• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Andrew L. Friedman and Samantha Miles. (2006). Stakeholders Theory and Practice. Publisher SPI. Great Britain.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Andrew L. Friedman and Samantha Miles. (2006). Stakeholders Theory and Practice. Publisher SPI. Great Britain."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Andrew L. Friedman and Samantha Miles. (2006). Stakeholders Theory and Practice. Publisher SPI. Great Britain.

Agranoff, Robert dan Michael McGuire. (2003). Collaborative Public Management: New Strategies for Local Governments. Washington DC.

Georgetown University Press.

A, Yoeti, Oka. (1996). Pengantar Ilmu Pariwisata, Edisi Revisi. Penerbit Angkasa. Bandung.

A.Yoeti. Oka. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Penerbit PT.Pradnya Paramita. Jakarta.

AnnaMarie Thompson & James L. Perry. (2006). Collaboration Processes:Inside the Black Box, paper presented on Public Administration. Vol.2 No.66.

Ansell, Chris dan Gash, Alison, (2008), Collaborative Governance in Theory and Practice, Journal of Public Administration Research and Theory. Vol. 18 No. 4.

Alviya Iis, Suryabdari Elvinda, Mariani Retno, Dan Muttaqin Zahrul. (2016).

Meningkatkan Peran Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Wilayah Daerah Aliran Sungai Ciliwung. Jurnal Penelitian Sosial Dan Kehutanan.Vol.13.No2.

Arviana Irmadella. (2017). Model Kolaborasi Stakeholders dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau(Rth) Taman Bungkul Kota Surabaya. Skripsi.

Universitas Airlangga.

Barbara, Gray. (1989). Collaborating: Finding Common Ground for Multiparty Problems. San Fransisco: Jossey-Bass Clare A. Gunn. (2002). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases.. Routledge. New York.

Bo Zhou, Yanping Xu, Seul Ki Lee.(2019). Tourism Development And Regional Production Efficiency: Evidence From Southwestern China. Journal Tourism Economics. Vol.1 No.1-19 Sejong University.

(2)

xxv

Collaboration and Community, di unduh dari http://www.scottlondon.

com/reports /collaboration. pdf

Crewel.John W. (2014). Research Design Pendekatan Metode Kualitaitf, Kuantitatif, dan Campuran.Penerbit Pustaka Pelajar.Yogjakarta.

James J, Spillane. (1990). Ekonomi Pariwisata. Kanisius. Yogyakarta.

Daftar wisata yang ada di jawa tengah diakses melalui https://klatenkab.go.id/.

Data wisatawan yang berkunjung di jawa tengah diakses melalui https://jateng.bps.go.id/(diakses pada tanggal 7 Maret 2019 pukul 01.07 WIB).

Deddy Prasetya dan Maha Rani. (2014). Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Studi Kasus: Pantai Lombang). Jurnal Politik Muda. Vol. 3 No.3.

Definisi pengembangan diakses melalui definisi pengembangan diakses melalui https://www.academia.edu/4832768/Definisi_Pengembangan(diakses pada tanggal 1 April 2019, Pukul 17.28 WIB).

Fairuza,Mia. (2017). Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Pembangunan Inklusif Pada Sektor Pariwisata (Studi Kasus Wisata Pulau Merah Di Kabupaten Banyuwangi). Volume 5, Nomor 3.

Fatmawati, Eko Nur, Satiti, Emmelia Nadira Wahyuningsih, Hapsari. (2017).

Pengembangan Potensi Desa Wisata Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Ponggok Kabupaten Klaten. Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta.

Figuerora, Nathaly Guzman. (2015). Stakholders Collaboration in Communitybased Organizations (CBOs): The Casae of Sanitation CBO Working in Dares Salaam, Tanzania. Finlandia: Aalto University.

Fitri Handayani, Hardi Warsono. (2016). Analisis Peran Stakeholders Dalam Pengembangan Objek Wisata Pantai Karang Jahe Di Kabupaten Rembang.Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

(3)

Gannon Martin, Rasoolimanesh S. Mostafa , And Taheri Babak. (2020) Assessing The Mediating Role Of Residents’ Perceptions Toward Tourism Development. Journal Of Travel Research. Vo 1.No.23. School Of Hospitality, Tourism And Events,Taylor’s University, Subang Jaya, Malaysia.

Gareth Butler And Christian M Rogerson. (2016). Inclusive Local Tourism Development In South Africa: Evidence From Dullstroom. Journal Local Economy Vol. 31 No. 264–281. Mcgill University.

Grafik pendapatan desa ponggok diakses melalui https://www.ekonomidesa.com (diakses pada tanggal 16 Januari 2019,Pukul 14.33 WIB).

Helln Angga Devy Dan R.B. Soemanto. (2017). Pengembangan Objek Dan Daya Tarik Wisata Alam Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kabupaten Karanganyar (Studi Kasus Objek Wisata Air Terjun Jumog Di Kawasan Wisata Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar).

Vol.32.No.1. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Islamiyah Wahyuni. (2018). Studi Eksploratif tentang Faktor-Faktor Pendukung Pengembangan Kawasan Wisata Religi Makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupaten Jombang. Kebijakan dan Manajemen Publik.

Vol. 6 No.3.

Jumlah wisatawan yang datang ke indonesia diakses melalui http://www.kemenpar.go.id/(diakses pada tanggal 6 Maret 2019 pukul 22.52 WIB).

Jumlah wisatawan yang datang ke indonesia diakses melalui Http://www.kemenpar.go.id/ (diakses pada tanggal 25 Mei 2019 pukul 13.02 WIB).

Konsep pengembangan pariwisata diakses melalui http:// pariwisata indonesia 2015. blogspot.com/2015/11/konsep pengembangan-pariwisata.html (diakses pada tanggal 17 Mei 2019, pukul 14.12 WIB).

(4)

xxvii

John D. Donahue dan Richard J. Zeckhauser. (2011). Collaborative Governance:

Private Roles for Public Goals in Turbulent Times. United Kingdom.

Princeton University Press. Hlm 207-239

Kakambong Alamanda Debbyna. (2016). Studi Deskriptif Tentang Multiplier Effect Pengembangan Kawasan Industri Ngoro Pada Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa Lolawang Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Kebijakan Dan Manajemen. Volume 4, Nomor 1.

Khusnul Khotimah, Wilopo Dan Luchman Hakim. (2017). Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya (Studi Kasus Pada Kawasan Situs Trowulan Sebagai Pariwisata Budaya Unggulan Di Kabupaten Mojokerto). Fakultas Ilmu Administrasi. Jurnal Administrasi Bisnis (Jab).

Vol. 41 No.1. Universitas Brawijaya.

Kusumaningrum, Dian. (2009). Persepsi Wisatawan Nusantara Terhadap Daya Tarik Wisata di Kota Palembang. Tesis PS. Magister Kajian Pariwisata. Universitas Gadjah Mada.

Latif Adam, Irwan, Rusdi Muhammad. (2018). Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Desa Panua Kecamatan Panca, Kabupaten Sidenreng Rappang Papua. Jurnal Mederat. Vol.5 No.1.

Marceilla Hidayat. (2011). Strategi Perencanaan Dan Pengembangan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat).

Journal Tourism And Hospitality Essentials (The), Vol. I, No. 1, Politeknik Negeri Bandung.

Mason, Peter. (2003). Tourism Impact, Planning and Management. Oxford:

Butterworth-Heinemann.

Neuman, Lawrence W. (2014). Social Research Methods Qualitative and Quantitative Approaches (7th ed.).Indonesia: Pearson Education.

Noer Mohammad, Soleman Mochdar. (2017). Nawacita Sebagai Strategi Khusus Jokowi Periode Oktober 2014-20 Oktober 2015. Vol.13 No.1. Jurnal Kajian Politik dan Masalah Pembangunan. Universitas Nasional.

(5)

Patsy, Healey. (1996). Consesus-building Across Difficult Division: New Approaches to Collaborative Strategy Making. Vol.11. No.2.

Pengertian pengembangan diakses melalui http://diklat.jogjaprov.go.id pada tanggal 19 Maret tahun 2019 ,pukul 19.25 WIB)

Pengertian pengembangan diakses melalui https://kbbi.web.id/perkembangan (diakses pada tanggal 5 Mei 2019 ,Pukul 20.47 WIB)

Sejarah kabupaten klaten diakses melalui https://klatenkab.go.id/sejarah- kabupaten-klaten/ (di akses pada tanggal 31 Juli 2019, Pukul 08.18 WIB).

Peraturan Kementeri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 pasal 2 ayat 6 tentang Pembangunan Pariwisata Nasional.

Robert Agranoff dan Michael McGuire. (2003). Collaborative Public Management: New Strategies for Local Governments. Washington:

Georgetown University Press. Hlm:43.

Sari,Rizky Danar Novita. (2016). Pengaruh Objek Wisata Air Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pelaku Usaha (Studi Kasus Objek Mata Air Cokro Dan Umbul Ponggok Kabupaten Klaten).Vol.4.No.2.Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Sukidin dan Pudjo Suharso. (2015). Model Analytical Network Process (Anp) Dalam Pengembangan Pariwisata Di Jember. Prosiding Seminar Nasional.

Surya Sumadi, Strategi Pengembangan Objek Wisata Umbul Ponggok Oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tirta Mandiri Desa Ponggok,Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Sam Mclachlan and Tony Binns. (2014). Tourism, Development And Corporate Social Responsibility In Livingstone, Zambia. Local Economy, Vol.

29(12) 98–112. University Of Otago, New Zealand.

(6)

xxix

Suzanne Wilson, Daniel R. Fesenmaier, Julie Fesenmaier And John C. Van Es.

(2014). Factors For Success In Rural Tourism Development. Journal Of Travel Research, Vol. 40 No.132-138. Texas Southern University.

Tifana, Ridho Nursinggih. (2017). Analisis Kepuasan Pengunjung Objek Wisata Umbul Ponggok Klaten Ditinjau Dari Kualitas Pelayanan, Harga, Dan Promosi. Undergraduate Thesis, Faculty Of Social And Political Science.

Thomson AM, Perry JL. (2006). Collaboration Processes, Inside the Black Box.

Public Administration.

Tumbel Meiske Tinneke. (2014). Analisis Bantuan Desa Terhadap Pelaksanaan Pembangunan Desa (Studi Kasus Pada Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan). Vol.1 No.2. Jurnal LPPM Bidang Ekososbudkum.

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pariwisata.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Wood, Donna J dan Barbara Gay. (1991). Towards a Comprehensive Theory of Collaboration. Journal of Applied Behavioral Science. Vol.27.

www.cvinspireconsulting.com/konsep-pengembangan-pariwisata/(diakses pada tanggal 22 Juli 2019, pukul 22.35 WIB).

www.kemenpar.go.id/ (diakses pada tanggal 6 Maret 2019 pukul 22.52 WIB) www.nasional.kompas.com (diakses pada tanggal 16 Januari 2019, Pukul 14.50

WIB).

(7)

LAMPIRAN

PEDOMAN WAWANCARA

Pertanyaan Pendahuluan

1. Siapakah yang bertanggung jawab dalam pengembangan wisata umbul ponggok ? 2. Instansi apa saja yang terlibat dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

3. Kapan wisata umbul ponggok mulai dikembangkan?

4. Mengapa wisata umbul ponggok dikembangkan?

5. Apa saja bentuk pengembangan yang dilakukan?

6. Apakah ada dasar hukum yang mengatur mengenai pengembangan umbul ponggok ?

Pertanyaan tambahan

1. Menurut pengetahuan bapak/ibu/saudara, apakah ada kendala dan hambatan dalam kolaborasi pengembangan wisata umbul ponggok ini? Jika ada, bagaimana kendala/hambatan tersebut?

(8)

xxvi Aspek

Pengembangan

Aspek Kolaborasi

Dialog antar muka Komitmen Kepercayaan Pemahaman bersama Dampak sementara

Pembangunan fisik

1. Apakah ada pertemuan rutin antar stakeholder dalam pembangunan sarana dan prasarana di wisata umbul ponggok

?

2. Siapa saja para stakeholder yang datang dalam pertemuan rutin tersebut ?

3. Kapan pertemuan rutin antar stakeholder tersebut dilaksanakan ? 4. Dimana pertemuan

rutin antar stakeholder tersebut dilaksanakan?

5. Mengapa perlu diadakan pertemuan rutin antar stakeholder dalam pembangunan saran dan prasarana wisata umbul ponggok

?

6. Apakah ada

perencanaan khusus

1. Bagaimana antar

stakeholders membangun kepercayaan satu sama lain dalam pembangunan sarana dan prasarana ? 2. Bagaimana bentuk

kepercayaan antar stakeholder dalam pembangunan saran dan prasarana wisata umbul ponggok ?

3. Apakah para stakeholder yang terlibat dalam kolaborasi mampu memenuhi tugas, peran dan tanggung jawabnya dalam pembangunan sarana dan prasarana wisata umbul ponggok?

4. bagaimana kinerja para stakeholder dalam

pembangunan sarana dan prasarana wisata umbul ponggok?

5. Apakah selama ini terdapat kesulitan dalam

1. Bagaimana bentuk komitmen para stakeholder dalam pembangunan saran dan prasarana wisata umbul ponggok ? 2. sejak kapan para

stakeholder mulai berkomitmen dalam pembangunan sarana dan prasarana wisata umbul ponggok ? 3. hal apakah yang

membuat anda berkomitmen dalam pembangunan sara dan prasarana ini ? 4. bagaimana upaya

yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengoptimalkan peran/tanggung jawabnya dalam pembangunan saran dan prasarana wisata umbul ponggok ?

1. apakah tujuan instansi anda

berpartisipasi dalam pembangunan sarana dan prasarana wisata umbul ponggok ? 2. Bagaimana proses

pengambilan keputusan dalam kebijakan/langkah- langkah yang berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana ? 3. Apakah ada

kesepakatan antar stakeholder dalam pembangunan sarana dan prasarana wisata umbul ponggok?

4. Apakah ada landasan hukum yang

mengatur

pembangunan sara dan prasarana tersebut?

1. Dampak apa yang diberikan dari pembangunan sarana dan prasarana untuk lingkungan sekitar?

2. Apa dampak

pembangunan sarana dan prasarana bagi wisatawan umbul ponggok?

3. Bagaimana dampak pembangunan sara prasarana bagi masyarakat umbul ponggok?

4. Apakah ada

peningkatan ekonomi setelah pembangunan sarana prasarana ? 5. Apakah terdapat

dampak negatif dari pembangunan sarana dan prasarana ? 6. Siapa aktor yang

paling merasakan dampak dari

(9)

dalam pembangunan sarana dan prasarana di wisata umbul ponggok

?

7. Apakah ada perbedaan pendapat selama berdiskusi dalam pembahasan

pembangunan sarana dan prasarana ?

menjalankan

peran/tanggung jawab dalam pembangunan sarana dan prasarana?

5. Bagaimana

konsistensi masing- masing stakeholder dalam menjalankan peran/tanggungjawa bnya?

5. Upaya apa yang dilakukan dalam pencapaian

pembangunan sarana prasarana ?

pembangunan sarana dan prasarana ?

Pembangunan non fisik

1. Sejak kapan terjadi peningkatan pendapatan?

2. Siapa saja yang mengelola pendapatan wisata umbul ponggok

?

3. Apakah ada pertemuan rutin antar stakeholder dalam membahas tentang pengelolaan pendapatan wisata umbul ponggok ? 4. Bagaimana para

stakeholder mengelola pendapatan wisata umbul ponggok ?

1. Apakah para stakeholder yang terlibat dalam kolaborasi mampu memenuhi tugas, peran dan tanggung jawabnya dalam mengelola

pendapatan wisata umbul ponggok?

2. bagaimana kinerja para stakeholder dalam mengelola pendapatan wisata umbul ponggok?

3. Bagaimana perencanaan yang dilakukan para stakeholder dalam mencapai pendapatan tersebut?

1. Bagaimana bentuk komitmen para stakeholder dalam mengelola

pendapatan dari wisata umbul ponggok ? 2. Sejak kapan para

stakeholder ikut serta dalam mengelola

pendapatan wisata umbul ponggok?

3. Apa tujuan para stakeholder

berkolaborasi dalam pengelolaan

1. Apa tujuan para stakeholder

berkolaborasi dalam mengelola

pendapatan wisata umbul ponggok?

2. bagaimana strategi yang diterapkan para stakeholder dalam mengelola

pendapatan wisata umbul ponggok?

3. Strategi apa yang dikembangakan para stakeholder dalam pengembangan wisata umbul

1. Apa dampak dari peningkatan

pendapatan bagi para stakeholder?

2. Apakah ada keuntungan yang didapat dari peningkatan

pendapatan bagi para stakeholder yang bekerja sama?

3. Apakah dengan adanya peningkatan pendapatan

memberikan dampak ekonomi bagi

masyarakat sekitar ?

(10)

xxviii 5. Apakah informasi

mengenai pendapatan wisata umbul ponggok dapat diketahui oleh semua stakeholder yang terlibat dalam kolaborasi ? 6. Dimana kita dapat

mengetahui informasi mengetahui pendapatan setiap tahun dari wisata umbul ponggok

7. Apakah ada bagi hasil dari pendapatan wisata tersebut?

4. Bagaimana menitoring yang dilakukan oleh stakeholder dalam pengelolaan pendapatan tersebut?

5. Bagaimana bentuk tanggungjawab para stakeholder dalam pengelolaan pendapatan tersebut?

6. Siapa yang

bertanggungjawab dalam pengelolaan pendapatan tersebut?

pendapatan tersebut?

4. Bagaimana bentuk komitmen para stakeholder dalam pengelolaan

pendapatan tersebut

?

5. Siapa pihak yang paling membutuhkan keterlibatan “instansi ini” dalam

pengelolaan pendapatan wisata umbul ponggok?

ponggok? 4. Apakah akses lapangan pekerjaan tersedia dengan adanya peningkatan pendapatan tersebut?

5. apa dampak yang oleh para stakeholder dari peningkatan

pendapatan tersebut?

Tenaga kerja 1. Apakah ada pertemuan rutin antar stakeholder dalam pembahasan rekrutmen pekerja wisata umbul ponggok?

2. Dilakukan berapa kali pertemuan rutin tersebut ?

3. Berasal dari mana saja para pekerja wisata umbul ponggok tersebut ?

1. Apakah para stakeholder yang terlibat dalam kolaborasi mampu memenuhi tugas, peran dan tanggung jawabnya dalam perekrutmenan sdm di wisata umbul ponggok?

2. Bagaimana bentuk tanggung jawab instansi ini dalam pengembangan sdm untuk wisata umbul ponggok ini?

1. bagaimana

komitmen instansi ini dalam melakukan rekrutmen sdm di wisata umbul ponggok?

2. Bagaimana instansi ini meningkatkan komitmen untuk mendukung pengelolaan sdm wisata umbul

1. apakah diantara stakeholder yang terlibat dalam pengembangan sdm terdapat kesamaan tujuan ?

2. apakah terdapat kesepakatan bersama antara pemerintah, swasta, dan

masyarakat tentang cara-cara rekcutmen

1. Apa dampak yang diberikan dari

keterbukaan lapangan pekerjaan dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

2. Bagaimana dampak ekonomi yang diberikan dengan adanya pengembangan wisata ekonomi

(11)

4. Apakah semua stakeholder terlibat dalam rekrutmen sdm di wisata umbul ponggok?

5. Bagaimana proses recrutmen sdm wisata umbul ponggok ?

ponggok?

3. siapa pihak yang dinilai paling berkomitmen dalam proses rekrutmen sdm ini ?

sdm wisata umbul ponggok ?

Keuangan 1. Apakah ada pertemuan rutin yang dilaksanakan oleh stakeholder dalam pengelolahan dana pengembangan wisata umbul ponggok ? 2. Berasal dari mana kah

sumber dana

pengembangan wisata umbul ponggok ? 3. Sejak kapan instansi

anda memberikan dukungan biaya ?

1. apakah para pihak yang terlibat dalam kolaborasi mampu memenuhi tugas, peran dan tanggung jawabnya ?

2. apakah ada kendala dalam pengelolahan keuangan dalam pengembangan wisat umbul ponggok ? 3. bagaimana para

stakeholder

menyelesaikan kendala tersebut ?

1. Bagaimana

komitmen instansi ini dalam melakukan pengelolaan

keuangan dalam pengembangan wisat umbul ponggok ? 2. apa bentuk

komitmen instansi ini dalam melakukan pengelolaan

keuangan dalam pengembangan wisat umbul ponggok ? 3. Bagaimana upaya

Anda dalam mengoptimalkan peran/tanggung jawab dalam pengelolaah

1. apakah diantara pemerintah, swasta, dan masyarakat yang terlibat dalam

pengelolahan sumber dana terdapat

kesamaan tujuan?

2. apakah terdapat kesepakatan bersama antara pemerintah, swasta, dan

masyarakat tentang cara-cara pengelolaan sumber dana ? 3. Bagaimana cara

pengelolaan dana yang telah disepakati oleh para stakeholder

?

1. Apa dampak yang diberikan dengan adanya dukungan sumber dana tersebut

?

(12)

xxx

keuangan dalam pengembangan wisata umbul ponggok ? Kebijakan

pemerintah

1. Apakah pemerintah mengeluarkan regulasi untuk mengatur pengembangan wisata umbul ponggok?

2. Kapan kebijakan tersebut mulai diterapkan?

3. Bagaimana peran stakeholder lain dalam pembuatan kebijakan tersebut ?

4. Apakah para stakeholder terlibat dalam pembuatan kebijakan tersebut ? 5. Bagaimana peran

stakeholder lain tersebut dalam

pembuatan kebijakan ?

1. bagaimana kinerja instansi terkait dan pihak swasta dalam

implementasi kebijakan pemerintah tersebut ? 2. bagaimana partisipasi stakeholder lain dalam menjalankan

peran/tanggung jawabnya dalam kebijakan

pemerintah?

3. Bagaimana upaya pemerintah dalam mengoptimalkan peran/tanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan pengembangan wisata umbul ponggok ?

1. bagaimana komitmen stakeholder lain dalam pelaksanaan kebijakan

pemerintah tersebut?

2. apa bentuk komitmen stakeholder lain dalam melakukan pelaksanaan kebijakan

pemerintah tersebut?

3. Siapakah yang dinilai paling

berkomitmen dalam pelaksanaan

kebijakan

pemerintah tersebut?

1. apakah diantara pemerintah, swasta, dan masyarakat yang terlibat dalam

pelaksanaan

kebijakan pemerintah terdapat kesamaan tujuan untuk mengembangkan wisata umbul ponggok?

2. apakah terdapat kesepakatan bersama antara pemerintah, swasta, dan

masyarakat tentang cara-cara

pelaksanaan

kebijakan pemerintah tersebut?

3. Bagaimana cara pelaksanaan

kebijakan yang telah disepakati ?

1. Apakah dampak adanya pelaksanaan kebijakan tersebut bagi pengembangan wisata umbul ponggok?

(13)

Pihak swasta 1. Apakah ada pertemuan rutin antar pihak swasta dengan stakeholder lain dalam pengembangan wisata umbul ponggok

?

2. Sejak kapan pihak swasta bergabung dalam proses

pengembangan wisata umbul ponggok ? 3. Apa peran pihak swasta

dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

1. Bagaimana kinerja instansi terkait dan pihak pemerintah dalam

pengembangan wisata umbul ponggok?

2. Bagaimana partisipasi pihak pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan

peran/tanggung jawabnya dalam pengembangan umbul ponggok?

3. Apa upaya yang

dilakukan pihak swasta dalam pengembangan wisata umbul ponggok ?

1. Bagaimana komitmen pihak swasta dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

2. Apa bentuk komitmen pihak swasta dalam pengembangan umbul ponggok?

3. Siapakah yang dinilai paling

berkomitmen dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

1. Apakah diantara swasta,pemerintah,da n masyarakat yang terlibat dalam pengembangan wisata terdapat kesamaan tujuan untuk

mengembangkan wisata umbul ponggok?

2. Apakah terdapat kesepakatan bersama antara pemerintah, swasta, dan

masyarakat mengenai pengembangan umbul ponggok?

1. Apa dampak yang diberikan dengan adanya pihak swasta dalam pengembangan wisata umbul

ponggok?

Organisasi 1. Organisasi apa saja yang terlibat dalam pengembangan wisata umbul ponggok ? 2. Apakah ada pertemuan

rutin antar organisasi, pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan wisata

1. Bagaimana kinerja organisasi dalam pengembangan wisata umbul ponggok ?

2. Upaya apa yang dilakukan oleh organisasi dalam pengembangan umbul ponggok ?

3. bagaimana partisipasi

1. bagaimana komitmen pihak organisasi dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

2. apa bentuk komitmen pihak organisasi dalam

1. apakah diantara swasta,pemerintah, dan masyarakat yang terlibat dalam

pengembangan wisata terdapat kesamaan tujuan untuk

mengembangkan

1. Apa dampak yang diberikan dengan adanya organisasi dalam pengembangan wisata umbul

ponggok?

(14)

xxxii umbul ponggok ?

3. Kapan pertemuan tersebut dilakukan ? 4. Apa peran organisasi

dalam pengembangan wisata umbul ponggok

?

pihak organisasi dalam menjalankan

peran/tanggung jawabnya dalam pengembangan umbul ponggok?

pengembangan umbul ponggok?

3. Siapakah yang dinilai paling

berkomitmen dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

wisata umbul ponggok?

2. apakah terdapat kesepakatan bersama antara pemerintah, swasta, dan

masyarakat mengenai pengembangan umbul ponggok?

Masyarakat 1. Apakah masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan wisata umbul ponggok?

Jika iya, apa bentuk partisipasinya?

2. Sejak kapan masyarakat

berpartisipasi dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

3. Apakah ada pertemuan rutin antar stakeholder

?

4. Apakah masyarakat ikut serta dalam pertemuan rutin tersebut?

1. Upaya apa yang dilakukan oleh masyarakat dalam pengembangan umbul ponggok ?

2. bagaimana partisipasi masyarakat dalam menjalankan

peran/tanggung jawabnya dalam pengembangan umbul ponggok?

3. apakah para pihak yang terlibat dalam kolaborasi mampu memenuhi tugas, peran dan tanggung jawabnya ?

4. Bagaimana bentuk kepercayaan antar stakeholder dalam

1. Bagaimana bentuk komitmen

masyarakat dalam pengembangan wisata umbul ponggok ? 2. sejak kapan

masyarakat

berkomitmen dalam pembangunan sarana dan prasarana wisata umbul ponggok ? 3. hal apakah yang

membuat anda berkomitmen dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

1. apakah tujuan instansi anda

berpartisipasi dalam pengembangan wisata umbul ponggok ? 2. Apakah ada

kesepakatan antar stakeholder dalam pengembangan wisata umbul ponggok?

3. Apakah ada landasan hukum yang

mengatur pengembangan wisata umbul ponggok?

1. Apa manfaat dari pengembangan wisata umbul ponggok bagi masyarakat ?

2. Apakah ada dampak negatif dari

pengembangan wisata umbul ponggok bagi masyarakat?

(15)

5. Kapan pertemuan tersebut dilaksanakan?

pengembangan wisata umbul ponggok ?

Referensi

Dokumen terkait