• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

24 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Alasan Pemilihan Objek

Masa-masa emas bisnis ritel di Indonesia sudah mulai redup ditandai banyaknya ritel-ritel raksasa yang gulung tikar dan menutup gerainya. Hal yang sama lebih dahulu mendera pebisnis ritel di Amerika akibat maraknya bisnis belanja online. Tantangan tersebut tentunya merupakan hal serius yang harus segera diantisipasi oleh semua pelaku bisnis ritel. Penyesuaian terhadap perkembangan pun harus dipikirkan dengan matang, bukan hanya sekedar dengan mengubah bisnis model. Oleh karena itu dibutuhkan strategi baru untuk mengembangkan bisnis ritel sesuai dengan perkembangan zaman yang serba digital saat ini (okezonefinancial.com).

Setiap pelaku industri ritel harus terus belajar dan mengimplementasikan konsep-konsep terbaru untuk dapat bertahan atau lebih berkembang. Dengan menggeluti bisnis ritel secara berkelanjutan, seorang peritel akan mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang bisnis ritel, untuk mendukung perkembangan bisnisnya, salah satunya adalah Point Of Sale (POS) yang menyajikan data yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Semakin berkembangnya teknologi sehingga merambah ke dunia bisnis, dan semakin banyaknya pelaku bisnis pada industri ritel yang mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Belakangan banyak sekali ditemui usaha-usaha ritel yang sudah menggunakan POS, sebanyak lebih dari 10.000

(2)

pengguna mulai dari warung makan, usaha dagang, sampai pada warung kopi yang juga menggunakan POS dalam operasinya (data dari pengguna Pawoon, 2018)

Sebelum sistem POS dikembangkan, orang-orang banyak yang menggunakan cash register, atau bahkan melakukan pencatatan secara manual dalam menjalankan usaha ritelnya. Untuk saat ini fungsi-fungsi dari cash register ini sendiri sudah tidak memadai lagi karena jumlah item barang yang semakin banyak dengan harga yang semakin bervariasi. Kondisi inilah yang merupakan alasan mendasar mengembangkan aplikasi POS (Kosasi, 2015).

Untuk mendukung penelitian ini maka diambil salah satu usaha ritel yaitu Warung Makan Kindai yang telah menggunakan point of sales (POS), sehingga peneliti dapat mengumpulkan data dan menganalisis data tersebut sebagai hasil dan pembahasan penelitian ini.

B. Jenis Penelitian

Penelitian ini bersifat analisis deskriptif, penelitian desriptif yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan sesuatu (Ulum & Juanda, 2018), yaitu dengan mendeskripsikan penerapan point of sales (POS) pada warung makan kindai mulai dari input, proses sampai output yang dihasilkan. Serta manfaat dan kesulitan dalam menerapkan point of sales (POS).

(3)

C. Jenis dan Sumber data

Data primer, menurut Ulum dan Juanda (2018), data primer merupakan bukti yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama oleh peneliti. Data primer didapatkan dengan cara melakukan wawancara dan hasilnya merupakan hasil wawancara yang kemudian dapat digunakan peneliti. Wawancara terkait pertanyaan-pertanyaan penggunaan Point of sales (POS) yang ada pada aplikasi mulai dari input, proses, sampai output dan informasi lainnya yang belum jelas atau perlu diverifikasi oleh peneliti serta data yang belum didapatkan pada aplikasi seperti manfaat dan kesulitan dalam menerapkan POS.

Data Sekunder, menurut Ulum dan Juanda (2018), data sekunder bukan merupakan data yang digunakan oleh pengelolanya. Data sekunder didapatkan dari aplikasi POS berupa informasi terkait input yang menjadi masukan seperti data pengguna, data pemasok, data pelanggan, data master barang dan data stok barang serta data lainnya yang sesuai dengan aplikasi POS, transaksi-transaksi yang dapat diproses seperti proses kelola stok, pembelian, penjualan, pembayaran hutang, dan pembayaran piutang serta proses lainnya pada aplikasi POS, dan juga output yang menjadi keluaran seperti tutup inventory, backup database dan laporan-laporan serta output lainnya yang ada pada aplikasi POS dan juga contoh tampilan dan laporan-laporan yang ada pada Point of sales (POS) yang digunakan objek.

(4)

D. Teknik Perolehan Data

Dokumentasi, menurut Ulum dan Juanda (2018), cara memperoleh data yang sudah diolah oleh orang lain selain peneliti tersebut. Data diperoleh dengan mengumpulkan informasi dari aplikasi POS berupa informasi terkait input yang menjadi masukan, transaksi-transaksi yang dapat diproses, dan juga output yang menjadi keluaran pada aplikasi POS dan juga contoh tampilan dan laporan- laporan yang ada pada Point of sales (POS) yang digunakan objek. Setelah itu data disusun dan dideskripsikan.

Wawancara, data diperoleh dari pemilik usaha, yaitu dengan melakukan wawancara kepada pemilik, karena manajemen dipegang kendali oleh pemilik.

Wawancara yang dilakukan akan memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait penggunaan Point of sales (POS) dan informasi lainnya yang belum jelas atau perlu diverifikasi oleh peneliti serta data yang belum didapatkan pada aplikasi seperti manfaat dan kesulitan dalam menerapkan POS.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang akan digunakan peneliti adalah :

Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis deksriptif merupakan teknik digunakan dengan berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (Sukardi, 2004). Yaitu dengan mendeskripsikan :

(5)

1. Menganalisa input dalam aplikasi POS berdasarkan karakteristik informasi yang berguna, ada 7 yaitu relevan, reliable, lengkap, dapat dipahami, tepat waktu, dapat diverivikasi dan dapat diakses.

a. Menilai reliabilitas data, menilai reliabilitas data dengan cara melihat data yang menjadi masukan bebas dari kesalahan atau bias, dan menyajikan kejadian atau aktivitas organisasi pada aplikasi secara akurat.

b. Mengidentifikasi kelengkapan data, menilai kelengkapan data dengan cara melihat kelengkapan data yang menjadi masukan pada sistem POS, seperti laporan terkait dengan tangga, nama transaksi, jumlah transaksi, jumlah total dari transaksi, nama barang yang terlibat dalam transaksi. Data yang lengkap adalah data yang memuat semua informasi yang berguna.

c. Mengukur ketepatan waktu data, dengan melihat data yang menjadi masukan harus pada waktu yang tepat ketika akan diinput, bukan data lama yang baru diinput.

d. Menilai kemudahan tampilan data, data yang menjadi masukan harus dapat dipahami, data harus dalam format yang dapat dimengerti dengan jelas.

e. Mengidentifikasi kebenaran data, dengan dibandingkan dan diverifikasi. Informasi dapat diverifikasi oleh dua orang yang independen dan berpengetahuan dibidangnya. Data yang menjadi

(6)

masukan sistem harus dapat diuji kebenarannya sehingga dapat digunakan sebagai masukan untuk diproses dan menghasilkan informasi yang benar dan tepat.

f. Memastikan kesiapan penyajian data, dengan menilai apakah informasi terhadap data tersebut dapat diakses, dapat tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkan dan dalam format yang dapat digunakan, sehingga pemakai dapat dengan mudah melihat setiap informasi yang mereka butuhkan, karena jika tidak dapat diakses maka informasi tersebut tidak dapat digunakan oleh pemakai dan akhirnya data tersebut tidak berguna bagi pemakainya.

Dalam menganalisis input, harus diketahui data apa saja yang ada pada aplikasi POS ini. Kegiatan utama dalam aplikasi POS adalah penjualan, yang mana input-nya berupa data-data seperti data barang, data pembeli, data pemasok, data master barang dan data stok barang, atau data input lainnya sesuai dengan aplikasi POS.

Aplikasi POS harus dapat dijadikan pengendalian dalam mengurangi resiko kecurangan dan mengurangi resiko kesalahan seperti :

a. Penjualan yang tidak terdokumentasi dengan baik.

b. Tidak adanya data barang dan stok.

c. Hilangnya uang kas.

(7)

Sehingga perlu adanya pengendalian guna mengurangi ancaman tersebut seperti adanya pembagian wewenang dalam mengakses informasi- informasi dalam aplikasi, dan adanya back office yang hanya dapat diakses oleh pemakai tertentu.

2. Menganalisis proses dalam aplikasi POS, seperti proses kelola stok, pembelian, penjualan, pembayaran hutang dan pembayaran piutang atau proses lainnya sesuai dengan proses yang ada pada aplikasi POS, yang dianalisis sesuai dengan unsur-unsur SPI untuk proses:

a. Menilai penanganan struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas, dengan cara melihat penerapan dalam perusahaan berupa :

1) Semua fungsi tidak boleh diberi tanggungjawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu transaksi, seperti pemisahan tanggungjawab bagian kasir dan bagian produksi.

b. Menilai sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup, dengan cara melihat penerapan dalam perusahaan berupa :

1) Dalam organisasi harus ada sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi.

Ada batasan dalam mengakses beberapa informasi pada

(8)

aplikasi sehingga tidak semua informasi dapat diakses setiap orang.

c. Menilai praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi, dengan cara melihat penerapan dalam perusahaan berupa :

1) Adanya penggunaan formulir bernomor urut cetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang.

2) Adanya pemeriksaan mendadak.

3) Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organisasi lain.

4) Perputaran jabatan.

5) Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya.

3. Menganalisa output dalam aplikasi POS, seperti informasi tutup inventori, backup database dan laporan-laporan, atau informasi output lainnya yang

dianalisis berdasarkan karekteristik informasi yang berguna, jika informasi tidak dapat digunakan oleh pemakai maka informasi tersebut tidak berguna, menganalisa output sesuai dengan karakteristik informasi yang berguna dengan cara :

(9)

a. Menilai relevansi informasi, menilai relevansi informasi dilakukan dengan cara melihat keterkaitan antara informasi yang dihasilkan dengan kebutuhan pengguna.

b. Menilai reliabilitas informasi, menilai reliabilitas informasi dengan cara melihat informasi yang dihasilkan bebas dari kesalahan atau bias, dan menyajikan kejadian atau aktivitas organisasi pada aplikasi secara akurat.

c. Mengidentifikasi kelengkapan informasi, menilai kelengkapan informasi dengan cara melihat kelengkapan informasi yang dihasilkan sistem POS, seperti laporan terkait dengan tanggal laporan, nama transaksi, jumlah transaksi, jumlah total dari transaksi, nama barang yang terlibat dalam transaksi, menyajikan diagram terhadap laporan-laporan. Informasi yang lengkap adalah memuat semua informasi yang berguna.

d. Mengukur ketepatan waktu informasi, dengan melihat informasi yang dihasilkan harus diberikan pada waktu yang tepat bagi pengambil keputusan dalam mengambil keputusan. Seperti dinformasi tersedia setiap waktu ketika pemakai memerlukan informasi tersebut. Jika waktunya tidak tepat pada saat data tersebut dibutuhkan maka data tersebut belum tentu dapat digunakan oleh pemakai informasi tersebut.

(10)

e. Menilai kemudahan tampilan informasi, informasi yang dihasilkan harus dapat dipahami, informasi harus dalam format yang dapat dimengerti dengan jelas, sehingga pemakai dapat mengerti maksud yang ingin disampaikan oleh informasi tersebut.

f. Mengidentifikasi kebenaran informasi, dengan dibandingkan dan diverifikasi. Dilakukan dengan menelusuri input, proses dan output, apakah informasi yang dihasilkan dari input dan proses sudah sesuai.

Informasi dapat diverifikasi oleh dua orang yang independen dan berpengetahuan dibidangnya. Informasi yang dihasilkan sistem harus dapat diuji kebenarannya sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

g. Memastikan kesiapan penyajian informasi, dengan menilai apakah informasi tersebut dapat diakses, dapat tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkan dan dalam format yang dapat digunakan, sehingga pemakai dapat dengan mudah melihat setiap informasi yang mereka butuhkan, karena jika tidak dapat diakses maka informasi tersebut tidak dapat digunakan oleh pemakai dan akhirnya data tersebut tidak berguna bagi pemakainya.

Referensi

Dokumen terkait

Raya Kompleks Perkantoran Tubei- Lebong website :

Gambar 4.35 Lanjutan tampilan dari contoh file hasil analisis yang diunduh

Pedesaan (PUAP) terhadap pendapatan petani anggur di Desa Kalianget Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. 3) Untuk mengetahui dampak Program Pengembangan Usaha

[r]

[r]

Difficulties for the countries in the world in doing Sustainable Vocational Education (SVE) is: (i) how to select and assign development approach to economic upswing

Feather pecking is a problem in commercial laying hens, particularly in loose-housing systems, where many hens can be affected by only a few feather peckers. In addition,

n Penguatan kinerja inansial melalui proyek-proyek dengan nilai tambah yang cepat dan return yang tinggi juga telah memungkinkan kami untuk mempercepat penyelesaian berbagai