WARTA GEREJA
GEREJA KRISTEN JAWA DAYU Minggu, 3 Oktober 2021 Renungan:
KITA KELUARGA ALLAH
(Bacaan: Efesus 2:11-22) Ibu, Bapak, Saudara-saudara dan anak-anak sekalian,
Setiap perpecahan selalu diawali dengan perbedaan. Piring yang semula terletak di atas meja terjatuh – tekanan lantai yang keras itu membuatnya pecah. Demikian juga balon dan telur yang semula utuh karena dipegang dengan tidak terlalu erat, bisa menjadi pecah karena ada tekanan.
Dalam skala kecil maupun besar, perpecahan terjadi karena perbedaan-perbedaan yang sudah tidak dapat dikelola dengan baik, sehingga menjadi tekanan yang tidak dapat ditahan lagi.
Padahal, perbedaan ada di mana-mana. Bahkan dua orang yang terlahir sebagai anak kembar pun memiliki banyak perbedaan. Oleh karena itu sangat diperlukan kemampuan untuk mengelola perbedaan, agar tidak menimbulkan perpecahan, baik dalam komunitas keluarga, jemaat, maupun komunitas lain yang lebih luas.
Khususnya di tengah keluarga, keretakan atau perpecahan dalam relasi-relasi tidak terjadi dengan tiba-tiba. Kita dapat belajar dari teori Beavers dan Hampson ini, sebuah model untuk menggambarkan keberfungsian keluarga, yang dikenal dengan istilah “The Beavers Systems Model of Family Functioning”, yaitu:
1. Optimal family, di mana setiap orang mendapatkan tempat yang sama dan setara sehingga dapat menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik.
2. Adequate family, di mana ada kontrol yang cukup kuat dari satu atau beberapa orang atau ada stereotip antar anggota, namun masing-masing masih dapat berfungsi dengan cukup baik.
3. Mid - range family, di mana sudah mulai ada disfungsi dari peran-peran di tengah keluarga, meski seolah masih tidak menimbulkan masalah karena masing-masing pihak tidak memasalahkannya.
4. Borderline family, di mana disfungsi peran-peran di tengah keluarga telah disadari, antara lain dengan munculnya masalah demi masalah karena ketidakberfungsian peran-peran tersebut.
5. Severely disfunction family, di mana ketidakberfungsian peran-peran di tengah keluarga telah merusak relasi dan bahkan mengakibatkan keretakan relasi.
Dari kelima tahapan di atas, ternyata keretakan atau potensi perpecahan dalam keluarga itu berawal dari hal-hal yang tampak kecil yang tidak terselesaikan dengan baik. Saat perbedaan muncul (baik karena beda kelompok usia/ beda generasi, beda minat, beda pendapat, dsb), setiap orang perlu belajar mengelola perbedaan itu dengan baik agar keutuhan tetap terjaga. Ini bukan hanya tugas pasutri atau orangtua, melainkan juga anak-anak; siapapun yang ada dalam keluarga tersebut. Dalam khotbah hari ini kita akan merenungkan tentang Allah yang merangkul dua pihak yang dianggap sangat berbeda. Tuhan menjadi seperti perekat yang menyatukan mereka yang berbeda itu sebagai anggota-anggota keluarga Allah.
Dalam Efesus 2: 11-22 yang tadi kita baca, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Efesus tentang identitas mereka sebagai orang-orang bukan Yahudi yang semula hidup tanpa pengharapan, bahkan tanpa Allah. Oleh orang-orang Yahudi, mereka dianggap sebagai orang-
...bersambung ke halaman 2
...sambungan dari halaman 1
orang yang jauh dari Allah, dan jauh pula dari keselamatan. Namun setelah mereka mengenal Kristus, identitas mereka diperbarui. Mereka yang semula dipandang jauh dari Allah dan karya keselamatan-Nya, kini menjadi dekat. Kristus telah mempersatukan semua orang yang percaya kepada-Nya, baik mereka yang semula dipandang “dekat” dengan keselamatan itu, yaitu orang- orang Yahudi – maupun mereka yang semula dipandang “jauh” dari keselamatan, yaitu orang- orang bukan Yahudi. Kedua belah pihak yang telah disatukan di dalam Kristus itu menjadi sebuah keluarga besar umat Tuhan. Tidak ada lagi yang menjadi “orang asing” atau “pendatang”
di antara mereka, sebab kini masing-masing adalah “anggota keluarga Allah”.
Efesus 2: 11-22 tadi mengingatkan kita tentang beberapa hal. Pertama, kesatuan keluarga Allah itu terjadi melalui Kristus. Melalui pengorbanan Kristus di salib, Allah merengkuh dan memanggil setiap orang dalam anugerah ilahi. Sunat lahiriah, yang sebelumnya menjadi suatu syarat penting (bahkan utama) yang menandakan identitas umat Tuhan, kini menjadi tidak lagi utama, sebab tembok pemisah antara orang Yahudi dan bukan Yahudi telah dirobohkan melalui pengorbanan Kristus. Rengkuhan kasih Allah melalui Kristus itu membangun persatuan. Kedua belah pihak yang semula berseteru telah diperdamaikan. Yang dahulu “jauh” dari Allah dan karya keselamatan-Nya, kini menjadi “dekat”. Yang semula menjadi seteru, kini menjadi anggota keluarga. Semua ini bukan karena usaha mereka semata, melainkan karya Allah di dalam dan melalui Kristus.
Kedua, umat yang telah diperdamaikan itu disebut sebagai “manusia baru” (ayat 15).
“Baru” dalam hal ini dikaitkan dengan penghayatan umat akan Siapa/ apa yang diimaninya, yaitu Kristus yang membebaskan, bukan lagi Taurat yang mengungkung. Sebagai manusia baru, kehidupan umat Tuhan juga memiliki tujuan/ arah yang baru, yaitu untuk hidup dalam damai sejahtera. Damai sejahtera Allah menggerakkan umat untuk hidup dalam damai pula dengan sekelilingnya. Dalam hidupnya sebagai manusia baru, umat dibangun menjadi tempat kediaman Allah di dalam Roh. Artinya, umat Tuhan dipanggil untuk menyatakan karya Roh melalui hidup mereka baik secara individual maupun secara komunal setiap hari.
Ketiga, umat dibangun dengan Kristus sebagai batu penjuru. Batu penjuru adalah sebuah batu besar dan kokoh yang ditempatkan pada sudut utama suatu bangunan. Letak batu ini menjadi acuan bagi pengukuran bagian-bagian lain dari bangunan tersebut. Batu penjuru juga menghubungkan bagian ujung tembok yang satu dengan tembok di sebelahnya (membentuk sudut). Itulah sebabnya pada ayat 20 dikatakan bahwa Yesuslah batu penjuru bagi pembangunan anggota keluarga Allah. Melalui Dialah puncak karya keselamatan Allah bagi dunia itu terjadi. Ia menghubungkan mereka yang dulu dianggap “dekat” dan “jauh”. Sekalipun ada peran para rasul dan para nabi, namun Yesus menjadi pusat dari seluruh karya itu. Demikianlah juga bagi kita pada saat ini, menempatkan Kristus sebagai batu penjuru berarti kita siap melanjutkan membangun kehidupan yang berpusat pada Kristus.
Ketiga poin penekanan di atas menunjukkan inisiatif Allah untuk menyatukan umat-Nya.
Perbedaan Yahudi dan bukan Yahudi yang semula dianggap sebagai tembok pemisah pun telah diruntuhkan, dan Sang Batu Penjuru menyatukan kedua perbedaan itu. Demikian pula dalam kehidupan umat Tuhan di masa kini.Ada banyak perbedaan yang dapat menjadi sumber perpecahan, termasuk dalam lingkup keluarga kita. Hari ini kita disadarkan bahwa Tuhan Yesus
...bersambung ke halaman 3
...sambungan dari halaman 2
memperdamaikan kita di tengah berbagai perbedaan. Ia menjadikan kita manusia baru yang hidup dalam damai sejahtera-Nya, untuk ikut melakukan karya-Nya di dunia. Dengan Kristus sebagai batu penjuru, kita diutus untuk berkarya dengan tetap menjadikan Kristus pusat hidup kita.
Ibu, bapak, saudara dan anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Sesuai tema kita hari ini: “Kita Keluarga Allah”, kita semua telah diterima oleh Allah dengan setiap keunikan kita, dan dipersatukan dengan sesama yang berbeda dengan kita. Dalam lingkup keluarga, Kristus menjadi pusat kehidupan kita, di mana setiap karya kita mestinya tertuju pada tekad untuk memuliakan Tuhan. Komunikasi antara suami dengan istri, orangtua dengan anak, maupun antar saudara didasari dengan kesediaan untuk saling menerima, bukan sebagai “aku dan kamu/mereka” melainkan sebagai bagian dari “kita”. Demikian juga dalam lingkup yang lebih besar sebagai keluarga umat Tuhan, kita pun adalah sesama anggota keluarga Allah. Mulai hari ini kita diingatkan kembali untuk mengerjakan bagian kita di tengah komunitas keluarga dan jemaat dengan lebih bersungguh-sungguh, supaya keluarga kita tidak mengalami disfungsi, melainkan dapat dengan optimal saling mendukung pertumbuhan iman dan kualitas hidup setiap anggotanya.
Hari ini dalam peringatan Hari Pekabaran Injil Indonesia serta perayaan Perjamuan Kudus Sedunia, umat pun diingatkan bahwa kita merupakan bagian dari umat Allah di dunia. Segala perjuangan iman ini tidak kita lakukan sendirian, melainkan bersama-sama sebagai keluarga Allah. Jika ada kalanya keluarga kita mengalami pergumulan tertentu, kiranya ingatan akan kebersamaan sebagai keluarga Allah di dunia ini juga menyemangati kita untuk tetap bertahan dan berjuang bersama-sama dalam kesetiaan kepada Tuhan. Amin.
(KJ, 03-10-2021 - Bhs. Indonesia)
Bacaan Alkitab Dalam Sepekan : 3 Okt 2021: Markus 9: 38-50 4 Okt 2021: 1 Korintus 7: 1-9 5 Okt 2021: 1 Korintus7: 10-16 6 Okt 2021: Matius 5: 27-36 7 Okt 2021: Ibrani 3: 7-19 8 Okt 2021: Ibrani 4: 1-11 9 Okt 2021: Matius 15: 1-9 10 Okt 2021: Markus 10: 17-31
Pokok Doa :
Rencana Pemanggilan Pendeta ke-2 Rencana penjaringan bakal calon Majelis periode 2022-2025
Pandemi Virus Corona (Covid- 19) segera selesai
Mahasiswa Theologi dan Para Calon Pendeta
Sapa Kasih Jemaat
Bapak, Ibu, Sdr./Sdri., dan Anak-anak terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, selamat hari Minggu, selamat beribadah pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 sekaligus mengikuti pelayanan Perjamuan Kudus se-Dunia di dalam keluarga masing-masing. Kita serahkan semuanya kepada Bapa, Putera, dan Roh Kudus sehingga kita dimampukan untuk menyembah Dia. Kita akan mengikuti Ibadah Minggu yang dilayani oleh:
• Pengkhotbah : Pdt. Martana Pancahadi, S.Th., M.Min.
• Imam : Dkn. Yohanes Lukiman
• Pengantar Kebaktian : Dkn. Hera Aprilia
• Pengiring Pujian : Sdr. Simon Prihadihastomo
• Pemimpin Pujian : Bp. Dodi Welianto, Ibu Tatik Weli
• Bunga Mimbar : Wilayah III (Siloam)
disiarkan secara langsung via Streaming YouTube pada pukul 08.00 WIB dan Radio Petra 105.7 FM pada pukul 10.00 WIB. Tema: “KITA KELUARGA ALLAH” Bacaan: Efesus 2:11-22
1. JADWAL SIARAN KEBAKTIAN MINGGU BULAN OKTOBER 2021 GKJ DAYU No. Hari Tanggal Streaming YouTube 105,7 PETRA FM
1. Minggu 3 Oktober 2021 Pukul 08.00 WIB Pukul 10.00 WIB 2. Minggu 10 Oktober 2021 Pukul 08.00 WIB Pukul 10.00 WIB 3. Minggu 17 Oktober 2021 Pukul 08.00 WIB Pukul 10.00 WIB 4. Minggu 24 Oktober 2021 Pukul 08.00 WIB Pukul 10.00 WIB 5. Minggu 31 Oktober 2021 Pukul 08.00 WIB Pukul 10.00 WIB
2. PERSEMBAHAN GKJ DAYU
Persembahan Mingguan, Bulanan dan Istimewa dapat dikumpulkan/diserahkan dengan cara sebagai berikut:
a) Dimasukkan ke dalam kotak persembahan yang sudah disediakan di depan pintu gedung gereja dan kantor GKJDayu.
b) Dikumpulkan di rumah masing-masing dan diserahkan di gereja pada saat kebaktian di gedung gereja.
c) Persembahan dapat juga ditransfer melalui : BRI Unit Palagan, nomor rekening : 7307- 01-007949-53-7 atas nama Gereja Kristen Jawa Dayu. Apabila telah melakukan transfer silakan memberitahukan kepada Bapak Yosi Ardhianto (WA: 081326604444).
d) Diambil oleh Anggota Majelis bagi Bapak, Ibu, Saudara yang menghendaki.
3. PENGUMPULAN PERSEMBAHAN
Kepada segenap warga jemaat GKJ Dayu bilamana menemui kesulitan atau kendala dalam mengumpulkan persembahan minggu, persembahan bulanan serta persembahan istimewa dapat menghubungi ke majelis wilayah masing-masing untuk mengambil persembahan ke rumah Bapak/Ibu/Saudara. Terima kasih.
4. PERLUASAN TANAH MAKAM GKJ DAYU
Atas berkat dan campur tangan Tuhan Yesus Kristus, Pengurusan Perluasan Tanah Makam GKJ Dayu sudah selesai dilaksanakan pada tahun 2019 yang lalu. Sehingga Luas Total Tanah Makam GKJ Dayu : 453 m² + 522 m ² = 975 m².
Perluasan dan pengurusan Tanah Makam seluas 522 m² tersebut dengan menggunakan dana talangan dari pinjaman tanpa bunga dari seorang warga GKJ Dayu sebesar Rp. 275.000.000,- dan diangsur 5 tahun @ Rp. 55.000.000 setiap tanggal 5 Oktober atau sebelumnya, sampai dengan tahun 2023.
Perincian :
Kebutuhan Total 275.000.000
Persembahan Tanah Makam s.d. 2 Oktober 2021 166.114.250
Kekurangan Total 108.885.750
Mohon dukungan doa serta peran serta segenap warga jemaat GKJ Dayu.
5. AGENDA PEMAHAMAN ALKITAB DAN PERSEKUTUAN DOA WILAYAH NO. MINGGU KE AGENDA & PELAKSANA KETERANGAN
1. Hari Jumat, Ke I PD oleh Majelis Peserta segenap warga Jemaat GKJ Dayu 2. Hari Jumat, Ke II
dan IV PA / PD di wilayah masing- masing atau PD Gabungan via Zoom Meeting
Warga wilayah masing- masing atau gabungan antar wilayah
3. Hari Jumat, Ke III Webinar oleh Komisi PAK Peserta segenap warga Jemaat GKJ Dayu 4. Hari Jumat, Ke V PD oleh Majelis Peserta segenap warga
Jemaat GKJ Dayu Keterangan :
Untuk jam pelaksanaan tentative
6. HARI PERJAMUAN KUDUS SE-DUNIA
Dalam rangka Kebaktian Hari Pekabaran Injil Indonesia (HPII) dan Hari Perjamuan Kudus se- Dunia (HPKD) Majelis GKJ Dayu akan melayankan Perjamuan Kudus yang mengikutsertakan anak, pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 disiarkan secara langsung via Streaming YouTube pada pukul 08.00 WIB dan Radio Petra 105.7 FM pada pukul 10.00 WIB. Dalam kebaktian ini akan dilayankan 4 (empat) macam persembahan yaitu:
a) 2 Kantong Persembahan Mingguan
b) 1 Kantong Persembahan Ucapan Syukur Hari Perjamuan Kudus se-Dunia c) 1 Kantong Persembahan “Perluasan Tanah Makam”
Dalam pelayanan Perjamuan Kudus ini Majelis GKJ Dayu tidak mengadakan pendadaran, terkait dengan hal tersebut bagi warga jemaat yang sudah diperkenankan mengikuti Perjamuan Kudus dimohon untuk mendadar (mempersiapkan) diri pribadinya masing-masing. Yang dimaksud “anak” yang diikutsertakan dalam Perjamuan Kudus tersebut adalah mereka (kanak- kanak, praremaja, remaja, pemuda, maupun kategori usia lainnya) yang belum sidhi. Jadi mereka yang belum sidhi juga diperbolehkan ikut atau diikutsertakan dalam Perjamuan Kudus se-Dunia. Mohon perhatian serta dukungan seluruh warga jemaat
7. WARGA BARU
Majelis GKJ Dayu telah menerima pindahan warga baru atas diri : 1. Ibu Ditya Intan Kusuma
2. Sdri. Shella Mekaria 3. Sdr. Igor Gadira
alamat Jl. Dahlia, Sono Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, masuk Wilayah I (Tabhera). Saudara-saudari tersebut adalah warga Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat “Immanuel” Pekanbaru, Jl. Sumatera No. 21-23 Pekanbaru Riau yang menyatakan pindah ke GKJ Dayu. Majelis dan segenap warga jemaat mengucapkan selamat datang di GKJ Dayu.
8. JADWAL PELAYANAN BUNGA MIMBAR GKJ DAYU
NO. HARI DAN TANGGAL PETUGAS KETERANGAN 1. Minggu, 3 Oktober 2021 Wilayah III (Siloam)
2. Minggu, 10 Oktober 2021 Wilayah IV (Galliea) 3. Minggu, 17 Oktober 2021 Wilayah V (Filladelfia) 4. Minggu, 24 Oktober 2021 Wilayah I (Tabhera) 5. Minggu, 31 Oktober 2021 Wilayah II (Bethania)
9. PENJARINGAN BAKAL CALON MAJELIS PERIODE 2022 – 2025
Majelis GKJ Dayu bekerjasama dengan pengurus wilayah melakukan koordinasi, terkait dengan persiapan dan pemantapan bakal calon majelis periode 2022 – 2025 yang diusulkan dari masing-masing wilayah antara tanggal 19 September 2021 s.d. 13 November 2021.
Mohon dukungan segenap warga jemaat.
10. PENCALONAN ANGGOTA MAJELIS BARU PERIODE 2022–2025
Diberitahukan kepada segenap warga GKJ Dayu bahwa pada bulan Maret 2022 akan diadakan pelepasan dan peneguhan anggota majelis baru periode 2022 - 2025, untuk itu sesuai dengan Tata Laksana GKJ Pasal 10 tentang Penatua dan Diaken maka GKJ Dayu akan mengadakan penjaringan bakal calon majelis dengan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Warga dewasa dari gereja yang bersangkutan setelah sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun menjadi warga dan tidak berada dalam penggembalaan khusus, serta dipandang layak untuk menjadi seorang Penatua atau Diaken.
b. Warga gereja yang tempat tinggal dan kehidupan sehari-harinya memungkinkan untuk melaksanakan tugas sebagai Penatua dan Diaken.
c. Memiliki pengetahuan yang memadai tentang Alkitab, Pokok-pokok Ajaran GKJ, serta Tata Gereja dan Tata Laksana GKJ serta menaatinya.
d. Sikap dan perilaku pribadi dan atau keluarganya tidak menjadi batu sandungan bagi warga gereja dan masyarakat.
e. • Memiliki talenta di bidang pengorganisasian dan penggembalaan
• Memiliki talenta di bidang pelayanan kasih baik kepada warga gereja maupun masyarakat.
f. Bersedia dan mampu memegang rahasia jabatan.
g. Mau dan mampu bekerjasama dengan orang lain.
Dalam hal ini setiap warga dewasa nantinya dipersilakan mencalonkan 3 (tiga) orang yaitu 2 (dua) orang dari wilayahnya sendiri dan 1 (satu) orang dari wilayah lain.
11. ANGGOTA MAJELIS PERIODE 2018 – 2022 YANG AKAN PURNA TUGAS Anggota Majelis GKJ Dayu periode 2018 – 2022
1) Pnt. Tri Sujono Pondok Jl. Karaben, Blok i/23 Condongcatur,Wilayah I 2) Pnt. Agus Prasetyo Hadi Gang Bandeng VII, Perum. Minomartani, Wilayah I 3) Pnt. Basuki Jl. KRT. Pringgodiningrat No. 22 Sleman, Wilayah II 4) Pnt. Victoria Here Kayen DP. III/133 Condongcatur Depok, Wilayah II 5) Dkn. Hera Aprilia Villa Arsita 01, Ngebelgede, Sardonoharjo, Wilayah II 6) Dkn. Anna Runga Pusung II / 12 Sinduharjo, Wilayah II
7) Pnt. Djati Santosa Plumbon, Sardonoharjo ,Wilayah III
8) Pnt. Sukodarno Perum. Dayu Permai Blok A-6 Sinduharjo, Wilayah III 9) Dkn. Yuli Karyati Kadipuro, Sinduharjo, Wilayah III
10) Pnt. Amanto Raharjo Jl. Bima, Gentan, Sinduharjo, Wilayah IV 11) Dkn. Yohanes Lukiman Jl. Yudistira, Gentan, Sinduharjo, Wilayah IV 12) Pnt. Harli Trisdiono Wonontoro, Widodomartani, Ngempak, Wilayah V 13) Dkn. Heru Prasetya Ngangkruk, Sardonoharjo, Wilayah V
Adapun dari ke 13 nama-nama Majelis tersebut di atas ada beberapa nama yang tidak dapat dicalonkan lagi karena sudah menjabat 2 (dua) kali periode, yaitu:
1) Pnt. Agus Prasetyo Hadi Wilayah I
2) Pnt. Tri Sujono Wilayah I 3) Pnt. Djati Santosa Wilayah III 4) Dkn. Yuli Karyati Wilayah III 5) Pnt. Amanto Raharjo Wilayah IV 6) Dkn. Yohanes Lukiman Wilayah IV
Sehingga selain ke-6 (enam) nama-nama tersebut di atas masih dapat dicalonkan kembali. Mohon partisipasi serta dukungan doa segenap warga jemaat.
12. BERITA LELAYU
Telah dipanggil menghadap Bapa di Sorga dengan tenang Bp. Iwan Kristiantoro, usia 42 tahun, Warga GKJ Dayu Wilayah I (Tabhera). Meninggal dunia pada hari Rabu, 29 September 2021 pukul 09.50 WIB di Prujakan, Jl. Kaliurang Km. 8, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman dan telah dimakamkan pada hari ini Rabu, 29 September 2021, di Pemakaman Keluarga Banteng, Sinduharjo.
13. ULANG TAHUN WARGA GKJ DAYU
Majelis dan segenap warga jemaat GKJ Dayu mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu/Saudara yang berulang tahun di bawah ini kiranya Tuhan selalu memberkati:
TANGGAL NAMA ALAMAT WIL.
3 Okt Sdri. Dinda Dekarina Pattyra Dayu, Sinduharjo, Ngaglik I 3 Okt Sdr. Himawan Heruaji Perum. Banteng Baru Gg. IV, CC II
6 Okt Ibu Purwanti Tegal Mindi, Sukoharjo V
7 Okt Bp. Dolly Tua Perdemuanta S Jl. Damai, Krikilan, Sariharjo II
7 Okt Sdr. Cahyo Kawaluyan Kadipuro, Sinduharjo III
7 Okt Sdr. Bayu Hendro Dwi Cahyo Jaban, Sinduharjo III 8 Okt Sdr. Tyaga Elkan Wikas Aryasatya Minomartani II
9 Okt Bp. Arif Takari Wibowo Ngabean, Sinduharjo I
Bagi Bapak/Ibu/Saudara yang berulang tahun pada minggu ini dan belum termuat dalam warta gereja mohon secepatnya memberikan informasi melalui majelis wilayah atau langsung ke kantor gereja di nomor HP 08122958094
KITA BRAYATIPUN ALLAH
Ibu, bapak, para sadhèrèk, tuwin anak-anak,
Saben pepecahan utawi pepisahan, tansah kawiwitan kanthi nggadhahi kawontenan béda.
Ing gambar kalawau, upaminipun nggadhahi béda-bédaning dhesekan, ing pundi piring ingkang sakawit dumunung ing sanginggiling méja lajeng dhawah – dhesekan ingkang kencengpunika ndamel piring wau pecah. Makaten ugi balon lan tigan ingkang sakawit wetah amargi dipun cepeng kanthi mboten patosa kenceng, saged dados pecah amargi wontenipun dhesekan. Ing ukuranalit punapa déné ageng, pepecahan kelampahan amargi béda-bédaning kawontenan ingkang pinanggih mboten saged dipun kemunah kanthi saé, ngantos dados dhesekan ingkang mboten saged kasanggi malih. Mangka, kawontenan béda punika dumados wonten ing pundi- pundi papan. Malah tiyang kalih ingkang kalairaken minangka anak kembar ugi nggadhahi kawontenan béda ingkang mboten sekedhik. Awit saking punika, dipun betahaken sanget kasagedan kanggé ngemunah kawontenan béda, supados mboten nuwuhaken pepecahan, saé ing salebeting paguyuban brayat, pasamuwan, punapadéné paguyuban sanèsipun ingkang langkung wiyar.
Mirungganipun ing satengahing brayat, kawontenan benthèt utawi pepecahan ing salebeding sesambedan-sesambedan mboten kelampahan kanthi dumadakan. Kita saged sinau saking téori Beavers lan Hampson, satunggaling modhèl kanggé nggambaraken kaginanipun brayat, ingkang dipun tepangi kanthi istilah “The Beavers Systems Model of Family Functioning”, inggih punika:
1. Optimal family, ing pundi saben tiyang ing brayat pikantuk papan ingkang sami sarta babagngantos saged nindakaken kaginanipun piyambak-piyambak kanthi saé.
2. Adequate family, ing pundi wonten kontrol/pepriksan ingkang cekap kiyat saking setunggal utawi sawetawis tiyang, utawi wonten stereotip (tetembungan panyana) ing antawisipun warganing brayat, ananging saben tiyang taksih saged nindakaken jejibahanipun kanthi cekap saé.
3. Mid - range family, ing pundi brayat sampun wiwit keganggu ginanipun utawi ngalami disfungsi ing bab peran utawi kalenggahan ing satengahing brayat. Ing tataran punika kados-kados dèrèng nuwuhaken prakawis ingkang dados rembag amargi saben anggotaning brayat mboten nganggep prakawis punika minangka prakawis ingkang dados pirembagan.
4. Borderline family,ing pundi sampun dipun sadhari wontenipun disfungsi (keganggu ginanipun) peran utawi kaleng-gahan ingkang wonten ing brayat, ing antawisipun kanthi jumedhulipun prakawis mbaka prakawis amargi mboten mlampahing ginanipun kalenggahan-kalenggahan kasebat.
5. Severely disfunction family, ing pundi mboten mlampahing ginanipun peran utawi kalenggahan-kalenggahan ing satengahing brayat sampun ngrisak sesambedan tuwin kapara njalari kawontenan benthèting sesambedan.
Saking gangsal babakaning nginggil punika, jebul kawontenan benthèt utawi daya kakiyataning pepecahan ing salebeting brayat punika kawiwitan saking bab-bab ingkang ketingalipun alit ingkang mboten karampungaken kanthi saé. Nalika kawontenan béda punika tuwuh (dadosa karana bédaning klompok umur utawi béda generasi, bédanipun kekarepan, bédanipun pamanggih, lsp.), saben tiyang prelu sinau ngemunah kawontenan béda punika kanthi saé, supados wetahing brayat tansah kajagi. Punika mboten namung dados jejibahanipun tiyang sesémahan utawi tiyang sepuh, ananging ugi dados jejibahanipun anak-anak; lan sok sintena
……..bersambung ke halaman 9
...sambungan dari halaman 8
ingkang wonten ing salebeting brayat kasebat. Ing salebeding khotbah dinten punika, kita badhé ngraos-raosaken menggahing Gusti Allah ingkang ngrangkul kalih péhak ingkang kaanggep béda sanget. Gusti Allah dados saèmper kaliyan ingkang nunggilaken kalih péhak ingkang béda wau minangka warganing brayatipun Gusti Allah.
Ing Éfesus 2: 11-22 ingkang kalawau kita waos, Rasul Paulus ngémutaken pasamuwan ing Éfesus menggahing idhèntitasipun (tetengeripun) pasamuwan minangka tiyang-tiyang sanès Yahudi ingkang sakawit gesang tanpa pangajeng-ajeng, malah tanpa Gusti Allah. Déning tiyang-tiyang Yahudi, pasamuwan kaanggep minangka tiyang-tiyang ingkang tebih saking Gusti Allah, sarta ugi tebih saking kawilujengan. Ananging sasampunipun pasamuwan wanuh Sang Kristus, tetengeripun pasamuwan kaanyaraken. Pasamuwan ingkang sakawit kaanggep tebih saking Gusti Allah saha pakaryaning kawilujengan-Ipun, samangké dados celak. Sang Kristus sampun nunggilaken sadaya tiyang ingkang pitados dhateng Panjenenganipun, dadosa tiyang- tiyang ingkang sakawit kaanggep“celak” kaliyan kawilujengan, inggih punika tiyang-tiyang Yahudi – punapadéné tiyang-tiyang ingkang sakawit kaanggep“tebih” saking kawilujengan, inggih punika tiyang-tiyang sanès Yahudi. Kalih péhak ingkang sampun katunggilaken ing Sang Kristus punika dados satunggaling brayat ageng umatipun Gusti Allah. mBoten wonten malih ingkang dados “wong manca” utawi “wong neneka” ing antawisipun tiyang-tiyang punika, amargi samangké saben tiyang punika “warganing brayatipun Gusti Allah”.
Éfesus 2:11-22 ngèngetaken kita menggahing sawetawis bab. Kapisan, manunggaling brayatipun Gusti Allah punika kelampahan lumantar Sang Kristus. Lumantar pangorbana- nipun Sang Kristus ing kajeng salib, Gusti Allah ngrengkuh lan nimbali saben tiyang ing salebeting Sih-rahmatipun Gusti Allah. Tetak tata-lair, ingkang sadèrèngipun dados satunggaling sarat wigatos(malah utami) ingkang mratandhani tetengering umatipun Gusti Allah, samangké dados mboten utami malih, amargi témbok singgetan antawisipun tiyang Yahudi kaliyan sanès Yahudi sampun karubuhaken lumantar pangorbananipun Sang Kristus.
Pangrengkuhing katresnanipun Gusti Allah lumantar Sang Kristus punika mbangun patunggilan.
Kalih péhak ingkang sakawit sesatron sampun karukunaken. Ingkang rumiyin “tebih” saking Gusti Allah lan pakaryaning kawi-lujengan-Ipun, samangké dados “celak”. Ingkang sakawit dados satru, samangké dados warganing brayat. Sadaya punika babarpindhah sanès amargi pambudidayanipun tiyang-tiyang punika, ananging awit saking pakaryanipun Gusti Allah ing salebeting Sang Kristus lan lumantar Sang Kristus.
Kaping kalih, umat ingkang sampun karukunaken punika kasebat minangka “manungsa anyar” (ayat 15). “Anyar” ing ngriki kagandhèngaken kaliyan pangraosipun umat menggahSinten lan punapa ingkang dipun pitados, inggih punika Sang Kristus ingkang ngluwari, mboten malih kawengku déning Torèt. Minangka manungsa anyar (titah anyar), gesanging umatipun Allah ugi nggadhahi ancas utawi ener ingkang anyar, inggih punika kanggé gesang ing salebeting tentrem rahayu. Tentrem-rahayunipun Gusti Allah nggrengsengaken umat kanggé gesang rukun ugi kaliyan sakiwatengenipun. Wonten ing gesangipun minangka manungsa anyar, umat kabangun dados Padalemaning Allah ing salebeting Roh. Tegesipun, umatipun Gusti Allah tinimbalan kanggé nélakaken pakaryanipun Roh lumantar gesangipun dadosa sacara pribadi punapadéné sacara sesarengan saben dinten.
Kaping tiga, umat kabangun kanthi Sang Kristus minangka watu pojokan. Watu pojokan punika satunggaling sèla ageng saha kukuh ingkang kapapanaken wonten ing pojokan utami satunggaling bangunan. Papanipun séla punika dados panutan tumrap patrap ngukur
……..bersambung ke halaman 10
...sambungan dari halaman 9
pérangan-pérangan sanès saking bangunan kasebat. Watu pojokan ugi nyambetaken pérangan wekasan témbok ing satunggal sisih kaliyan témbok ing sasisihipun (ndamel pojokan). Punika sababipun ing ayat 20 dipun ngendikakaken bilih Gusti Yésus piyambak dados pambanguning warga brayatipun Allah. Lumantar Panjene-nganipun pucuking pakaryan kawilujenganipun Gusti Allah tumrap jagad punika kelampahan. Panjenenganipun nyaketaken tiyang-tiyang ingkang rumiyin kaanggep “celak” lan “tebih”. Sanadyan wonten tumindakipunpara rasul saha para nabi, ananging Gusti Yésus dados punjering sadaya pakaryan punika. Makaten ugi tumraping kita wekdal sapunika, mapanaken Sang Kristus minangka watu pojokan ateges kita cumawis nglajengaken mbangun gesang ingkang ngener dhateng Sang Kristus.
Tetiganing pokok ingkang dipun antebihining nginggil nedahaken ada-adanipun Gusti Allah kanggé nunggilaken umatipun. Bédanipun Yahudi kaliyan sanès Yahudi ingkang sakawit kaanggep minangka témbok singgetan ugi sampun karubuhaken, sarta Sang Watu Pojokan nunggilaken kalihing kawontenan béda punika. Makaten ugi ing gesang umatipun Allah wekdal samangké. Wonten kathah kawontenan béda ingkang saged dados sumbering pepecahan, kalebet ing wewengkoning brayat kita. Dinten punika kita dipun émutaken bilih Gusti Yésus ngrukunaken kita ing satengahing manékawarni kawontenan béda. Panjenenganipun ndadosaken manungsa anyar ingkang gesang wonten ing tentrem rahayunipun Gusti, kanggé ndhèrèk nindakaken pakaryanipun Gusti Yésus ing jagad punika. Kanthi Sang Kristus minangka watu pojokan, kita kautus kanggé makarya kanthi tansah ndadosaken Sang Kristus punjering gesang kita.
Ibu, bapak, sadhèrèk sarta anak-anak ingkang dipun tresnani Gusti Yésus,
Selaras kaliyan jejer kita dinten punika: “Kita Brayatipun Allah”, kita sadaya sampun katampi déning Gusti Allah kalawan saben kaaèngan kita, lan katunggilaken kaliyan sesami ingkang béda kaliyan kita. Ing wewengkon brayat, Sang Kristus dados punjering gesang kita, ing pundi saben pakaryan kita temtunipun ngener dhateng tékad kanggé ngluhuraken Gusti Allah. Sesrawungan antawisipun ingkang kakung kaliyan ingkang putri, tiyang sepuh kaliyan anak-anak, tuwin ing antawisipun sadhèrèk katalesan kalayan kesagahan kanggé samidéné tampi-tinampi, sanès minangka “aku lan kowé utawa dhèwèké” ananging minangka pérangan saking “kita”. Makaten ugi ing salebeting wewengkon ingkang langkung wiyar minangka brayating umatipun Gusti Allah, kita ugi sesami warganing brayatipun Allah. Wiwit dinten punika kita kaémutaken malih kanggé nindakaken panduman kita ing satengahing paguyubanipun brayat lan pasamuwan kanthi langkung tumemen, supados brayat kita mboten ngalami keganggu ginanipun, ananging saged kanthi paling saésamidéné sengkuyungan tumrap tuwuhing iman lan kualitas utawi ala-becikinggesangipun saben warganing brayat.
Dinten punika ing salebeting pèngetan Dinten Pakabaran Injil Indonesia sarta riyaya Bujana Suci Sajagad, umat ugi kaèngetaken bilih kita mujudaken pérangan saking umatipun Gusti Allah ing jagad. Sadaya pepranganing iman punika mboten kita tindakaken piyambakan, ananging sesarengan minangka brayatipun Gusti Allah. Menawi wonten wekdalipunbrayat kita ngalami geguletantartamtu, mugi punapa ingkang kita émut-émutmenggahing anggèn kita sesarengan minangka brayatipun Gusti Allah ing jagad punika ugi nggrengsengaken kita kanggé tansah panggah lan tarung sesarengan ing kasetyan dhumateng Gusti Allah. Amin.
(KJ, 03-10-2021 - Bhs. Jawa)
PANDUAN PERJAMUAN KUDUS GKJ DAYU DALAM KEBAKTIAN DARING 3 OKTOBER 2021
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Perjamuan kudus atau sakramen perjamuan adalah tanda penyelamatan Allah dan sarana pemeliharaan iman, yang mengingatkan orang percaya secara khusus bahwa dirinya telah dimeteraikan (ditetapkan dan disahkan) sebagai penerima janji keselamatan Allah (I Kor 11:23-25).
Perjamuan Kudus dilaksanakan sebanyak 6 kali, yaitu 4 kali perjamuan kudus reguler setiap 3 bulan sekali (setiap Minggu ke-2 bulan Februari, Mei, Agustus, dan November), serta 2 kali perjamuan kudus pada hari khusus (pada hari Kamis Putih atau malam Jumat Agung sebagai Perjamuan Paskah, dan pada hari Minggu pertama bulan Oktober sebagai Hari Perjamuan Kudus Se-Dunia/ HPKD). Unsur dasar perjamuan kudus adalah roti dan anggur sebagai tanda persekutuan dengan tubuh dan darah Tuhan Yesus Kristus. Bagi peserta yang tidak dapat mengonsumsi roti dan anggur, dapat diganti dengan makanan dan minuman lain.
Majelis GKJ Dayu akan melayankan Perjamuan kudus dalam kebaktian pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 secara daring (online). Perjamuan kudus tersebut dilaksanakan di rumah-rumah, sebagaimana dilaksanakan juga oleh Jemaat Mula-mula: “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap- tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah” (Kis. 2:46-47a).
Perjamuan kudus dilaksanakan dengan tata cara (teknis) pelaksanaan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Perjamuan kudus dilakukan di rumah masing-masing, dengan mengikuti kebaktian secara daring (online) melalui YouTube pukul 08.00 (atau menyesuaikan waktunya setelah itu) dan Radio Petra pukul 10.00. Perjamuan kudus ini juga mengikutsertakan anak-anak.
2. Masing-masing keluarga menyiapkan roti tawar dan anggur sesuai jumlah anggota keluarga. Jika tidak tersedia roti tawar dan anggur, maka dapat dengan penggantinya (semua jenis roti, biskuit, atau makanan tradisional, dan minumannya bisa sirup, teh, air putih, atau minuman tradisional lainnya). Roti (atau penggantinya) dapat diletakkan di piring, dan anggur (atau penggantinya) dapat dengan sloki atau gelas kecil, disiapkan sebelum dimulainya kebaktian (dapat diletakkan di atas meja).
3. Perjamuan kudus dalam kebaktian di rumah dilayani oleh salah seorang (bisa orang tua) untuk membagikan roti dan anggur (atau penggantinya) kepada seluruh peserta yang mengikuti kebaktian di rumah. Pelaksanaannya dengan mengikuti panduan dalam kebaktian secara daring (online) sampai pelaksanaan perjamuan kudus selesai.
4. Persiapan perjamuan kudus dilakukan dengan pengujian diri (pendadaran) sebelum menerima perjamuan kudus dalam kebaktian maupun sebelum kebaktian di hari berlangsungnya kebaktian, ataupun hari sebelumnya, seorang diri maupun bersama dalam keluarga masing-masing dengan
“Panduan Persiapan Perjamuan Kudus.”
Walau perjamuan kudus selama masa pandemi saat ini diadakan di rumah-rumah dalam kebaktian daring (online), namun kita percaya bahwa Roh Kudus berkarya sehingga perjamuan kudus sebagai tanda penyelamatan Allah dan sarana pemeliharaan iman secara khusus yang kita terima bermakna dalam kehidupan kita untuk mengingatkan bahwa kita telah dimeteraikan (ditetapkan dan disahkan) sebagai penerima janji keselamatan Allah, dan iman kita di dalam Tuhan Yesus Kristus tetap terpelihara.
Kita senantiasa berdoa dalam iman dan pengharapan yang teguh agar pandemi segera berakhir, sehingga perjamuan kudus dapat kita ikuti atau kita terima dengan berhimpun dalam kebaktian di gedung gereja. Dengan begitu kita juga semakin diperlengkapi untuk menyatakan kesaksian dan pelayanan dalam lingkup yang lebih luas. Amin.
Teriring salam dan doa, Majelis GKJ Dayu
PANDUAN PERSIAPAN PERJAMUAN KUDUS
(Jika pengujian diri (pendadaran) dilakukan bersama, ada salah seorang sebagai pemimpin/pemandu (P). Jika seorang diri diucapkan dalam hati kalimat-kalimat yang sesuai.)
P : Agar perjamuan kudus ini menjadi berkat bagi kita maka kita harus memeriksa atau menguji diri kita masing-masing di hadapan Tuhan.
Mari kita masuk saat teduh, menguji diri kita masing-masing di hadapan Tuhan, demikian:
P : Apakah kita hidup dalam damai dengan Allah?
J : YA, KAMI BERUSAHA UNTUK HIDUP DALAM DAMAI DENGAN ALLAH WALAUPUN KAMI MENGAKUI KAMI TIDAK SEMPURNA.
P : Apakah kita hidup dalam damai dengan sesama kita, dengan suami atau istri?
S (SUAMI):
YA, KAMI BERUSAHA UNTUK HIDUP DALAM DAMAI DENGAN ISTERI KAMI WALAUPUN KAMI MENGAKUI KAMI TIDAK SEMPURNA.
I (ISTERI):
YA, KAMI BERUSAHA UNTUK HIDUP DALAM DAMAI DENGAN SUAMI KAMI WALAUPUN KAMI MENGAKUI KAMI TIDAK SEMPURNA.
P : Apakah kita hidup dalam damai dengan orangtua atau anak kita?
OT (ORANG TUA):
YA, KAMI BERUSAHA UNTUK HIDUP DALAM DAMAI DENGAN ANAK KAMI WALAUPUN KAMI MENGAKUI KAMI TIDAK SEMPURNA.
A (ANAK): (P membaca per-frasa/ penggalan kalimat, untuk ditirukan anak)
YA, KAMI BERUSAHA UNTUK HIDUP DALAM DAMAI DENGAN ORANGTUA KAMI WALAUPUN KAMI MENGAKUI KAMI TIDAK SEMPURNA.
P : Apakah kita hidup dalam damai dengan saudara-saudara, dengan teman dan tetangga dan dengan siapa pun yang kita jumpai dalam kehidupan kita?
J : YA, KAMI BERUSAHA UNTUK HIDUP DALAM DAMAI DENGAN SEMUA WALAUPUN KAMI MENGAKUI KAMI TIDAK SEMPURNA.
P : Di dalam ketidaksempurnaan kita, kita percaya Allah menyucikan kita dari segala dosa kita, membarui hidup kita, memampukan kita untuk bersaksi tentang kasih Kristus melalui hidup kita, dan melayakkan kita untuk menerima perjamuan kudus saat ini.
b. Doa Syukur
P : Ya Allah kami bersyukur karena kami dipersatukan di dalam Kristus.
OT : YA ALLAH KAMI JUGA BERSYUKUR KARENA KAMI ENGKAU UNDANG MENGIKUTI PERJAMUAN KUDUS INI.
A : (P membaca per-frasa/ penggalan kalimat, untuk ditirukan anak)
YA ALLAH, KAMI MENYAMBUT PERJAMUAN KUDUS INI DENGAN PENUH RASA SYUKUR DAN HORMAT.
P : Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami telah berdoa.
P+J : AMIN.
AGENDA KEGIATAN BULAN KELUARGA DAN HUT KE 28 GKJ DAYU TAHUN 2021 TEMA : TUHAN PULIHKAN KELUARGAKU
SUB TEMA : MENGELOLA LUKA BATIN UNTUK IKUT MEMULIHKAN SESAMA
NO KEGIATAN PELAKSANAN KETERANGAN
1. Pembukaan Bulan Keluarga
2021 Hari
Tanggal Waktu
: Minggu : 3 Oktober 2021
: Live Streaming YouTube Chanel GKJ Dayu, pukul 08.00 dan Radio Petra 105,7 FM, pukul 10.00
Tema
Pengkhotbah : “Kita Keluarga Allah”
: Pdt. Martana Pancahadi
2. Persekutuan Doa Keluarga Diadakan disetiap keluarga dan waktu pelaksanaanya diserahkan pada keluarga masing – masing.
Bahan Persekutuan doa dari LPPS Sinode GKJ dan GKI
1 Selasa, 5 Oktober 2021 Persekutuan Doa Keluarga I Tema
Bacaan
: Tuhan Selalu Punya Cara Memulihkan Kita
: Rut 1 : 1- 22 2. Selasa, 12 Oktober 2021 Persekutuan Doa Keluarga II
Tema Bacaan
: Dia Hanya Sejauh Doa
: 1 Samuel 1 : 1-18 3. Selasa, 19 Oktober 2021 Persekutuan Doa Keluarga III
Tema Bacaan
: Rasa Sesal Yang Menyiksa
: Markus 14 : 66 -72 4. Selasa, 26 Oktober 2021 Persekutuan Doa Keluarga IV
Tema Bacaan
: Fokuslah Pada Rencana Allan : Kejadian 45 : 1–15 3. Pemahaman Alkitab Wilayah
Teknis pelaksanaanya diserahkan pengurus wilayah Bahan Pemaahaman Alkitab dari LPPS Sinode GKJ dan GKI
1. Jumat, 8 Oktober 2021 Pemahaman Alkitab Wilayah Tema
Bacaan
: Membiarkan Luka Ternganga : Kejadian 4 : 1–16 2. Jumat, 22 Oktober 2021 Pemahaman Alkitab Gabungan
dengan Zoom Meeting Tema
Bacaan
: Terluka Karena Cinta:
: 2 Korintus 2 : 1–4 4. Lomba Ngidung Keluarga Hari
Tanggal : Selasa dan Kamis : 26 dan 28 Oktober 2021 : dengan Zoom Meeting
1. Peserta adalah anggota satu keluarga (bpk/ibu/anak /cucu) minimal terdiri dari 2 orang 2. Penilaian pada kekompakan,
ketepatan , dan produksi suara.
3. Memilih 1 kidung pilihan dinyanyikan 2 bait secara AKAPELA (tanpa iringan) Catatan:
Info lagu menyusul 5. Lomba Membaca Kitab Suci Hari
Tanggal Waktu
: Kamis
: 21 Oktober 2021 : Pukul 17.00
Peserta Anak-anak Sekolah Minggu
6. Lomba Menyanyi Waktu pelaksanaan menyusul Peserta Anak-anak Sekolah Minggu (kelas kecil)
7. Ibadah Penutupan Bulan Keluarga 2021 dan HUT ke-28 GKJ Dayu
Hari Tanggal Waktu
: Minggu
: 31 Oktober 2021
: Live Streaming YouTube Chanel GKJ Dayu, pukul 08.00 dan Radio Petra 105,7 FM, pukul 10.00
Tema
Pengkhotbah
:“Keluargaku dipulihkan”
: Pdt. Martana Pancahadi
HARI: MINGGU PERIODE 3 Okt 21 Periode 26 Sept sd 2 Okt21
1 2 31 3 HBln V T 600,000 600,000 600,000 600,000 600,000 3,000,000 2 5 39 1 KBln 300,000 50,000 50,000 50,000 50,000 500,000 B 3 4 43 1 PBln 350,000
No. No Reg Bln/Ist Pasmw Pembg Diakonia Pralenan Tanah Makam Jumlah
1,400,000 750,000 750,000 650,000 1,100,000 4,650,000 - - - - - - 4 4
PERSEMBAHAN BULANAN/KARTU DAN ISTIMEWA
50,000 50,000 50,000 500,000 4 4 43 2 KBln A 150,000 50,000 50,000 250,000
5 1 10 1 YBln W 400,000 400,000
Jumlah Bln
Istmw Jumlah kartu
Jumlah Seluruh
4 2 4
4,650,000
26 September 2021 NN 450,000 Transfer Bank
27 September 2021 NN 100,000 Transfer Bank
28 September 2021 Kel Bp Horas V.M. Tarihoran 3,000,000 Transfer Bank
28 September 2021 Kel NN Wil V 150,000 Transfer Bank
30 September 2021 Persembahan Mingguan Kel AR Wil IV 300,000 Transfer Bank
02 Oktober 2021 amplop Hitam 260,000 Kotak Persembahan
02 Oktober 2021 Amplop Ungu 22,000 Kotak Persembahan
02 Oktober 2021 NN 170,000 Kotak Persembahan
02 Oktober 2021 NN 50,000 Kotak Persembahan
02 Oktober 2021 NN
PERSEMBAHAN ISTIMEWA
PERIODE: 3 Okt 21 Periode 26 Sept sd 2 Okt21
No. Tanggal Ditujukan untuk Dari Jumlah (Rp) Keterangan
Jumlah 7,513,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 11 12
50,000 Kotak Persembahan
02 Oktober 2021 NN 2,247,000 Kotak Persembahan
02 Oktober 2021 NN 714,000 Kotak Persembahan
Persembahan Istimewa Pasamuawan Persembahan Istimewa Pasamuawan Persembahan Istimewa Pasamuawan
Persembahan Mingguan
Persembahan Mingguan Persembahan Mingguan Diakobnia
Persembahan Mingguan PEPENKRIS Istimewa Tanah Makam Persembahan Perpuluhan Persembahan Istimewa Pasamuawan
WARGA DALAM PEMULIHAN KESEHATAN
NO NAMA WIL NO NAMA WIL
1. Bp. Harry Santosa I 21. Ibu Ani Handayani Kabul Sutrisno III 2. Bp. dan Ibu Bambang Astudi I 20. Bp. Yakobus Ahmad Zainal IV
3. Ibu Pratoyo I 21. Ibu Yulia Sukarsih IV
4. Ibu Suwarih I 22. Bp. Jumangin IV
5. Bp. Sriyono II 23. Bp. Rasimin IV
6. Ibu MH. Nikijuluw II 24. Bp. Tri Suyanto IV
7. Bp. JR. Sahetapy II 25. Pnt. Sulistyorini Hermapramni IV
8. Bp. Suyoto Suryo II 26. Pnt. Agus Supriyanto IV
9. Bp. Pdt. Em. Judo Wibowo II 27. Bp. Yunianto Dwi Raharjo V 10. Bp. Budi Haryono II 28. Ibu Titiek Sunari Sumaryono V 11. Bp. Sihur Suhartono II 29. Ibu Elisabeth Bejo Mulyono V
12. Bp. Liandi Purwanto II 30. Bp. Oscar Purwano V
13. Ibu Ida Lustiati Harya W III 31. Bp. Tarsisius Sarijo (Ayahanda Bp.
Yohanes Andrianto, Wil. I)
14. Bp. Fony Hendro Sucahyo III 32. Ibu Martinem Mangkuyatino (Ibunda Bp.
Paulus Siswarno, Wil. I)
15. Bp. Lukas Budi Santosa III 33. Bp. Supriyadi (Suami Ibu Okta, Wil. III) 16. Pnt. Sukodarno III 34. Bp. Purwito (Ayahanda Bp. Wasito, Wil. V) 17. Bp. Eko Maryanto III 35. Bp. Sadal Paulus (Ayahanda Bp.
Kurniawan Budi Cahyono, Wil. V) 18. Ibu Tuti Rahayu Wiranto III 36. Bp. Ujang Komarudin (Ayahanda Bp.
Mardi Aris Kuswandi, Wil. V)
WARGA DALAM PEMULIHAN KESEHATAN
1. Bapak Ibnu Hendra Rijanta, Wilayah III (Siloam) saat ini dirawat di Ruang Teratai RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Kiranya Tuhan Yesus memberi kesabaran kepada setiap keluarga yang merawat. Tuhan Yesus menjamah setiap dokter, tenaga medis, dan obat menjadi sarana kesembuhan.
Sekretariat : GKJ Dayu Jl. Damai, Pusung, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, 55581 Telp. 0274-887956 Website : gkjdayu.or.id; E-mail: [email protected], Jam Kantor Gereja: Pukul 09.00–16.00 Pastori 2 : Dusun Ngemplak, No. 43, RT.01 RW. 03, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman/HP.0818465530 RekeningBank : BRI Unit Palagan No.:7307-01-007949-53-7 atas nama Gereja Kristen Jawa Dayu
Koordinator Majelis Wilayah :
•Wilayah I: Pnt. Agus Prasetyo Hadi (087838196302); •Wilayah II: Dkn.Yohanes Mulyono (0851-5883-5184); •Wilayah III : Pnt. Sis Wuryanto (0812 2742 787); •Wilayah IV : Pnt. Agus Supriyanto (081392745766); •Wilayah V: Pnt. Hari Surahmantoro (087738329148)
Demikian warta gereja ini disampaikan mohon dukungan doa serta partisipasi dari segenap warga jemaat, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.