• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LEVERAGE, AKTIVITAS, DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN FARMASI DI BURSA EFEK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH LEVERAGE, AKTIVITAS, DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN FARMASI DI BURSA EFEK INDONESIA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LEVERAGE, AKTIVITAS, DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN

FARMASI DI BURSA EFEK INDONESIA Devi Chintiya Dewi

1

, Subakir

2

, Fauziyah

3

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 1 Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 2, 3

[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh leverage, aktivitas, dan kebijakan deviden baik secara parsial maupun simultan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 – 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 – 2017 yang berjumlah 10 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 perusahaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan menggunakan pengujian hipotesis yaitu uji-t dan uji-F. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat bahwa secara parsial leverage dan aktivitas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan signifikan sebesar 0,883 dan 0,199. Kebijakan deviden berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan signifikan sebesar 0,037. Sedangkan secara simultan leverage, aktivitas dan kebijakan deviden berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan signifikan sebesar 0,019.

Kata kunci : Leverage, Aktivitas, Kebijakan Deviden, Harga saham

Abstract

This study aims to determine whether there is an influence of leverage, activity, and dividend policy both partially and simultaneously on stock in pharmaceutical companies listed on the BEI for the period 2013 – 2017. The population in this study were pharmaceutical companies listed on the BEI for the period 2013 – 2017, which amounted to 10 companies. The sampling technique used purposive sampling method, so that the sample in this study amounted to 6 companies. Analysis of the data used in this study is multiple linear regression using hypothesis testing namely t-test anf F-test. Based on the results of this study, it was found that partially leverage and activity has no significant effect on stock prices with a significant 0,883 and 0,199. Dividend policy has a significant effect on stock prices with a significant amount of 0,037. While simultaneously leverage, activity and dividend policy have a significant effect on stock prices with a significant effect on stock prices with a significant amount of 0,019.

Keywords : leverage, activity, dividend policy, stock price.

(2)

PENDAHULUAN

Pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat berinvestasi dalam bentuk saham.Investasi untuk memperoleh masa yang akan datang dengan melipat gandakan kekayaan untuk memperoleh capital gain.

Investor lebih aman untuk memperoleh pendapatan berupa pembayaran deviden dari pada capital gain,karena deviden lebih kecil resikonya daripada capital gain yang mempunyai resiko lebih besar.

Menurut Abdul Halim (2015:135), dividen merupakan suatu investor yang dipergunakan sebagai mengenai prestasi perusahaan di masa yang akan datang yang bertujuan untuk memakmurkan pemegang sahamnya dengan mengelola aset keuangan yang salah satunya adalah kebijakan deviden.

Menurut Abdul Halim (2015:135), Kebijakan Deviden adalah penentuan berapa besarnya laba yang didapat dalam suatu periode kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, dan ditahan dalam bentuk laba ditahan. Dalam penelitian kebijakan deviden mengukur menggunakan Dividend Payout Ratio. Menurut Tatang Ary Gumanti (2013:22), Dividend Payout Ratio (DPR) merupakan pembayaran dividen yang diukur dengan membagikan besarnya dividen per lembar dengan laba bersih per lembar saham. Kebijakan deviden sebagai investor dalam melihat baik buruknya perusahaan, karena kebijakan deviden dapat

berpengaruh pada harga saham Menurut Jogiyanto (2014:172), Harga Saham merupakan harga suatu saham di pasar bursa yang ditentukan pelaku pasar oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal.

Harga saham menunjukkan nilai perusahaan. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi nilai perusahaan. Perubahan posisi laporan keuangan akan mempengaruhi harga saham perusahaan. Untuk mengetahui laporan keuangan dalam kondisi baik dapat dilakukan salah satunya adalah rasio keuangan. Rasio keuangan dapat memberikan penilaian terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio leverage dan rasio aktivitas.

Menurut Harahap (2015:306), Leverage merupakan kemampuan perusahaan yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai kewajiban oleh ekuitas. Dalam penelitian ini leverage mengukur menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR). Menurut Fahmi (2015:127), Debt to Asset Ratio merupakan rasio yang mengukur perbandingan utang dengan cara membandingkan antara total utang dengan total aktiva.

Semakin tinggi leverage berarti semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk investasi yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Menurut Kasmir (2013:118), aktivitas merupakan rasio yang digunakan seberapa besar ukuran tingkat

(3)

perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimiliki perusahaan.

Dalam penelitian ini aktivitas

mengukur menggunakan

perputaran aset tetap. Menurut Hery (2015:548), Perputaran Aset Tetap merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur aset tetap yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan penjualan. Jadi, perputaran aset tetap merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perusahaan apakah sudah menggunakan kapasitas aktiva tetap sepenuhnya atau belum.

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka yang menjadi masalah pokok penelitian ini sebagai berikut:

1. Adakah pengaruh leverage terhadap harga saham pada perusahaan farmasi ?

2. Adakah pengaruh aktivitas terhadap harga saham pada perusahaan farmasi ?

3. Adakah pengaruh kebijakan deviden terhadap harga saham pada perusahaan farmasi ? 4. Adakah pengaruh leverage,

aktivitas dan kebijakan deviden secara simultan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi?

Adapun tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh leverage terhadap harga saham pada perusahaan farmasi.

2. Untuk mengetahui pengaruh aktivitas terhadap harga saham pada perusahaan farmasi.

3. Untuk mengetahui pengaruh kebijakan deviden terhadap harga saham pada perusahaan farmasi.

4. Untuk mengetahui pengaruh leverage, aktivitas dan kebijakan deviden secara simultan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi.

METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah laporan keuangan perusahaan farmasi tahun 2013 – 2017 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 10 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan farmasi tahun 2013 – 2017 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Dari jumlah sampel yang diambil sebanyak 6 perusahaan.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara berikut ini :

1. Perusahaan Farmasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2013 – 2017.

2. Perusahaan farmasi menerbitkan laporan keuangan secara berturut – turut tahun 2013 – 2017 yang dinyatakan dalam rupiah (Rp).

(4)

3. Laporan keuangan yang diterbitkan telah diaudit selama tahun 2013 – 2017.

4. Perusahaan mengalami laba selama tahun 2013 – 2017.

5. Memiliki laporan keuangan yang lengkap sesuai data yang dibutuhkan pada variabel kebijakan dividen.

Dalam penelitian ini, data yang digunakan data sekunder yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id.

Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji-t dan uji-F.

HASIL

Dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistik dengan SPSS Versi 22.0. Hasil pengujian data sebagai berikut:

Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data

Tabel 1 Uji Normalitas Data

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut, mempunyai nilai sebesar Asmp. Sig 0,150 (0,150>0,05).

Artinya, nilai observasi data berdistribusi secara normal.

Uji Multikolineritas Tabel 2 Uji Multikolineritas

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan tabel di atas, nilai VIF pada ketiga variabel bebas adalah 1,191, 1,177, 1,341 sedangkan nilai tolerance sebesar 0,840, 0,850, 0,746. Dari ketiga variabel nilai VIF <

10 artinya, dalam penelitian ini bebas dari gejala multikolineritas.

Uji Autokorelasi Tabel 3 Uji Autokorelasi

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan hasil pada tabel 3 menunjukkan bahwa nilai statistik Durbin Watson sebesar 1,911, sehingga disimpulkan bahwa persamaan regresi tidak terdapat gejala autokorelasi.

(5)

Uji Heteroskedastisitas

Gambar 1 Scatterplot

Dari gambar scatterplot diatas dijelaskan bahwa titik-titik terlihat menyebar secara tidak beraturan. Sehingga, data tersebut bebas dari gejala heteroskedastisitas.

Analisis Regresi Linier Berganda Dalam penelitian ini hasil persamaan regresi linier berganda pada tabel 5 sebagai berikut :

Tabel 5

Analisis Regresi Linier Berganda

Sumber : Data Diolah

Y= 131247,490 – 376,898 X1

- 82458,177 X2 + 1568,054 X3 + e

Persamaan regresi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut:

a) Dari persamaan tersebut, nilai konstanta sebesar 131247,490.

Menunjukkan nilai leverage, aktivitas dan kebijakan deviden terhadap harga saham sebesar 131247,490.

b) Koefisien regresi leverage (X1) sebesar -376,898. Menunjukkan leverage bertanda negatif yang berlawanan. Jika leverage turun sebesar satu satuan, maka harga saham naik sebesar 376,898.

c) Koefisien regresi aktivitas (X2) sebesar -82458,177.

Menunjukkan aktivitas bertanda negatif yang berlawanan. Jika aktivitas turun sebesar satu satuan, maka harga saham turun sebesar 82458,177.

d) Koefisien regresi kebijakan deviden (X3) sebesar 1568,054.

Menunjukkan nilai kebijakan deviden bertanda positif yang searah. Jika kebijakan deviden naik sebesar satu satuan, maka harga saham mengalami peningkatan sebesar 1568,054.

(6)

Pengujian Hipotesis Uji-t

Tabel 6 Uji-t

Sumber : Data Diolah

Hasil penelitian uji-t pada variabel leverage, aktivitas dan kebijakan deviden terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

1. Variabel Leverage (X1) memiliki nilai sig. Sebesar 0,883 dimana nilai leverage lebih besar dari nilai sebesar 0,05 (0,883 > 0,05), maka Ha ditolak. Sehingga disimpulkan bahwa, leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Variabel Aktivitas (X2) memiliki nilai sig. sebesar 0,199 dimana nilai aktivitas lebih besar dari nilai sebesar 0,05 (0,199 > 0,05), maka Ha ditolak. Sehingga disimpulkan bahwa, aktivitas tidak berpengaruh signifkan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3. Variabel Kebijakan Deviden (X3) memiliki nilai sig. sebesar 0,037 dimana nilai kebijakan deviden lebih kecil dari nilai sebesar 0,05 (0,037< 0,05), maka Ha diterima.

Sehingga disimpulkan bahwa, kebijakan deviden berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Uji- F

Tabel 7 Uji-F

Sumber : Data Diolah

Dalam penelitian ini nilai signifikan sebesar 0,019 < 0,05, maka Ha diterima. Artinya, leverage, aktivitas dan kebijakan deviden secara simultan berpengaruh terhadap harga saham.

Pembahasan

1. Hasil pengujian hipotesis (H1) menggunakan uji t didapatkan hasil variabel leverage nilai signifikan 0,883 > 0,05, maka Ha ditolak. Artinya, leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang

(7)

nilai leverage tinggi dikatakan keadaan yang buruk sehingga dapat mempengaruhi tinggi rendahnya harga saham. Jadi, semakin tinggi leverage semakin turun pada harga saham. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Linda Kania Dewi (2015) bahwa leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sedangkan penelitian yang tidak sejalan dilakukan oleh Nurlela (2017) bahwa leverage berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

2. Hasil pengujian hipotesis (H2) menggunakan uji t didapatkan hasil variabel aktivitas nilai signifikan 0,199 > 0,05, maka Ha ditolak. Artinya aktivitas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Semakin kecil aktiva semakin buruk artinya perusahaan belum mampu memaksimalkan kapasitas aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Pengelolaan aset tetap dapat menimbulkan kerugian yang begitu besar karena tidak dapat mengoptimalkan kinerja dan manfaat aset tersebut. Jadi, semakin turun aktivitas harga saham semakin turun begitupun sebaliknya. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang

dilakukan oleh Ditha dan Tetty (2017).

3. Hasil pengujian hipotesis (H3) menggunakan uji t didapatkan hasil variabel kebijakan deviden nilai signifikan 0,037 < 0,05, maka Ha diterima. Artinya, kebijakan deviden berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan sering menggunakan dividen untuk menunjukkan pasar dimasa yang akan datang jadi, kondisi keuangan perusahaan tersebut baik. Jika laba perusahaan tinggi maka investor akan tertarik pada perusahaan dan akan meningkatkan harga saham.

Jadi, semakin tinggi kebijakan deviden harga saham juga semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sulis Windarti (2014).

4. Hasil pengujian hipotesis (H4) menggunakan Uji-F yang menunjukkan hasil bahwa nilai sig. pada Annova sebesar 0,019

< 0,05. Artinya leverage, aktivitas dan kebijakan deviden secara simultan berpemgaruh terhadap harga saham.

SIMPULAN

Berdasarkan pembahasan dan analisis yang telah dilakukan, maka hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut :

(8)

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leverage (Debt to Asset Ratio) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas (Perputaran Aktiva Tetap) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.

3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan Deviden (Dividend Payout Ratio) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.

4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leverage (Debt to Asset Ratio), Aktivitas (Perputaran Aktiva Tetap), dan Kebijakan Deviden (Dividend Payout Ratio) secara simultan/bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.

IMPLIKASI

Berdasarkan penelitian ini pada perusahaan Farmasi dengan meningkatkan rasio keuangan. Pada rasio leverage dengan meningkatkan laba dan rasio aktivitas meningkatkan penjualan agar harga pasar saham perusahaan mengalami peningkatan.

KETERBATASAN

Keterbatasan dalam penelitian ini hanya pada perusahaan farmasi saja tidak melibatkan perusahaan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Halim. 2015. Auditing (Dasar – dasar Audit Laporan Keuangan).

Jilid 1. Edisi Kelima. UPP STIM YKPN : Yogyakarta.

Fahmi, Irham. 2015. Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal Jawab. Bandung : Alfabeta.

Gumanti, Tatang Ary. 2013.

Kebijakan Dividen Teoru, Empiris, dan Implikasi. Jakarta: UPP STIM YKPN.

Harahap, Sofyan Syafri. 2015.

Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi 1 – 10. Jakrta:

Rajawali Pers.

Hery. 2015. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1. Yogyakarta:

CAPS.

Jogiyanto. 2014. Teori Portofolio dan Analisis Investasi (Edisi ke 10).

Yogyakarta : BPFE.

Kasmir. 2013. Analisis Laporan Keuangan. Rajawali Pers: Jakarta.

Gambar

Gambar 1 Scatterplot
Tabel 6  Uji-t

Referensi

Dokumen terkait

Jika di telaah dari faktor hukum, berarti melihat dari segi hukum yang berlaku, yaitu Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan angkutan

Berbeda dengan ulama klasik yang memahami bahwa selain ber- fungsi sebagai penjelas, sunnah juga berfungsi sebagai penetapan hukum yang tidak terdapat dalam al-Qur’ân, karena

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi program intervensi keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap kecemasan pada kelompok kontrol sebelum

[r]

Berdasarkan pasang yang dianut oleh masyarakat Amma Toa Kajang, mereka tidak menerima adanya modernisasi seperti pengaspalan atau pengecoran. Jalan batu dan jalan tanah

Perkembangan global dewasa ini menuntut berbagai negara untuk melakukan adaptasi massif terhadap berbagai dinamika kemajuan yang ada. Demikianpun dalam merespon

Berdasarkan latar belakang diatas maka pada penelitian ini akan dibuat elemen estetika karakter dan lingkungan game dengan menggunakan konsep Four Basic Elements yang

Specific items and SBC for the three months ended 30 June 2017 are US$15 million (30 June 2016: US$18 million) and are mainly driven by restructuring costs incurred in relation to