BIOSFERA
TINGKAT ADAPTASI TINGKAT ADAPTASI
Xerofit merupakan kelompok tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang kekurangan air atau kering. Daerah persebarannya terutama dikawasan gurun
Hidrofit adalah kelompok tumbuhan yang khusus beradaptasi pada lingkungan yang berair atau basah. Ciri khas sistem perakaran yang dangkal, daunnya lebar-lebar. Contohnya teratai, enceng gondok, paku-pakuan, selada air, kangkung dan sebagainya.
TINGKAT ADAPTASI
Xerofit merupakan kelompok tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang kekurangan air atau kering. Daerah persebarannya terutama dikawasan gurun
Hidrofit adalah kelompok tumbuhan yang khusus beradaptasi pada lingkungan yang berair atau basah. Ciri khas sistem perakaran yang dangkal, daunnya lebar-lebar. Contohnya teratai, enceng gondok, paku-pakuan, selada air, kangkung dan sebagainya.
Mesofit merupakan vegetasi yang hidup pada daerah- daerah lembab tetapi tidak sampai tergenang air.
Tumbuhan kelompok ini banyak terdapat di daerah rendah (tropis) dengan curah hujan yang tinggi dan relatif merata sepanjang tahun, Contohnya anggrek dan beberapa jenis jamur.
Tropofit yaitu kelompok tumbuh-tumbuhan yang mampu beradaptasi pada lingkungan dengan kondisi yang berubah-ubah, yaitu musim panas dan musim dingin.
Pada umumnya berupa tumbuhan yang besar-besar, berdaun lebat, cabang-cabang banyak dan dikategorikan belukar atau pohon-pohon.
POPULASI
Populasi adalah
sekelompok mahkluk hidup dengan spesies
yang sama, yang hidup di
suatu wilayah yang sama
dalam kurun waktu yang
sama pula.
CIRI POPULASI
Satu jenis, yang memiliki persamaan sifat, morfologi dan anatomi maupun fisiologis
Dapat mengadakan hibridisasi secara acak dan menurunkan keturunan yang fertil
Hidup di suatu daerah tertentu
Besaran populasi selalu berubah sesuai dengan waktu dan ruang
Dinamika populasi erat hubungannya dengan kondisi lingkungan dan sumber daya alamnya
Faktor yang menentukan Populasi
Jumlah yang sesuai bagi populasi untuk hidup dengan kondisi yang ideal
Gabungan berbagai efek kondisi faktor lingkungan
yang kurang ideal yang membatasi pertumbuhan.
Faktor-faktor yang membatasi:
ketersediaan jumlah makanan yang rendah, pemangsa, persaingan dengan mahkluk hidup sesama spesies atau spesies lainnya, iklim dan penyakit.
Faktor-faktor yang merubah populasi
• oleh peristiwa-peristiwa alam
• munculnya penyakit-penyakit baru
KOMUNITAS
KOMUNITAS: kumpulan populasi tumbuhan dan tanaman yang hidup secara bersama di dalam suatu lingkungan.
BIOMA: komunitas tumbuh-tumbuhan dan binatang yang mencakup wilayah yang
sangat luas.
PERAN EKOLOGI (Niche)
Peran suatu spesies di dalam komunitasnya disebut peran ekologi (niche)
Sebuah peran ekologi terdiri dari:
cara-cara spesies berinteraksi di dalam lingkungannya, termasuk faktor-faktor tertentu seperti apa yang
dimakan atau apa yang digunakan untuk energi,
predator yang memangsa, jumlah panas, cahaya atau kelembaban udara yang dibutuhkan, dan kondisi
dimana dapat direproduksi.
SUKSESI EKOLOGI
Perubahan komunitas yang terjadi disebut suksesi ekologi.
Proses yang terjadi berupa urutan-urutan yang lambat, pada umumnya perubahannya dapat
diramalkan yakni dalam hal jumlah dan jenis mahkluk organisme yang ada di suatu tempat.
Perbedaan intensitas sinar matahari, perlindungan
dari angin, dan perubahan tanah dapat merubah jenis- jenis organisme yang hidup di suatu wilayah
EKOSISTEM
• Ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam.
• Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan
lingkungan abiotiknya seperti iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energi.
Pembagian ekologi
berdasarkan bidang kajiannya :
Autekologi
Sinekologi
Pembagian ekologi menurut habitat
Pembagian ekologi menurut taksonomi
AUTEKOLOGI
Autekologi merupakan ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisnya yang
berinteraksi dengan lingkungannya
Pokok bahasannya meliputi:
adaptasi organisme terhadap lingkungan, siklus hidup
organisme, organisme parasitis dan non parasitis
SINEKOLOGI
– Sinekologi adalah ekologi
yang mempelajari berbagai kelompok organisme
sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi dalam
suatu daerah tertentu
Pembagian ekologi menurut habitat
•
Ekologi bahari atau Ekologi kelautan•
Ekologi perairan tawar•
Ekologi terestrial atau Ekologi darat•
Ekologi estuaria atau Ekologi muara sungai•
Ekologi padang rumput•
Dan lain-lainPembagian ekologi menurut taksonomi
Ekologi tumbuhan
Ekologi hewan
Ekologi serangga
Ekologi burung
Ekologi mikroba atau Ekologi jasad renik
Dan lain-lain
Kerusakan flora dan fauna yang terjadi di Indonesia:
Hutan menjadi gundul, Tanah Longsor, Banjir dan
Rusaknya hutan habitat hewan dan makluk hidup lain.
Usaha pelestarian:
a. Diadakan cagar alam, hutan lindung, dan suaka margasatwa.
b. Diadakan daerah penyangga, daerah antara lahan pertanian dan permukiman penduduk dengan daerah cagar alam.
c. Pengembangan daerah yang dilindungi seperti untuk penelitian, pendidikan, dan pariwisata.
d. Mendirikan kawasan kebun raya dan kebun binatang yang
dijadikan koleksi hidup, misalnya Kebun Raya Bogor dan Taman Safari Indonesia.
e. Diadakan bank gen, yaitu menyimpan dan menjaga suatu gen agar tetap baik.
Daftar Pustaka
Soemarwoto,Otto.1991.Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan.Jakarta:Djambatan.
A.J.McNaughton-Larry L.Wolf.1990.Ekologi Umum Edisi Kedua.Yogyakarta:Gajah Mada University Press.
http://www.langsing.net/gunung/artikel/lingkungan/ekologi/.
htmlhttp://ms.wikipedia.org/wiki/ekologi Merbabu.com
http://www.e-dukasi.net/modul_online/MO_75/ekosistem.htm http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0203/04/0805.htm
http://www.ekologi.cabang_ilmu.net/online/asal_muasal.html