1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pencahayaan merupakan salah satu aspek penting dalam sebuah interior.
Selain untuk menerangi sebuah ruangan, pencahayaan juga dapat memberikan efek visual tertentu. Dengan adanya efek tersebut, sebuah ruangan yang sederhana terkesan lebih mewah. Salah satu interior yang memerlukan efek pencahayaan khusus adalah retail, yang merupakan tempat untuk memamerkan produk-produk yang dijual. Menurut Green (117), pencahayaan merupakan bagian paling penting dalam desain sebuah retail. Pencahayaan yang digunakan di dalam retail seharusnya terlihat menarik agar produk-produk tersebut memiliki nilai jual yang tinggi.
Menurut Fricks, Ardiyanto dan Darmawan (30), salah satu kriteria untuk memperoleh pencahayaan yang baik agar mata dapat melihat dengan jelas dan nyaman adalah distribusi cahaya. Dengan persebaran cahaya yang merata dan cukup akan membuat produk-produk yang dijual terlihat jelas dan lebih menarik.
Aspek penting lainnya adalah image dari retail tersebut. Sebuah retail harus memiliki keunikan sendiri sehingga membuat konsumen mengenal retail tersebut dan tertarik untuk mengunjunginya.
Domus Furniture and Home Decor adalah salah satu toko furniture yang terletak di pusat kota Surabaya. Arsitektural dan interior bangunannya merupakan perpaduan dari gaya American Classic dan modern (“About” par. 3). Domus Furniture and Home Decor buka pada pagi hari, mulai pukul 10.00 sampai malam hari pukul 20.00. Pada bagian depan toko terdapat window display cukup besar yang menampilkan produk furniture dan aksesoris rumah. Dengan adanya window display tersebut, dapat diketahui bahwa Domus Furniture and Home Decor juga memanfaatkan pencahayaan alami, sehingga pada pagi hingga siang hari, pencahayaan buatan di Domus Furniture and Home Decor hanya menyala sebagian dan redup, sedangkan pada malam hari akan menyala total. Produk- produk yang dijual di Domus Furniture and Home Decor merupakan kategori produk untuk kalangan menengah ke atas.
Pencahayaan buatan diperlukan dalam sebuah retail, karena efek visual yang dihasilkan dapat meningkatkan image jual dari produk-produknya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti distribusi cahaya pada interior Domus Furniture and Home Decor, khususnya pencahayaan buatan. Pencahayaan alami hanya sebagai kondisi alam pada pagi hingga siang hari.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah distribusi cahaya pada Domus Furniture and Home Decor sudah membuat konsumen merasa nyaman menurut hasil pengukuran dan pendapat pengunjung?
2. Apakah faktor-faktor pencahayaan buatan juga dapat mempengaruhi image jual produk di Domus Furniture and Home Decor?
1.3. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui apakah distribusi cahaya pada Domus Furniture and Home Decor sudah membuat konsumen merasa nyaman menurut hasil pengukuran dan pendapat pengunjung.
2. Mengetahui apakah faktor-faktor pencahayaan buatan juga dapat mempengaruhi image jual produk di Domus Furniture and Home Decor.
1.4. Manfaat Penelitian
1. Manfaat umum: penelitian ini dapat menjadi sebuah pertimbangan bagi perusahaan interior yang akan membangun atau merenovasi sebuah toko furniture.
2. Manfaat khusus: dapat menambah wawasan bagi peneliti dan mahasiswa Universitas Kristen Petra khususnya program studi desain interior tentang pencahayaan buatan pada sebuah retail yaitu toko furniture.
1.5. Ruang Lingkup Penelitian 1.5.1. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan pada Domus Furniture and Home Decor yang terletak di jalan Sonokembang 1 Surabaya.
1.5.2. Batasan Penelitian
Objek yang diteliti adalah interior Domus Furniture and Home Decor yang meliputi semua area display di lantai 1, dan lantai 2 pada area anak-anak (Domus Petite). Penelitian ini hanya membahas beberapa faktor pencahayaan buatan, antara lain distribusi cahaya, tingkat kuat penerangan, uniformity dan warna pencahayaan khususnya pada sebuah retail yaitu toko furniture. Pada pagi hingga siang hari, pencahayaan alami sebagai kondisi alam yang tidak dapat dihindari.
1.6. Metodologi Penelitian
Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif adalah dengan pengukuran data di lapangan, kuesioner dan optimasi pencahayaan buatan. Sedangkan metode kualitatif dengan pengumpulan data literatur, observasi, wawancara serta dokumentasi foto.
Menurut Bungin (105), rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel dari populasi pada kuesioner adalah:
1 ) ( 2
N d
n N (1.1)
Keterangan: n adalah jumlah sampel yang dicari, N adalah jumlah populasi dan d adalah nilai presisi (ditentukan sebesar 0,1).
“Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari” (Sarwono 257). Pendekatan ini lebih mementingkan proses daripada hasil akhir, oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan.
Berawal dari latar belakang masalah, lalu menentukan rumusan masalah berdasarkan pada teori yang ada. Setelah itu menentukan data apa saja yang diperlukan untuk melakukan analisis. Analisis dilakukan dengan membandingkan literatur dengan data yang telah diolah. Setelah itu membuat solusi dan kesimpulan.
1.6.1. Data yang Diperlukan
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain:
1. Data sekilas tentang Domus Furniture and Home Decor.
Data ini meliputi profil singkat Domus Furniture and Home Decor, jam buka dan jumlah pengunjung rata-rata per hari.
2. Denah dan mekanikal elektrikal Domus Furniture and Home Decor.
Denah dan mekanikal elektrikal diperlukan untuk melihat letak titik lampu, letak dinding, kolom, produk yang dijual dll.
3. Data tentang jenis lampu yang digunakan pada Domus Furniture and Home Decor.
Data ini meliputi jenis lampu, daya (watt) serta warna cahaya lampu.
4. Data pengukuran cahaya
Data ini diperlukan untuk mengetahui nilai kuat penerangan cahaya, yang akan diolah untuk dianalisis.
5. Data kuesioner dan wawancara
Data ini merupakan data pendapat pengunjung mengenai pencahayaan di Domus Furniture and Home Decor.
6. Data tentang material, finishing dan warna yang digunakan dalam interior Domus Furniture and Home Decor.
Data ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana efek material-material, finishing serta warna-warna pada elemen interior serta produk furniture di Domus Furniture and Home Decor terhadap pencahayaan.
7. Dokumentasi berupa foto-foto interior Domus Furniture and Home Decor.
Foto-foto interior Domus Furniture and Home Decor diambil pada pagi dan malam hari untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pencahayaan selama Domus Furniture and Home Decor buka hingga tutup, serta untuk mengetahui material, finishing serta warna pada elemen interior maupun produk furniture yang dijual.
8. Data literatur
Data literatur yang dibutuhkan meliputi literatur tentang pencahayaan buatan, jenis dan karakteristik lampu, warna pencahayaan, distribusi cahaya dsb serta literatur tentang interior retail.
1.6.2. Metode Pengumpulan Data 1. Studi Pustaka
Studi pustaka diperoleh dari buku-buku referensi dan jurnal tentang pencahayaan buatan yang meliputi jenis lampu, distribusi cahaya, interior retail dll. Selain itu beberapa referensi didapat dari e-books dan penelusuran online.
2. Observasi Partisipasi
Menurut Bungin (116), observasi partisipasi adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap objek pengamatan dengan langsung hidup bersama, merasakan serta berada dalam aktivitas kehidupan objek pengamatan. Pengamatan dilakukan secara langsung di Domus Furniture and Home Decor, dengan mengamati pencahayaan buatan pada Domus Furniture and Home Decor di pagi dan malam hari, serta mendata dan mendeskripsikan jenis-jenis lampu, warna lampu dan jenis-jenis material dan finishing yang digunakan di dalam interior Domus Furniture and Home Decor, baik elemen interior maupun produk furniture yang dijual. Lalu juga dilakukan pengukuran intensitas cahaya dengan menggunakan luxmeter untuk mengetahui berapakah intensitas cahaya pada Domus Furniture and Home Decor, apakah sudah sesuai dengan standar atau belum.
3. Wawancara
Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data tentang sekilas Domus Furniture and Home Decor, jumlah pengunjung per hari, jenis lampu yang digunakan, denah dan mekanikal elektrikal serta jenis material dan finishing yang digunakan pada interior Domus Furniture and Home Decor, termasuk produk furniture yang dijual. Peneliti melakukan tanya jawab kepada pimpinan atau desainer Domus Furniture and Home Decor serta karyawan di sana. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara terhadap pengunjung yang datang pada siang dan malam hari untuk mengetahui pendapat pengunjung tentang pencahayaan buatan di Domus Furniture and Home Decor, masing-masing 5 orang karena keterbatasan waktu dan jumlah pengunjung di Domus Furniture and Home Decor. Jenis wawancara yang dipakai adalah wawancara baku terbuka yang terstruktur. “Wawancara
terstruktur adalah wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan” (Moleong 190).
Pertanyaan disusun dengan rapi dan ketat, berdasarkan permasalahan dalam rancangan penelitian.
4. Kuesioner
Kuesioner ditujukan kepada pengunjung Domus Furniture and Home Decor di pagi atau siang dan sore atau malam hari, untuk mengetahui apakah distribusi cahaya berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung di Domus Furniture and Home Decor. Dari hasil perhitungan sampel, jumlah responden pagi-siang hari yang diperlukan adalah 13 orang, dan responden sore-malam hari sebanyak 7 orang. Perhitungan ini berdasarkan jumlah responden dalam satu minggu.
5. Dokumentasi Foto
Untuk mendukung data deskriptif, peneliti melakukan pengambilan foto- foto interior Domus Furniture and Home Decor.
1.6.3. Metode Pengolahan Data
Teknik pengolahan data kuesioner adalah dengan tahap-tahap sebagai berikut:
1. Editing data
Peneliti melakukan klarifikasi, keterbacaan, konsistensi dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Proses klarifikasi menyangkut memberikan penjelasan mengenai apakah data yang sudah terkumpul akan menimbulkan masalah konseptual atau teknis saat peneliti melakukan analisis data.
Keterbacaan berkaitan dengan apakah data yang sudah terkumpul dapat digunakan sebagai justifikasi penafsiran terhadap analisis. Konsistensi mencakup keajegan jenis data berkaitan dengan skala pengukuran yang digunakan. Kelengkapan mengacu pada terkumpulnya data secara lengkap sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah dalam penelitian (Sarwono 135-136).
2. Tabulasi
Jawaban kuesioner dicatat dalam bentuk tabel, kemudian jumlahnya ditotal untuk mendapatkan persentase akhir dari jawaban-jawaban yang ada.
Sedangkan pengolahan data hasil pengukuran cahaya adalah dengan membuat tabel berisi nilai-nilai intensitas penerangan tiap titik-titik yang sudah ditentukan dalam denah, kemudian diambil rata-rata nilainya. Selain itu juga dengan membuat gambar potongan serta pulau-pulau penyebaran cahaya.
1.6.4. Metode Analisis Data
Analisis data dilakukan secara deskriptif, antara lain:
1. Analisis studi kasus di lapangan
Analisis meliputi hasil pengukuran cahaya dengan luxmeter, persebaran cahaya vertikal dan horisontal, analisis menggunakan DiaLux 4.7.
2. Analisis optimasi pencahayaan buatan di Domus Furniture and Home Decor Optimasi pencahayaan buatan dilakukan dengan membuat simulasi interior dan pencahayaan pada Domus Furniture and Home Decor dengan program DiaLux 4.7. dengan 3 skenario. Dari ketiga skenario akan diambil hasil yang paling baik dan sesuai dengan standar. Skenario 1 adalah dengan mengubah material dan warna lantai, dinding dan plafon. Skenario 2 adalah dengan menambah titik lampu dengan kondisi saat skenario 1. Skenario 3 adalah dengan menambah daya (watt) lampu dengan kondisi saat skenario 1 dan 2. Adapun kelebihan dari program ini adalah:
Dapat mengatur bentuk geometri dari sebuah bangunan dengan mudah dan cepat.
Memiliki berbagai macam jenis objek dari library, dari elemen interior hingga perabot. Jadi tidak perlu membuat sendiri.
Memiliki berbagai macam jenis lampu Philips untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan.
Dapat menghitung kuat penerangan dalam sebuah bangunan.
Output yang akan disimpan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dalam bentuk file pdf.
Sedangkan kekurangan dari program ini antara lain:
Elemen dinding hanya dapat dibuat untuk dinding luar saja, sedangkan dinding-dinding dalam dibuat manual, dan tidak dapat terhitung sebagai dinding, namun sebagai objek tambahan.
Tidak dapat membuat variasi bentuk maupun ketinggian dinding maupun plafon, jadi harus dibuat manual juga.
Jenis objek dan furniture pada library yang terbatas, jadi kalau tidak ada yang sesuai dengan kebutuhan, harus mencari objek yang semirip mungkin. Selain itu tidak terdapat aksesoris-aksesoris rumah seperti guci dll.
Jenis material dan warna interior yang terbatas, jadi kalau tidak ada yang cocok dengan kebutuhan, harus mencari material atau warna yang semirip mungkin.
Jenis lampu yang ada hanya merek Philips, sehingga jika akan menggunakan lampu merek lain harus menyesuaikan semirip mungkin dengan yang ada pada merek Philips.
Hasil rendering dari simulasi tidak bisa terlihat riil.
3. Analisis uniformity pencahayaan di Domus Furniture and Home Decor Analisis uniformity pencahayaan berdasarkan teori-teori yang digunakan, untuk mengetahui seberapa rata persebaran cahaya pada siang dan malam hari.
4. Analisis faktor-faktor pencahayaan buatan terhadap image jual pada Domus Furniture and Home Decor
Hasil kuesioner dan wawancara dibandingkan kondisi lapangan dan literatur untuk menjawab rumusan masalah tentang pengaruh distribusi cahaya terhadap image jual di Domus Furniture and Home Decor, apakah berpengaruh atau tidak dan bagaimana pengaruhnya.
1.6.5. Sistematika Penelitian 1. PENDAHULUAN
Bab ini merupakan awal penulisan skripsi yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian serta kerangka alur berpikir.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi teori-teori yang digunakan dan mendukung topik penelitian, antara lain teori tentang pencahayaan buatan dan teori tentang retail.
3. DATA LAPANGAN
Bab ini berisi data-data objek penelitian, yaitu data lapangan fisik dan nonfisik.
4. ANALISIS DATA
Bab ini menguraikan analisis data-data yang telah dikumpulkan, setelah itu dicari solusinya untuk menjawab masalah dalam penelitian.
5. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan akhir dari penulisan skripsi, berisi kesimpulan dan saran yang merupakan hasil akhir dari penelitian.
1.7. Kerangka Alur Berpikir