• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN DIM FRAKSI-FRAKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMBAHASAN DIM FRAKSI-FRAKSI"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)

I

I.

1- 1-

I I

I_

I

!

I

I

i

1 ·

I

I

I I_

l-

1 ·

I I I

I.

I

RISALAH RAPAT PANSUS

nANCANGAN UNDANG-UNDANG

TENTANG PEMILIHAN UMUM

Tanggal,

12

OKTOBER

2002

TERBATAS

PEMBAHASAN DIM FRAKSI-FRAKSI

Sekretariat Pansus

Rancangan Undang-Undang Tentang Pemilu

JI. Jenderal Gatot Subroto Jakarta

Tlp.5715736- 5175516 Fax.5715554

- .

(2)

! ___ _

I

11

1_

1- 1-

I I

I_

I I : I·

: 1 ·

I I 1.

1.

1-

I I I I .

. 1

- - -- - -

F.KKI

F.PBB

F.PDU

SAYUTI RAHAWARJN

..

. f..'§P,flJfJi : . : '·· ' :

(3)

I

I_

1- I- I

I

I

I_

, I 'I

I I I_

1.

1- ,.

I I I

I.

I

'

RUU PEMILU TGL.12-10-2002 KETUA RAPAT:

Yang terhormat pejabat eselon I dari Depdagri beserta jajarannya.

Yang terhormat anggota pansus RUU tentang Pemilu

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, salam sejahtera bagi kita Pertama mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perkenannya kita dapat melanjutkan rapat kerja RUU tentang Pemilu.

Tadi malam kita telah berhasil untuk mengesahkan Dim 78 sampai 84 untuk memulai rumpun yang ke dua mengenai peserta pemilihan umum dan tata cara pencalonan.

Dan terakhir kita melakukan pembahasan Dim nomor 85 dan kita telah mendengar alasan-alasan yang dikemukan oleh fraksi reformasi dart fraksi POU khusus Dim 85 ini mempunyai usulan perubahan. Kita pertama-tama akan memberikan kesempatan kepada pemerintah berkenan dengan usulan fraksi reformasi, fraksi KKI dan fraksi POU.

PEMERINTAH :

Terima kasih pimpinan.

Atas lanjutan tadi malam tentang pasal 14 huruf d disebutkan memiliki anggota sedikitnya seribu orang setiap kepengurusan partai politik sebagaimana dimaksud huruf c yang dibuktikan dengan kartu anggota partai politik. lni dimaksudkan anggota sekurang-kurangnya seribu. yang dimaksud huruf c adalah jumlah kabupaten di propinsi yang bersangkutan. Jadi disini adalah kepengurusan di tingkat kabupaten atau kota di propinsi.

Selanjutnya usulan fraksi reformasi mengubah persyaratan seribu menjadi seratus orang, pemerintah berpikir bahwa untuk mendirikan partai politik yang berkualitas dan mandiri dengan basis dukungan masyarakat diperlukan jumlah tertentu. Organisasi disamping ada pengurus juga.harus ada anggota.

Dengan demikian jumlah suatu anggota yang dipersyaratkan kita mungkin mempelajari suatu rasio atau jumlah yang memadai dengan melihat jumlah penduduk di suatu kabupaten kota. Penulisan sementara dengan jumlah seribu orang ini dianggap wajar dan ideal dalam membagun partai politik di negeri kita ini.

Namun apabila ada pemikiran jumlah, ini bisa kita diskusikan. Sementara ini yang dapat kami sampaikan terima kasih.

KETUA RAPAT :

Baik terima kasih pemerintah.

Jadi kemarin yang mengusulkan itu ada Fraksi POU sudah kita dengar, Fraksi PBB izin, Fraksi KKI izin, kini kita berikan kesempatan kepaada Fraksi Tentara Nasional lndonesia/Polri. Kami persilakan.

ANGGOTA F.TNl/POLRI ( SYAMSUL MA'ARIF, M.SI):

Baik terima kasih.

Dalam beberapa hal kami sependapat dengan pemerintah. Mungkin barangkali perlu fix pada jumlah tertentu. Tapi ada antara sekian sampai sekian disesuaikan dengan kepadatan penduduknya. Saya kira demikian. Terima kasih.

' "

(4)

II

, I_

I

I.

' 1- , I

I

I

II

I_

'I I

I I

1.

1.

1 ·

I I

·I

I.

I

KETUA RAPAT:

Mungkin agak konkrit gitu pak Syamsul.

ANGGOTA F.TNl/POLRI ( SYAMSUL MA'ARIF, MSI):

Kalau kita lihat perkembangan kemarin antara seratus sampai seribu kita buat saja tengah-tengah antara seratus sampai berapa.

KETUA RAPAT:

Terima kasih.

Berikutnya Fraksi Kebangkitan Bangsa.

• ANGGOTA F.PKB ( H.M. SOFYAN CHODLORIE ,MSI):

lni karena tingkat nasional saya kira, kalau pengurus saja lima puluh, lalu anggotanya seratus orang, ini pengurusnya engg~k jadi urusan. ~adi dari ~e~i ju~lah saya kira wajar menurut kami itu tetap. Saya kira ada korelasllah. Jad1 k1ta minta tetap itu karena kita pandang dari sisi kewajaran. Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Terima kasih pak Sofyan dari PKB.

Selanjutnya kami persilakan dari Fraksi Persatuan Pembangunan.

ANGGOTA F.PPP (DRS. H. ANWAR MALIK):

Terima kasih pimpinan.

Fraksi kami memang menginginkan tetap seribu. Kan kalau dari pengurusan saja dari anak cabang dan ranting itu sudah banyak. Jadi ranting itu saja merekrut anggota jadi ini memerlukan persyaratan yang secara jelas tentunya keberadaan suatu partai itu di suatu daerah. Apalagi kita sekarang menuju parpolisasi seluruh rakyat, kita tidak ingin kena masa mengambang. ·

Jadi seribu itu sangat realistis sebetulnya. Apalagi bagi daerah yang padat penduduknya gampang sekali seribu. Bagi daerah yang di luar jawa pengalaman kami sebagai pengurus itu tidak sempit ternyata dalam nuansa yang sekarang ini tidak ada lagi hambatan merekrut anggota di desa-desa. ltulah dasar pemikiran kami dan mengusulkan konsep yang diajukan pemerintah tetap.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Anwar Malik.

Kemudian kami persilakan kepada Fraksi Golkar.

ANGGOTA F.PG (ANDI MATALATTA, SH.M.HUM.):

Pertimbangan kami begini pak, kalau persyaratan mengikuti pemilu dua pertiga, propinsi dua pertiga jumlah kabupaten kita sekarang kurang lebih 390. kalau rata-rata dua pertiga berarti dibutuhkan 260 kabupaten ada cabang. Kalau masing- masing kabupaten seribu orang Cuma butuh 260. suatu jumlah yang realistis tidak terlalu besar itu kalau skala nasional. Tapi dari skala local daerah barangkali kita harus berfikir. Sebab kabupaten ada yang lima puluh ribuan penduduknya. Misalnya sawah lunto isinya tentara dan PNS tidak boleh mengikuti partai politik, jadi yang bisa ikut sekitar lima belas ribuan. Jadi kalau kita pakai standar nasional kan setuju dengan angka seribu.

4

(5)

,---- -

1

1

I_

I

1-

'I

I

I

I

I_

I

I

'I

I

I I 1.

l- 1- ,-

1

I I

IA

I

Cuma ada daerah yang sangat kecil penduduknya mungkin itu perlu kita pikirkan tapi kami terbuka untuk mendiskusikan ini. Golkar siap Cuma kala~ seratus terlalu kecil pak. Ada satu penjelasan bahwa indentitas kartu anggota 1tu sa_ma dengan indentitas yang ada dalam KTP ini. Barangkali perlu kesepah_aman. ldent1~as itu nama, tanggal lahir jadi bukan alamat karena kalau alamat k1ta s_emu~ b1~~

mendapat persoalan. Jadi untuk penjelasan pasal ini kita sepakat bahwa 1dent1tas 1rn tidak termasuk alamat. Kiranya begitu pak mudah-mudahan mengerti apa yang saya maksudkan.

KETUA RAPAT : T erima kasih pak Andi.

B~ik berikutnya kami persilakan Fraksi POI Perjuangan.

ANGGOTA F.PDIP ( RUSMAN LUMBANTORUAN):

Fraksi kami tetap menyetujui usulan dari pemerintah. lni juga ada logika rnaternatis politiknya. Kalau kabupaten kota hanya 331 kalau dua pertiga 250 maka di kabupaten kota bersangkutan ada seribu anggota. Kalau kita ke kecamatan yang jumlahnya empat ribu sekarang, kalau tiap kecamatan ada 25 orang anggota saja sudah sampai seribu. Kalau kita turun ke kelurahan pemilu 99 jumlah kelurahan kita 68 ribu sekarang kurang lebih 75 ribu.

Kalau kembali ke angka dua pertiga dari 75 ribu sama dengan 50 ribu desa kelurahan setiap desa kelurahan atau kalau bahasa organisasinya ranting hanya 10 orang saja di setiap desa kelurahan maka tidak menjadi persoalan mencapai anggota 500 ribu. Sedangkan kalau logika kabupaten kota dua pertiga 260 kata pak Andi kali seribu Cuma 260 ribu.

Oleh karena itu logika sepuluh perdesa kelurahan daerah tingkat dua itu sud ah mencapai 500 ribu maka untuk mencapai 1000 untuk setiap kabupaten kota dibutuhkan hanya 5 orang saja anggota di setiap ranting, desa kelurahan di dua pertiga kabupaten kota yang bersangkutan. Sehingga kami piker ini sangat realistis untuk bisa dipertahankan minimum seribu anggota sesuai dengan butir c yang dimaksud dua pertiga di kabupaten kota propinsi yang bersangkutan.

T erima kasih pak ketua.

KETUA RAPAT:

Terima kasih dari Fraksi PDl.Perjuangan.

Jadi kita telah mendengar paparan dari pemerintah kemudian tang~apan dari fraksi-fraksi yang pad a pokoknya menyetujui substansi yang diusulkan pemerintah.

Dari Fraksi Tentara Nasional lndonesia/Polri mengusulkan Between jadi diantara, kemudian fraksi golkar pada prinsipnya dapat menyetujui. Dan sekarang kami serahkan sekali lagi kepada fraksi yang mengusulkan, pertama-tama akan kami berikan kepada fraksi POU. Kami persilakan.

ANGGOTA F.PDU ( SAYUTI RAHAWARIN):

v

Assalam'alaikum wr.wb.

Kalau hari ini partai politik yang ikut pemilu setelah 99 bila mana ini diberlakukan tapi bagi partai politik yang belum pernah ikut pemilu ini suatu ketidak adilan terutama aparat politik yang telah ikut tiga kali atau lima kali sudah tidak adil lagi. Jadi undang-undang ini dibuat untuk partai politik yang kemarin ikut pemilu 99 dan nanti akan ikut pemilu 2004. ini ketidak adilan dalam membangun demokrasi.

Kalau dalam hat ini kita panggil 48 partai politik dalam memberikan masukan terhadap undang-undang partai politik ini mereka tidak setuju.

s

(6)

I I.

I.

I-

I I

I_

I I I' 1 ·4

.;·

·i

I I 1.

1- 1-

I I I I.

I

Jadi bapak-bapak jangan yang dipakai kacamata partai saudara. Tapi kacamata yang dibangun secara bersama-sama baik partai politik yang punya kursi atau partai politik yang tidak mencapai trashhold maupun partai politik yang tidak lolos kualifikasi dan tidak ikut pemilu.

Oke hari ini partai politik besar mungkin 3000 atau 4000 mudah. Mungkin bisa saja ada duplikasi anggota, ada anggota resmi dan tidak resmi dan yang tidak resmi bisa menjadi duplikasi. Jangan sampai undang-undang ini mengganjal partai politik yang lain. Kalau umpamanya satu kabupaten 23 ribu dan misalnya pemilu yang akan datang 100 partai politik jadi angka 23 ribu ini kita mengambil rata-rata dari kabupaten yang ada 50.

Kemudian kita merekrut anggota di masing-masing kabupaten kota seribu dari 100 partai politik. Jadi kita jangan terlalu arogansi dan seperti yang saya sampaikan semalam seribu maupun seratus bagi saya sama saja. Semua partai politik yang punya pengurus di tingkat I maupun II pasti punya anggota. Tapi tidak bisa ditentukan anggota kau harus punya sekian. Karena rakyat percaya kepada saya sekian ribu, bukan berarti jumlah. Jumlah orang bisa kita beli tapi suatu kepercayaan rakyat kepada saya itu yang benar dari pada jumlah banyak tapi saya beli.

Oleh karena itu saya sekali lagi kita mengatur kelembagaan partai politik dan sudah otomatis politik itu nanti dipilih oleh rakyat buka'n oleh. anggota karena anggota itu merupakan kelengkapan dari struktur. Dan mungkin basis kaderisasi. Jadi bukan suatu gambaran dukungan seribu orang itu berarti sudah otomatis partai yang bersangkutan nanti dipilih masyarakat tidak bisa itu.

Kira-kira seribu orang menurut pemerintah ini sudah merupakan dukungan ril bahwa partai itu merupakan representasi dari rakyat atau apa. Saya piker tidak realistis. Kami partai politik baru satu kali ikut pemilu jadi seakan-akan partai hasil 2004 yang akan datang dan ikut 2009 bikin lagi perubahan undang-undang ini untuk

mengakomoda~ kepentingan kita dan kita sudah lolos supaya menghambat yang lain kita bikin lagi aturan ini tidak bisa. Jadi kita agak terbuka sedikitlah demikian terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih.

Tadi fraksi POU telah menjelaskan alasan-alasannya. Selanjutnya kami persilakan kepada fraksi Reformasi yang pada Dim nya tetap substansinya tetapi yang diusulkan perubahan mengenai besarnya yaitu seratus.

ANGGOTA F.REFORMASI ( H. MUTAMINUL ULA,SH ) :

Kami Fraksi Reformasi menganggap partai baru adalah yang secara defacto banyak gagasan-gagasannya yang ditampung dalam proses ini. Pertanyaan kita apakah partai baru dilibatkan atau tidak. Oleh karena itu ini adalah desakan partai baru. Yang kedua sudah satu kemajuan dua pertiga itu.

Kalau undang-undang yang dulu setengah-setengah. Yang ketiga partai lama pun kalau disuruh verifikasi administrasi yang seribu itu saya belum yakin itu. lni kan persoalannya kartu tanda anggota. Saya setuju partai itu perlu pengurus,pendukung.

Tapi pendukung itu tak selalu anggota. Dan bagaimana partai yang baru mau ikut kan belum punya pendukung yang ril karena baru menawarkan wacana, program dan seterusnya. Yang keempat verifikasi KPU itu sangat sulit dan itu kemungkinan juga manipulasi. ltu kalau satu partai saja sudah 250 ribu yang diperiksa. Mungkin KPU keberatan dengan verifikasi itu.

6

:; ''.I/';>. -,·

.

.

(7)

I

I_

I

I.

I I

1-

1 I

1.

l- 1-

I I I

I.

I

Dan kesulitan rnengenai sawah lunto itu 30 ribu itu, tapi persoalannya kita ap~

mau consensus atau kompromi dalam konteks penyusunan undang-undang m1.

Kalau tidak bikin persyaratan yang ketat dan ya sudah yang ikut pemilu h~nxa 6 partai itu saja. Kalau tuan-tuan itu sudah merasa hebat bisa mengurus negara m1 dan orang lain itu musuh bukan kemitraan.

Oleh karena itu harus ada kompromi. Sebab membikin dua pertiga-dua pertiga itu pekerjaan partai baru itu berat. Jadi pertanyaan nya adalah semangat kita apakah kita mau konfrontatif atau mau kompromi dalam mengurus negara ini. Kalau semangat ini keternu soal mau 200 itu sederhana. Saya kira itu terima kasih.

KETUA RAPAT:

Jadi dari Fraksi Reformasi secara substansi Dim 85 ini menyetujui. Tetapi yang ada di usulannya adalah hanya berkaitan dengan jumlah. Kalau fraksi POU menghapuskan ini. Baik kami memberikan kesempatan sekali lagi sesuai dengan rnekanisme kita untuk memberikan kesempatan fraksi-fraksi yang tetap, yang berkaitan dengan usu Ian fraksi Reforrnasi dan POU. Kesempatan pertama kita berikan kepada pemerintah, silakan.

PEMERINTAH : Baik terima kasih.

Kalau kita boleh mencoba suatu exercise pak, satu kepengurusan satu kabupaten mungkin 1 O atau 20 jadi bisa merekrut anggota dengan jumlah warga nya mungkin kerabatnya 5 gitu kalau dari 20 kali 5 sudah 100 itu untuk pengurus tingkat kabupaten. Kemudian di kecamatan mungkin di kabupaten ada 4 kecamatan. Di setiap kecamatan mungkin ada 3 orang pengurus jadi 3 orang pengurus dengan kerabatnya kali 10 sudah bisa 300 orang.

Kemudian di tingkat desa ada 15 desa 5 orang saja bisa 75 orang. Satu desa mungkin satu partai bisa 5 orang anggota atau 2, 3 orang sudah bisa 50 orang jadi kalau kita jumlah-jumlah bisa mencapai sekitar 500 itu satu kota kecil. ltu kalau meming partai-partai itu ada satu basis kecuali tidak ada basisnya. Sehingga satu partai yang sejak awal tidak ada basis sulit mencapai tujuan daripada misi partai itu.

Jadi mengapa kita mencantumkan mengapa kita substansi dalam suatu persyaratan karena tidak terlepas dari itu. Jadi mengenai jumlah itu memang bisa kita diskusikan rasio-rasio itu tadi dan saya kira substansi itu sebagai suatu persyaratan ini saya kita pada prinsipnya partai tumbuh dari bawah. Jadi persyaratan

s~t~

partai

politik dalam hal ini ~isa '"!1.ensinkro_nisasi dalam RUU Partai Politik karena d1s1m adalah persyaratan parta1 poht1k yang 1kut pemilu maka perlu ada pemikiran yang sinkron dengan undang-undang partai politik. Sementara dari kami demikian pak.

KETUA RAPAT:

Terima kasih pemerintah.

Kami putar lagi kami persilakan pada Fraksi POI Perjuangan.

ANGGOTA F .PDIP ( RUSMAN LUMBANTORUAN) :

Setelah mendengarkan teman-teman dari Fraksi Reformasi dan POU saya kira memang ada satu warna yang sama bagaimana sekalipun pendirian partai politik harus ada anggota dengan menunjuk apa yang disampaikan oleh pihak pemerintah dalam undang-undang partai politik tentu merujuk pada yang mempunyai basis tertentu. Masalah kita adalah tidak ada satu partai politik tanpa anggota itu dulu yang menjadi kesepakatan.

7

(8)

I

I.

1.

I I

I.

I.

I

I I

I.

l-

1 · I I I I

I.

I

Sekarang tentang jumlahnya yang disampaikan pemerintah tidak akan merupakan suatu arogansi dari partai politik yang besar. Juga tidak merupakan sesuatu yang tidak kompromistik.

lni adalah hanya satu aturan main untuk menjadi acuan bagi partai politi~

manakala dia akan mengagredasi aspirasi masyarakat dalam gawean demokras1 yaitu pemilihan umum.

Yang terakhir adalah keanggotaan partai itu sendiri memang kalau bicara demokratisasi bahwa kedaulatan partai politik adalah ditangan anggota bukan pada tangan pengurus dan sebagainya. Karena salah satu menyembuhkan Iuka-Iuka terjadinya deparpolisasi karena diberikan kesempatan kepada rakyat . untuk mengagredasikan aspirasinya melalui partai politik ini merupakan alasan kam1 tetap mendukung substansi yang disampaikan oleh pemerintah.

Terima kasih.

KETUA RAPAT : Terima kasih.

Selanjutnya kami persilakan partai Golkar.

ANGGOTA F.PG (ANDI MATALATTA, SH.M.HUM):

Partai kami tetap berkeinginan untuk memberikan kesempatan kepada partai- partai baru sepanjang memenuhi persyaratan. Nah persyaratan itu yang kita perbincangkan disini. Terus terang saja kalau tidak ada persyaratan sosio politik yang berkembang sekarang ini adalah bagian dari pendidikan politik.

Partai politik itu harus mempunyai platform perjuangan sehingga rakyat tahu kalau dia memilih partai ini maka ia akan memperjuangkan ini akan terjadi kalau ada sambung rasa antara dia dan partai politik ini. Jadi keanggotaan yang permanen itu perlu untuk setiap kabupaten minimal yang dua pertiga itu.

Jadi fraksi partai kami setuju menyebutkan-persyaratan anggota, tinggal kalau ada yang mengangap seribu itu terlalu kecil kami setuju.kalau dianggap terlalu besar setuju juga, kalau seratus terlalu kecil karena kami menawarkan angka 990. saya mau Tanya pada pemerintah dari dua pertiga rata-rata kabupaten itu memerlukan TPS berapa pak perkabupaten rata-rata itu.

Pengalaman kita selama ini kabupaten yang padat penduduknya tentu TPS nya banyak sedang Kabupaten yang kecil TPS nya kurang. Berapa kira-kira diatas 500 ? seribu TPS kalau setiap TPS peserta pemilu wajib menghadirkan 1saksi dua butuh 2000 satu kabupaten kita kan mau clean ini. Nanti pemungutan suara disitu tidak ada saksinya rame, ribut. Saya kita ini kaitannya banyak.

Jadi sebaiknya kita melihat angka ini bukan dari segi kepentingan masing- masing partai. Katakanlah PDIP mengusulkan jumlah besar membawakan aspirasi subjektifnya. Jadi lebih baik ada standar yang kita pakai. Standar keanggotaan pertama untuk segi administrasi dan hubungan antara partai dan anggota nya. Jadi kalau seribu ya seribu kalau lima ratus ya lima ratus. Demikian terima kasih.

KETUA RAPAT :

Terima kasih dari fraksi Golkar, selanjutnya kami persilakan fraksi P3.

(9)

I.

I

1.

!I

I

I

I.

I.

I

I

I

I•

I

1 •

it

I I I.

1.

1 ·

I I I I I.

I

ANGGOTA F.PPP (ANWAR MALIK);

Baiklah.

Kalau kita lihat persyaratan partai peserta pemilu dari awal kita memang sudah bicara adanya kemajuan-kemajuan apa yang ditetapkan oleh undan~-undang pemilu. Misalnya saja dua pertiga propinsi, kabupaten satu hal yang parta1 peserta pemilu punya basis dukungan. Apa yang kami sampaikan ini sebenarnya ~ukan hal yang berlebihan menurut kami. Apalagi dihubungkan ~eng~n . TPS 1tu ~u.atu kenyataan setiap partai berusaha supaya mereka ada saks1 nant1 d1 TPS. Dan 1mlah partisipasi aktif partai peserta pemilu terhadap terlaksananya pemilu terhadap asas- asas yang disepakati.

Kenyataan di lapangan pada pemilu yang lalu setiap partai punya saksi. Toh ternyata partai yang baru berapa bulan dideklarasikan ternyata mereka memberikan saksi dilapangan itu kenyataan pak. Dengan persyaratan yang sudah dibuat ini bukan suatu hal yang tidak mungkin bisa dipenuhi.

Artinya apa yang diatur dalam persyaratan partai politik nanti penjabarannya memiliki dukungan basis yang kuat. Untuk jumlah yang seribu ini kami tidak terlalu berlebihan sangat mungkin apabila kita sepakat tiap propinsi dua pertiga kabupaten.

Konsekwensinya yaitu ada kemajuan-kemajuan dari segi perundang-undangan.

Dan kita melihat masa depan partai-partai yang mempunyai basis dukungan yang kuat masyarakat yang berada di daerah. Namun demikian mari kita bicarakan ini untuk mencari kesepakatan. Supaya nanti kita bisa melihat keputusan yang realistis nanti. Demikian terima kasih.

KETUA RAPAT:

Berikutnya kami persilakan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.

ANGGOTA F.PKB ( H.M. SOFYAN CHUDLORIE, M.SI):

Apakah dengan ketentuan seribu ini merupakan refleksi dari keinginan kita untuk tidak mau partai-partai kecil ini ikut. Menurut kami partai baru dan tidak besar tapi mensyukuri supaya tidak mempunyai niat seperti itu. Saya kira angka seribu ini hanya sarana kita untuk menjadikan kondisi ini lebih baik. Paling tidak tumbuh rasa kebersamaan.

Karena di republik ini perlu sekali kebersamaan. Jadi kita sama-sama berdoa lah semoga yang belum bisa memenuhi suatu saat bisa memenuhi tapi andaikata tidak dengan ketentuan angka seribu atau berapa, saya kira harus dipandang sebagai sarana. Karena· kalau kita kaitkan dengan demokratisasi kita tidak usah pesimis karena partai nya tidak mencapai sekian lalu demokrasinya tidak ada.

Sejarah mencatat pilar demokrasi itu bukan hanya partai politik saja masih ada perguruan tinggi yang pada momen tertentu merupakan political outlet pada kebuntuan suatu saat pada tahun 66 kita buktikan. Jadi partai ini jangan dijadikan jaminan jadi masalah kualitas inilah yang harus kita jadikan.

Memandang angka seribu ini hendaknya sebagai alat saja. Jadi forum ini pun untuk kompromi saya kira karena tadikan baru pada tahap reasoning bagaimana logika angka seribu, tapi kalau tidak logis nanti kita turunkan satu, atau dua saya kira itu bukan harga yang mati. Apalagi Golkar saja yang sudah besar bisa turun sampai 990. jadi kalau komprominya mendadak nanti kelihatan kita tidak mikir. Sekian saja terima kasih.

9 ; ..

(10)

I

i

I.

I.

1-

, I

i

I

I

I.

I_

I

I I

I.

1.

1-

I I I

I.

I

KETUA RAPAT:

Terima kasih pak Sofyan.

Baik untuk putaran ini kami beri kesempatan untuk Fraksi Tentara Nasional lndonesia/Polri. Kami persilakan.

ANGGOTA F.TNl/POLRI ( SYAMSUL MA'ARIF, M.SI):

Jadi pemecahan begini pak, saya piker apakah ini rasio atau proposional mungkin perlu kita masukan disini. Oleh karena itu harus fix apa karena pertimbangan perlunya saksi di TPS. Maka sejauh mana kabupaten kota yang jumlah penghuninya sedikit pakai prosentasi boleh proporsi boleh. Bahwa sekarang ada trend bahwa masyarakat tidak percaya dengan partai politik itu juga suatu kenyataan di lapangan. Saya dapat informasi disalah satu daerah untuk mengerahkan pemilihan kepala desa saja harus dibayar. Sehingga kita kalau sampai pada masalah jumlah orang ini perlu pertimbangan-pertimbangan.

Demikian terima kasih.

KETUA RAPAT :

Baik terima kasih pak syamsul.

lbu/ bapak sekalian kita sudah memberikan kesempatan beberapa kali putaran kepada semua peserta rapat kerja ini. Kami menyimpulkan bahwa pada prinsipnya substansi bisa disetujui perkembangan masalah Dim 85 ini. Kemudian yang kedua mengenai jumlah seribu tadi ada pemikiran dari Fraksi Golkar untuk mengaitkan dengan angka-angka yang menyangkut jumlah TPS.

Dari meja pimpinan kami mengusulkan substansi kita setujui kemudian kita menyerahkan kepada panja untuk mengisi jumlahnya. Dan juga kepada pemerintah agar memberikan data jumlah yang dikaitkan dengan keberadaan saksi sehingga kita mendapatkan angka yang obyektif. Apakah ini bisa disetujui.

ANGGOTA F.PDU (SAYUTI RAHAWARIN):

Saudara pemerintah yang kami hormati kalau kita teliti dengan baik pasal 14 baik ayat 1 dari a sampai dengan f dan pasal 15 disana kalau secara jujur ada saling tidak sinkron. Pasal 14 salah satu sisi kita memberi satu batasan pada partai peserta pemilu. Kemudian pada saat pemilu 2004 hasilnya yang tidak mencapai sekian yang ditetapkan pada pasal 15 maka otomatis dia tidak ikut pemilu pada 2009 itu sudah tidak konsisten antara pasal 14 dengan pasal 15.

KETUA RAPAT:

Maaf pak Sayuti, supaya lebih focus kita membahas Dim 85. tadi kita sudah memberi kesempatan kepada semua fraksi yang ada juga kepada pemerintah.

Berdasarkan dua kali putaran kita sepakati pada pokoknya substansi kita setujui untuk Dim 85 untuk kita tidak melihat kepada Dim yang lain lagi.

ANGGOTA F.PDU ( SAYUTI RAWAHARIN) :

Antara pasal 14 huruf a bahkan sampai huruf f dengan pasal 15 itu saling bertentangan disatu sisi peserta pemilu baik yang baru atau yang pernah ikut pemilu atau 2004 nanti dengan persyaratan ini terpenuhi untuk 2004 kemudian hasilnya tidak mencapai sekian persen maka tidak boleh ikut pemilu 2009. bagaimana persyaratan pertama ini mencapai trash hold sedangkan persyaratan ini tidak ikut 2004.

.. ...

,

.

lo ·

(11)

I

I

I.

I.

I I

I.

I.

I

i

i

1 ·

I

I

II

I

1.

1.

I I I

I.

I

lni bagaimana kalau mau secara jujur tidak usah ada pasal 15 kita tetapkan saja semua partai politik ikut 2004, 2009 tidak perlu ada pasal 15 ada pengecualian.

Diatur dalam pasal 14 dia punya pengurus di DPD TK.I dan II dia punya anggota seribu dan ini sudah terpenuhi dia ikut pemilu karena ukuran ikut pemilu adalah ia punya ini. Tiba-tiba dalam pemilihan umum dia tidak mencapai trash hold sekian persen, tidak ikut 2009, untuk apa ini. ltu usaha untuk ikut pemilu. Kalau begitu disini dikatakan saja untuk 2004 saja dipasal 14 bukan 2009. kalau mau jujur. Masa pasal 14 hanya berlaku untuk 2004 kemudian batasan kalau tidak mencapai itu 2009 tidak boleh ikut. lni untuk apa.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih pak Sayuti.

ANG GOT A F. REFORMASI ( IR. SAMUEL KOTTO ) :

Fraksi kami dengan kesimpulan sementara ini sudah oke. Cuma itu jumlah kabupaten di luar jawa 240. kita perkirakan rata-rata penduduk luar jawa 349 ribu. Di jawa sekitar 1 juta lebih. Kalau jumlah yang besar kita bebankan kepada jawa tidak masalah. Tapi untuk luar jawa satu kota padang panjang saja yang jumlahnya penduduk pemilihnya Cuma 24 ribu partai peserta pemilu adalah 24. itu kalau seribu berarti 24 ribu.

Berarti ada partai di kota itu batal pemilu gara-gara ada partai yang tidak bukukan karena realitas nya undang-undang ini tidak memenuhi syarat . kalau 24 partai nya berarti seribu itukan batal artinya memang tidak cukup kuota itu. Menurut saya ini bukan sembarangan kita mempertimbangkan angka.

Karena ini penting sekali jangan sampai pemilu ini batal gara-gara batal karena hukum. lni bahaya untuk bangsa ini. Mencari anggota seribu untuk partai besar pekerjaan yang mudah juga. Saya setuju apakah akan kita tunda keputusan ini setelah kita menerima data sehingga ada peluang. Apa mau di panja. Demikian ketua terima kasih.

ANGGOTA F. REFORMASI ( PATRIALIS AKBAR, S.H.):

Sebentar ketua. Ada jalan keluar dari diskusi kita ini kalau kita lihat secara keseluruhan maka tidak ada keinginan kita untuk mendiskualifikasikan partai yang akan muncul. Bahkan electoral trash hold itu juga sudah merupakan patokan nya.

Akan tetapi partai politik yang sudah ikut pemilu terlebih dahulu, barangkali jalan keluarnya adalah persyaratan mereka sudah memenuhi tentu mereka tida~ usah lagi merobah nama atau menggabungkan diri. Artinya Kesempatan untuk eksistensi keberadaan partai itu sejak awal kita akui. lni salah satu jalan keluar barangkali pak Sayuti.

Kalau tadi pemerintah memberi gambaran untuk kabupaten yang paling kecil kecamatannya Cuma 4 kemudian dari 4 itu paling sedikit satu kecamatan ada 5 desa, kalau 1 desa saja 5 orang saja, berarti satu kecamatan sudah ada 25 orang.

Kalau 4 kecamatan berarti 100 orang. Maka jalan keluarnya adalah kita tawarkan 100 kita tambah 200 atau maksimal 250.

Jadi rasionalisasinya seperti apa yang dikatakan pemerintah tadi. Pembagian satu kabupaten kecamatan dan desa kalau bisa kita putuskan ini tidak usah di bawa ke panja. Karena juga tidak akan selesai. Jadi kami usulkan penambahan 200 maksimal 250. Demikian terima kasih.

11

.

.

(12)

I

I

I~

I

I~

1~

I I

I

I~

I_

I

I

I

1 ·

I ,1

I

I_

1.

- ,~

I I~

II , I 'I

I.

I

KETUA RAPAT:

Bagaimana substansinya di Dim 85 ini kita setuju kemudian kit~ memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjelaskan dengan perhrtungan yang didasarkan pada TPS yang ada dengan saksi, bisa kita setujui ini. Ya jadi F.PDU tidak menyetujui ini. Jadi yang kita setujui substansi secara keseluruhan di DIM 85 tapi karena sekurang-kurangnya 1000 itu akan kita bicarakan di p~nja ~an untuk pemerintah dengan perhitungan yang didasarkan pada TPS dan saks1-saks1 ..

ANGGOTA F .PDIP ( IR. ZAENAL ARIFIN ) :

Kami bisa menyetujui yang pertama tapi mengenai perhitungan angka ini masing-masing · punya beberapa pertimbangan. Jadi kalau kami belum menyetujuinya. Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Jadi itu kita lemparkan ke panja.

ANGGOTA F.PG (ANDI MATALATTA, SH.M.HUM ):

Nah karena usulan kami 990 tidak ditanggapi maka dengan sangat menyesal kami tarik kembali usulan kami.

KETUA RAPAT:

Silakan pak Sofyan.

ANGGOTA F.PKB ( H.M SOFWAN CHUDLORIE):

Ya terima kasih.

Saya sependapat seberapa jauh KPU melakukan verifikasi sebab kita hidup dengan banyak kebijakan tapi implementasinya tidak sejalan dengan kebijakan itu.

Jadi kemampuan KPU juga sangat menentukan di dafam nanti kita menentukan jumlah ini nanti. Demikian terima kasih.

ANGGOTA F.PKB (DRS. ALI MASYKUR MUSA, MSI):

Catalan saja sebelum masuk panja. Tentang angka ini saya mohon bisa negosiabel. Karena paradigma tadi harus ada pengurus dan anggotanya. Tetapi sebuah partai yang bagus seluruhnya menjadi anggota tidak. Ada sebagian yang menjadi anggota karena idiologis tapi suatu saat karena rasionalisasi program ada swinging voter. Karena itu dengan mematok1000 menurut saya bisa dinegosiabel melihat kecenderungan swinging voter.

Terima kasih.

ANGGOTA F.REFORMASI ( H. MUTAMMINUL ULA, SH.):

Substansinya kami setuju yaitu pengurus dan anggota tadi itu jelas. Soal jumlah saya kira perlu pemikiran yang jernih. Demikian saya juga tidak yakin anggota partai ini dengan kartu-kartu anggota. Jadi bahwa pendukung basis massa jelas bagi partai-partai jadi kami setuju.

Terima kasih.

12

(13)

I I.

I.

I

I

1_

I_

I, 1-

1 · .

I I I_

I~

,

I

I I

I.

. ;I

KETUA RAPAT :

Baik ini bisa kita setujui dengan catatan ada tiga catatan : 1. Masalah jumlah angka akan di bahas oleh panja

2. Pemerintah untuk menyiapkan data jumlah TPS dan saksi

3. Fraksi POU menyetujui substansi tapi tidak setuju mencantumkan jumlah angka.

Jadi yang kita bicarakan di panja itu hanya khusus angka. Kemudian tambahan dari Pak Anwar Malik jumlah penduduk dikaitkan.

ANGGOTA F.TNl/POLRI ( SYAMSUL MA'ARIF ,MSI):

Menurut saya kita setujui substansi ini tapi yang didalam angka jadi tidak lagi pakai setuju tidak setuju.

KETUA RAPAT:

Jadi di panja yang dibicarakan hanya angka. Terima kasih kita telah menyelesaikan Dim angka 85, selanjutnya kita masuk ke Dim nomor 86. saya bacakan bunyinya.

e. Pengurus sebagaimana dimaksud pada huruf d dan huruf c harus mempunya kantor tetap. Kemudian dari Fraksi PDl.P tetap, Fraksi Partai Golkar tetap, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan tetap, Fraksi Reformasi berubah, yaitu pengurus sebagaimana huruf d dan c harus mempunyai kantor yang memiliki alamat yang jelas. Kemudian Fraksi Tentara Nasional lndonesia/Polri tetap, Fraksi KKI kata tetap dihapus dengan tambahan kata dengan alamat yang jelas sebagai kantor partai setelah kata kantor, Fraksi PBB tetap, Fraksi POU tetap . baik kami memberikan kesempatan pada Fraksi Reformasi.

ANGGOTA F.REFORMASI (IR. PATRIALIS AKBAR);

Memang disini kami ada perubahan dengan alasan pertimbangan kami adalah terutama bagi partai-partai politik yang baru muncul ini sangat tidak mungkin. Yang paling penting adalah bagaimana memiliki kantor secara jelas. Demikian terima kasih.

KETUA RAPAT :

Baik terima kasih Fraksi Reformasi.

Selanjutnya kami beri kesempatan kepada pemerintah, silakan.

PEMERINTAH :

lni dari pengalaman pemerintah selama ini ada kesulitan KPU didalam menyampaikan undangan-undangan rapat dan sebagainya. Pengalaman lalu misalnya, kami tidak menyebut nama partainya, undangan rapat itu banyak yang tidak nyampai. Setelah ditelusuri ternyata alamatnya pindah sampai tiga kali. Jadi sementara pemerintah mengajukan perumusannya adalah mempunyai kantor tetap.

Tadi dari Fraksi Reformasitharus memiliki kantor dengan alamat yang jelas. Jadi ini adalah serupa tapi tidak sama. Saya kira demikian pak terima kasih.

KETUA RAPAT:

Memang saya lihat di ayat ini usulan RUU pemerintah dikatakan jelas. Baik kami persilakan POI Perjuangan.

13

(14)

I

I.

I.

I

I

I

I

I.

I.

I

I

I

'I ,1

I

I_

1.

1 ~

I I I

I.

I

ANGGOTA F.PDIP ( RUSMAN LUMBANTORUAN):

Fraksi kami mengatakan tetap karena pemahaman kami sama dengan pemerintah karena pengertian tetap itu tidak harus dikatagorikan memiliki, menyewa atau mengontrak. Cuma saja untuk mencari istilah yang tepat m~njelaskannya karena menurut kami mempunyai makna yang sama, mempunya1 kantor yang memiliki. Yang memiliki dari Frakfi Reformasi diganti de.ngan kat~ denga.n sehingga bunyi nya harus mempunyai kantor dengan alamat yang Jelas. Tenma kas1h.

KETUA RAPAT :

Baik terima kasih, selanjutnya Fraksi Partai Golkar.

ANGGOTA F.PG (ANDI MATALATTA, SH.MHUM.):

Kantor tetap yang dimaksud dalam rancangan undang-undang ini terkandung maksud adanya alamat yang jelas. Tapi ada satu hal undang-undang ini kan satu system dengan undang-undang partai politik, di undang-undang partai politik ada satu persyaratan diakuinya sebuah partai politik sehingga barangkali ada baik nya dicantumkan disini ada syarat tambahan partai itu bisa ikut pemilu kalau memiliki tambahan syarat-syarat ini.

KETUA RAPAT :

Baik terima kasih dari partai Golkar.

Berikutnya dari Fraksi Persatuan Pembangunan, kami persilakan.

ANGGOTA F.PPP (DRS.AHMAD MUQOMAM):

Terima kasih pak ketua.

Pada awalnya P3 dengan Dim ini tetap, tetapi dalam perkembangan selanjutnya ada yang menarik. Kalau dicermati keseluruhan di pasal 14 dengan poin b ini lebih merupakan konsern pemerintah didalam pelaksanaan pemilu nanti sehingga tidak ada kaitan secara juridis formal dengan partai politik peserta pemilu.

Kalau kita lihat a sampai dengan f itu terkait tangsung dengan status partai politik. Tapi poin ini lebih mengedepankan sisi di lapangan yang menunjukan bahwa pemilu 99 yang multi partai seperti itu dan pemilu 97 lebih rapih karena Cuma 3 partai politik. Persoalan kemudian ini adalah apakah kantor tetap atau alamat tetap.

Menurut saya dipertimbangkan ini di out dari sini karena ini keluar dari sisi-sisi partai

politik. •

lni lebih merupakan konsern dari KPU, PPD II dan I tentunya. Walaupun ini tidak mengganggu tapi bisa mengganggu kalau ini bagian dari prinsip-prinsip partai politik peserta pemilu dari a sampai f. bagi P3 kalau ini dicantumkan untuk memberikan solusi kepada KPU dan memberikan penjelasan KPU batasan kantor tetap dan alamat tetap seperti apa itu.

Sehingga arti tetap itu tidak menimbulkan tafsiran macam-macam. Menurut saya kalau dicantumkan perlu dicantumkan status kantor apakah kontrak atau bagaimana. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Terima kasih dari Fraksi Persatuan Pembangunan.

Selanjutnya kami persilakan Fraksi Kebangkitan Bangsa.

14

(15)

I

I_

I.

I- I I

I. ..

I_

I

I

I

I

1.

1.

.

I

1 ·

I I I

I.

r

,,

I

ANGGOTA F.PKB ( H.M. SOFWAN CHUDLORIE):

Terima kasih.

Jadi rumusan ini menurut kami sudah memadai. Sebab ini sekedar merespon kebutuhan manajerial saja. Saya tidak sependapat kalau dirinci kalau akan mengurangi flesibilitas partai itu sendiri. Jadi ketentuan kantor tetap saya kira sudah sangat memadai. Karena bisa milik sendiri atau bukan milik sendiri. Jadi penyebut alamat itu sebenarnya tidak perlu, karena ini bukan kebutuhan panitia pemilu tapi kebutuhan dari partai politik itu sendiri. Sebab kalau tidak jelas alamatnya dia akan kehilangan hak terhadap undangan rapat.

T erima kasih.

KETUA RAPAT :

Selanjutnya kami persilakan Fraksi TNl/Polri.

ANGGOTA F.TNl/POLRI ( SYAMSUL MA'ARIF,M.SI):

Terima kasih pimpinan.

Kita perlu juga mengecek pada rumpun yang lain. Yaitu dim 12 disana ada undang-undang titik-titik tahun 2002 tentang parpol. Mungkin dalam undang-undang itu sudah termuat jadi menurut saya tetap saja seperti yang disampaikan pemerintah rinciannya kita tinggal merever perihal menimbang rumpun yang berikutnya.

KETUA RAPAT : Baik terima kasih.

Selanjutnya Fraksi PDU.

ANGGOTA F.DPU ( SAYUTI RAHAWARIN):

Saya tetap dengan rumusan daripada pemerintah ini, hanya saja agar posisinya huruf d,e,f ini berada di bawah huruf a. 'jadi bukan pengurus sebagaimana dimaksud e dan c tapi sebenarnya partai politik ini harus memiliki kantor tetap. ltu usul saya.

KETUA RAPAT:

Kepada pemerintah tadi ada pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan rancangan undang-undang partai politik yang disampaikan fraksi Golkar, 9an kaitan nya yang disampaikan oleh Fraksi Persatuan pembangunan. Kami persilakan pemerintah.

PEMERINTAH :

Saya kira di dalam RUU partai politik sebagai persyaratan sudah memiliki kantor tetap. ltu pada waktu pendaftaran pada Departemen Kehakiman dan Ham.

Setelah pendaftaran ini kan ada proses pak. Pada waktu pemilu bisa terjadi perpindahan alamat.

Oleh karena itu menurut kami dicantumkan ada kantor sehingga memudahkan akses penyelenggara kepada partai politik sehingga menguntungkan kedua belah pihak. Kalau bapak pimpinan mengizinkan ini ada wakil pemerintah yang dulu langsung menangani masalah pemilu mungkin ada sedikit pengalaman untuk

menyampaikan beberapa menit. .;

15

..

'

(16)

I -

i

I

I

I.

I.

I I

I.

'I II

, I·

I I

1.

1.

I I I I.

I

KETUA RAPAT :

Ya, kami persilakan.

PEMERINTAH :

Terima kasih pimpinan.

Ada pengalaman kami pada pemilu yang lalu ketika menghubungi satu partai politik ternyatitf hanya sebuah restoran ada beberapa kasus seperti itu. Setelah diadakan penelitian kelengkapan calon-calon ini diberitahukan kepada partai politik ini dikasih waktu 7 hari kalau alamatnya tidak jelas ini bisa menjadi masalah dan merugikan partai itu sendiri.

ANG GOT A F .PDIP ( SUWIGNYO ) : Sedikit pak.

Jadi kantor tetap dan alamat jelas itu memang agak berbeda serupa tapi tidak sama. Alamat jelas mungkin berbeda sepuluh kali tapi jelas semua itu. Mungkin dalam dua tahun berpindah-pindah terus. Memang kita harapkan alamat jelas dan mempunyai kantor yang agak tetap. Saya kira begitu.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih.

Kita berikan kepada pengusul dulu ya, silakan pak Patrialis.

ANGGOTA F.REFORMASI (H. PATRIALIS AKBAR, S.H.):

Dari pikiran-pikiran yang berkembang tadi sudah jelas bahwa yang dimaksudkan kantor tetap itu termasuk didalamnya alamat yang jelas. Usulan kami ini sebaiknya kita masukan saja kepenjelasan itu satu. Yang kedua, adanya suatu kewajiban dari partai politik memberitahukan kalau pindah alamat.

Jadi dua hal dalam penjelasan ini kita masukan, yang dimaksudkan kantor tetap adalah harus mempunyai alamat yang jelas dan tidak mungkin kita patok pak dia harus satu tahun di sini, tidak bisa. Yang penting alamat nya jelas diberitahukan.

Jadi ada kewajiban. Jadi dimasukan kepenjelasan selesai sudah. Saya kira cukup terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik.

Saya kira ini bisa ditampung ya. Jadi pasal 86 ini tetap.

ANGGOTA F .PDIP ( SUWIGNYO ) :

Yang jadi problema tadikan kalau · istilah tetap sebagaimana pemerintah tadi ternyata kondisi partai tidak sama suatu saat bisa berpindah-pindah POI Perjuangan pernah mengalami. Jangan sampai ada partai politik yang tidak mempunyai kantor itu yang dikawatirkan itu kan akan menyulitkan. Oleh karena itu dengan istilah tetap itu kami mencarikan jalan keluar begini, pengurus sebagaimana dimaksudkan pada huruf b dan c harus tetap mempunyai kantor dengan alamat yang jelas jadi tetapnya dirubah.

16

(17)

II

i

I.

i

I.

I 'I

i

I.

I

I_

,I

I I

I.

1.

I I I

I.

I

- - - - - - - - -

KETUA RAPAT:

Baik ini pernikiran tapi tadi dari Reforrnasi yang rnenyatakan bahwa kantor yang tetap adalah alarnat yang jelas. Baik tadi kita sepakati agar rnengenai rnasalah kantor tetap dalarn penjelasan. Baik kita masuk ke Dim 87, saya bacakan

f. rnengajukan nama dan tanda gambar partai politik.

Fraksi POI Perjuangan untuk Dim nomor 87 ini mengusulkan dengan tambahan kalimat yang terdaftar di kantor Departemen Kehakiman dan Ham. Sehingga dengan adanya usulan ini Dim nomor 87 menjadi mengajukan nama dan tanda gambar partai politik yang.terdaftar di kantor Departemen Kehakiman dan Ham.

Kemudian Fraksi partai Golkar tetap, Fraksi P3 juga tetap, Fraksi Kebangkitan Bangsa tetap, Fraksi Reforrnasi tetap. Fraksi TNl/Polri tetap, KKI tetap, PBB tetap dan F.PDU tetap. Baik pada kesempatan ini kami persilakan kepada pemerintah.

PEMERINTAH : Terima kasih.

Penambahan nama dan tanda gambar partai politik yang terdaftar di kantor · Departernen Kehakiman dan Ham itu sudah dengan sendirinya pak. Karena dalam RUU Parpol sudah suatu syarat partai politik itu harus di daftarkan pada Departemen Kehakiman dengan syarat antara lain tanda gambar dan sebagainya.

Jadi kalau itu dicantumkan Cuma tidak redanden, jadi kami tidak terlalu rinci atau detail karena ini tidak terlalu substansial tapi hanya penegasan kalau itu terdaftar pada Departemen Kehakiman. Tapi pemikiran kami adalah bahwa pengajuan nama dan tanda gambar partai politik itu sudah dengan tersendirinya terdaftar pada Departemen Kehakiman apabila partai politik sudah sesuai dengan undang-undang partai politik. lni hanya usul penegasan.

KETUA RAPAT:

A.

Baik terima kasih kami akan serahkan kepada Fraksi POI Perjuangan. Kami persilakan.

ANGGOTA F.PDIP (FIRMAN JAVA DAELI):

Kelihatannya memang tidak substansial tetapi ini kan sebagai parpol di Depkeh Ham, itu ke KPU. · Memang alasan yang disampaikan tadi tidak hanya sekedar kepastian semata tapi sebetulnya paling tidak pintu itu harus. jelas dan tegas. Menurut kami tidak ada salahnya kalau disini kita tegaskan supaya memang tidak perlu ada perubahan. Partai politik itu memang harus lewat pintu Depkeh Ham.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Fraksi POI Perjuangan.

Berikutnya kepada Fraksi-fraksi untuk memberikan tanggapan, kesempatan pertama kepada Fraksi partai Golkar.

ANGGOTA F.PG (ANDI MATALATTA, SH.M.Hum.):

Kami beranggapan usul tambahan dari PDIP duplikasi dengan Dim nomor 82.

Apakah partai politik yang sudah terdaftar di Depkeh Ham berdasarkan undang- undang partai politik pada saat dia mau ikut pemilu harus mendaftar dulu karena inikan menyangkut nomor urut.

·. 17

..

(18)

I

I.

1.

I

I

I.

I.

I 1·

I I I.

I-

I

I I

I.

I

- - - -

Jadi mungkin pendaftarannya sebagai partai politik mungkin nomor urutnya 100, tapi pada saat mau ikut pemilu apa harus mendaftar kembali apa di Depkeh atau di KPU. Dan nomor urut yang dipakai disitu adalah nomor urut baru atau lama.

Oleh karena itu usul rekan kami dari F.PDIP kalau hanya mendaftar sebagai bukti keabsahan di Depkeh itu duplikasi dengan Dim 82. tapi kalau pendaftaran disini pendaftaran ikut pemilu, mungkin bisa dipertimbangkan tapi apakah tempat mendaftarnya di Depkeh bukan di KPU.

Kan tidak otomatis semua partai ikut pemilu. Ada persyaratan karena itu harus mendaftar. Dimana dia harus mendaftar apakah di Depkeh atau Di KPU. Nomor urut yang dipakai nomor urut yang mana. Dalam rangka itu kami pertanyakan kepada kawan-kawan. Demikian sedikit pencerahan kepada kita.

KETUA RAPAT:

Terima kasih dari partai Golkar.

Selanjutnya Fraksi partai Persatuan Pembangunan.

ANGGOTA F.PP (DRS. H. ANWAR MALIK):

Menanggapi usul dari Fraksi PDIP barangkali ada hal yang perlu kita jawab dulu. Kalau Dim 82 mengatur mengenai keabsahan lambang dari satu partai politik.

Tapi persyaratan menjadi peserta pemilu kan beda. Kalau ketentuan electoral trash hold diterapkan kan tidak semua partai yang terdaftar bisa tampil sebagai peserta pemilu tapi merela bisa ikut sebagai peserta pemilu dengan aliasi tapi pakai tanda gambar tersendiri merupakan suara keinginan dari seluruh partai yang bergabung.

Nah pakaian nya sama bisa diartikan harus didaftar di Kehakiman dan Ham ini yang harus kita jawab dahulu. Kalau kita sepakat bahwa tanda gambar pemilu berbeda dengan lambang partai barangkali tidak diperlukan didaftarkan di Departemen Kehakiman dan Ham. Dia cukup merujuk dalam undang-undang pemilu.

Jadi artinya kalau kita sepakat dengan itu artinya tanda gambar pemilu berbeda dengan tanda gambar lambang parpol yang diharuskan Departemen Kehakiman dan Ham, tetapi tanda gambar pemilu persyaratannya diatur oleh undang-undang pemilu. Barang kali ini yang harus kita clearkan terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik karena ini sifatnya pertanyaan dari Fraksi P3 mungkin kita berikan kesempatan kepada F.PDIP, atau bagaimana ini.

ANGGOTA F.PDIP (ALEX LITAAY):

Maaf klarisikasi dulu pak.

Memang dalam perumusan ini ada satu kata yang belum terketik jadi barangkali kami ralat. Yang kami usulkan adalah mengajukan nama dan tanda gambar partai politik sesuai yang terdaftar di kantor Oepartemen Kehakiman dan Ham. ltu sebenarnya usul kami. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik.

Ada ketinggalan ketik mengajukan nama dan tanda gambar partai politik sesuai yang terdaftar di kantor Departemen Kehakiman dan Ham.

18

. ;

(19)

I

I

I.

1.

I-

I I

I.

,l

I_

I

I I

I_

1-

I I I

I.

I

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

KETUA RAPAT (A. TERAS NARANG) : Baik.

Ada ketinggalan ketik menggantikan nama dan tanda gambar partai politik sesuai yang terdaftar di kantor Departemen Kehakiman dan Ham, ada kehilangan kata sesuai. Baik berikutnya kami persilakan kepada fraksi Kebangkitan Bangsa.

ANGGOTA F. PKB (SAFFIAN CHEDAR) : Terima kasih.

Jadi didalam kejaksaan memang kita ini termasuk agak mengerikan penyakit, yang jelas-jelas kebetulan, sebetulnya sudah jelas. Jadi kalau benar keterangan pemerintah tadi di bagian lain seperti tadi dijelaskan, saya kira ya hal-hal yang duplikatif itu perlu kita hindari. Kalau didalam bahasa itu jelas yang namanya hiperkorek itu tidak sistem jadi. Jadi terllu benar juga tidak, jadi oleh karenanya saya kira secara komprehensif kalau di ketentuan perundangan yang lain sudah menyebutkan semacam itu say akira segala sesuatu perlu kita hindari, minimal itu.

Kalau nanti ditambah dengan sesuai tadi ini saya kira produk hukum itu perlu mengakomodasi gejala fenomena. Jadi andaikata mengajukan yang sudah sesuai sebetulnya apa sih untungnya, juga nggak ada apa yang mau kita akomodasi fenomena itu.

Jadi atas dasar itu sekali lagi kita berpikir secara komprehensif merupakan ketentuan perundangan yang lain sudah otomatis punya makna dan pengertian dan semacam itu mengapa kita angkat itu.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Terima kasih dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Berikutnya kami persilakan fraksi Reformasi.

ANGGOTA F. REFORMASI {IR. SAMUEL KOTO):

Terima kasih. .

Saya punya kekhawatiran kalau tanda gambar partai politik itu berbeda

~engan tanda gambar peserta pemilu satu partai politik, ini pertanyaannya boleh apa

!tdak. Kalau boleh berarti itu harus disebutkan tim redaktor partai politik itu harus 1elas, bahwa tanda gambar itu harus sama, kecuali itu tidak ada, kalau tidak ada itu masukan disini. Saya setuju dengan, soalnya ada gambar yang partai politik punya gambarnya a yang digotong-gotong itu gambar lain. Saya kira itu perlu diatur.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih fraksi Reformasi.

Berikutnya kami persialakn kepada fraksi TNI dan Polri.

ANGGOTA F.TNl/POLRI {SYAMSUL MA'ARIF, MSI):

TNl/POLRI tetap ini pak.

Hanya tadi kalau kita lihat di dim ini kan keterangannya jelas, alasannya memberi kepastian tentang hak cipta. Karena setelah tadi ada kata sesuai tadi saya nambah sebagaimana, cuma tadi setelah ada masukan bahwa ada seandainya dipakai pasal berikutnya itu disarankan bahwa parpol itu urgen atau membuat baru atau bagaimana. ltu barangkali juga pak,

. -

(20)

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih fraksi TNI dan Polri.

Berikutnya kami persilakan fraksi PDU.

ANGGOTA F. PDU( SAYUTI RAHAWARIN) : Terima kasih.

Kita melihat urut-urutan tadi dim a sampai f,g mungkin kalau mengajukan itu yang, karena itu termasuk didalamnya persyaratan. Jadi kalau persyaratan a sampai itu kan tidak ada kata mengajukan, jadi seharusnya memiliki makna dan tanda gambar partai politik. Jadi urutan-urutannya pasti kalau mengajukan mengajukan ke KPU atau mungkin, padahal sebenarnya bukan mengajukan tetapi memiliki. Karena itu menganggap salah kan? kemudian masuk ke dalam syarat berarti .dia harus memiliki tanda gambar, bukan mengajukan.

Teri ma kasih.

KETUA RAPAT :

Kalau sudah 21 saya boleh ya memberi tanda gambar, untuk klarifikasi rame- rame, nanti kita kasih kesempatan kepada pengusul sebentar ya. nggak apalagi tadi pak Sayuti tadi mengajukan diganti dengan memiliki, silakan fraksi POI Perjuangan.

ANGGOTA F. PDl.P (PATANIARI SIAHAAN):

Terima kasih rekan-rekan sekalian.

Saya pikir teman-teman yang pernah di PPI tahu persis, dulu perdebatan mengenai undang-undang nomor 39. Disini beberapa partai dan masa pemikiran pada asumsi kalau kehilangan pasti boleh. Jadi kalau disini dikatakan tidak dikasih seperti ini, ini seolah-olah dan tidak secara sanksi kalau dia menggunakan tanda gambar yang lain untuk pemilu dengan tanda gambar, itu maksudnya, karena tidak nahan, boleh. Jadi kalau tidak kita cantumkan terpaksa dengan penambahan pasal baru yang mengatakan bahwa partai politik tidak bolet#menggunakan nama dan tanda gambar selain yang terdaftar di Depkeh Ham, ini persoalannya. Dan saya pikir phak pemerintah pun sama-sama setuju undang-undang itu maksudnya membatasi, kalau nggak membatasai kan bukan undang-undang. Jadi supaya jangan bisa

ditafsir. 1

Maka kami usulkan dicantumkan disini supaya tanda gambar itu diberlakukan itu untuk dipakai pada pemilu. Sebab kalau tidak dia mulai menbahkan gambar lain, dan sedikitnya dicoblos dulu adalah nama partai dan tanda gambarnya. ~ekaligus

dengan ini sekarang terjadi seleksi pada saat undang-undang pemilu mencantumkan tidak boleh sama nama dan sebagainya itu sudah terseleksi pada saat di Depkeh Ham, sehingga KPU dengan mudah seleksi kembali terhadap berbagai tanda gambar dan nama tersebut.

Sekian dan terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih dari fraksi POI Perjuangan.

Kami persilakan satu putaran lagi, kami persilakan fraksi Partai Golkar.

ANGGOTA F. PG (IR. RULL Y CHAIRUL AZWAR) :

lya ini, kita anggap penggelapan yang kita ketahui, tapi intinya kite samakan dululah konstruksi berpikir kita dengan landasan dasar ini. Sebetulnya ini kan saringan yang kedua setelah partai itu terbang ke Kehakiman itu dulu samakan dulu.

Sehingga seharusnya apa yang menjadi persyaratan tambahan didalam ruu pemilu

20

(21)

I . I.

1.

I-

I I

I.

I.

I

1- 1 ·

I I

I.

1.

I I I 1.

I.

I

itu pada hakekatnya kalau memang tidak dibutuhkan mengulang hanya sekedar ditempatkan tidak perlu. Karena di ruu politik sudah, itulah rem dulu ya, kalaupun mau dicantumkan itu memang ada persyaratan tambahan yang mau kita memang persyaratkan dalam hal ini KPU yang mau menjadi penyaring yang bukan lagi Depkeh Ham.

Dalam konteks ini, saya pikir urusan tanda gambar dan urusan warna itu harus terdaftar siapapun partai yang mau ikut menjadi peserta pemilu pada awalnya, harus didaftar. Tanda gambarnya nanti namanya nanti pada saat KPU menyeleksi tidak perlu lagi menjadi urusan KPU cuma kata ini beda apa tidak. Kalau tidak beda, kalau beda ya gugur gitu. Tapi urusannya sekarang lebih apakah kita mempermasalahkan dalam reproses penyaringan kedua di KPU yang berkaitan dengan nama dan tanda gambar. Kalau kita mempermasalahkan itu KPU harus lagi menyeleksi memang harus masuk disini, tapi kalau tidak dibutuhkan oleh KPU untuk menyeleksi tidak perlu harus disini.

Nah itu tadi pada awalnya di belakang dua itu sebetulnya sudah merupakan dim yang menjadi pertama partai itu boleh masuk kepada disahkan disini. Jadi tidak perlu sebetulnya mengulang alau memang di dim 82 isinya sama dengan pertensi tidak perlu dua kali. Nah kalau kita mau bahas mengajukan nama ataupun memiliki nama nah itu kebutuhannya adalah KPU mempunyai kewajiban menarik lagi. Kalau kasusnya dia mau beralian sudah yang lain tetp dia harus melakukan lagi KPU. KPU dulu itu tetap di Departemen Kehakiman, di Oepartemen Kehakiman dulu.

Jadi itu sebetulnya bukan disini tempatnya untuk mengatakan bahwa berdeba tanpa komunikatif tak bisa tanpa Departemen Kehakiman nggak bisa. Jadi say apikir dim nomor 87 ini tidak perlu ada kalau memang itu beda dengan 82. Tapi kalau memang kita membutuhkan KPU harus memberikan nomor peserta pemilu ya iya, karena itu tidak ada didalam Departemen Khakiman dan Ham, begitu.

Jadi maksud saya prinsipnya kita samakan dulu bahwa apa yang menjadi pesyaratan dalam pasal ini dim ruu pemilu adalah persyaratan yang memang KPU- lah yang mempunyai tugas untuk mengangkat penyaringan kedua. Jadi kan kita membuka seluas-luasnya sebuah partai boleh berdiri dan parpol. Tapi tidak semua partai berdiri itu dalam hal itu bisa menjadi peserta pemilu. Disini ada nggak? tidak kita ulangi apa yang sudah ada dalam pendirian parpol tidak kita ulangi, itu saja.

Terima kasih.

KETUA RAPAT :

T erima kasih dari Partai Golkar.

Berikutnya dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan, putaran k~dua, kami persilakan.

ANGGOTA F.PPP (DRS. H. ANWAR MALIK) : Baiklah.

Jadi Golkar pertama tadi kami kemukakan kalau partai-partai yang tidak mencapai 2% itu bergabung dengan satu, dia bergabung. Apakah memang mereka membentuk partai baru, ini ditegaskan. Yang kedua membentuk partai baru lalu dengan tanda gambar baru dan itu dia ikut pemuli. Atau mereka bertemu dalam satu aliansi tidak perlu membentuk partai baru, karena undang-undang parpol juga menjamin kedaulatan partai-partai itu. tetapi tanda gambar pemilunya mereka harus memilih tanda gambar yang satu untuk, nah ini yang tadi saya ingin anu. Kalau ini memang diperlukan mereka bergabung dalam satu partai baru bisa masuk sebagai peserta pemilu ntuk mencapai 2% tadi. otomatis dia harus katakan, artinya dia melapor dulu. Kalau kita tidak memerlukan duplikasi demikian, tetap saja hanya rumusan yang terkait tidak pakai itu. tapi kalau memang dia tidak diperlukan untuk

21

.. ,, .... , ..

···:tr •-,,,.'1~~·;. '1,., !

',•Jliil.::. •<111:

(22)

r~

--- --

1

I.

I.

I-

I I

1_

I.

I

I

!

1-

', 1 ·

I

I

I

I

I_

1.

I I I

IA

-

I

'

bergabung beberapa partai kecil itu dalam satu partai politik. Tapi ?ia tetap, artinya bisa ikut pemilu dengan satu aliansi mereka, mereka bisa mengaJukan nama dan tanda lambang untuk peserta pemilu.

Dalam itu apakah memang perlu dipersyaratkan dilempar ke Departemen Kehakiman, ini yang perlu kita rekrut. Jadi ini kami sekali lagi ma~ih ingin itu.kala~ itu sudah terjawab barangkali nanti bisa kita buktikan sekedar benta umum atau tldak untuk membedakan.

T erima kasih.

KETUA RAPAT : Baik.

Saya rasa karena ini pertanyaan ya pertanyaan dalam rangka memperjelas.

Sedikit kita berikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjawab apa yang disampaikan, apa yang ditanyakan oleh fraksi Partai Persatuan Pembangunan.

Kami persilakan.

PEMERINTAH (PROGO NURJANA):

Terima kasih.

Jadi pasal 14 tentang partai politik dapat menjadi peserta pemilu, apabila memenuhi persyaratan yang disampaikan tadi dan sudah dibahas sebelumnya keberadaannya tentang memiiki perlu, dan sebagainya. ini mengajukan nama dan tanda gambar partai politik. Karena menurut kami sangat penting, karena untuk pemilihan masyarakat peserta pemilu yang akan dipilih kan nama dan tanda gambar p a ! ... i· politik. Sehingga penyelenggara pemilu nantinya nanti akan mencatat ke ahan daripada survey partai politik yang ada pesannya P3. Menyampaikan seb' ai peserta pemilu dan jumlah, tentunya akan menyampaikan beberapa pe , ratan-persyaratan tadi yang akan diakomodir oleh KPU, termasuk tanda gambar apa yang akan dipakai. Meskipun itu tanda gambar yang terdaftar di De?*rtemen Kehakiman. Tetapi secara formal partai politik tetap akan meniru tnada gambar yang akan kami pakai untuk pemilu. Sehingga polisi penggerak umum tidak usah mencari-cari ke Departmen Kehakiman, P3 daftar tanpa melampirkan tanda gambar yang akan diajukan. Terlebih KPU habis mencari pendaftaran atau di Kehakiman akan dicatat apa tanda gambarnya.

Saya kira pada waktu penyampaian kepesertaan partai politik pemilu. Saya kira termasuk nama daftar dan gambar partai politik dikabulkan juga dilampirkan sebagai inilah tanda gambar yang akan dipakai secara formal dalam ranaka pemilu itu. sehingga disamping secara macam-macam ini juga mungkin partai politik menyampaikan ini lho tanda gambar yang akan dipergunakan untuk pemilihan pada waktu pemilu 2004. lni saya kira penjelasan dari kami.

Kemudian ada juga didalam rumusan satu pasal 146, mungkin kami sedikit penjelasan bahwa partai politik yang kurang dari 2% itu untuk kita dibahas. Tapi mungkin untuk antisipasinya, itu kan tidak boleh ikut dalam pemilu kecuali bergabung dengan partai politik lain. nah tadi yang dipertanyakan dari fraksi P3. Untuk mengantisipasi ini, manakala ada penggabungan kan tentunya yang akan disampaikan untuk satu tanda gambar. Apa yang akan dipergunakan oleh partai politik yang bergabung itu, apakah yang menginduk kesitu, atau kalau nggak bisa sama sekali. Berarti satu gambar baru berpartai politik baru namanya. Kalau itu nanti akan diantisipasi dikarenakan berdasarkan itu pak. Tapi yang jelas KPU tidak perlu meraba-raba ke Departemen Kehakiman, P3 mendaftar dan mencari tanda gambarnya.

22

Gambar

gambar partai  Politik  yang  dilarang  berdasarkan  peraturan  perundang-unda~g.an,  ini  kan  sebelumnya  tidak  dicantumkan  secara  implisit  ini  memang  kalau  1rn  apa,  rnisalnya  terpaksa  tidak  ada  misalnya  sudha  tentukami  juga  mengharapkan

Referensi

Dokumen terkait

mengalir melalui suatu penampang melintang suatu sungai per satuan waktu, dalam satuan m³/detik. n) Koefisien aliran permukaan merupakan bilangan yang menunjukan

Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu investasi, tenaga kerja sektor pertambangan, Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertambangan Tanpa Migas

Dengan kondisi tren dan demam batu akik di Salatiga/ Jawa Tengah/ melahirkan rezeki para pengrajin// Meskipun banyak pengrajin dadakan/ namun mereka kebanjiran rezeki

Menanggapi pandangan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Fraksi Partai Demokrat,

(2) Gaya tarik yang masuk dan yang ke luar dari tali baja governor harus diuji untuk menentukan kesesuaian dengan A10.5. Jika penyetelan dilakukan atas governor maka harus

Hasil dari penelitian pada tahap presumptive test pada semua sampel air minum yang berjumlah 9 sampel yang diambil lansung dari titik air kran (pipaan) dan tempat

Konsultasi ke dokter “Biasa aja karena kata dokter gitu jangan dipikirkan, selagi ada penyakit pasti ada obatnya, kalau memang belum ada, yang untuk sembuh

Karena sinar-sinar kosmik mempunyai dampak terhadap laju pembentukan awan yang selanjutnya berpengaruh terhadap jumlah radiasi matahari yang sampai di permukaan bumi, maka