• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGELOLAAN DAN PERTUNJUKAN OLEH SANGGAR IDAMAN DI KOTA BINJAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGELOLAAN DAN PERTUNJUKAN OLEH SANGGAR IDAMAN DI KOTA BINJAI"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAAN DAN PERTUNJUKAN OLEH SANGGAR IDAMAN DI KOTA BINJAI

SKRIPSI SARJANA

DISUSUN

O L E H

NAMA: WENNY OKTAVIANA SIHOTANG NIM : 160707047

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU BUDAYA

PROGRAM STUDI ETNOMUSIKOLOGI MEDAN

2021

(2)

i

(3)

i

(4)

i

(5)

iii

PERNYATAAN

Dengan ini saya nyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, 2021

Wenny Oktaviana Sihotang Nim. 160707047

(6)

iv ABSTRAK

DESKRIPSI PENGELOLAAN DAN PERTUNJUKKAN MUSIK SANGGAR IDAMAN KOTA BINJAI

Sanggar Idaman adalah sanggar kesenian yang terletak di Jalan Ikan Paus no.2 Kota Binjai. Sanggar Idaman didirikan pada awal tahun 2013 oleh Dinas Pariwisata Kota Binjai. Sanggar Idaman dibentuk dengan tujuan untuk membina generasi muda yang ingin menyalurkan hobi serta bakatnya dibidang musik. Sanggar Idaman melatih musik tradisional dan modern. Sanggar Idaman rutin melakukan latihan pada hari Rabu dan Jumat di kantor Dinas Pariwisata Kota Binjai di lantai 2. Sanggar Idaman sering mengisi beberapa kegiatan seperti Event PRSU yang hampir tiap tahun dilakukan, Festival Band dan acara hiburan lainnya. Sanggar Idaman sudah banyak mendapat prestasi dalam acara Kuala Lumpur International Drum and Dance Festival, Festival Band Religi Pondok Ramadhan Sumatera Utara, Pesta Pulau Pinang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori manajemen untuk menganalisis manajemen dan pengelolaan. Dan Teori Seni Pertunjukan untuk mendeskripsikan seni pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan yang dilakukan oleh Sanggar Idaman ini berdasarkan pada sistem dunia barat yaitu pengelolaan yang dikelola secara organisasi atau pergantian kepengurusan dengan kata lain tidak di kelola oleh perorangan. Sistem pengelolaan ini juga meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pelaksanaan pertunjukan yang dikerjakan secara kolektif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, adapun proses menghasilkan data melalui studi kepustakaan (membaca buku dan artikel), studi lapangan dengan observasi, wawancara narasumber, dan dokumentasi melalui foto/video.

Kata kunci: Sanggar Idaman, Kota Binjai, Musik

(7)

v ABSTRACT

DESCRIPTION OF MUSIC MANAGEMENT AND PERFORMANCE OF BINJAI CITY IDAMAN SANGGAR

Idaman Studio is an art studio located at Jalan Ikan Paus no.2 Binjai City.

Idaman Studio was founded in early 2013 by the Tourism Office of Binjai City. Idaman Studio was formed with the aim of nurturing the younger generation who want to channel their hobbies and talents in the field of music. Sanggar Idaman trains traditional and modern music. The Idaman Studio regularly exercises on Wednesdays and Fridays at the Binjai City Tourism Office on the 2nd floor. The Idaman Studio often fills in several activities such as the PRSU Event which is held almost every year, Band Festival and other entertainment events. Sanggar Idaman has won many achievements in the Kuala Lumpur International Drum and Dance Festival, the Pondok Ramadhan Religious Band Festival in North Sumatra, the Pulau Pinang Festival. The theory used in this research is management theory to analyze management and management. And Performing Arts Theory to describe the performing arts. The results of the study indicate that the management carried out by Sanggar Idaman is based on the western world system, namely management that is managed by an organization or management change in other words it is not managed by individuals. This management system also includes planning, organizing, monitoring, and implementing performances that are carried out collectively.

This study uses a qualitative descriptive method, while the process of generating data is through library research (reading books and articles), field studies with observations, interviewing sources, and documentation through photos/videos.

Keywords: Dream Studio, Binjai City, Music

(8)

vi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan pengetahuan dan kekuatan kepada penulis, oleh karena segala berkat, kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Skripsi ini berjudul “Pengelolaan Dan Pertunjukan Oleh Sanggar Idaman Di Kota Binjai” yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan studi di program studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan / dorongan serta petunjuk dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis dengan penuh hormat dan kerendahan hati yang tulus mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Arifninetrirosa, SST.,M.A., selaku ketua Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara dan sekaligus sebagai pembimbing II, atas bimbingan akademis dan arahan yang diberikan.

Terima kasih sebesar-besarnya juga penulis ucapkan kepada Bapak Drs. Bebas Sembiring, M.Si. selaku Sekretaris Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara dan sebagai Dosen Pembimbing I, atas semua tuntutan, nasehat serta bimbingannya dan memotivasi penulis supaya tetap semangat dan tidak menyerah. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Alm Drs.

Muhammad Takari, M.Hum,Ph.D. yang menjadi Dosen Pembimbing I sampai penulis seminar proposal.

(9)

vii

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh Bapak dan Ibu dosen Program Studi Etnomusikologi yaitu Bapak Prof. Drs. Mauly Purba, M.A., Ph.D, Drs.

Setia Dermawan Purba, M.Si., Alm Drs. Irwansyah, M.A., Drs. Perikuten Tarigan, M.Si., Drs. Fadlin M.A., Drs. Kumalo Trigan, M.A., Ph.D.,serta Ibu Dra. Heristina Dewi, M.Pd., Dra. Rithaony, M.A., atas ilmu yang telah diberikan selama ini. Begitu juga kepada Ibu Siti Nurhawani sebagai pegawai administrasi, terima kasih atas bantuannya selama ini.

Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada orangtua tercinta Ayahanda St. T. Sihotang dan Ibunda D. br. Siringoringo yang begitu banyak berkorban moral dan materil, penulis tidak mampu membalasnya dengan apapun selain dari pada doa kepada Tuhan Yesus.

Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada adek terkasih yaitu Kristina Novria Sihotang dan Januar Rionaldo Sihotang, kepada Opung, Tulang dan Nantulang, Bapauda dan Inanguda, yang tak pernah bosan memberikan semangat, dukungan dan doa kepada penulis serta keluarga yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada Abang Yogie Syaputra, Kak Ayu, Lea Sembiring dan Bapak Ibu Dinas Pariwisata Kota Binjai atas segala dukungan dan menerima penulis sebagai peneliti untuk mendapatkan informasi dan data dalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman dan sahabat penulis, Dian Nasrani Tarigan, Ivanca Alesia Munthe S.Sn, Jun Andrema Sitepu S.Sn, Grace Sitompul S.M, Nia Simorangkir, terimakasih sudah menjadi sahabat yang senantiasa memberikan dukungan, doa dan membantu penulis dalam penyusunan skripsi

(10)

viii

ini dan semua rekan stambuk 2016 yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Terima kasih untuk empat tahun yang kita lewati baik suka maupun duka. Semoga kita semua bisa sukses dan selalu berada dalam lindungan Tuhan.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, karenanya penulis menerima saran dan kritik yang membangun dari semua pihak untuk menyempurnakan tulisan ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat menjadi sumbangan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang Etnomusikologi.

Kiranya Tuhan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada saya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

Medan, 2021 Penulis

Wenny Oktaviana Sihotang Nim. 160707047

(11)

ix DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN ... IV ABSTRAK ... V KATA PENGANTAR ... VI DAFTAR ISI ... IX DAFTAR TABEL DAN GAMBAR ... XII DAFTAR BAGAN ... XII

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Pokok Permasalahan ... 9

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 9

1.3.1 Tujuan Penelitian ... 10

1.3.2 Manfaat Penelitian ... 10

1.4 Konsep dan Teori ... 10

1.4.1 Konsep ... 11

1.4.2 Teori ... 11

1.5 Metode Penelitian ... 13

1.5.1 Studi Kepustakaan ... 14

1.5.2 Studi Lapangan ... 14

1.5.2.1 Observasi ... 14

1.5.2.2 Wawancara ... 15

1.5.2.3 Dokumentasi ... 15

1.5.3 Kerja Laboratorium ... 16

1.6 Lokasi Penelitian ... 16

BABII SEJARAH SANGGAR IDAMAN KOTA BINJAI ... 17

2.1 Sejarah berdirinya Sanggar Idaman Kota Binjai... 17

2.2 Visi dan Misi Sanggar Idaman Kota Binjai ... 18

2.2.1 Visi ... 18

2.2.2 Misi ... 19

2.3 Kesekretariatan ... 19

BAB III DESKRIPSI PENGELOLAAN SANGGAR IDAMAN KOTA BINJAI ... 21

3.1 Organisasi ... 21

3.1.1 Struktur Organisasi Sanggar Idaman Kota Binjai ... 24

3.1.1.1 Badan Pengurus Harian (BPH) ... 26

3.1.1.2 Pelatih ... 27

3.1.1.3 Pemusik ... 29

3.1.2 Sistem Pengelolaan Sanggar Idaman Kota Binjai ... 29

3.1.3 Sistem Penerimaan Anggota ... 31

3.1.4 Sistem Pendanaan ... 32

3.2 Program Kegiatan dan Pelatihan ... 33

3.2.1 Program Kegiatan ... 33

3.2.1.1 Mengikuti Kompetensi ... 33

3.2.1.2 Mengisi Acara Undangan ... 34

(12)

x

3.2.2 Pelatihan ... 34

3.2.2.1 Jadwal Latihan ... 35

3.2.2.2 Tempat Latihan ... 35

3.3 Produksi ... 36

3.3.1 Prestasi dan Kegiatan Sebagai Produksi ... 37

BAB IV DESKRIPSI PERTUNJUKAN SANGGAR IDAMAN KOTA BINJAI ... 39

4.1 Pertunjukan Sanggar Idaman Kota Binjai . ... 41

4.1.1 Perencanaan Kegiatan ... 42

4.1.2 Proses Pertunjukan . ... 42

4.1.3 Bentuk Penyajian Pertunjukan ... 44

4.1.3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 49

4.1.3.2 Fasilitas Pertunjukan ... 49

4.1.3.3 Peralatan Pendukung Pertunjukan ... 49

4.1.3.4 Alat Musik yang Digunakan ... 52

4.2 Sekelompok Pemain ... 53

4.3 Sekelompok Penonton ... 65

BAB V PENUTUP ... 70

5.1 Kesimpulan ... 71

5.2 Saran ... 72

DAFTAR PUSTAKA ... 74

DAFTAR INTERNET ... 76

DAFTAR INFORMAN ... 77

(13)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Piala Prestasi Sanggar Idaman ... 38

Gambar 4.1 Penata lampu sorot ... 50

Gambar 4.2 Tempat/ Panggung ... 52

Gambar 4.3 Hasapi ... 54

Gambar 4.4 Drum ... 56

Gambar 4.5 Pakpong ... 57

Gambar 4.6 Jimbe ... 58

Gambar 4.7 Taganing ... 59

Gambar 4.8 Gitar ... 60

Gambar 4.9 Bass ... 61

Gambar 4.10 Keyboard ... 62

Gambar 4.11 Akordion ... 63

Gambar 4.12 Kolintang ... 64

Gambar 4.13 Sulim ... 65

Gambar 4.14 Sekelompok Pemain ... 66

Gambar 4.15 Sekelompok Penonton ... 67

Gambar 4.16 Apresiasi Penonton ... 69

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam setiap kegiatan bersosialisasi, langsung atau tidak langsung selalu melibatkan orang lain.

Dengan hal itulah manusia membentuk kelompok-kelompok dan organisasi tertentu, guna melakukan aktivitas yang mereka sepakati, karena pada dasarnya setiap manusia juga membutuhkan kesenian untuk hiburan, ritual, ekspresi estetis, dan lainnya dalam kehidupan.

Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh Koentjaraningrat (1981:395-396) bahwa kesenian itu merupakan ekspresi hasrat manusia akan keindahan. Keperluan terhadap keindahan ini dipenuhi oleh sebuah unsur budaya yang disebut kesenian atau seni.

Kesenian adalah produk manusia yang merupakan cerminan estetis dari olah cipta, rasa, dan karya manusia. Seni mempunyai logika tersendiri. Logika seni berdasarkan pada keindahan, sesuatu yang sebenarnya tidak mudah untuk dijelaskan meskipun tidak sulit untuk dinikmati. Seni adalah simbol pribadi atau simbol sesuatu antara lain: alam, suasana kejadian, harapan, dan lainnya sebagai yang berhubungan dengan kejiwaan yang dapat mempengaruhi jiwa seseorang, (Bastomi, 1992: 42).

Dalam seni juga bermacam-macam bentuknya, salah satu cabang dari seni adalah musik. Musik mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, karena musik dapat menghibur manusia dalam berbagai aktivitas terlebih di masa seperti saat ini, yang penuh dengan permasalahan hidup yang semakin kompleks. Oleh karena itu, musik sangat dibutuhkan baik secara sadar atau tidak, bahkan melekat tidak dapat dipisahkan dari

(15)

2

kehidupan manusia. Berbagai jenis musik asing masuk di Indonesia dan dapat diterima secara baik oleh beberapa orang. Hal ini disebabkan karena berbagai macam faktor sosial dan kebudayaan, yang salah satunya ialah tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup pada masa kini, termasuk kebutuhan akan hiburan.

Dalam rangka melakukan kegiatan berkesenian, biasanya akan melibatkan sekelompok manusia untuk membentuk sebuah kelompok atau organisasi dalam mengelola kesenian tersebut agar prosesnya terjadi secara teratur, terarah, dan mencapai tujuan. Oleh karena itu, maka diperlukan pengelolaan (manajemen).

Setiap organisasi membutuhkan pengelolaan yang baik demi kelangsungan organisasi manusia itu sendiri. Pengelolaan atau manajemen ialah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok atau orang- orang ke arah tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Dengan kata lain, keberhasilan suatu organisasi juga ditentukan oleh manajemen yang diterapkan oleh pengelola dan kemampuan untuk mengelola setiap bidang kegiatan.

Terry dalam bukunya yang berjudul Principles of Management mendefinisikan manajemen sebagai berikut: “Management is the accomplishing of predetermined objectives through the efforts of other people,” yang artinya manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan melalui usaha bersama-sama orang lain.

Cara mengelola kesenian ini ada yang berakar dari tradisi setempat, dan ada pula yang mengadopsi cara-cara pengelolaan organisasi kesenian dari Dunia Barat (lihat Takari, 2008: 5).

Demikian halnya juga dengan pengelolaan Sanggar Idaman yang berada di Kota Binjai. Sanggar Idaman ini didirikan pada awal tahun 2013 oleh Dinas Pariwisata Kota Binjai sebagai program pembinaan bagi anak-anak muda di Kota Binjai yang memiliki

(16)

3

bakat dan ingin menyalurkan bakatnya dibidang musik, tetapi sudah memiliki skill kurang lebih sekitar 20%. Pada saat ini, sanggar Idaman memiliki anggota kurang lebih 40 orang, karena sebelum COVID sanggar ini melakukan perekrutan anggota yang duduk di bangku SMA dan juga mahasiswa. Anggota didalam sanggar idaman notabene berdomisili di Kota Binjai, tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada diluar itu yang ingin masuk.

Anggota aktif dalam sanggar ini kurang lebih 20 orang.

Setiap orang yang ingin bergabung menjadi anggota Sanggar Idaman tidak mengeluarkan biaya apapun. Dibalik itu, sanggar ini mempunyai kriteria wajib, di antaranya warga Binjai atau berdomisili di Binjai, tidak menutup kemungkinan juga jika ada yang bukan warga Binjai ingin gabung tetapi setelah mereka lulus dalam seleksi.

Proses seleksi dilakukan oleh pelatih dan beberapa senior yang yang sudah dibriefingkan terlebih dahulu kriteria penilaiannya. Proses seleksi yang dikerjakan adalah sistem mengajar. Pelatih atau senior memberikan pengajaran selama 2 atau 3 kali pertemuan, lalu anak anak diberi ujian. Jika ujian yang diberikan lulus, maka anak tersebut bisa menjadi anggota Sanggar Idaman.

Setiap event yang diikuti sanggar idaman diberi dan didanai oleh Dinas Pariwisata Binjai, tetapi tidak menutup kemungkinan juga kalau anggota mau ikut lomba atau kegiatan positif lain. Salah satu program kegiatan Sanggar Idaman yang merupakan program kegiatan tahunan adalah event PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara). Dalam event ini, sanggar idaman membawakan tema dan pertunjukan yang berbeda tiap tahunnya untuk menarik perhatian penonton.

Banyak event yang pernah diikuti oleh sanggar ini di antaranya, event Kuala Lumpur (Malaysia) Genta pada tahun 2014, 2015 dan 2018, Pesta Pulau Pinang (Malaysia) 2016, dan banyak lagi. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa sistem pembagian honor untuk setiap anggota yang terbeban mensukseskan setiap kegiatan, dana yang

(17)

4

diperoleh ketika selesai mengisi acara-acara tertentu akan dibagi rata dan biasanya sisanya selalu disisihin untuk kas. Jadi tidak ada anggota yang bayar kas rutin. Namun demikian setiap anggota perform, ada juga yang masuk ke kas untuk keperluan-keperluan mendesak saja.

Pemasaran juga dibutuhkan oleh sebuah organisasi, lembaga atau instansi tertentu agar dapat dikenal oleh masyarakat melalui produk-produk yang dihasilkan oleh sebuah organisasi. Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang berpihak dengan pihak lain (Sunarto, 2006: 4). Dalam hal ini Sanggar Idaman mempromosikan atau memasarkan organisasinya yaitu hanya melalui jejaring sosial instagram atau media sosial masing masing anggota dengan memasang poster kegiatannya.

Pertunjukan yang dilakukan oleh Sanggar Idaman ini, secara umum adalah pertunjukan musik. Materi pertunjukan mereka adalah musik etnis Melayu, Karo, Batak, musik pop, dan lain-lain sesuai kebutuhan dan permintaan masyarakat yang mengundang mereka.

Para pemusik terdiri dari pemain keyboard, kulcapi, sulim, drum, gitar, hasapi, perkusi, bass, para penyanyi laki-laki dan wanita. Mereka ini biasanya dalam pertunjukan menggunakan aksesoris dan kostum yang disesuaikan dengan etnis lagu masing masing yang hendak mereka tampilkan.

Dengan melihat latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk memfokuskannya terhadap aspek pengelolaan yang juga dikaji oleh ilmu etnomusikologi dan manajemen, dalam konteks interdisiplin ilmu. Khusus pada bagian pertunjukan digunakan ilmu seni pertunjukan (performing arts study). Ilmu etnomusikologi terutama difokuskan pada bagaimana proses pemusik bekerja, berinteraksi sosial sesamanya,

(18)

5

dipandang oleh masyarakat, dan menentukan masa depan kehiduapnnya, dan lain-lain.

Selanjutnya ilmu manajemen digunakan dalam mengkaji bagaimana sistem pengelolaan di dalamnya dan juga melihat bentuk pertunjukan musik yang dikelola Sanggar idaman Kota Binjai.

Dalam tulisan ini, yang dimaksud kajian pertunjukan (terjemahan lazim dari performance studies) menurut Sal Murgiyanto (1998: 6-23) adalah sebuah disiplin baru yang mempertemukan ilmu-ilmu seni (musikologi, kajian tari, dan kajian teater) di satu titik dan antropologi di titik lain dalam suatu kajian interdisiplin (etnomusikologi, etnologi tari, dan performance studies).

Di satu sisi kini semakin banyak penelitian yang menggunakan semiotika, antropologi, kajian lisan—beberapa disiplin yang turut membangun performance studies, sebagai perangkat analisisnya, yang dikombinasikan dengan estetika, koreologi, dramaturgi, dan musikologi. Namun pada saat yang sama, belum ada satu buku

“pegangan” yang cukup komprehensif menjelaskan muasal, refleksi konsep, teori dan mode sampai dengan penerapannya dalam mengkaji satu bentuk pertunjukan.

Seterusnya, dalam tulisan ini, konsep tentang etnomusikologi dan kedudukan pemusik dalam kajian ilmunya, adalah mengikuti apa yang diwacanakan oleh Society for Ethnomusicology (SEM) yang dipublikasikan melalui websitenya, pada pranala https://www.ethnomusicology.org, sebagai berikut.

Ethnomusicology is the study of music in its social and cultural contexts.

Ethnomusicologists examine music as a social process in order to understand not only what music is but what it means to its practitioners and audiences.

Ethnomusicology is highly interdisciplinary. Individuals working in the field may have training in music, cultural anthropology, folklore, performance studies, dance, area studies, cultural studies, gender studies, race or ethnic studies, or other fields in the humanities and social sciences. Yet all ethnomusicologists share a coherent foundation in the following approaches and methods:

(19)

6

1) Employing a global perspective on music (encompassing all geographic areas and types of music).

2) Understanding music as social practice (viewing music as a human activity that is interrelated with its social and cultural contexts).

3) Engaging in ethnographic fieldwork (observing and participating in music-making and related activities) and in historical research.

Ethnomusicologists work in a variety of spheres. As researchers, they study music from any part of the world and investigate its connections to diverse elements of social life and culture. As educators, they teach courses in musics of the world, popular music, the cultural study of music, and a range of more specialized classes (e.g., sacred music traditions, music and politics, theory and methods).

Ethnomusicologists are also active in public and applied work. Partnering with the music communities that they study, ethnomusicologists may document and promote music traditions or participate in projects that involve cultural policy, education, conflict resolution, health, environmental sustainability, arts programming, or advocacy on behalf of musicians. Ethnomusicologists often work with museums, archives, arts- presenting organizations, primary and secondary schools, media companies, and other institutions that promote the appreciation and understanding of the world’s musics.

For a partial international list of ethnomusicology programs in higher education, see our Guide to Programs in Ethnomusicology. See also our Career Resources in Public and Applied Ethnomusicology.

Seperti kutipan langsung di atas, maka etnomusikologi adalah studi tentang musik dalam konteks sosial dan budayanya. Etnomusikolog memeriksa musik sebagai proses sosial untuk memahami tidak hanya apa musik itu tetapi apa artinya bagi praktisi (seniman musik) dan pendengarnya.

Etnomusikologi sangat interdisipliner. Individu-individu yang bekerja di lapangan etnomusikologi, mungkin memiliki pelatihan di bidang musik, antropologi budaya, cerita rakyat, studi pertunjukan, tari, studi area budaya, studi budaya, studi gender, studi ras atau etnik, atau bidang lain di dalam rumpun humaniora dan ilmu sosial. Namun semua ahli etnomusikologi berbagi dasar yang koheren dalam pendekatan dan metode berikut:

1. Menggunakan perspektif global tentang musik (mencakup semua wilayah geografis dan jenis musik).

(20)

7

2. Memahami musik sebagai praktik sosial (memandang musik sebagai aktivitas manusia yang terkait dengan konteks sosial dan budayanya).

3. Terlibat dalam kerja lapangan etnografi (mengamati dan berpartisipasi dalam terbentuknya musik dan kegiatan terkait) dan dalam penelitian sejarah.

Ahli etnomusikologi bekerja di berbagai bidang. Sebagai peneliti, mereka memelajari musik dari bagian mana pun di dunia dan menyelidiki hubungannya dengan beragam elemen kehidupan sosial dan budaya. Sebagai pendidik, mereka mengajar kursus musik dunia, musik populer, studi budaya musik, dan berbagai kelas yang lebih terspesialisasi (misalnya, tradisi musik sakral, musik dan politik, teori dan metode).

Etnomusikolog juga aktif dalam pekerjaan publik dan terapan. Bermitra dengan komunitas musik yang mereka pelajari, ahli etnomusikologi dapat mendokumentasikan dan mempromosikan tradisi musik atau berpartisipasi dalam proyek yang melibatkan kebijakan budaya, pendidikan, resolusi konflik, kesehatan, kelestarian lingkungan, program seni, atau advokasi atas nama musisi. Ahli etnomusikologi sering bekerja dengan museum, arsip, organisasi penyaji seni, sekolah dasar dan menengah, perusahaan media, dan institusi lain yang mempromosikan apresiasi dan pemahaman tentang musik dunia.

Untuk daftar sebagian program etnomusikologi internasional di pendidikan tinggi, lihat Panduan Program di Etnomusikologi kami. Lihat juga Sumber Daya Karir kami di Publik dan Etnomusikologi Terapan.

Dengan memperhatikan apa itu etnomusikologi, maka penelitian mengenai manajemen atau pengelolaan musik juga merupakan bagian dari etnomusikologi.

Argumentasi pertama, etnomusikologi adalah studi tentang musik dalam konteks sosial dan budayanya. Dalam konteks sosial para pemusik ada yang membentuk organisasi seni untuk kepentingan dan tujuan bersama. Konteks sosial pengelolaan pertunjukan musik ini adalah salah satu kajian etnomusikologi. Kedua, etnomusikologi sangat interdisiplin,

(21)

8

artinya melibatkan ilmu-ilmu terkait dalam kajiannya, dalam hal penelitian penulis, maka ilmu terkait itu adalah manajemen, yang digunakan untuk memecahkan permasalahan bagaimana pengelolaan Sanggar Idaman di Kota Binjai. Ketiga, sesuai metode yang umum dilakukan para etnomusikolog, maka penulis menggunakan perspektif global tentang musik (mencakup semua wilayah geografis dan jenis musik), dalam hal ini perspektif global dalam wilayah geografis Kota Binjai dan jenis musik yang mereka kelola.

Kemudian memahami musik sebagai praktik sosial (memandang musik sebagai aktivitas manusia yang terkait dengan konteks sosial dan budayanya). Musik yang dipertunjukkan oleh Sanggar Idaman di Kota Binjai bukan saja hanya terdiri dari musik itu sendiri tetapi konteks sosial dan budayanya, dalam hal ini konteks dalam masyarakat Binjai yang multikultural dan proses produksi pertunjukan musik itu sendiri memiliki kekhasannya. Untuk itulah dilakukan penelitian ini. Kemudian metode etnomusikolog berikutnya adalah terlibat dalam kerja lapangan etnografi (mengamati dan berpartisipasi dalam terbentuknya musik dan kegiatan terkait) dan dalam penelitian sejarah. Dalam penelitian ini, penulis sebagai calon etnomusikologi terlibat dalam kerja lapangan etnografi, yakni terbentuknya pertunjukan musik oleh Sanggar Idaman di Kota Binjai.

Berdasarkan uraian di atas penulis ingin mengkaji dan meneliti lebih dalam serta menuliskannya kedalam skripsi yang berjudul: “Pengelolaan dan Pertunjukan Sanggar Idaman di Kota Binjai.”

1.2 Pokok Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan diatas, maka yang menjadi kajian pada aspek manajemen sanggar idaman dalam tulisan ini adalah:

1. Bagaimana pengelolaan Sanggar Idaman Kota Binjai?

(22)

9

2. Bagaimana bentuk pertunjukan Sanggar Idaman Kota Binjai?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berikut ini, penulis menguraikan tujuan dan manfaat penelitian sesuai dengan latar belakang dan pokok masalah yang telah dipaparkan sebelumnya.

1.3.1 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mendeskripsikan pengelolaan sanggar idaman Kota Binjai.

2. Untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk pertunjukan sanggar idaman Kota Binjai.

1.3.2 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Sebagai bahan informasi kepada masyarakat mengenai keberadaan sanggar idaman Kota Binjai.

2. Memberikan pemahaman tentang pengelolaan sanggar idaman Kota Binjai.

3. Memberikan pemahaman mengenai bentuk pertunjukan sanggar idaman Kota Binjai.

4. Sebagai bahan referensi dan acuan bagi peneliti berikutnya yang memiliki ketertarikan dengan topik penelitian.

5. Untuk memenuhi salah satu syarat ujian sarjana di Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

1.4 Konsep dan Teori 1.4.1 Pengertian Konsep

Konsep adalah rancangan ide atau pengertian yang diabstrakkan dari pengertian konkret, gambaran mental dari objek atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1990: 456).

(23)

10

Menurut R. Merton dalam Koentjaraningrat (1977:32), konsep merupakan defenisi dari apa yang perlu diamati. Konsep juga merupakan unsur pokok dari suatu penelitian.

1.4.2 Pengertian Teori

Teori merupakan alat yang terpenting dari suatu pengetahuan. Tanpa teori hanya ada pengetahuan tentang serangkaian fakta saja, tetapi tidak akan ada ilmu pengetahuan (Koentjaraningrat,1973:10). Sebagai pedoman dalam menyelesaikan tulisan ini penulis menggunakan beberapa teori yang berhubungan dengan pokok-pokok permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini.

1.4.3 Konsep yang Digunakan

Milton Singer (1958:184) menyebutkan, deskriptif adalah penyampaian objek dengan menerangkan terhadap pembaca secara tulisan maupun lisan dengan sedetail- detailnya. Dapat disimpulkan bahwa kata deskripsi adalah pemaparan dengan kata-kata yang jelas dan terperinci atau penyelidikan dan penguraian terhadap suatu masalah untuk keadaan yang sebenar-benarnya serta proses pemecahan masalah. Deskripsi yang penulis maksud dalam tulisan ini adalah untuk menggambarkan dengan menguraikan secara jelas dan terperinci mengenai pengelolaan serta pertunjukan yang dilakukan Sanggar Idaman Kota Binjai.

Pengelolaan (manajemen) adalah suatu cara atau proses yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan agar berjalan efektif dan efisien. Pengelolaan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah mengenai manajemen organisasi dan produksi, didalam manajemen produksi juga terdapat pemasaran produksi agar sebuah organisasi tetap bergerak atau berjalan. Meskipun yang kita ketahui bahwa manajemen juga dapat diklasifikasikan seperti: manajemen organisasi, manajemen perencanaan, manajemen produksi,

(24)

11

manajemen pemasaran, dan lain-lain. Maka penulis memfokuskan manajemen tersebut didalam tulisan ini, karena setiap produksi dari melalui event yang pernah diikuti, prestasi yang diraih, dan setiap apa yang mereka tampilkan merupakan hasil dari produksi dan terlebih dahulu harus direncanakan baik rencana dalam jangka pendek dan jangka panjang, kemudian membuat suatu pengawasan agar kegiatan tersebut mencapai hasil yang maksimal.

Menurut Murgiyanto (1995), seni pertunjukan merupakan sebuah tontonan yang memiliki nilai seni dimana tontonan tersebut disajikan sebagai pertunjukan di depan penonton. Sal Murgiyanto, juga mengatakan bahwa kajian pertunjukan adalah sebuah disiplin baru yang mempertemukan ilmu-ilmu seni (musikologi, kajian tari, kajian teater) di satu titik dan antropologi di titik lain dalam satu kajian inter-disiplin (etnomusikologi, etnologi tari dan performance studies).

1.4.4 Teori yang Digunakan

(a) Teori manajemen, menurut Terry dan Rue (2000: 1) manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok

orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

Manajemen adalah suatu kegiatan, yang pelaksanaannya adalah disebut managing (pengelolaan) sedang pelaksananya disebut manager atau pengelola.

Teori ini juga menggunakan lima fungsi utama untuk mengkaji fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Terry dan Rue (2000: 9-10), antara lain:

1. Planning atau dalam bahasa Indonesia perencanaan, yaitu menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai pada masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.

(25)

12

2. Organize atau dalam bahasa Indonesia pengorganisasian, adalah mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.

3. Staffing (penentuan sumber daya manusia) yaitu menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengerahan, penyaringan, latiha, dan pengembangan tenaga kerja.

4. Motivating, yaitu mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan- tujuan yang hendak dicapai.

5. Controlling, yang dalam bahasa Indonesia lazim disebut dengan pegawasan, yaitu kegiatan dalam bentuk mengukur pelaksanaan sesuai dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

Melalui teori manajemen tersebut, hal ini berkenaan dengan latar belakang yang penulis kemukakan sebelumnya. Dimana sanggar idaman di Kota Binjai bersifat pelayanan, mereka juga membangun interaksi dengan masyarakat lainnya melalui kegiatan sosial yang mereka lakukan. Melalui pendekatan sistem-sistem, sanggar idaman juga melibatkan orang lain dalam setiap perecanaan untuk tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Menurut Murgiyanto (1995:156) kata seni pertunjukan secara umum memiliki arti tontonan yang bernilai seni seperti drama, tari, musik yang disajikansecara khusus di depan penonton.

(b) Teori pertunjukan, untuk mendeskripsikan pertunjukan seni oleh sanggar idaman, maka penulis mengunakan teori pertunjukan yang dikemukakan oleh Singer (1996:164- 165) dengan melihat tujuh aspek yang berkaitan, yaitu:

1. Waktu pertunjukan yang terbatas 2. Adanya awal dan akhir pertunjukan 3. Acara kegiatan yang terorganisir 4. Sekelompok pemain

(26)

13 5. Sekelompok penonton

6. Tempat pertunjukan

7. Kesempatan untuk mempertunjukannya

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang penulis gunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu penelitian yang berdasarkan atas tujuannya dalam menggambarkan dan menafsirkan data yang dijumpai di lapangan.

Metode ini bertujuan untuk menggambarkan dengan jelas sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, kelompok tertentu, menentukan frekuensi atau penyebaran dari suatu gejala lain dalam suatu masyarakat (Koentjaraning-rat,1990:29).

Penulis juga berpedoman pada disiplin etnomusikologi seperti yang disarankan Curt Sach dalam Nettll (1964:62) yaitu penelitian etnomusikologi dibagi dalam dua jenis pekerjaan yakni kerja lapangan (field work) dan kerja laboratorium (deks work). Kerja lapangan meliputi studi kepustakaan, observasi, wawancara dan perekaman lagu.

Sedangkan kerja laboratorium meliputi pembahasan dan penganalisisan data yang telah diperoleh selama penelitian.

1.5.1 Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan dilakukan sebagai landasan awal dalam penelitian, yaitu dengan mengumpulkan literature atau sumber bacaan untuk mendapat informasi dan pengetahuan dasar tentang objek penelitian. Sumber bacaan dan literature dapat berupa buku-buku, makalah, artikel, skipsi-skripsi. Studi pustaka juga bertujuan untuk mencari informasi dan menambah data-data yang dibutuhkan dalam penulisan, penyesuaian dan pengamatan yang sudah ada mengenai objek peneliatian lapangan.

(27)

14

Penulis mengumpulkan data dengan menggunakan teknologi internet, sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini. Dengan melakukan penelusuran data online di situs www.google.com. Penulis juga mendapat banyak anjuran-anjuran situs lain seperti www.wikipedia.com, repository Universitas Sumatera Utara, blog-blog, dokumen PDF (portable data file), dan lain-lain. Semua informasi dan data yang didapat baik melalui skripsi, buku, artikel, dan internet membantu penulis untuk mempelajari dan membandingkannya untuk kesempurnaan penulisan skripsi ini.

1.5.2 Studi Lapangan 1.5.2.1 Observasi

Observasi disebut pengamatan atau peninjauan secara cermat. Pengamatan adalah pemusatan perhatian terhadap sebuah objek dengan menggunakan semua kemampuan pancaindera (Arikunto, 1998:164). Biasanya observasi dapat dilakukan dengan cara melihat, mendengar, meraba, mencium, dan merasakan.

Salah satu teknik dalam penelitian lapangan adalah dengan melakukan observasi terhadap objek yang hendak diteliti. Tujuannya adalah untuk mengamati dengan cermat secara langsung, gunanya agar penulis dapat mengamati serta memahami apa yang sudah dilakukan sanggar idaman Kota Binjai untuk menunjukan aktivitas dan tata kelola sanggar ini untuk mencapai keberhasilan dari program-program yang direncanakan.

1.5.2.2 Wawancara

Wawancara yang dimaksud disini adalah suatu cara yang digunakan seseorang untuk tujuan tugas tertentu, mencoba mendapatkan keterangan secara lisan dari seorang responden dan bercakap-cakap serta bertatap muka dengan seseorang (Koentjaraningrat,1990:129).

(28)

15

Wawancara yang penulis lakukan yaitu: wawancara berfokus (focused interview) dan wawancara bebas (free interview). Wawancara berfokus, teknik wawancara yang dilakukan dengan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mempunyai struktur namun pertanyaan yang ditanyakan tetap terpusat pada satu pokok yaitu apa yang menjadi pokok permasalahan. Sedangkan wawancara bebas, dimana pertanyaan-pertanyaan yang peneliti ajukan kepada informan berlangsung dari satu masalah ke masalah lain namun tidak keluar dari topik permasalahan.

1.5.3 Kerja Laboratorium

Pelaksanaan kerja laboratorium berupa pengolahan dari data-data yang sudah didapatkan di lapangan, mulai dari observasi, wawancara, dan perekaman. Observasi atau pengamatan dilakukan pada saat proses produksi pertunjukan, yang mencakup perencanaan pertunjukan, proses latihan, interaksi sosial dan hal-hal sejenis. Wawancara dilakukan kepada semua informan, yang mencakup seniman musik, penyanyi, juga pengelola atau pihak manajemen. Perekaman dilakukan terhadap berbagai aktivitas pengelolaan, mulai dari latihan, persiapan, sampai munculnya pertunjukan di pentas, dan juga evaluasi pengelolaan pascapertunjukan.

Dalam kaitannya dengan kerja etnomusikologis, semua data yang di peroleh di lapangan diolah dalam kerja laboratorium dengan pendekatan etnomusikologi. Dalam mengolah data, penulis melakukan proses menyeleksi data dengan membuang data yang tidak perlu dan menambahkan data yang kurang. Dalam tulisan ini, penulis melakukan pendekatan deskriptif guna pengolahan dan penganalisisan data.

1.6 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian tentang proses pengelolaan dan tata kelola sanggar ini, dilakukan di Jalan Ikan Paus No. 2 Kota Binjai. Tempat ini merupakan pusat sekretariat,

(29)

16

kegiatan, maupun latihan anggota Sanggar Idaman. Namun demikian, lokasi-lokasi pertunjukan juga penulis lakukan, ketika mereka mempergelarkan pertunjukan baik itu di Kota Binjai, Medan, atau tempat-tempat lainnya. Bahkan penulis juga meminta rekaman pertunjukan mereka saat di Pulau Pinang dan Kuala Lumpur Malaysia. Dengan melakukan kegiatan keilmuan yang demikian, semoga penelitian ini memperoleh masukan-masukan baru demi perkembangan disiplin etnomusikologi.

(30)

17 BAB II

SEJARAH SANGGAR IDAMAN KOTA BINJAI

2.1 Sejarah Sanggar Idaman Kota Binjai

Sejarah berdirinya sanggar idaman Kota Binjai berawal dari keinginan Bapak Kepala Dinas Kota Binjai yang bernama Drs. Hj. Eka Edisyahputra. Ia mendapat inspirasi ketika mengikuti acara Kedinasan di Manado. Kemudian ketika kembali ke Kota Binjai, Bapak Drs. Hj. Eka Edisyahputra menuturkan keinginannya untuk membuka sanggar di bawah naungan Dinas Pariwisata didalam rapat sebagai program yang harus terealisasi.

Tujuan dibukanya sanggar idaman ini agar remaja dan muda-mudi yang memiliki bakat didalam bidang musik mempunyai wadah dan tidak terhalang oleh biaya. Sanggar Idaman Kota Binjai terbentuk pada awal tahun 2013 di sahkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Binjai. Di awal terbentuknya Sanggar idaman ini jumlah anggota sanggar idaman berjumlah delapan orang, namun tahun ke tahun atensinya semakin meningkat yang dari awalnya pendaftaran anggota hanya delapan orang, di tahun 2019 pendaftarnya meningkat menjadi 20 orang dan di tahun 2020 meningkat menjadi kurang lebih 40 orang. Diawal terbentuknya sanggar idaman Kota Binjai kegiatan atau jadwal latihan rutin dilakukan setiap Rabu dan Jumat setiap minggunya namun pada saat ini jadwal latihan rutin yang diadakan oleh sanggar idaman Kota Binjai dimulai dari hari Senin, Rabu, dan Jumat. Perubahan tersebut dilakukan agar remaja dan muda-mudi memiliki waktu yang lebih lagi untuk mengasah kemampuan mereka didalam bidang musik. Pada tahun 2013 persentasi untuk rutinitas latihan berkisar 40 persen dan 60 persen untuk berdiskusi mengenai musik, seiring berjalannya waktu untuk saat ini proses latihan dibagi menjadi tiga bagian: 1. Latihan basic dan teori musik 2. Latihan aransemen dan

(31)

18

mengubah lagu 3. Latihan final komposisi dan segala pembiayaan di tanggung oleh APBD Kota Binjai. ( Wawancara kepada Kennedi Silaban, Kota Binjai 12 Desember 2020)

2.2 Visi dan Misi Sanggar Idaman Kota Binjai

Keberadaan visi dan misi bagi organisasi mutlak perlu dan memiliki kedudukan yang penting bagi organisasi tersebut. Karena dengan visi dan misi organisasi dapat merencanakan keadaan di masa datang. Visi dan misi sebagai bagian dari perencanaan strategis harus dibuat dengan sungguh-sungguh karena didalamnya terkandung gambaran mengenai masa depan yang diidamkan. Visi dan misi dibuat secara tertulis kemudian disosialisasikan kepada seluruh satuansatuan organisasi, sehingga kesadaran akan masa depan yang diharapkan tidak hanya memandu para pemimpin organisasi, melainkan menjadi haluan seluruh warga dalam organisasi. Dengan demikian setiap organisasi sudah pasti memiliki visi dan misi bagi organisasinya, begitu juga dengan Sanggar Idaman Kota Binjai yang membentuk organisasi dimana terdapat visi dan misi didalamnya, diantaranya,

2.2.1 Visi

Sanggar Idaman Kota Binjai bertujuan sebagai wadah pemersatu dan penyalur bakat kesenian yang berwawasan keilmuan agar mempersiapkan insan pemuda Binjai yang kreatif, mandiri, aspiratif, berkualitas dan berdedikasi tinggi serta berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

2.2.2 Misi

1. Mengadakan pelatihan seni musik.

(32)

19 2. Mengembangkan jiwa-jiwa seni.

3. Melahirkan karya-karya inovatif.

4. Menyalurkan bakat dan kreatifitas.

5. Melestarikan kebudayaan daerah.

6. Memperkuat solidaritas.

7. Menerapkan pribadi disiplin.

2.3 Kesekretariatan

Kesekretariatan dalam sebuah organisasi biasanya disebut sebagai tempat orang- orang dalam melakukan aktivitas mereka ketika menjalankan organisasi nya. Sanggar idaman juga memiliki sekretariat yang beralamatkan di Jl. Ikan Paus No. 1 Timbang Langkat, Binjai. Tempat ini merupakan sebuah kantor Dinas Pariwisata, dimana sekret Sanggar Idaman terdapat di Lantai 2 untuk mereka berlatih musik dan mengadakan rapat dan tidak menutup kemungkinan suatu saat sekretariat sanggar ini akan berpindah tempat.

Tempat ini juga bukan hanya digunakan ketika mereka latihan saja tetapi segala arsip, dokumentasi, dan segala perlengkapan alat musik berada di sekretariat sanggar idaman Kota Binjai. Seperti biasa sekretariat sanggar digunakan untuk aktivitas berlatih musik, aktivitas latihan biasa dilakukan pada hari Senin, Rabu dan Jumat pada pukul 15.00 sampai 18.00 WIB, berbeda lagi jadwal latihan untuk anggota baru yang baru saja direkrut dan biasanya diberi hari tersendiri untuk mereka berlatih, tepatnya pada hari Selasa dan Kamis pukul 15.00 sampai 18.00 WIB. Kegiatan latihan rutin dalam sanggar idaman ini diadakan setiap tiga kali seminggu, kecuali menjelang suatu event tertentu.

Misalnya apabila mendekati waktu pementasan atau mendekati waktu kompetisi, maka akan diberlakukan penambahan waktu latihan. Bahkan, tidak jarang latihan akan diadakan hampir setiap hari ketika mendekat event tersebut. Setiap penyaji diwajibkan hadir sesuai

(33)

20

dengan jadwal yang telah di tetapkan. Kehadiran merupakan hal yang utama dalam sanggar ini, tujuannya adalah agar setiap pemusik maupun vokalis mendapat latihan yang lebih intensif. Dengan demikian kemampuan dalam penguasaan lagu-lagu yang akan dinyanyikan akan lebih baik lagi.

(34)

21 BAB III

DESKRIPSI PENGELOLAAN SANGGAR IDAMAN KOTA BINJAI

Pada bab ini penulis mendeskripsikan mengenai pengelolaan sanggar idaman di Kota Binjai. Pengelolaan yang dimaksud antara lain, organisasi dan produksi. Didalam produksi juga terdapat tentang pemasaran produksi, hal itu dilihat bagaimana sanggar idaman Kota Binjai memasarkan produk maupun organisasinya. Disamping itu terdapat pengelolaan mengenai program kegiatan yang telah ditetapkan oleh sanggar idaman Kota Binjai, serta adanya pelatihan yang dikerjakan secara berkelanjutan.

3.1 Organisasi

Sebuah Organisasi yang didirikan mempunyai maksud dan tujuan yang hendak dicapai secara bersama-sama dengan orang lain, dimana manusia mempunyai peranan yang sangat penting terhadap didirikannya sebuah organisasi. Oleh karena manusia disebut dengan makhluk sosial sehingga ia membutuhkan orang lain untuk mencapai tujuannya. Sebab manusia itu tidak dapat mengerjakan pekerjaannya seorang diri.

Didalam melakukan usaha tersebutlah manusia itu harus bekerja sama dengan yang lainnya dengan sistem kerja yang terstruktur dari sekelompok orang melalui pembagian tugas masing-masing yang sudah disepakati bersama sehingga membentuk sebuah organisasi dan memerlukan organisasi guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Berdasarkan pendapat Malayu S.P. Hasibuan dalam bukunya yang berjudul Organisasi dan Motivasi (1996:26) mengatakan bahwa didalam pengelolaan (manajemen) organisasi sangatlah penting, dikarenakan:

1. Organisasi adalah syarat utama adanya manajemen, tanpa organisasi manajemen tidak ada.

(35)

22

2. Organisasi merupakan wadah dan alat pelaksanaan proses manajemen dalam mencapai tujuan.

3. Organisasi adalah tempat kerjasama formal dari sekelompok orang dalam melakukan tugas-tugasnya.

4. Organisasi mempunyai tujuan yang ingin dicapai.

Sanggar Idaman Kota Binjai memang terlihat seperti sekelompok orang yang aktivitas utamanya adalah bermain alat musik. Dapat dikatakan bahwa sanggar idaman Kota Binjai melakukan kegiatan berkesenian, akan tetapi juga melakukan kegiatan organisasi hal itu terbukti dengan adanya tujuan bersama, adanya struktur, adanya manusia yang mengelola organisasi, maksudnya hubungan dan kerja sama antara manusia yang satu dengan yang lainnya , adanya pekerjaan dan pembagian pekerjaan.

Sehingga ke lima fungsi utama manajemen yang dikemukakan oleh Terry dan Rue (2000:9-10) dapat juga dilihat di dalam organisasi sanggar idaman Kota Binjai, antara lain:

1.Planning atau perencanaan

Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan dan untuk memenuhi tujuan tersebut. Menurut hasil wawancara dengan informan perencanaan yang dilakukan mencapai waktu setengah tahun sampai dengan satu tahun memiliki waktu yang cukup panjang terkhusus dalam merencanakan event yang besar seperti event tahunan seperti di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) dan mengikuti kompetisi. Beberapa pengurus, angggota, dan pelatih melakukan perencanaan secara bersama-sama dan tidak pernah dilakukan oleh seorang diri.

(36)

23 2. Organizing atau pengorganisasian

Didalam organisasi sanggar idaman Kota Binjai ini, yang memiliki hak untuk mengorganisasikan anggota adalah ketua BPH (Badan Pengurus Harian), namun BPH dan anggota juga saling bekerja sama untuk melakukan tugas tugas bersama seperti halnya dalam persiapan ketika event, semua anggota wajib bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

3. Staffing atau penentuan sumber daya manusia

Dalam penentuan sumber daya manusia di sanggar idaman Kota Binjai ini memiliki cara tersendiri. Anggota yang ingin bergabung terlebih dahulu harus mengikuti ujian oleh pelatih, apabila ada anggota yang kemampuan bermain alat musiknya sama sekali tidak tau kunci dalam bermain alat musik, dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat di sanggar tersebut.

4. Motivating atau pengarahan

Untuk memberikan pengarahan atau motivasi kepada anggotanya pada waktu proses latihan berlangsung adalah pelatih, baik itu mengarahkan untuk memperbaiki yang salah ketika dalam memainkan alat musik dan juga memotivasi anggota agar tetap melakukan teknik dan latihan dengan baik. Namun untuk memotivasi anggota didalam keseharian seperti keterlambatan kehadiran anggota, ketidak disiplinan anggota, dan lain- lain, maka BPH mempunyai hak untuk mengarahkan atau memotivasi anggota-anggota tersebut.

5. Controlling atau pengawasan

(37)

24

Proses pengawasan bertujuan untuk memastikan bahwa jalannya suatu kegiatan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, keseluruhan pengawasan dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Binjai dan seluruh anggota yang terbeban didalamnya yang telah dikelompokkan kedalam masing-masing tugas, seperti halnya pelatihan, surat menyurat, dana, peralatan, atau bahkan masalah yang terjadi pada waktu pertunjukan semuanya dikerjakan secara bersama-sama.

3.1.1 Struktur Organisasi Sanggar Idaman Kota Binjai

Struktur organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan tipe organisasi atau bagan organisasi (organization chart), pendepartemenan organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan pekerjaan, garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem pimpinan organisasi (Hasibuan 1996:26).

Pada masa sekarang ini beberapa sistem pengelolaan atau manajemen dari budaya Barat diambil oleh kelompok-kelompok kesenian yang terdapat di Nusantara ini, seperti yang dikemukakan oleh Muhammad Takari: Bentuk organisasi kesenian banyak yang menggunakan sistem organisasi Barat, seperti adanya ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil bendahara, ketua bidang musik, ketua bidang tari, tata busana, make-up, manajer panggung, dan lainlainnya. Dalam kebudayaan Barat sistem manajemen seperti ini disebut sebagai sistem organisasi bentuk garis (2008:90).

Demikian halnya dengan sanggar idaman di Kota Binjai yang telah mengadopsi sistem organisasi yang berasal dari Barat. Struktur organisasi dirancang dan dibangun sesuai dengan perkembangan organisasi dan sesuai dengan sumber-sumber kemampuannya. Keadaan ini juga terlihat dalam sanggar idaman di Kota Binjai dimana pendepartemenan organisasinya masih disusun secara sederhana.

(38)

25

Dalam sanggar idaman ini yang mempunyai hak dalam membuat keputusan adalah Pelatih tetapi sudah terlebih dahulu berunding dengan Badan Pengurus Harian (BPH). Menurut hasil wawancara dengan Lea Sembiring selaku BPH di sanggar idaman Kota Binjai (wawancara tanggal 26 Oktober 2020) kedudukan tertinggi dalam organisasi sanggar idaman Kota Binjai ini adalah Dinas Pariwisata Kota Binjai, kemudian disusul oleh ketua, pelatih, sekretaris, seksi kebersihan dan anggota. Kedudukan pelatih tidak berada dibawah kedudukan BPH tetapi pelatih merupakan pendamping dari BPH yang juga mempunyai hak kepemimpinan untuk mengarahkan dan memotivasi setiap anggota.

(39)

26

Berikut ini merupakan struktur organisasi sanggar idaman Kota Bin

3.1 Bagan struktur organisasi sanggar idaman (sumber Lea Sembiring)

3.1.1.1 Badan Pengurus Harian (BPH)

Badan Pengurus Harian (BPH) adalah pengurus harian dari organisasi yang berfungsi untuk memimpin, mengontrol, dan mengkoordinir setiap program kerja yang telah ditetapkan. Badan Pengurus Harian (BPH) dalam sanggar idaman Kota Binjai terdiri

(40)

27

dari ketua dan sekretaris. Kebijakan dan wewenang tertinggi dalam kepengurusan berada di tangan BPH secara institusional (kelembagaan). BPH memiliki hak dalam pemberian sanksi kepada setiap anggota apabila melakukan pelanggaran terhadap kedisiplinan yang ditetapkan. Berikut adalah fungsi dan tugas kerja dari Badan Pengurus Harian, yaitu:

a. Menjalankan dan mempertanggung jawabkan regenarasi kepengurusan selanjutnya.

b. Mengontrol dan mengawasi setiap kegiatan yang dilaksanakan, juga turut dalam membantu keperluan acara kegiatan.

c. Bertugas untuk membina hubungan di luar dari sanggar idaman Kota Binjai.

d. Memberi saran, kritik dan mencari jalan keluar apabila terjadi beda pendapat ketika melaksanakan suatu kegiatan.

3.1.1.2 Pelatih

Pelatih dalam sanggar idaman Kota Binjai ini juga memiliki hak dan tugas yang sama dengan BPH, dimana pelatih memiliki kepemimpinan didalam setiap proses latihan dan juga untuk mengarahkan anggota didalam setiap perencanaan kegiatan yang hendak dicapai. Seorang pelatih haruslah komitmen dan konsisten dalam melatih di sanggar idaman ini, hal itu sesuai dengan peraturan Dinas Pariwisata Kota Binjai, karena kalau tidak berlaku sistem pemecatan bagi pelatih. Pelatih sanggar idaman pada saat ini, merupakan alumni dari Universitas Negeri Medan Pend.Seni Musik dan pelatih memiliki gaji atau upah yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Kota Binjai. Pelatih yang juga disebut sebagai pemimpin adalah bertugas untuk mengarahkan dan mengajari anggota untuk memainkan alat musik sekreatif mungkin. Dalam memimpin latihan, pelatih memiliki tiga

(41)

28

proses, pertama latihan basic dan teori musik, kedua latihan arransenmen dan menggubah lagu dan latihan final komposisi (Wawancara dengan Yogie Syahputra).

Pelatih sanggar idaman Kota Binjai pada saat ini dipilih oleh Dinas Pariwisata Kota Binjai atas usulan Kepala Dinas sebelumnya dan rekomendasi dari beberapa anggota sanggar yang merupakan murid pelatih di SMA 2 Binjai. Pelatih dalam sanggar idaman ini ada yang tidak memiliki latar belakang pendidikan musik atau hanya belajar melalui pengalaman dan ada yang memiliki pendidikan musik (wawancara pada tanggal 26 oktober 2020, pukul 11.00 WIB). Pelatih pada saat ini bernama Yogie Syahputra, ia lahir di Blangkejeren pada tanggal 26 Februari 1987. Beliau tertarik dalam dunia musik sejak menginjak bangku SMP dan beliau mempelajari musik secara otodidak. Selesai di bangku SMA, beliau mengambil jurusan Pend. Seni Musik untuk memperdalam ilmu dan keahliannya. Pelatih juga pernah melatih marching band Wsb Unimed pada tahun 2007/2008 dan juga pernah menjadi pelatih ekstrakulikuler di sekolah-sekolah di Kota Medan. Sejak 2015 beliau masih aktif melatih sampai sekarang.

Adapun tugas dan kewajiban yang harus di kerjakan seorang pelatih di sanggar idaman Kota Binjai, yaitu:

1. Memimpin proses berjalannya latihan.

2. Menyusun dan mempersiapkan lagu yang akan dilatih.

3. Membuat metode latihan dibidang musik.

4. Memimpin sanggar idaman setiap mengikuti atau mengadakan acara.

(42)

29

5. Mengkoordinir dan menentukan jadwal latihan tambahan (jika diperlukan).

6. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang baik dalam musik.

7. Mengembangkan potensi anggota dalam hal memainkan alat musik agar lebih kreatif.

3.1.1.3 Pemusik

Dalam setiap kegiatan atau kompetisi, pemain inti terdiri dari 9 orang yaitu:

M.Ilham Khadafi (Drum), Adzanul Ashri Efendi ( Perkusi), Ayu Andriani Daulay (Bass), Deddy (Gitar), Tommy Aulia (Gitar), Ridho (keyboard), Armando (Kulcapi dan Sulim), Tina Christian Purba (Perkusi), Lea Kartyka Sembiring (Vokal). Beberapa anggota lain merupakan cadangan pada saat pemain inti berhalangan.

3.1.2 Sistem Pengelolaan Sanggar Idaman Kota Binjai

Manajemen diperlukan dalam menjalankan suatu organisasi atau proses kerja sama antara dua orang atau lebih. Manajemen mempunyai arti yang sinergi dengan mengelola. Pemahaman Manajemen menurut Carnegie & Associates 66 dalam Wiryopitro (2008:1) yaitu “sebagai kemampuan untuk mendapatkan hasil-hasil yang diinginkan melalui penggunaan yang efektif melalui sumber daya yang ada pada organisasi”.

Sanggar idaman Kota Binjai merupakan sebuah organisasi dimana didalamnya terdapat kegiatan bermusik. Didalam kegiatan ini hal yang perlu di perhatikan adalah bahwa setiap pencapaian target harus dilatih terlebih dahulu. Seperti biasa bahwa lagu- lagu yang tertentu akan dipelajari dan dipahami untuk dipertunjukan. Banyaknya tugas atau kegiatan yang terdapat dalam sanggar idaman Kota Binjai tidak mungkin dilakukan oleh seorang diri saja. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen yang baik untuk

(43)

30

menjalankan dan memajukan setiap perencanaan untuk mencapai produksi yang maksimal. Tujuan dilaksanakan manajemen dalam sanggar ini adalah untuk merencanakan program, melaksanakan apa yang sudah direncanakan, mengevaluasi setiap kegitan yang sudah dilaksanakan dalam bentuk kritik dan saran, serta membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) untuk setiap kegiatan kepada Dinas Pariwisata Kota Binjai.

Sistem manajemen sanggar idaman Kota Binjai tidak dikelola atau dimiliki perorangan melainkan sebuah organisasi dibawah naungan Dinas Pariwisata Kota Binjai yang sengaja dibentuk sebagai program pembinaan bagi anak-anak muda di Kota Binjai yang memiliki bakat dan ingin menyalurkan hobby dan bakatnya dibidang musik. Ketika saya mengadakan penelitian yang pertama saya tanyakan adalah bagaimana sistem manajemen dalam sanggar ini, seorang informan saya menjawab bahwa sanggar ini sudah mempunyai kepengurusan sejak pertama kali dibentuk, hal itu diketahui dari pengurus sanggar idaman yang kepengurusan tersebut terdiri dari ketua, sekretaris dan pelatih.

Dalam sanggar idaman tidak ada bendahara, mereka percayakan untuk memegang uang kas kepada Kristina Purba yang sebagai anggota sekaligus sie kebersihan (wawancara dengan Lea Sembiring). Masa periode kepengurusan Badan Pengurus Harian (BPH) dalam sanggar idaman ini tidak memiliki kepastian. Selama Badan Pengurus Harian (BPH) tersebut masih aktif dalam berkegiatan, mereka tetap menjadi BPH. Di sanggar idaman pergantian kepengurusan berlaku jika pengurus yang lama vakum atau pengurus sendiri yang mengundurkan diri.

(44)

31

Berikut ini periode kepengurusan sanggar idaman Kota Binjai:

Masa Kepengurusan Periode 2013 - 2018

1. Ketua : Adzanul Ashri Efendi

Sekretaris : Ayu Andriani Daulay

Anggota : Armando, Tomy Aulia, Ananta Sembiring, Herli Sitepu, Gesica, Saskia, Mario Sijabat, Gunawan, Nabila Medina, Ridho, Samuel, Christoper, Grace, Ledy Aurelia, Vinsen Sipayung, Ghani Aristyan Hartin, Suci Mulia Hati, Andri Prasetyo, Rafidah Aqila Harahap, Raihani Nabilah Harahap.

Masa Kepengurusan Periode 2019 - sekarang

1. Ketua : Lea Kartyka Sembiring

Sekretaris : Armando

Anggota : Adzanul Ashri Efendi, Dedy Yusuf, M.Khadafi, M.Rafi, Andreas, Victor Valentino, Adi, Yabes, Tomy Aulia, Ananta Sembiring, Herli Sitepu, Gesica, Saskia, Mario Sijabat, Gunawan, Nabila Medina, Ridho, Samuel, Christoper.

3.1.3 Sistem Penerimaan Anggota

Penerimaan anggota baru merupakan tanggung jawab bagi pengurus dalam sanggar idaman Kota Binjai setiap tahunnya. Penerimaan anggota akan dilakukan jika terjadi kekurangan anggota dalam sanggar ini. Anggota sangat beperan penting dalam sebuah organisasi, hal itu disebabkan karena tanpa adanya anggota segala sistem yang diterapkan tidak akan berjalan dengan baik, dan tidak akan mungkin seorang pemimpin atau ketua menjalankan tugas nya seorang diri. Seorang atau kelompok yang mendirikan

(45)

32

sebuah organisasi apapun maka ia akan merencanakan anggota atau merekrut anggota.

Sistem penerimaan anggota pada sanggar ini adalah dengan membuat pengumuman ke sekolah-sekolah kotamadya Binjai tingkat SMP/SMA dan membuka diri untuk menerima anggota diluar dari ruang lingkup nya sendiri seperti siswa, mahasiswa atau seorang pekerja dengan memiliki usia 8-29 tahun, dengan syarat suka bernyanyi dan bermain musik, suka berorganisasi, dan rindu mengembangkan bakat dalam bidang musik. Sistem penerimaan anggota dilakukan setiap tahun sekali tetapi apabila dari beberapa anggota yang tidak dapat bertahan lama didalam sanggar tersebut perekrutan dapat dilakukan lebih dari satu kali dalam satu tahun, dan itu dilakukan untuk memenuhi anggota dalam melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan. Jumlah anggota dalam sanggar idaman ini sekarang kurang lebih 20 orang, karena sebelum COVID sanggar ini melakukan perekrutan anggota yang duduk di bangku SMA dan juga mahasiswa. Cara lain yang dilakukan dalam merekrut anggota adalah dengan membuat baliho dan melalui jejaring sosial media setiap anggota seperti facebook, instagram, dan lain-lain. Setelah penerimaan anggota kegiatan yang harus dilalui seorang anggota baru agar menjadi anggota sah dalam sanggar idaman adalah dengan mengikuti diksar yang diberikan oleh pelatih dan senior selama 2 atau 3 kali pertemuan, setelah itu anak-anak diberi ujian. Jika ujian yang diberikan lulus, maka anak tersebut sah menjadi anggota sanggar idaman.

3.1.4 Sistem Pendanaan

Setiap event yang dilaksanakan baik itu event yang besar maupun kecil tentu memerlukan dana untuk mensukseskan acara tersebut. Sistem pendanaan sanggar idaman Kota Binjai terikat dengan Dinas Pariwisata Kota Binjai. Kegiatan yang dilakukan seperti program kegiatan tahunan atau event PRSU, mengikuti kompetisi dan mengisi acara undangan dari Dinas Pariwisata Kota Binjai dan begitu juga ketika mengikuti kompetisi

(46)

33

ke luar negeri biaya yang diperlukan dibiayai penuh oleh Dinas Pariwisata Kota Binjai baik itu penginapan, transportasi dan makan. Dana yang diperoleh ketika selesai mengisi acara tertentu akan dibagi rata. Jadi tidak ada pengutipan uang kas bulanan rutin di dalam sanggar idaman.

3.2 Program Kegiatan dan Pelatihan 3.2.1 Program Kegiatan

Program kegiatan sanggar idaman Kota Binjai memiliki kegiatan yang telah direncanakan dan ditetapkan. Beberapa jenis kegiatan yang ada di sanggar idaman umumnya hampir sama dengan jenis kegiatan yang dilakukan oleh sanggar musik lainnya yang bersifat hiburan. Jenis kegiatan di sanggar idaman seperti mengisi acara undangan biasanya tidak selalu ditetapkan oleh sanggar idaman itu sendiri namun tergantung oleh pihak yang mengundang, dan program kegiatan lainnya yaitu event PRSU, dan mengikuti kompetisi. Mengikuti kompetisi dan mengisi acara undangan, kegiatan tersebut bersumber dari Dinas Pariwisata Kota Binjai. Berikut ini penulis mendeskripsikan 2 kegiatan yang masih dikerjakan oleh sanggar idaman Kota Binjai.

3.2.1.1 Mengikuti Kompetisi

Mengikuti kegiatan kompetisi baik secara nasional maupun internasional, merupakan suatu cara untuk dapat dikenal oleh masyarakat luar dengan syarat meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Program mengikuti kegiatan kompetisi ini merupakan program yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Binjai untuk melihat hasil dari latihan anggota sanggar idaman. Sehingga kegiatan mengikuti kompetisi juga merupakan bagian kegiatan yang direncanakan dan dilakukan oleh sanggar idaman Kota Binjai.

Kegiatan yang diikuti tidak hanya sekedar menjalankannya akan tetapi menjalin hubungan dan kerjasama.

(47)

34 3.2.1.2 Mengisi Acara Undangan

Kegiatan mengisi acara undangan yang sering mereka hadiri adalah pekan raya dan expo. Biasanya suatu instansi tertentu yang hendak mengadakan acara mereka diundang untuk mengisi acara tersebut dengan membawakan lagu-lagu tradisional khususnya Sumatera Utara. Tujuan diadakannya kegiatan mengisi acara undangan adalah untuk merepresentasikan Kota Binjai.

3.2.2 Pelatihan

Pelatihan merupakan kegiatan yang direncanakan, dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan materi yang dibutuhkan. Untuk tampil maksimal didalam membawakan lagu-lagu diatas panggung maka dibutuhkan pelatihan yang dikelola dengan baik.

Didalam mencapai prestasi pun latihan juga harus dikembangkan dengan maksimal. Dalam melatih sanggar ini kekuasaan diberikan kepada pelatih, pelatih yang dimaksud harus sudah menguasai materi dan menguasai lagu dengan baik agar dapat diajarkan kepada seluruh anggota.

Pelatihan ini dilakukan guna membangun penguasaan terhadap materi yang akan mereka bawakan oleh para anggota sehingga para anggota yang terlibat di dalam setiap pertunjukan menguasai materi yang akan dibawakan, penguasaan tempo dan penguasaan panggung pada saat pertunjukan adalah unsur yang dituntut harus dikuasai oleh para anggota.

Setiap melakukan pelatihan selalu diakhiri dengan evaluasi, hak untuk mengevaluasi diberikan kepada pelatih dengan memberikan kritik dan saran untuk kemajuan proses latihan. Berikut ini akan dijelaskan bagian dalam pelatihan sanggar

(48)

35

idaman Kota Binjai dan jenis-jenis latihan yang termasuk dalam program latihan rutin sanggar idaman Kota Binjai.

3.2.2.1 Jadwal Latihan

Aktivitas latihan yang rutin dilaksanakan pada hari Senin, Rabu dan Jumat dimulai pada pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Berbeda lagi jadwal latihan untuk anggota baru yang baru saja direkrut dan biasanya diberi hari tersendiri untuk mereka berlatih, tepatnya pada hari Selasa dan Kamis pukul 15.00 sampai 18.00 WIB.

Dari pertengahan bulan Maret 2020 sampai sekarang, latihan di sanggar idaman sama sekali tidak berjalan dikarenakan COVID yang sedang melanda dunia. Banyak kegiatan yang tertunda bahkan dibatalkan.

Adapun tujuan latihan ini diprogramkan adalah untuk mempersiapkan diri mensukseskan event yang direncanakan. Disamping itu apabila suatu event tertentu sudah mulai mendekat katakanlah kegiatan dalam mengadakan event tahunan atau bahkan dalam mengikuti kompetisi jadwal latihan akan ditambah menjadi setiap hari latihan dengan tujuan untuk mencapai target tertentu.

3.2.2.2 Tempat Latihan

Untuk proses latihan dapat berjalan dengan lancar maka dibutuhkan tempat latihan. Aktivitas latihan sanggar idaman Kota Binjai ada di sekretariat yang beralamatkan di Jl. Ikan Paus, No. 2, Binjai yang merupakan kantor Dinas Pariwisata Kota Binjai. Tempat latihan anggota sanggar dilakukan di lantai 2. Didalam ruangan latihan sudah tersedia alat musik yang dibutuhkan untuk membantu proses latihan.

Referensi

Dokumen terkait