• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Pengantar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Pengantar"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengantar

Sekolah Pascasarjana (SPs) sebagai gerbang mutu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memainkan peranan strategis dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian kinerja dan visi UPI. Dalam kurun waktu 2011-2015, SPs telah mengembangkan sejumlah aspek yang diperlukan sebagai sarana untuk memperoleh pengakuan internasional.

Beberapa langkah konkret yang telah ditempuh antara lain melakukan kerjasama dengan masyarakat akademik dan/atau lembaga pendidikan internasional, pelaksanaan program-program internasional bersama dengan universitas mitra di luar negeri, dan perancangan program-program pendidikan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat internasional.

Dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2016-2020), SPs merancang berbagai program dan kegiatan yang merupakan kelanjutan dari Renstra SPs UPI tahun 2011-2015. Oleh karena itu, Renstra SPs UPI 2016-2020 ini difokuskan pada perluasan pengakuan internasional dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana bidang ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu menuju kepeloporan dan keunggulan UPI.

Program dan kegiatan yang dirancang dalam Renstra SPs UPI tahun 2016- 2020 merujuk pada Renstra UPI tahun 2016-2020 dan RPJP UPI 2016- 2040. Diharapkan SPs memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian kinerja dan visi UPI.

(2)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 2 B. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah Kedua Kalinya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

4. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5509);

(3)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 3 7. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2015 tentang Bentuk dan

Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5699);

8. Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 03/PER/MWA UPI/2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 06/PER/MWA UPI/2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia;

9. Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 07/PER/MWA UPI/2015 tentang Penetapan Rencana Pengembangan Jangka Panjang 2016- 2040;

10. Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 08/PER/MWA UPI/2015 tentang Penetapan Rencana Strategis (RENSTRA) Universitas Pendidikan Indonesia 2016-2020;

11. Peraturan Rektor Nomor 6489/UN40/HK/2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Universitas Pendidikan Indonesia;

12. Keputusan Rektor Nomor 7066/UN40/KP/2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

C. Struktur Isi Rencana Strategis

Struktur rencana strategis Sekolah Pascasarjana UPI mengacu dan sejalan dengan Renstra UPI 2016-2020, yaitu terdiri atas tujuh Bab.

Pertama, Bab Pendahuluan. Kedua, evaluasi pelaksanaan Renstra SPs UPI

(4)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 4 tahun 2011-2015 disajikan untuk memberikan gambaran mengenai capaian kinerja Sekolah Pascasarjana selama 5 tahun terakhir. Ketiga, Renstra ini menyajikan hasil analisis situasi yang difokuskan pada upaya mengidentifikasi peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan Sekolah Pascasarjana UPI. Hasil analisis situasi ini dijadikan dasar dalam menentukan strategi, kebijakan dan program. Keempat, mencakup visi, misi, tujuan, dan sasaran. Kelima, menyajikan strategi, kebijakan dan program, serta target selama kurun waktu 2016-2020. Keenam, menyajikan strategi implementasi dan tahapan pencapaian target, menyajikan pelaksana kebijakan dan program. Dalam Renstra ini diperlihatkan pula model koordinasi yang harus dilakukan pimpinan Sekolah Pascasarjana, Ketua Program Studi, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian dalam setiap implementasi kebijakan dan program. Ketujuh, merupakan bagian penutup.

(5)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 5 BAB II

CAPAIAN KINERJA RENSTRA SPs UPI 2011-2015

Bab ini menyajikan informasi tentang capaian kinerja Renstra SPs UPI 2011-2015 berdasarkan keterlaksanaan kebijakan-kebijakan dan berbagai program yang telah dituangkan dalam Renstra UPI 2011-2015.

A. Kebijakan 1: Peningkatan Mutu Kinerja Akademik, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Kebijakan ini diwujudkan dalam sejumlah program dengan indikator untuk masing-masing program sebagai berikut:

a. Peningkatan layanan dan penjaminan mutu akademik baik secara internal maupun eksternal;

Secara internal, penjaminan mutu akademik dilakukan melalui audit mutu internal oleh tim audit SPs dan oleh Satuan Penjaminan Mutu (SPM) UPI. Secara umum, mutu akademik di seluruh Program Studi dan layanan akademik oleh SPs tergolong sangat baik.

Secara eksternal, mutu dan layanan akademik dapat digambarkan melalui angka-angka berikut ini.

 93% (53) dari 57 program studi jenjang S2 dan S3 terakreditasi BAN-PT

No. Peringkat Akreditasi Jumlah Prodi S2

Jumlah Prodi S3

1. A 13 9

2. B 18 5

3. C 4 4

4. Belum Terakreditasi - 3

(6)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 6

 58% (21) dari 36 program studi memperoleh sertifikat ISO 9001:2008

 100% unit pengelola program studi memperoleh sertifikat ISO 9001:2008

 90% mahasiswa menyatakan puas atas layanan akademik

 81% mahasiswa menyatakan puas atas layanan administrasi

 2 (Prodi Pendidikan IPA dan Prodi Manajemen) program studi menerapkan program credit transfer dengan universitas lain.

b. Pengembangan kultur akademik;

Perbaikan kultur akademik selalu menjadi prioritas utama dalam memberikan layanan akademik yang baik. Hingga tahun 2015 kultur akademik yang dibangun telah membawa SPs ke dalam posisi capaian kinerja yang tinggi, sebagaimana dibuktikan dengan capaian-capaian berikut ini dalam perbandingannya dengan Baseline yang telah ditetapkan.

 100% prodi memiliki kelompok-kelompok kajian dalam bidang keilmuan masing-masing

 95% dosen menyelenggarakan perkuliahan di atas standar proses SNP

 Rata-rata kinerja PBM dosen menurut mahasiswa 3,50 (pada skala 5)

 Rata-rata jumlah artikel yang dihasilkan dosen per tahun minimal 1 (Baseline: 0,2)

 Rata-rata jumlah buku yang ditulis oleh dosen per tahun 0,25 (Baseline: 0,18).

(7)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 7 c. Peningkatan relevansi dan daya saing kurikulum;

Agar mahasiswa mampu mencapai prestasi maksimal dan menyelesaikan studi mereka secara tepat waktu, SPs senantiasa mempertimbangkan relevansi dan daya saing kurikulum dengan memperhatikan kebutuhan akademik mereka. Pada tahun 2015, relevansi dan daya saing kurikulum SPs meningkat sebagaimana ditunjukkan dengan angka-angka berikut ini:

 Lulusan S2 memperoleh IPK rata-rata di atas 3,56 (Baseline:

2,99)

 Lulusan S3 memperoleh IPK rata-rata di atas 3,60 (Baseline:

3,20)

 90% mahasiswa S2 dan 65% mahasiswa S3 menyelesaikan studi tepat waktu (Baseline: S2 = 70% dan S3 = 50%) (Indikator tepat waktu: S2 = 4-6 smt; S3 = 6-8 smt)

Berdasarkan data di atas, maka capaian-capaian pada proses peningkatan relevansi dan daya saing kurikulum telah melampaui Baseline atau sasaran yang ditetapkan.

d. Pengembangan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi

Dalam program pengembangan ini, data menunjukkan bahwa98% pembelajaran di seluruh program studi di lingkungan SPs UPI memanfaatkan ICT. Dengan demikian, perkembangan yang dicapai melalui Baseline yang ada, yakni 50%.

f. Pengembangan arah kebijakan penelitian universitas;

Seiring dengan arah kebijakan UPI untuk menjadi research-based teaching university, SPs UPI telah berhasil meraih 58% aktivitas penelitian yang mendukung pengembangan kebijakan tersebut dari target Renstra 35%.

(8)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 8 g. Pengembangan inovasi pembelajaran berbasis penelitian;

Atas dasar hasil penelitian yang dilakukan oleh para dosen di lingkungan SPs UPI, sejumlah program pembelajaran inovatif telah dikembangkan.

 Dihasilkannya 10 buah inovasi pembelajaran yang dipublikasikan minimal pada jurnal nasional. Hal ini melampaui target renstra yang mencapai 5 buah.

h. Pengembangan arah kebijakan dan program pengabdian kepada masyarakat berbasis inovasi dan hasil-hasil penelitian untuk pemberdayaan masyarakat

Selama kurun waktu 2011-2015, sivitas akademika SPs UPI telah berhasil melaksanakan 22 program pengabdian pada masyarakat yang berbasis inovasi dan hasil-hasil penelitian pertahun.

Sementara itu, target renstra yang ditetapkan adalah 5 kegiatan setiap tahun. Dengan demikian, target renstra telah jauh terlampaui.

B. Kebijakan 3: Peningkatan Mutu Manajemen dan Sumber Daya Kebijakan ini diwujudkan dalam sejumlah program dengan indikator ketercapaian untuk masing-masing program sebagai berikut:

a. untuk mendukung peningkatan mutu kinerja akademik Peningkatan mutu kinerja manajemen sumber daya manusia (SDM), keuangan, fasilitas, dan kegiatan lain yang efisien, transparan, dan akuntabel;

100% manajemen SDM, keuangan, dan fasilitas/sarana/ICT menerapkan prinsip Good University Governance (GUG) dengan target renstra 95%. Dengan demikian, pencapaian pada bidang ini adalah 5% lebih tinggi dari target yang ditetapkan.

(9)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 9 b. Penerapan sistem informasi manajemen SDM, keuangan, dan

fasilitas dalam kerangka sistem manajemen informasi UPI yang terintegrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi;

100% manajemen terintegrasi berbasis ICT secara efektif diterapkan paling sedikit pada kegiatan dalam setiap bidang manajemen dengan target renstra 95%. Pada bidang inipun, kinerja SPs UPI telah melampaui target renstra yang ditetapkan.

c. Peningkatan efektivitas koordinasi lintas fungsi manajemen seperti manajemen SDM, keuangan, fasilitas/ICT, dan kegiatan lain, dan/atau antarunit kerja/unit akademik, yang sinergis untuk mendukung peningkatan mutu kinerja akademik;

Tingkat efektivitas koordinasi antar fungsi (SDM, keuangan, dan fasilitas/sarana/ICT) dan/atau unit secara efektif dan efisien mencapai 95%. Meskipun tidak ada target renstra yang ditetapkan, namun capaian kinerja pada bidang ini sangat tinggi.

d. Peningkatan standar mutu kegiatan pengelolaan SDM, keuangan, dan fasilitas yang berorientasi pada standar internasional untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan/atau pemangku kepentingan;

100% kegiatan pengelolaan SDM, keuangan, fasilitas/sarana/ICT tersertifikasi dengan standar internasional dengan target renstra 75%.

Dengan merujuk kepada standar ISO 9001:2008, standar mutu kegiatan pengelolaan SDM, keuangan, dan fasilitas telah memenuhi standar internasional dan mencapai raihan kinerja yang melampaui target renstra.

(10)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 10 e. Peningkatan mutu dan/atau kapasitas SDM, keuangan, dan

fasilitas;

Dalam upaya untuk meningkatkan mutu standar mutu dan/atau kapasitas SDM, keuangan, dan fasilitas, data yang dikumpulkan selama kurun waktu 2011-2015 menunjukkan fakta sebagai berikut :

 85% unit mencapai rasio standar antara sumber daya yang tersedia dengan kebutuhan layanan; (Paling sedikit 80%)

 100% sumber daya dosen memiliki kualifikasi pendidikan minimal S3

 Paling sedikit 110 orang dosen memiliki jabatan guru besar;

(Baseline: 70)

 Kapasitas sumber daya fasilitas/sarana meningkat 20%;

 Kapasitas ICT meningkat 20%;

 Kapasitas sumber daya keuangan meningkat 20%.

f. Penyusunan dan penerapan mekanisme rekrutmen dan/atau penugasan dosen secara konsisten;

Sejak tahun 2010, SPs UPI telah menerapkan sistem dan mekanisme rekrutmen dan/atau penugasan dosen yang disesuaikan dengan standar ISO 9001: 2008 dan menjadi sebuah Prosedur Operasional Baku (POB). Selain itu, peraturan- peraturan lain yang berlaku menjadi rujukan dalam menjalankan sistem dan mekanisme tersebut.

(11)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 11 g. Peningkatan efektivitas dan tindak lanjut hasil evaluasi

kinerja pegawai (dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi);

Sebagai konsekuensi dari penerapan sistem dan mekanisme rekrutmen, SPs UPI memiliki tugas dan kewajiban untuk melakukan kinerja pegawai.Saat ini telah tersedia satu dokumen sistem dan implementasi pengukuran kinerja pegawai (dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi) secara periodik. (Baseline: memiliki dan melaksanakan model/instrumen pengukuran kinerja pegawai).

h. Pengembangan dan/atau penerapan sistem kompensasi/

remunerasi terpadu yang layak dan adil;

Sebagai unit akademik yang memiliki kapabilitas sebagai Income Generating Unit (IGU), SPs UPI telah menjadi pelopor dalam mengembangkan sistem remurenasi terpadu yang layak dan adil.

i. Pengembangan dan/atau penerapan sistem kesejahteraan pegawai;

Sebagai upaya untuk mensejahterakan pegawai, berbagai skema telah dirumuskan dan hasilnya menunjukkan bahwa kesejahteraan pegawai (dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi) meningkat sedikitnya 40% (target renstra paling sedikit 20%).

(12)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 12 C. Kebijakan 4: Penataan Kelembagaan

Sejalan dengan perkembangan internal dan tuntutan eksternal, SPs UPI telah melakukan penataan kelembagaan dengan merujuk kepada indikator-indikator berikut ini.

a. Peningkatan kualitas pengelolaan universitas untuk mendukung tridharma yang berdaya saing dan akuntabel

 Terlaksananya integrasi 8 Prodi pengelola kegiatan akademik jenjang S1, S2, S3 (target renstra: 4 prodi).

Keberhasilan ini merupakan tonggak sejarah tersendiri bagi SPs UPI periode 2011-2015 dalam menata struktur organisasi kelembagaannya.

b. Penguatan dan pengokohan kehidupan beragama

Terlaksananya 2 paket berbagai kegiatan keagamaan (target renstra 1 paket/thn). Kegiatan ini secara konsisten dilaksanakan untuk membangun moralitas dan integritas SDM yang mengelola SPs UPI.

D. Kebijakan 5: Peningkatan Citra, Kemitraan, dan Internasionalisasi

Sebagai garda terdepan dalam penjaminan mutu dan pencitraan universitas, SPs UPI telah memainkan peranan penting dalam memperkenalkan UPI kepada masyarakat akademik nasional dan internasional selama periode 2011-2015. Berikut ini adalah beberapa indikator kinerja yang telah berhasil diraih oleh SPs UPI.

a. Pengokohan keunggulan SPs yang ditopang oleh keunggulan spesifik Prodi;

 Dihasilkannya tujuh produk unggulan akademik SPs (Prodi Pendidikan Khusus sebagai satu-satunya program pascasarjana

(13)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 13 di Indonesia, Pendidikan Seni, Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, Pendidikan Matematika, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan IPS) (target renstra:

8).

b. Pengembangan media komunikasi yang terpercaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akademik (community of scholars);

 Terbangunnya 5 media komunikasi akademik yang terpercaya;

jurnal elektronik cetak dan daring (SPs, Adpend, Pend.

Matematika, Pengembangan Kurikulum), buku, bahan ajar, Sistem Pembelajaran Online Terpadu (Baseline: 1).

c. Peningkatan kerjasama dengan pengguna lulusan untuk meningkatkan relevansi dan memperpendek masa tunggu alumni;

 Meningkatnya intensitas kemitraan dengan lembaga pengguna lulusan 5 MoU/tahun atau 27 MoU dalam 5 tahun; (Baseline: 2 MoU).

d. Perluasan dan implementasi kerjasama dengan perguruan tinggi yang bermutu melalui berbagai modus program;

 Terselenggaranya 6 joint program (29 kegiatan), 2 international certificate, 1 twin program/double degree, 4 sandwich program, 5 joint conference, 14 collaborative research dan 3 job training (target renstra: 3).

e. Penguatan program studi internasional

 Terbentuknya lima program studi yang memenuhi kriteria program studi internasional (Pendidikan Khusus, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Umum, Manajemen, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan IPS, Linguistik, Pendidikan Bahasa Jepang,

(14)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 14 Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Seni, Pendidikan Dasar, Pendidikan IPA, Pendidikan Matematika), sandwich program, short course, credit transfer (Baseline: 1).

f. Penguatan fungsi kehumasan;

 Meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi SPs;

dalam 5 tahun ada 15 pemberitaan televisi (Baseline: 1 liputan TV)

 Terbangunnya kerjasama dengan media massa; (Baseline: 1 kerjasama).

(15)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 15 g. Peningkatan kerjasama dan pemberdayaan alumni

 Terbangunnya kerjasama dengan alumni dalam membangun jejaring;

Dari seluruh rangkaian kegiatan yang tergabung dalam kebijakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa SPs UPI telah mampu meningkatkan citra, mengembangkan kemitraan dengan lembaga-lembaga lain, serta memperkenalkan keunggulan-keunggulan kepada masyarakat akademik internasional.

E. Kebijakan 6: Peningkatan Mutu Pembinaan Kemahasiswaan Meskipun karakteristik dan kebutuhan mahasiswa pada jenjang pascasarjana berbeda dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa strata 1 yang ada di lingkungan UPI, selama periode 2011-2015 SPs UPI telah mampu melayani kebutuhan mahasiswanya untuk mengembangkan minat dan bakat melalui organisasi kemahasiswaan yang ada. Indikator-indikator keberhasilan pada bidang ini diuraikan di bawah ini.

a. Pengembangan organisasi dan fasilitas kegiatan kemahasiswaan

Dalam hal ini, ada beberapa indikator penting yang mewarnai pengembangan organisasi dan fasilitas kegiatan kemahasiswaan:

 Tertatanya organisasi dan terpenuhinya kebutuhan fasilitas organisasi kemahasiswaan.

 Nomenklatur organisasi Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM),

(16)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 16

 Adanya kepengurusan FKM,

 Adanya AD/ART FKM, dan

 Tersedianya anggaran kegiatan kemahasiswaan.

b. Peningkatan Mutu FKM

Kegiatan kemahasiswaan juga tidak terlepas dari proses penjaminan mutu. Indikator-indikatornya antara lain:

 FKM memiliki dan mengimplementasikan DRKA tersendiri meskipun dananya disimpan di RKAT SPs,

 FKM merumuskan kegiatan dan anggaran untuk mendorong mahasiswa SPs UPI berinteraksi secara intens.

 Para mahasiswa program studi dan/atau antar program studi berbagi pengalaman akademik.

 Kegiatan yang telah dilakukan berupa seminar nasional, international colloquium, pelatihan-pelatihan, kompetisi olahraga.

 100% karya ilmiah mahasiswa disajikan dalam publikasi ilmiah (nasional atau internasional). (Baseline: 10%)

 25% karya ilmiah mahasiswa S3 disajikan pada seminar internasional dan/atau dimuat dalam jurnal internasional.

(Baseline: 10%).

c. Peningkatan kesejahteraan mahasiswa dan peningkatan akses masuk UPI bagi mahasiswa yang kurang beruntung

Untuk menjalankan fungsi sosialnya, SPs UPI memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang kurang beruntung secara ekonomi untuk mengikuti pendidikan pascasarjana.

(17)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 17

 Meningkatnya jumlah penerima beasiswa/ bantuan pendidikan lainnya paling sedikit 20% untuk S2 dan 40% untuk S3 (Baseline: 10%).

(18)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 18 BAB III

ANALISIS SITUASI DAN ASUMSI-ASUMSI

Analisis situasi diarahkan pada upaya mengidentifikasi peluang dan ancaman yang bersumber dari sejumlah faktor stratejik eksternal, serta kekuatan dan kelemahan yang bersumber dari sejumlah faktor stratejik internal. Hasil analisis situasi menggambarkan posisi Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI yang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan atau perumusan strategi, kebijakan, dan program.

A. Situasi Eksternal

Situasi eksternal menggambarkan lingkungan eksternal yang mencakup pelaku dan atau kekuatan societal di luar SPs UPI, antara lain:

mahasiswa (pelanggan), Perguruan Tinggi (PT) lain penyelenggara pascasarjana, PT atau lembaga (yang memasok mahasiswa), masyarakat akademik dan/atau lembaga internasional, sponsor/donatur, kondisi ekonomi, kondisi politik/hukum/regulasi, teknologi, dan lainnya. Analisis situasi eksternal dilakukan untuk mengetahui daya tarik pasar atau potensi profitabilitas, serta diarahkan pada upaya mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal.

Peminat. Dalam lima tahun terakhir minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan di UPI cenderung meningkat. Begitu pula untuk mengikuti pendidikan di SPs UPI. Rata-rata jumlah peminat, dalam lima tahun terakhir, mencapai 1.844,8 orang; masing-masing 1.305,2 orang pada jenjang S2 dan 278,6 orang pada jenjang S3. Adapun rata-rata jumlah mahasiswa yang diterima mencapai 1.187,2 orang; masing-masing 1.006 orang pada jenjang S2 dan 181,2 orang pada jenjang S3. Dalam hal

(19)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 19 ini tingkat persaingan masuk rata-rata 64,53 %. Tingkat persaingan masuk ini cenderung terjadi penurunan dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya (2006-2010) yaitu rata-rata sebesar 68,3%. Penurunan tingkat persaingan ini disebabkan antara lain oleh adanya sejumlah program studi baru dan penambahan daya tampung.

Tingkat persaingan masuk, secara teoritis, linier positif dengan mutu input atau calon mahasiswa yang diterima. Dalam hal ini, tingkat persaingan masuk yang tinggi akan menguntungkan SPs UPI. Tingkat persaingan masuk pada sejumlah program studi (PS) (PS Pendidikan Bahasa Inggris, PS Pendidikan Bahasa Indonesia, PS Bimbingan dan Konseling, PS Pendidikan IPA, PS Pendidikan Matematika, dan PS Pendidikan Dasar) relatif lebih tinggi dibandingkan pada program studi lain. Rata-rata jumlah peminat pada program studi tersebut relatif lebih banyak.

PT Lain Penyelenggara Pascasarjana. Pertumbuhan jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia relatif tinggi. Begitu pula Perguruan Tinggi penyelenggara program pascasarjana, baik untuk jenjang magister maupun jenjang doktor. Hampir seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau lebih dari 80 PTN dan sebagian Perguruan Tinggi Swasta (PTS) (jumlahnya relatif banyak) menyelenggarakan program pascasarjana. Mengenai Perguruan Tinggi lain penyelenggara pascasarjana kependidikan, selain UPI, tercatat 11 PTN dan sejumlah PTS. Seiring dengan perubahan lingkungan global, Perguruan Tinggi Asing pun memungkinkan untuk beroperasi dan/atau menawarkan jasa program pascasarjananya di Indonesia. Saat ini sejumlah Perguruan Tinggi Asing, mandiri dan/atau bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Nasional, telah beroperasi di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa persaingan dalam pendidikan

(20)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 20 pascasarjana cukup tinggi. Dalam situasi seperti ini, banyak faktor yang potensial menjadi ancaman bagi SPs UPI.

Sponsor dan Beasiswa. Beberapa pihak (pemerintah, swasta, dan lainnya) bekerjasama dengan UPI (baca: SPs UPI) dan memfasilitasi atau memberikan bantuan dana pendidikan (beasiswa) bagi mahasiswa/calon mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di SPs UPI. Sejumlah mahasiswa SPs UPI adalah penerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) atau sekarang disebut BPP-DN Kemristekdikti, Kemdikbud, LPDP, Bantuan Pendidikan dan Bantuan Studi dari Kementerian Agama, Bantuan Pendidikan dari Dewan Dakwah Islamiah Indonesia, Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota, dan lainnya. Puluhan mahasiswa lainnya mendapatkan bantuan dana dari perusahaan, yayasan, dan instansi tempat mereka bekerja (perguruan tinggi, BUMN, dan Pusdiklat). Di samping itu sejumlah negara dan/atau lembaga internasional memberikan bantuan dan/atau kerjasama berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi di ASEAN, Jepang, Amerika, Australia, Eropa, dan negara lainnya.

Jumlah mahasiswa SPs UPI penerima beasiswa pendidikan pascasarjana (BPP-DN) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemristekdikti dalam lima tahun terakhir tercatat sebanyak 1.036 orang mahasiswa S2 (16%) dan 350 orang mahasiswa S3 (49%). Selain BPP- DN, berbagai peluang tersedia bagi mahasiswa yang ditawarkan secara terbuka, baik dalam bentuk hibah maupun berdasarkan kompetisi. Potensi masalah yang berkaitan dengan sponsor, beasiswa, kerjasama, dan lembaga internasional ini pada umumnya kesulitan dalam memelihara/mempertahankan keberlanjutan.

(21)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 21 Kondisi Ekonomi. Kondisi ekonomi Indonesia tumbuh relatif stabil, rata-rata 4-6% per tahun. Hal ini berdampak pada peningkatan pendapatan dan/atau daya beli masyarakat. Meskipun demikian, kebutuhan dana untuk mengikuti pendidikan pada program pascasarjana dinilai masih relatif tinggi.

Kondisi Politik/Hukum/Regulasi. Saat ini kondisi politik nasional relatif stabil seiring dengan demokratisasi dan berfungsinya lembaga-lembaga politik serta meningkatnya kesadaran politik masyarakat. Sejumlah produk dan/atau keputusan politik dalam bidang pendidikan berupa regulasi (Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dan lainnya) menunjukkan perhatian dan atau pentingnya pembangunan bidang pendidikan dalam kerangka pembangunan nasional.

Regulasi yang berkaitan dengan pendidikan tinggi antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336); Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah Kedua Kalinya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik

(22)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 22 Indonesia Nomor 5670); Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi; Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500); Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5509); Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2015 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5699); Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 03/PER/MWA UPI/2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 06/PER/MWA UPI/2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia; Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 07/PER/MWA UPI/2015 tentang Rencana Pengembangan Jangka Panjang 2016-2040, Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 08/PER/MWA UPI/2015 tentang Penetapan Rencana Strategis (RENSTRA) Universitas Pendidikan Indonesia 2016-2020; Peraturan Rektor Nomor 6489/UN40/HK/2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Universitas Pendidikan Indonesia. Fenomena PTN Badan Hukum (PTN- bh) dan/atau Badan Hukum Pendidikan (BHP) pada jenjang pendidikan

(23)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 23 tinggi berkaitan dengan tuntutan penyelenggaraan perguruan tinggi yang otonom dan memenuhi prinsip good university governance.

Perkembangan Teknologi. Perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sangat pesat dan dinamis.

Pesatnya perkembangan TIK ini dapat mengatasi masalah ruang dan waktu serta memungkinkan terjadinya interaksi dengan mudah, murah, dan cepat. Tuntutan penerapan TIK dalam penyelenggaraan pendidikan, baik kegiatan akademik maupun nonakademik, semakin meningkat.

Fenomena penerapan sistem informasi manajemen berbasis TIK, e- learning, distance learning, dan lainnya semakin inovatif. Dalam hal ini, kemampuan perguruan tinggi nasional untuk meresponnya relatif terbatas dan beragam.

B. Situasi Internal

Situasi internal menggambarkan lingkungan internal yang terdiri dari sumber daya yang dimiliki dan atau dikendalikan SPs UPI. Analisis situasi internal dilakukan untuk mengetahui kekuatan relatif sumber daya intenal SPs UPI, serta diarahkan pada upaya mengidentifkasi kekuatan dan kelemahan internal.

Manajemen/Tatakelola. Keberadaan statuta UPI, Peraturan MWA, dan Renstra UPI 2016-2020 memantapkan jatidiri, posisi, dan arah UPI lima tahun ke depan. Untuk menyelenggarakan pengelolaan UPI sesuai dengan statuta UPI, Peraturan MWA, dan tuntutan kebutuhan implementasi Renstra, Rektor menetapkan dan mengimplementasikan struktur organisasi dan tatakelola (SOTK). Ini diharapkan dapat menggerakkan fungsi-fungsi organisasi secara otonom yang memenuhi prinsip tatakelola universitas yang baik (good university governance) mencakup efisien, transparan, akuntabel, tanggung jawab dan adil.

(24)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 24 Secara bertahap sistem manajemen dan/atau SOTK UPI di atas mulai diimplementasikan sejak awal tahun 2015. Seluruh sistem manajemen dan bidang manajemen pada setiap tingkatan organisasi, termasuk SPs, telah diintegrasikan ke dalam sistem informasi manajemen UPI. Pengisian jabatan (staffing) sesuai dengan SOTK UPI di atas telah dilakukan untuk hampir seluruh jabatan. Ini terjadi pula di SPs UPI.

Seperti pada unit kerja atau unit pelaksana akademik lain di lingkungan UPI, SPs memiliki struktur organisasi yang terdiri atas satu Direktur dan dua Wakil Direktur, serta satu Kepala Bagian dan tiga Kepala Subbagian.

Saat ini SPs UPI mengelola 33 Program Studi S2, 21 Program Studi S3, dan dua Pusat Kajian.

SPs UPI memiliki pengalaman akademik dan manajemen yang panjang dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana dalam bidang ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu berdasarkan prinsip cross- fertilization sehingga diakui secara nasional dan internasional. Dalam periode 2006-2010, sebagian besar kebijakan dan program yang dirancang dan dilaksanakan diarahkan pada upaya membangun landasan yang kokoh untuk mendapatkan pengakuan internasional. Selanjutnya, dalam periode 2011-2015 strategi, kebijakan, dan program yang dirancang dan dilaksanakan diarahkan pada upaya memperoleh pengakuan internasional.

Strategi yang dimaksud mencakup: (1) Peningkatan Mutu Calon Mahasiswa; (2) Peningkatan dan Pengendalian Mutu Lulusan; (3) Peningkatan Efektivitas Masa Studi Mahasiswa; (4) Penerapan Sistem Akademik Berorientasi Standar Internasional; (5) Integrasi Program S1, S2, dan S3; (6) Pemberdayaan Pusat Studi; (7) Pengembangan program penelitian berorientasi publikasi ilmiah nasional maupun internasional; (8) Pengembangan program pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil

(25)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 25 penelitian; (9) Pengembangan Jejaring Nasional dan Internasional; (10) Benchmarking kepada Universitas Berstandar Internasional; dan (11) Pengembangan Budaya Organisasi Bermutu.

Strategi tersebut dirancang untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan UPI yaitu Peningkatan Mutu Kinerja Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; Peningkatan Mutu Manajemen dan Sumber Daya; Penataan Kelembagaan; Peningkatan Citra, Kemitraan, dan Internasionalisasi; dan Peningkatan Mutu Pembinaan Kemahasiswaan.

Hal penting lainnya yang mendapatkan perhatian dalam sistem manajemen/tata kelola UPI yaitu manajemen atau penjaminan mutu.

Untuk hal ini, Rektor menetapkan kebijakan mutu UPI yang diarahkan pada pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi dan standar mutu internasional. Seluruh kegiatan penjaminan mutu di lingkungan UPI mengacu pada Pedoman Penjaminan Mutu UPI. Pedoman Penjaminan Mutu tersebut dilengkapi perangkat implementasinya. Manajemen atau penjaminan mutu di tingkat UPI dikoordinasikan oleh Satuan Penjaminan Mutu (SPM) UPI, di setiap unit kerja dikoordinasikan oleh Satuan Kendali Mutu (SKM) unit kerja, dan pada satuan kegiatan dilakukan oleh Gugus Kendali Mutu (GKM) satuan kegiatan yang bersangkutan.

Secara internal, penjaminan mutu di SPs UPI mengacu pada sistem penjaminan mutu dan perangkat implementasi sistem penjaminan mutu UPI. Direktur SPs membentuk Satuan Kendali Mutu (SKM) serta mengangkat ketua dan sekretaris. Tugas SKM SPs UPI antara lain mengkoordinasikan, memfasilitasi, dan memotivasi pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu akademik dan non akaremdik di lingkungan SPs, di antaranya menyusun Prosedur Operasional Baku (POB) dan melaksanakan

(26)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 26 kegiatan sesuai dengan POB kegiatan itu. Monitoring dan evaluasi setiap kegiatan dilakukan melalui Audit Mutu Internal dan hasilnya dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen secara berkala. Untuk setiap kegiatan yang dijaminkan mutunya disusun POB, mengacu pada dokumen mutu dan direkam dalam catatan mutu.

Secara eksternal, penjaminan mutu SPs UPI melibatkan pihak eksternal yaitu Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk penjaminan mutu penyelenggaraan program studi dan unit pengelolanya. Sedangkan penjaminan sistem manajemen mutu diaudit melalui SMM ISO 9001: 2008. 93% program studi telah terakreditasi BAN-PT. Sebanyak 22 (39%) peringkatnya A dan 23 (40%) peringkatnya B. Namun, sebanyak 8 (14%) Program Studi yang peringkat akreditasinya C dan 4 (7%) program studi baru dalam proses akreditasi. Kondisi Program Studi yang terakreditasi C atau masa akreditasinya kadaluwarsa atau belum terakreditasi, berpotensi mengganggu kinerja SPs untuk meningkatkan standar mutu kegiatannya pada tingkat nasional dan atau internasional, dan dalam jangka panjang akan menyulitkan dalam mewujudkan visi dan misinya.

Sumber Daya Manusia. Penyelenggaraan pendidikan di SPs UPI melibatkan dosen dari dalam dan luar UPI, serta tenaga kependidikan yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai tidak tetap (PTT). Sistem pengelolaan sumber daya manusia ini mengacu pada Statuta, Peraturan MWA, Peraturan Rektor, dan Peraturan Pemerintah yang relevan.

Sebagaimana dinyatakan dalam SNPT, Statuta dan Peraturan MWA, bahwa yang berhak mengajar pada jenjang Magister dan atau Doktor harus memenuhi kualifikasi akademik Doktor. Secara keseluruhan, jumlah

(27)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 27 dosen SPs UPI (termasuk dosen yang berasal dari luar UPI), berjumlah 314 orang. Dalam hal ini rasio dosen dan mahasiswa adalah 1 : 20.

Artinya rasio ini ideal menurut SNPT. Jumlah tenaga kependidikan yang berstatus PNS yaitu 23 orang (Sarjana: 9 orang, Diploma III: 1 orang, SMU/SMK: 10 orang, SMP: 2 orang dan SD: 1 orang), sedangkan yang berstatus pegawai tidak tetap berjumlah 30 orang (Magister: 2 Orang, Sarjana: 16 orang, Diploma III: 4 orang, SMU/SMK: 7orang, dan SMP: 1 orang). Rasio tenaga kependidikan dengan mahasiswa yaitu 1:67.

Secara umum, latar belakang pendidikan dan bidang keahlian dosen yang mengajar di SPs UPI relevan dengan mata kuliah yang mereka ampu. Rekrutmen dosen di setiap program studi disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan keahlian mereka sebagaimana disyaratkan oleh peraturan yang berlaku. Dengan jumlah prodi yang besar (57 buah) latar belakang pendidikan dan keahlian mereka sangat kaya dan memperkaya khazanah keilmuan di SPs UPI.

Sarana dan Prasarana. Pada kurun waktu 2011-2015, SPs telah melengkapi sarana penunjang pendidikan berupa pengadaan multimedia projector dan pendingin ruangan seluruh ruang kuliah dan ruang ujian, perluasan akses internet melalui Wifi pada setiap lantai dan ruang kuliah, memperluas student space, memperbaharui personal computer untuk keperluan laboratorium dan operasional.

Salah satu dari 13 gedung baru diperuntukkan bagi SPs yang terdiri atas enam lantai (134 ruangan). Sebagian besar ruangan diperuntukkan bagi ruang kuliah (40 ruang), laboratorium (8 ruang), kantor/ruangan Direktur dan Wakil Direktur (4 ruang), kantor Ketua Program Studi (7 ruang), ruangan rapat (4 ruang), auditorium (2 ruang), ruangan multimedia, ruangan tata usaha, ruangan dosen, dan lainnya.

(28)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 28 Apabila dibandingkan dengan mata kuliah yang diselenggarakan dan/atau rombongan belajar, maka jenis, jumlah, dan luas ruangan gedung SPs ini relatif memadai. Ruang kantor dilengkapi fasilitas penunjang seperti meubelair, peralatan kantor, telepon/faksimili, dan lainnya, sedangkan ruang perkuliahan dilengkapi LCD projector, Laptop, OHP, pengeras suara, dan lainnya yang memadai. Di seluruh lantai dan atau sebagian besar ruangan kantor/kuliah terkoneksi dengan jaringan internet melalui fasilitas hotspot. Dari perspektif investasi, diharapkan fasilitas dan peralatan yang memadai dapat meningkatkan kinerja SPs dan tidak sebaliknya menjadi pusat biaya. Ini menuntut kinerja pemberdayaan tinggi dari para penggunanya dan/atau stakeholder internal SPs pada umumnya.

Pengelolaan sarana dan prasarana universitas, termasuk di SPs, selama ini menggunakan sistem yang berlaku pada lembaga pemerintahan. Karena itu berbagai prosedur, seperti pengadaan, penghapusan dan pelaporan sarana dan prasarana selama ini mengacu pada peraturan pemerintah yang berlaku. Adapun sistem informasi yang digunakan adalah Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Persediaan (SIMAK- Persediaan). Sistem informasi tersebut terintegrasi dengan sistem informasi manajemen UPI. Dalam pelaporan SIMAK-BMN masih dilakukan secara manual atau bersifat offline dan unit pelaporannya berjenjang.

Sejalan dengan transformasi kelembagaan UPI menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-bh), khususnya setelah ada pemisahan aset UPI dan aset negara, UPI sedang mengembangkan sistem manajemen sarana dan prasarana, termasuk di dalamnya sistem informasi barang dan persediaan.

(29)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 29 Sumber Daya Pendanaan/Keuangan. Penyelenggaraan manajemen keuangan SPs mengacu pada sistem manajemen keuangan UPI yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta UPI bahwa pengelolaan keuangan UPI diatur oleh UPI dan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas (Pasal 56 ayat 2), Peraturan MWA No. 03 Tahun 2015 Paragraf 3 tentang Pengelolaan Keuangan UPI pada Pasal 131 dan Pasal 132.

Pasal 131

(1) Pengelolaan keuangan UPI mencakup kegiatan penyusunan program, penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban.

(2) Pengelolaan keuangan UPI dilakukan berdasarkan sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi manajemen yang transparan dan akuntabel.

Pasal 132

(1) Seluruh penerimaan yang diterima atau diperoleh UPI, Fakultas, Kampus UPI di Daerah atau sebutan lainnya, Sekolah Pascasarjana, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau sebutan lainnya, Direktorat, Biro, dan/atau unit lainnya harus dibukukan sebagai penerimaan UPI sesuai dengan sistem akuntansi keuangan UPI.

(2) Seluruh penerimaan yang diterima atau diperoleh unit dilaporkan kepada Rektor dan dicatatkan pada Direktorat.

(3) Seluruh penerimaan yang diterima atau diperoleh sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disetorkan melalui rekening UPI dan

(30)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 30 pencairan serta penggunaan dananya ditetapkan dalam Keputusan Rektor.

(4) Unit dan/atau unit lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperoleh dana operasional, dana pengembangan, dan dana lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(5) Perencanaan penerimaan dan pengeluaran dari setiap unit dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran tahunan.

(6) Anggaran tahunan UPI dan unit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk membiayai penyelenggaraan program yang tertuang dalam rencana kerja dan anggaran tahunan.

(7) Efisiensi, efektivitas,dan akuntabilitas pertanggungjawaban penggunaan anggaran diaudit oleh satuan audit internal dan hasilnya dilaporkan kepada Rektor secara periodik.

Sumber dana untuk pembiayaan SPs pada dasarnya berasal dari pemerintah, masyarakat, hibah, kerjasama Tridharma, dan sumber lain yang sah. Perencanaan penerimaan dan pengeluaran dana universitas dituangkan dalam bentuk Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) sebagai penjabaran dari Rencana Strategis Universitas. Anggaran Universitas disusun berdasarkan prinsip perencanaan dari atas ke bawah (top down), sedangkan pengalokasian dan pendistribusiannya dilakukan dengan memperhatikan usulan kegiatan dan perimbangan yang proporsional dari unit pelaksana di bawahnya (bottom up). Pada unit pelaksana, RKAT dituangkan dalam bentuk Daftar Rincian Kegiatan dan Anggaran (DRKA) yang disusun dengan memanfaatkan fasilitas e- planning dan e-monev serta implementasinya didasarkan pada Peraturan Rektor tentang Pedoman Implementasi RKAT UPI.

(31)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 31 Sebagai unit pelaksana akademik, SPs menyusun dan mengimplementasikan DRKA sesuai dengan Peraturan Rektor. Hal penting dalam penyusunan dan implementasi DRKA, antara lain: prosedur penyusunan DRKA, rancangan penganggaran, strategi implementasi, mekanisme penarikan dana, pertanggungjawaban kegiatan dan pelaporan keuangan, pengadaan barang dan jasa, serta monitoring dan evaluasi.

Dalam pelaksanaannya, DRKA SPs dan kegiatan akuntansi mencakup juga DRKA dan transaksi yang terjadi pada Program Studi yang diselenggarakannya. Ini berpotensi menimbulkan permasalahan berkaitan dengan mekanisme dan alokasi anggaran, pengendalian, serta pertanggungjawaban kegiatan dan pelaporan keuangan. Pelaksanaan monitor dan evaluasi dengan menggunakan aplikasi e-monev (monitor dan evaluasi RKAT) menghasilkan laporan keuangan yang terdiri atas (1) laporan realisasi anggaran; (2) neraca; dan (3) catatan atas laporan keuangan.

TIK. Dalam kurun lima tahun terakhir, UPI telah merevitalisasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Akademik) dan mengembangkan tiga sistem informasi lain yaitu SIKU (Sistem Informasi Keuangan), SIASEF (Sistem Informasi Aset dan Fasilitas), dan SISUDAMA (Sistem Informasi Sumber Daya Manusia). Keempat sistem tersebut dirancang sebagai sistem yang terintegrasi. Revitalisasi SIAK telah berjalan sejak tahun 2007. Tiga sistem informasi lainnya baru selesai dikembangkan yaitu, sistem manajemen, SKPL (spesifikasi kebutuhan perangkat lunak), dan dalam proses Bidding pembuatan software. Untuk SISUDAMA dikembangkan pula dengan menggunakan finger scan sebagai alat pemantauan kehadiran pegawai.

(32)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 32 Sistem Informasi Manajemen dan Fasilitas ICT (Information and Communication Technology) yang digunakan Unit Pengelola Program Studi Magister dalam proses penyelenggaraan akademik dan administrasi berada di bawah koordinasi Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sedangkan pada tingkat Sekolah Pascasarjana berada di bawah Subbagian Umum dan Perlengkapan. Pada kurun waktu 2012- 2015 telah terjadi peningkatan bandwidth yang sangat pesat dari 150 Mbps pada tahun 2012 menjadi 1 GHz/s tahun 2015, penambahan server jaringan, penambahan hotspot, koneksi ke jaringan pendidikan nasional (jardiknas) untuk teleconference, serta peningkatan jaringan serat optik untuk koneksi internet dari Direktorat TIK ke Sekolah Pascasarjana.

Peningkatan fasilitas ini telah berdampak terhadap kemudahan dan kecepatan akses internet untuk mendukung kegiatan manajemen universitas dan pembelajaran, serta layanan internet akses kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan. Sebagian penyebaran informasi sudah dilakukan melalui website, SMS broadcast dan e-mail. Dosen dan mahasiswa memanfaatkan internet untuk mencari sumber-sumber belajar dan riset.

Saat ini sistem informasi manajemen (SIM) UPI telah terintegrasi, yang mencakup sistem informasi akademik (SIAK), sistem informasi kepegawaian (SIMPEG), sistem informasi keuangan (SIKU), sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK-BMN) dan Persediaan (SIMAK-Persediaan). Dalam implementasinya, sistem informasi terintegrasi tersebut belum berfungsi optimal. Literasi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan terhadap TIK dan pemanfaatannya perlu ditingkatkan. Pengembangan aplikasi SIM belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pengguna dan atau perubahan tuntutan kebutuhan.

(33)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 33 Di samping itu, terdapat permasalahan akses, khususnya yang bersumber dari fasilitas dan jaringan.

(34)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 34 C. Ringkasan Hasil Analisis SWOT

Sesuai dengan hasil analisis situasi di atas maka dapat diidentifikasi peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan SPs UPI, sebagai berikut:

a. Peluang

1) Minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan di jenjang Pascasarjana cenderung meningkat.

2) Sponsor dan beasiswa bagi mahasiswa Pascasarjana relatif banyak, baik jenis maupun jumlahnya, termasuk skema pembiayaan penelitian dan/atau kegiatan akademik lainnya.

3) Kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya dengan lembaga nasional dan/atau internasional sangat terbuka.

4) Regulasi bidang pendidikan (UU, PP, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dan lainnya) mendorong penyelenggaraan Perguruan Tinggi (PT) lebih efisien, transparan, akuntabel, dan mandiri.

5) Perkembangan TIK memfasilitasi/mendukung pengembangan dan penerapan sistem pembelajaran dan sistem manajemen PT secara lebih efektif dan efisien.

b. Ancaman

1) Pertumbuhan PT penyelenggara pendidikan pascasarjana sangat tinggi dan persaingan semakin luas dan kompleks, tidak terbatas pada tingkat nasional juga internasional.

2) Tingkat keberlanjutan sponsor dan kerjasama dengan PT kurang terjamin.

(35)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 35 3) Biaya penyelenggaraan pendidikan pascasarjana semakin tinggi

seiring dengan meningkatnya tuntutan mutu.

4) Tuntutan stakeholders eksternal tentang mutu kinerja pascasarjana semakin meningkat.

c. Kekuatan

1) SPs UPI memiliki Visi dan Misi yang sangat jelas serta memotivasi dan menginspirasi seluruh keputusan dan tindakan elemen-elemen yang ada di lingkungannya.

2) SPs UPI memiliki dan mengimplementasikan sistem dan program akademik yang berorientasi pada standar internasional.

3) SPs UPI memiliki dan mengimplementasikan standar manajemen dan administrasi berorientasi standar internasional, serta tersertifikasi SMM ISO 9001: 2008 sejak tahun 2010.

4) SPs UPI mengelola 33 Program Studi dan sebagian besar Program Studi terakreditasi BAN-PT dengan peringkat A dan B.

5) Sebanyak 10 program studi diminati dan/atau memiliki mahasiswa internasional.

6) SPs UPI memiliki dan melaksanakan kerjasama yang luas dalam bidang akademik (pendidikan dan penelitian) dengan lembaga/masyarakat akademik internasional.

7) Kinerja dosen dalam melaksanakan fungsi pendidikan dan/atau pengajaran relatif tinggi.

8) Fasilitas gedung dan sarana perkuliahan memadai, baik jenis maupun jumlahnya, serta berstandar internasional.

9) Infrastruktur TIK yang tersedia relatif tinggi kapasitasnya serta jaringan internet yang luas.

(36)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 36 10) Jaringan alumni cukup luas dan tersebar secara nasional, bahkan di

beberapa negara.

11) UPI dan/atau SPs UPI memiliki pengalaman dan reputasi sebagai LPTK pembina.

d. Kelemahan

1) Jumlah publikasi karya ilmiah dosen dan/atau mahasiswa SPs dalam jurnal ilmiah nasional atau internasional dan digitalisasi pembelajaran dalam konten e-learning masih rendah.

2) Kinerja program akademik yang berorientasi internasional (transfer of credit, joint research, joint publication, dan lainnya) masih rendah.

3) Kinerja program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset masih terbatas dan/atau kontribusinya belum signifikan dalam pembangunan masyarakat.

4) Implementasi Sistem Informasi Manajemen terintegrasi belum berfungsi secara optimal.

5) Kinerja dosen SPs UPI dalam memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran masih rendah.

6) Culture dan mindset tentang good university governance belum tumbuh dan terinternalisasi dalam keputusan dan tindakan manajemen.

7) Masih ada Program Studi dengan peringkat akreditasi C atau belum terakreditasi BAN-PT.

(37)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 37 D. Asumsi-asumsi

Pengembangan Rencana Strategis SPs UPI 2016-2020 dilandasi oleh asumsi-asumsi berikut:

1. Persaingan memasuki pascasarjana akan meningkat karena pertumbuhan peminat dalam periode lima tahun ke depan mengalami peningkatan. Sementara itu, pertumbuhan daya tampung perguruan tinggi penyelenggara pascasarjana relatif rendah dalam jumlah yang terbatas.

2. Kualitas dan layanan akademik menjadi salah satu faktor utama yang dijadikan dasar pertimbangan pemilihan perguruan tinggi penyelenggara pascasarjana oleh calon mahasiswa.

3. Pendidikan pascasarjana akan menjadi tujuan dan orientasi calon mahasiswa sebagai respon atas Pemberlakuan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional jo PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan UU tentang Guru dan Dosen.

4. Citra universitas sangat dipengaruhi oleh kualitas dan layanan akademik, kualitas riset, produk unggulan universitas, dan hubungan baik dengan pihak eksternal.

5. Kesadaran akan pentingnya standar mutu dan layanan akademik, kinerja riset, dan layanan pendukung lainnya akan tumbuh dan berkembang di kalangan dosen dan karyawan UPI.

6. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan perguruan tinggi dan proses akademik akan menjadi tuntutan seluruh stakeholders universitas.

7. Persaingan dan kemitraan global akan berpengaruh dan harus diadaptasi dalam berbagai pengembangan program dan kegiatan.

(38)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 38 8. Sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 akan dapat diterima dan

secara konsisten dilaksanakan oleh unsur pimpinan dan staf SPs UPI sehingga kualitas layanan akan makin terstandar. Sertifikasi ISO 9001: 2008 harus dianggap sebagai kebutuhan yang menjadi tanggung jawab bersama.

9. Kinerja staf serta kualifikasi akademiknya dapat ditingkatkan. Hal ini dimungkinkan karena adanya komitmen dari pimpinan untuk meningkatkan kompetensi staf baik melalui pendidikan maupun diklat.

10. Sarana dan prasarana akademik yang memadai dapat meningkatkan jumlah peminat untuk mengikuti pendidikan di SPs UPI.

11. Tersedianya beragam program studi yang dibuka dapat meningkatkan jumlah peminat untuk mengikuti pendidikan di SPs UPI menurut kebutuhan individu dan/atau kebutuhan institusi tempat bekerja.

(39)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 39 BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

A. Visi

Implementasi Renstra Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2011-2015, telah menunjukkan sejumlah capaian indikator kinerja yang relevan dengan perwujudan visi yang telah ditetapkan yaitu mendapatkan pengakuan internasional dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana dalam bidang ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu.

Indikator pengakuan internasional tersebut ditunjukkan oleh keberadaan mahasiswa internasional pada 10 program studi; visiting professor dari perguruan tinggi mitra di luar negeri mencakup: Jepang, Australia, Jerman, Mesir, Singapore, Perancis, Amerika Serikat;

pembimbing dan penguji disertasi dari perguruan tinggi mitra di luar negeri ; sertifikasi internasional untuk pembimbing disertasi; credit transfer, double degree, job training, sandwich program; joint conference/joint seminar; joint research dan publikasi. Perjalanan lima tahun terakhir itu telah membawa SPs UPI ke tatanan penyelenggaraan pendidikan pascasarjana dalam budaya akademik berkualitas internasional, menghasilkan publikasi ilmiah pada tataran internasional, serta memperkokoh jejaring internasional.

Berlandaskan pada situasi yang telah dianalisis pada Bab II serta capaian kinerja di atas dan mempertimbangkan fondasi yang dimiliki, maka visi SPs UPI adalah

“Memperluas Pengakuan Internasional dalam Penyelenggaraan Pendidikan Pascasarjana Bidang Ilmu Kependidikan dan Pendidikan

(40)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 40 Disiplin Ilmu menuju Kepeloporan dan Keunggulan UPI Tahun 2020”.

Perluasan pengakuan internasional yang dimaksud diraih melalui bertambahnya jumlah mahasiswa internasional pada berbagai program studi, bertambahnya lembaga/masyarakat akademik internasional yang terlibat dalam kegiatan kerjasama akademik, dan bertambahnya jenis/program akademik yang mendapatkan pengakuan internasional.

B. Misi

Misi yang diemban oleh Sekolah Pascasarjana UPI adalah:

1. Program magister diperuntukkan bagi lulusan program sarjana atau sederajat dengan tujuan membentuk lulusan yang mampu mengamalkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah;

2. Program doktor diperuntukkan bagi lulusan magister atau sederajat dengan tujuan membentuk lulusan yang mampu menemukan, menciptakan, dan/atau memberikan kontribusi kepada pengembangan serta pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah;

3. Menyelenggarakan penelitian yang bermutu dan produktif yang berorientasi pada publikasi ilmiah nasional dan internasional;

4. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat;

5. Memperluas jejaring dengan masyarakat ilmiah nasional dan internasional;

(41)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 41 6. Menyelenggarakan manajemen yang mendukung terciptanya

lingkungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu dan bertaraf internasional.

C. Tujuan

1. Menghasilkan Magister dan Doktor dalam ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan ilmu lainnya yang menguasai konsep dan memiliki wawasan yang luas dalam bidangnya serta memiliki kepribadian dan daya saing yang dapat ditampilkan pada tingkat nasional maupun internasional.

2. Menghasilkan karya-karya penelitian yang bermutu dan dipublikasikan nasional maupun internasional.

3. Menghasilkan karya-karya pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

4. Meningkatkan kapasitas program dan reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional.

5. Meningkatkan kapasitas manajemen dan sumber daya yang mendukung lingkungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu.

D. Sasaran

Sesuai dengan visi, misi, dan tujuan di atas, SPs UPI memiliki sasaran berikut.

1. Terpenuhinya persyaratan mutu akademik Magister dan Doktor dalam ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan ilmu lainnya yang diakui secara nasional dan internasional.

2. Tersedianya hasil penelitian yang bermutu dan publikasi secara nasional dan internasional;

(42)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 42 3. Tersedianya hasil pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi

nyata bagi kemajuan masyarakat;

4. Meningkatnya kapasitas program dan reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional;

5. Tersedianya lulusan yang memenuhi persyaratan akademik dan profesi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan baik nasional maupun internasional;

6. Meningkatnya kapasitas manajemen dan sumber daya yang mendukung lingkungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu.

(43)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 43 BAB V

STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM

A. Strategi

Faktor-faktor kunci implementasi pencapaian visi dan Tridharma Perguruan Tinggi berkualitas terletak pada tiga hal, yaitu kapasitas sumber daya manusia, tatakelola, dan ketersediaan sumber daya yang memadai.

Untuk lebih memperkokoh fondasi yang dimiliki serta memperluas pengakuan internasional, ketiga faktor kunci tersebut perlu menjadi acuan utama pengembangan SPs UPI ke depan.

1. Peningkatan Mutu Calon Mahasiswa dan Perluasan Peminatan Internasional

Mutu suatu program studi (mutu lulusan dan produk pendidikan lainnya) banyak dipengaruhi oleh mutu masukannya, terutama mutu mahasiswa barunya. Tingkat persaingan dalam penerimaan mahasiswa baru merupakan salah satu indikator mutu program studi oleh BAN PT. Strategi yang tepat (termasuk calon mahasiswa dari luar negeri) perlu dirancang dan dilakukan secara sistematis.

Pemanfaatan alumni, penyebaran leaflet, pengelolaan website, serta pengembangan kerjasama dan jejaring merupakan beberapa strategi promosi yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan jumlah peminat ke S2 dan S3 SPs UPI. Untuk menjaring calon mahasiswa internasional, dilakukan perluasan peminatan internasional dengan berbagai modus kegiatan di antaranya penyiapan program internasional (kurikulum, program, dan perkuliahan khusus), mengundang narasumber, pakar pendidikan, pimpinan perguruan tinggi, peneliti, penulis artikel jurnal, seminar, konferensi

(44)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 44 internasional, roadshow ke perguruan tinggi di luar negeri, dan pengembangan website dalam dua versi.

2. Peningkatan dan Pengendalian Mutu Lulusan yang Difokuskan pada Pemenuhan Persyaratan Akademik dan Profesi Internasional

Walaupun rata-rata IPK lulusan SPs UPI tinggi, mutu lulusan perlu diukur oleh kinerjanya di lapangan. Oleh karena itu, upaya peningkatan dan pengendalian mutu tidak boleh berhenti, namun perlu terus dipacu dengan meningkatkan standar yang berorientasi dan/atau difokuskan pada pemenuhan persyaratan akademik dan profesi internasional. Benchmarking ke universitas yang masuk ke dalam daftar universitas terbaik di Asia dan/atau dunia dapat mempercepat terwujudnya visi SPs untuk memperluas pengakuan internasional. Membangun jejaring penelitian dengan kelompok peneliti internasional yang relevan merupakan langkah yang perlu didorong baik untuk dosen peneliti maupun untuk penelitian tesis atau disertasi. Hal lain yang perlu diefektifkan adalah kewajiban penerbitan artikel bagi seluruh mahasiswa di jurnal nasional terakreditasi dan/atau jurnal internasional terrujuk.

Program-program internasional lain yang perlu ditingkatkan adalah memperbanyak jumlah mahasiswa untuk mengikuti program sandwich melalui pelatihan persiapan program, seminar/konferensi/simposium internasional yang menghasilkan prosiding terindeks serta perluasan program double degree dan credit transfer.

(45)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 45 3. Peningkatan Efektivitas Masa Studi Mahasiswa

a. Peningkatan sistem pembimbingan dan pembinaan mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan dengan cara meningkatkan peran dosen Pembimbing Akademik (PA) yang sekaligus juga akan merupakan salah seorang anggota pembimbing penulisan tesis/disertasi. Selain itu, seminar proposal penelitian (tesis dan disertasi) juga dilakukan setelah melalui proses pembimbingan dan sudah dianggap siap oleh pembimbing (promotor) untuk pengumpulan data di lapangan (implementasi eksperimen).

Sertifikasi pembimbing internasional dari institusi/perguruan tinggi luar negeri bereputasi bagi dosen SPs UPI akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembimbing. Selain itu, pelibatan pembimbing penelitian disertasi dari perguruan tinggi luar negeri yang bereputasi merupakan salah satu langkah meningkatkan sistem pembimbingan untuk memperluas pengakuan internasional.

b. Peningkatan akses mahasiswa terhadap sumber belajar Akses mahasiswa kepada sumber belajar merupakan salah satu penentu mutu program studi. Oleh karena itu, peningkatan akses mahasiswa kepada sumber belajar yang relevan dan bermutu perlu mendapat perhatian. Langkah ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya meningkatkan kapasitas dan akses internet serta memberikan sejumlah pelatihan kepada mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses sumber-sumber belajar.

(46)

Renstra SPs UPI 2016-2020| 46 c. Meningkatkan awareness mahasiswa terhadap aturan drop

out (DO)

Adanya mahasiswa S2 dan S3 yang belum selesai dan melewati batas waktu studi (kongesti) bukan saja telah menurunkan angka efisiensi edukasi dan rata-rata lama studi, tetapi juga telah menghambat UPI merealisasikan visinya menjadi universitas pelopor dan unggul (leading and outstanding university).

Pengalaman beberapa perguruan tinggi menunjukkan bahwa kongesti terus berkembang selama sistem drop out (DO) belum diterapkan. Pengalaman menunjukkan bahwa angka kongesti menurun drastis begitu sistem DO diterapkan secara konsisten.

Namun demikian, kegiatan untuk meningkatkan awareness mahasiswa terhadap aturan DO masih harus tetap ditingkatkan melalui berbagai cara di antaranya meningkatkan efektivitas pembimbingan akademik dan mengefektifkan penyampaian informasi dini masa studi oleh SPs, prodi, dan pembimbing.

4. Penerapan Sistem Akademik Berstandar Internasional a. Sistem SKS Penuh

Kurikulum SPs dirancang dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga mahasiswa lebih fleksibel dalam memilih mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana karirnya. Dengan demikan, mahasiswa dari program studi yang sama dapat menempuh mata-mata kuliah yang berbeda, selain mata-mata kuliah wajib. Setiap program studi dapat menentukan struktur kurikulum yang berisi tentang komponen kurikulum (seperti Keilmuan, Pendidikan, dan Spesialisasi) dengan jumlah kredit

Referensi

Dokumen terkait

Surat Perintah Kerja atau Kontrak Penyimpanan atau Kontrak Pelayanan Jasa Data dan Teknologi atau Perjanjian Kerjasama atau bentuk lain yang selama ini dilaksanakan

• AGAR SETIAP SKPD TEKNIS BERKOORDINASI DENGAN BAPPEDA, SEGERA MENYUSUN DAN MENYAMPAIKAN DATA-DATA TEKNIS YANG BERKAITAN DENGAN DANA TRANSFER KEPADA SKPD PROVINSI

Yang dimaksud dengan sistem penataan arsip adalah kegiatan mengatur dan menyusun arsip dalam suatu tatanan yang sistematis dan logis, menyimpan serta merawat arsip untuk

Hasil analisis organoleptik hedonik dan skoring terhadap parameter penerimaan keseluruhan beras ubi jalar ungu dapat dilihat pada Gambar 4a dan hasil analisis

Pengembangan atraksi wisata di Pantai Bangsring perlu dilakukan agar pengunjung Pantai Bangsring tidak merasa bosan, hal ini sesuai dengan pendapat Yoeti (2008)

Nilai Signifikansi kepemilikan saham manajerial yang lebih kecil dari signifikansi yang diharapkan (0,05) menunjukkan bahwa variabel kepemilikan saham manajerial berpengaruh