• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN SKEMA UJI PROFISIENSI KALIBRASI Siklus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERENCANAAN SKEMA UJI PROFISIENSI KALIBRASI Siklus"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Page 1 of 6

PERENCANAAN SKEMA UJI PROFISIENSI KALIBRASI

Siklus 1-2022

Perencanaan ini dibuat berdasarkan Panduan Operasi 4.4 Desain Uji Profisiensi, mengacu kepada ISO 17043

1. Tujuan

Uji Profisiensi kalibrasi dimaksudkan untuk memenuhi klausul 7.7.2 ISO SNI 17025 : 2017 yang bertujuan untuk memastikan validitas hasil kalibrasi dengan membandingkan hasil kinerjanya dengan pihak luar serta melakukan trial system DiA-PT sebelum secara resmi dibuka kepada publik.

2. Sasaran

Uji Profisiensi kepada laboratorium yang terakreditasi KAN dan mendapat undangan khusus dari DiA-PT.

3. Skema

Uji profisiensi akan menggunakan skema sekuensial berdasarkan ISO 17043 Annex A.2

4. Penyelenggara

Uji profisiensi diselenggarakan oleh DiA-PT

Alamat : Jl Dunguscariang No 33 A Blok 77 Bandung, Jawa Barat Whatsapp : 081210640674

Email : [email protected] Tim Siklus

Koordinator : Arief Rachman Hakiem ([email protected]) Statistik : Mughni Yumashar ([email protected]) Administrasi : Nizar Sapta Wiguna ([email protected])

5. Kegiatan yang di-subkontrak-kan

1. Pengiriman artefak dilakukan oleh kurir rekanan difasilitasi oleh Popaket 2. Kalibrasi artefak dilakukan oleh Lab Kalibrasi Eastern Pro Engineering

6. Peserta

3.1 Kriteria peserta :

a. lab kalibrasi baik yang terakreditasi 3.2 Jumlah Peserta

Jumlah peserta minimum adalah 3 peserta

7. Pengukuran

Besaran yang diukur tergantung kepada program dan artefak yang digunakan. Detil rentang ukur dan karakterisitik khusus dijelaskan pada protocol uji profisiensi. Secara umum peserta harus mengukur :

a. Hasil kalibrasi artefak yang disampaikan dalam error, b. Perhitungan ketidakpastian pada tingkat kepercayaan 95%.

(2)

Page 2 of 6 8. Artefak

Artefak dikalibrasi setiap 1 tahun sekali, disimpan pada tempat yang terkondisi. Distribusi artefak menggunakan box khusus yang melindungi artefak dari benturan dan goncangan yang berlebihan. Artefak pada siklus ini adalah Digital Caliper dan Multimeter.

9. Pencegahan Kerjasama dan Penyalahan Hasil 9.1 Pencegahan Kerjasama :

1. Tidak memberikan informasi kontak peserta selanjutnya atau sebelumnya.

9.2 Konfirmasi data yang mencurigakan :

1. Mengirimkan informasi tertulis kepada peserta pemilik data untuk mengkonfirmasi data yang dicurigai serupa dengan peserta lain;

2. Jika dalam kasus no 1 peserta tidak mengkonfirmasi dalam waktu 3 hari atau mengkonfirmasi tidak adanya kesalahan ketik maka data tersebut akan kami keluarkan saat penentuan nilai acuan uji banding.

10. Informasi Dari Peserta

Untuk dapat melaksanakan uji profisiensi peserta harus memberikan informasi : 1. Nama penanggung jawab/perwakilan peserta;

2. No Telpon penanggung jawab/perwakilan peserta;

3. Email penanggung jawab/perwakilan peserta;

4. Alamat lengkap peserta;

5. Surat kuasa perwakilan lab/organisasi;

6. Bukti afiliasi dengan organisasi yang diwakilkan (id card atau penggunaan email perusahaan);

7. Bukti kompetensi peserta dapat melakukan kalibrasi (sertifikat akreditasi, foto fasilitas, dll).

11. Kerangka Waktu

Uji profisiensi dimulai dengan jendela book dimana peserta dapat melakukan booking terhadap program uji profisiensi. Jendela book adalah 1 minggu.

Setelah jendela book berakhir, DiA-PT akan menentukan giliran peserta dan mengemas artefak untuk pengiriman selama 3 hari.

Masa pengerjaan setiap peserta adalah 3 hari setelah artefak diterima. Dengan asumsi pengambilan data dan pengiriman kurir adalah satu minggu, maka dengan 3 peserta akan memakan waktu 3 minggu.

Setelah artefak selesai didistribusikan DiA-PT akan membuat laporan dengan target penyelesaian 2 minggu.

(3)

Page 3 of 6 12. Metode Kalibrasi

Metode Kalibrasi berdasarkan metode yang telah ditetapkan oleh peserta. Adapun prosedur atau langkah khusus akan disampaikan di dalam protokol.

13. Form Pengisian Data

Peserta wajib mengisi data hasil uji profisiensi sesuai form 4.7-1 Data Uji Profisiensi yang dapat di unduh di aplikasi DiA-PT.

14. Satistik

DiA-PT dalam melakukan perhitungan statistic mengikuti panduan pada ISO 13528 dan ISO 5725-2 dituangkan dalam IK-001 Kebijakan Statistik.

==========================================================================================

14.1. PENULISAN TEMPAT DESIMAL

Penulisan tempat desimal minimal adalah sama dengan resolusi artefak. Peserta diperbolehkan menuliskan dengan tempat desimal yang lebih baik sesuai dengan standard masing-masing peserta.

14.2. HOMOGENITY dan STABILITY

Homogenity adalah keseragaman dalam artefak, dalam kasus uji banding kalibrasi homogeneity bisa diabaikan karena artefak hanya terdapat satu dan didistribusikan ke seluruh peserta.

Berbeda untuk stability, dimana dalam skema uji banding kalibrasi, artefak dapat berada diluar kondisi “nyaman” yang dapat mempengaruhi stability artefak. Dalam kasus ini, kami :

1. memonitor stabilitas artefak dari siklus ke siklus;

2. sebisa mungkin memilih artefak dengan kualitas dan uncertainty yang baik;

3. menerapkan perlindungan/case sebaik mungkin untuk meminimalisir kemungkinan kerusakan saat distribusi.

14.3. DATA BLUNDER

Pada tahap awal, seluruh data akan kami evaluasi secara visual untuk memfilter data blunder. Maksud dari data blunder adalah data yang sangat ekstrim sehingga terlihat jelas berbeda jauh dari data lainnya. Dalam kasus ini, kami akan menerapkan prosedur yang sama dengan KEBIJAKAN TERHADAP OUTLIER.

14.4. KEBIJAKAN TERHADAP OUTLIER

Outlier adalah nilai yang terlihat tidak normal dibandingkan dengan hasil lainnya. Outlier dapat menyebabkan bias dalam menentukan nilai acuan pada uji banding.

DiA-PT mengevaluasi outlier berdasarkan rekomendasi ISO 5752-2 yaitu menggunakan uji Grubs pada data uji banding. Dalam kasus dimana terdapat konfirmasi valid bahwa terdapat data outlier, maka kami :

1. Mengirimkan informasi tertulis kepada peserta pemilik data outlier untuk mengkonfirmasi bahwa ini bukanlah kesalahan ketik;

(4)

Page 4 of 6

2. Jika dalam kasus no 1 peserta tidak mengkonfirmasi dalam waktu 3 hari atau mengkonfirmasi tidak adanya kesalahan ketik maka data tersebut akan kami keluarkan saat penentuan nilai acuan uji banding;

3. Jika peserta mengkonfirmasi adanya kesalahan ketik, maka peserta dapat mengirimkan ulang data uji bandingnya dan uji terhadap outlier akan diulang;

4. Jika setelah no 3, data peserta tetap terkonfirmasi oulier, maka data tersebut akan kami keluarkan saat penentuan nilai acuan uji banding;

5. Peserta pemilik data outlier tetap akan dihitung performanya di laporan akhir.

14.5. PENENTUAN NILAI ACUAN UJI BANDING

Berdasarkan ISO 13528, nilai acuan uji banding dapat diperoleh melalui : 1. Materi referensi yang bersertifikat

2. Hasil dari satu laboratorium

3. Nilai konsensus dari laboratorium ahli 4. Nilai konsensus dari hasil peserta

DiA-PT dalam penentuan nilai acuan menggunakan Nilai konsensus dari laboratorium ahli, dalam hal ini laboratorium ahli adalah peserta yang mengikuti program uji banding di DiA-PT dan telah terkareditasi KAN. Bilamana seluruh peserta adalah lab terakreditasi, maka nilai acuan ini akan setara dengan nilai konsensus dari hasil seluruh peserta.

14.5.1 Kenapa tidak hasil dari satu laboratorium?

Seperti yang diketahui, bahwa dalam dunia kalibrasi pasti terdapat lab kalibrasi nasional atau biasa disebut ‘National Metrologi Institute’, di Indonesia adalah Lab BSN KAN. Dalam hal ini DiA-PT meyakini bahwa ‘expert’ tidak mungkin terkumpul pada satu tempat, hal ini termasuk sumber daya manusia dan peralatan. Di sisi lain, tidak ada yang namanya laboratorium ‘SEMPURNA’

dan kami meyakini bahwa seluruh lab yang terakreditasi memiliki kompetensi yang setara.

14.5.2 Metode Statistik

Dalam menentukan nilai rata-rata dan standar deviasi acuan, kami menggunakan metode Robust analysis Q/Hampel berdasarkan ISO 13528 Annex C. Q/Hampel memiliki ‘Breakdown Point’ (kemampuan mentoleransi outlier tanpa membuat nilai acuan berubah ekstrim) yang tinggi. Meskipun kami mengevaluasi dan mengeluarkan outlier dalam perhitungan nilai acuan, robust analysis tetap digunakan untuk mengurangi efek outlier yang tidak terdeteksi.

(5)

Page 5 of 6 Nilai uncertainty acuan dihitung berdasarkan rumus (6) pada ISO 13528 :

14.6. EVALUASI PERFORMA

Dalam menentukan hasil akhir dari performa peserta, DiA-PT menggunakan En-Score.

En-Score

Evaluasi hasil En-Score : En < 1 Hasil Memuaskan En > 1 Hasil tidak memuaskan

15. Ketertelusuran Nilai Acuan

Untuk memastikan ketertelusuran nilai acuan, DiA-PT hanya akan menggunakan data dari laboratorium terakreditasi ISO 17025. Lihat par 14.5.

16. Pelaporan

Peserta akan mendapatkan laporan akhir setelah semua peserta mendapatkan giliran dan program dinyatakan selesai.

Waktu penyelesaian laporan adalah 2 minggu dari selesainya program.

(6)

Page 6 of 6 17. Kerahasiaan Informasi Pada Laporan

Di dalam laporan akhir kami akan menyertakan nama peserta pada daftar peserta, namun pada rangkuman data dan penunjukan hasil semua peserta akan mendapatakan kode khusus unik yang berbeda pada tiap program dan hanya diberitahukan kepada peserta terkait.

Semua informasi milik peserta adalah rahasia dan kami tidak akan membocorkan kepada pihak manapaun kecuali jika diharuskan oleh hukum atau atas izin dari pemilik informasi terkait.

18. Kerusakan Artefak Saat Sirkulasi 18.1. Kelanjutan Uji Profisiensi

1. Jika Artefak ditemukan rusak pada giliran peserta ke 3 atau kurang, maka program akan di ulang dan digunakan artefak pengganti.

2. Jika artefak ditemukan pada giliran peserta ke 4 hingga (total peserta -3), maka uji profisiensi akan dibagi menjadi 2 grup dimana grup pertama menggunakan artefak original dan grup ke dua akan didistribusikan artefak baru.

Laporan uji profisiensi akan di pisah dan terdapat 2 versi (grup pertama dan kedua).

3. Jika artefak ditemukan pada giliran (total peserta - 1) atau peserta terakhir, maka peserta ini akan dikecualikan dalam program. Jika telah membayar maka uang peserta akan kami kembalikan dan peserta mendapatkan kompensasi berupa cashback Rp 100.000 jika mengikuti program yang sama pada siklus selanjutnya.

18.2. Investigasi dan Penggantian

1. Investigasi kerusakaan kami lakukan berdasarkan foto terima dan kirim.

2. Jika terbukti kerusakan disebabkan oleh peserta, maka peserta wajib mengganti seharga nilai artefak.

3. Jika kerusakan dikarenakan kesalahan kurir, maka kami akan selesaikan dengan pihak kurir.

Bandung, 28 Desember 2021 Koordinator,

____________________

Arief Rachman Hakim

Referensi

Dokumen terkait

Perilaku seksual pranikah pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kurangnya pemahaman tentang seksual pranikah, kurangnya kontrol dari

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Sudibyo et al., 2007 yaitu pada tahun pertama (2007) saat belum dila- kukan pemangkasan tidak terjadi hambatan per- tumbuhan

Gambar 22. Konservasi jeruk working koleksi di Kebun Percobaan Tlekung.. Konservasi Jeruk RGL, Nimas Agrihorti di KP Banjarsari pada umur 2,5 tahun. Konservasi Sumberdaya Genetik

Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peranan fungsi Bimbingan Konseling Islam dalam upaya mengembangkan religiusitas remaja dan menekan atau mengontrol kenakalan remaja

Terminal Bus juga merupakan suatu area dan fasilitas yang di dalamnya terdapat interaksi berbagai elemen seperti manusia (penumpang, pedagang dan kru bus), fasilitas

Bila jumlah perubahan-perubahan cukup banyak, pada suatu waktu dapat diterbitkan edisi baru yang disesuaikan daripada parts catalog ini, dan masing-masing edisi akan diberikan

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang mengaplikasikan strategi Green Marketing dalam memproduksi dan menawarkan produknya mendapatkan Citra Merek positif, yang