Penataan Arsip aktif belum tertata sesuai dengan kaidah kearsipan
Kurangnya peran Arsiparis di lingkungan Unit Organisasi/Unit Kementerian Kementerian PUPR
Kurangnya pemahaman tentang penggunaan Jadwal
Retensi Arsip (JRA) dalam proses penyusutan arsip
Kondisi tempat dan ruang penyimpanan arsip tidak layak.
“kurang paham - kurang peduli – enggan”
terhadap hal terkait pengolahan arsip.
PENGERTIAN ARSIP
(Berdasarkan Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan)
Arsip:
Rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kearsipan:
Hal-hal yang berkenaan dengan
arsip
1. PEDOMAN TATA NASKAH
DINAS
2. PEDOMAN KLASIFIKASI ARSIP
3. PEDOMAN JADWAL RETENSI ARSIP
4.PEDOMAN KLASIFIKASI KEAMANAN & AKSES ARSIP INSTRUMEN SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS
JARINGAN INFORMASI KEARSIPAN NASIONAL (ANRI)
SIMPUL JARINGAN INFORMASI KEARSIPAN (TNDE & SKE KEMENTERIAN PUPR)
SISTEM INFORMASI KEARSIPAN NASIONAL (ANRI) SISTEM KEARSIPAN NASIONAL (ANRI)
PENYELENGGARAAN SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KEMENTERIAN PUPR
(Permen PUPR No.23/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaran Arsip Dinamis Kementerian PUPR
PENGELOLAAN ARSIP
( UU 43/2009 Tentang Kearsipan)
Pengelolaan arsip dinamis Tanggung jawab pencipta arsip Kementerian PUPR
Pengelolaan arsip statis Tanggung jawab lembaga
kearsipan/ANRI
Arsip Aktif
Arsip yang frekuensi penggunaannya tinggi dan/atau terus menerus
Arsip Inaktif
Arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun
Arsip Vital
Arsip yang keberadaannya merupakan persyaratan dasar bagi kelangsungan operasional pencipta arsip, tidak dapat
diperbaharui, dan tidak tergantikan
UNIT ORGANISASI ES.I A N R I
PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KEARSIPAN
BIRO UMUM / UNIT KEARSIPAN KEMENTERIAN
NASIONAL
KEMENTERIAN PUPR
UNIT KERJA / SATUAN KERJA (Es.II)
UNIT KERJA ES. III & IV
1 • Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Arsip Dinamis Kementerian
2 • Pengelolaan Arsip Dinamis
3 • Penyusutan Arsip
4 • Prasarana dan Sarana Pengelolaan Arsip
5 • Sumber Daya Manusia Kearsipan
6 • Pendanaan Penyelenggaraan dan Pengelolaan Arsip; dan
LINGKUP PENGATURAN PERMEN 23/PRT/M/2016 TENTANG
PENYELENGGARAAN ARSIP DINAMIS KEMENTERIAN PUPR (pasal 3)
Pasal 4
Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Arsip Dinamis Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilakukan untuk menyelenggarakan kearsipan secara komprehensif dan terpadu melalui pembangunan SKK.
Pasal 5
Pembangunan SKK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dilaksanakan oleh Unit Kearsipan Kementerian (UKK).
Pasal 6
Pembangunan SKK oleh UKK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi:
a. Penyusunan Bahan Norma Standar Pedoman Kriteria (NSPK) Kearsipan.
b. Diseminasi, Sosialisasi, Pembinaan, Pemantauan dan Pengendalian kepada Unit Kearsipan Organisasi Eselon I (UKO), Unit Kerja Pengolah (UKP), dan Unit Satuan Kerja Pengolah (USKP).
c. Pembangunan Sistem Informasi Kearsipan Kementerian (SIKK) dan Pembentukan Jaringan Informasi Keasipan Kementerian (JIKK); dan
d. Koordinasi, Pembinaan, Pemantauan, dan Pengendalian Pelaksanaan
USKP
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
MENTERI PUPR PENGARAH UKK
-IRJEN -DIRJEN -KABA PEMBINA UKO - SESITJEN
- SESDITJEN - SESBA
PELAKSANA PEMBINA UKO & UKP
PEMBINA UKK & UKO SEKRETARIS
JENDERAL
- KARO UMUM
PELAKSANA PEMBINA UKK &
UKP
PENGORGANISASIAN UKK / UKO / UKP / USKP KEMENTERIAN PUPR
(Peraturan Menteri PUPR Nomor 23/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan Arsip Dinamis Kementerian PUPR)
KABAG ADMINISTRASI PERKANTORAN PELAKSANA UKK
KASUBBAG KEARSIPAN KABAG TU / UMUM
PELAKSANA UKO&UKP
KASUBBAG TU / UMUM TU UKO & UKP
UNIT KEARSIPAN KEMENTERIAN PUPR
STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KEMENTERIAN PUPR
(Peraturan Menteri PUPR Nomor 23/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan Arsip Dinamis Kementerian PUPR)
DIRJEN SUMBER DAYA
MENTERI PUPR
DIRJEN BINA MARGA
USKP
PEMBINA UKO PEMBINA UKO
DIRJEN CIPTA KARYA
PEMBINA UKO PEMBINA UKK&UKO PEMBINA UKO PENGARAH UKK
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
USKP
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
USKP
DIRJEN BINA KONSTRUKSI PEMBINA UKO SEKRETARIS
JENDERAL
DIRJEN PENYEDIAAN PERUMAHAN
USKP
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
USKP
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
USKP PIMPINAN UKP
DIRJEN PEMBIAYAAN PERUMAHAN
PEMBINA UKO
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
INSPEKTUR JENDERAL PEMBINA UKO
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
KABA. PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH
PEMBINA UKO
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
KA.BALITBANG PEMBINA UKO
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
KABA.
PENGEMBANGAN SDM
PEMBINA UKO
UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
UNIT KERJA ESL. II
Pasal 16
(1) UKK sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 berada pada Sekretariat Jenderal.
(2) UKK dipimpin oleh Sekretaris Jenderal
(3) Pelaksana UKK dipimpin oleh Kepala Biro Umum
(4) Pelaksana UKK dilaksanakan oleh Kepala Bagian Administrasi Perkantoran
(5) Tata Usaha Unit Kearsipan dilaksanakan oleh Kepala Sub
Bagian Kearsipan
Pasal 17
(1) UKO sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 berada pada Sekretariat Unit Organisasi.
(2) UKO dipimpin oleh Pimpinan UKO.
(3) Pelaksana Pembina UKO dipimpin oleh Sekretaris UKO.
(4) Pelaksana UKO dilaksanakan oleh Kepala Bagian yang salah satu tugas dan fungsinya menangani kearsipan.
(5) Tata Usaha UKO dilaksanakan oleh Kepala Sub Bagian yang
salah satu tugas dan fungsinya menangani kearsipan.
Pasal 18
(1) UKP sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 berada pada Unit Kerja Eselon II.
(2) UKP dipimpin oleh Pimpinan Unit Kerja.
(3) Pelaksana UKP dilaksanakan oleh Kepala Bagian Umum/TU.
(4) Tata Usaha UKP dilaksanakan oleh Kepala Sub
Bagian/TU/Umum.
Pasal 19
(1) USKP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 berada pada Unit Satuan Kerja yang memiliki tugas dan fungsi dalam melaksanakan kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
(2) USKP dipimpin oleh Kepala Satuan Kerja.
(3) Pelaksana USKP dilaksanakan oleh PPK.
(4) Tata Usaha USKP dilaksanakan oleh Asisten Satuan Kerja
yang memiliki urusan TU/Umum/RTA.
• Meliputi kegiatan: penciptaan arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip, penyusutan arsip (Pasal 24).
• Pengelolaan arsip dilaksanakan berdasarkan
pada pedoman Tata Naskah Dinas, Pedoman
Klasifikasi Arsip, Pedoman Sistem Klasifikasi
Keamanan dan Akses Arsip (Pasal 25).
PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS
Permen 23/PRT/M/2016, pasal 24
Survei / Inventarisasi arsip
Penilaian arsip
Jadwal retensi
Pemindahan arsip inaktif
Pemusnahan
Penyerahan arsip Statis ke ANRI
TATA NASKAH DINAS
TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK
Meliputi kegiatan: penciptaan arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip, penyusutan
arsip.
Pengelolaan Arsip (Permen PUPR No. 23/PRT/M/2016, Pasal 25), meliputi:
Pedoman Tata Naskah Dinas
Digunakan sebagai dasar penciptaan arsip agar memenuhi syarat Autentisitas & Realibilitas.
Pedoman Klasifikasi Arsip
Utk mengelompokkan arsip sebagai satu keutuhan informasi yang dibuat.
Pedoman Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Utk menentukan keterbukaan /kerahasiaan arsip dalam rangka
penggunaan fisik arsip & informasi nya (SR/R/T/B).
Pasal 43
(1) Pemeliharaan arsip vital menjadi satu kesatuan dengan sistem pengelolaan arsip aktif.
(2) Pemeliharaan arsip vital dilaksanakan berdasarkan program dan pengelolaan arsip vital.
(3) Program arsip vital sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi:
a. Identifikasi;
b. Pelindungan dan pengamanan; dan c. Penyelamatan dan pemulihan.
(4) Pelaksanaan program arsip vital dilaksanakan dalam satu kesatuan sistem pencegahan dan penanggulangan bencana.
(5) Pemeliharaan arsip vital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi
tanggung jawab pimpinan UKP dan/atau USKP
Pasal 47
Arsip terjaga meliputi arsip yang dihasilkan dari kegiatan yang berkaitan dengan:
a. Kependudukan;
b. Kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. Kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
d. Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
e. Perjanjian Internasional f. Kontrak Karya; dan
g. Masalah Pemerintah Strategis Lainnya.
Tangungjawab:
Memelihara, melindungi dan menyelamatkan arsip dinamis yang
termasuk dalam kategori arsip terjaga
Pimpinan USKP
Pimpinan UKP
Pimpinan
UKO
Pimpinan UKK
Pasal 49
(1) Pelindungan dan penyelamatan Arsip Vital dan Arsip Terjaga sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (2) dan ayat (4) serta pasal 47 dimaksudkan untuk mencegah tindak kriminal, kejahatan yang mengandung unsur sabotase, spionase, dan terorisme, serta kejahatan penghilangan arsip vital dan arsip terjaga lainnya.
(2) Pelindungan dan penyelamatan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh UKP dan/atau USKP, UKO, dan UKK, serta berkoordinasi dengan ANRI.
(3) Pelindungan dan penyelamatan arsip akibat bencana dilaksanakan oleh UKP dan/atau USKP, UKO, dan UKK, serta berkoordinasi dengan ANRI dan BNPB.
(4) Pelindungan dan penyelamatan arsip yang tidak dinyatakan sebagai bencana
nasional dilaksanakan oleh UKP dan/atau USKP, UKO dan masing-masing
berkoordinasi dengan ANRI.
Pasal 50
Penyusutan arsip merupakan kegiatan pengurangan jumlah arsip yang meliputi:
a. Pemindahan arsip inaktif dari USKP ke UKP, UKP ke UKO, dan UKO ke UKK;
b. Pemusnahan arsip yang telah habis masa retensinya dan tidak memiliki nilai guna dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan.
c. Penyerahan arsip statis dari UKK ke ANRI.
USKP UNIT KERJA ESL. II PIMPINAN UKP
-IRJEN, -DIRJEN -KABA PEMBINA UKO
- SESITJEN - SESDITJEN - SESBA
PEMBINA UKK & UKO SEKRETARIS
JENDERAL ANRI
ARSIP STATIS - KARO UMUM
PELAKSANA PEMBINA UKK &
UKP
UKK (Unit Kearsipan Kementerian) UKO (Unit Kearsipan Organisasi Eselon I) UKP (Unit Kerja Pengolah)
USKP (Unit Satuan Kerja Pengolah)
Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 39 /KPTS/M/2007
Tanggal : 4 Desember 2007 Tentang : Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum
Hal: 1
DI SATMINAR DI PUSIMPAR
1 3 4 5 6
I H U K U M
1 1 tahun 3 tahun 2 tahun Permanen
setelah diperbaharui
2 1 tahun 3 tahun 2 tahun Permanen
setelah diperbaharui
3 1 tahun 3 tahun 2 tahun Permanen
setelah diperbaharui
4 1 tahun 3 tahun 2 tahun Permanen
setelah diperbaharui
5 1 tahun 3 tahun 2 tahun Dinilai Kembali
setelah diperbaharui
6 1 tahun 3 tahun 2 tahun Permanen
setelah diperbaharui AKTIF
NO KETERANGAN
Rancangan Undang-undang atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang di bidang Pekerjaan Umum, termasuk naskah akademik, rancangan awal sampai dengan rancangan akhir dan telaah hukum.
Rancangan Peraturan Pemerintah di bidang Pekerjaan Umum, termasuk naskah akademik, rancangan awal sampai dengan rancangan akhir dan telaah hukum.
Rancangan Peraturan/Keputusan/Instruksi Presiden di bidang Pekerjaan Umum, termasuk naskah akademik, rancangan awal sampai dengan rancangan akhir dan telaah hukum.
Peraturan / Keputusan / Instruksi / Surat Edaran / Surat Perintah Menteri, termasuk rancangan awal sampai dengan rancangan akhir dan telaah hukum
Keputusan / Surat Edaran / Instruksi / Surat Perintah / Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal dan Kepala Badan, termasuk rancangan awal sampai dengan rancangan akhir dan telaah hukum.
Standar / Pedoman / Prosedur Kerja / Petunjuk Pelaksanaan / Petunjuk Teknis di bidang Pekerjaan Umum termasuk rancangan awal sampai dengan
JANGKA WAKTU PENYIMPANAN ( R E T E N S I )
IN AKTIF J E N I S A R S I P
2
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM JADWAL RETENSI ARSIP FASILITATIF
Contoh JRA Fasilitatif Hukum (HK):
DI SATMINAR DI PUSIMPAR
1 3 4 5 6
V K E P E G A W A I A N
1 Formasi Pegawai
a. Usulan dari unit kerja 2 tahun, setelah tahun anggaran 2 tahun - Musnah
b. Usulan permintaan formasi pegawai 2 tahun, setelah tahun anggaran 3 tahun - Musnah
c. Persetujuan Menpan 2 tahun, setelah tahun anggaran 3 tahun - Musnah
d. SK Penetapan Formasi 2 tahun, setelah tahun anggaran 3 tahun - Musnah
2 Penerimaan Pegawai:
a. Proses Penerimaan Pegawai meliputi: 2 tahun, setelah semua diangkat 2 tahun - Musnah
1) Pengumuman 2) Seleksi administrasi 3) Pemanggilan peserta test 4) Pelaksanaan ujian tertulis 5) Keputusan hasil ujian tertulis 6) Wawancara
b. Penetapan Pengumuman Kelulusan 2 tahun - Musnah
c. Berkas Lamaran yang tidak diterima 1 tahun, setelah tahun anggaran - - Musnah
d. Nota Usul dan Kelengkapan Penetapan NIP - - -
J E N I S A R S I P
2
JANGKA WAKTU PENYIMPANAN
KETERANGAN ( R E T E N S I )
AKTIF IN AKTIF
NO
Masuk berkas perseorangan 2 tahun, setelah semua
diangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Contoh JRA Fasilitatif Kepegawaian (KP):
DI SATMINAR DI PUSIMPAR
1 3 4 5 6
B PENYUSUNAN ANGGARAN
1 Ketetapan pagu indikatif/Pagu Sementara -
2 Ketetapan pagu definitif 1 tahun
3 Rencana Kerja Anggaran (RKA) Lembaga Negara Badan Pemerintah 2 tahun
(LNBP)
4 1 tahun
5 1 tahun
6 Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2 tahun
C PELAKSANAAN ANGGARAN
1 Pendapatan
a. Surat Setoran Pajak (SSP) 7 tahun 2 tahun Dinilai kembali
b. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) 7 tahun 2 tahun Dinilai kembali
c. Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 7 tahun 2 tahun Dinilai kembali
1 tahun setelah tahun anggaran berakhir
3 tahun 1 tahun setelah tahun anggaran
berakhir
3 tahun
1 tahun setelah UU LKPP diundangkan
NO J E N I S A R S I P
JANGKA WAKTU PENYIMPANAN
KETERANGAN ( R E T E N S I )
AKTIF IN AKTIF
2
Permanen Dinilai Kembali
Musnah
Permanen
1 tahun setelah tahun anggaran berakhir
7 tahun Dinilai Kembali
4 tahun
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dan revisinya
1 tahun setelah tahun anggaran berakhir
1 tahun setelah UU LKPP diundangkan Ketentuan/peraturan yang menyangkut Pelaksanaan, Penatausahaan, dan
Pertanggungjawaban Anggaran
1 tahun setelah UU LKPP diundangkan
7 tahun Dinilai Kembali
1 tahun setelah UU LKPP diundangkan
3 tahun 1 tahun setelah diperbaharui
Contoh JRA Fasilitatif Keuangan (KU):
DI SATMINAR DI PUSIMPAR
1 3 4 5 6
X PENDIDIDIKAN DAN PELATIHAN
1 Standar kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat)
a. Standar kompetensi pengajar dan peserta Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 1 tahun Permanen
b. Kurikulum Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 1 tahun Permanen
c. Silabus Sampai dengan diperbaharui 2 tahun - Musnah
d. Pedoman penyelenggaraan diklat Sampai dengan diperbaharui 4 tahun - Dinilai Kembali
2 Perencanaan/program diklat
a. Inventarisasi dan analisa kebutuhan diklat 1 tahun - - Musnah
b. Program diklat 1 tahun 4 tahun - Musnah
3 Penyelenggaraan diklat
2 tahun 3 tahun - Musnah
a. Diklat Penjenjangan 1) Prajabatan 2) Diklat Pimpinan b. Diklat fungsional
c. Diklat teknis/peningkatan kompetensi
4 Administrasi kediklatan - - -
a. Buku induk peserta diklat
2
KETERANGAN ( R E T E N S I )
AKTIF IN AKTIF
NO J E N I S A R S I P
JANGKA WAKTU PENYIMPANAN
Disimpan selamanya di Unit Diklat
Berkas penyelenggaraan diklat mulai dari penentuan peserta pendidikan dan latihan, daftar peserta, daftar hadir, daftar pengajar, dan penilaian diklat yang meliputi :
Contoh JRA Fasilitatif Pendidikan dan Pelatihan (PD):
DI SATMINAR DI PUSIMPAR
1 3 4 5 6
I SUMBER DAYA AIR
1 Kebijakan dan Strategi
a. Pola dan Rencana Induk Pengelolaan Sumber Daya Air setelah diperbaharui 3 tahun 2 tahun Permanen
b. Sistem Hidrologi setelah diperbaharui 3 tahun 2 tahun Permanen
2 Data dan Informasi Sumber Daya Air Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 1 tahun Dinilai kembali
3 Pembinaan Pengelolaan Sumber Daya Air
a Operasi dan Pemeliharaan Sungai, Danau, dan Waduk
1) 2 tahun 3 tahun - Musnah
2) 2 tahun 3 tahun - Musnah
3) 2 tahun setelah ijin diterbitkan 3 tahun - Dinilai kembali
b Operasi dan Pemeliharaan Irigasi
1) 2 tahun 3 tahun - Musnah
2) 2 tahun 3 tahun - Musnah
3) 2 tahun setelah ijin diterbitkan 3 tahun - Dinilai kembali
NO J E N I S A R S I P
JANGKA WAKTU PENYIMPANAN
KETERANGAN ( R E T E N S I )
AKTIF IN AKTIF
2
Pembinaan dan bantuan teknik kepada provinsi dan kabupaten/kota
Pemantauan dan evaluasi kelayakan operasi sarana dan prasarana sungai, danau, waduk, bendungan dan sistem hidrologi
Rekomendasi teknis perijinan dalam penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan sumber daya air
Pembinaan dan bantuan teknik irigasi kepada provinsi dan kabupaten/
kota
Pemantauan dan evaluasi kelayakan operasi sarana dan prasarana irigasi
Rekomendasi teknis perijinan dalam penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan sistem irigasi
Contoh JRA Substantif Sumber Daya Air :
DI SATMINAR DI PUSIMPAR
1 3 4 5 6
II BINA MARGA
1
a
1) Rencana jangka panjang dan menengah Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 2 tahun Permanen
2) 2 tahun - - Musnah
3) 2 tahun 3 tahun - Dinilai kembali
4) Penyiapan pelaksanaan studi kelayakan 2 tahun 3 tahun - Dinilai kembali
b Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 2 tahun Permanen
c Model kerusakan jalan dan jembatan Sampai dengan diperbaharui 5 tahun - Dinilai kembali
d Kriteria jalan dan jembatan Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 2 tahun
e Standar pelayanan minimal jalan dan jembatan Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 2 tahun Permanen
2 Data dan Informasi Jalan dan Jembatan
a Sistem Informasi
1) Kriteria sistem informasi Sampai dengan diperbaharui 5 tahun - Dinilai kembali
2) Pembangunan dan pengembangan 1 tahun setelah dilaksanakan 5 tahun - Dinilai kembali
3) Operasi dan pemeliharaan 2 tahun - - Musnah
4) Data base jalan dan jembatan Sampai dengan diperbaharui 2 tahun - Dinilai kembali
5) Diseminasi informasi 2 tahun - - Musnah
NO J E N I S A R S I P
JANGKA WAKTU PENYIMPANAN
KETERANGAN ( R E T E N S I )
AKTIF IN AKTIF
2
Strategi, Kebijakan dan Program Penyelenggaraan Jalan
Rencana umum pembangunan jaringan jalan dan jembatan termasuk jalan tol
Bahan penyusunan kebijakan penyelenggaraan jalan dan jembatan Evaluasi keterpaduan pengembangan jaringan jalan dengan sistem moda transportasi lainnya
Sistem manajeman jalan dan jembatan (road management system /RMS dan bridge management system /BMS)
Contoh JRA Substantif Bina Marga :
DI SATMINAR DI PUSIMPAR
1 3 4 5 6
IV CIPTA KARYA
1Permukiman
a
1) rencana induk sistem pengembangan kawasan 2)
3) rancana pengembangan lingkungan siap bangun 4)
b Data dan informasi tentang permukiman -
c Permukiman baru
1) 2 tahun 3 tahun - Musnah
2) 2 tahun 4 tahun - Dinilai kembali
3) pembinaan dan pengembangan kapasitas SDM 2 tahun - - Musnah
4) peningkatan peran masyarakat 2 tahun 3 tahun - Musnah
d Peningkatan kualitas permukiman
1) Pembinaan teknik pelaksanaan peningkatan permukiman 2 tahun 3 tahun - Musnah
2) Fasilitasi dan penyediaan infrastruktur permukiman pada: 2 tahun 4 tahun - Dinilai kembali
a) perkotaan b) perdesaan c) daerah perbatasan d) kawasan terpencil e) daerah tertinggal f) pulau-pulau kecil
NO J E N I S A R S I P
JANGKA WAKTU PENYIMPANAN
KETERANGAN ( R E T E N S I )
AKTIF IN AKTIF
2
Kebijakan dan strategi pengembangan permukiman, di antaranya: Sampai dengan diperbaharui 3 tahun 2 tahun Permanen
rencana pengembangan kawasan permukiman di kawasan perkotaan dan perdesaan
rencana peningkatan kualitas permukiman termasuk peremajaan kawasan dan pengembangan rumah susun
Sampai dengan diperbaharui 4 tahun Dinilai kembali
pembinaan teknik pembangunan kawasan, lingkungan siap bangun serta kawasan permukiman baru.
fasilitasi pengembangan kawasan, lingkungan siap bangun serta kawasan permukiman baru.
Contoh JRA Substantif Cipta Karya :
Pasal 63
(1) Pengelolaan arsip dinamis kementerian dilakukan menggunakan prasarana dan sarana berdasarkan standar yang ditetapkan oleh ANRI.
(2) UKK, UKO, UKP, dan USKP wajib memiliki sarana dan prasarana pengelolaan arsip dinamis.
(3) Sarana dan prasarana pengelolaan arsip dinamis yang wajib dimiliki UKK meliputi:
a. Gedung penyimpanan arsip inaktif (Record Center) kementerian;
b. Ruang Kerja dan ruang penyimpanan arsip inaktif; dan c. Peralatan kearsipan.
(4) Sarana dan prasarana pengelolaan arsip dinamis yang wajib dimiliki UKO meliputi:
a. Gedung penyimpanan arsip inaktif (Record Center) Eselon I;
b. Ruang Kerja dan ruang penyimpanan arsip inaktif; dan c. Peralatan kearsipan
(5) Sarana dan prasarana pengelolaan arsip dinamis yang wajib dimiliki UKP dan USKP meliputi:
a. Central file/ruang penyimpanan arsip aktif; dan
b. Peralatan kearsipan.
PRASARANA DAN SARANA PENGELOLAAN ARSIP
Gedung Pusat Penyimpanan Arsip Kementerian PUPR, Citeureup-Bogor
Gedung Arsip Direktorat Bina OP, SDA Kalimalang-Jakarta Timur
Gedung Arsip Direktorat Bina Program,
SDA Sawangan-Depok
SARANA DAN PRASARANA UNIT KEARSIPAN KEMENTERIAN PUPR
Pos Keamanan Pintu Masuk Gedung Pusimpar
Ruang Penataan Arsip Gedung Pusimpar a
Ruang Kerja Gedung Pusimpar
Ruang Pertemuan Gedung Pusimpar
Fasilitas Penyimpanan Arsip Vital (Roll O Pack) Mess Gedung Pusimpar
Pasal 75
Sumber daya manusia kearsipan merupakan Pegawai Negeri Sipil dan Non PNS yang terdiri atas pejabat pimpinan tinggi, administrator, dan pengawas di bidang kearsipan, pejabat fungsional arsiparis, pejabat pelaksana dan PPPK/Non PNS di bidang kearsipan.
Pasal 76
(1) Pejabat pimpinan tinggi, administrator, dan pengawas di bidang kearsipan mempunyai tanggung jawab melakukan perencanaan, penyusunan program, pengaturan, monitoring dan evaluasi, pengendalian pelaksanaan kegiatan kearsipan, serta pengelolaan sumber daya kearsipan sesuai lingkup kewenangan masing-masing.
(2) Ketentuan Pejabat pimpinan tinggi, administrator, dan pengawas di bidang
kearsipan sebagaimana disebutkan pada ayat (1) sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
PENYEBARAN ARSIPARIS DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PUPR
29 orang 61 orang
AHLI TERAMPIL
9 Ahli 14 Terampil 14 Ahli
20 Terampil 2 Ahli
6 Terampil 1 Ahli
4 Terampil
1 Ahli 4 Terampil
2 Ahli 3 Terampil
5 Terampil
SDA
34 orang
Setjen
23 orang 8 orang Taru
5 orang Itjen
5 orang
Balitbang
5 orang
Ditjen. CK
5 orang
Ditjen. BM
5 orang
BP.Kons
5 Terampil
Arsiparis Kementerian PU : 90 orang
Arsiparis Ditjen. Taru (Pindah Kemen Agraria dan Taru) : 8 orang
Pasal 79
(1) Pembinaan Pimpinan Tinggi dan Pejabat Administrasi Kearsipan Kementerian menjadi tanggung jawab lembaga dan/atau Unit Organisasi yang memiliki tugas, fungsi, serta wewenang dalam melakukan pembinaan SDM Kementerian.
(2) Peningkatan kompetensi arsiparis menjadi tanggung jawab Lembaga, Unit Organisasi dan/atau Unit Kerja yang memiliki tugas, fungsi, serta wewenang dalam melakukan peningkatan kompetensi pejabat fungsional.
(3) Peningkatan kemampuan teknis kearsipan fungsional umum dan fungsional
kearsipan lainnya menjadi tanggung jawab Unit Organisasi dan/atau Unit Kerja
yang memiliki tugas, fungsi, serta wewenang dalam melakukan pembinaan
penyelenggaraan dan pengelolaan kearsipan kementerian.
Pasal 80
(1) UKK, UKO, UKP, dan USKP dapat mengalokasikan pendanaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian.
(2) Pengalokasian pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi menjadi tanggung jawab masing-masing unit.
Pasal 81
(1) Pendanaan dalam rangka pelindungan, pencegahan, dan penyelamatan arsip vital bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat akibat bencana menjadi tanggung jawab UKP dan/atau USKP.
(2) Ketentuan mengenai pelindungan, pencegahan, dan penyelamatan arsip
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-
undangan tentang pelindungan pencegahan dan penyelamatan arsip.
Pasal 82
(1) Pendanaan dalam rangka pelindungan dan penyelamatan arsip kementerian, unit kerja, satuan kerja yang digabung dan atau dibubarkan menjadi tanggung jawab UKK, dan dilaksanakan bersama dengan ANRI sejak penggabungan dan/atau pembubaran ditetapkan.
(2) Arsip yang dihasilkan selama kementerian, unit kerja, satuan kerja tersebut berdiri sampai dengan dibubarkan diserahkan ke ANRI untuk selanjutnya dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Pendanaan dalam rangka pelindungan dan penyelamatan arsip Unit Kearsipan Organisasi yang digabung dan atau dibubarkan menjadi tanggung jawab UKO, dan dilaksanakan bersama dengan UKK sejak penggabungan dan/atau pembubaran ditetapkan.
(4) Arsip yang dihasilkan selama Unit Kearsipan Organisasi tersebut berdiri sampai dengan dibubarkan diserahkan ke UKK untuk selanjutkan dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(5) Ketentuan pelindungan pencegahan dan penyelamatan arsip sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Pasal 83
Pembinaan pengelolaan arsip dinamis kementerian diarahkan pada kondisi:
a. Menciptakan kesadaran dan keyakinan di kalangan pejabat struktural, pejabat fungsional arsiparis, pejabat fungsional umum, dan petugas pengolah lainnya bahwa penyelenggaraan pengelolaan arsip dinamis sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian, serta kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b. Hasil kinerja pengelolaan arsip dinamis kementerian dapat dirasakan
manfaatnya oleh segenap pemangku kepentingan baik internal maupun
eksternal.
Pasal 84
Pembinaan pengelolaan arsip dinamis kementerian bertujuan untuk:
a. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran pejabat struktural, pejabat fungsional arsiparis, pejabat fungsional umum, dan petugas pengolah lainnya mengenai pentingnya arsip bagi pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian, serta kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b. Meningkatkan kemampuan dalam mengelola arsip dinamis di kementerian.
c. Meningkatkan dan mengembangkan NSPK yang mendukung pengelolaan arsip dinamis di UKK, UKO, UKP, dan USKP sesuai tugas, tanggung jawab, dan kewenangan masing-masing.
d. Menguatkan peranan UKK, UKO, UKP, dan USKP, meningkatkan
kemampuan SDM Kearsipan, meningkatkan ketersediaan prasarana dan
sarana kearsipan, meningkatkan efisiensi pendanaan, meningkatkan
efektifitas proses pengelolaan yang memenuhi standar untuk
mendukung penyelenggaraan kearsipan dinamis kementerian.
Pasal 85
Sasaran pembinaan pengelolaan arsip dinamis kementerian meliputi:
a. UKK dalam hal penyelenggaraan pengelolaan arsip dinamis di kementerian.
b. UKO dalam hal pengelolaan arsip dinamis di Unit Organisasi.
c. UKP dalam hal teknis pengolahan arsip dinamis di Unit Kerja Eselon II.
d. USKP dalam hal teknis penanganan (penataan dan
pendataan) arsip dinamis di Satuan Kerja.
PELAKSANAAN PEMBINAAN KEARSIPAN OLEH BIRO UMUM KEMENTERIAN PUPR BEKERJASAMA DENGAN ANRI
Peningkatan Kompetensi Jafung Arsiparis - Kintaka Bintek Pengolaha Arsip - Solo
Bimbingan Mekanisme Pengelolaan - Bandung
PENDAMPINGAN PENATAAN ARSIP KEPADA PARA PETUGAS PENGOLAH
OLEH ARSIPARIS KEMENTERIAN PUPR DI PUSIMPAR
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PENATAAN ARSIP OLEH ARSIPARIS KEMENTERIAN PUPR DI KANTOR PUSAT
Bagian Administrasi Perkantoran Bagian Prasarana Fisik
International Council on Archives: informasi yang terekam (records) yang secara tetap digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan badan, lembaga, organisasi. Untuk itu, arsip disimpan dan dikelola di tempat asalnya (unit kerja pencipta arsip).
Association of Records Managers and Administrator: arsip yang secara tetap (reguler) masih dirujuk dan diperlukan untuk kegunaan organisasi sehari-hari.
PENGERTIAN ARSIP AKTIF
Arsip aktif mengandung unsur:
Informasi yang terekam berkaitan dengan kegiatan
organisasi/instansi.
Frekuensi penggunaannya masih tinggi.
Disimpan dan dikelola oleh unit kerja pencipta arsip.
PENGERTIAN ARSIP AKTIF …. (2)
TUJUAN:
Memudahkan penggunaan dan pemeliharaan agar efektif ketika digunakan, efisien dalam pemeliharaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
MAKSUD:
Melaksanakan aktivitas pengolahan melalui pemberkasan arsip dengan cara pemilahan, pemilihan, pengelompokkan, pendataan, pemindaian, dan penyimpanan arsip aktif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
MAKSUD DAN TUJUAN PEMBERKASAN ARSIP
PENGELOMPOKKAN BERKAS ARSIP
PEMBERKASAN ARSIP KEPEGAWAIAN
• Arsip Kepegawaian terbagi menjadi:
Arsip yang berupa Personal File,
Arsip yang berkaitan dengan masalah Kepegawaian, misalnya: Data Jabatan, Statistik Pegawai, Pengangkatan Pegawai, Pengendalian Karier, dan lain sebagainya.
• Arsip Personal File diberkaskan berdasarkan sistem Series yaitu arsip diatur berdasarkan kesamaan jenis arsip dan indeksnya menggunakan abjad awal nama pegawai.
• Arsip Kepegawaian disusun sesuai kronologis penciptaan arsip, misalnya:
SK CPNS,
SK PNS,
PEMBERKASAN ARSIP KEPEGAWAIAN
• Arsip Kepegawaian Non Personal File, disusun berdasarkan sub masalah
dan sub sub masalahnya. Contohnya, arsip dengan kode klasifikasi KP0602, yaitu arsip mengenai Hubungan Kerja Kepegawaian (sub masalah) dan lebih spesifik lagi membahas tentang Cuti (sub sub masalah).
• Pada setiap folder yang menyimpan Arsip Kepegawaian, baik Personal File maupun Non Personal File dituliskan Daftar Isi Berkas.
• Daftar Isi Berkas sekurang-kurangnya memuat: nomor berkas, nomor
item arsip, kode klasifikasi, uraian informasi arsip, tanggal, jumlah, dan
keterangan.
RUANGAN PENYIMPANAN
ARSIP
ALMARI ARSIP
MEJA & KURSI PEMILAHAN
Untuk tempat
menyimpan arsip yang telah di tata.
PERANGKAT KOMPUTER,
PRINTER,
Sebagai ruangan tempat menyimpan lemari arsip
aktif .
Untuk proses pendataan, menyimpan, menampilkan,
Untuk melaksanakan pekerjaan Penataan
arsip aktif.
PRASARANA PENATAAN ARSIP AKTIF
BOKS FILE
FOLDER
SEKAT (GUIDE)
MASKER & ALAT 15,5 cm
11 cm 0,75 cm
5,5 cm
SARANA PENATAAN ARSIP AKTIF
CONTOH ARSIP KACAU
(BELUM TERDATA MAUPUN TERTATA)
1. Agar arsip dapat dengan cepat, tepat dan benar ditemukan kembali.
2. Agar arsip dapat tertata sesuai dengan sistem pemberkasan.
3. Menunjang terlaksananya penyusutan arsip sesuai dengan masa penyimpanan (JRA).
TUJUAN PENATAAN ARSIP INAKTIF
1 1 PW 0106
PW 0305 AM 0107
ALUR PENATAAN ARSIP INAKTIF
PW 0106
PW 0301 PW 0305
PW 0106 PW 0305 PW