KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 255 TAHUN 2020
TENTANG
TATA CARA PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL KEDALAM JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN ASISTEN
INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN MELALUI PENYESUAIAN (INPASSING)
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan formasi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan perlu dilakukan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui penyesuaian/inpassing;
b. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 55 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 56 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan tata cara pengangkatan jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada huruf a
ditetapkan oleh Instansi Pembina;
- 2 -
c. berdasarkan pertimbangan sebagaimana maksud pada huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan Melalui Penyesuaian / Inpassing;
Mengingat 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956);
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 121, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5258);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 68);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 77)
8. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 8);
Menetapkan
PERTAMA
KEDUA
9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 122 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1756);
10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 55 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1481);
11. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 56 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor
1482);
12. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 834);
MEMUTUSKAN:
: KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG TATA CARA PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL KEDALAM JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN MELALUI PENYESUAIAN (INPASSING).
: Menetapkan Tata Cara Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan Dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan Melalui Penyesuaian (Inpassing) sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
: Penilaian Angka Kredit, kenaikan pangkat dan jabatan setelah pemberlakuan penyesuaian (inpassing), dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang- undangan.
- 4 -
KETIGA Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui penyesuaian (inpassing) dilaksanakan selambat-lambatnya pada tanggal 25 Oktober 2020.
KEEMPAT Direktur Jenderal Perhubungan Udara melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Keputusan Menteri ini.
KELIMA Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 September 2020
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
ttd.
BUDI KARYA SUMADI
SALINAN Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara;
2. Sekretaris Jenderal;
3. Inspektur Jenderal;
4. Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi;
5. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;
6. Direktur Keamanan Penerbangan;
7. Para Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara.
- 6 -
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR KM 255 TAHUN 2020 TENTANG
TATA CARA PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL KEDALAM JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN MELALUI PENYESUAIAN (INPASSING)
A. Latar Belakang
BAB I
PENDAHULUAN
Kebijakan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui Penyesuaian/Inpassing pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara merupakan salah satu upaya pengembangan karier, profesionalisme, dan peningkatan kinerja organisasi, serta guna memenuhi kebutuhan jabatan fungsional. Kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya penataan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui penyesuaian/inpassing tersebut harus dilakukan secara objektif dan selektif, sehingga meningkatkan kemampuan profesionalismenya.
Pegawai Negeri Sipil yang telah dan masih menjalankan tugas Inspektur Penerbangan berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang, akan dilakukan pengangkatan melalui penyesuaian/inpassing kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan. Kebijakan penyesuaian /inpassing ini didasari oleh pertimbangan kebutuhan organisasi akan formasi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan pada instansi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I sampai dengan X sebagaimana terdapat dalam e-Formasi dan disesuaikan dengan peta jabatan yang tersedia dari instansi masing-masing.
Dengan kebijakan penyesuaian/inpassing ini maka kegiatan Inspektur Penerbangan yang telah dilaksanakan oleh Pegawai Negeri Sipil diberikan pengakuan/penghargaan. Selain itu bagi Pegawai Negeri Sipil yang selama ini telah bekerja dan melakukan kegiatan pengaturan, pengendalian, pengawasan dan investigasi di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya atau pelayanan darurat, tetapi belum memperoleh jabatan fungsional, melalui kebijakan ini diberikan kesempatan untuk menjadi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan.
B. Tujuan
Tujuan yang akan dicapai dengan adanya pedoman ini adalah:
1. Memberikan suatu petunjuk standar mengenai penyesuaian/
inpassing bagi Pegawai Negeri Sipil yang selama ini telah bekerjadan melakukan kegiatan pengaturan, pengendalian, pengawasan dan investigasi bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat, tetapi belum memperoleh jabatan fungsional dan berkeinginan untuk menjadi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan atau Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan; dan
2. Memberikan petunjuk penyelenggaraan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan atau Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui penyesuaian/ inpassing, yang meliputi proses pengusulan, uji kompetensi, rekomendasi dan pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan atau Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan.
- 8 -
C. Pengertian Umum
1. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat dengan PNS adalah Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
2. Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan yang selanjutnya disingkat JFIKP adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan pembinaan teknis pengaturan, pengendalian, pengawasan dan investigasi bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat.
3. Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan yang selanjutnya disingkat JFAIKP adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan teknis pengaturan, pengendalian, pengawasan dan investigasi di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya atau pelayanan darurat.
4. Pejabat Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan yang selanjutnya disebut Inspektur Keamanan Penerbangan adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melakukan pembinaan teknis di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya atau pelayanan darurat.
5. Pejabat Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan yang selanjutnya disebut Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh Pejabat yang Berwenang untuk melakukan pengelolaan teknis di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat.
6. Keamanan Penerbangan adalah suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari tindakan melawan hukum
melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas, dan prosedur.
7. Barang berbahaya adalah barang atau bahan yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan, harta benda dan lingkungan.
8. Kargo adalah setiap barang yang diangkut oleh pesawat udara selain benda pos, barang kebutuhan pesawat yang habis pakai, dan bagasi yang tidak ada pemiliknya atau bagasi yang salah penanganan.
9. Penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya adalah kegiatan keselamatan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya dengan pesawat udara.
10. Pelayanan Darurat adalah kegiatan terkait dengan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), peralatan pemindah pesawat udara yang rusak (salvage) dan rencana penanggulangan keadaan darurat (Airport Emergency Plan/AEP).
11. Instansi Pembina JF Inspektur Keamanan Penerbangan dan JF Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan yang selanjutnya disebut Instansi Pembina adalah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang selanjutnya dalam pedoman ini disingkat Kementerian Perhubungan.
12. Kepala Instansi Pembina JF Inspektur Keamanan Penerbangan dan JF Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan yang selanjutnya disebut Kepala Instansi Pembina adalah Menteri Perhubungan.
13. Angka Kredit dalam penyesuaian/inpassing adalah satuan nilai kumulatif yang diperoleh seorang Calon Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan dari hasil seleksi yang ditetapkan oleh Tim Penilai untuk penyesuaian/inpassing dalam JFIKP dan JFAIKP.
14. Menteri adalah Menteri Perhubungan
15. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara 16. Direktur adalah Direktur Keamanan Penerbangan, Direktur
Bandar Udara atau Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara
17. Kepala Kantor adalah Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara
- 1 0 -
18. Direktorat Jenderal adalah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
19. Direktorat adalah Direktorat Keamanan penerbangan, Direktorat Bandara Udara atau Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara.
20. Unit kerja yang membidangi kepegawaian di bawah Direktorat Jenderal yang selanjutnya disebut dengan unit kerja kepegawaian adalah bagian kepegawaian dan organisasi.
BAB II
KETENTUAN DASAR DAN PERSYARATAN INPASSING
A. Ketentuan Dasar
Pengangkatan Kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan (JFIKP) dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan (JFAIKP) ditujukan :
a. bagi PNS yang memiliki pengalaman dan masih melaksanakan tugas di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berdasarkan keputusan Direktur Jenderal;
b. bagi PNS yang selama ini telah bekerja dan melakukan kegiatan pengaturan, pengendalian, pengawasan dan investigasi bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat yang belum ditetapkan dalam keputusan Direktur Jenderal.
B. Persyaratan
1. Pengangkatan JFIKP dan JFAIKP melalui Penyesuaian/ inpassing wajib memenuhi persyaratan sesuai dengan jenjangnya.
2. Persyaratan pengangkatan JFIKP melalui Penyesuaian/ inpassing sebagai berikut :
a. berstatus PNS;
b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;
c. sehat jasmani dan rohani;
d. berijazah paling rendah S-l (Strata-Satu)/D-4 (Diploma-Empat);
e. memiliki pengalaman di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat paling kurang 3 (tiga) tahun;
f. memiliki sertifìkat sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Inspector Training System (ITS) di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat;
g. nilai prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
h. mengikuti dan lulus uji Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural.
3. Persyaratan pengangkatan JFAIKP melalui Penyesuaian/ inpassing sebagai berikut :
a. berstatus PNS;
b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;
c. sehat jasmani dan rohani;
d. berijazah paling rendah Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat;
e. memiliki pengalaman di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat paling kurang 2 (dua) tahun;
f. memiliki sertifìkat sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Inspector Training System (ITS) di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat;
g. nilai prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
h. mengikuti dan lulus uji Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural.
BAB III
TAHAPAN INPASSING
A. Proses Pengumuman
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menyampaikan surat pemberitahuan pelaksanaan Pengangkatan kedalam Jabatan
- 12 -
Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui Penyesuaian/Inpassing kepada Direktur dan Kepala Kantor.
Adapun informasi yang dicantumkan dalam surat pemberitahuan tersebut paling kurang memuat:
1. Persyaratan Pengangkatan 2. Dokumen data dukung
3. Jadwal dan tahapan pelaksanaan
B. Proses Pengusulan
1. Pengusulan PNS ke dalam JFIKP dan JFAIKP melalui jalur Penyesuaian/inpassing dilakukan oleh Direktur atau Kepala Kantor kepada Direktur Jenderal melalui unit kerja kepegawaian.
2. Pengusulan sebagaimana tersebut harus dilengkapi data dukung sekurang-kurangnya :
a. Fotokopi Ijazah Terakhir yang telah dilegalisir;
b. Fotokopi Keputusan tentang Pangkat Terakhir;
c. Fotokopi Surat Keputusan Jabatan terakhir;
d. Fotokopi Sasaran Kerja Pegawai terakhir;
e. Surat Keterangan Sehat;
f. Formulir Daftar Riwayat Hidup (DRH);
g. Formulir Rekomendasi Pengusulan dari Direktur bagi pegawai dilingkungan unit kerja Direktorat dan Kepala Kantor bagi pegawai dilingkungan Unit Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara h. Fotokopi Surat Keputusan Penetapan sebagai Inspektur
Penerbangan, bagi PNS yang sudah ditetapkan menjadi Inspektur Penerbangan;
i. Fotokopi Penilaian Prestasi Kerja Pegawai 2 (dua) tahun terakhir.
3. Format Formulir sebagaimana dimaksud pada butir 2 huruf f dan g diatas tercantum dalam BAB IV huruf A dan B.
C. Pembentukan tim seleksi
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membentuk tim Pelaksana Pengangkatan kedalam Jabatan Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan.
Tim Pelaksana Pengangkatan PNS kedalam Jabatan Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan terdiri dari 1. Tim Seleksi Administrasi yang beranggotakan beberapa personil
kompeten dari unit kerja bidang kepegawaian bersama direktorat 2. Tim Penguji beranggotakan beberapa personil kompeten dari
direktorat yang terdiri dari 3 (tiga) unsur, yaitu : a. Tim Penilai;
b. Tim Uji Tertulis;
c. Tim Pewawancara.
3. Tim Penilai bertugas melakukan penilaian terhadap Portofolio.
4. Tim Uji Tertulis bertugas menyiapkan soal/pertanyaan tertulis dan melakukan penilaian terhadap uji tertulis.
5. Tim Pewawancara bertugas melakukan wawancara dan memberikan penilaian terhadap uji wawancara.
D. Seleksi Administrasi
1. Data dukung sebagaimana dimaksud dalam butir 2 (dua) dilakukan seleksi administrasi oleh unit kerja kepegawaian bersama Direktorat sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
2. PNS yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti uji kompetensi.
E. Uji Kompetensi
1. PNS yang akan diangkat dalam JFIKP dan JFAIKP melalui Penyesuaian/inpassing harus mengikuti dan lulus Uji Kompetensi.
2. Uji kompetensi diselenggarakan dan dikoordinasikan oleh unit kerja kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
3. Uji kompetensi dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai:
a. Kompetensi teknis;
b. Kompetensi manajerial;
- 14 -
c. Kompetensi sosio kultural.
4. Pelaksanaan Uji kompetensi dilaksanakan melalui : a. Portofolio; atau
b. Uji tertulis dan wawancara.
5. Pelaksanaan Uji Kompetensi melalui Portofolio dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Uji kompetensi melalui Portofolio diperuntukan bagi PNS yang memiliki pengalaman dan masih melaksanakan tugas di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berdasarkan keputusan Direktur Jenderal.
b. Penilaian uji kompetensi melalui portofolio dilakukan melalui penilaian dokumen berupa :
1) Fotokopi sertifikat Inspector Training System (ITS), Surat Keputusan Instruktur On thè Job Training (OJT) ITS, Surat Keputusan OJT Program Manager ITS atau Surat Keputusan Manager Training ITS;
2) Bukti pelaksanaan kegiatan pengaturan, pengendalian dan/atau pengawasan
c. Penilaian dokumen portofolio dilakukan melalui evaluasi dengan batas kelulusan jika dokumen portofolio lengkap dan memenuhi persyaratan sesuai dengan jenjang jabatannya.
6. Pelaksanaan Uji Kompetensi melalui Uji Tertulis dan Wawancara dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Pelaksanaan uji kompetensi melalui uji tertulis dan wawancara diperuntukkan bagi PNS yang selama ini telah bekerja dan melakukan kegiatan pengaturan, pengendalian, pengawasan dan investigasi bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat yang belum ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal.
b. Uji tertulis dilakukan dengan menilai kemampuan Calon Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan dalam memberikan jawaban uraian
secara tertulis terhadap soal-soal yang sudah tersedia sesuai dengan format pertanyaannya.
c. Uji tertulis memuat materi pemahaman regulasi, perencanaan, persiapan administrasi teknis, pelaksanaan kegiatan, pelaporan, monitoring kegiatan pengaturan, pengendalian, pengawasan dan investigasi.
d. Wawancara dilakukan melalui proses percakapan formai antara Tim Pewawancara dengan Calon Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan dimana Tim Pewawancara memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh Calon Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan.
e. Wawancara memuat materi pemahaman regulasi, kemampuan komunikasi baik tertulis maupun lisan, pengumpulan dan pengolahan data, evaluasi dan analisa tindak lanjut, kepribadian dan operasional.
f. Penilaian uji kompetensi melalui Uji tertulis dan Uji Wawancara dilaksanakan berdasarkan total nilai pembobotan yang terdiri dari:
1) Uji Tertulis sebesar empat puluh per seratus;
2) Uji Wawancara sebesar enam puluh per seratus
g. Penilaian Uji Tertulis dan Wawancara dilakukan menggunakan penilaian dengan Batas Nilai Kelulusan > 80.
F. Hasil Uji Kompetensi dan Penetapan Angka Kredit
1. Hasil Uji Kompetensi PNS yang dinyatakan lulus dituangkan di dalam berita acara yang ditetapkan oleh Ketua Tim Pelaksana Pengangkatan dalam jabatan Fungsional Inspektur Keamanan penerbangan dan Asisten inspektur Keamanan Penerbangan dan dilaporkan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Sesditjen Hubud
2. PNS yang dinyatakan tidak lulus dalam uji kompetensi dapat diberikan 1 kali kesempatan kedua uji kompetensi dengan memperhatikan batas waktu pengangkatan yang sudah ditetapkan dan harus diusulkan kembali.
- 16 -
3. PNS yang tidak lulus dalam uji kompetensi pada kesempatan kedua, dapat diusulkan menjadi Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui proses pengangkatan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang- undangan.
4. Berita acara kelulusan hasil uji kompetensi digunakan sebagai dasar pemberian usulan pengangkatan Calon Inspektur Keamanan Penerbangan dan Calon Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan yang diusulkan oleh Direktur.
5. Format Berita Acara kelulusan hasil Uji Kompetensi Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan tercantum dalam BAB IV huruf C.
6. Penetapan Angka Kredit (PAK) mengacu kepada penentuan prediksi penjenjangan berdasarkan ijazah yang setingkat dan masa kepangkatan dalam pangkat terakhir.
7. Angka Kredit Kumulatif untuk penyesuaian (inpassing) sebagaimana tercantum dalam BAB IV huruf D
8. Masa kepangkatan dalam pangkat terakhir untuk Penyesuaian/inpassing dihitung dalam pembulatan sebagai berikut : a. kurang dari 1 (satu) tahun, dihitung kurang 1 (satu) tahun;
b. 1 (satu) tahun sampai dengan kurang dari 2 (dua) tahun, dihitung l(satu) tahun;
c. 2 (dua) tahun sampai dengan kurang dari 3 (tiga) tahun, dihitung 2(dua) tahun;
d. 3 (tiga) tahun sampai dengan kurang dari 4 (empat) tahun, dihitung 3 (tiga) tahun; dan
e. 4 (empat) tahun atau lebih, dihitung 4 (empat) tahun
9. Format penetapan angka kredit sebagaimana tercantum dalam BAB IV huruf E.
G. Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional
1. Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional dilaksanakan berdasarkan kebutuhan jabatan fungsional dan peta jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan.
2. Direktur mengusulkan pengangkatan JFIKP dan JFAIKP berdasarkan Berita Acara Kelulusan Uji Kompetensi kepada Direktur
Jenderal Perhubungan Udara melalui Sekretaris Dircktorat Jenderal Perhubungan Udara.
3. Direktur Jenderal Perhubungan Udara mengusulkan pengangkatan JFIKP jenjang Ahli Madya kepada Menteri Perhubungan melalui
Sekretaris Jenderal
4. Direktur Jenderal Perhubungan Udara menetapkan Keputusan Pengangkatan JFIKP jenjang Ahli Muda dan Ahli Pertama.
5. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan KeputusanPengangkatan JFAIKP
H. Pelaporan
Pelaksanaan pengangkatan JFIKP dan JFAIKP melalui penyesuaian (inpassing) dilaporkan kepada :
a. Menteri Perhubungan
b. Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi ; dan c. Kepala Badan Kepegawaian Negara.
- 18 -
BAB IV
LAM PI RAN - LAM PI RAN
A. FORMAT DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. Keterangan
1. Nama Lengkap : ...
2. NIP : ...
3. Pangkat/gol. Ruang : ...
4. Tempat dan tanggal lahir : ...
5. Pendidikan terakhir : ...
6. Instansi : ...
7. Alamat : ...
8. No. Telepon : ...
9. E-mail : ...
II. Riwayat Pendidikan
NO JENJANG
NAMA SEKOLAH/
PERGURUAN TINGGI
JURUSAN/
PROGRAM STUDI
TAHUN LULUS
1 2 3 dst
III. Kursus/Pelatihan di dalam dan di luar negeri
NO NAMA
KURSUS
LAMANYA PELATI HAN
TEMPAT
PELATIHAN TAHUN 1
2 3 dst
IV. Riwayat Jabatan Struktural
NO NAMA
JABATAN ESELON NOMOR
KEPUTUSAN
T.M.T JABATAN 1
2 3 4 5 dst
V. Riwayat Jabatan Fungsional
NO NAMA
JABATAN ESELON NOMOR
KEPUTUSAN
T.M.T JABATAN 1
2 3 4 5 dst
VI. Tanda Jasa/Penghargaan
NO
NAMA TANDA JASA/
PENGHARGA AN
NOMOR KEPUTUSAN
TAHUN PEROLEHAN
NAMA NEGARA/
INSTANSI YANG MEMBERI
KAN 1
2 3 dst
- 20 -
VII. Daftar Karya Tulis Ilmiah
NO JUDUL PUBLIKASI TAHUN
1 2 3 dst
Vili. Pengalaman Kerja di Bidang bidang keamanan penerbangan,
penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat*)
N O
PEKER JAAN / KEGIATAN JABATAN TAHUN
1 2 3 ..d
st
Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sesungguhnya sebagaimana bukti pendukung terlampir, dan apabila di kemudian hari terdapat keterangan yang tidak benar saya bersedia menerima segala tindakan yang diambii oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan.
... , ...
2020Yang Membuat
(...
NIP.
)
B. FORMAT FORMULIR REKOMENDASI PIMPINAN UNIT KERJA
KOP UNIT KERJA
FORMULIR REKOMENDASI PIMPINAN UNIT KERJA
UNTUK MEMANGKU JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN / JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN
PENERBANGAN*)
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
NIP :
Instansi : Direktorat Keamanan Penerbangan/
Direktorat Bandar Udara/Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara/ Kantor Otoritas Bandar Udara W ilayah.... *>
Jabatan : Direktur/ Kepala Kantor*)
Merekomendasikan : Nama
NIP
Pangkat/Gol.Ruang TMT Instansi / Unit kerja
telah memiliki pengalaman kerja atau jabatan di bidang keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan kargo dan/atau barang berbahaya, atau pelayanan darurat*)selama ... (.... ) tahun dan berpendidikan ... . untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan / Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan*).
Tempat.... , Tanggai...
DIREKTUR/ KEPALA KANTOR*)
( ... )
N IP ...
Catatan :
*) Coret yang tidak perlu
- 22 -
C. FORMAT BERITA ACARA KELULUSAN HASIL UJI KOMPETENSI
BERITA ACARA KELULUSAN HASILUJI KOMPETENSI PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGANMELALUI PENYESUAIAN/
INPASSING
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TAHUN 2020 Nomor :
Pada hari ini, ... tanggal , bulan ... tahun ... , bertempat di Bagian Kepegawaian dan Organisasi telah dilaksanakan Sidang Kelulusan Hasil Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan PenerbanganBidang Keamanan Penerbangan, Penanganan Pengangkutan Kargo dan/atau Barang Berbahaya atau Pelayanan darurat*) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2020.
1. Dasar Pelaksanaan Sidang yang dilaksanakan kepada Calon Pemangku Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan mengacu pada:
a. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 55 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan
b. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 56 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan;
c. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia nomor 32 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan
d. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia nomor 33 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan;
e. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM... Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan Melalui Penyesuaian (Inpassing).
f. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor .... Tahun 2020 tentang Tim Pelaksana Seleksi Pengangkatan PNS kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan PenerbanganBidang Keamanan Penerbangan, Penanganan Pengangkutan Kargo dan/atau Barang Berbahaya atau Pelayanan darurat*) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2020
2. Komponen Sidang meliputi:
a. Berita Acara HasilSeleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2020 nomor... tanggal...
b. Berita Acara Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2020 nom or... tanggal...
c. Penilaian dokumen portofolio dilakukan melalui evaluasi dengan batas kelulusan jika dokumen portofolio lengkap dan memenuhi persyaratan sesuai dengan jenjang jabatannya
d. Penilaian uji kompetensi melalui Uji tertulis dan Uji Wawancara dilaksanakan berdasarkan total nilai pembobotan yang terdiri dari:
1. Uji Tertulis sebesar empat puluh per seratus;
2. Uji Wawancara sebesar enam puluh per seratus
e. Penilaian Uji Tertulis dan Wawancara dilakukan menggunakan penilaian dengan Batas Nilai Kelulusan > 80
3. Setelah diadakan rekapitulasi penilaian terhadap pelaksanaan Uji tersebut diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Jumlah pegawai yang mengikuti Seleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan sebanyak ... (...) orang;
b. Jumlah pegawai yang mengikuti Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui Portofolio sebanyak... (...) orang
- 24 -
c. Telah dilakukan penilaiandokumen Portofolio sebagaimana daftar nilai terlampir sehingga Pegawai yang dinyatakan lulus sebanyak ... (...) orang dan pegawai yang dinyatakan tidak lulus sebanyak ... (...) orang sebagaimana daftar terlampir
d. Jumlah pegawai yang mengikuti Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan melalui Uji tertulis dan wawancara sebanyak ...
(... ) orang sebagaimana daftar terlampir;
e. Telah dilakukan rekapitulasi penilaianUji Tertulis dan Wawancara sebagaimana daftar nilai terlampir sehingga Pegawai yang dinyatakan lulus sebanyak ... (... ) orang dan pegawai yang dinyatakan tidak lulus sebanyak ... (...) orang sebagaimana daftar terlampir
f. Peserta yang telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi berhak diangkat dalam Jabatan Inspektur Keamanan Penerbangan atau Asisten Inspektur Penerbangan melalui Penyesuaian / Inpassing dengan mempertimbangkan kebutuhan jabatan fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan sesuai ketentuan peraturan perundang undangan
g. Peserta yang dinyatakan tidak lulus uji komptensi dapat diberikan kesempatan kedua uji kompetensi dengan memperhatikan batas waktu pengangkatan yang telah ditetapkan
Demikian Berita Acara Sidang Kelulusan Hasil Uji Kompetensi ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, ...
TIM PELAKSANA SELEKSI PENGANGKATAN PNS KEDALAM JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN ASISTEN
INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN,
NO NAMA TANDA TANGAN
1 . 1 .
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. dst....
bampiran 1 Berita Acara Kelulusan Hasil Uji Kompetensi
DAFTAR NAMA PEGAWAI YANG MENGIKUTI UJI KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN
ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN
NOMOR NAMA NIP PANGKAT GOL UNIT KERJA
1 2
3 Dst....
Jakarta
KETUA TIM PELAKSANA SELEKSI PENGANGKATAN PNS KEDALAM JABATAN FUNGSIONALINSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN
ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN
( )
NIP
PANGKAT/ GOL
Lampiran II Berita Acara Hasil Kelulusan Uji Kompetensi
REKAPITULASI HASUL PENILAIAN UJI KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN
Bidang Keamanan Penerbangan, Penanganan Pengangkutan Kargo dan/atau Barang Berbahaya atau Pelayanan darurat*)
N O N A M A N IP P A N G K A T G O L U N IT
K E R J A
U S U L A N
J E N J A N G P O R T O F O L I O
T E S T E R T U L I S D A N W A W A N C A R A
P E M B O B O T A N T O T A L
N IL A I( S E B U T A N K E T E R A N G A N
T E R T U L I S W A W A N C A R A T E R T U L I S (...% )
W A W A N C A R A ( ...% )
1
2
Jakarta
KETUA TIM PELAKSANA SELEKSI PENGANGKATAN PNS KEDALAM JABATAN FUNGSIONALINSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN DAN
ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN
(...
NIP
)
PANGKAT/ GOL
1. JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN
No Gol Ruang
Ijazah/Sttb Yang Setingkat
Angka Kredit Dan Masa Kepangkatan
< 1 Tahun
1 Tahun
2 Tahun
3 Tahun
>4 Tahun
1 III/a S-l/D-4 100 112 125 137 148
2 Ill/b S-l/D-4 150 162 174 186 197
S-2 150 163 177 188 199
3 III/c
S-l/D-4 200 224 247 271 294
S-2 200 226 249 273 296
S-3) 200 228 251 275 298
4 III/d
S-l/D-4 300 322 345 368 391
S-2 300 325 347 370 393
S-3 300 327 349 372 395
5 IV/a
S-l/D-4 400 434 468 502 536
S-2 400 437 471 505 539
S-3 400 440 474 508 542
6 IV/b
S-l/D-4 550 584 618 652 686
S-2 550 587 621 655 689
S-3 550 590 624 658 692
7 IV/c S-l/D-4 s.d
S-3 700 700 700 700 700
- 29 -
2. JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN
No Gol Ruang
Ijazah/Sttb Yang Setingkat
Angka Kredit Dan Masa Kepangkatan
< 1 Tah
un
1 Tahun
2 Tahun
3 Tahun
>4 Tahun
1
2
Il/b
II/c
SMA /
Sederajat 40 43 47 52 57
Diploma II 40 44 48 53 58
SLTA 60 63 68 73 77
Diploma II 60 64 69 74 78
Diploma III 60 65 70 75 79
3 II/d
SMA /
Sederajat 80 83 87 92 97
Diploma II 80 84 88 93 98
Diploma III 80 85 89 94 99
4 III/a
SMA /
Sederajat 100 110 121 132 144
Diploma II 100 111 122 133 145
Diploma III 100 112 123 134 146
5 III/b
SMA /
Sederajat 150 161 172 183 195
Diploma II 150 162 173 184 196
Diploma III 150 163 174 185 197
6 III/c
SMA /
Sederajat 200 221 244 268 290
Diploma II 200 222 245 269 291
Diploma III 200 223 246 270 292
7 Ill/d
SMA / Diploma II
/Diploma III
300 300 300 300 300
PENETAPAN ANGKA KREDIT
JABATAN FUNGSIONAL INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN/JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN INSPEKTUR KEAMANAN PENERBANGAN
NOMOR :...
Instansi : ...
Masa penilaian tanggal : ... s.d I. KETERANGAN PERORANGAN
1. Nama 2. NIP
3. Nomor seri Kartu Pegawai 4. Pangkat/ Gol / Ruang/TMT 5. Tempat Tanggal Lahir 6. Jenis kelamin
7. Pendidikan Tertinggi 8. Jabatan/TMT
II. PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMA BARU JUMLAH
1. Unsur Utama
a. (1). Pendidikan Formai dan Mencapai Gelar Ijazah
(2) Pendidikan dan Latihan dan Mendapat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP)
b. Pembinaan Teknis Keamanan Penerbangan, Penanganan Pengangkutan Kargo dan/atau barang berbahaya atau pelayanan darurat c. Pengembangan Profesi
Jumlah Unsur Utama 2. Unsur Penunjang
JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG
III.
Dapat dipertimbangkan untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan/Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan padajenjang...
Jakarta,
An Menteri Perhubungan,
Direktur Jenderal Perhubungan Udara / Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
- 31 -
BAB V PENUTUP
Tata Cara Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Kedalam Jabatan Fungsional Inspektur Keamanan Penerbangan dan Jabatan Fungsional Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan Melalui Penyesuaian/Inpassing ini ditetapkan untuk menjadi panduan dalam proses pengangkatan JFIKP dan JFAIKP dalam rangka memenuhi kebutuhan jumlah inspektur penerbangan yang sesuai dengan kompetensinya.
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
BUDI KARYA SUMADI