• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2000 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2000 TENTANG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2000

TENTANG

TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan mengenai penetapan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Undang- undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan;

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3687);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997, tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3694) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3760);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN

(2)

Pasal 1

Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IIA Angka (11) dan Angka (12) Nomor 2 sampai dengan Nomor 9 Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998, adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini.

Pasal 2

1. Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk satuan Rupiah, US Dollar, Gold Franc dan persentase.

2. Dalam hal pungutan jasa telekomunikasi pelayaran yang diberikan oleh stasiun radio pantai Indonesia, tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan mata uang Gold Franc sesuai perjanjian International Telecommunication Union (ITU).

3. Besarnya Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio dihitung dengan fungsi dari lebar pita dan daya pancar dengan formula sebagai berikut :

BHP frekuensi (Rupiah) =

( )

2 )

(Ib×HDLP×b + Ip×HDDP×p

Pasal 3

Seluruh penerimaan yang bersumber dari jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam lampiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung ke Kas Negara.

Pasal 4

Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan sebagaimana tercantum dalam Lampiran IIA Angka (11) dan Angka (12) Nomor 2 sampai dengan 9 Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998, yang belum tercakup dalam lampiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, akan disusulkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini dan pencantumannya dilakukan dengan Peraturan Pemerintah tersendiri.

(3)

Pasal 5

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Pebruari 2000 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Ttd

ABDURRAHMAN WAHID Diundangkan di Jakarta pada tanggal 23 Pebruari 2000

Pj. SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA, ttd

BONDAN GUNAWAN

(4)

P E N J E L A S A N ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2000

TENTANG

TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN

UMUM

Dalam rangka mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak guna menunjang Pembangunan Nasional, Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Departemen Perhubungan sebagai salah satu sumber penerimaan negara perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sehubungan dengan maksud ini dan untuk memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak perlu ditetapkan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan dengan Peraturan Pemerintah ini.

PASAL DEMI PASAL Pasal 1

Cukup jelas Pasal 2

Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Tarif yang dimaksud dalam ayat ini ditetapkan dengan mata uang Gold France sesuai Perjanjian International Telecommunication Union (ITU) cq. CCIT.

Besaran nilai tukar mata uang Gold Franc terhadap mata uang Rupiah ditetapkan berdasarkan nilai tukar Gold Franc terhadap mata uang US Dollar. Nilai tukar mata uang Gold Franc terhadap mata uang US Dollar adalah $ 1.00 US sama dengan 2.5374 Gold Franc. Nilai tukar mata uang US Dollar terhadap mata uang Rupiah ditetapkan sesuai dengan Ketetapan Menteri Keuangan yang berlaku pada saat PNBP dikenakan.

Ayat (3)

(5)

Yang dimaksud dengan :

b adalah lebar pita frekuensi yang digunakan;

p adalah besar daya pancar keluaran antena;

lb adalah indeks biaya pendudukan lebar pita;

lp adalah indeks biaya daya pemancaran frekuensi;

HDLP adalah harga dasar lebar pita yang ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini;

HDDP adalah harga dasar daya pancar yang ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini.

Pasal 3

Pengertian Kas Negara adalah sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Pasal 4

Cukup jelas Pasal 5

Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3940

(6)

LAMPIRAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 14 TAHUN 2000

JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN

PAJAK SATUAN TARIF

PENERIMAAN DARI PELAYANAN JASA POS DAN TELEKOMUNIKASI

A. Pengusaha Jasa Titipan

B. Pungutan Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi (BHP).

C. Biaya Ujian Perwira Radio Elektronika dan Operator Radio (PREOR)

1. PREOR Kelas I 2. PREOR Kelas II

3. Operator radio kelas umum 4. Operator radio terbatas

D. Biaya Penyelenggaraan/Pengawasan Ujian Amatir Radio

1. Tingkat Pemula (YH) 2. Tingkat Siaga (YD) 3. Tingkat Pemula & Siaga 4. Tingkat Penggalang (YC) 5. Tingkat Penegak (YB) E. Biaya Izin Amatir Radio

F. Biaya Izin Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP)

G. Biaya Izin BHP Frekuensi a. Zone – 1

Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz

UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz

Per Izin Per tahun buku

Per orang Per orang Per orang Per orang

Per orang Per orang Per orang Per orang Per orang Per tahun Per tahun

HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP

HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP

Rp.150.000 1% dari pendapatan kotor penyelenggaraan

telekomunikasi

Rp. 25.000 Rp. 25.000 Rp. 20.000 Rp. 20.000

Rp. 25.000 Rp. 30.000 Rp. 50.000 Rp. 60.000 Rp. 75.000 Rp. 15.000 Rp. 27.500

Rp. 191,629 Rp. 142,844 Rp. 140,403 Rp. 135,353 Rp. 119,665 Rp. 109,481 Rp. 89,364 Rp. 54,188

Rp. 20,961 Rp. 15,715 Rp. 15,249 Rp. 14,581 Rp. 12,888

(7)

UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

b. Zone – 2 Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

c. Zone – 3 Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

d. Zone – 4 Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz

HDLP HDLP HDLP

HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP

HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP

HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP

HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP

HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP

Rp. 11,772 Rp. 9,681 Rp. 6,101

Rp. 153,303 Rp. 114,844 Rp. 112,322 Rp. 108,282 Rp. 95,732 Rp. 87,585 Rp. 71,491 Rp. 43,350

Rp. 16,769 Rp. 12,572 Rp. 12,199 Rp. 11,665 Rp. 10,310 Rp. 9,418 Rp. 7,745 Rp. 4,881

Rp. 114,977 Rp. 85,707 Rp. 84,242 Rp. 81,212 Rp. 71,799 Rp. 65,688 Rp. 53,618 Rp. 32,513

Rp. 12,576 Rp. 9,429 Rp. 9,149 Rp. 8,749 Rp. 7,733 Rp. 7,063 Rp. 5,809 Rp. 3,664

Rp. 76,652 Rp. 57,138 Rp. 56,161 Rp. 54,141 Rp. 47,866 Rp. 43,792 Rp. 35,745

(8)

EHF : 30 - 275 GHz

Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

e. Zone - 5 Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

Frekuensi

VLF : 9 - 30 KHz LF : 30 - 300 KHz

MF : 300 - 3000 KHz HF : 3 - 30 KHz VHF : 30 - 300 KHz UHF : 300 - 3000 KHz SHF : 3 - 30 GHz EHF : 30 - 275 GHz

H. Biaya sertifikasi dan permohonan pengujian alat / perangkat telekomunikasi.

1. Biaya sertifikasi alat /perangkat telekomunikasi.

a. Biaya Sertifikasi 1) Kategori I (CPE)

2) Kategori 2 Radio Base Stasion (RBS) b. Biaya sertifikasi perangkat sentar telepon

2. Jasa pengujian alat/perangkat telekomunikasi

Biaya uji kategori 1

a. Pencatatan Data Pembicaraan Pulsa (PDPT) b. Faksimili

c. Pencatatan telepon analog (pespon) d. Pesawat key telepon (KTS) s/d 20 port e. Pesawat cordless telepon (TTKP) f. Pesawat STB seluler

HDDP

HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP

HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP HDDP

HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP HDLP

Per Sertifikat per Tipe Per Sertifikat

per Tipe Per Sertifikat per

Tipe

Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe

Rp. 21,675

Rp. 8,384 Rp. 6,286 Rp. 6,099 Rp. 5,832 Rp. 5,155 Rp. 4,709 Rp. 3,873 Rp. 2,440

Rp. 38.326 Rp. 28.569 Rp. 28.081 Rp. 27.071 Rp. 23.933 Rp. 21.896 Rp. 17.873 Rp. 10.838

Rp. 4,192 Rp. 3,143 Rp. 3,050 Rp. 2,916 Rp. 2,578 Rp. 2,354 Rp. 1,936 Rp. 1,220

Rp. 1.500.000 Rp. 2.500.000 Rp. 5.000.000

Rp. 3.000.000 Rp. 3.500.000 Rp. 3.000.000 Rp. 4.000.000 Rp. 3.500.000 Rp. 4.000.000

(9)

g. Modem

h. Pesawat telepon umum multikoin i. Pager

j. Low power k. Terminal trunking l. Terminal HF/VHF/UHF m. Rectifier

Biaya uji kategori 2 a. Digital Loop carrier

b. Terminal pemancar radio siaran c. Penggandaan saluran

d. Radio microwave e. PCM

Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe

Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe Per tipe

Rp. 4.000.000 Rp. 3.500.000 Rp. 3.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. 4.000.000 Rp. 4.000.000 Rp. 6.000.000

Rp. 8.000.000 Rp. 6.000.000 Rp. 5.000.000 Rp. 6.000.000 Rp. 5.000.000

Referensi

Dokumen terkait

Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IIA Angka (11) dan Angka (12) Nomor 2 sampai dengan Nomor

(1) Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IIA Angka

(1) Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IIA Angka (13)

Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini, maka tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IIA

(1) Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana dimaksud dalam lampiran IIA Angka (8) Peraturan

(1) Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana dimaksud dalam lampiran IIA Angka (8) Peraturan

(1) Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IIA Angka (10)

Pasal 1 1 Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Pengawas Tenaga Nuklir sebagaimana dimaksud dalam Lampiran IIB Angka 4 Nomor 1 Peraturan Pemerintah