INDONESIA SIDANG TIGARAKSA
SKRIPSI Diajukan Kepada
Sekolah Tinggi Theologi “IKAT”
Untuk Memenuhi Sebagian Dari Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Theologi (S.Th)
OLEH
NAMA : BELALARIA HIA NIM : 77.3060
PRODI : Theologi KODE PRODI : 77-201
SEKOLAH TINGGI THEOLOGI “IKAT” (233, 105)
JAKARTA, 2021
i Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : BELALARIA HIA
Tpt/Tgl Lahir : Kota Batu- Sinabang, 28 April 1996
NIM : 77.3060
Prodi : Theologi
Judul : PERTUMBUHAN ROHANI PEMUDA-PEMUDI MELALAUI IBADAH PAMKA DI GEREJA PERSEKUTUAN KRISTEN ALKITAB INDONESIA SIDANG TIGARAKSA
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang telah penulis buat merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila dikemudian hari penulis skripsi ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi berdasarkan aturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah Tinggi Theologi “IKAT”.
Demikianlah pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
Jakarta, MEI 2021
BELALARIA HIA
ii
Dosen pembimbing telah menerima hasil penelitian yang berjudul
“PERTUMBUHAN ROHANI PEMUDA-PEMUDI MELALUI IBADAH PAMKA DI GEREJA PERSEKUTUAN KRISTEN ALKITAB INDONESIA SIDANG TIGARAKSA” yang telah di siapkan dan diserahkan oleh BELALARIA HIA untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar SARJANA THEOLOGI dari SEKOLAH TINGGI THEOLOGI “IKAT” JAKARTA
Jakarta, MEI 2021 Dosen Pembimbing
Dr. SIMON STEFANUS BAITANU M.Th
iii
Setelah melalui pengujian komprehensif Skripsi maka Panitia Penguji menyatakan :
LULUS / TIDAK LULUS NILAI : ________________
Dengan ini memenuhi persyaratan untuk mencapai gelar SARJANA THEOLOGI
PANITIA PENGUJI SKRIPSI
(__________________________) Ketua
(__________________________) Anggota I
(__________________________) Anggota II
iv
Setelah memeriksa dan meneliti secara seksama serta mengetahui proses penelitian dan cara penyusunan skripsi yang dilakukan oleh: BELALARIA HIA Yang berjudul : “PERTUMBUHAN ROHANI PEMUDA-PEMUDI MELALUI IBADAH PAMKA DI GEREJA PERSEKUTUAN KRISTEN ALKITAB INDONESIA SIDANG TIGARAKSA”, maka dengan ini dinyatakan bahwa skripsi ini telah diterima dan disahkan sebagai bahan dan persyaratan untuk mendapat gelar SARJANA THEOLOGI dari SEKOLAH TINGGI THEOLOGI “IKAT”.
Jakarta, Mei 2021
KETUA SEKOLAH TINGGI THEOLOGI “IKAT”
( Dr. M.R. Lumintang, MBA, M.Th )
v
“GANJARAN KERENDAHAN HATI DAN TAKUT AKAN TUHAN ADALAH KEKAYAAN, KEHORMATAN DAN
KEHIDUPAN”
AMSAL 22:4
vi
Nama : BELALARIA HIA
Tempat / Tanggal Lahir : Kota Batu- Sinabang, 28 April 1996
NIM : 77.3060
Judul Skripsi : “PERTUMBUHAN ROHANI PEMUDA-PEMUDI
MELALUI IBADAH PAMKA DI GEREJA
PERSEKUTUAN ALKITAB INDONESIA SIDANG TIGARAKSA ”
Jumlah Halaman : 75 Halaman
Kata Kunci : Pertumbuhan rohani, Ibadah
Tujuan Penulisan : Untuk memberikan pemahaman kepada pembaca bahwa pertumbuhan rohani pemuda-pemudi itu sangat penting untuk kehidupan seseoang.
ISI RINGKASAN PER BAB
Skripsi ini terdiri dari lembaran lembaran pernyataan, lembaran pengesahan dosen pembimbing, lembaran hasil persidangan, lembaran pengesahan ketua Sekolah Tinggi Theologi “IKAT”, lembaran motto, lembaran abstraksi, lembaran kata pengantar, lembaran daftar isi, lembaran daftar pustaka, lembaran data diri dan lembaran daftar absensi konsultasi
Penulisan Skripsi ini terbagi atas lima bab, yaitu :
Bab I : Terdiri dari pendahuluan yang menjelaskan tentang alasan pemilihan
vii
Bab II : Menguraikan tentang landasan teori yang terdiri dari : pengertian pengertian yang berkaitan dengan judul skripsi.
Bab III : Penulis menguraikan tentang area research ( Sejarah umum GPKAI, sejarah berdirinya gereja, struktur organisasi gereja, visi dan misi gereja , kegiatan-kegiatan gereja, program serta kegiatan-kegiatan ibadah PAMKA, kendala-kendala dalam kegiatan ibadah PAMKA).
Bab IV : Menjelaskan tentang hasil penelitian, angket dan wawancara serta observasi dan analisa terhadap hasil penelitian tersebut, interpretasi hasil penelitian data-data yang telah diperoleh dari lapangan penelitian.
Bab V : Merupakan penutup dimana penulis menguraikan tentang kesimpulan dan saran.
Dosen Pembimbing : Dr. SIMON STEFANUS BAITANU M.Th
viii
Semua hanya karena kemurahan Tuhan. Biarlah segala hormat, puji dan syukur hanya bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kesempatan bagi penulis untuk menulis dan menyelesaikan skripsi ini, yang walaupun melewati berbagai pergumulan dan proses yang berkelanjutan namun semuanya bisa dilalui untuk berbagi antara pembaca dan penulis dapat memahami tentang
“PERTUMBUHAN ROHANI PEMUDA-PEMUDI MELALUI IBADAH PAMKA DI GEREJA PERSEKUTUAN KRISTEN ALKITAB INDONESIA SIDANG TIGARAKSA”.
Penulis juga menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari dukungan dan motivasi dari beberapa pihak yang juga memperhatikan, mendukung serta mendoakan penulis selama melakukan penyusunan skripsi dan penelitian. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. M.R Lumintang, MA, MBA, M.Th sebagai KETUA STT “IKAT” Jakarta, yang telah memberikan kepada penulis untuk menyelesaikan Program Serjana Theologi di STT “IKAT” Jakarta.
2. Dr. Lasino J.W Putro, MA, M.Th, M.Pd.K sebagai ketua I STT “IKAT”
Jakarta yang juga selalu mendorong penulis dalam hal- hal yang baik guna memperolah Gelar Sarjana
3. Dr. Donna Sampaleng, M.Pd Sebagai Ketua II Sekolah Tinggi Theologi
“IKAT” Jakarta.
4. Dr. Simon Stefanus Baitanu, M.Th Sebagai Ketua III Sekolah Tinggi Theologi “IKAT” yang telah membimbing dan memberika motifasi sekaligus
ix
5. Dr. Ruben Nesimnasi, M.Th selaku ketua IV Sekolah Tinggi Theologi
“IKAT”
6. Kepala Prodi Theologi Dr. Clartje S. Awulle, SH, M.Th, Sekertaris prodi Theologi Dr. Thonahati, M.Th, dan Kepala Prodi PAK Dr.Merdiati Marbun, M.Pd.K
7. Pihak Asrama baik Pembina Asrama Dr. Veroska J. Teintang,M.Pd.K, Kepala Asrama putra, Pa Ho, bersama ibu Asrama Dr. Rone Teintang, yang selalu memberikan semangat danmotivasi.
8. Keluarga besar dosen dan staff Sekolah Tinggi Theologi “IKAT”
9. Untuk keluarga besar Pasca sarjana Sekolah Tinggi Theologi “IKAT”, untuk Dr. Abdon Bersama keluarga, Mr. Novie Bersama keluarga
10. Dan terkhusus, skripsi ini penulis persembahkan untuk orang yang sangat berjasa dalam hidup penulis, yaitu keluarga kecil ku tercinta, Untuk Papa Saderakhi(Alm) ,Mama Nurasni Ks Tanjung, Kak Seruani Hia, Kak Wineka Hia dan keluarga, abang Survifal Israk Hia dan keluarga, Kak Yulliawitty Hia, Adik Riformat Putra Utama Nias Hia , dan Adik Nur Cahayani Hia Tuhan Yesus senantiasa memberkati.
11. Keluarga besar Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melayani, menjalankan KKN dan juga penelitian selama hampir 1 tahun, dan juga secara khusus Gembala Sidang dan Keluraga serta para hamba Tuhan Beserta seluruh jemaat.
x
13. Angakatan 35 yang menjadi saudara dalam suka dan duka yang mengajarkan penulis banyak hal, kakak rohani rusmini dan adik rohani switta. untuk sado berlian, yolanda, kak Rian, pebri, angelinastasya, ando, dan dayat, sebagai sahabat doa penulis, dan juga untuk adik-adik “ di tingkat I Theologi, PAK, Tingkat II, dan III seluruhnya yang penulis kasihi.
Kiranya kasih dan berkat Tuhan Yesus senantiasa dilimpahkan kepada kita semua. Terkhususnya buat semua pihak yang telah mendukung, membantu dan mendoakan penulis dalam penulisan skripsi ini. Penulis berharap, skripsi ini dapat menjadi berkat bagi siapapun.
Akhir kata, biarlah segala hormat, kemuliaan dan pujian hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.
Jakarta, Mei 2021 Penulis,
BELALARIA HIA
xi
LEMBAR PERNYATAAN ... i
PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING ... ii
HASIL PERSIDANGAN ... iii
PENGESAHAN KETUA SEKOLAH TINGGI THEOLOGI “IKAT” ... iv
MOTTO ... v
ABSTRASI ... vi
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Alasan Pemilihan Judul ... 1
B. Tujuan Penulisan ... 3
C. Rumusan Masalah ... 3
D. Batasan Masalah ... 4
E. Hipotesa ... 4
F. Metode Penelitian ... 4
G. Sistematika Penulisan ... 5
BAB II LANDASAN TEORI ... 8
A. Pengertian ... 9
A. 1. Pertumbuhan ... 9
xii
A. 2. Rohani ... 13
a. Rohani Menurut Alkitab ... 13
b. Dasar-dasar pembentukan Rohani ... 16
b.1. Tinjauan Etimologi ... 16
b.2. Tinjauan Teologis ... 17
A. 3. Ibadah Menurut Alkitab ... 21
a. Perjanjian Lama ... 21
b. Perjanjian Baru ... 25
B. Ciri-ciri Dewasa Rohani ... 29
C. Pengertian Pemuda-pemudi Secara Umum ... 31
D. Pandangan Alkitab Tentang Pemuda-pemudi ... 34
E. Karakter Pemuda-pemudi Kristen ... 39
BAB III AREA RESEARCH ... 45
A. Sejarah umum Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia ...45
B. Sejarah Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa dan Perkembangannya ... 50
C. Struktur Organisasi Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa ... 54
D. Visi dan Misi Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa ... 56
E. kegiatan-kegiatan Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa ... 56
xiii
G. Kendala-kendala dalam Kegiatan Ibadah PAMKA ... 69
BAB IV HASIL PENELITIAN ... 72
A. Penyajian Data ... 72
1. Angket …...……… 72
a. Data Hasil Angket Pemuda-pemudi / PAMKA ... 72
b. Data Hasil Angket Orang Tua …... 77
c. Data Hasil Angket Hamba-hamba Tuhan …... 82
2. Wawancara ...………... 87
a. Pengurus pemuda-pemudi / PAMKA ...……... 87
b. Pemuda-pemudi / PAMKA ...….…... 88
3. Observasi ….………... 89
B. Analisa Data ... 89
C. Pengujian Hipotesa ... 90
D. Solusi Terhadap Masalah ... 91
BAB V PENUTUP ... 92
A. Kesimpulan ... 92
B. Saran ... 93
DAFTAR PUSTAKA ... xiv
LAMPIRAN ... xvi
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... xviii
DAFTAR KONSULTASI PEMBIMBING ... xxi
1
PENDAHULUAN A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Perkembangan zaman yang begitu pesat, sangat mempengaruhi kehidupan manusia khususnya kaum muda Kristen, sehingga sering terdengar dan terlihat kenyataan dilapangan saat ini norma yang menjadi standar hidup orang Kristen, yaitu Firman Tuhan sudah tidak dilakukan atau tidak ditaati lagi.
Melihat hal ini, pembinaan terhadap pertumbuhan rohani pemuda-pemudi adalah sangat penting dan menjadi prioritas. Supaya pemuda-pemudi berdiri teguh di atas kebenaran Firman Tuhan serta menyadari tugas dan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus yang merupakan harapan gereja dan negara.
Melihat peranan kaum muda dalam gereja sangat penting dan sangat menentukan masa depan gereja. Maka perlu adanya pembinaan yang serius terhadap pertumbuhan kerohanian pemuda-pemudi.
Pembinaan yang dimaksudkan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membimbing dan menolong setiap pemuda-pemudi dalam pembentukan kepribadiannya yang sesuai dengan standar Firman Tuhan. Pembinaan rohani ini sangat penting karena masa muda adalah masa transisi, di mana kaum muda sangat membutuhkan bimbingan.
Charles M. Shelto mengatakan bahwa, masa muda adalah proses peralihan masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Suatu masa yang menentukan perkembangan manusia di bidang emosinal, moral spiritual dan fisik.
Masa muda ini adalah masa perkembangan dan perubahan, masa goncangan
dan penuh pemberontakan. Dalam masa ini kaum muda memang membutuhkan pendamping kaum dewasa yang bisa memahami dan melindungi mereka dalam masa pertumbuhan menuju dewasa. Dengan keadaan seperti ini, penting adanya pembinaan terhadap generasi muda, karena generasi muda merupakan pemegang kendali terhadap arah pelayanan ke depan. Apabila generasi muda di bina dengan baik, maka gereja akan maju dan berkembang. Sebaliknya, jika gereja lalai dalam pembinaan kaum muda, maka pasti keadaan pelayanan gereja akan mengalami kemunduran, Sehingga mempengaruhi kehidupan rohani jemaat.
Setiap manusia menginginkan pertumbuhan dan perkembangan dalam dirinya, begitu pun dengan umat Kristen untuk membuktikan kehidupan yang mereka alami. Pertumbuhan rohani sangatlah penting bagi umat Kristen dalam menumbuhkan kesetiaan iman kepada Tuhan, terutama bagi pemuda-pemudi Kristen pada masa kini.
Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan gereja saat ini maupun masa yang akan datang, karena pemuda-pemudi ini merupakan tulang punggung dan ujung tombak dari suatu gereja. Pemuda-pemudi sebagai saksi-saksi Kristus yang dapat di andalkan dalam perkembangan gereja.
Keikutsertaan dan keterlibatan pemuda dalam gereja sangat di perlukan karena merupakan kekuatan terpenting dalam proses perkembangan gereja, oleh sebab itu pemuda-pemudi di tuntut untuk aktif demi mengembangkan pertumbuhan rohani dan iman terhadap Yesus Kristus. Hidup menggereja artinya menampakkan iman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan memiliki kesadaran demi meningkatkan iman dan perkembangan gereja serta mengalami pertumbuhan rohani.
Terkhusus pemuda-pemudi yang tidak mengalami pertumbuhan rohani akan menimbulkan beberapa dampak yaitu : menjadi beban bagi gereja karena selalu ingin menuntut perhatian orang lain, menimbukan konflik dalam gereja karena selalu mencari masalah, bersikap acuh tak acuh dalam melakukan pelayanan, serta menjadi batu sandungan. Melihat kondisi ini, maka pemuda- pemudi perlu mengalami pertumbuhan rohani sehingga tidak menimbulkan masalah dalam gereja.
Menurut pengamatan penulis selama beberapa bulan, terdapat beberapa fenomena yang terjadi pada pemuda-pemudi yang ada dalam Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia. Diantaranya kuranya partisipasi pemuda-pemudi dalam memberi diri untuk melayani di ibadah dan kegiatan gereja lainnya. Maka dari pada itu, pemuda-pemudi ini harus terus diarahkan dalam kedewasaan rohani mereka. Karena kedewasaan atau pertumbuhan rohani tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan harus diusahakan dengan cara : menjaga hubungan dengan Tuhan melalui ibadah/pelayanan, membaca Alkitab, berdoa, dan melakukan pekerjaan kudus di tengah-tengah kesibukan dunia.
Maka dari itu, berdasarkan latar belakang masalah yang tertera diatas, untuk itulah penulis melakukan penelitian dan mengambil judul skripsi tentang “ PERTUMBUHAN ROHANI PEMUDA-PEMUDI MELALUI IBADAH PAMKA DI GEREJA PERSEKUTUAN KRISTEN ALKITAB INDONESIA SIDANG TIGARAKSA
B. TUJUAN PENULISAN
Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan Skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi salah satu persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Theologi di Sekolah Tinggi Theologi “IKAT.
2. Untuk menjelaskan bagaimana Rohani pemuda-pemudi bertumbuh melalui adanya ibadah PAMKA di Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa
3. Untuk menjelaskan makna ibadah PAMKA kepada pemuda-pemudi yang ada di Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa
4. Untuk membekali penulis dalam mempersiapkan diri dalam pelayanan kedepan
5. Karya ilmiah yang ditulis ini sebagai salah satu bentuk rujukan pengetahuan bagi pembaca baik itu di akademik maupun pelayanan
C. PROBLEMATIKA
Adapun yang menjadi problematika atau topik permasalahan dalam penulisan Skripsi ini adalah
1. Apa pengertian pertumbuhan Rohani?
2. Apa saja Ciri-ciri pertumbuhan Rohani?
3. Seberapa penting pertumbuhan rohani pemuda-pemudi?
4. Apa pengertian pemuda-pemudi?
5. Apa .Pengertian ibadah?
6. Apa itu ibadah PAMKA?
7. Bagaimana pelaksanaan ibadah PAMKA dalam Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa ?
D. BATASAN MASALAH
Dalam penulisan Skripsi ini, agar tidak meluas maka penulis membatasi pembahasan Skripsi ini dengan hanya membahas mengenai Pertumbuhan Rohani Pemuda-Pemudi Melalui Ibadah PAMKA di Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa.
E. HIPOTESA
Adapun yang menjadi hipotesa dalam penulisan skripsi ini adalah pemuda- pemudi harus sadar bahwa mereka bertanggung jawab sebagai generasi penerus dalam gereja dengan cara melibatkan diri dalam pelayanan, peribadahan, dan juga dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dalam gereja, dan juga pemuda-pemudi harus mengikuti ibadah PAMKA dengan baik dan setia supaya mengalami pertumbuhan Rohani di dalam Yesus Kristus.
F. METODE PENELITIAN
Dalam rangka memperoleh data yang objektif mengenai pokok permasalahan yang akan di teliti, maka penulis menggunakan beberapa metode penelitian. Dalam hal ini, metode-metode tersebut adalah :
1. Penulis menggunakan metode studi analisa kepustakaan. Penulisan ini melakukan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat serta mengolah bahan-bahan yang sudah dibaca.
2. Penelitian lapangan, agar penghasilkan data-data yang akurat, penulis mengadakan penelitian langsung dilapangan.
a. Observasi, dimana penulis mengamati secara langsung bagaimana pertumbuhan Rohani pemuda-pemudi PAMKA Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa
b. Wawancara, pada penelitian ini penulis akan melakukan wawancara langsung kepada pihak-pihak yang terkait, pemuda-pemudi, gembala.
c. Angket, untuk melengkapi data-data penelitian, penulis juga menyebarkan angket kepada pemuda-pemudi PAMKA Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa
G. SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk mempermudah dalam memahami secara seksama keseluruhan dari penulisan Skripsi ini, maka sistematika penulisannya adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN
A. Alasan Pemilihan Judul B. Tujuan Penulisan C. Problematika D. Batasan Masalah E. Hipotesa
F. Metode Penelitian G. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian
A.1 pertumbuhan
a) Menurut para ahli b) Menurut Alkitab
A. 2 Rohani
a) Rohani menurut Alkitab
b) Dasar-dasar Pembentukan Rohani b.1 Tinjauan Etimologi
b. 2 Tinjauan Teologis A. 3 Ibadah menurut Alkitab
a) Perjanjian Lama b) Perjanjian Baru B. Cir-ciri Dewasa Rohani
C. Pengertian pemuda-pemudi secara umum D. Pandangan Alkitab tentang pemuda-pemudi E. Karakteristik pemuda-pemudi kristen
BAB III AREA RESEARCH
A. Sejarah Umum Gereja Persekutuan Alkitab Indonesia
B. Sejarah Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa dan perkembangannya
C. Struktur organisasi Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa
D. Visi-misi Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa E. Kegiatan-kegiatan Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang
Tigaraksa
F. Program serta kegiatan-kegiatan ibadah PAMKA Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia Sidang Tigaraksa
G. Kendala-kendala dalam kegiatan ibadah PAMKA
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Penyajian Data 1. Angket
➢ Data Hasil Angket Pemuda-pemudi / PAMKA
➢ Data Hasil Angket Orang Tua
➢ Data Hasil Angket hamba-hamba Tuhan 2. Wawancara
➢ pengurus pemuda-pemudi / PAMKA
➢ Pemuda-pemudi / PAMKA 3. Observasi
B. Analisa Data
C. Pengujian Hipotesa D. Solusi Terhadap Masalah BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan B. Saran
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
A. DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ABSENSI KONSULTASI
9
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
a. 1. pertumbuhan
Perubahan kuantitatif termasuk perspektif fisik dan aktual, misalnya perubahan yang terjadi pada organ dan konstruksi organ sebenarnya, sehingga anak semakin mapan dan bertambah besar dan tinggi tubuhnya.
Semua makhluk hidup di planet ini mengalami perkembangan, melalui siklus yang berbeda untuk berkembang pesat. Manusia sebagai makhluk hidup juga menciptakan dan terus berkembang setiap harinya. Manusia memiliki 5 periode perkembangan, yaitu: tahap bayi, tahap anak, tahap remaja, tahap dewasa, dan tahap terakhir adalah tahap tua. Tahap-tahap ini menunjukkan bahwa orang-orang tumbuh tanpa henti sampai akhir.
Cara untuk mengembangkan dan mencipta adalah siklus yang tak terpisahkan. Mengembangkan adalah fase mengembang dalam ukuran yang tidak bisa kembali ke keadaan uniknya. Seperti membesarnya ukuran dan berat orang. Kemajuan adalah fase mencapai perkembangan. Peningkatan manusia bukan hanya tentang kemampuan untuk meniru, tetapi banyak sudut pandang yang berbeda yang harus dipikirkan, seperti kemajuan spekulasi hingga pergantian peristiwa yang antusias oleh manusia.
a) Menurut Para Ahli :
1. Sebagaimana diindikasikan oleh Kartono, perkembangan adalah perubahan fisiologis karena ukuran perkembangan kapasitas yang
sebenarnya, yang terjadi secara teratur pada anak muda yang sehat dalam siklus waktu tertentu.
2. Sesuai dengan Gagak, perkembangan sebagian besar terbatas pada perubahan primer dan utilitarian dalam tatanan individu sejak ia masih dibingkai (embrio) dengan cermat melalui kerangka waktu pra-kelahiran di dalam perut, pasca kehamilan ( lahir) hingga dewasa.
3. Seperti yang diindikasikan oleh rujukan kata total ilmu otak (J.P. Chaplin, 2004: 134) perbaikan adalah perkembangan atau munculnya contoh-contoh perilaku mendasar yang tidak ilmiah.
4. Menurut Kartini Kartono sebagaimana dikutip oleh Alex Sobur (2003-128), kemajuan adalah perubahan psikolofisika yang disebabkan oleh interaksi perkembangan kapasitas mental dan aktual pada diri remaja yang dijunjung oleh unsur alam dan siklus belajar dalam masuknya waktu tertentu. menuju pembangunan.Bijou dan Baer (Sunarto dan B.Agung Hartono, 2002:39) mengemukakan perkembangan adalah perubahanprogresif yang menemukan cara organisme bertingkah laku dan berinteraksi dengan lingkungan.
5. Sebagaimana diindikasikan oleh Syamsu Yusuf, kemajuan adalah perkembangan yang dialami oleh seseorang atau suatu bentuk kehidupan menuju suatu derajat perkembangan atau perkembangan yang terjadi secara sengaja, dinamis dan tanpa henti baik fisik maupun mental.
b) Menurut Alkitab
1. Perspektif fisik atau aktual, indikasi perkembangan aktual terlihat jelas dari bertambahnya usia, tubuh seseorang telah berkembang baik sejauh tinggi maupun beratnya (Lukas 2: 52). Yang perlu diingat dalam sudut pandang
aktual ini adalah masalah seksual, tepatnya peningkatan kapasitas organ seksual seperti halnya kualitas seksual yang semakin memisahkan antar manusia. Organ konsepsi telah bekerja secara ideal yang dijelaskan oleh:
produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel telur yang cukup pada wanita.
Menjadi benar-benar berkembang menyiratkan bahwa Anda telah mengalami ketinggian dan perkembangan berat badan yang paling ekstrim dengan makanan yang memuaskan. Untuk menjaga kondisi tubuh yang sehat, sebaiknya Anda juga fokus pada keselarasan antara waktu kerja dengan waktu santai dan olahraga. Apa yang pantas mendapat pertimbangan yang luar biasa adalah cara yang digunakan untuk mengendalikan kecenderungan seksual dengan tepat (Matius 5: 27-28).
2. Sudut pandang keilmuan atau pemikiran, mengembangkan mental mengandung arti memiliki pilihan untuk mempertimbangkan hal-hal yang lebih konseptual dan konsisten. Ada kecenderungan kegelisahan ketika ada sesuatu yang tidak dapat dirasakan atau diakui oleh otak yang menemukan bagaimana hal itu sebenarnya dan seharusnya. Disposisi dasar telah mulai diangkat ke tingkat yang semakin meningkat, termasuk bereaksi terhadap keadaan darurat dalam apa yang terjadi di iklim meskipun sebelumnya individu tampak menghargai apa yang ada Ternyata metode yang tumbuh secara mental penuh dengan memanfaatkan pikiran Anda untuk memutuskan apakah ada sesuatu yang benar sehingga ada pemikiran yang hati-hati dalam mengelola masalah atau memutuskan. Individu dengan kemampuan belajar yang tinggi tidak hanya diharapkan untuk menentukan
pilihan dengan cepat, mereka juga diharapkan memiliki wawasan sehingga pilihan yang diambil bukanlah sesuatu yang akan disesali di kemudian hari (Yosua 1).
3. Sudut pandang yang penuh gairah, perasaan mengidentifikasi dengan bagaimana sentimen muncul dan dikomunikasikan. Berkembang dengan tulus berarti memiliki opsi untuk mengontrol sentimen dengan cara yang tepat. Mungkin, menjadi lebih mapan membuat orang lebih siap untuk mengendalikan perasaan mereka karena berkembang dengan tulus juga dijelaskan oleh: memiliki pilihan untuk menghadapi kesulitan dengan baik meskipun mereka gagal tetapi tidak berhenti berpura-pura, memiliki pilihan untuk berpikir dengan baik Terlepas dari kenyataan bahwa segala sesuatunya merepotkan, memiliki pilihan untuk mengendalikan amarah ketika sesuatu melukai hati Anda, tidak menjadi gila dan secara konsisten berpikir dengan hati-hati sebelum bertindak, dan dapat memanfaatkan keadaan untuk hasil yang lebih baik.
4. Sudut pandang sosial, orang dewasa dalam sudut pandang ini dapat berhubungan dengan baik dan akurat dengan orang lain meskipun itu berbeda dari tanda cukup tua, pendidikan, kedudukan atau kesejahteraan ekonomi. Ini menyiratkan bahwa dia dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa sehingga secara efektif membangun korespondensi dua jalur dengan orang lain, setara dengan (kisah Nuh dan Paulus).
5. Dari sudut etika, moral adalah komponen pembeda utama antara manusia dan makhluk. Seseorang yang dewasa secara etis adalah orang yang melakukan hal-hal hebat karena kekuatan pendorongnya sendiri, bukan
karena tekanan dari luar. Asas-asas tinggi yang baik dimunculkan oleh individu yang peduli terhadap orang lain, misalnya, (kisah Yusuf).
6. Perspektif dunia lain, perkembangan yang mendalam menyiratkan perhatian pada komitmen cinta yang lengkap dan meninggalkan batasan yang ketat, saling menghargai dan mendorong asosiasi yang hebat dengan orang lain dan bahkan individu dari berbagai keyakinan. Memiliki pilihan untuk menghargai saat-saat yang menyusahkan, dapat mengubah kekurangan menjadi kualitas. Jelas ini dimulai dengan sikap penghargaan terlebih dahulu. Yang mendalam adalah hubungan yang ada dengan Allah Yang Mahakuasa, atau terlebih lagi bagaimana semangat seseorang untuk apa yang terbaik untuk Tuhan dan apa yang Dia butuhkan, itulah standar etika yang dia miliki (1-2 Tuhan, Kisah Daud, dan dongeng Abraham).
a. 2. Rohani
a). Menurut Alkitab
Rasul Paulus menasihati manusia untuk menjadi orang yang rohani.
Rasul Paulus menjelaskan perbedaan antara "manusia jasmani dan manusia rohani" dalam 1 Korintus 2: 14-16 tetapi manusia jasmani tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena baginya itu adalah kebodohan; dan dia tidak dapat memahaminya, karena itu hanya dapat dinilai secara spiritual.
Tetapi manusia spiritual menilai segalanya, tetapi dia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Karena siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga dia dapat menasihati-Nya? Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. Dalam hal ini dinyatakan bahwa jasmani manusia tidak menerima hal-hal yang diturunkan oleh kuasa Tuhan, karena baginya hal itu tidak masuk akal. Akibatnya, fisik
manusia tidak memahami hak spiritual. Di sisi lain, manusia spiritual memeriksa segala sesuatu dan mencoba untuk memiliki pikiran Kristus.
Manusia yang mendalam memiliki arti penting yang luar biasa dalam hubungannya dengan Tuhan. Manusia dunia lain perlu terus menerus dibimbing oleh kekuatan Tuhan, dalam Efesus 5: 1, jadi jadilah peniru Tuhan, serupa dengan anak-anak yang disayangi. Manusia dunia lain mencoba untuk memahami cara Tuhan berpikir dalam keberadaannya sehari-hari dan melihat sesuatu dari sudut pandang-Nya. manusia dunia lain mengikuti norma-norma Tuhan, mempertimbangkan semua hal. Nyanyian Rohani 119: 33,143: 10 Tunjukkan padaku, O Guru, arah dari resolusi-Mu, aku akan menyimpannya sampai akhir. Latih saya untuk melakukan kehendak-Mu, karena Anda adalah Tuhanku! Semoga Jiwa Agung Anda mengarahkan saya pada tingkat yang datar! Ini menyiratkan bahwa individu yang mendalam ini tidak melakukan hal- hal yang dihasilkan oleh tubuh yang rusak.
Yesus berkata bahwa orang-orang yang berpikir secara mendalam senang. Matius 5: 3 mengatakan: Orang-orang miskin yang diunggulkan di hadapan Allah, karena mereka memiliki alam firdaus. Yang tersirat adalah orang-orang gembira yang mengerti bahwa mereka memiliki kebutuhan dunia lain, karena surga yang dibuat akan menjadi milik mereka. Lebih lanjut, Roma 8: 6 mengatakan: karena jiwa jasmani sedang lewat, namun kerinduan Jiwa adalah hidup dan harmoni. Yang tersirat adalah bahwa orang yang secara konsisten memikirkan kerinduan yang sebenarnya berarti meninggal, namun orang yang secara konsisten menganggap hal-hal yang sesuai dengan Dzat Tuhan menyiratkan kehidupan dan harmoni. Jadi ketika orang berpikir secara mendalam, mereka akan memiliki hubungan yang tenang dengan Tuhan,
keharmonisan internal dan pengharapan akan kehidupan yang tak berkesudahan. Meskipun demikian, individu dari dunia lain hidup di dunia yang jahat. Manusia dunia lain dikelilingi oleh individu-individu yang tidak peduli dengan pandangan Tuhan. Dengan demikian, persyaratan individu yang mendalam untuk melakukan semua yang dia bisa untuk melindungi renungan dan sentimennya agar tidak dikacaukan oleh kejahatan dunia. Ada beberapa hal yang bisa menjadi model keberadaan manusia yang mendalam sebagai berikut:
1. Yakub : Seorang individu yang berurusan dengan masalah yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari, esau saudaranya sendiri perlu membunuhnya. Ayah mertuanya juga terus berusaha merendahkannya.
Jadi, Yakub dikelilingi oleh kepribadian yang tidak senonoh. Semua hal dianggap sama, bagaimanapun, Yakub benar-benar mempertimbangkan hal-hal dunia lain. Misalnya, ketika dia merasa dikompromikan oleh seseorang, dia mengingat jaminan Tuhan kepada Abraham dan memohon,
"Saya mohon, selamatkan saya ... Anda telah mengatakan itu, saya akan mendukung Anda, dan saya akan membuat kerabat Anda sebanyak pasir lautan ". Mulai 32: 6-12 selain itu, Yakub menyadari bahwa Tuhan akan memanfaatkan keluarganya untuk memenuhi keinginannya, jadi Yakub memperlakukan keluarganya dengan baik. Kej 28: 10-15 dengan jelas mengatakan bahwa Yakub memiliki keyakinan yang kuat pada jaminan Tuhan dan menunjukkan ini melalui aktivitasnya.
2. Maria : Dia dipilih oleh Tuhan untuk menjadi ibu Yesus karena Maria memiliki jiwa yang dalam. Lukas 1: 46-55 Kata-kata Maria menunjukkan bahwa dia lebih menyukai Pernyataan Tuhan dan tahu tentang tulisan-
tulisan Suci Yahudi. Kej 30:13; 1 Samuel 2: 1-10 dan Maleakhi 3:12 Setelah Maria dan Yusuf menikah, mereka tidak melakukan hubungan seksual sampai Yesus dikandung. Mereka mengerti bahwa kehendak Tuhan adalah prioritas yang lebih tinggi daripada keinginan mereka sendiri. Matius 1:25 dan seiring berjalannya waktu, Maria mengamati semua yang terjadi dalam hidup Yesus dan mendengarkan pelajarannya. Dia menyimpan setiap kata itu di dalam hatinya, Lukas 2:51 dengan jelas Maria sangat diilhami oleh jaminan Tuhan tentang Juruselamat.
3. Yesus : Di antara semua orang yang pernah hidup di bumi, yang paling spiritual adalah Yesus sendiri. Dia selalu berusaha meniru Ayahnya. Ini terlihat dari cara Dia berpikir, merasakan, dan bertindak. Yesus juga melakukan kehendak Tuhan dan mengikuti standar-Nya. Yohanes 8: 29;
14: 9; 15:10 sebagai contoh penjelasan nabi Yesaya tentang belas kasihan Tuhan, dan dapat dibandingkan dengan penjelasan Markus tentang belas kasihan Yesus Yesaya 63: 9; Markus 6:34 apakah manusia meniru Yesus dengan memiliki hati yang beriba hati dan ingin membantu orang lain? Dan ingin mengajar seperti Yesus, orang rohani Lukas 4:43 akan selalu meniru sikap dan tindakan Yesus.
b). Dasar-dasar Pembentukan Rohani b. 1 Tinjauan Etimologis
Kata penataan dunia lain dalam bahasa Inggris adalah "Perkembangan Mendalam" sebagai "metode mendalam" atau metode Mendalam hal-hal yang sangat memuaskan dan "Perkembangan" berarti aktivitas yang menawarkan bentuk pada sesuatu. Jadi dalam arti sebenarnya, istilah pengaturan yang
mendalam dicirikan sebagai gerakan yang dibuat untuk menawarkan bentuk ke kehidupan dunia lain.
2 Tinjauan Teologis
Dari perspektif Kristen, "Jiwa" atau Dunia Lain memiliki dasar pemikiran Yahudi (Konfirmasi Lama) yang sebagian besar terkait dengan pekerjaan penyelamatan Tuhan atas kerabatnya, khususnya negara Israel. Tuhan membutuhkan keberadaan individu yang Dia selamatkan untuk memiliki hubungan yang nyaman dengan Tuhan.
Meskipun demikian, itu tidak terjadi secara alami, itu membutuhkan siklus yang konstan dan sadar sehingga pengaturan kehidupan yang mendalam yang merasakan kehadiran Tuhan sepenuhnya dalam setiap kehidupan terjadi. Tuhan berfirman kepada individu Israel, bahwa Dia memberikan keputusan dan pedoman yang harus diselesaikan oleh orang Israel sampai anak dan cucu mereka hidup untuk takut akan Tuhan, dengan berpegang pada resolusi dan perintah Tuhan, melakukan dengan hormat dan setia. Pada saat itu bangsa Israel akan dihormati dan jaminan Tuhan akan dipenuhi bagi bangsa Israel (Ulangan 6). Sejalan dengan itu, berkenaan dengan Kekristenan dalam Konfirmasi Baru, perkembangan yang mendalam dicirikan sebagai siklus yang dilakukan tanpa henti, sengaja dan sengaja untuk mencapai tujuan yang Tuhan butuhkan untuk menjadi seperti Kristus dalam setiap keberadaan para penyembah, melalui persetujuan kepada yang Buku suci dan kekuatan.
diberikan oleh Esensi Tuhan.
Dasar-dasar Pembetukan Rohani Kristen
Perkembangan kehidupan mendalam seorang Kristen memiliki pendirian dan arah yang masuk akal. Berikut adalah beberapa aturan Kitab suci yang perlu diperhatikan orang selama waktu yang dihabiskan untuk membentuk eksistensi yang mendalam dari seorang Kristen :
1. Eksistensi yang mendalam dari seorang Kristen dimulai dengan kualitas penebusan yang diberikan oleh Tuhan melalui lewat dan kebangkitan Penguasa Yesus Kristus (Roma 6: 3-11; 2 Korintus 5:17). Untuk memperoleh keselamatan berarti menaruh persediaan pada Tuhan Yesus dengan dibuat oleh keselamatan, untuk lebih spesifik Penguasa Yesus yang dieksekusi, menendang ember, dan bangkit pada hari ketiga. Jadi keselamatan dikenal sebagai berkat, karena bukan orang yang mencarinya, namun Tuhan sendiri yang bekerja untuk keselamatan seluruh umat manusia. Kehidupan sejati yang mendalam tidak dibawa ke dunia dari pengerahan tenaga manusia, namun dimulai dengan panggilan surgawi, kelahiran baru dan penebusan. Manusia asli dunia lain dibawa ke dunia dalam Jiwa, jadi orang tua, khususnya manusia duniawi, meneruskan dan ditutupi dan kemudian bersama dengan Kristus dibangkitkan untuk berubah menjadi orang yang diperbarui di dalam Kristus.
2. Eksistensi orang Kristen di dunia lain adalah siklus pemurnian yang diselesaikan oleh Tuhan dengan usaha manusia yang konsisten sesuai dengan perintah Tuhan (1 Korintus 15:10). Dengan asumsi kelahiran baru seluruhnya dibuat oleh Tuhan sendiri, pemurnian adalah interaksi yang dikemukakan oleh kesembronoan Tuhan dan upaya manusia. Dalam
interaksi keberkahan ini, manusia yang telah dijadikan perwujudan baru, layak untuk menjadi manusia yang ideal seperti yang diharapkan Tuhan.
Dengan keberadaan Kristus sebagai pengikut, dia menemukan berkat di dalam Tuhan. Dikatakan sebagai interaksi karena tidak terjadi secara alami dan langsung. Ada saat melalui kesempatan kemenangan, namun ada juga saat musim kekecewaan. Bagaimanapun, dalam kesederhanaan Tuhan, manusia akan menderita sejauh mungkin. Seperti yang diungkapkan oleh
"Misionaris Paulus" Saya telah menyelesaikan perlombaan besar, saya telah sampai pada tujuan akhir dan saya telah menjaga Keyakinan (II Timotius 4: 7), karena pengerahan tenaga manusia yang gigih dalam tunduk pada perintah Tuhan, Paulus menganjurkan untuk "bertempur dengan keyakinan yang tulus".
3. Eksistensi Kristen di dunia lain adalah perkembangan dari bayi yang sangat kecil menjadi individu yang berkembang dengan baik (Yahudi 5: 11-16;
Efesus 4:14; Kolose 3:10). Eksistensi orang Kristen di dunia lain tidaklah statis, betapapun uniknya; hidup dan berkembang. Di sekitar sana, keberadaan seorang Kristen terus-menerus diubah dan dibentuk hingga mencapai tujuan utamanya, khususnya perkembangan yang mendalam untuk menjadi seperti Kristus. Bayi yang sangat baik harus dipertahankan dan diuntungkan dari premis standar dengan makanan dunia lain untuk berkembang. Seperti tubuh manusia, laju perkembangannya secara bertahap bergantung pada makanan dan suplemen yang dimakannya.
Selain itu, seorang penyembah harus membuang semua yang menghalangi perkembangan hidupnya, penting untuk fokus pada perbedaan antara dikandung dan berkembang. Dikandung, itu hanya berhenti sebentar, pada
saat itu menemui perkembangan. Bagi orang Kristen, yang utama adalah berada di dalam Kristus. Kepenuhan di dalam Kristus, mengingat fakta bahwa di dalam Dia hidup baru berkembang, perhatian utama adalah tinggal di dalam Kristus dengan keyakinan.
4. Pembentukan hidup rohani seorang kristen telah dijamin oleh Tuhan untuk berhasil, maka ia menyediakan sarana-sarana anugerah, yaitu :
a. Alkitab, yang merupakan metode paling luar biasa untuk keanggunan yang diberikan kepada orang-orang pilihan-Nya. Melalui Firman yang tersusun ini dapat diterapkan bagi orang-orang untuk mengetahui Pencipta, Kepala- Nya, pernyataan-pernyataan-Nya dan kehendak-Nya bagi keberadaan para penganutnya yang mendalam. Mengabaikan Pernyataan-Nya berarti menentang Dia, Tuhan Yang Mahakuasa (Yohanes 17:17; Efesus 5: 25- 27). Perkembangan, kekuatan dan kehidupan seorang penyembah sangat bergantung pada cara terbaik untuk memperlakukan Pernyataan Tuhan.
Dalam Janji-Nya, Tuhan mencurahkan isi hati-Nya kepada kerabat-Nya, dan di dalam Firman-Nya Yesus menyingkapkan diri-Nya dengan segala keindahan-Nya. dalam Ekspresi Esensi Tuhan memasuki penyembah untuk membangun kembali hati dan seluruh jiwa sesuai otak dan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, perkembangan mendalam setiap orang Kristen harus didasarkan pada kebenaran Kitab Suci.
b. Roh Kudus, menjadi penolong, yang tidak hanya menemani setiap orang percaya, tetapi juga membimbing dan memimpin orang percaya untuk memahami kebenaran-Nya (Yohanes 14:16; 16:14). Sejak saat orang percaya menerima Roh Kudus, begitu pula Roh Kudus akan terus memelihara kehidupan dalam jiwa orang percaya dan tidak akan
menghentikan pekerjaan-Nya. Orang percaya adalah tempat berdiamnya Roh, dan hanya dengan bimbingan Roh setiap hari orang percaya dapat berjalan sebagai anak-anak Tuhan.
c. Jemaat sebagai Assemblage of Christ, Tuhan menjadikan manusia sebagai individu bukan hanya sebagai orang yang beriman kepada-Nya. Paulus menggambarkan Kongregasi sebagai satu struktur, satu tempat kudus Allah dan Kristus sebagai fondasinya. Di dalam Kristus, seluruh struktur digabungkan dan ditetapkan sebagai tempat kudus Allah Surgawi (Efesus 4:16; Galatia 6: 2).
d. Keluarga, adalah tempat anak-anak Tuhan benar-benar dibesarkan. Di dalam keluarga ada tempat untuk perkembangan, termasuk tubuh, pikiran, hubungan sosial, cinta dan jiwa. Manusia diciptakan menurut gambar Tuhan dan akibatnya memiliki potensi untuk berkembang. Keluarga adalah tempat untuk memberikan energi, kepedulian, tanggung jawab, kasih sayang dan iklim yang berguna untuk pembangunan dalam segala hal menuju Yesus Kristus. Melalui keluarga Kristen ini, adalah tugas para wali untuk mengajar dan membesarkan mereka dalam takut akan Tuhan dan menghargai Pernyataan Tuhan (Ulangan 6; Kisah 16:31). Karakter, kualitas, dan metode kepercayaan diri muncul dan tercipta dari keluarga tempat seseorang dibesarkan dan berkembang. Selain itu, pentingnya kehidupan sehari-hari yang layak, yang sesuai dengan standar Kitab Suci (2 Timotius 3: 16-17). Kondisi ini diharapkan dapat membingkai usia dengan akhlak mulia sesuai keinginan Allah.
5. Kehidupan Kristen memiliki alasan yang masuk akal, yang merupakan keberadaan sehari-hari untuk merayakan Tuhan (Roma 11:36) mengingat
fakta bahwa tujuan Kristen jauh lebih besar daripada pencapaian individu, panggilan, keinginan, ketenangan sejati, jauh lebih besar dari tujuan keluarga. Penganut dibawa ke dunia untuk motivasi-Nya dan untuk motivasi-Nya. Jika Anda ingin mengetahui alasan yang Tuhan tetapkan bagi manusia dan khususnya bagi umat Kristiani, maka orang hendaknya mencermati apa yang Tuhan tulis dalam teks Suci. Tidak ada yang lebih memuaskan dan menyenangkan bagi seorang Kristen daripada menyadari bahwa dia memiliki keuntungan karena bekerja sama dengan Tuhan dan memuji nama-Nya.
a. 3. Ibadah Menurut Alkitab a. Perjanjian Lama
Kata cinta sebenarnya lebih dekat dengan "melayani". Kata itu menyangkut fungsi yang ketat, namun seluruh hidup. Pada dasarnya kata Yahudi bermaksud untuk berfungsi (bukan menyatakan kembali) atau untuk melayani seorang kepala atau ahli / kekasih. Maka dari itu, Abodah bisa berarti cinta atau hasil karya seorang pekerja / bawahan. Dalam Konfirmasi Lama, ada beberapa contoh cinta pribadi (Mulai 24:26; Keberangkatan 33: 9) namun penekanannya pada cinta kapel (Nyanyian 42: 4; 1 Narasi 29:20) di tempat kudus pertemuan dan di tempat kudus, hukum. kasih perlindungan sangat penting. Di zaman nenek moyang secara keseluruhan, penekanan dalam cinta bukanlah layanan atau ritual yang mereka lakukan, melainkan hubungan mereka sendiri dengan Tuhan. Jadi yang pada dasarnya adalah komponen dari pertemuan itu, bukan yang dikuduskan di tempat yang mereka cintai atau nama surgawi yang mereka gunakan. Allah para Leluhur bergerak ke arah mereka dalam suasana kasih sayang dari sumpah, jadi hubungan mereka
dengan Allah dijelaskan melalui kedekatan. Pada zaman nenek moyang Tuhan, oranglah yang bergerak menuju kerabatnya, bukan sebaliknya. Area khusus diangkat, namun bertekad untuk mengingat hubungan antara Tuhan dan kerabat-Nya, bukan hanya tempat di mana mereka dapat bergerak menuju Tuhan. Untuk setiap situasi yang berkaitan dengan tempat-tempat khusus bertingkat ini, ada catatan berbeda tentang Tuhan yang mengungkapkan diri-Nya kepada salah satu leluhur pada gambaran penting yang mengejutkan. Salah satu model, Tuhan menyingkapkan diri-Nya kepada Abraham di Mamre ketika dia panik karena dia tidak memiliki anak yang mungkin menjadi ahli waris yang sejati. Setelah usia para leluhur selesai, pemerintahan daerah setempat (cinta masyarakat) mulai digelar. Ada banyak individu yang dapat menunjukkan minat cinta secara terbuka (Nyanyian 93: 5), meminta bersama, dan menggunakannya untuk mempersembahkan adorasi dan terima kasih mereka kepada Tuhan (Ulangan 11:13) dalam menunjukkan kasih internal yang tulus dan dalam. Ketika bangsa Israel mendapatkan Kanaan yang nyaman, mereka dihadapkan pada suatu fungsi yang tidak mungkin dan dirasa biadab dan terlepas dari kehendak Tuhan. Orang Kanaan menggunakan sihir dan ramalan dalam menentukan waktu mana untuk bertindak atau untuk memberikan pembalasan dan menebas musuh, mereka memanggil roh orang mati untuk menemukan apa yang direncanakan untuk terjadi dan menyembah pendahulu mereka. Mereka memanfaatkan pelacuran suci (yang meniru pernikahan suci seorang dewa dengan seorang dewi dalam menjamin kesuburan). Mereka tahu fantasi tentang makhluk ilahi yang menghilang di musim dingin tahun dan bangkit kembali di musim semi.
Israel mengenal makhluk Ilahi yang bertindak di bidang sejarah, menyelamatkan, dan mendukung kerabat-Nya. Itu adalah Dia, dan bukan jiwa- Nya, yang harus ditemukan apakah itu bertindak atau tidak (misalnya dalam perang, namun juga dalam demonstrasi penting lainnya). Tuhan memutuskan pedoman hidup melalui arahan yang diberikan dan disampaikan oleh orang tua dan nabi-Nya. Dia tidak membutuhkan kerabatnya untuk dihancurkan oleh agresi dan pelecehan samar. Itulah alasan persaudaraan Israel perlu memilih apakah itu diperlukan untuk menghormati Tuhan atau tuan tanah. Orang Israel dibujuk untuk menaruh minat pada cinta atau metode cinta orang Kanaan.
Ketika musim kering ditarik keluar, kepercayaan atau anugerah Tuhan dicoba dan jika tetangga mengadakan kebaktian untuk membawa hujan, orang Israel merenungkan apakah dia juga tidak boleh datang. Individu tidak berniat meninggalkan Tuhan tetapi menambahkan nikmat dari sumber yang berbeda.
Terlepas dari kenyataan bahwa wawasan kita sangat terbatas, jelas beberapa orang Israel menghormati Baal (1 Lords 19:18) dan bahwa hubungan dekat dengan cinta Baal berubah menjadi jerat, jadi orang Israel tidak, pada titik ini mencintai Tuhan saja. Sesuai buku Hakim, itu adalah alasan untuk terus menerus diserang oleh musuh-musuhnya. Elia melawan para nabi Baal (1 Penguasa 18), Hizkia, Penguasa Yehuda, merebut tempat-tempat tinggi, menghancurkan ikon-ikon andalan dan mematahkan simbol-simbol utama dan melenyapkan ular perunggu (2 Penguasa 18: 4) Yosia sebagai tambahan mencoba ini dalam perubahannya. Akibatnya individu mencari cara untuk memuja.
Cinta publik yang diciptakan seperti itu dilakukan di tempat kudus, daripada cinta di kesempatan sebelumnya, ketika para pendahulu menerima bahwa
Tuhan dapat dihormati di mana pun ia memutuskan untuk mengungkap diri- Nya. Cinta adalah realitas dunia lain, terlihat dari cara ketika tempat suci dimusnahkan dan kelompok orang Yahudi dibuang di Babilonia, cinta masih menjadi kebutuhan, dan untuk memuaskannya dibuat administrasi tempat ibadah yang terdiri dari Syema ( menyetel, fokus, pertimbangan pemusatan, fokus pada Tuhan dalam cinta), petisi, membaca dengan teliti kitab suci, mengklarifikasi teks suci dan mendiskusikan hadiah. Di Kuil, jenis cinta yang benar-benar dunia lain muncul. Administrasi kuil pada dasarnya adalah metode untuk cinta dunia lain, di mana para penyembah bersama-sama menumpahkan jiwa dan Tuhan mereka, dalam permohonan, bersama-sama fokus pada dan memeriksa Pernyataan Tuhan, bersama-sama untuk mengeksplorasi permintaan keyakinan. Penyelenggara tempat berkumpul tidak ditujukan pada upacara perdamaian yang dianggap layak, namun yang ditonjolkan adalah munculnya gagasan manusia kepada Tuhan dalam bentuk tepuk tangan dan permohonan. Manusia adalah ciptaan yang menjijikkan, terbuat dari sisa tanah sehingga orang wajib memuja sang pembuat.
Cinta dalam Konfirmasi Lama adalah metode untuk bertemu Tuhan dengan kerabat-Nya, di mana dorongan berasal dari Tuhan sendiri. Melalui cinta, individu mengetahui alasan dan kehendak Allah dalam hidup mereka, cinta dilakukan sebagai jenis penghargaan atas pertimbangan dan anugerah yang telah Tuhan berikan, kehadiran cinta dalam hubungan antara Tuhan dan kerabat-Nya, tidak mungkin terjadi. diabaikan. Karena tanpa cinta, individu Israel tidak akan memiliki kesempatan untuk merasakan anugerah esensi Tuhan melalui kualitas-Nya.
b. Perjanjia Baru
Dalam Konfirmasi Baru ada lagi kasih yang diberkati di Bait Suci, Kristus berpartisipasi dalam keduanya, namun secara umum dia menggarisbawahi bahwa cinta adalah kasih yang sesungguhnya untuk Ayah yang Mulia. Dalam Konfirmasi Baru "cinta" berasal dari bahasa Yunani Latreia yang berarti buruh, kompensasi, pekerja, dan pekerja. Kasih adalah bantuan yang dipersembahkan kepada Tuhan, tidak hanya dalam perasaan cinta di tempat surgawi, tetapi juga dalam perasaan administrasi kepada orang lain (Lukas 10:25; Matius 5:23; Yohanes 4: 20-24; Yakobus 1:27), namun cinta Kristen tetap seperti administrasi kuil. Dalam manfaat bait suci, membaca dengan teliti teks suci adalah titik fokus cinta. Bantuan mendasar dalam gereja mula-mula atau Konfirmasi Baru adalah hari Guru (Kisah Para Rasul 20: 7), n sehubungan dengan administrasi terlepas dari fakta bahwa ada referensi setiap hari di tempat pertama (Kisah Para Rasul 2:46), tidak ada pemberitahuan administrasi untuk merayakan kebangkitan Penguasa Yesus, dalam terjun Esensi Tuhan pada hari Pentakosta. Kasih di rumah para penyembah, keterusterangan adalah tanda dari pelayanan keluarga ini, yang sebagian besar terdiri dari pujian (Efesus 5:19; Kolose 3:16), petisi, pembacaan naskah dan klarifikasi. Makan malam adorasi diikuti dengan Makan Malam Guru (1 Korintu 11: 23-28) juga merupakan hal penting dalam kasih Kristiani. Namun, tampaknya penekanan dari seluruh cinta ada pada Jiwa dan Cinta secara internal, dan pada Hati.
Pertemuan penganut perdan tidak memiliki tempat asmara sendiri-sendiri.
Bagaimanapun, itu tidak berarti bahwa pertemuan itu liar dalam kehidupan dunia lain. Secara kolektif, mereka mendirikan kelompok cinta di rumah mereka (Kisah Para Rasul 2:26; 5:24; 1 Korintus 16: 15,19). Titik fokus cinta
mereka adalah pengakuan akan Yesus Kristus, dan dengan demikian mereka menghadirkan pertemuan masa lalu dengan Yesus. Jadi cinta mereka benar- benar berubah menjadi peringatan atau pembaruan, tentang masa lalu, namun juga tentang apa yang harus mereka hadapi sekarang, sebagai penganut Yesus Kristus. Secara kolektif, mereka mendapatkan tulisan suci sebagai pedoman dan motivasi untuk memahami pekerjaan Tuhan dalam Yesus Kristus, yang menjadi titik fokus pertimbangan mereka. Pertemuan Konfirmasi Baru sebagai individu yang dipilih Tuhan, melayani Tuhan dengan cinta mereka, di mana mereka menerima cinta yang merupakan asosiasi dengan Tuhan, terjadi dengan alasan bahwa Tuhan Sendiri yang ditemukan melalui Yesus Kristus.
Pada masa Konfirmasi Baru, administrasi tempat suci dan tempat ibadah dijalankan. Yesus sendiri mengambil bagian dalam dua tempat kasih (Nyanyian Rohani 1:21, 12: 35-37). Itu tidak mengabaikan cinta adat, namun bertentangan dengan hukum upacara asalkan diikuti secara resmi. Dalam pelajarannya, dia secara umum menekankan bahwa kasih sayang kepada Tuhan adalah kasih yang tulus. Dia meletakkan hukum adorasi atas tindakan Sabat dan penebusan dosa (Matius 5: 23-24, 12: 7-8; Jejak 7: 1-13).
Karenanya, cinta sejati adalah bantuan yang dipersembahkan kepada Tuhan, tidak hanya dalam rasa cinta di tempat suci, tetapi juga dalam rasa administrasi kepada orang lain. Dari sudut pandang cinta dalam Konfirmasi Lama dan Baru, terlihat bahwa cinta adalah cara individu untuk bertemu dengan Tuhan baik secara eksklusif maupun dalam pertemuan. Dalam cinta itu manusia mencari kehendak Allah dalam hidupnya dan lebih jauh lagi metode bagi manusia untuk meminta apa yang dia butuhkan dari pembuatnya.
Seperti yang ditunjukkan oleh Brownlee, cinta adalah sebuah karya atau investasi dalam pekerjaan Tuhan untuk mengubah dan menyelamatkan dunia demi kemuliaan Tuhan. Jadi Tuhan menyambut individu untuk menjadi kaki tangan pelayanan-Nya untuk kehormatan dan kebesaran nama-Nya. Menurt Hoon yang dikutip oleh James White, cinta hanyalah pengungkapan Tuhan kepada orang-orang melalui Yesus Kristus dan orang-orang bereaksi kepadanya melalui mentalitas dan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari yang teratur. Dengan menghormati orang dapat mencerminkan bahwa Tuhan benar-benar menyingkapkan kerabat-Nya. Seperti yang ditunjukkan oleh George Florovsky yang dikutip oleh James White, cinta adalah reaksi manusia terhadap panggilan surgawi melalui kemitraan demonstrasi menakjubkan Tuhan yang datang lingkaran penuh dalam kompromi dengan Kristus. Melalui cinta, individu memastikan bahwa sebagai kelompok jahat mereka membutuhkan pembebasan. Seperti yang diindikasikan oleh Nikos A. Nissiotis sebagaimana dikutip oleh James White, cinta adalah silihan Tuhan dalam Kristus melalui Jiwa-Nya dengan manusia sehingga individu yang pernah berbuat salah akan pergi kepada Tuhan. Jadi, bukanlah orang yang maju dan datang kepada Tuhan melainkan Tuhan yang bekerja melalui Jiwa-Nya.
Menurut Abineno, cinta adalah kerja sama yang dilakukan oleh para penyembah. Mereka berkumpul dan dipanggil bukan untuk mempersembahkan yang sia-sia melainkan untuk menceramahi Injil melalui perkataan dan perbuatan baik kepada Tuhan maupun kepada individu-individu dalam terang fakta bahwa baginya Yesus telah kehilangan dan itu hanya satu waktu untuk semua orang.
Ibadah adalah persekutuan yang dibuat oleh manusia untuk datang memuji dan memuliakan nama Tuhan dan mendengar firman-Nya. Sehingga melalui ibadah, manusia dengan tulus menyapa Tuhan sehingga dalam kehidupan manusia akan merasa bahagia karena Tuhan telah menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya melalui ibadah. Meskipun Tuhan jauh dari sudut pandang manusia, melalui ibadah, manusia secara tidak langsung telah bertemu dengan Tuhan. Ibadah juga merupakan sarana bagi Allah untuk mengungkapkan berkah dan partisipasi-Nya. tetapi karena manusia selalu kekurangan maka mereka mencari jalan keluar lain, dengan menyembah tidak hanya kepada Allah. Manusia terjebak dalam sinkretisme yang membuat mereka tidak hanya beriman kepada Allah semata, tetapi juga mencari hal-hal lain yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan hidup. Berbagi Tuhan dengan orang Israel dari Mesir ke Kanaan adalah bentuk nyata dari berkat- Nya.
B. Ciri-ciri Dewasa Rohani
Perkembangan yang mendalam dicapai dengan menjadi semakin seperti Yesus Kristus. Setelah diselamatkan, setiap orang Kristen memulai interaksi perkembangan yang mendalam, bertekad untuk menjadi sangat berpengalaman. Seperti yang ditunjukkan oleh Messenger Paul, itu adalah interaksi tanpa henti yang tidak pernah berhenti dalam hidup ini. Dalam Filipi 3: 12-14, saat memeriksa informasi lengkap tentang Kristus, dia mengatakan kepada para pelakunya bahwa oleh dan oleh, "ini bukan seolah-olah saya telah mendapatkan ini atau telah menjadi luar biasa, namun saya mengejarnya, di peristiwa yang saya bisa dapatkan juga, karena Anda juga
telah diperoleh oleh Yesus Kristus. Brother sekalian, saya, pada akhirnya, tidak merasa bahwa saya telah mendapatkannya, namun ini adalah spesialisasi saya: Saya gagal mengingat apa yang ada di belakangku dan mengarahkan diriku pada apa yang secara khusus ada di hadapanku, dan berlari menuju tujuan untuk mendapatkan hadiah, yaitu panggilan agung Tuhan di dalam Yesus Kristus ".
Perkembangan Kristen membutuhkan penyesuaian kebutuhan yang sangat besar, berubah dari memuaskan diri sendiri menjadi memuaskan Tuhan dan mencari cara bagaimana tunduk kepada Tuhan. Jalan menuju perkembangan yang mendalam adalah: ketekunan dalam melakukan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Tuhan. Praktik-praktik ini disebut ajaran mendalam dan mencakup hal-hal seperti membaca dan memeriksa Kitab Suci, permohonan, kerja sama, pelayanan, dan penuh perhatian. Terlepas dari apa yang telah diperjuangkan, semuanya tidak akan berhasil secara positif tanpa diaktifkan oleh Esensi Tuhan dari dalam setiap individu. Galatia 5:16 memperingatkan bahwa orang harus "berjalan di dalam Jiwa". "Hidup" dalam bahasa Yunani berarti "berjalan dengan akal". Dalam entri serupa, Paulus mendorong individu untuk "didorong oleh Jiwa". "Didorong" tergantung pada kemungkinan orang membuat langkah. Mencari tahu bagaimana berjalan di bawah bimbingan Esensi Tuhan, dipenuhi dengan Jiwa secara alami akan membawa manusia di bawah kendali Jiwa. Secara progresif sangat dipengaruhi oleh Jiwa Manusia akan melihat produk jiwa yang berkembang dalam hidupnya (Galatia 5: 22-23), ini adalah sifat perkembangan yang mendalam.
Pada titik ketika mereka menjadi orang Kristen, kebutuhan manusia untuk berkembang secara mendalam telah habis. Petrus mengungkapkan kepada kita bahwa "Kekuatan surgawinya telah menawarkan kepada manusia semua yang berharga untuk hidup yang setia melalui informasi tentang Dia, yang telah memanggil manusia dengan kekuatan-Nya yang agung dan agung" (2 Petrus 1: 3). hanya Tuhan yang menjadi aset manusia, dan semua perkembangan berasal dari kelonggaran-Nya, namun orang bertanggung jawab atas persetujuannya. Peter sekali lagi adalah orang yang harus dipahami "karena dengan tegas penjelasan ini Anda harus berusaha sungguh- sungguh untuk menambah kepercayaan diri Anda, kehati-hatian, dan cita-cita informasi, dan informasi yang dikendalikan diri, untuk menjaga kebijaksanaan, dan untuk ketekunan yang setia, dan untuk kesetiaan yang bijaksana. - Saudara kandung, dan untuk kasih sayang kepada saudara dan saudari mencintai semua orang. Karena jika Anda mengambil semua hal ini dalam kelimpahan, Dia akan membuat Anda dinamis dan bermanfaat dalam wawasan Anda tentang Yesus Kristus Penguasa kita "2 Petrus 1 : 5-8.
menjadi sukses dan produktif dalam informasi tentang Penguasa Yesus adalah perwujudan dari perkembangan yang luar biasa.
C. Pengertian Pemuda-Pemudi secara Umum
Definisi utama, pemuda adalah orang yang bila dilihat benar-benar sedang mengalami kemajuan dan secara mental sedang menghadapi pergantian peristiwa yang antusias, sehingga pemuda adalah aset manusia untuk perbaikan baik saat ini maupun nanti. Sebagai pesaing terdepan yang akan
menggantikan masa lalu. Secara universal, WHO menyinggung "Remaja"
dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan yang dewasa 10-19 disebut
"Adolescenea" atau remaja. Tahun Pemuda Sedunia diadakan pada tahun 1985, mencirikan populasi berusia 15-24 tahun sebagai pertemuan remaja.
Definisi selanjutnya, pemuda adalah orang dengan karakter yang unik, bahkan menggelora dan idealis namun tidak memiliki kendali nafsu yang stabil. Anak-anak muda menghadapi masa perubahan sosial dan sosial.
Kemudian, sesuai rancangan undang-undang remaja, remaja adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Mengenai usia, masa muda adalah saat pergantian peristiwa organik dan mental. Karenanya, anak muda secara konsisten memiliki berbagai kerinduan dari cita-cita masyarakat ketika segala sesuatu dikatakan dilakukan. Dari sudut pandang yang menggembirakan, keinginan yang berubah ini dikenal sebagai jiwa perubahan. Dalam bahasa Indonesia anak muda disebut juga dengan usia muda dan anak muda. Secara teratur kata-kata remaja, remaja, atau remaja memiliki definisi yang berbeda.
Arti pemuda di atas pada tingkat yang lebih besar adalah definisi khusus yang bergantung pada klasifikasi usia, sementara definisi yang berbeda lebih mudah beradaptasi. dimana remaja, usia muda, remaja adalah individu yang memiliki jiwa transformatif dan reformis.
Macam-macam pemuda dikaji dari perannya dalam masyarakat
1.Jenis anak muda yang berantakan, anak muda yang lebih memilih untuk tidak memegang prinsip dan menjalankannya secara subyektif, membutuhkan kesempatan untuk diri mereka sendiri dan memutuskan keinginan mereka sendiri.
2. Jenis remaja berbahaya ini, yang tidak dibutuhkan oleh anak-anak muda ini, tidak tertarik dan tidak berencana untuk mencapai perubahan di mata atau budaya publik, melainkan berusaha untuk mengambil keuntungan dari masyarakat dengan memanfaatkan kegiatan yang mereka anggap berharga bagi diri mereka sendiri. merugikan masyarakat.
3.Jenis kaum muda ekstremis, remaja revolusioner yang ingin mencapai perubahan progresif. Mereka kecewa, tidak dapat menerima situasi yang mereka hadapi dan karenanya berusaha untuk secara lisan atau menindaklanjuti pengaturan yang berlarut-larut mengingat kondisi berubah sekarang.
4. Jenis anak muda yang taat, anak muda yang secara konsisten perilakunya saat ini secara konsisten berpegang teguh pada agamanya. Lakukan aturan- Nya dan hindari pembatasan-Nya.
Masalah anak muda
Masalah remaja adalah masalah yang terus-menerus mampu dilakukan oleh setiap usia sesuai dengan usia yang lebih berpengalaman. Masalah yang dialami biasanya diidentifikasikan dengan kualitas dalam masyarakat.
Masalah remaja lainnya adalah bahwa ia tidak otonom secara moneter dan secara mental remaja.
Kebenaran anak muda
Anak muda adalah tahap dalam perkembangan alami individu yang cepat dan akan lenyap tanpa bantuan orang lain sesuai dengan hukum organik. Anak- anak muda sering dilihat sebagai sebuah perkumpulan yang memiliki
keinginan sendiri yang bertentangan dengan tujuan masyarakat atau lebih tepatnya keinginan dari orang-orang yang lebih mapan. Sehingga muncul isu- isu yang tidak sesuai dengan keinginan para jaman yang lebih kawakan, hal ini memicu bentrokan seperti perkelahian, baik secara lugas maupun sembunyi-sembunyi.
Dalam pendekatan gaya lama, ada celah antara usia yang lebih muda dan yang lebih berpengalaman karena adanya dua anggapan mendasar tentang anak muda, khususnya.
1. siklus kemajuan manusia dianggap terpisah-pisah atau terbagi. Setiap perbaikan harus dilihat oleh orang-orang itu sendiri, sehingga perilaku anak- anak dan remaja dianggap sebagai gelombang kecil yang tidak relevan dalam perjalanan eksistensi manusia. Selanjutnya usia dewasa dipandang sebagai makhluk hidup yang dibandingkan dengan kehidupan individu.
2. Ada anggapan bahwa memiliki contoh cukup banyak dikendalikan oleh spekulasi yang ditujukan oleh usia yang lebih mapan yang berlindung di balik adat. Anak muda dianggap sebagai objek pemanfaatan desain kehidupan dan bukan sebagai subjek yang memiliki kualitasnya sendiri.
Mata pelajaran anak muda memiliki kualitasnya masing-masing dalam mendukung dan menggerakkan hidup berdampingan. Dalam metodologi ini, para pemuda, semakin muda usianya dan selanjutnya semakin berpengalaman usianya berada dalam status yang sama atau dalam solidaritas ilmu hidup. Segala kewajiban yang menyangkut kesejahteraan, bantuan pemerintah, keterpaduan masa kini dan masa depan, perbedaannya hanya terletak pada tingkat penyuluhan dan tugasnya saja. '' () Semakin
mapan usia berkewajiban untuk mengontrol usia yang semakin muda sebagai pengganti untuk menerima kewajiban yang semakin kompleks, sedangkan usia yang semakin muda bertanggung jawab untuk menyiapkan diri untuk mengisi situasi usia yang semakin matang yang semakin rapuh.
D. Pandangan Alkitab tentang Pemuda-pemudi
Generasi muda digambarkan sebagai pelari estafet yang merentangkan lengan ke belakang dan menunggu, siap menerima tongkat pendek yang akan segera sampai di tangannya. Kelanjutan suatu gerakan hanya dapat terjadi jika tongkat estafet berhasil disambut dan diteruskan oleh pemuda.
Alkitab memberikan gambaran yang sangat transparan, lengkap dengan semua kekuatan dan kelemahan anak muda. Ada sejumlah nasihat, prinsip dan tuntutan yang diberikan Alkitab kepada orang muda, biarlah semua yang ada di dalam Alkitab diperhatikan, berdoa, dan menjalankan peran dan tanggung jawab mereka sebagai pemuda Kristen.
1. kekuatan dan fondasi hidup
Pengkhotbah 11: 9, bersoraklah, anak muda, di masa kecil Anda, biarkan hati Anda merayakan di masa kecil Anda, dan tunduk pada kerinduan Anda yang terdalam, bagaimanapun menyadari bahwa karena setiap hal ini Tuhan akan berurusan dengan Anda! Lebih lanjut, dalam Aksioma 20:29, desain seorang anak muda adalah solidaritasnya, dan keindahan seorang lansia adalah rambut peraknya. Pada masa remaja inilah manusia mengalami kemajuan dari masa remaja hingga dewasa. Ini adalah titik di mana seorang individu memiliki kemajuan pesat dalam penalaran unik, pengungkapan
karakter diri secara mental, dan kerinduan untuk hidup mandiri. Ini adalah titik di mana seseorang dipenuhi dengan kekuatan dan esensi, sama seperti menghadapi prahara, bentrokan, dan stres. Ini adalah periode dalam keberadaan manusia ketika bagian dari kekuatan yang sebenarnya ternyata sangat dominan. Buku Sila dengan jelas mengungkapkan bahwa kekuatan ini luar biasa bagi anak-anak. Tak heran jika hal ini akhirnya menjadi modal dasar bagi anak muda untuk menyelidiki, mencoba hal-hal baru, dan berdiskusi dengan kuat dengan orang-orang di sekitarnya, terutama teman-temannya.
Sejak saat itu, anak-anak muda dapat lebih mengenal diri sendiri, termasuk semua kapasitas, bakat, dan kekurangan terpendam mereka serta mengarang gagasan tentang kebenaran iklim di sekitar mereka.
Kitab Pengkhotbah telah memberikan peringatan bahwa eksistensi anak muda akan sengit, kerinduan hati dan mata. Dikombinasikan dengan dorongan kuat untuk meminta kesempatan yang pada umumnya akan memicu keganasan sering ditemukan di hati dan mulut anak-anak. Ini terlihat jelas oleh penginjil, jadi dia melanjutkan sehingga anak-anak muda harus tahu bahwa semua yang dia lakukan, dia akhirnya harus bertanggung jawab di bawah pengawasan pengadilan Tuhan. Kekuatan dan peluang kesempatan yang begitu tak terduga pada anak-anak harus dikendalikan dengan kesadaran akan kehangatan kemarahan Tuhan dan keagungan takhta penghakiman- Nya. Dari sudut pandang Amsal 22, masa muda adalah masa kritis di mana seseorang menetapkan landasan, jalan, dan arah hidupnya. Inilah saatnya seseorang harus menerima semua ajaran dan prinsip kebenaran yang akan dipegang erat selama sisa hidupnya. Jika masa ini diisi dengan segala hal yang bernilai, berbobot, dan berkualitas, maka arah hidup seseorang akan