Gejala serangan lalat buah pada cabai
Dalam kegiatan budidaya tanaman cabai, terdapat beberapa faktor yang dapat menurunkan hasil produksi. Salah satunya adalah gangguan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida kimia yang tidak tepat dapat memberikan dampak negatif seperti: resistensi, resurjensi hama, matinya musuh alami, pencemaran lingkungan dan lainnya (Septariani dan Herawati, 2019).
Upaya untuk mengurangi dampak negatif tersebut, duperlukan suatu pemahaman tentang pengel- olaan agroekosistem yang berprinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT merupakan pengelolaan populasi hama dengan memanfaatkan semua teknik pengendalian yang sesuai secara kompati- bel dan selalu memperhatikan aspek ekonomi, ekologi dan sosial.
TEKNIK PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI
Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Johanes, Lasiana, Kec. Klp.
Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim.
Email: [email protected], [email protected]
Learn, Practice & Be Rich
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING
VINSENSIA TUTO MADO
TEKNIK PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI
DISIAPKAN OLEH:
POLITANI NEGERI KUPANG
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG Produksi Laboratorium Sistem Usahatani Terpadu
Politeknik Pertanian Negeri Kupang ( 2021) Penggunaan perangkat warna kuning untuk mengendalikan
serangan lalat buah pada tanaman cabai
PENDAHULUAN
Dalam kegiatan budidaya tanaman cabai, terdapat beberapa faktor yang dapat menurunkan hasil produksi. Salah satunya adalah gangguan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida kimia yang tidak tepat dapat memberikan dampak negatif seperti: resistensi, resurjensi hama, matinya musuh alami, pencemaran lingkungan dan lainnya (Septariani dan Herawati, 2019).
Upaya untuk mengurangi dampak negatif tersebut, duperlukan suatu pemahaman tentang pengelolaan agroekosistem yang berprinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT merupakan pengelolaan populasi hama dengan memanfaatkan semua teknik pengen- dalian yang sesuai secara kompatibel dan selalu mem- perhatikan aspek ekonomi, ekologi dan sosial.
PENGERTIAN PHT
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) diartikan sebagai suatu strategi pengendalian hama dengan jalan me- madukan berbagai taktik pengendalian yang terpilih dan serasi dengan memperhatikan segi ekonomi, so- sial, toksikologi dan ekologi yang menitik beratkan faktor-faktor mortalitas alami sehingga populasi hama tetap berada pada tingkat yang secara ekonomi tidak merugikan.
TUJUAN PHT
Adapun tujuan dari PHT menurut (Oka, 2005), antara lain:
1. Memantapkan hasil dalam taraf yang telah dicapai oleh teknologi pertanian maju
2. Mempertahankan kelestarian lingkungan 3. Melindungi kesehatan produsen dan konsumen 4. Meningkatkan efisiensi masukan dalam berproduksi 5. Meningkatkan kesejahteraan atau pendapatan
petani.
PRINSIP PHT
Dalam penerapan PHT, dilandasi oleh empat prinsip dasar, antara lain:
1. Budidaya tanaman sehat
2. Melestarikan dan mendayagunakan fungsi musuh alami
3. Pengamatan mingguan dan 4. Petani menjadi ahli PHT.
SERANGAN LALAT BUAH PADA CABE
Gejala gangguan hama lalat buah bisa dilihat dari struktur buah yang diserang dengan cirri, sebagai beri- kut:
1. Pada kulit buah terdapat noda kecil berwarna hitam bekas tusukan ovipositor betina saat meletakkan telur
2. Noda tersebut berkembang menjadi bercak berwarna cokelat
3. Buah menjadi busuk dan gugur sebelum matang
PENUTUP
Dalam teknik PHT lalat buah pada tanaman cabai memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya:
KELEBIHAN: lebih ramah lingkungan, biaya relatif mu- rah, tingkat keberhasilan yang tinggi dalam periode waktu yang lama.
KELEMAHAN: proses bekerja secara lambat, memer- lukan tenaga kerja yang banyak dan hasilnya sulit di- prediksi (Untung, 2013).
TEKNIK PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI
SEKIAN DAN TERIMAKSIH
Disiapkan oleh Vinsensia Tuto Mado, Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dalam rangka Penelitian untuk Karya Ilmiah Tugas Akhir berjudul” “Respon Kelompok Tani Fenun Tentang Teknik Pengendalian Hama Terpadu Lalat Buah Pada Tanaman Cabai Di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang”
Gejala Serangan Lalat Buah pada buah cabai
Petrogenol merupakan atraktan yang berbentuk larutan berwarna kuning jerni untuk mengendalikan lalat buah.
Bahan aktif dari petrogenol adalah metil eugenol. Metil eugenol merupakan senyawa feromon serangga guna menarik lawan jenisnya untuk perkawinan, berkoloni dan makan. Metil eugenol bersifat mudah menguap dan melepaskan aroma wangi.
Keuntungan penggunaan perangkap petrogenol antara lain:
1. Ramah lingkungan, karena tidak terjadi residu ba- han kimia pada tanaman dan lingkungan
2. Bahan yang digunakan murah dan mudah diperoleh serta cara pembuatannya cukup mudah
3. semoga materi penyuluhan ini dapat menjadi moti- vasi bagi bapak/ibu untuk mau menggunakan perangkap petrogenol dalam kegiatan budidaya pertanian.
PEMBUATAN PERANGKAP LALAT BUAH DENGAN ATRAKTAN
PETROGENOL
Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Johanes, Lasiana, Kec. Klp.
Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim.
Email: [email protected], [email protected]
Learn, Practice & Be Rich
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING
VINSENSIA TUTO MADO
PEMBUATAN
PERANGKAP LALAT BUAH DENGAN ATRAKTAN
PETROGENOL
DISIAPKAN OLEH:
POLITANI NEGERI KUPANG
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG Produksi Laboratorium Sistem Usahatani Terpadu
Politeknik Pertanian Negeri Kupang ( 2021)
PENDAHULUAN
Petrogenol merupakan atraktan yang berbentuk laru- tan berwarna kuning jerni untuk mengendalikan lalat buah. Bahan aktif dari petrogenol adalah metil euge- nol. Metil eugenol merupakan senyawa feromon se- rangga guna menarik lawan jenisnya untuk perkawi- nan, berkoloni dan makan. Metil eugenol bersifat mu- dah menguap dan melepaskan aroma wangi.
Keuntungan penggunaan perangkap petrogenol antara lain:
1. Ramah lingkungan, karena tidak terjadi residu ba- han kimia pada tanaman dan lingkungan
2. Bahan yang digunakan murah dan mudah di- peroleh serta cara pembuatannya cukup mudah
LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan, seperti:
petrogenol, botol bekas air mineral, cutter, spet atau suntikan, benang atau kawat dan kapas 2. Buatlah lubang (4 buah) pada bagian tengah botol
air menggunakan pisau cutter dan sebuah lubang kecil pada tutup botol
3. Isi air pada botol secukupnya, kemudian ikat kapas menggunakan benang lalu basahi dengan petrogenol ± 1-2 cc
4. Lewatkan benang pada lubang kecil tutup botol, lalu ditarik hingga kapas sejajar dengan 4 buah lubang pada botol
5. Tutup botol mineral dan perangkap petrogenol siap untuk dipasang di pertanaman
6. Perangkap dipasang ± 1-2 meter diatas permukaan tanah
PENUTUP
Metil eugenol adalah senyawa kimia yang bersifat atraktan atau sebagai penarik serangga terutama ter- hadap hama lalat buah. atraktan ini tidak menghasilkan residu pada buah dan mudah diaplikasi- kan pada lahan yang luas karea bersifat volatile (mudah menguap).
PEMBUATAN PERANGKAP LALAT BUAH DENGAN ATRAKTAN PETROGENOL
SEKIAN DAN TERIMAKSIH
Disiapkan oleh Vinsensia Tuto Mado, Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dalam rangka Penelitian untuk Karya Ilmiah Tugas Akhir berjudul” “Respon Kelompok Tani Fenun Tentang Teknik Pengendalian Hama Terpadu Lalat Buah Pada Tanaman Cabai Di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang”
Perangkap likat kuning (yellow sticky trap) merupakan pengendalian yang dirancang berdasarkan preferensi serangga terhadap suatu warna tertentu. Hal itu ber- dasarkan hasil penelitian warna yang disukai oleh se- rangga adalah warna kuning.
Keuntungan penggunaan perangkap likat kuning, anta- ra lain:
1. Ramah lingkungan, karena tidak terjadi residu ba- han kimia pada tanaman dan lingkungan
2. Bahan yang digunakan murah dan mudah diperoleh serta cara pembuatannya cukup mudah
PEMBUATAN PERANGKAP LIKAT KUNING (YELLOW STICKY TRAP) UNTUK HAMA LALAT BUAH
Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Johanes, Lasiana, Kec. Klp.
Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim.
Email: [email protected], [email protected]
Learn, Practice & Be Rich
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING
VINSENSIA TUTO MADO
PEMBUATAN PERANGKAP LIKAT KUNING (YELLOW STICKY TRAP) UNTUK HAMA LALAT BUAH
DISIAPKAN OLEH:
POLITANI NEGERI KUPANG
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG Produksi Laboratorium Sistem Usahatani Terpadu
Politeknik Pertanian Negeri Kupang ( 2021) Penggunaan perangkat warna kuning untuk mengendalikan
serangan lalat buah pada tanaman cabai
PENDAHULUAN
Perangkap likat kuning (yellow sticky trap) merupakan pen- gendalian yang dirancang berdasarkan preferensi se- rangga terhadap suatu warna tertentu. Hal itu berdasarkan hasil penelitian warna yang disukai oleh serangga adalah warna kuning.
Keuntungan penggunaan perangkap likat kuning, an- tara lain:
1. Ramah lingkungan, karena tidak terjadi residu ba- han kimia pada tanaman dan lingkungan
2. Bahan yang digunakan murah dan mudah diperoleh serta cara pembuatannya cukup mudah
LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan se perti: botol bekas air mineral, cat, plastik bening dan lem tikus.
2. Bersihkan botol air, kemudian encerkan cat dan lakukan pengecatan pada bagian luar botol 3. Diamkan botol selama 24 jam hingga kering.
4. Lapisi botol dengan plastik bening kemudian diberi lem tikus sebagai perekat
5. Pemasangan perangkap likat kuning dipasang pa-
da ajir dengan ketinggian ± 15 cm diatas tajuk tanaman
PENUTUP
Perangkap likat kuning (yellow sticky trap) merupakan pengendalian yang dirancang berdasarkan preferensi serangga terhadap suatu warna tertentu. Hal itu ber- dasarkan hasil penelitian warna yang disukai oleh se- rangga adalah warna kuning. Perangkap likat kuning dapat mengendalikan beberapa hama, seperti: lalat buah, wereng, aphids, thrips, kutu, ngengat dan kepik.
Referensi:
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/70329/
Cara-Membuat-Perangkap-Likat-Kuning/
PEMBUATAN PERANGKAP LIKAT KUNING (YELLOW STICKY TRAP) UNTUK HAMA LALAT BUAH
SEKIAN DAN TERIMAKSIH
Disiapkan oleh Vinsensia Tuto Mado, Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dalam rangka Penelitian untuk Karya Ilmiah Tugas Akhir berjudul” “Respon Kelompok Tani Fenun Tentang Teknik Pengendalian Hama Terpadu Lalat Buah Pada Tanaman Cabai Di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang”
Penggunaan perangkat warna kuning untuk mengendalikan serangan lalat buah pada tanaman cabai
Pestisida nabati merupakan produk alam yang berasal dari bagian tum- buhan seperti akar, daun, bunga, buah biji dan lainnya yang mengandung ke- lompok metabolit sekunder berupa sen- yawa bioaktif seperti alkanoid, terpe- noid, fenolik dan zat kimia sekunder lainnya.
Atsiri merupakan bahan aktif pada tana- man lengkuas yang bersifat sebagai anti bakteri dan anti jamur. Silica (SiO2) merupakan bahan aktif pada tanaman serai yang dapat menghambat sistem pele- takan telur pada serangga.
Azadiracthin, meliantriol, salanin, nimbin merupakan senyawa aktif pada tanaman mimba yang berfungsi sebagai insektisida, fungisida, bakterisida, antivirus, nematisida serta moluscisida. Bahan aktif mimba terse- but dapat mengendalikan hama dengan cara:
menpengaruhi daya makan, pertumbuhan dan daya reproduksi serangga, mempengaruhi proses ganti kulit, menghambat perkawinan dan komunikasi seksual serta menurunkan daya tetas telur.
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN MIMBA,
LENGKUAS DAN SERAI
Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Johanes, Lasiana, Kec. Klp.
Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim.
Email: [email protected], [email protected]
Learn, Practice & Be Rich
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING
VINSENSIA TUTO MADO
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN MIMBA, LENGKUAS DAN SERAI
DISIAPKAN OLEH:
POLITANI NEGERI KUPANG
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG Produksi Laboratorium Sistem Usahatani Terpadu
Politeknik Pertanian Negeri Kupang ( 2021)
PENDAHULUAN
Pestisida nabati merupakan produk alam yang berasal dari bagian tum- buhan seperti akar, daun, bunga, buah biji dan lainnya yang mengandung kelompok metabolit sekunder berupa senyawa bioaktif seperti alkanoid, terpenoid, fenolik dan zat kimia sekunder lainnya.
Atsiri merupakan bahan aktif pada tanaman lengkuas yang bersifat sebagai anti bakteri dan anti jamur. Silica (SiO2) merupakan bahan aktif pada tanaman serai yang dapat menghambat sistem peletakan telur pada serangga. Azadiracthin, me- liantriol, salanin, nimbin merupakan senyawa aktif pada tanaman mimba yang berfungsi sebagai insek- tisida, fungisida, bakterisida, antivirus, nematisida serta moluscisida. Bahan aktif mimba tersebut dapat mengendalikan hama dengan cara: menpengaruhi daya makan, pertumbuhan dan daya reproduksi se- rangga, mempengaruhi proses ganti kulit, mengham- bat perkawinan dan komunikasi seksual serta menurunkan daya tetas telur.
LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sep- erti: ember, saringa atau kain halus, parang, lumpang, daun mimba 4 kg, lengkuas 3 kg, serai 3 kg dan 10 liter air bersih
2. Daun mimba, lengkuas dan serai ditumbuk hingga
halus kemudian dimasukan kedalam ember
3. Tambahkan 10 liter air bersih. Kemudian diaduk hingga tercapur merata dan direndah selama 24 jam
4. Saring hasil pestisida nabati menggunakan saring atau kain halus
5. Larutan hasil penyaringan diencerkan kembali da- lam air bersih dengan perbandingan 1:9.
6. Pestisida nabati siap untuk digunkan
KEUNGGULAN
1. Ramah lingkungan, karena tidak terjadi residu ba- han kimia pada tanaman dan lingkungan
2. Bahan yang digunakan murah dan mudah diperoleh serta cara pembuatannya cukup mudah
3. Racun lebih aman sehingga tidak menimbulkan resistensi karena jumlah senyawa aktif lebih dari satu
PENUTUP
Penggunaan pestisida nabati dapat berfungsi sebagai penghambat nafsu makan (antifeedant), penolak (repellent), penarik (atractan), menghambat perkem- bangan, menurunkan keperidian, mencegah peletak- kan telur dan pengaruh langsung sebagai racun.
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN MIMBA, LENGKUAS DAN SERAI
SEKIAN DAN TERIMAKSIH
Disiapkan oleh Vinsensia Tuto Mado, Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dalam rangka Penelitian untuk Karya Ilmiah Tugas Akhir berjudul” “Respon Kelompok Tani Fenun Tentang Teknik Pengendalian Hama Terpadu Lalat Buah Pada Tanaman Cabai Di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang”
Pengendalian kimiawi merupakan penggunaan pestis- ida untuk mengendalikan hama agar tidak men- imbulkan kerusakan bagi tanaman yang diusahkan.
Dalam PHT semua keputusan petani mengenai tindakan pengendalian hama harus didasarkan pada pertim- bangan manfaat dan biaya ekonomi dari kegiatan terse- but.
Ambang Ekonomi (AE) merupakan kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya peningkatan populasi berikutnya yang dapat mencapai Ambang Luka Ekonomi (ALE).
Nilai Ambang Ekonomi (AE) lalat buah pada tanaman cabai adalah 0,013 artinya: jika dalam lahan tanaman cabai telah ditemukan lebih dari 0,013 serangga/ha atau 13 serangga per 1.000 m2, maka tindakan pen- gendalian menggunakan pestisida kimia perlu segera dilakukan.
PENGENDALIAN KIMIAWI HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI
Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Johanes, Lasiana, Kec. Klp.
Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim.
Email: [email protected], [email protected]
Learn, Practice & Be Rich
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING
VINSENSIA TUTO MADO
PENGENDALIAN KIMIAWI HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI
DISIAPKAN OLEH:
POLITANI NEGERI KUPANG
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG Produksi Laboratorium Sistem Usahatani Terpadu
Politeknik Pertanian Negeri Kupang ( 2021) Gejala serangan lalat buah pada cabai
PENDAHULUAN
Pengendalian kimiawi merupa- kan penggunaan pestisida un- tuk mengendalikan hama agar tidak menimbulkan kerusakan bagi tanaman yang diusahkan.
Dalam PHT semua keputusan petani mengenai tindakan pen- gendalian hama harus didasar- kan pada pertimbangan manfaat dan biaya ekonomi dari kegiatan tersebut.
Ambang Ekonomi (AE) merupakan kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya peningkatan populasi berikutnya yang dapat mencapai Ambang Luka Ekonomi (ALE).
Nilai Ambang Ekonomi (AE) lalat buah pada tanaman cabai adalah 0,013 artinya: jika dalam lahan tanaman cabai telah ditemukan lebih dari 0,013 serangga/ha atau 13 serangga per 1.000 m2, maka tindakan pen- gendalian menggunakan pestisida kimia perlu segera dilakukan.
PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIAWI
Pengendalian kimiawi merupakan penggunaan pestis- ida untuk mengendalikan hama agar tidak men- imbulkan kerusakan bagi tanaman yang diusahkan.
Penggunaan pestisida dalam mengendalikan hama lalat buah harus selektif.
Pestisida yang digunakan untuk pengendalian hama lalat buah dewasa bersifat racun kontak. Abacel (EC) merupakan salah satu jenis racun kontak yang biasa digunakan dalam mengendalikan hama lalat buah dewasa.
Pestisida yang digunkaan untuk mengendalikan larva dalam buah bersifat racun sistemik. Decis merupakan salah satu jenis pestisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan ulat (larva) dalam buah.
PENUTUP
Dalam PHT semua keputusan petani mengenai tinda- kan pengendalian hama harus didasarkan pada per- timbangan manfaat dan biaya ekonomi dari kegiatan tersebut. Selain itu petani juga harus memperhatikan nilai Ambang Ekonomi (AE) sebelum petani mengabil keputusan untuk menggunkan pestisida kimia Terimakasih atas perhatiannya, harapan saya semoga materi penyuluhan ini dapat menjadi motivasi bagi bapak/ibu agar bapak/ibu lebih selektif dalam mengambil keputusan untuk menggunakan pestisida dalam kegiatan budidaya pertanian.
Referensi
• http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/
index.php?option=com_conten&view/ Diakses 26 Juni 2021.
• Untung, kasumbogo. 2013. Pengantar Pengendali- an Hama Terpadu. Penerbit: Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Abacel 18EC adalah racun lalat buah yang bersifat kontak dan lambung yang dapat di emulasikan dengan air, insektisida ini ampuh membunuh lalat buah dalam tempo 15 menit setelah terkena racun ini.
PENGENDALIAN KIMIAWI HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI
SEKIAN DAN TERIMAKSIH
Disiapkan oleh Vinsensia Tuto Mado, Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dalam rangka Penelitian untuk Karya Ilmiah Tugas Akhir berjudul” “Respon Kelompok Tani Fenun Tentang Teknik Pengendalian Hama Terpadu Lalat Buah Pada Tanaman Cabai Di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang”