• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Toddie Baby Spa merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa yang baru berdiri pada Januari 2010. Perusahaan ini tergolong sebagai perusahaan yang baru berdiri dan sudah seharusnya melakukan tindakan promosi untuk jasa yang di jualnya. Dilihat dari jenis jasa yang di tawarkan oleh Toddie baby spa, hal tersebut merupakan sebuah jasa yang berpotensi untuk di pasarkan di wilayah Surabaya. Promosi yang dilakukan harus memberikan kesan bahwa jasa yang di berikan oleh Toddie baby spa merupakan jasa yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya. Sehingga selain untuk melakukan promosi pada jasa yang di jualnya, Toddie baby spa juga membangun image perusahaanya agar menjadi lebih dikenal oleh masyarakat.

Baby spa tergolong dalam lifestyle produk atau jasa karena keberadaanya bukan merupakan produk yang harus dimiliki dan dilakukan oleh semua orang.

Sesuai dengan pengertiannya, lifestyle menurut Kotler (3) adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya.

Kebanyakan perusahan yang bergerak dalam menawarkan sebuah produk lifestyle cenderung mengalami pasang surut dalam omset mereka. Sehingga diperlukan rencana promosi yang tepat agar dapat terus bertahan.

Antusiasme masyarakat golongan menengah atas pada jasa ini terbilang tinggi(Personal conversation, 21 Maret 2011), Hal ini dibuktikan dengan banyak orang tua kalangan menengah atas menginginkan perawatan yang lebih kepada anak mereka. Di jelaskan bahwa baby spa memberikan efek positif terhadap kesehatan anak, Ada banyak manfaat dari Baby Spa, antara lain, tidur bayi menjadi lebih lelap, asupan asinya menjadi banyak, merangsang gerakan motorik, meningkatkan konsentrasi serta meningkatkan IQ.( “Manjakan Bayi Anda Dengan Baby Spa,” par. 6). Baby spa merupakan bagian dari hydrotherapy yang bisa menjadi alternatif untuk stimulus tumbuh kembang anak. Pada saat melakukan theraphy baby spa keadaan anak sangat tidak stabil, jadi ini menuntut anak untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri agar dirinya tidak tenggelam. Dalam hal ini

(2)

anak sudah di stimulus untuk memecahkan masalah yang dihadapi saat itu(Toddie ,vol . 23 , 90) Oleh sebab itu banyak masyarakat yang menggunakan jasa baby spa untuk anak-anaknya.

Alasan pemilihan Toddie baby spa dikarenakan saat ini jenis jasa yang ditawarkan oleh Toddie baby spa sedang menjamur di wilayah Jakarta.

Sedangkan untuk wilayah Surabaya, jenis jasa yang serupa masih jarang.

Sekarang sudah ada dua perusahaan yang bergerak dalam jasa serupa di wilayah Surabaya yaitu “Little Bee Spa Bayi” dan “Baby Wonderland” namun pada kedua tempat itu masih belum terlihat berkompeten dalam jasa yang dijualnya.

Juga, masih banyak masyarakat yang belum mengenal jasa-jasa yang ditawarkan dalam baby spa. Menurut Gruenwald (46), suatu produk baru sekaligus berbeda dan lebih baik juga, harus muncul secara luar biasa di pasar lokal dan hal ini belum dilakukan oleh Toddie baby spa. Alangkah baiknya jika keberadaan Toddie baby spa menjadi pelopor untuk wilayah Surabaya karena melihat para pesaing yang masih kurang berkompeten dibidangnya. Keberadaan Toddie baby spa sebagai pelopor ditunjukkan dengan adanya tempat sendiri dan para ahli yang di miliki oleh perusahaan ini. Hal tersebut menjadikan perusahaan ini sangat unggul dibanding dengan baby spa lain yang menjadi pesaingnya. Sehingga untuk memperkenalkan Toddie baby spa, diperlukan suatu rencana promosi yang efektif dan didukung dengan pemilihan media yang tepat agar informasi tentang Toddie baby spa dapat sampai kepada masyarakat Surabaya secara tepat. Nantinya, selain sebagai pelopor dengan strategi promosi yang direncanakan ini, Toddie baby spa dapat terus bersaing dengan baby spa yang lain yang ada di Surabaya khususnya.

“Advertising dan sales promotion adalah satu kegiatan dalam bidang marketing yang bertujuan untuk meningkatkan omzet penjualan, dengan jalan mempengaruhi konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung”

(Nitisemito 126). Dengan adanya dukungan dari kegiatan advertising dan sales promotion diharapakan informasi mengenai keberadaan Toddie baby spa dapat diketahui secara lebih oleh masyarakat terutama Surabaya dan juga memberi pengaruh terhadap pemakaian jasa. Dalam memasarkan suatu produk atau jasa baru diperlukan suatu rangkaian promosi yang sesuai dengan jenis media yang di

(3)

penjualan dengan media-media yang ada salah satunya dengan membangun kebiasaan membeli dalam jumlah tertentu dengan mengenyampingkan merek lain, sehingga tidak menyebabkan konsumen berganti merek dan tidak setia terhadap merek sebelumnya. Di pihak lain promosi juga mendorong persaingan yang kian ketat di berbagai point of sale(Jefkin 154). Melihat hal ini promosi Toddie baby spa nantinya akan di fokuskan kepada media iklan below the line untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pemilihan media below the line ini dikarenakan melihat media promosi sebelumnya yang telah dipakai belum dapat memberikan hasil yang maksimal serta, adanya biaya yang terbatas untuk rangkaian promosi juga mendasari bahwa perlu adanya suatu strategi dalam pemilihan media promosi yang lebih teliti agar penggunaan dana yang terbatas dapat secara efektif berguna, sehingga nantinya dapat mencapai tujuan yang di harapkan.

Dengan perancangan komunikasi visual yang dilakukan dalam promosi Toddie baby spa dapat membantu melancarkan tujuan promosi untuk memenuhi target penggunaan jasa. Perancangan komunikasi visual tersebut juga memudahkan menginformasikan tentang suatu produk baru, dalam hal ini Toddie baby spa di tengah-tengah masyarakat, sekaligus untuk mencari konsumen tetap dan meningkatkan penjualan. “Sebab, dengan adanya komunikasi dapat mengatakan pada masyarakat mengenai suatu produk yang mereka inginkan dan dibutuhkan menjadi dapat di peroleh karena produk itu ada dan di produksi”

(Bennie 1) . Komunikasi akan mengena pada sasaran konsumen yang dituju dengan mengetahui dan memahami karakter konsumen.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, yang diperoleh dari fakta di lapangan dan teori terkait, maka permasalahan yang didapat antara lain :

a. Bagaimana mempromosikan Toddie baby spa kepada masyarakat khususnya di Surabaya yang bersifat preventif.

b. Bagaimana merancang komunikasi visual untuk kegiatan promosi Toddie baby spa yang sesuai dengan target marketnya.

(4)

1.3. Batasan Masalah Pembatasan masalah :

a. Perancangan ini membahas tentang komunikasi visual sebagai media promosi perusahaan.

b. Media yang dipakai nantinya adalah media below the line yang umum dipakai untuk promosi sebuah perusahaan seperti brosur, iklan cetak, stationery , dan lain-lain.

c. Perancangan dan penelitian ini tidak membahas tentang perusahaan yang bergerak di bidang selain baby spa.

d. Sasaran utama penelitian yaitu hanya Toddie baby spa.

1.4. Tujuan Perancangan

Perancangan ini bertujuan untuk :

a. Mempromosi Toddie baby spa kepada masyarakat khususnya di Surabaya.

b. Merancang komunikasi visual untuk kegiatan promosi Toddie baby spa yang sesuai dengan target marketnya.

1.5. Manfaat Perancangan 1.5.1. Bagi Perusahaan

a. Menciptakan pencitraan perusahaan yang professional,berkompeten, dan terpercaya melalui perancangan komunikasi visual.

b. Menciptakan positive brand pada sebuah perusahaan dimana manfaat produk merupakan yang utama dari pada price melalau komunikasi visual.

1.5.2. Bagi Penulis dan Rekan-Rekan Seprofesi

a. Mampu menganalisa dan mengumpulkan data serta mencari solusi dalam bentuk konsep, kemudian mewujudkan dalam perancangan komunikasi visual.

b. Menambah wawasan sebagai bentuk praktek dari teori yang di terima selama perkuliahan untuk mempersiapkan diri menjadi graphic

(5)

c. Sebagai tugas akhir yang berfungsi untuk mengevaluasi ketrampilan dan penguasaan materi sebagai sarjana Desain Komunikasi Visual sebelum terjun ke dunia kerja.

1.5.3. Bagi Masyarakat

a. Untuk dapat mempermudah para konsumen mengetahui dan mengenal Toddie baby spa sehingga dapat mengenalkan sebagai bagian dari healty lifestyel masa kini.

b. Dapat menunjang Toddie baby spa untuk menunjukan bahwa image Toddie baby spa benar-benar expert dibidangnya dan terjamin kualitasnya.

1.6. Definisi Operasional

Promosi : Menurut Nickels (56) promosi adalah Suatu usaha dari pemasaran dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.

Baby spa : Spa adalah bahasa modern dari pijat. Spa pada dasarnya pijat dengan siat su ala jepang atau pijat tradisional yang dilakukan para terapis sangat profesional sehingga para pengunjung merasa dimanjakan dan juga dikerjakan sesuai dengan permintaan pengunjung. Sedangkan baby menunjukan tingkatan umur yaitu balita atau bayi. Jadi dalam arti jelasnya Baby Spa merupakan spa yang diperuntukan untuk bayi atau balita.

1.7. Metode Perancangan

Metode penelitian yang digunakan dalam Perancangan komunikasi visual ini adalah metode diskriptif. Penggunaan metode ini bertujuan menggambarkan dan menginterpretasikan secara intensif tentang keadaan latar belakang yang ada.

Tahap-tahap kegiatan yang dilakukan dalam perancangan ini adalah :

(6)

1.7.1. Tahap Pengumpulan Data

Tahap ini digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data informasi yang relevan dari berbagai sumber, antara lain :

1.7.1.1. Data Primer

a.Data nara sumber, yaitu data primer yang diperoleh dari pihak- pihak terkait mengenai obyek perancangan. Pengambilan data di Toddie baby spa akan dilakukan melalui wawancara pada pengunjung serta pemilik maupun pegawai.

b. Data observasi, yaitu data primer yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan antara lain aktivitas-aktivitas yang terjadi di Toddie babay spa. membuat dokumentasi mengenai hal-hal yang diperkirakan berkaitan dengan penelitian atau permasalahan.

1.7.1.2. Data Sekunder

Data literatur, yaitu data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui pendekatan literatur sebagai referensi, baik yang bersifat teori kualitatif, perhitungan kuantitatif, dan spesifikasi teknis, yang menunjang dalam penyelesaian masalah.

1.7.2. Tahap Analisa Data

Nantinya akan menggunakan metode kualitatif, dilakukan dengan mengadakan survey pengamatan terhadap obyek studi,set kondisi, system pemikiran, maupun suatu kelas peristiwa dengan tujuan untuk membuat diskripsi, gambaran mengenai fakta-fakta hubungan antara fenomena yang di teliti.

Nantinya akan ditentukan permasalahan yang relevan dengan menerapkan beberapa batasan.

1.7.2.1. Tahap Analisa SWOT (Streght, Weakness, Oppurtunities and Threats)

Dalam tahap ini berbagai permasalahan diuraikan untuk perancangan komunikasi visual secara menyeluruh menggunakan

(7)

tentang keberhasilan suatu objek berdasarkan pemenuhan beberapa standar pada analisa beberapa faktor untuk menghasilkan suatu perancangan komunikasi visual yang maksimal. Teknik ini membandingkan antara Toddie Baby Spa dengan baby sapa yang telah ada dari segi SWOT. Dari analisis ini dapat diketahui bagaimana posisi dan permasalahan yang harus dipecahkan dan cara mengatasi

1.7.2.2. Tahap USP (Unique Selling Point)

Tahap ini untuk menganalisis keunikan apa yang dimiliki Toddie Baby Spa sehingga bisa dijadikan nilai lebih dibanding baby spa lainnya(competitor)

1.8. Konsep Perancangan

Perancangan ini menggabungkan antara kekuatan verbal dan visual yaitu layout, ilustrasi dan teks sebagai media visual untuk mengenali obyek perancangan dan teks sebagai media verbal yang menunjang persuasif.

Nantinya akan dikembangkan menjadi media-media promosi yang dibutuhkan oleh Toddie Baby Spa. Bisa berupa media sebagai pelengkap Toddie Baby Spa sendiri maupun Souvenir untuk konsumen Toddie Baby Spa. Media- media yang nantinya dirancang akan disesuakain dengan target yang telah ditetapkan.

Dengan adanya media promosi nantinya akan membuat deskripsi tentang Toddie Baby Spa secara tidak langsung kepada konsumen. Sehingga menimbulkan effek sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan promosi.

(8)

1.9. Skematika Perancangan

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Perancangan

Identifikasi

Objek Perencangan Data

Analisis Data

Program Media Program Kreatif

Tujuan Media Strategi Media Program Media Biaya Media

Tujuan Kreatif Strategi Kreatif Program Kreatif Biaya Kreatif

Konsep Perancangan

Visualisasi

Layout

Final Art Work Kesimpulan

Referensi

Dokumen terkait

(iv) penggunaan logo rasmi SKUM pada sijil penyertaan / penghargaan tertakluk kepada program dan aktiviti yang dijalankan oleh syarikat korporat, NGO dan badan-badan lain

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain

2) Kutub utara magnit yang merupakan alat utama dalam kompas tidak selalu berimpit dengan kutub selatan bumi, sehingga penunjukan kompas tidak selalu tepat menunjukkan

dinyatakan bahwa anak adalah seorang yang belum mencapai usia 18 (delapan belas tahun) atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada di bawah kekuasaan orang tuanya. Dalam

Sama seperti pada unit analisis sebelumnya, Kompas.com mendapatkan indeks skor yang terendah bila dibandingkan dengan dua media online lainnya.. Berdasarkan

Untuk menganalisis hubungan antara nilai tegangan supply terhadap torsi dan putaran pada motor DC shunt, maka dilakukan pengujian dengan menurunkan tegangan yang diberikan ke

Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG BEA MASUK DITANGGUNG PEMERINTAH ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN UNTUK MEMPRODUKSI BARANG DAN/ATAU JASA GUNA