraturan Presiden mengenai pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi untuk penanggulangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dilaksanakan pengadaan vaksin COVID-19 yang pembiayaannya dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

b. pembiayaan pengadaan vaksin COVID-19 sebagaimana dimaksud dalam huruf a, di dalamnya terdapat komponen biaya yang dibayarkan dalam valuta asing kepada supplier di luar negeri;

c. agar pembayaran vaksin COVID-19 dalam valuta asing kepada supplier di luar negeri dapat dilakukan secara efisien dan untuk menjaga kestabilan pasar valuta asing di dalam negeri, perlu mengatur ketentuan mengenai tata cara pembayaran dan penyaluran dana pengadaan vaksin untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dalam valuta asing; dan d. berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004

tentang Perbendaharaan Negara, Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang untuk menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara.

2. Apa dasar hukum ditetapkannya PMK 7/2021?

Jawab:

Dasar hukum ditetapkannya PMK 7/2021, sebagai berikut:

a. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 4355);

c. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 4916);

(2)

2 d. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 4916);

e. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 229, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6267);

f. Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2020 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 98); dan

g. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.01/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1862) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 229/PMK.01/2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.01/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1745);

3. Apa yang dimaksud dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

4. Apa yang dimaksud dengan Pengguna Anggaran (PA) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Pengguna Anggaran (PA) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

5. Apa yang dimaksud dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari Pengguna Anggaran (PA) untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.

(3)

3 6. Apa yang dimaksud dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan PA/KPA dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan APBN.

7. Apa yang dimaksud dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kuasa dari Bendahara Umum Negara (BUN) untuk melaksanakan fungsi Kuasa BUN.

8. Apa yang dimaksud dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN.

9. Apa yang dimaksud dengan Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSM) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk melakukan pengUJ1an atas permintaan pembayaran dan menerbitkan perintah pembayaran.

10. Apa yang dimaksud dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Pengadaan Barang/Jasa) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Pengadaan Barang/Jasa dalam PMK 7/2021 adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa oleh Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang/jasa.

(4)

4 11. Apa yang dimaksud dengan Surat Perintah Membayar (SPM) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Surat Perintah Membayar (SPM) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA.

12. Apa yang dimaksud dengan Pembayaran Langsung (LS) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Pembayaran Langsung (LS) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah pembayaran yang dilakukan langsung kepada Bendahara Pengeluaran/penerima hak lainnya atas dasar kontrak kerja, surat keputusan, surat tugas atau surat perintah kerja lainnya melalui penerbitan SPM- LS.

13. Apa yang dimaksud dengan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara.

14. Apa yang dimaksud dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku kuasa BUN untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM.

15. Apa yang dimaksud dengan Rekening Kas Umum Negara (RKUN) dalam PMK 7/2021?

Jawab:

Rekening Kas Umum Negara (RKUN) yang dimaksud dalam PMK 7/2021 adalah rekening tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku BUN untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada Bank Indonesia.

16. Apa yang diatur dalam PMK 7/2021?

Jawab:

PMK 7/2021 mengatur mengenai tata cara pembayaran dan penyaluran dana dalam valuta asing untuk PKPBJ pengadaan vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang dilakukan oleh penyedia barang/jasa yang berkedudukan di dalam negeri melalui pembelian dari supplier yang berkedudukan di luar negeri.

(5)

5 17. Dari mana sumber pendanaan pengadaan vaksin COVID-19?

Jawab:

Dana pengadaan vaksin COVID-19 bersumber dari APBN yang dialokasikan dalam DIPA.

Dana yang tercantum dalam DIPA merupakan batas tertinggi pengeluaran negara yang tidak dapat dilampaui. Dana yang telah dialokasikan dalam DIPA untuk pembayaran pengadaan vaksin COVID-19 tidak dapat digunakan untuk pembayaran Pengadaan Barang/Jasa lainnya.

18. Dalam dokumen apa pengadaan vaksin COVID-19 dituangkan, dan bagaimana ketentuan pembayaran pengadaan vaksin COVID-19?

Jawab:

Pengadaan vaksin COVID-19 dituangkan dalam PKPBJ. Dalam PKPBJ dimaksud, selain mencantumkan ketentuan pembayaran dalam Rupiah, dicantumkan ketentuan pembayaran dalam valuta asing kepada penyedia barang/jasa.

KPA/PPK memperhatikan pagu DIPA sebelum membuat PKPBJ dengan pihak penyedia barang/jasa. Dalam hal pagu pada DIPA tidak mencukupi untuk membayar pengadaan vaksin COVID-19, dilakukan revisi DIPA sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara revisi anggaran.

19. Bagaimana ketentuan pembayaran PKPBJ dalam valuta asing?

Jawab:

Pembayaran atas PKPBJ dalam valuta asing dilakukan setelah barang/jasa diterima. Dalam hal dipersyaratkan oleh penyedia barang/jasa, pembayaran sebagian atau seluruhnya atas PKPBJ dalam valuta asing dapat dilakukan sebelum barang/jasa diterima.

20. Bagaimana ketentuan pembayaran PKPBJ dalam valuta asing yang dilakukan dilakukan sebelum barang/jasa diterima?

Jawab:

Pembayaran PKPBJ dalam valuta asing yang dilakukan sebelum barang/jasa diterima dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyampaikan jaminan atas uang pembayaran yang akan dilakukan. Ketentuan mengenai bentuk jaminan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai mekanisme pelaksanaan anggaran belanja atas beban APBN dalam penanganan pandemi COVID-19.

Ketentuan mengenai persyaratan jaminan, pengujian dan penatausahaan kontrak/wanprestasi, serta jaminan, pemutusan dan klaim jaminan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara pembayaran atas beban APBN sebelum barang/jasa diterima.

(6)

6 21. Bagaimana mekanisme pembayaran PKPBJ dalam valuta asing?

Jawab:

Pembayaran atas PKPBJ dalam valuta asing dilakukan dengan mekanisme LS dari RKUN ke rekening penyedia barang/jasa yang berkedudukan di dalam negeri. Rekening penyedia barang/jasa merupakan rekening dalam valuta asing yang dibuka di bank umum dalam negeri.

Pembayaran atas PKPBJ dilakukan sesuai dengan tahapan yang tercantum dalam PKPBJ.

22. Bagaimana pengajuan tagihan pembayaran PKPBJ dalam valuta asing?

Jawab:

Pembayaran PKPBJ dalam valuta asing, dilakukan dengan cara sebagai berikut.

a. Penyedia barang/jasa mengajukan tagihan kepada PPK berdasarkan bukti-bukti yang sah, pengajuan tagihan dilakukan dalam valuta asing.

b. PPK melakukan pengujian terhadap tagihan dari penyedia barang/jasa. Dalam hal tagihan memenuhi syarat, PPK menerbitkan SPP-LS dalam valuta asing dan menyampaikannya kepada PPSPM.

c. PPSPM melakukan pengujian terhadap SPP-LS. Dalam hal SPP-LS telah memenuhi syarat, PPSPM menerbitkan SPM-LS dalam valuta asing.

d. PPSPM mengajukan SPM-LS ke KPPN, SPM-LS yang diajukan ke KPPN digunakan sebagai dasar penerbitan SP2D.

e. KPPN melakukan pengujian terhadap SPM-LS, dalam hal SPM-LS telah memenuhi syarat, KPPN menerbitkan SP2D dalam valuta asing.

23. Bagaimana tata cara penerbitan SPP-LS, SPM-LS, dan SP2D dalam valuta asing?

Jawab:

Tata cara penerbitan SPP-LS, SPM-LS, dan SP2D dalam valuta asing dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN.

24. Bagaimana penyaluran dana atas penerbitan SP2D dalam valuta asing dilakukan?

Jawab:

Penyaluran dana atas penerbitan SP2D dalam valuta asing dilakukan melalui pemindahbukuan dari rekening operasional dalam valuta asing milik Pemerintah di Bank Indonesia ke rekening valuta asing milik penyedia barang/jasa. Paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah dana diterima di rekening, penyedia barang/jasa harus melakukan pembayaran kepada supplier di luar negeri dengan melaksanakan pemindahbukuan ke rekening supplier di luar negeri.

(7)

7 25. Bagaimana ketentuan pembayaran PKPBJ pada akhir tahun?

Jawab:

Pembayaran PKPBJ pada akhir tahun dapat dilakukan sebelum pekerjaan selesai dilaksanakan. Pembayaran PKPBJ dilakukan setelah penyedia barang/jasa menyampaikan jaminan atas uang pembayaran yang akan dilakukan. Tata cara pembayaran PKPBJ pada akhir tahun dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai pedoman pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara pada akhir tahun anggaran.

26. Bagiamana PA/KPA melakukan akuntansi dan pelaporan pengadaan vaksin COVID-19?

Jawab:

PA/KPA melakukan akuntansi dan pelaporan keuangan atas seluruh transaksi dalam pengadaan vaksin COVID-19 serta melakukan pengungkapan yang memadai dalam catatan atas laporan keuangan. Akuntansi dan pelaporan keuangan disajikan dalam laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

27. Siapa yang berwenang melakukan pengendalian internal atas pelaksanaan anggaran belanja dalam pengadaan vaksin COVID-19?

Jawab:

Menteri/Pimpinan Lembaga berwenang melakukan pengendalian internal atas pelaksanaan anggaran belanja dalam pengadaan vaksin COVID-19 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

28. Kapan PMK 7/2021 mulai berlaku?

Jawab:

PMK 7/2021 mulai berlaku sejak tanggal 28 Januari 2021.

Referensi

Dokumen terkait

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

bahwa dalam rangka pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2003, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 591 / PMK.010/2004 tentang Program

 Pencabutan Pasal 7, 8, 9 PMK.No.18/PMK.07/2017 Tentang Konversi Penyaluran DBH Dan/Atau DAU Dalam Bentuk Nontunai dan Lampiran yang mengatur mengenai format Perkiraan Belanja

KESATU : Menetapkan pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bagi anak usia 6 (enam) sampai dengan 11 (sebelas) tahun dengan menggunakan vaksin COVID-19 Bio

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 116/PMK.02/2016 tentang Tata Cara Penyediaan Anggaran, Penghitungan, Pembayaran, dan Pertanggungjawaban Dana

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8/PMK.03/2021 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN, PENYETORAN, DAN PELAPORAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAU PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengadaan Vaksin dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) (Berita

Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 COVID-19 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020