• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN. A. Gambaran umum SMP Negeri 02 Tulis Batang. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 02 Tulis Batang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN. A. Gambaran umum SMP Negeri 02 Tulis Batang. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 02 Tulis Batang"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran umum SMP Negeri 02 Tulis Batang

1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 02 Tulis Batang

Mula pertama berdiri SMP Negeri 02 Tulis dengan nama SMP Negeri 3 Tulis. Pertama kali dibangun pada tahun 1995, tetapi ditahun yang sama SMP Negeri 3 Tulis sudah menerima peserta didik dan sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) yaitu dengan menginduk di SMP Negeri 1 Tulis yang pada saat itu SMP Negeri 1 Tulis dikepalai oleh Dra. Sulistyaningsih. Alasan didirikannya SMP Negeri 3 Tulis yaitu pemerintah merasa bahwa perlu adanya sekolah lagi yang bisa menampung antusiasme calon peserta didik khususnya di daerah kecamatan Tulis, tetapi belum bisa tertampung pada sekolah yang sudah ada. SMP Negeri 3 Tulis menginduk kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Tulis selama 1 Tahun, kemudian pada tahun 1996 SMP Negeri peserta didik sudah mulai menempati gedungnya sendiri, gedung SMP Negeri 3 Tulis yang berlokasi di desa Kenconorejo.

Masa kepemimpinan kepala sekolah yaitu: pertama, Dra.

Sulistyaningsih, masa kepemimpinannya dari tahun 1995 sampai 1997.

Pada tahun tersebut Dra. Sulistyaningsih juga memimpin di SMP Negeri 1 Tulis. Jadi pada tahun tersebut Dra. Sulistyaningsih memimpin dua sekolah karena SMP Negeri 3 masih menginduk di SMP Negeri 1 Tulis

(2)

dan belum adanya penunjukan pemimpin baru di SMP Negeri 3 Tulis.

Kedua, SMP Negeri 3 Tulis dipimpin oleh Harsono S. Pd yang masa

kepemimpinannya selama 5 tahun yaitu dari tahu1997 sampai tahun 2002.

Ketiga, SMP Nege 3 Tulis dipimpin oleh Drs. Suharto, beliau memimpin

sekolah tersebut selama 6 tahun yaitu dari tahun 2002 sampai 2008.

Pada tahun 2008 terjadi pemekaran wilayah, wilayah kecamatan Tulis dipecah menjadi 2 kecamatan yaitu kecamatan Tulis dan kecamatan Kandeman. Yang semula sekolah menengah pertama di kecamatan Tulis ada 4 sekolah, kemudian setelah pemekaran sekolah menengah pertama yang ada tinggal 2 sekolah karena yang 2 sekolah lainya masuk dalam wilayah kecamatan Kandeman. Sehingga yang semula SMP Negeri 3 Tulis dirubah menjadi SMP Negeri 02 Tulis.

Keempat, SMP Negeri 02 Tulis dipimpin oleh Dra. Prawi Utami

selama 3 tahun yaitu dari tahun 2008 sampai tahun 2011. Kelima, SMP Negeri 02 Tulis dipimpin oleh Dra. Andayani Mugi Lestari selama 3 tahun yaitu dari tahun 2011 sampai 2014. Keenam, SMP Negeri 02 Tulis dipimpin oleh Agus Hermanto, S. Pd beliau memimpin dari bulan mei 2014 sampai sekarang.

1. Visi dan Misi Sekolah

Dalam rangka mengembangkan sekolah dan menjawab tantangan globalisasi, maka SMP Negeri 02 Tulis memiliki visi dan misi.

Visi : Tercapainya Prestasi, Iman dan Taqwa.

Misi :

(3)

efektif dan terprogram, sehingga kemampuan siswa dapat berkembang secara optimal.

b. Melaksanakan kegiatan pengembangan potensi bakat dan minat dalam bidang olahraga.

c. Melaksanakan kegiatan pengembangan potensi bakat dan minat dalam bidang seni.

d. Melaksanakan kegiatan pengembangan potensi bakat dan minat dalam bidang Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

e. Pengembangan kesadaran melaksanakan ajaran agama untuk menjad landasan dalam berperilaku.

f. Peduli terhadap sesama warga sekolah dan masyarakat.

g. Mewujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang memadai dan kondusif.

h. Mengembangkan kompetensi dan profesionalisme guru.1 2. Letak Geografis

SMP Negeri 02 Tulis secara geografis terletak di Desa Kenconorejo, kecamatan Tulis, kabupaten Batang dengan luas seluruh bangunan 2. 257 m2.

Adapun batas-batas SMP Negeri 02 Tulis Batang, yaitu:

a. Sebelah utara berbatasan dengan dukuh Secentong (desa Kenconorejo).

1Dokumen Kantor Tata Usaha (TU) SMP Negeri 02 Tulis Batang Tahun Pelajaran 2014/2015, 22 September 2014, Pukul 09.40 WIB

(4)

b. Sebelah timur berbatasan dengan desa Simbangjati dan dukuh Secentong (desa Kenconorejo).

c. Sebelah barat berbatasan dengan dukuh Secentong (desa Kenconorejo).

d. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Simbangjati2.

Dilihat dari letak SMP Negeri 02 Tulis yang lokasinya jauh dari jalan pantura, sehingga tidak banyak angkutan umum yang melewati lokasi SMP Negeri 02 Tulis. Angkutan yang digunakan siswa yang bertempat tinggal jauh dari lokasi sekolah dengan menggunakan kol atau kendaraan bak terbuka, itupun hanya ada pada jam-jam tertentu saja.

3. Struktur Organisasi

Tabel I3

Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Tulis, Batang Tahun Pelajaran 2014/2015

2Hasil Observasi tempat penelitian pada tanggal 23 September 2014, pukul 10.00 WIB

3Dokumen Kantor Tata Usaha (TU) SMP Negeri 02 Tulis Batang Tahun Pelajaran 2014/2015, 22 September 2014, Pukul 09.40 WIB

Kepala Sekolah AGUS HERMANTO, S.Pd

K. A Tata Usaha MUHENDAR, S. Pd

Urusan Kepegawaian

Juwartono

Bendahara Rutin Kurniasih

Urusan Gudang Widadi

(5)

4. Keadaan Guru, Karyawan dan Siswa a. Keadaan Guru

Guru yang mengajar di SMP negeri 02 Tulis telah cukup berpengalaman. Jumlah guru sebanyak 20 orang. Berikut klasifikasi guru beserta status dan tugas mengajarnya sebagaimana yang terdapat dalam tabel II.

Tabel II4

Staf Pengajar (Guru) SMP Negeri 02 Tulis, Batang Tahun Pelajaran 2014-2015

No. Nama/NIP Guru Bidang

Studi

Pendidikan Status Guru

4Dokumen Kantor Tata Usaha (TU) SMP Negeri 02 Tulis Batang Tahun Pelajaran 2014/2015, 22 September 2014, Pukul 09.40 WIB

Urusan Kesiswaan

Suyono

Urusan Investaris Juwartono

Urusan Agenda Surat Muhander, S. pd

Urusan Koperasi Dwi Larasati Bendahara BOS

Anang Supriharto

Perpustakaan Dwi Isrofiyah, Amd

Pesuruh/ TK Kebun Widadi

PenjagaSekolah Abdul Wahid

Nurcoyo

(6)

1.

Agus Hermanto, S. Pd 19580917 198011 1 001

PKn S1 PNS

2.

Akhmad Sodiq, Amd.

Pd 19670908199103 1 010

Bahasa Inggris

D3 PNS

3.

Sujadi Kusrini, S. Pd 19680621199802 2 001

IPA S1 PNS

4.

Amri Bustami, S. Pd 19710528199802 1 005

Ket. Elektro S1 PNS

5.

Suparman, S. Pd 19730213200501 1 004

Matematika S1 PNS

6.

Sukiyanto, S. Pd 19780302200501 1006

Seni Budaya S1 PNS

7.

Tirtoroso, S. Pd 19640211200701 2 004

Bahasa Indonesia

S1 PNS

8.

Kisbandiyah, S. Pd 19710109200701 2

PKn S1 PNS

(7)

9.

Supriyanto, S. Pd 19710714200701 1 011

PKn Prakarya

S1 PNS

10.

Eni Idayanti, S. Ag 19760301200701 2 014

PAI S1 PNS

11.

Ana Susanti, S. E 19731120200801 2 007

IPS Prakarya

S1 PNS

12.

Tri Murdaningsih, S.

Pd 19771115200801 2 005

Bahasa Indonesia

S1 PNS

13.

Dwi Larasati, S. Pd 19790420200801 2 013

Matematika S1 PNS

14.

Achmad Yulianto, S.

Pd 19820713200903 1 002

Penjasorkes S1 PNS

15.

Agus Susila, S. E 19730813 200801 1 005

IPS S1 PNS

16. Sri Rahayu, S. Pd IPS S1 PNS

(8)

19670331 200701 2 006

17.

Fenny Agustina I, S.

Pd

Bahasa Inggris Bahasa Jawa

S1 GTT

18. Yuli Krisnawati, S. Pd

BP/BK Bahasa Jawa

S1 GTT

19. Dian Prasetyo E, S. Si IPA S1 GTT

20.

Dwi Nur Isrofiyah, Amd

TIK Prakarya

D2 GTT

b. Keadaan Karyawan

Jumlah keadaan karyawan di SMP Negeri 02 Tulis, Batang berjumlah 9 orang, daftar nama dan klasifikasi tugas tertera dalam tabel III.

Tabel III5

Data Karyawan di SMP Negeri 02 Tulis, Batang

No. Nama/Nip Jabatan Ijasah Status 1. Muhendar, S.Pd

19600907 199702 1 001

K.A Tata Usaha Urusan Agenda Surat

S1 PNS

5Dokumen Kantor Tata Usaha (TU) SMP Negeri 02 Tulis Batang Tahun Pelajaran 2014/2015, 22 September 2014, Pukul 09.40 WIB

(9)

19730224 200801 1 003

kepegawaian Urusan inventaris

PTT

3. Suyoto

19740109 200801 1 005

Urusan kesiswaan SMP PTT

4. Kurniasih

19710408 200701 2 008

Bendahara rutin SMEA PTT

5. Anang Supriharto 19700703 200701 1 019

Bendahara BOS SMA PTT

6. Dwi Isrofiyah, Amd

Perpustakaan D2 PTT

7. Widadi

19730505 200701 1 019

Urusan Gudang

Pesuru/TK Kebun SMP PTT

8. Dwi Larasati 19790420 200801 013

Urusan Koperasi S1 PNS

9. Abdul Wahid Penjaga Sekolah Paket C PTT

10. Nurcoyo Penjaga Sekolah SMP PTT

(10)

c. Keadaan Siswa

Jumlah siswa yang belajar di SMP Negeri 02 Tulis, Batang pada tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 361 siswa-siswi, siswa-siswinya berasal dari sekitar SMP Negeri 02 Tulis, seperti dari desa Kenconorejo, desa Ponowareng, Kedung segog, desa Wonokerso, desa Simbangjati, Beji, Tulis, Kaliboyo, Jolosekti, Jrakah Payung dan Sembojo. Adapun perincian jumlah siswa dapat dilihat pada tabel IV.

Tabel IV6 Jumlah siswa

Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

VII 58 70 128

VIII 64 64 128

IX 48 57 105

Jumlah 170 191 361

d. Sarana dan Prasarana Sekolah

Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang representatif, SMP Negeri 02 Tulis menyediakan gedung pembelajaran yang terletak di Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang yang mendukung sekali sebagai tempat proses belajar mengajar.

6Dokumen Kantor Tata Usaha (TU) SMP Negeri 02 Tulis Batang Tahun Pelajaran 2014/2015, 22 September 2014, Pukul 09.40 WIB

(11)

adalah sebagai berikut:

TabelV7

Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Tulis

No. Jenis Ruang Jumlah Ruang

1. Ruang Kelas 10 Ruang

2. Ruang Perpustakaan 1 Ruang

3. Ruang BP 1 Ruang

4. Ruang OSIS 1 Ruang

5. Ruang Pramuka 1 Ruang

6. Ruang UKS 1 Ruang

7. Ruang TU 1 Ruang

8. Ruang Operasional 1 Ruang

9. Ruang Kepala Sekolah 1 Ruang

10. Ruang Guru 1 Ruang

11. Laboratorium IPA 1 Ruang

12. Laboratorium Bahasa 1 Ruang

13. Laboratorium Komputer 1 Ruang

14. Ruang Koperasi 1 Ruang

15. Gudang 2 Ruang

7Dokumen Kantor Tata Usaha (TU) SMP Negeri 02 Tulis Batang Tahun Pelajaran 2014/2015, 22 September 2014, Pukul 09.40 WIB

(12)

16. Dapur 1 Ruang

17. KM/WC Kepala Sekolah 1 Ruang

18. KM/WC Guru 1 Ruang

19. KM/WC Murid 3 Ruang

20. Tempat Parkir 1 Ruang

21. Musholla 1 Ruang

22. Lapangan 1 Ruang

B. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Pengendalian Diri Peserta Didik

Guru merupakan orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Guru juga merupakan orang kedua bagi peserta didik di lingkungan sekolah, selain bertugas sebagai pendidik, guru juga mempunyai tugas untuk membina akhlak mulia, dan meluruskan perilaku peserta didinya yang buruk.

Mengenai informasi tentang upaya guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pengendalian diri peserta didik di SMP Negeri 02 Tulis Batang, digunakan metode wawancara dan observasi. Dilakukan wawancara dengan guru. Kemudian dari hasil wawancara tersebut dilakukan observasi untuk membuktikan benar tidaknya apa yang dijawab oleh informan pada waktu wawancara dengan keadaan sebenarnya. Namun, metode yang dominan digunakan adalah metode wawancara.

(13)

meningkatkan pengendalian diri peserta didik di SMP Negeri 02 Tulis Batang, dengan melalui 3 aspek yaitu pengendalian perilaku (Behavior Control), pengendalian kognitif (CognitiveControl) dan mengendalikan

keputusan (Decesional Control).

1. Pengendalian Perilaku (Behavior Control)

Pengendalian perilaku yang di upayakan guru pendidikan agama Islam yaitu dengan pembinaan dan pendekatan. Pembinaan itu sendiri dilakukan dalam bidang pendidikan dan juga ada kerjasama dengan bidang kesehatan. Dalam bidang pendidikan pembinaan itu sendiri dilakukan oleh kementrian agama dan guru sedangkan dalam bidang kesehatan pembinaan dilakukan oleh petugas puskesmas dan petugas rumah sakit QIM.

Berdasarkan keterangan ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, diperoleh keterangan bahwa:

“upaya yang saya dilakukan dalam meningkatkan pengendalian diri peserta didik adalah dengan pengendalian perilaku seperti bekerjasama dengan bidang kesehatan (puskesmas dan pihak rumah sakit QIM),dan kerjasama dengan pengawas Kementrian Agama.Dari pihak puskesmas yaitu memberi arahan yang berkaitan dengan pengendalian diri, contohnya kenakalan remaja yang terjadi dijaman sekarang dan hal-hal yang menyangkut pergaulan bebas.kerjasama dengan pihak rumah sakit QIM untuk menangani peserta didik yang istilahnya pengendalian dirinya kurang.

Biasanya ditangani dari segi medis kemudian dari segi agama.

Ditinjau dari segi kesehatan itu biasanya untuk kenakalan- kenakalan remaja sampai pada pergaulan-pergaulan bebas, jadi untuk akibatnya mungkin sampai anak-anaknya berpacaran melampaui batas, kemudian melanggar syariat Islam, sehingga mengena pada hati peserta didik yang mungkin melakukannya. Dan pengawas dari kementrian agama memberi pengarahan kepada

(14)

peserta didik terkait dengan pengendalian diri, seperti pergaulan dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat”.8

Kemudian menurut penuturan ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam sebagai berikut:

“pendekatan dilakukan oleh guru mata pelajaran dan wali kelas masing-masing, biasanya dilakukan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar”.9

Jadi dengan demikian, upaya pengendalian perilaku dengan pembinaan dan pendekatan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan pengendalian diri pada peserta didik meski melalui cara yang berbeda, tetapi jika dilihat dari segi tujuannya pada dasarnya sama yaitu tercapainya pengendalian diri atau perkembangan yang optimal (kepribadian Islami) pada peserta didik yang kurang mampu dalam mengendalikan dirinya. Oleh karena itu, pembinaan dan pendekatan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam secara sinergis dan saling melengkapi.

2. Pengendalian Kognitif (CognitiveControl)

Pengendalian kognitif yang di upayakan guru pendidikan agama Islam yaitu melalui kegiatan shalat dhuhur berjamaah

Menurut penuturan ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam di SMP negeri 02 Tulis Batang, kegiatan shalat dhuhur berjamaah dilakukan di musholah yang ada didalam komplek sekolah pada waktu jam pelajaran terakhir. Pelaksanaan dilakukan secara bergiliran sesuai dengan

8Eni Indayanti, Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Tulis Batang, wawancara pribadi, pada hari jumat, 26 September 2014, Pukul 10.30.

9Ibid.,

(15)

shalat berjamaah dilakukan bersama dengan para guru dna karyawan.

“shalat dhuhur, peserta didik diwajibkan untuk shalat berjamaah di musholah sekolah, akan tetapi tidak semuanya, karena bergiliran dan sudah ada jadwalnya, dan biasanya tiap hari 1 kelas, karena mushollah di sekolah ini tidak cukup besar, dan biasanya pada waktu sholat duhur imam memberi siraman rohani (pencerahan) yang berisi diantaranya tentang pengendalian diri, kenakalan remaja, caranya berbakti kepada kedua orang tua, kepada guru dan kepada Allah swt”.10

Kemudian menurut penuturan bapak Agus Hermanto selaku kepala Sekolah SMP Negeri 02 Tulis Batang, yaitu:

“saya mewajibkan shalat dhuhur berjamaah setiap harinya berlaku tidak hanya untuk peserta didik, akan tetapi untuk semuanya baik guru maupun karyawan”.11

3. Mengendalikan Keputusan (Decesional Control

Mengendalikan Keputusan yang di upayakan guru pendidikan agama Islam yaitu menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya.

Menurut penuturan Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Tulis Batang, sebagai berikut:

“saya selalu sopan kepada guru-guru yang lain maupun dengan peserta didik di sekolahan ini”.12

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa menjadi teladan yang baik juga bisa membantu peserta didik agar dapat meniru perilaku yang baik SMP Negeri 02 Tulis Batang

10Eni Indayanti, Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Tulis Batang, wawancara pribadi, pada hari jumat, 26 September 2014, Pukul 10.30.

11Agus Hermanto, Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Tulis Batang, wawancara pribadi, pada hari kamis, 25 September 2014, Pukul 09.00

12Ibid.,

(16)

C. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peningkatan pengendalian diri peserta didik

1. Faktoryang mendukung peningkatan pengendalian diri peserta didik Berbagai upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan pengendalian diri peserta didik karena adanya faktor pendukung, antara lain:

a. Adanya koordinasi yang baik antara elemen sekolah sebagai lembaga pendidikan.

Menurut penuturan ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, mengatakan bahwa:

“faktor yang mendukung terutama adanya kerjasama dan komunikasi yang baik antara guru dengan guru, guru dengan peserta didik, guru dengan karyawan-karyawan”.13

b. Kesadaran para peserta didik akan pentingnya perilaku yang baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, didapatkan penjelasan bahwa:

“adanya kesadaran peserta didik akan pentingnya perilaku yang baik yang dapat diterapkan dalam diri sendiri maupun orang lain, baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat”.14

c. Motivasi, dukungan dan kerjasama dengan wali peserta didik.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, didapatkan penjelaskan bahwa:

13Ibid.,

14Ibid.,

(17)

didik, karena setiap ada peserta didik yang melangar pihak sekolah selalu memberi surat pangilan kepada wali peserta didik. Dan ini sangat membantu dalam pengendalian peserta didik”.15

d. Perhatian dan kepedulian dari segenap guru di SMP Negeri 02 Tulis.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, didapatkan penjelasan bahwa:

“hampir setiap hari saya mendekati anak-anak di sekolah ini, untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran maupun hal yang lainya karena kebetulan saya disini selain guru pendidikan agama Islam saya juga kesiswaan, jika saya tidak sempat maka saya bergantian dengan guru yang lain atau guru yang piket, saya juga selalu mengontrol dan mengawasi anak- anak dalam mengerjakan tugasnya. Hal ini saya lakukan semata- mata sebagai bentuk perhatian dan kepedulian saya terhadap peserta didik di sekolah ini”.16

Dari hasil wawancara diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya perhatian dan kepedulian dari segenap guru di SMP Negeri 02 Tulis Batang akan memberikan semangat atau motivasi bagi peserta didik sehingga mampu untuk mengendalikan dirinya e. Terpenuhinya berbagai sarana dan prasarana yang dapat

memperlancarkan kegiatan pendidikan dan peningkatan pengendalian pada peserta didik.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, dapat dijelaskan bahwa:

“alhamdulillah di sekolah SMP Negeri 02 Tulis Batang ini hampir semua fasilitas belajar sudah terpenuhi dan juga dalam

15Ibid.,

16Ibid.,

(18)

kondisi yang baik, sehingga peserta didik di sini semangat dalam belajarnya”.17

Dengan adanya sarana prasarana yang disediakan oleh SMP Negeri 02 Tulis Batang diharapkan dapat menunjang semangat dan motivasi peserta didik untuk terus belajar.

2. Faktoryang menghambat peningkatan pengendalian diri peserta didik Dari hasil wawancara ditemukan ada beberapa faktor yang menghambat upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan pengendalian peserta didik, antara lain:

a. Kurangnya perhatian dan pendidikan orang tua.

Menurut penuturan ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, mengatakan bahwa:

“salah satu penghambat dalam pengendalian diri pada peserta didik adalah kurangnya perhatian orang tua akan pentingnya pendidikan, karena rata-rata orang tua peserta didik di sini menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah dan masa bodoh sekolahan”

“...kemudian orang tua peserta didik di sini kebanyakan bekerja berangkat pagi pulang malam, sebelum anaknya berangkat sekolah orang tuanya sudah berangkat kerja, dan anaknya pulang sekolah orang tuanya belum pulang kerja.

Orang tua haya memberi uang saku dan tidak memperhatikan anak-anaknya. Dan orang tua pun kadang tidak tau anaknya sampai sekolahan atau tidak”.18

Dari hasil wawancara di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kurangnya perhatian dan minimnya pendidikan orang tua adalah salah satu penyebab faktor penghambat karena orang tua menyerahkan

17Eni Indayanti, Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Tulis Batang, wawancara pribadi, pada hari jumat, 26 September 2014, Pukul 10.30.

18Eni Indayanti, Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Tulis Batang, wawancara pribadi, pada hari jumat, 26 September 2014, Pukul 10.30

(19)

dan sepenuhnya di rumah.

b. Karena lingkungan pergaulan peserta didik yang kurang baik.

Menurut penuturan ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam, mengatakan bahwa:

“faktor lain yang menghambat yaitu lingkungan pergaulan peserta didik dirumah atau dimasyarakat yang kurang baik, itu sangat berpengaruh bagi perilaku peserta didik”.19

Dari hasil wawancara di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa faktor lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-hari peserta didik,

c. Karena pengaruh teknologi yang semakin cangih dan tidak dipergunakan dengan baik sehingga akan mempengaruhi peserta didik

Menurut penuturan ibu Eni Idayanti selaku guru pendidikan agama Islam mengatakan bahwa:

“bahwa penyebab adanya faktor penghambat adalah pengaruh teknologi yang semakin cangih dan digunakan dengan salah oleh peserta didik, dan itu tentunya akan mempengaruhi peserta didik dalam belajarnya”.20

Berdasarkan wawancara diatas, maka dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor penghambat adalah dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin cangih sehingga dapat mempengaruhi peserta didik apabila digunakan dengan salah atau tidak semestinya.

19Eni Indayanti, Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Tulis Batang, wawancara pribadi, pada hari jumat, 26 September 2014, Pukul 10.30

20Eni Indayanti, Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Tulis Batang, wawancara pribadi, pada hari jumat, 26 September 2014, Pukul 10.30

Gambar

Tabel II 4
Tabel III 5
Tabel IV 6 Jumlah siswa

Referensi

Dokumen terkait

Upaya yang harus dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak anak didik, selain menggunakan beberapa metode dalam penyampaian materi juga

mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3) Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan

Demikian juga prestasi atau nilai pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Perilaku Terpuji akan mempengaruhi perilaku siswa, namun kenyataannya nilai pendidikan

guru memotivasi untuk melakukan shalat tergolong cukup kaena berbeda di antaranya 56%-76%. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa materi pendidikan agama Islam

Di SMPN 1 Tragah Bangkalan, mata pelajaran PAI dan seluruh mata pelajaran yang diajarkan disekolah tersebut sudah memiliki kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) masing-masing

Dalam upaya peningkatan mutu Madrasah Aliyah, Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dalam Sknya Nomor E,IV/PP.00.6/KEP/17.A/98 tanggal 20 Februari

“Bimbingan konseling Islam tidak harus dilaksanakan di BAPAS klas I Semarang, karena mengingat anggaran yang menjadi penghambat dan kegiatan bimbingan konseling

Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berkompeten dibidangnya dan dalam penggunaan model yang diberikan guru mata pelajaran yang dapat meningkatkan hasil